79% Orang Amerika Nyaman dengan Gembala Wanita

(Berita Mingguan GITS 25 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut sebuah Jajak Pendapat Barna yang baru, 79% orang Amerika merasa nyaman dengan wanita sebagai pemimpin rohani di gereja-gereja. Bahkan di antara orang-orang Kristen “Injili,” 39% mendukung hal ini. Survei ini berjudulkan “Apa Pendapat Amerika mengenai Wanita Memegang Kuasa.” Hasil jajak pendapat ini merefleksikan puluhan tahun pencucian otak oleh kaum feminis. EDITOR: Pada kenyataannya, Tuhan menciptakan laki-laki dan wanita sebagai makhluk yang sepadan tapi berbeda, setara tetapi saling melengkapi. Kaum feminis modern mau menghilangkan perbedaan laki-laki dan wanita, tetapi ini hal yang tidak mungkin berdasarkan biologi. Wanita diciptakan Tuhan dengan kemampuan melahirkan anak, dan Tuhan juga memberinya peran yang khusus dalam keluarga. Laki-laki ditunjuk oleh Tuhan sebagai pemimpin dalam keluarga. Berdasarkan hal tersebut, Tuhan juga telah memberikan kepemimpinan rohani dalam jemaat kepada laki-laki.

Posted in Gereja, Wanita | Leave a comment

Ibu dan Putra Menjadi “Ayah dan Putri”

(Berita Mingguan GITS 25 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Mother and son,” Fox News, 15 Mar. 2017: “Sepasang ayah dan putri transgender (orang ganti kelamin) dari kota Detroit, kini menyingkapkan perjalanan fantastis mereka melakukan transisi dari posisi ibu dan putra. Corey Maison, seorang anak lelaki 15 tahun, pertama memberitahu orang tuanya bahwa dia mengidentifikasi diri sebagai perempuan empat tahun yang lalu, tetapi barulah tahun lalu dia tahu bahwa ibunya juga bergumul dengan identitas jenis kelaminnya. Kedua orang tersebut kini saling menguatkan sambil mereka melakukan perubahan jenis kelamin secara bersama. Si anak remaja telah mencatat masa transisi mereka dalam akun Instagram, dan keduanya diwawancari oleh program ’60 Minutes’ di Australia, untuk membicarakan pengalaman mereka. ‘Saya mau membuat orang tua saya bangga atas siapa diri saya, tetapi saya kira mereka tidak akan menyukai saya,’ kata Corey tentang saat dia mengakui dirinya transgender. Eric Maison, yang dulunya bernama Erica, berkata bahwa dia diberanikan oleh keputusan putrinya. Dia bergumul dengan berbagai emosi ketika memutuskan untuk mengganti kelamin. ‘Perasaan pertama adalah lega, kedua adalah ketakutan,’ kata dia. ‘Takut tentang bagaimana masa depan saya, takut tentang bagaimana keluarga dan anak-anak saya, dan bagaimana sisa kehidupan saya akan berlanjut.’ … Eric mengatakan dia berencana untuk tinggal bersama dengan suaminya, Les, yang mendukung pergantian kelaminnya. EDITOR: Benarlah kebenaran Firman Tuhan bahwa kesesatan akan semakin bertambah, dan bahwa Allah menyerahkan manusia kepada hawa nafsu dan kebodohannya sendiri.

