Perubahan Sikap terhadap Yesus di Sebagian Kalangan Yahudi

(Berita Mingguan GITS 20 Mei 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam edisi Mei 2017, Israel Today menayangkan suatu laporan (“Influential Israelis Speak about Jesus”) yang menggambarkan suatu perubahan sikap tentang Yesus di kalangan orang Yahudi yang memiliki pengaruh. Artikel tersebut dimulai dengan kata-kata berikut, “Selama hampir 2000 tahun, orang Yahudi telah dengan konsisten menolak Yesus, seringkali dengan sikap yang sangat benci. Tetapi selama 50 tahun terakhir, sejak Perang Enam Hari pada tahun 1967 dan pengembalian Yerusalem ke tangan Yahudi, sikap terhadap Yesus mengalami perubahan dramatis.” Dua contoh diberikan. Yang pertama adalah Yochi Brades, putri dari seorang Rabbi Hassidic yang terkenal, Yitzhak Rabinovitz. Yochi sendiri juga adalah seorang terpelajar yang terdidik dalam sekolah-sekolah ultra-Ortodoks, dan penulis dari berbagai buku tentang pemikiran Yahudi dan novel-novel yang banyak dibaca. Dia mengakui bahwa dia diajarkan untuk menyebut Yesus sebagai “Yeshu,” yang berarti, “Kiranya namanya dan ingatan tentang dia dihapuskan,” yang mana mencerminkan posisi historis Yudaisme rabinik yang sudah dimulai oleh orang-orang Farisi di zaman Yesus. Tetapi sekarang dia berkata, “Saya mengasihi Yeshua. Penelitian saya tentang asal usul Kekristenan di abad 1 memimpin saya untuk memahami bahwa dia tidak bertanggung jawab atas penganiayaan dan anti-Semitisme yang dilakukan orang-orang Kristen dalam namanya terhadap orang Yahudi. Yeshua hidup sebagai seorang Yahudi dan mati sebagai seorang Yahudi. Seorang Yahudi yang baik. Seorang Yahudi yang setia. Seorang Yahudi yang saleh yang mengikuti hukum-hukum Allah.” Kesaksian lainnya berasal dari Amnon Rubinstein, mantan Dekan Fakultas Hukum dari Universitas Tel Aviv, pendiri dari partai politik Shinui, mantan Menteri Pendidikan, dan penerima Israel Prize pada tahun 2006. Rubinstein mengatakan, “Yesus berkata, ‘Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.’ Yeshua yang historis tidak menghilangkan satu halpun dari Yudaisme; dia hanya menambahkan kepada Yudaisme visi dia tentang Kerajaan Sorga. Jika dia dibangkitkan hari ini, Yeshua akan lebih senang berdoa di sebuah sinagog kecil, dan bukan di salah satu katedral megah yang dibangun atas namanya.”

Jelas sekali bahwa individu-individu yang disebut ini mendapatkan pandangan mereka tentang Yesus bukan dari Perjanjian Baru, melainkan dari para “ahli Yesus” modernistik yang telah membebani Perjanjian Baru dengan tradisi mereka seburuk para rabbi menambahi Perjanjian Lama dengan tradisi mereka. Adalah benar bahwa Yesus tidak mendirikan tipe-tipe kekristenan yang banyak terlihat hari ini, dan Yesus bukanlah pencetus dari anti-Semitisme. Bahkan, Dia telah memperingatkan bahwa guru-guru palsu akan muncul dan mengajarkan kebohongan dalam namaNya. Dia memperingatkan bahwa begitu banyak orang Kristen akan mengakui namaNya, tetapi terbukti palsu (Matius 7:21-23). Jemaat yang Yesus dirikan, yaitu yang digambarkan dalam halaman-halaman Kitab Suci, adalah perkumpulan sederhana orang-orang percaya tanpa ritual rumit atau katedral megah, dan tidak seperti kaum Katolik, Ortodoks, dan Protestan, jemaat-jemaat Kristus yang sejati tidak pernah menganiaya siapapun, termasuk orang Yahudi. Tetapi Yesus bukan hanyas ekedar seorang Yahudi yang hebat dan saleh. Dia mengklaim diri sebagai Mesias, Anak Allah, dan Dia membuktikan klaim itu dengan memenuhi nubuat-nubuat tentang Mesias dan bangkit dari antara orang mati. Yesus tidak disalibkan karena
Dia seorang Yahudi yang baik dan seorang yang mencintai Hukum Musa. Dia disalibkan karena mengklaim diri sebagai Anak Allah. Kita dengan kuat menasihatkan orang Yahudi untuk mempelajari Perjanjian Baru
sendiri tanpa pengaruh para modernis. Baca itu dengan teliti dan dengan doa, mencari kebenaran dari Allah. “Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: ‘Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?’ Jawab orang-orang Yahudi itu: ‘Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah’” (Yoh. 10:31-33).

