Kapal Nuh yang Tidak Mungkin

(Berita Mingguan GITS 12 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 14 Des. 2018: “Menurut Alkitab, Bahtera Nuh berukuran panjang 150 meter, lebar 25 meter, dan tinggi 15 meter. Ia dibuat dari sejenis kayu yang disebut kayu gofir. Bisa jadi ini kayu laminasi [hasil manufaktur], tetapi yang jelas adalah kayu. Namun, para peragu mengklaim bahwa bahkan hari ini kapal-kapal kayu tidak bisa dibuat sebesar itu karena kayu tidak cukup kuat untuk menahan tekanan yang dihasilkan oleh struktur sebesar itu; mereka berkata bahwa hanya besi yang bisa menahan tekanan tersebut. Tentu saja, itu tidak benar. Para penulis kuno memberitahu kita tentang suatu pertempuran laut pada tahun 280 SM, dan di dalamnya ikut berpartisipasi kapal Leontifera. Mereka menggambarkan Leontifera dengan cukup mendetil. Mereka memberitahu kita bahwa kapal itu mengangkut 1.600 pendayung, dengan tambahan lagi 1.200 prajurit. Dari hal-hal ini dan detil-detil lainnya, Leontifera diperkirakan memiliki panjang antara 130 hingga 170 meter. Plutarch memberitahu kita tentang sebuah kapal lain yang dibuat sekitar tahun 294 SM, yang memiliki dua kali lebih banyak pendayung daripada Leontifera. Pada akhir abad ketiga SM, Ptolemy Philopator membuat sebuah kapal yang memerlukan 400 pelaut, ditambah 4.000 pendayung, untuk dapat dioperasikan. Dengan tambahan prajurit lagi di atasnya, kapal itu mengangkut 7.250 orang. Kapal perang ini berukuran 130 meter panjangnya, lebih lebar dari bahtera Nuh, dan kira-kira sama tingginya. Alkitab dapat dipercaya dalam segala yang diajarkan, bahkan ketika berbicara tentang fakta sejarah atau dunia alam yang dipelajari oleh limu pengetahuan. Ref: Creation, 6-8/00, hal. 46-48, ‘The Large Ships of Antiquity.’”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Paus Fransiskus Mendeklarasikan Bahwa Penyembahan Maria Tidaklah Opsional dan Bahwa Maria Harus Disambut ke dalam Hidup Kita

(Berita Mingguan GITS 5 Januari 2019, sumber: www.nowtheendbegins.com dan www.christiannews.net)

Artikel dan gambar disadur dan diterjemahkan dari “Pope Francis Declares In Mass On Tuesday That Worshipping Mary Is ‘Not Optional’ And That She ‘Provides All Blessings’ As The Mother Of God” (https://www.nowtheendbegins.com/pope-francis-declares-in-mass-tuesday-worshipping-mary-not-optional-she-provides-all-blessings-catholic-church/). Jorge Bergoglio, yang juga dikenal sebagai ‘Paus Fransiskus,’ memimpin para Roma Katolik, pada hari Selasa lalu, untuk memperingati sebuah hari raya yang disebut “The Solemnity of Mary, Mother of God.” Di dalam peringatan tersebut ia mengekspresikan harapan bahwa Maria akan “melindungi” umatnya selama tahun baru, dan mengklaim bahwa dalam masa-masa kesusahan, manusia bukan saja seharusnya “menatap ibu kita tersebut,” tetapi juga mengizinkan Maria menatap mereka, karena dia adalah “kehidupan kita, kebaikan kita dan pengharapan kita.”

Saya akan memulai dengan mengatakan bahwa sebelum saya diselamatkan, saya adalah seorang Roma katolik selama 30 tahun hidup saya. Saya mengenyam 12 tahun pendidikan di sekolah Katolik, diajar oleh para suster dan imam, dan menjadi seorang putra altar selama 3 tahun, dengan setia menghadiri misa dan menyembah Maria dan Yesus, dengan urutan seperti itu, seperti sebagaimana saya diajarkan. Lalu saya diselamatkan, dipenuhi oleh Roh Kudus, membuka Alkitab, dan rasa mual karena telah dibohongi selama tahun-tahun itu menerpa saya.

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”(Yoh. 14:6).