Posted in LGBT | Leave a comment

Feminis yang Tidak Konsisten dari Swedia

(Berita Mingguan GITS 25 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Frontpagemag.com, 17 Feb. 2017: “Jadi, seperti inilah gambaran ringkas feminisme dunia barat di abad 21 ini. Pada awal bulan ini, ketika Gedung Putih (AS) merilis sebuah foto Donald Trump menandatangani sebuah dekrit kepresidenan di hadapan beberapa pejabat laki-laki, Isabella Lovin, Wakil Perdana Menteri Swedia, mengeluarkan foto dirinya sendiri sedang menandatangani sebuah undang-undang tentang perubahan iklim di hadapan beberapa pejabat tinggi wanita. Jelas sekali, foto itu dimaksudkan sebagai suatu pernyataan bangga penuh tantangan dari kaum wanita untuk menghadapi yang mereka anggap ancaman terbesar dunia terhadap kesetaraan dan kehormatan wanita – yaitu orang baru di Oval Office [Editor: Donald Trump maksudnya]. Memang, pemerintah Swedia yang sekarang ini, yang kabinetnya terdiri dari dua belas lelaki dan dua belas wanita, telah memproklamirkan diri sebagai ‘pemerintah feminis pertama di dunia.’ Artikel Buzzfeed tentang momen kemenangan ini diberi judul: ‘Apakah Pemerintah Swedia Baru Saja Melakukan Trolling Luar Biasa Terhadap Donald Trump dengan Foto yang Berisi Semua Wanita Ini?’ Tetapi betapa drastis perubahan yang terjadi dalam beberapa minggu. Beberapa hari lalu, sebuah delegasi Swedia yang terdiri dari empat lelaki dan sebelas wanita berperjalanan ke Tehran, untuk membuat kesepakatan dengan para mullah Iran. Selama kunjungan mereka itu, para wanita tersebut, yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan Ann Linde, memakai hijab dengan jubah-jubah panjang tak berbentuk yang jelas dipilih untuk memberikan ‘kesopanan’ maksimum. Dalam satu foto, nampak para anggota wanita dari delegasi Swedia tersebut melewati Presiden Iran, Hassan Rouhani, dan apa yang terjadi sangatlah menarik: dalam postur mereka, dalam raut wajah mereka, tidak terlihat sama sekali gambaran menantang yang mereka berikan kepada Trump yang digambarkan sebagai serigala besar dan jahat. Mereka semua memakai celana panjang gelap. Wajah wanita yang paling terlihat jelas dalam foto itu terlihat sangat taat dan menerima. Tampangnya bisa saja cocok pada wajah seorang biarawati desa yang akan bertemu Paus. Tangan kanannya ada pada dada, sebuah sinyal bahwa Rouhani tidak perlu takut dia akan mencoba menyalami tangannya. Ada foto lain yang memperlihatkan Linde sendiri dengan jelas sedang menunduk di hadapan seorang pejabat Iran. ‘Pemerintah feminis pertama di dunia,’ yang me-ngetroll Trump secara luar biasa, ternyata secara efektif mengkomunikasikan kepada Iran sebuah pesan ketundukan diri yang hampir tidak dapat ditambah lagi.”

Posted in Wanita | Leave a comment

Komunis Cina Meneruskan Perang Melawan Gereja yang Tidak Terdaftar

(Berita Mingguan GITS 18 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “China Cracks Down,” Radio Free Asia, 23 Feb. 2017: “Otoritas Cina di daerah bergejolak di timur laut, Xinjiang, telah melarang semua aktivitas Kristen yang tidak dilakukan oleh gereja-gereja yang disetujui negara. Hal ini meluncurkan penutupan besar-besaran terhadap kebaktian yang tidak resmi dengan alasan “anti-terorisme,” demikian diketahui oleh RFA. Gereja-gereja Katolik dan Protestan bawah tanah telah diperingatkan untuk menghentikan semua aktivitas di seluruh wilayah, seorang pejabat urusan agama mengkonfirmasi pada hari Kamis. ‘Ya, itu benar,’ kata pejabat itu, yang menerima telpon di Biro Urusan Agama dan Etnis Minoritas dari pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur. ‘Mereka semua harus beribadah di gereja [yang telah resmi disetujui],’ kata pejabat itu, mengindikasikan bahwa baik Katolik maupun Protestan terkena kebijakan baru ini. Di Cina diperkirakan ada 68 juta Protestan, dan 23 juta di antaranya berbakti di gereja-gereja yang diakui resmi, dan ada sekitar 9 juta Katolik, yang 5,7 jutanya masuk dalam organisasi-organisasi yang disponsor negara. Tetapi Partai Komunis Cina yang berkuasa, yang memegang atheisme, telah meningkatkan pengawasan atas semua bentuk praktek agama di kalangan rakyat dalam tahun-tahun belakangan ini, meningkatkan tekanan pada kelompok-kelompok beriman untuk bergabung dengan Asosiasi Prostestan Tiga Mandiri Patriotik, atau Asosiasi Katolik Cina Patriotik, yang tidak berada di bawah Vatikan. Administrasi Presiden Xi Jinping menganggap kekristenan sebagai barang impor luar negeri yang berbahaya, dan para pejabat tahun lalu memperingatkan tentang ‘infiltrasi kekuatan musuh dari Barat’ dalam bentuk agama. …Para otoritas di Korps 31, Produksi dan Konstruksi, dalam resimen agrikultur, yaitu bagian dari organisasi daerah yang didukung oleh militer, yang disebut juga bingtuan, pada tanggal 19 Februari, memerintahkan dua gereja rumah untuk tutup, cerita sumber-sumber lokal kepada RFA. Kedua gereja itu diserbu oleh polisi lokal dan lusinan pejabat dari biro urusan agama lokal, dengan 21 anggotanya dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan, kata mereka. Seorang anggota sebuah gereja rumah Protestan di wilayah Ili (Yili) Kazakh, memberitahu RFA pada hari Kamis bahwa polisi lokal telah memberikan hukuman penjara jangka pendek kepada anggota-anggota gereja di wilayah tersebut. ‘Kami tidak berani berkumpul untuk berbakti sekarang,’ kata anggota gereja tersebut. ‘Polisi mengatakan bahwa ini bagian dari pencegahan terorisme di Xinjiang, dan bahwa mereka tidak akan mengizinkan perkumpulan bahkan beberapa orang saja.’”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Seorang Kristen Ditembak Mati dan Putranya Dibakar Hidup-Hidup oleh Isis di Mesir

