Kristus-Kristus Palsu Hari Ini

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Alkitab memperingatkan tentang kedatangan kristus-kristus palsu. Sebuah laporan baru-baru ini di The Telegraph (London, Inggris), menggambarkan tujuh orang “mesias zaman modern.” Termasuk di dalam daftar ini adalah Vissarion (Siberia) yang memiliki sekitar 5-10 ribu murid pengikut di hutan-hutan Siberia; lalu ada Yesus dari Kitwe, seorang pengemudi taksi di Zambia; Alvaro Theiss dari Brazil, yang menyebut dirinya Inri Christo, yang mendengar suara di kepalanya yang dia percayai adalah suara Allah Bapa, dan dia memiliki kebanyakan murid wanita, dan dia dibawa ke sana kemari di atas takhta beroda yang aneh; Moses Hlongwane dari Afrika Selatan; dan David Shayler dari Inggris, seorang banci yang berpakaian wanita. “Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima” (2 Kor. 11:4). “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Mat. 24:24). “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir” (1 Yoh. 2:18).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | 2 Comments

Efek Penggunaan Smartphone pada I-Gen

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dr. Jean Twenge, Profesor Psikologi di San Diego State University, telah meriset dan menulis secara ekstensif tentang generasi selfie. Dia adalah penulis dari buku Generation Me dan juga Living in the Age of Entitlement, dan bukunya yang terbaru, IGen, mempelajari mengapa anak-anak yang “super-terkoneksi” hari ini justru “semakin tidak bahagia dan sama sekali tidak siap untuk menjadi dewasa.” iGen adalah nama generasi pertama anak-anak yang menghabiskan keseluruhan masa remaja mereka dengan sebuah smart-phone. Ini adalah generasi yang lahir pada tahun 1995 ke bawah. Twenge berkata, “Hal ini membawa efek riak pada perilaku, sikap, dan kesehatan mental mereka. Para remaja menghabiskan semakin sedikit waktu untuk bertemu langsung dengan teman-teman mereka. … trend ini telah terjadi sekian lama, tetapi mulai menanjak terjal sekitar tahun 2010-11, persis ketika smart-phone menjadi sangat umum. … Remaja-remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di telpon mereka lebih mungkin untuk menjadi tidak bahagia, kesepian, dan memiliki faktor resiko lebih tinggi untuk bunuh diri” (“Smart phone era: Is it damaging teenagers?” BBC, 3 Sept. 2017). Twenge merekomendasikan agar pemakaian handphone dibatasi bagi orang-orang muda, menjadi satu jam atau kurang dalam sehari. Jika dunia sekuler dapat melihat bahaya besar pada smart-phone terhadap orang-orang muda, betapa lebihnya lagi semestinya umat Allah memahami hal-hal ini dan melindungi para remaja?

Posted in Teknologi | 1 Comment

Cumi Tanpa Bayangan

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 12 September 2017: “Banyak makhluk laut memantulkan cahaya sekeliling mereka. Mereka dapat melakukan ini karena ada platelet-platelet kecil yang memantulkan cahaya. Biasanya, kristal-kristal platelet ini terbuat dari purin, salah satu bahan dasar DNA, tetapi kristal-kristal ini tidak dapat mengubah berapa banyak cahaya yang mereka pantulkan. Cumi-cumi Hawaiian bobtail, di lain pihak, memerlukan kemampuan untuk memantulkan jumlah cahaya yang berbeda-beda karena gaya hidupnya yang unik. Cumi-cumi ini bergerak di air di bawah terang bulan, tetapi jika ia tidak memiliki jaringan yang spesial untuk memantulkan cahaya, bayangannya akan terlihat ketika ia melewati dasar laut. Cumi bobtail memiliki jaringan yang menghasilkan cahaya di bagian perutnya yang menghadap ke dasar laut, dan jaringan ini menghasilkan cukup cahaya untuk membuat bayangannya hilang. Dengan kata lain, ia dapat mengatur jumlah cahaya yang dihasilkan. Lebih lagi, cumi ini dapat memindahkan platelet-nya yang menghasilkan cahaya, sehingga mereka bisa tersebar di antara sel-sel, atau terkonsentrasi di tempat yang dibutuhkan. Bukan hanya terbuat dari satu asam amino, platelet cumi-cumi ini terbuat dari enam asam amino. Allah adalah sumber terang, termasuk terang rohani. Menurut evolusi, cumi-cumi berhubungan karib dengan binatang-binatang pertama yang berevolusi di lautan. Namun, teknik kamuflasenya yang sangat canggih, yang secara sempurna cocok dengan lingkungan dan gaya hidupnya, adalah kesaksian tentang desain Tuhan yang maha bijak, bukan tahapan awal dari evolusi buta. Terang rohani kebenaran Allah membuat hal ini jelas.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Perdana Menteri Israel Mencari Pertolongan Rusia Melawan Iran