Posted in Israel, Liberalisme | Leave a comment

Hillsong dengan Berani Mempromosikan Persatuan dengan Roma

(Berita Mingguan GITS 20 Mei 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Hillsong memproduksi musik Kristem kontemporer (CCM – Contemporary Christian Music) yang paling berpengaruh hari ini, dan Hillsong berada di garis depan pembangunan suatu “gereja esa sedunia” melalui persatuan ekumenis. Baru-baru ini, gembala senior dari Hillsong Phoenix membuat pernyataan berikut melalui video: “Saya Dr. Terry Crist, gembala senior dari City of Grace [Hillsong Phoenix], dan juga Ketua dari Governor’s Council of Faith and Community Partnership di Arizona. Dan saya mau mengucapkan selama kepada Dr. Gary Kinnaman, Joe Tuscany, Uskup [Katolik] Thomas Olmsted, dan Uskup [Katolik] Eduardo Nevares, atas kerja luar biasa mereka mempersatukan Katolik dan Injili. Sesuatu yang berkuada terjadi ketika kita berkumpul pada pribadi Yesus. Gereja kami adalah anggota dari keluarga global jemaat-jemaat yang disebut Hillsong. Gereja utama kami berlokasi di Sydney, Australia … Dan sangatlah indah untuk melihat selama beberapa tahun terakhir bagaimana orang-orang Katolik di seluruh dunia telah mengangkat lagu-lagu gereja kami dan telah menyanyikannya secara universal. Lagu-lagu seperti ‘Shout to the Lord,’ ‘Mighty to Save.’ … Begitu sering kita berfokus pada hal-hal yang memisahkan kita daripada Manusia yang menyatukan kita. Yesus adalah Allah-manusia yang memanggil kita semua kepada diriNya, dan ketika kita merespon kepada hal itu, sesuatu yang transenden terjadi, sesuatu yang menyatukan kita, jauh lebih dalam dari persetujuan semata. Dan dari persatuan itu muncul suatu misi bersama” (https://videos.files.wordpress.com/gp1P36St/roman-catholic-hillsong_dvd.mp4). Hanya seorang yang tersesat yang akan berkata bahwa Yesus senang dengan persatuan campuran khalayak ramai kekristenan yang terdiri dari orang-orang dengan doktrin yang berbeda-beda dan Injil yang berbeda-beda. Kitab Suci dengan berani memperingatkan tentang bahaya injil-injil palsu, kristus-kristus palsu, dan roh-roh palsu (2 Kor. 11:1-15). Hal ini sekali lagi menegaskan peringatan bahwa menggunakan musik penyembahan kontemporer sama dengan membangun jembatan berbahaya kepada “gereja esa sedunia.” Hal ini jelas dilarang dalam Kitab Suci (misal Roma 16:17; 1 Korintus 15:33; 2 Timotius 3:5). Sangatlah menyedihkan bahwa begitu banyak gembala Baptis tidak memahami isu ini, dan lebih sedih lagi jika mereka tidak mau dididik dengan baik. Sebaliknya, mereka sibuk membenarkan kompromi mereka dan mengecam dan mengucilkan sisa suara yang masih memberi peringatan. Mereka ini bukanlah gembala yang bijak atas kawanan domba Tuhan. Mari kita berdoa terus agar Tuhan membangkitkan orang-orang yang terpanggil, memenuhi syarat, dan berapi-api bagi Kristus dan kebenaran, orang-orang dengan visi alkitabiah, yang rajin berdoa, yang akan memimpin jemaatnya dalam pemuridan yang serius, bukan hiburan semata, yang akan memimpin jemaat-jemaat untuk menjadi kuat dalam Firman Allah, kuat dalam doa, bijak dan hati-hati dalam penginjilan, dan membangun rumah-rumah tangga yang kuat yang dapat mendisiplin dan mendidik anak-anak dengan efektif.