Coba lihat foto Paus Fransiskus sedang menyembah di hadapan patung “sang ibu dan anak”, perhatikan dengan baik. “Yesus” Roma Katolik digambarkan sebagai bayi kecil yang lemah yang memerlukan ibunya untuk berfungsi. Maria digambarkan bagi kita sebagai “mediatrix semua kasih karunia,” padahal tidak ada lagi yang bisa lebih jauh dari kebenaran. Tidak ada seorang pun, satu manusia atau oknum pun dalam Alkitab, yang pernah berdoa kepada Maria. Tidak ada satu orang pun yang dalam Alkitab mencoba berbicara kepada Maria setelah dia meninggal. Tidak ada satu orang Kristen pun tercatat yang meminta sesuatu kepada Maria, bahkan selama ia masih hidup. Lebih lanjut lagi, pada hari Pentakosta Maria ada di ruang atas bersama 120 murid lainnya, tetapi ia hadir sebagai seorang murid biasa, sebagai partisipan yang tidak bersuara. Tidak tercatat ia menyumbangkan input apapun.

Continue reading

Posted in Katolik | Leave a comment

Pemerintah Cina Menutup Gereja-Gereja Besar dengan Kekerasan

(Berita Mingguan GITS 29 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut in disadur dari “Hong Kong Christians Protest Brutal China Crackdown,” Breitbart, 23 Des. 2018: “Pada tanggal 9 Desember, pasukan keamanan Cina melaksanakan serangkaian penyerbuanyang terkoordinasi pada Gereja Early Rain Covenant (Gereja PerjanjianHujan Awal), salah satu gereja rumah yang paling menonjol di Cina.Mereka menangkap sebanyak seratus anggota, termasuk Gembala Wang Yidan istrinya. Menurut Gina Goh, manajer International ChristianConcern untuk daerah Asia Tenggara, para pejabat memukuli, menyiksa,dan menahan makanan dan penggunaan WC terhadap para tahanan Kristen.Beberapa orang Kristen diseret di atas tanah, diinjak, diikat padakursi, dan ditarik rambutnya hingga lepas dari kulit kepala mereka,kata Goh. Enam hari kemudian, para pejabat mengulangi tindakan yangsama pada Gereja Rongguili di Guangzhou, gereja terbesar yang tidakterdaftar di Cina selatan. Para pejabat lokal menutup gerejatersebut, sambil menghentikan sebuah kelas Alkitab anak-anak yangsedang berlangsung, dan menyita sekitar 4000an buku-buku rohani.Serbuan-serbuan pra-Natal ini adalah bagian dari penyerangan yangsemakin meningkat terhadap gereja-gereja rumah dan orang-orangKristen yang tidak berizin, sebagai bagian dari usaha rezim Xi untukmemastikan kontrol yang absolut terhadap semua aktivitas rohani dinegara tersebut. Sejauh tahun ini berlangsung, sudah ada lebih dari10.000 kasus orang Kristen ditahan di Cina, dibandingkan dengan hanyasedikit lebih dari 3.000 kasus di tahun lalu, menurut Bob Fu dariChina Aid, sebuah organisasi Kristen berbasis AS yang nirlaba.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

ATP Penting untuk Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 29 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Seeing the Non-existent: Evolution’s Myths and Hoaxes, David Cloud: “Sel hidup mendapatkan energi dari ATP (Adenosine TriPhosphate), yang diproduksi di dalam mitokondria sel tersebut, oleh suatu motor generik yang luar biasa yang disebut ATP Synthase. Tanpa ATP, tidak akan ada kehidupan biologis, dan tanpa motor ATP, tidak akan ada ATP. Satu trilyun trilyun dari motor-motor kompleks ini dapat dimuat pada sebuah kepala jarum. Motor-motor ini biasanya berputar dengan kecepatan 10.000 rpm, dan menghasilkan gaya torsi yang luar biasa, dengan setiap putarannya menghasilkan tiga molekul ATP. ‘Tubuh manusia menghasilkan ATP seberat tubuhnya setiap hari, dihasilkan oleh trilyunan motor-motor ini. Dan para ATP ini dengan cepat sekali dikonsumsi untuk menggerakan berbagai reaksi biokimia yang vital, termasuk sintesis DNA dan protein, kontraksi otot, perpindahan nutrien dan impuls saraf. Suatu organisme tanpa ATP adalah seperti mobil tanpa bensin. Sianida sedemikian beracun persis karena ia menghentikan produksi ATP. …karena energi adalah vital bagi kehidupan, kehidupan tidak mungkin berevolusi sebelum motor ini berfungsi sempurna. Ini adalah masalah yang lebih mendasar lagi: seleksi alam, per definisi, adalah pembedaan reproduksi, jadi memerlukan entitas-entitas yang bisa mereproduksi diri sendiri sejak awalnya. Namun reproduksi diri memerlukan ATP untuk menyediakan energinya! Demikian juga ekspresi dari informasi yang dipilih. Jadi, bahkan jika serangkaian langkah-langkah gradual dapat dibayangkan mencapai puncak dari Gunung Mustahil ini, tidak ada seleksi alam yang memungkinkan pendakian tersebut. Ini karena semua bentuk peralihan hipotetis tidaklah memiliki energi dan dengan demikian mati’ (Jonathan Sarfati, By Design, hal. 135, 136). Shem Dharampaul, M.D., mengobservasi: “Dalam jalur glikolitik yang menghasilkan ATP, diperlukan input dua molekul ATP untuk menghasilkan empat molekul ATP (dengan produk netto dua molekul). Ini adalah skenario klasik ayam dan telur. Dari mana dua molekul pertama muncul?” Penjelasan grafis dengan sintesis ATP dapat dilihat di