(Berita Mingguan GITS 2 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam pertemuannya dengan Vladimir Putin pada tanggal 23 Agustus, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencari pertolongan Rusia dalam melawan pengaruh Iran yang semakin bertumbuh. Netanyahu memberitahu Putin bahwa kehadiran Iran yang semakin meningkat di Siria sangatlah mengkhawatirkan karena negara itu telah bersumpah untuk kehancuran Israel. Netanyahu berkata, “Mr. President, dengan usaha bersama kita sedang mengalahkan Islamic State [ISIS], dan ini adalah hal yang sangat penting, tetapi yang buruknya adalah, di tempat mana grup ISIS yang kalah hilang, Iran masuk. Kita tidak dapat melupakan untuk satu menit pun bahwa Iran setiap hari mengancam untuk melenyapkan Israel. Iran mempersenjatai organisasi-organisasi teroris, ia mensponsori dan memulai teror” (“Netanyahu to Putin: Iran Seeks to ‘Annihilate Israel,’” Israel Today, 24 Agus. 2017). Netanyahu perlu membaca Alkitab Ibraninya secara lebih teliti lagi. Rusia akan memimpin suatu persekutuan militer melawan Israel dalam peperangan God dan Magog yang digambarkan dalam Yehezkiel 38-39. Yehezkiel memberitahu kita secara persis di mana Gog ini tinggal, yaitu di “utara sekali” relatif terhadap Israel (Yeh. 38:6, 15; 39:2). Netanyahu sudah benar melihat Iran sebagai suatu ancaman, karena Iran (dalam Alkitab Persia) didaftarkan sebagai salah satu teman Gog (Yeh. 38:4-7). Rusia memiliki sejarah anti-semit yang panjang, mulai dari zaman dulu. Para Czar membangkitkan program-program melawan orang Yahudi dengan cara menyebarkan kebohongan tentang mereka. Pada tahun 1984, duta besar AS yang sedang mengurus masalah hak asasi manusia di bawah Perjanjian Helsinki, mengatakan “Berlin pernah menjadi ibukota anti-semitisme; saya khawatir hari ini ibukota itu adalah Moskow.”

Rusia telah mempersenjatai musuh-musuh Israel sejak 1950an awal. Ketika Israel memasuki Semenanjung Sinai pada tahun 1956 untuk memaksa Mesir mengizinkan pergerakan bebas kapal-kapalnya, Rusia mengancam akan melenyapkan Israel (Moshe Dayan, Diary of the Sinai Campaign, 1966, hal. 185). Rusia mempersenjatai Siria dan Mesir untuk peperangan Yom Kippur tahun 1973, dengan sebagian sistem senjatanya yang paling mutakhir dan memberikan teknisi-teknisi Soviet untuk membantu mengoperasikan peralatan tersebut (Jerry Asher, Duel for the Golan, Kindle location 520). Sampai dengan awal 1970an, 15.000 ahli militer Soviet masih melatih angkatan bersenjata Mesir untuk menjadi suatu tentara modern (Abraham Rabinovich, The Yom Kippur War, Kindle Loc 255). Rusia mensuplai musuh-musuh Israel dengan jet-jet tempur, tank, arteleri, rudal-rudal anti-pesawat, dan senjata anti-tank portable. Rusia menerbangkan masuk 15.000 ton senjata kepada Siria dan Mesir selama perang itu. Rusia juga menyediakan Iran dengan teknologi nuklir dan persenjataan teknologi tinggi. Pada September 2008, duta besar Israel ke Amerika Serikat, Sallai Meridor, memperingatkan bahwa penjualan senjata Rusia kepada Iran dan Siria “meruntuhkan kestabilan dan berbahaya bagi Israel” (“Israel Irked by Iran-Russia Military Ties,” PressTV.ir, 13 Sept. 2008). “Dan engkau, anak manusia, bernubuatlah melawan Gog dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan Aku akan menarik dan menuntun engkau dan Aku akan mendatangkan engkau dari utara sekali dan membawa engkau ke gunung-gunung Israel” (Yeh. 39:1-2).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | 3 Comments