Posted in Ekumenisme, musik | Leave a comment

Orang-Orang yang Mau Membantah Alkitab Tetapi Malah Bertobat (bagian satu dan dua) UPDATED

oleh Dr. David Cloud (Penerjemah: Dr. Steven Liauw)

Lebih dari semua buku lain digabungkan, Alkitab telah dibenci, diserang, dicemooh, dikritik, dibatasi, dilarang, dan dihancurkan, tetapi semuanya tanpa hasil. Sepertinya yang pernah dikatakan seseorang dengan sangat tepat, “Lebih mudah untuk memakai pundak kita pada bola matahari yang membara, dan mencoba menghentikan pergerakannya dengan cara demikian, daripada mencoba untuk menghentikan beredarnya Alkitab” (Sidney Collett, All about the Bible, hal. 63).

Pada tahun 303 M, Kaisar Romawi Diocletian, mengeluarkan sebuah dekrit untuk menghentikan orang Kristen dari menyembah Yesus Kristus dan untuk menghancurkan Kitab Suci mereka. Semua pejabat di seluruh kerajaan diperintahkan untuk membakar gereja-gereja ke tanah, dan membakar setiap Alkitab yang ditemukan dalam daerah mereka (Stanley Greenslade, Cambridge History of the Bible). Dua puluh liima tahun kemudian, pengganti Diocletian, Constantine, mengeluarkan dekrit yang lain yang memesan penerbitan lima puluh Alkitab dengan uang negara (Eusebius).

Pada tahun 1778, atheis Perancis bernama Voltaire menyombong dengan berkata bahwa dalam 100 tahun kekristenan tidak akan eksis lagi, tetapi dalam 50 tahun, Geneva Bible Society menggunakan rumah dan peralatannya untuk menerbitkan Alkitab (Geisler and Nix, A General Introduction to the Bible, 1986, hal. 123, 124).

Robert Ingersoll pernah dengan sombong berkata, “Dalam 15 tahun saya akan membuat Alkitab tinggal di rumah jenazah.” Tetapi Ingersoll sudah mati, dan Alkitab masih hidup dan baik-baik saja.

Faktanya, banyak orang yang berusaha untuk membuktikan Alkitab salah, tetapi malah menjadi bertobat. Berikut adalah beberapa contoh:

 

Gilbert West (1703-1756)

Nama Gilbert West dimasukkan dalam buku Samuel Johnson, Lives of the Most Eminent English Poets [jadi dia termasuk seorang pujangga terkenal]. Sewaktu dia adalah seorang pelajar di Oxford, West mencoba untuk membantah catatan Alkitab tentang kebangkitan Kristus. Namun, ia malah membuktikan untuk dirinya sendiri bahwa Kristus sungguh bangkit dari kematian, dan dia bertobat. West menerbitkan kesimpulan-kesimpulannya dalam buku Observations on the History and Evidences of the Resurrection of Jesus Christ (1747). Di bagian sampul buku tersebut, dia menulis berikut: “Jangan mempersalahkan sebelum anda meneliti kebenarannya.”

West menyimpulkan bukunya dengan kata-kata berikut:

Continue reading

Posted in Alkitab | Leave a comment

Penua-Super

(Berita Mingguan GITS 15 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Banyak penyelidikan dilakukan terhadap orang-orang yang diberi predikat “penua-super” (super-agers), yaitu orang-orang di atas 80 tahun yang ketika diuji, memili ingatan yang sama dengan orang-orang yang puluhan tahun lebih muda. Sebuah penelitian baru diterbitkan di Journal of the American Medical Association, yang menemukan bahwa para “penua-super” kehilangan lebih sedikit massa otak dan juga secara lebih perlahan dalam proses penuaan dibandingkan dengan orang-orang yang menua secara normal. Fakta bahwa sebagian orang mengalami proses penuaan secara lebih mulus dibandingkan orang lain sudah sejak lama diketahui. Hal yang baru adalah ide bahwa para “penua-super” ini bisa memberikan petunjuk tentang cara memutar balik proses penuaan, yang adalah obsesi bodoh dari generasi yang tidak beriman ini. Amanda Cook, penulis dari penelitian baru tersebut, mengatakan, “Para penua-super memberikan petunjuk bahwa penurunan kognitif karena umur ternyata tidak harus terjadi” (“Brains of ‘super-agers,’” Agence France-Presse, 5 Apr. 2017). Sebenarnya, tidak ada petunjuk semacam ini, karena penuaan dan kematian adalah hal yang universal, dan para “penua-super” yang paling super sekalipun akan mati juga, tidak peduli berapa tajam ingatan dia pada saat kematian itu. Beberapa bilyuner teknologi, termasuk pendiri Google, Larry Page, dan CEO Oracle, Larry Ellison, sedang membiayai riset untuk menghilangkan kematian. Ellison berkata, “Kematian membuat saya sangat marah,” jadi dia menciptakan Ellison Foundation untuk menemukan cara untuk menghindari kematian (“Larry Page Lists 5 Things That Google Will Conquer,” Business Insider, 15 Mei 2014). Setelah mencapai hal-hal yang luar biasa melalui teknologi dan meninggikan intelek manusia ke posisi Allah, para pemimpin industri teknologi ini kini terjebak dalam pemikiran bahwa mereka dapat menyelesaikan kebutuhan rohani dan moral manusia yang terdalam. Saya menggunakan dan menikmati teknologi modern, tetapi saya tidak mengandalkannya untuk keselamatan. Orang-orang ini secara sengaja mengabaikan fakta bahwa maut adalah upah dosa (Roma 6:23). Upah yang mengerikan itu termasuk kematian fisik dan “kematian kedua,” yang adalah hukuman kekal dalam lautan api (Wahyu 21:8). Mengenai para penua-super, tidak peduli berapa tajam ingatan mereka sampai usia lanjut, mereka tetap akan merasakan efek-efek penuaan dalam berbagai cara yang lain. Mungkin mereka tidak melihat sejelas dulu, atau mendengar sejelas waktu muda, atau tidak bisa melompat dan berlari sebaik dulu, sembuh dari cedera tidak secepat orang muda. Rasa sakit yang dulu timbul dan segera hilang, kini menetap. Para penua-super mengingatkan saya akan si optimis yang jatuh dari gedung pencakar langit tinggi. Sambil dia jatuh melewati lantai 50, ada yang mendengar dia berkomentar, “Sejauh ini masih baik-baik saja!” Bagi orang yang menjadi tua di dalam Kristus, Allah memiliki janji-janji yang sangat indah, seperti yang menjadi favorit nenek saya yang saleh: “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti” (Maz. 37:25).

Posted in General (Umum), Teknologi | Leave a comment

Simbiosis Ikan-Bakteri

(Berita Mingguan GITS 15 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Ikan senter (flashlight fish) bergantung pada koloni-koloni bakteri yang berpendar (luminescent), yang bergerombol di organ cahayanya. Bakteri tersebut, tentunya, adalah makhluk mikroskopk yang kompleks dengan sendirinya. “Para ikan menyediakan makanan dan lingkungan yang stabil bagi bakteri, dan bakteri dengan senang hati berfungsi sebagai ‘senter’ bagi ikan tersebut” (William Agosta, Bombardier Beetles and Fever Trees, hal. 127). Dua organ cahaya (senter) ikan tersebut terletak di bawah matanya. Walaupun bakteri tersebut senantiasa berpendar, ikan dapat mengendalikan cahaya yang nampak dengan menggunakan penutup yang mirip kelopak mata. Ikan ini menggunakan cahaya untuk melihat mangsanya. Tes-tes laboratorium membuktikan bahwa ikan tersebut tidak dapat menentukan lokasi mangsanya dalam tangki yang gelap tanpa cahaya. Ia juga menggunakan cahayanya untuk berkomunikasi dengan ikan senter lainnya melalui sinyal-sinyal. Ia juga dapat melarikan diri dari bahaya dengan berenang dalam pola “kedip-lari.” Pertama ia berenang ke satu arah dengan cahayanya menyala, sehingga pengamat berpikir ia sedang lari ke arah itu. Lalu ia mengedipkan cahayanya dan pada saat yang sama secara tiba-tiba berubah arah, mengedipkan cahayanya lagi ketika ia sudah di lokasi yang berbeda, dan mengulangi perilaku ini. Hal ini membuat pemangsanya bingung dan membuat ikan ini sulit diikuti.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Hank Hannegraaff Bergabung dengan Gereja Ortodoks Yunani