(Berita Mingguan GITS 18 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dicuplik dari “ISIS Terror Grows in Egypt,” Christian Today, 23 Feb. 2017: “Seorang lelaki Kristen telah ditembak mati dan putranya dibakar hidup-hidup di Mesir, menurut laporan dari daerah itu. Saad Hana, 65 tahun, dan putranya Medhat, 45 tahun, dibunuh di El-Arish, Sinai Utara, dalam gelombang kekerasan terbaru terhadap orang Kristen. Bapa Youssef Sobhy, dari Gereja Koptik Ortodoks Mar Girgis di El-Arish, mengatakan bahwa tiga orang bertopeng menyerang ayah dan anah itu di rumah mereka. ‘Orang-orang itu mengetuk pintu rumah orang Kristen tersebut, dan Medhat membuka pintu,’ Sobhy memberitahu International Christian Concern. ‘Orang-orang itu menembak ayahnya yang tua, Saad Hanna, di kepala, lalu mereka membakar rumah itu.’ Diperkirakan akan ada lebih banyak lagi orang Kristen yang dijadikan target sambil penganiayaan ini berlanjut, sesuai dengan pernyataan-pernyataan kelompok teror tersebut. Beberapa hari yang lalu, kelompok-kelompok teror di Mesir yang beraliansi dengan ISIS mengatakan bahwa orang Kristen adalah ‘mangsa favorit’ mereka.” Catatan Akhir: Gereja Koptik Ortodoks memberitakan Injil palsu, yaitu Injil sakramental. Tetapi faktanya tetap adalah bahwa orang-orang ini diserang dan dianiaya oleh pejihad Muslim dalam konteks sebagai orang Kristen.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Dosamu Pasti Akan Menimpamu

(Berita Mingguan GITS 18 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Valerian Trifa, seorang kriminal perang Nazi dari Romania, masuk Amerika Serikat tahun 1950 di bawah Undang-Undang Imigrasi Orang yang Tergusur dan diberikan kewarganegaraan. Dia menjadi seorang imam Ortodoks dan naik ke posisi uskup pada tahun 1955, pada tahun yang sama ia memimpin doa pembukaan dalam sidang Senat AS. Pada tahun 1970, dia dijadikan uskup agung. Sejak tahun 1950an dia sudah dikenali oleh para pengungsi Yahudi sebagai seorang anggota prominen dari Iron Guard, sebuah organisasi anti-semitik yang terlibat dalam penganiayaan dan pembunuhan orang-orang Yahudi, dan dia sudah dilaporkan ke Departemen Hukum AS. Tetapi bukti-bukti terhadap dia lemah. Sebuah penyelidikan dimulai pada tahun 1975, dan penelitian terhadap file-file simpanan Jerman Barat secara luar biasa menemukan sebuah kartu pos tahun 1942 dari “Viorel Trifa” kepada pemimpin Nazi, Heinrich Himmler. Ketika diteliti oleh ahli tulisan tangan, kartu pos itu dipastikan telah ditulis oleh Valerian, tetapi ini tidak dianggap sebagai bukti yang cukup untuk menyatakan dia bersalah. Ketika menyelidiki fotokopi dari kartu pos tersebut, para ahli percaya bahwa mereka dapat mendeteksi sidik jari yang samar-samar, tetapi otoritas Jerman Barat tidak mau menyerahkan kartu pos aslinya untuk dianalisis, karena akan rusak oleh metode bubuk tradisional yang dipakai untuk merekam sidik jari. Beberapa tahun kemudian, melalui teknologi baru, menggunakan laser yang tidak merusak, FBI dapat mengisolasi dan memfoto sidik jari tersebut, dan ternyata cocok dengan Valerian Trifa. Dia selanjutnya melepaskan status warga negara AS-nya, dan pindah ke Portugal sampai pada kematiannya tahun 1987. “…dosamu itu akan menimpa kamu” (Bil. 32:23).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Disney Terus Menjadi Agen Perubahan Sosial

(Berita Mingguan GITS 11 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Disney terus bertindak sebagai agen perubahan sosial besar dengan usaha-usahanya untuk menormalisasi dan memuliakan homoseksualitas. Dalam film Beauty and the Beast yang dibuat baru, ada hubungan homoseksualitas yang disorot. Sutradara film tersebut, Bill Condon, mengatakan, “LeFou [seorang teman Gaston] adalah seseorang yang pada hari tertentu ingin menjadi seperti Gaston [seorang pemburu kekar yang mau menikahi Belle, sang ‘beauty’] dan para hari-hari lain ingin mencium Gaston. Dia bingung tentang apa yang dia inginkan. Ini adalah seseorang yang baru mulai menyadari bahwa dia memiliki perasaan-perasaan ini. Dan Josh membuat sesuatu yang terselubung dan indah dari semua ini . … pada akhirnya … ada suatu moment gay yang manis dan eksklusif dalam sebuah film Disney” (“Beauty and the Beast Remake,” Christian Headlines, 2 Mar. 2017). Sifat manusia yang sudah jatuh dalam dosa memiliki banyak “perasaan” yang kuat dan “alami” tetapi tidak benar di hadapan Allah. Tetapi masyarakat modern menyangkal Allah dan mencoba untuk membenarkan semua perasaan manusia melalui suatu moralitas yang relativistik. Tidak banyak orang yang memiliki pengaruh lebih besar atas masyarakat Amerika dan kebudayaan global modern daripada Walt Disney. Dia mempionir industri animasi Amerika dan menangkap hati anak-anak dengan karakter-karakter kartun seperti Mickey Mouse dan Donald Duck. Dia membawa fantasi Hollywood ke suatu level pengaruh yang baru dengan pembangunan Disneyland di California dan Disney World di Florida. Film-film animasi klasik Disney penuh dengan gambaran kafir dan okultik, seperti nenek sihir, roh-roh jahat, penyihir dan mantera-mantera mereka, genie dan goblin, yang semua dikutuk keras dalam Alkitab. Sama seperti Harry Potter dan Lord of the Rings, kartun-kartun Disney menyampaikan konsep yang palsu dan terkutuk bahwa ada sihir baik dan sihir jahat. Disney sendiri tidak pergi ke gereja, dan tidak ada bangunan gereja di Main Street baik di Disneyland maupun Disney World, walaupun ada gereja di hampir semua jalan utama di Amerika ketika Disneyland dibuka pada tahun 1955. Begitu banyak orang tua Kristen yang telah secara tidak bijak membiarkan kartun-kartun dan film-film Disney mempengaruhi anak-anak mereka. Ketika Disneyland dibuka, majalah Time menayangkan Walt Disney di halaman cover mereka dan menyebutnya “pujangga humanisme baru Amerika.” Sungguh. Gereja-gereja Amerika telah menerima “hiburan” Hollywood selama setengah abad terakhir, dan ini membantu untuk membuka jalan bagi kesesatan besar-besaran yang kita lihat hari ini dan kehancuran moralitas masyarakat pada umumnya.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Reporter Televisi Mengatakan Bahwa Mengendalikan Pikiran Orang Adalah “Tugas Kami”

(Berita Mingguan GITS 11 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam program MSNBC, “Morning Joe,” edisi 22 Februari, pembawa acara Mika Brzezinski memperingatkan bahwa Presiden Donald Trump “sedang berusaha melemahkan media” dan “melemahkan pesan-pesan yang diberikan” secara sedemikian efektif sehingga “dia bisa mengendalikan apa yang orang pikirkan secara persis.” Brzezinski mengatakan, “Itu adalah tugas kami,” mengacu kepada media berita. Ini adalah komentar yang sangat mengena. Dia benar-benar berpikir bahwa tugasnya adalah mengendalikan bagaimana orang berpikir, sementara sebenarnya tugas media berita yang sejati adalah melaporkan berita tanpa adanya penyaringan bias-bias apapun. Tetapi dalam dunia penuh kebohongan ini, satu-satunya tempat kebenaran dapat ditemukan secara utuh tanpa bias adalah dalam Firman Allah. Melalui kebenaran yang seutuhnya di sana, anak Allah dapat menguji segala sesuatu sehingga ia dilindungi dari kebohongan Iblis. “karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Kor. 10:4-5).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Sekolah Theologi Mendorong Para Profesor Mereka untuk Menggunakan Bahasa yang Netral-Gender Ketika Mengacu pada Allah

(Berita Mingguan GITS 11 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Vanderbilt, Duke Divinity Schools,” TruthRevolt.org, 17 Jan. 2017: “Dua sekolah theologi terkenal di negara ini [Amerika Serikat], kini menganjurkan para profesor mereka untuk menghilangkan kata ganti maskulin ketika mengacu kepada Allah dan mencoba untuk mengadakan ‘eksplorasi bahasa baru untuk Allah.’ HeatStreet menemukan bahwa dalam katalog Vanderbilt tahun 2015-2016, sekolah theologi tersebut telah memutuskan untuk ‘secara terus menerus dan eksplisit’ memakai ‘bahasa inklusif, terutama dalam hubungannya dengan pribadi Ilahi, sebagai cara untuk mengurangsi sexisme.’ Ini bukanlah konsep yang baru, karena garis-garis panduan ini telah muncul pada tahun 1999, menurut Dekan Theologi, Melissa Snarr. Dokumen yang lama menekankan bahwa setiap nama Allah tidaklah selalu ber-gender dan menyatakan bahwa ‘gelar, kata ganti, dan gambaran Allah yang maskulin telah menjadi batu penjuru bagi patriarki.’ Telah dilaporkan bahwa Vanderbilt tidak memaksakan perubahan ini sebagai sesuatu yang diharuskan, dan Snarr berkata, ‘Ini tergantung pada penafsiran setiap individu profesor bagi kelas mereka dan ini hanyalah usulan bukan keharusan.’ Sekolah Theologi Duke juga memiliki garis panduan yang serupa, menyerukan ‘pengembangan bahasa yang lebih inklusif bagi Allah’ dan menghindari kata ganti maskulin. ‘Allah’ atau ‘Allah sendiri’ sudah cukup. Daripada mengatakan ‘Allah Bapa’ (God the father), seorang profesor di Duke didorong untuk mengatakan ‘Allah orang tua’ (God the parent). Contoh lain: ‘Allah adalah ayah yang menyambut putranya, tetapi Dia juga wanita yang mencari koin yang hilang.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Paus Mendorong “Orang Beriman” Mengecek Alkitab Sebanyak SMS

(Berita Mingguan GITS 11 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berbicara dari balkon apartemennya di Vatican Square, minggu ini Paus Fransiskus menyerukan kepada “orang-orang beriman” untuk berkonsultasi dengan Alkitab sebanyak mereka mengecek pesan-pesan handphone mereka. “Apa yang akan terjadi jika kita balik ke rumah apabila lupa membawanya, jika kita membukanya lebih sering dalam sehari, jika kita membaca pesan Allah yang terkandung dalam Alkitab dengan cara yang sama kita membaca pesan di handphone kita” (“Pope Urges Faithful,” Newsmax, 5 Mar. 2017). Ini adalah nasihat yang baik, walaupun berasal dari sumber yang tidak terduga. Faktanya, banyak mengecek Alkitab adalah alasan mengapa saya tidak percaya pada sang paus. Dalam halaman-halaman Kitab Suci saya tidak pernah menemukan ada Paus, kepausan, berkat kepausan, kursi kepausan, istana kepausan, Petrus sebagai paus pertama, Roma sebagai gereja induk, kardinal, uskup agung, misa, berdoa kepada roti hosti, baptisan bayi, kenaikan Maria, duduknya Maria di takhta, doa kepada Maria, doa kepada “orang-orang kudus” yang mati, mengaku dosa kepada imam, purgatori, rosario, skapular, penghormatan kepada benda-benda kudus, atau apapun juga lainnya yang unik bagi Roma Katolik.

Posted in Alkitab, Katolik | Leave a comment