Paus dan Dewan Gereja-Gereja Bertemu untuk Mendukung Persatuan dan Menyelamatkan Dunia

(Berita Mingguan GITS 2 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 23-24 Agustus, para pemimpin Dewan Gereja-Gereja se-Dunia (WCC – World Council of Churches), melakukan pertemuan pribadi dengan Paus Fransiskus di Istana Vatikan, untuk mendiskusikan persatuan ekumenis dan keselamatan dunia. Sekertaris Jenderal WCC, Olav Fykse Tveit menyebut pertemuan itu berguna dan mengatakan bahwa “persatuan gereja dan persatuan manusia adalah saling terhubung” (“Pope Francis, WCC leadership meet in Rome,” WCC News, 24 AgUS. 2017). Tveit mengatakan bahwa persatuan ekumenis diperlukan untuk menyelamatkan dunia, dan dia tidak memaksudkan keselamatan jiwa-jiwa. Berbicara kepada sang paus, pemimpin WCC itu berkata “Masa depan umat manusia sedang terancam; yang paling miskin di antara kita sudah merasakan konsekuensi terburuknya. Kami menguatkan anda dan Gereja Roma Katolik untuk bersama dengan kami dalam memobilisasi perubahan pikiran, hati, dan prioritas yang sejati.” Mereka ingin menyelamatkan dunia dari hal-hal seperti kemiskinan, perpecahan ras dan agama, persenjataan nuklir, dan perubahan iklim.” “Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, PIKIRAN MEREKA SEMATA-MATA TERTUJU KEPADA PERKARA DUNIAWI. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Fil. 3:17-20).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Bayi yang Belum Lahir Dapat Melindungi Diri

(Berita Mingguan GITS 2 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 7 Agustus 2017: “Ketika seseorang menerima organ yang disumbangkan, mereka harus sekaligus mengkonsumsi obat yang kuat agar tubuhnya tidak menolak organ donor tersebut. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh mengidentifikasi organ yang diimplantasi sebagai ‘bukan saya.’ Sistem imun lalu berasumsi bahwa penerobos ini berbahaya dan harus dihancurkan. Yang menjadi misteri yang membingungkan dan yang diselidiki oleh para ilmuwan adalah: Mengapakah tubuh seorang ibu tidak menganggap bayi dalam rahimnya, yang belum lahir, sebagai benda asing bagi tubuhnya? Bagaimanapun juga, bayi itu membawa informasi genetika dari pihak ibu dan pihak ayah, sehingga secara genetika bayi yang belum lahir adalah individu yang unik. Sebagian ilmuwan berteori bahwa plasenta (ari-ari) adalah pembatas fisik antara bayi dan sistem imun sang ibu. Sebagian lagi percaya bahwa bayi yang belum lahir itu dengan suatu cara dapat bersembunyi dari sistem imun ibunya. Teori ketiga adalah bahwa sistem imun sang ibu dengan suatu cara dipaksa untuk menolerir anak dalam kandungan tersebut. Riset terbaru dari para ilmuwan di Medical College of Georgia di Augusta, Georgia, mendukung pandangan ketiga ini. Para peneliti telah memperlihatkan bahwa plasenta (ari-ari) menghasilkan suatu enzim (IDO) yang bekerja untuk menekan sel-sel imun. Efeknya, anak yang belum lahir membuat enzim yang tepat dan pas sehingga sistem imun sang ibu tidak menyerangnya. Para ilmuwan mengatakan bahwa penemuan ini bisa saja memimpin kepada pengobatan baru untuk penanganan penyakit auto-imun dan juga penolakan organ. Sistem ini atau suatu sistem yang serupa sudah harus berfungsi penuh pada makhluk yang pertama agar bisa ada kehamilan dan kelahiran yang sukses. Sistem ini tidak bisa berevolusi secara perlahan. Fakta demikian, dan hikmat dari sistem ini memberikan semakin banyak bukti tentang Pencipta yang maha-bijak, mahakuasa, yang menciptakan semua bentuk kehidupan yang eksis. Catatan: ‘Don’t reject me, fetus tells Mom,’ Science News, v. 154, hal. 152, 5 September 1998.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pelajari Alkitab Bersama Raja Rock & Roll