(Berita Mingguan GITS 15 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Hank Hannegraaff, presiden dari Christian Research Institute dan pembawa acara radio The Bible Answer Man, telah meninggalkan kelompok “injili” dan bergabung dengan Gereja Ortodok Yunani. Pada hari Minggu Palem, dia di-”krismasi” (diurapi) di Gereja Ortodoks Yunani Santo Nektarios, di Charlotte, North Carolina (Christian Post, Apr. 11, 2017). Ortodoks Yunani, sebuah pecahan dari Gereja Roma Katolik, benar-benar dipenuhi dengan berbagai kesesatan. Keselamatan adalah melalui ketujuh sakramen, mulai dari baptisan, yang disebut “kelahiran kembali,” lalu diikuti dengan “krismasi kudus,” yaitu pengurapan oleh seorang imam Ortodoks dan “membuat orang yang dibaptis menjadi pemilik Roh.” Keselamatan lalu diteruskan oleh “Ekaristi Kudus,” dan dalam acara ini Kristus dikatakan dikorbankan lagi dan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus yang sebenarnya. Dalam Ortodoksi, Maria “diagungkan” sebagai Bunda Allah yang “selalu perawan,” “lebih terhormat dari para Kerubim dan lebih mulia, tidak dapat dibandingkan, dengan para Serafim,” dengan gelar “Panagia All-Holy,” yang “diangkat tubuh dan jiwanya ke Sorga.” Dalam Ortodoksi, tradisi memiliki bobot yang sama dengan Kitab Suci, dan doa-doa dinaikkan kepada orang-orang yang sudah mati. Semua ini dapat ditemukan dalam website Gereja Ortodoks Yunani Santo Nektarios. Penekanan Ortodoks Yunani bukanlah pada iman, tetapi apa yang terlihat. “Gereja adalah ikon Kristus dan Tubuh Kristus.” Kristus dikatakan dapat dikenal dan dialami melalui sakramen-sakramen, liturgi, ikon-ikon, kemenyan, lilin-lilin, bel-bel, ritual-ritual, ziarah-ziarah, penghormatan terhadap relik-relik kuno, monastikisme. Saya telah mengunjungi gereja-gereja dan biara-biara Ortodok di banyak negara dan menyaksikan pemberhalaan yang luar biasa. Teman-teman Hindu saya yang bertobat, ketika masuk ke gereja Ortodoks, selalu berkomentar bahwa “ini persis seperti Hinduisme.” Perairan Injili hari ini penuh dengan berbagai kompromi theologi yang membingungkan, keduniawian, dan kesesatan-kesesatan. Orang-orang yang mau memakai Musik Kristen Kontemporer sedang membangun jembatan ke perairan semacam ini, dan hasilnya pastilah karam kapal.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Para Arkeolog Menemukan Tembok Yerusalem yang Dibobol oleh Romawi Tahun 70 M

(Berita Mingguan GITS 8 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Uncovering Jerusalem’s Ancient Walls,” Israel Today, April 2017: “Para pekerja sedang membongkar tanah untuk pembangungan kampus baru Akademi Seni dan Desain Bazalel, ketika mereka secara tidak sengaja menemukan tempat persis para prajurit Romawi menembus tembok kota Yerusalem, 2000 tahun yang lalu. Para arkeolog lalu dipanggil untuk meneliti bukti-bukti pembobolan tembok oleh Romawi tersebut, yang terjadi pada akhir periode masa Bait Kedua. Mereka menemukan sisa-sisa sebuah menara yang menjulang dari tembok kota, dan lusinan catapult [Editor: mesin perang untuk membobol tembok] dan batu-batu raksasa yang dipakai oleh Romawi untuk dilemparkan ke penjaga Yahudi yang mempertahankan Yerusalem dari atas menara tersebut. … ‘Ini adalah kesaksian yang menarik sekali tentang betapa intensifnya pengeboman yang dilakukan oleh tentara Romawi, dipimpin oleh Titus, ketika mereka mengalahkan kota dan menghancurkan Bait Kedua,” kata para Arkeolog dalam sebuah pernyataan. ‘Pengeboman itu dimaksudkan untuk menyerang pada penjaga yang berpatroli di atas tembok dan untuk menyediakan naungan bagi pasukan Romawi supayan mereka bisa mendekati tembok dengan alat pendobrak dan dengan demikian membobol pertahanan kota.’ Flavius Josephus, sejarahwan Yahudi-Romawi abad pertama, adalah seorang saksi mata tentang Perang Yahudi melawan Roma dan dia memberikan banyak detil tentang tembok ini. ….Penemuan tembok ini, yang ternyata melingkar sampai daerah Coumpound Rusia hari ini, adalah bukti bahwa batas-batas Yerusalem kuno jauh lebih besar dari batasan yang dikenal sebagai Kota Tua.”