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gereja Inggris Menawarkan Seremoni Seperti Baptisan bagi Kaum Transgender

(Berita Mingguan GITS 22 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Church of England,” CNSNews.com, 13 Des. 2018: “Membuktikan bahwa mereka terus berubah untuk mengikuti zaman, Gereja Inggris telah mengumumkan bahwa kini mereka akan menawarkan seremoni-seremoni seperti baptisan kepada orang-orang transgender, yaitu orang-orang yang menyangkali jenis kelamin biologis mereka – misal seorang lelaki yang mengklaim dia seorang wanita – dan mau ‘dibaptis ulang’ dalam identitas jenis kelamin dan nama mereka yang baru. Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah menciptakan kita dalam gambarNya, lelaki dan perempuan, tetapi Gereja Inggris merasa mereka bisa lebih canggih dari Allah. Keputusan untuk menawarkan seremoni “Affirmation of Baptismal Faith” yang baru, diambil oleh Dewan Uskup di Inggris, pada Senin 3 Desember. … Dalam seremoni itu, ‘sang pelayan meletakkan tangannya pada kandidat, menyebut nama mereka, dan berdoa untuk mereka,’ demikian lapor The Telegraph. Affirmation of Baptismal Faith memungkinkan orang-orang untuk ‘memperbaharui komitmen yang telah dibuat pada saat dibaptis dan di muka umum, dan menyediakan ruang bagi orang-orang yang telah mengalami perubahan besar untuk me-re-dedikasikan hidup mereka kepada Yesus Kristus,’ menurut para uskup. Dokumen Bimbingan bagi Affirmasi menyatakan, ‘Bagi seorang yang trans, ketika ia dipanggil secara liturgis oleh sang pelayan untuk pertama kalinya dengan nama pilihan mereka sendiri, itu bisa jadi adalah momen yang penuh kuasa dalam kebaktian.’ Dokumen bimbingan itu juga mengklarifikasi bahwa ‘pendeta diarahkan untuk memanggil para lelaki dengan nama perempuan mereka yang baru, dan para perempuan dengan nama lelaki mereka yang baru,’ demikian lapor LifeSiteNews. …Dr. Paul R. McHugh, mantan kepala psikiatri di RS Johns Hopkins, dan yang kini menjabat sebagai Profesor Distinguished Service di bidang Psikiatri, mengatakan bahwa transgenderisme adalah suatu penyakit mental yang memerlukan penanganan, bahwa perubahan jenis kelamin itu ‘tidak mungkin secara biologis,’ dan bahwa orang-orang yang mempromosikan operasi ganti kelamin sedang membantu dan mempromosikan suatu penyakit mental. ‘Perubahan jenis kelamin secara biologis tidaklah mungkin,’ kata McHugh. ‘Orang-orang yang menjalani operasi ganti kelamin tidak berubah dari lelaki menjadi wanita atau sebaliknya. Melainkan, mereka menjadi lelaki yang kewanita-wanitaan, atau wanita yang kelaki-lakian. Mengklaim bahwa ini adalah perihal hak asasi dan mempromosikan intervensi operasi, pada kenyataannya sama dengan memperparah dan mempromosikan suatu kelainan mental.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Klaim Palsu Bahwa Mempertahankan Definisi Ilmiah Jenis Kelamin Akan Menambah Tingkat Bunuh Diri di Antara Kaum Transgender

(Berita Mingguan GITS 22 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Petition to Uphold the Scientific Definition of Sex in Federal Law and Policy,” www.ipetitions.com, 4 Des. 2018: “Klaim bahwa mempertahankan definisi ilmiah dari jenis kelamin akan meningkatkan angka bunuh diri di kalangan transgender, adalah palsu. …Swedia adalah negara yang mendukung transgender, dan telah mengadopsi hukum dan kebijakan yang mencampuradukkan jenis kelamin dengan identitas gender. Namun demikian, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para periset di sana tahun 2011, menemukan bahwa angka bunuh diri yang berhasil dilakukan di kalangan orang-orang dewasa yang telah menjalani operasi ‘pengukuhan gender,’ adalah 19 kali lebih tinggi dari populasi umum (“Long-Term Follow-Up of Transsexual Persons Undergoing Sex Reassignment Surgery: Cohort Study in Sweden,” PloS One 6, 2011). Jelas sekali, pengukuhan transgenderisme tidak mencegah bunuh diri, dan bahkan ironisnya bisa memperparah kesehatan emosional dari individu-individu ini secara jangka panjang.”

Posted in LGBT | Leave a comment

Waktunya Akan Tiba

(Berita Mingguan GITS 22 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

“Betapa malam yang panjang dan berat, dengan mimpi-mimpi buruk, jika bisa saya katakan demikian, telah dirasakan oleh dunia ini sejak dosa, dengan semua keburukan yang menyertainya, masuk dan menghancurkan harapan manusia akan sukacita dan kesenangan! Tetapi betapa berhargnya untuk mengetahui bahwa kejahatan tidak akan selalu menang; bahwa waktunya akan tiba, ya, dan sudah sangat dekat, ketika kutuk akan diangkat, dan padang gurun akan bersukacita dan berbunga seperti mawar; bahkan ciptaan-ciptaan tingkat bawah akan diubah dan kembali ke sifat asal mereka sebelum dosa masuk, ‘singa akan makan jerami seperti lembu’ (Yes. 11:7); sang anak kecil tidak perlu takut akan hewan paling buas sekalipun karena mereka tidak akan melukai dan menghancurkan pada waktu itu. Pemerintah akan diatur secara bajik; segala jenis penyalahgunaan akan berhenti, dan selama seribu tahun yang mulia, Tuhan kita sendiri akan memerintah dalam kebenaran” (Harry A. Ironside).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Renungan | Leave a comment

Bahaya Kesesatan Internet

(Berita Mingguan GITS 15 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Internet adalah alat komunikasi terhebat yang pernah ada, dan ia memiliki potensial yang tak terukur untuk menyampaikan kebenaran, sekaligus kesalahan. Presiden AS, Donald Trump, mempopulerkan istilah “fake news,” dan dia benar. Dunia penuh dengan informasi yang salah, bukan hanya informasi politik yang salah, tetapi juga semua tipe informasi lainnya. Internet adalah seperti mimpi menjadi kenyataan bagi para pendukung bumi datar dan penipu-penipu berbagai trend kesehatan palsu, dan para penyebar disinformasi, sekaligus juga penyesat-penyesat dari berbagai kalangan. Sementara kebenaran jarang didengarkan di dunia yang jatuh ini, kesalahan justru bergema secara luas. Alkitab memberitahu umat Allah bagaimana caranya mempertahankan diri di zaman manapun. Teknologi berubah, tetapi prinsip-prinsip pertahanan rohani tetap sama. Prinsip perlindungan yang paling fundamental adalah memiliki pemahaman yang baik akan Firman Allah (“terlatih,” Ibrani 5:12-15), untuk menguji segala sesuatu dengan Firman Allah, dan untuk menghindari hal-hal yang palsu. Hal ini dinyatakan secara ringkas dan padat dalam 2 Timotius 2:15-18. “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.” Setiap prinsip dasar perlindungan terhadap kesesatan di zaman internet dapat ditemukan dalam perikop ini. Perlindungan memerlukan seseorang menjadi pelajar yang serius dari Firman Allah. Anda tidak bisa membedakan kesalahan sebelum anda berdiri dengan teguh dalam kebenaran. Dan perlindungan memerlukan juga menjauhi para guru palsu. Menjauhi adalah kebalikan dari membaca blog-blog mereka dan mengunjungi halaman media sosial mereka atau menonton channel Youtube mereka. 2 Timotius 2:18 memperingatkan bahwa pengajaran palsu memiliki kuasa untuk “merusak iman.” Ini hal yang sangat berbahaya. Lebih lanjut lagi dalam perikop yang sama, kita menemukan bahwa pengajaran palsu menimbulkan persoalan yang dicari-cari dan pertengkaran (2 Tim. 2:23). Ia menggoyahkan hidup Kristiani. Banyak orang yang telah menulis kepada saya setelah menjadi bingung karena hal-hal yang mereka baca di internet. Biasanya, orang-orang ini tidak terlatih dalam Firman Allah, tetapi bukannya memakai waktu untuk mempelajari Alkitab melalui berbagai alat yang baik dan bertekun belajar dengan pengajar-pengajar Alkitab yang sehat, mereka berselencar di internet dan main-main dengan kesalahan dan kegilaan dan penipuan. Sumber daya untuk menjadi pelajar Alkitab yang terlatih sudah tersedia bagi siapapun yang mau menginvestasikan cukup waktu and energi. Tidak ada jalan pintas. Tambahan Editor: Berbagai seminar doktrinal dilakukan oleh Graphe International Theological Seminary, buku-buku doktrinal dan rohani, adalah salah satu sumber daya penting untuk melawan penyesatan!

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Teknologi | Leave a comment

Kesalahan Seorang Skeptis – Pikiran Bukanlah Komputer

(Berita Mingguan GITS 15 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “A Skeptic Gets It Wrong,” Tom Gilson, The Stream, 8 Des. 2018: “Seorang komentator dengan nama sandi ‘swordfish’ baru-baru ini dengan pusingnya mencampuradukkan otak manusia dan komputer, dengan mengklaim bahwa pikiran manusia dan komputer sangatlah mirip satu sama lain. Dalam sebuah komentar di sebuah artikel meme atheis minggu lalu, dia menulis, 1) Komputer dapat memproses apapun yang disajikan ke memori komputer, termasuk ide-ide. 2) Otak manusia dapat dikatakan hanyalah proses-proses reaksi-reaksi elektro-kimia. Apakah dia benar? … Nah, sebagai seorang Kristen saya berpegang pada kepercayaan bahwa dunia fisik bukanlah satu-satunya realita. Allah adalah roh dan Dia telah menciptakan kita dalam gambarNya, sehingga manusia itu lebih dari sekedar tubuh kita yang kita pakai ini. Tetapi ada banyak orang yang tidak setuju. Seperti swordfish, mereka berpikir bahwa seluruh realita dapat dijelaskan dari materi, energi, dan hukum-hukum alam yang berinteraksi dengan mereka – hanya itu saja dan tidak ada yang lain lagi. Masalahnya adalah, jika mereka benar, maka mereka salah. Atau minimal mereka tidak memiliki alasan untuk berpikir diri mereka benar. Ada banyak cara untuk untuk memperlihatkan hal ini. Salah satu cara adalah untuk membuat perbandingan antara pikiran manusia dan komputer, dan melihat hasilnya. Demikianlah saya menjawab swordfish. …Perhatikan pernyataan, “Jika di luar sedang hujan, maka jalanan akan basah.’ Manusia memproses kalimat ini dalam bentuk ide-ide. Kita mulai dengan apa yang kita ketahui tentang ‘hujan,’ ‘basah’ dan ‘jalanan.’ Lalu kita mempergunakan logika dalam pikiran kita. Kita mencapai kesimpulan berdasarkan apa arti kata-kata itu, dan berdasarkan dasar-dasar yang menghubungkan mereka satu sama lain. Tetapi apa yang dilakukan suatu komputer? Dalam istilah kasar, komputer memproses voltase, yang adalah hal-hal listrik murni, dan status mereka dikendalikan oleh hukum alam. Ada dari voltase-voltase tersebut yang dihubungkan dengan istilah seperti ‘hujan,’ ‘jalanan,’ dan ‘basah.’ Itu karena para desainer hardware dan para programmer telah mendesain komputer itu sehingga mereka dapat menyatakan istilah dalam bentuk tersebut. Tetapi komputer sama sekali tidak paham arti kata-kata tersebut. Ia tidak memiliki sedikitpun petunjuk apa itu ‘basah,’ dan juga sisa dari kalimat. Jadi itu alasan pertama mengapa komputer tidak bisa memproses ide seperti manusia: Komputer tidak memiliki ide. Mereka tidak memahami arti kata-kata. Mereka hanya memiliki status voltase, yang didesain oleh manusia untuk mewakili kata-kata tertentu … Komputer tidak berpikir, ‘jalanan akan basah karena itulah yang terjadi ketika turun hujan.’ Komputer tiba pada output karena hukum fisika, bukan karena alasan logis. …jika swordfish benar, dan jika pikiran manusia berfungsi seperti komputer, maka pikiran tidak beroperasi dengan pengertia. Dan jika pikiran tidak beroperasi berdasarkan pengertian, maka bahkan swordfish sendiripun tidak memiliki alasan untuk berpikir bahwa ia sedang memikirkan apa yang ia pikirkan. Yang adalah sangat konyol. Ini tidak mungkin. Ketika suatu kesimpulan adalah tidak mungkin, maka ada yang salah dengan pemikiran yang mendahuluinya.”

Posted in Atheisme, Teknologi | Leave a comment

Facebook dan Efesus 5:11

(Berita Mingguan GITS 8 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Ada banyak ayat Alkitab yang memberikan penuntun menuju kemenangan rohani di zaman Internet, dan salah satunya adalah Efesus 5:11 – “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.” Ada dua perintah dan prinsip yang sederhana di sini. Pertama, anak Allah TIDAK BOLEH mengambil bagian atau bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan. Ini adalah pengamanan yang sangat baik. Jika saya telah menetapkan hati untuk tidak bersekutu dengan kegelapan di Facebook, maka saya tidak akan berasosiasi, bergandengan tangan dengan, atau menjadi sahabat dengan siapapun atau apapun yang bersangkutan dengan kegelapan rohani dan moral. Saya tidak akan menjadi teman atau “Like” atau bergabung dengan topik pembicaraan yang mempromosikan pakaian yang tidak sopan atau rock & roll (apakah sekuler atau “kristen”) atau minum alkohol atau obat-obatan atau pesta-pesta duniawi atau pacaran duniawi atau filosofi-filosofi yang sia-sia atau kesesatan kharismatik atau pemfitnahan gereja-gereja yang baik. Saya menolak untuk memiliki “sedikit persekutuan” dengan kegelapan, karena Allah saya telah memerintahkan saya “janganlah turut mengamil bagian’ dengannya. Perintah kedua dalam Efesus 5:11 adalah “telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” [secara literal “menegor”]. Sebagai seorang anak Allah, seorang musafir di dunia yang asing, tanggung jawab saya belum selesai ketika saya menjauhi persekutuan dengan kejahatan dan kesalahan. Separasi tidaklah cukup. Saya harus bersuara melawan hal-hal yang salah. Tentu hal ini akan mempersempit lingkup asosiasi seseorang dan memperkecil “tenda” kita, tetapi inilah yang persis diperintahkan oleh Firman Allah. Tegoran yang saleh adalah cahaya di tengah kegelapan, seperti yang kita lihat dalam konteks yang sama: “Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang” (Ef. 5:13). Jika anda berdiri demi kebenaran dan keadilan, sebagaimana seharusnya, anda tidak akan diterima dengan mulus dan lancar oleh kelompok duniawi. Anda akan menjadi seperti gembala sidang yang baru-baru ini berbagi hal berikut ini dengan saya: “Saya merasa bahwa ketika seseorang menjadi teman saya di Facebook, mereka [seharusnya tahu] bahwa mereka telah menjadi teman dengan seorang Pemberita Alkitab. Kadang-kadang saya mem-posting Alkitab atau berkomentar tentang prinsip-prinsip Alkitab. Selama saya membicarakan hal-hal umum tentang keselamatan, tidak ada masalah. Tetapi, begitu saya spesifik mengenai suatu dosa, saya diserang secara pribadi tidak peduli berapa banyak Firman Tuhan yang saya pakai. Suatu kali saya berkomentar tentang Tim Tebow [Editor: Ini seorang atlit Kristen terkenal di Amerika]. Saya mengunjungi website dia untuk mendapatkan beberapa informasi tentang dia, dan ketika website-nya muncul, suatu lagu country tentang minum-minum pada Jumat malam secara otomatis diputarkan. Saya berkomentar di Facebook bahwa hal ini adalah kesaksian yang buruk. Sebagai akibatnya, saya dikritik dengan pedas. Seseorang berkata, ‘Tim Tebow akan membawa lebih banyak orang kepada Kristus daripada kamu seumur hidupmu.’ Banyak kali Facebook membuat forum tempat orang-orang bergerombol menyerang saya. Saya membuat komentar tentang orang-orang yang pergi ke pertandingan baseball anak-anak pada hari Minggu daripada ke gereja. Beberapa ‘orang Kristen’ mengritik saya.” Hal ini mengingatkan saya akan apa yang Yesus katakan: “Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu” (Yoh. 15:19).

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Teknologi | Leave a comment