(Berita Mingguan GITS 26 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Museum Alkitab di Washington, D.C., telah menerbitkan sebuah jadwal pembacaan Alkitab untuk kitab Mazmur yang disertai dengan catatan-catatan dari Alkitab pribadi Elvis Presley. Diberi namaRockin’ Through the Psalms with the ‘King,’” jadwal pembacaan Alkitab ini didesain untuk app Alkitab YouVersion. Ini adalah nama yang cocok untuk Alkitab bagi generasi “semua tentang saya,” dan tidak ada lagi yang mewakili generasi ini lebih baik selain dari Elvis. Sebagai “raja rock & roll,” dia adalah salah satu bapa musik modern, dan tindakannnya telah lebih berefek menghancurkan moralitas alkitabiah di masyarakat modern dibandingkan satu hal lain apapun juga. Jurnalis David Halberstam mengobservasi: “Dalam hal budaya, [munculnya] Elvis tidak kurang dari suatu revolusi” (The Fifties). Penulis biografi Elvis, Peter Harry Brown, mengobservasi, “Elvis Presley bukan hanya melambangkan suatu tipe musik yang baru; dia melambangkan kebebasan seksual” (Down at the End of Lonely Street, hal. 55). Elvis Presley melambangkan segala sesuatu yang juga menjadi lambang rock & roll: kebebasan seksual, pemberontakan terhadap otoritas, menyenangkan diri sendiri, kebejatan moral, yang semuanya dibungkus dengan lapisan tipis kerohanian manusia. Dalam sebuah wawancara televisi minggu lalu, dalam rangka peringatan 40 tahun kematian Elvis, istrinya selama enam tahun, Priscilla, menyinggung banyaknya perselingkuhan yang dilakukan oleh raja rock & roll tersebut selama pernikahan mereka. Dia mengatakan, “Menjalani kehidupan rock & roll itu sulit, karena pepatah kuno itu, anda tahu, seks, obat, dan rock & roll. Semuanya ada.” Ketika pewawancara bertanya, “Apakah dia menjalani hidup yang demikian?” Priscilla menjawab, “Mereka semuanya menjalani hidup demikian.” Dalam sebuah wawancara dengan Mike Amor, dia mengatakan “Dia [Elvis] tidak setia.” Ketidaksetiaannyalah yang menghancurkan pernikahan mereka. Mengenai kesaksian Elvis tentang iman dalam Kristus dan kesukaan dia terjadai musik Gospel, Alkitab mengatakan, “Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik” (Tit. 1:16).

Posted in Alkitab, musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Rahasia Terbesar Kekuatan Doa

(Berita Mingguan GITS 26 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

“Rahasia terbesar berdoa dengan kuasa adalah apa yang Rasul Yohanes catatkan dari pengalamannya sendiri yang penuh sukacita dalam 1 Yohanes 3:22. ‘Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.’ Perhatikan kata-kata yang indah tersebut: ‘apa saja yang kita minta, kita memperolehnya.’ Renungkan hal ini! Tidak ada satu doa pun, besar ataupun kecil, yang tidak terjawabkan. Lalu perhatikan alasannya: ‘Karena kita menuruti segala perintahNya dan berbuat apa yang berkenan kepadaNya’ (1 Yoh. 3:22). Hidup yang sepenuhnya diserahkan kepada kehendak Allah sebagaimana tertuang dalam FirmanNya – suatu kehidupan yang sepenuhnya dikendalikan oleh Allah – adalah rahasia dari doa yang penuh kuasa. Apakah anda bertanya-tanya mengapa anda tidak mendapatkan yang anda minta, mengapa anda tidak dapat berkata, seperti Rasul Yohanes, ‘Saya mendapatkan apapun yang saya minta?’ Jawabannya bukanlah karena dia seorang Rasul sedangkan anda hanya orang Kristen biasa. Jawabannya adalah karena dia dapat berkata, “Saya melakukan perintah-perintahNya dan melakukan hal-hal (dan hanya hal-hal) yang berkenan kepadaNya,’ sementara anda tidak bisa berkata demikian. Jawabannya adalah karena hidupnya sepenuhnya diserahkan pada Allah, sedangkan hidupmu tidak” (R.A. Torrey, God’s Power in Your Life).