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Pohon Ara dan Tawon Ara

(Berita Mingguan GITS 8 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 7 Nov. 2014: “Makhluk hidup yang sama sekali tidak berhubungan, tetapi yang ternyata saling bergantung satu sama lain untuk bisa hidup, dan bahkan tidak dapat hidup tanpa yang lainnya, menimbulkan tantangan yang sangat serius bagi mereka yang mengklaim bahwa semua makhluk hidup muncul dari evolusi. Hubungan yang dimaksud dikenal dengan istilah reciprocal altruism. Salah satu contoh yang mengejutkan adalah hubungan antara tawon ara dengan pohon ara itu sendiri. Ara jantan bukanlah untuk dimakan; mereka menghasilkan polen untuk membuahi ara betina yang manis dan ranum. Tetapi bagian bunga dari ara jantan maupun betina berada di dalam ara tersebut. Tidak ada kemungkinan bahwa angin dapat menyebarkan polen dari ara jantan ke ara betina. Dan tidak ada makhluk hidup lain yang dapat mentransfer polen tersebut, kecuali tawon ara. Dan di sinilah letak suatu kisah yang luar biasa. Tawon ara menetas dari telur yang ditempatkan di dalam ara jantan, dan tujuan dari hidupnya yang pendek tersebut (hanya 24 jam), adalah untuk menempatkan telur di dalam ara jantan lainnya. Tawon betina keluar dari ara jantan dengan tubuh yang tertutup oleh polen, dan ia telah diprogram untuk mencari di antara ara betina, dan pada saat yang sama membuahi ara-ara betina tersebut dengan polen dari ara jantan. Barulah setelah itu tawaon betina akan menempatkan telur di ara jantan dan memulai siklus ini kembali. Tawon ara hanya akan menempatkan telur di ara jantan, sementara ara betina tidak bisa dibuahi dengan cara lain. Jelas, bahwa baik tawon ara maupun pohon ara, diciptakan untuk memiliki hubungan yang spesial ini.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kemerosotan Gembala kepada Kompromi

(Berita Mingguan GITS 8 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Kompromi kebenaran tidak terjadi sekaligus. Ia bersifat inkremental [bertambah perlahan]. Dalam kasus seorang gembala sidang, hal ini dapat dilihat dari khotbah-khotbahnya, bagaimana ia secara perlahan mengurangi peneguran terhadap dosa dan kesalahan. Alkitab mengatakan bahwa pengkhotbah haruslah menyatakan kesalahan, menegor dan menasihat (2 Tim. 4:2), untuk menasihati dengan segala kewibawaan (Tit. 2:15), dan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Dia diharuskan untuk memberitakan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27). Semua tugas ini memerlukan sang gembala memberikan kata-kata dan peringatan yang jelas terhadap dosa dan kesalahan, tetapi gembala yang berkompromi lebih khawatir tentang tidak menyinggung manusia daripada setia kepada Allah, jadi ia secara gradual melembutkan teguran-tegurannya untuk dicocokkan dengan sentimen manusia. Dalam 20 tahun terakhir kita telah menyaksikan dikuranginya teguran berhubungan dengan fashion pakaian yang tidak sopan dan unisex, tato, musik kedagingan, psikologi self-esteem, kompromi Injil, dan begitu banyak hal lainnya. Bahkan peringatan yang jelas tentang neraka sudah menjadi jarang.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Katekisme Katolik Mengatakan Anak Allah Menjadi Manusia Supaya Kita Bisa Menjadi Allah

(Berita Mingguan GITS 1 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Catechism of the Catholic Church, “Bagian Satu: Pengakuan Iman,” diterbitkan tahun 1992 dengan persetujuan Paus Yohanes Paulus II: “460 Sang Firman menjadi daging untuk membuat kita ‘turut ambil bagian dalam sifat ilahi’: ‘Karena inilah Firman menjadi manusia, dan Anak Allah menjadi anak manusia: supaya manusia, dengan masuk dalam persekutuan dengan sang Firman, dan dengan itu menerima keanakan ilahi, bisa menjadi seorang anak Allah.’ ‘Karena Anak Allah menjadi manusia supaya kita dapat menjadi Allah.’ Anak Allah yang tunggal, mau membuat kita ambil bagian dalam keilahianNya, mengambil sifat kita, supaya Dia, ketika menjadi manusia, dapat membuat manusia menjadi allah-allah.’”

Posted in Katolik | Leave a comment