Posted in Renungan | Leave a comment

Bunga yang Memahami Siapa yang Membuahinya

(Berita Mingguan GITS 26 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 1 Agus. 2017: “Apa warna bunga scarlet gilia? Nah, itu tergantung di mana dan kapan bunga itu mekar. Walaupun namanya scarlet gilia [Editor: Scarlet artinya kirmizi], bunga ini bisa saja berwarna merah, merah muda, dan bahkan putih. Di dekat permukaan laut, bunga ini akan tetap merah sepanjang tahun. Hal ini karena bunga tersebut dibuahi [dipolinasi] sepanjang musim panas oleh burung kolibri [hummingbird], yang tertarik kepada bunga-bunga merah. Di tanah yang lebih tinggi, burung kolibri pindah ketika musim panas memasuki Agustus. Ketika mereka pindah, tumbuhan ini mengubah bunga merahnya menjadi merah muda, dan belakangan menjadi putih. Tumbuhan di tanah tinggi berubah menjadi bunga putih karena mereka memiliki organisme baru untuk melakukan polinasi. Sambil populasi burung kolibri berkurang, ngengat hawk mengambil alih. Selama transisi, bunga akan mekar dengan warna merah muda, mengundang kedua polinator tersebut. Begitu burung kolibri sudah pindah semuanya, ngengat hawk mengambil alih. Ngengat hawk melakukan polinasi pada malam hari, jadi mereka lebih suka bunga putih, yang lebih mudah terlihat di kegelapan. Para ilmuwan tercengang oleh fakta bahwa perubahan warna terjadi persis ketika ada pergantian polinasi dari burung kolibri ke ngengat. Sebagaimana dinyatakan oleh seorang ilmuwan yang terkejut, tumbuhan ini tidak dapat dianggap pasif dalam lingkungan mereka. Siapa yang mengajari scarlet gilia mengenai kapan dan bagaimana mereka harus mengubah warna bunga mereka? Siapa yang mengajarinya bahwa burung kolibri tertarik kepada bunga merah? Atau bahwa ngengat hawk akan tertarik pada bunga putih? Scarlet gilia bisa jadi memang pintar, tetapi hanya Pencipta kita yang maha-bijak yang dapat memberikan pengetahuan dan kemampuan ini kepada tumbuhan tersebut.” Catatan: D.D. Bennett, “Scarlet Gilia: Flowering Chameleon,” Science News, Feb. 1985, hal. 69.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gembala Sidang Membela Penggunaan Lagu Rap Penuh Sumpah Serapah

(Berita Mingguan GITS 19 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang gembala sidang di Los Angeles, California, sama sekali tidak menyesal karena telah menunjukkan sebuah lagu rap yang penuh kata-kata kotor oleh Jay-Z di gerejanya. Marcus Murchinson, gembala dari Tree of Life Missionary Baptist Church, mengatakan bahwa bukan saja dia mendukung penggunaan kata-kata sumpah dan kotor dalam musik rap, dia bahkan bersumpah serapah juga ketika dia berdoa pada Tuhan. Dia berkata, “Saya telah belajar bahwa Allah sanggup menghadapi hal seperti itu” (“Pastor Defends Use of Explicit Jay-Z Song,” Christian Post, 8 Agus. 2017). Ini adalah pemikiran yang sangat kedagingan, dan hampir dapat dikatakan menghujat. Allah dapat “menghadapi” apapun, teatpi bukan itu permasalahannya. Allah telah secara spesifik memerintahkan umatNya untuk menggunakan kata-kata yang baik. “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan” (Ef. 4:29-31). Perhatikan bahwa perkataan yang kotor mendukakan Roh Kudus. Petrus bersumpah serapah ketika dia menyangkal Tuhan, tetapi itu adalah dosa dan dia bertobat dari dosa itu (Mat. 26:74-75). Semakin diterimanya bersumpah serapah di antara orang-orang yang mengaku Kristen, dalam percakapan sehari-hari, dalam musik, dalam film-film, adalah tanda kesesatan, bukan tanda kemerdekaan yang sejati.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment