Sarang Lebah Kuno Ditemukan di Israel

(Berita Mingguan GITS 28 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dua puluh kali Alkitab menggambarkan tanah Israel di masa kuno sebagai tanah yang berlimpah-limpah “susu dan madu” (Kel. 3:8, dll.). Banyak sejarahwan dan arkeologis modern telah mengklaim bahwa madu yang dimaksud ini adalah hasil dari buah korma atau buah ara, bukan madu yang dari sarang lebah. Tetapi, pada bulan September, arkeolog-arkeolog yang dipimpin oleh profesor Hebrew University, Amihai Mazar, menemukan suatu industri madu lebah berusia 2.900 tahun di Lembah Yordan di Israel utara. Sarang-sarang lebah yang terpelihara baik, dan diperkirakan yang paling tua yang eksis hari ini, masing-masingnya berukuran 2,5 kaki panjangnya dan satu kaki diameternya. Sarang-sarang ini ditumpuk tiga dalam barisan-barisan yang teratur. Seratus delapan puluh sarang telah ditelmukan, dan 30 sarang saja sudah cukup untuk menghasilkan hingga setengah ton madu per tahun (“Oldest Bee Hives Discovered in Israel,” Patterns of Evidence, 12 Okt. 2017). Mazar mengatakan, “Dapat terlihat bahwa ini adalah industri yang terorganisir, bagian dari suatu ekonomi yang terorganisir, dalam sebuah kota yang sangat terorganisir” (“Archaeologists Find 3,000-year-old Beehives,” Haaretz, 4 Sep. 2017). Sarang-sarang yang ditemukan tersebut sedemikian terpelihara sehingga masih ada lilin lebah dan sisa-sisa lebah yang dapat dianalisa, termasuk lebah pekerja, lebah drone, pupa, dan juga larva. Industri ini sangat rumit. Setiap sarang lebah harus ada penutup yang dapat dibuka pada satu ujung untuk pengeluaran madu, dan juga satu lobang kecil di ujung yang lainnya agar lebah dapat keluar dan masuk. Penanggalan Karbon pada gandum yang ditemukan dekat sarang-sarang itu, memberikan kesan bahwa sarang-sarang tersebut berasal dari zaman masa kerajaan Israel terbagi, dan lokasi penemuannya adalah Tel Rehov (dalam Alkitab Rehob, sekitar tiga mil selatan dari Bet Sean dan dua mil barat dari Yordan), tempat nabi Elisa diperkirakan tinggal (“World’s Oldest Beehives,” BreakingIsraelNews.com, Sep. 26, 2017). Sebuah mezbah bagi dewi kesuburan ditemukan di samping sarang-sarang tersebut, memberikan cuplikan gambar tentang penyembahan berhala kerajaan Israel utara sebagaimana dicatat dalam Kitab Suci. Penemuan ini memberikan latar belakang arkeologis untuk Yehezkiel 27:17, yang mengatakan bahwa orang Israel menjual madu kepada orang-orang Fenisia. Keakuratan sejarah yang tercatat dalam Alkitab telah diverifikasi oleh bukti-bukti eksternal tak terhitung seringnya. Tidak ada kitab kuno lainnya yang dapat bertanding dengan Alkitab dalam hal akurasi, bahkan dari sudut pandang sekuler yang jujur sekali pun.

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Bill Hybels Pensiun dan Akan Digantikan Tim Gembala Pria-Wanita

(Berita Mingguan GITS 28 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Bill Hybels, pendiri dari Willow Creek Community Church dekat kota Chicago, akan pensiun pada bulan Oktober 2018, dan akan digantikan oleh Heather Larson sebagai “Gembala Utama” dan Steve Carter sebagai “Gembala Pengajar Utama.” Willow Creek telah memiliki penatua-penatua wanita sejak berdirinya pada tahun 1970an, tetapi pada tahun 1997 semua anggota staf diberikan waktu satu tahun untuk menerima penuh posisi ini atau mundur. Pada tahun itu, John Ortberg, salah satu “penatua pengajar” di Willow Creek, menulis sebuah paper dan mengatakan bahwa Alkitab “mengajarkan kesetaraan penuh antara laki-laki dan perempuan dalam status, karunia, dan kesempatan untuk melayani” (“Femme Fatale: The Feminist Seduction of the Evangelical Church,” World magazine, 9 Maret 1997). Ini adalah pemberontakan terbuka terhadap pengajaran jelas dalam Firman Allah. Willow Creek adalah salah satu “megachurch” pertama yang “seeker sensitive” (Editor: maksudnya mengakomodir kemauan orang-orang yang belum percaya yang masih “mencari-cari”). Gereja ini sejak awal mengiklankan dirinya sendiri sebagai berikut: “Tidak ada api neraka dan belerang di sini, tidak ada memukul-mukul Alkitab, hanya khotbah-khotbah positif yang merangsang.” Tempat kebaktian utama mereka di komunitas Willow Creek, barat dari Chicago, bernilai $73 juta dengan kapasitas tempat duduk lebih dari 7.000. Sekitar 25.000 orang mengikuati kebaktian akhir minggu di delapan lokasi gedung gereja.

Posted in Emerging Church, Gereja | Leave a comment

Paus Menolak Hukuman Mati

(Berita Mingguan GITS 28 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berbicara kepada audiens yang berkumpul untuk memperingati 25 tahun munculnya New Catholic Catechism, pada tanggal 11 Oktober 2017, Paus Fransiskus mencela hukuman mati sebagai “tindakan yang tidak manusiawi” dan “bertentangan dengan Injil” (“On the death penalty,” Boston Globe, 18 Okt. 2017). Dia mengatakan bahwa “doktrin gereja” telah salah mengenai hal ini selama “2000 tahun.” Pada tahun 2016, sang paus menyerukan “suatu dunia yang bebas dari hukuman mati” (“Pope Francis calls for,” Crux, 21 Jun. 2016). Bukannya meninggalkan sistem kepausan itu sendiri dan ribuan kesesatan Roma Katolik lainnya yang tercantum dalam New Catholic Catechism, paus yang kebingungan ini memilih untuk mencela sesuatu yang jelas didukung oleh Kitab Suci. Gereja Katolik telah sejak dulu menyalahgunakan hukuman mati, dengan cara membunuh orang-orang Kristen yang alkitabiah, orang Yahudi, dan kelompok-kelompok lainnya, di bawah gerakan Inkuisisi. Tetapi, penyalahgunaan sesuatu yang baik tidaklah menghancurkan semua nilainya sama sekali. Hukuman mati bagi tindakan kejahatan besar adalah tindakan keadilan sekaligus peringatan bagi yang lain. “Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri” (Kej. 9:6). “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat” (Rom. 13:4).

Posted in Katolik | 1 Comment

Nubuat Palsu Kenneth Copeland tentang Hurricane Irma

(Berita Mingguan GITS 14 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 9 September, pengkhotbah kharismatik, Kenneth Copeland, menaikkan suatu doa “perkataan iman” (word faith), untuk menghentikan Hurricane Irma, yang mendekat ke Amerika Serikat waktu itu. Berbicara kepada sekumpulan orang di konferensi Living Victory, Copeland berkata, “Allah tidak sedang pegang kendali. Itu berasal dari cuci otak agama. Dia tidak sedang pegang kendali. … Bumi bukanlah milih Allah; bukanlah milik Yesus, Ia telah memberikannya kepada manusia. Jika kamu mempelajari Kitab Suci, kamu akan menyadari bahwa Allah cukup terbatas pada apa yang kita minta Dia lakukan. Dia tidak bisa menyela masuk begitu saja dan menghentikan badai itu [Irma]. Seseorang di bumi harus mulai berbicara dengan badai ini” (“Kenneth Copeland delivers a special message about Hurricane Irma,” https://www.youtube.com/watch?v=1f3gzbYU01I). Setelah mengucapkan kesesatan yang menghujat itu, Copeland lalu berpura-pura melakukan apa yang dia bilang Allah tidak bisa lakukan, yaitu menjalankan kuasa atas badai itu: “Bapa, dalam nama Yesus kami berdoa bagi semua yang ada pada jalur badai ini, kami mengutuki benda ini dalam nama Tuhan Yesus Kristus dari Nazaret. Kami berdiri di hadapanMu dalam iman. Kami berdiri di hadapanMu dalam nama Yesus. Kami berdiri di hadapanMu, menyatakan di hadapanMu, bahwa hurricane Irma sekarang mati! Dibalikkan! Mati, demikian kata Tuhan! … Kami berdiri bersama sebagai gang Roh Kudus [partner-partner doa Copeland]… kami mengikatmu, Iblis” (Ibid.). Dalam beberapa hari [sejak doa dia], jelas bahwa Copeland sekali lagi terbukti sebagai nabi palsu, dan bahwa kata-kata dia dan gang “Roh Kudus”nya, tidak memiliki kuasa penciptaan. Irma menghantam Florida sebagai badai keras kategori 3 dan menimbulkan kerusakan badai dan banjir yang luas. Badai Irma tidak sekuat yang awalnya diprediksikan, tetapi jelas jauh dari “mati”! Alkitab mengajarkan bahwa Allah pegang kendali langsng atas “alam.” “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya” (Nah. 1:3).

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Uskup Agung Canterbury Tidak Mau Mengatakan “Seks Gay Adalah Dosa”

(Berita Mingguan GITS 14 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Justin Welby, Uskup Agung Canterbury, menolak untuk menyebut seks homoseksual sebagai suatu dosa. Uskup Agung Canterbury adalah kepala dari Gereja Anglikan. [Editor: Pada abad 16, setelah Martin Luther menggulirkan gerakan Reformasi, berbagai pihak juga melepaskan diri dari cengkeraman Katolik. Salah satunya adalah raja Inggris, Henry VIII, yang mendeklarasikan Inggris tidak lagi dibawah Roma (walaupun motivasinya dapat dipertanyakan, karena dia juga ingin menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain). Itulah sejarah munculnya Gereja Inggris yang disebut juga Gereja Anglican. Sayangnya, mereka tetap memakai sistem hirarki yang secara esensi sama dengan Katolik. Jika di Katolik kepalanya adalah Paus, maka di Anglican, kepalanya adalah Uskup Agung Canterbury]. Majalah GQ bertanya kepada Welby, “Apakah seks gay itu dosa?” Dia menjawab, “Kamu tahu persis, bahwa ini adalah pertanyaan yang saya tidak bisa jawab dengan tegas.” Ketika ditanya lebih lanjut, “Mengapa tidak bisa?” Welby menjawab, “Karena saya tidak memberikan penghakiman secara luas demikian dan karena saya tidak memiliki jawaban yang baik untuk pertanyaan itu” (“Archbishop Justin Welby,” GQ, Oktober 2017). Kami menyarankan agar sang uskup agung berkonsultasi dengan Alkitab mengenai masalah ini. Rasul Paulus tidak memiliki keraguan untuk mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa. Dalam Roma 1:26-28, dia menyebutnya “hawa nafsu yang memalukan,” “tak wajar,” “kemesuman,” dan “terkutuk.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Mitos Evolusi yang Terus Bertahan

(Berita Mingguan GITS 14 Oktober 2017, sumber: www.creationmoments.com)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 22 Agustus 201: “Ernst Haeckel terkenal karena membuat diagram-diagram embrio, untuk menunjukkan kemiripannya. Ide dia adalah bahwa “ontogeni merekapitulasi filogeni.” Dengan kata lain, tahapan-tahapan perkembangan, yang dilalui oleh sebuah embrio (ontogeni), adalah semacam rekapitulasi (pengilasan ulang) dari evolusi organisme tersebut (filogeni). Saya dengan jelas masih ingat diajarkan hal ini, sebagai bukti evolusi, ketika saya masih duduk di Sekolah Dasar. Ketika saya mengingat guru mana yang mengajarkan hal ini, saya tahu bahwa saya diajarkan hal ini pada tahun 1971. Gambar-gambar Haeckel yang terkenal ini dipublikasikan tahun 1874, tetapi menuai kritik hampir pada saat yang bersamaan. Teori Haeckel telah diketahui sebagai kesalahan sejak minimal 1965 (Simpson and Beck, An Introduction to Biology, hal. 241). Gambar-gambar yang dia buat itu bukan saja suatu kesalahan. Gambar-gambar itu secara sengaja dimanipulasi, untuk mendukung teori rekapitulasinya, walaupun bentuk sebenarnya dari embrio-embrio tidak menunjukkan kesamaan yang dimaksud. Namun, ketika saya menjadi seorang guru tahun 1983, mengajar di sebuah sekolah pemerintah di Inggris, saya diberikan suatu kurikulum IPA, yang menyertakan konsep ini, 20 tahun setelah diketahui bahwa ini konsep yang salah, dan 12 tahun setelah saya diajar konsep ini. Dalam kantor saya, saya memiliki sejumlah buku teks ilmu pengetahuan tingkat SMP-SMA. Salah satu buku teks Biologi yang paling terkenal adalah yang diterbitkan oleh Prentice Hall. Edisi yang saya miliki adalah edisi 2002, hampir 40 tahun setelah ide-ide Haeckel telah dibuktikan salah. Namun, buku ini masih menyertakan konsep Haeckel itu sebagai salah satu bukti evolusi Darwin (Miller and Levine, Biology, hal 385). Ini memaksa kita untuk menyimpulkan bahwa para evolusionis menipu diri mereka sendiri, karena mereka desperate mencari bukti untuk ide mereka, padahal memang tidak ada buktinya.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Para Imam dan Cendekiawan Katolik Menuduh Paus Melakukan Kesesatan

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Untuk pertama kalinya dalam 684 tahun, seorang paus dituduh melakukan kesesatan [oleh umat Katolik sendiri]. Pada tanggal 11 Agustus, Paus Fransiskus disuguhkan dengan dokumen berjudul “A Filial Correction Concerning the Propagation of Heresies” (Koreksi Penuh Kasih Tentang Perluasan Kesesatan), yang ditandatangani pada tanggal 15 Juli oleh 62 “cendekiawan imam dan umat.” Dokumen ini menuduh bahwa sang paus memegang kepada tujuh posisi sesat berkaitan dengan “pernikahan, kehidupan moral, dan penerimaan sakramen” (“Clergy and Lay Scholars Issue Filial Correction,” National Catholic Register, 23 Sept. 3017).

Kesesatan-kesesatan yang dimaksud meliputi hal-hal seperti mengizinkan sebagian orang Katolik yang bercerai lalu menikah kembali untuk menerima ekaristi, seruan untuk menerima gaya hidup non-tradisional (homoseksualitas). Dokumen ini mempersalahkan pengaruh “modernisme.” Dokumen juga menyatakan keprihatinan bahwa sang paus telah mengekspresikan “pujian yang eksplisit dan belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap Martin Luther. Ini adalah “koreksi penuh kasih” pertama yang dilancarkan sejak Paus Yohanes XXII dituduh demikian juga pada tahun 1333, karena mengatakan bahwa orang-orang yang “mati dalam kasih karunia” tidak melihat Allah berhadapan muka hingga Penghakiman Akhir. Kami tentunya setuju bahwa sang paus memang sesat, dan sudah waktunya dia diberitahu kesesatannya. Kami akan menambahkan dan menggarisbawahi kesesatan-kesesatan seperti injil sakramental, doktrin baptisan menyelamatkan, baptisan bayi, supremasi paus, berdoa kepada dan bagi “santo-santa,” pengampunan dosa oleh imam, purgatori, penyembahan Maria, dan banyak lainnya.

Posted in Katolik | 2 Comments

Pemimpin Zionis Kristen Berseru untuk Mengakhiri “Misi” Terhadap Orang Yahudi

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Tommy Waller, pendiri dari organisasi Kristen Zionis, Hayovel, telah menyerang “pekerjaan misi” terhadap orang Yahudi. Dia berseru kepada “komunitas Kristen untuk secara total dan komplit menggantikan anti-Semitisme dan replacement theology [Editor: bahwa Israel sudah sepenuhnya ditinggalkan Allah dan digantikan oleh “gereja”], dengan dukungan tanpa syarat bagi Israel dan umat Yahudi tanpa berusaha mengubah mereka” (“Christian Zionist Leader Calls for End to Missionizing,” BreakingIsraelNews, 25 Sept. 2017). John Hagee adalah satu lagi tokoh contoh kekacauan ini. Hagee berkata, “Saya tidak mencoba untuk menobatkan orang Yahudi ke iman Kristen. …mencoba menobatkan orang Yahudi adalah membuang waktu. Seorang Yahudi dengan akarnya dalam Yudaisme, tidak akan bertobat menjadi Kristen” (Houston Chronicle, 30 Apr. 1988). Kami mau mengingatkan Hagee, bahwa Paulus bertobat. Para Zionis Kristen mendukung Temple Institute dan membiayai pembangunan bait suci ketiga Israel, walaupun bait itu nantinya akan diduduki oleh antikristus, bukan Kristus. Semua hal ini tentu saja tidak alkitabiah. Kami mencintai Israel dan menolak replacement theology dengan tegas, tetapi Injil Yesus Kristus adalah untuk Yahudi maupun non-Yahudi. Para Rasul Tuhan bukanlah Zionis Kristen. Mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi dan oleh karenanya sangat menderita dan dianiaya. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rom. 1:16). “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12).

Posted in Israel, Misi / Pekabaran Injil | Leave a comment

Majalah “Oprah” Mengatakan Allah Menyetujui Aborsi

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam isu bulan Mei dari majalah Oprah, yang diambil dari nama Oprah Winfrey, ada artikel yang mengklaim bahwa Allah “ada dalam” aborsi. Artikel tersebut berjudul “Parker’s Choice: How a doctor’s Christianity led him to perform abortions” oleh Natalie Beach. Dia mengutip Willie Parker, seornag dokter, sebagai berikut: “Meringankan penderitaan yang tidak perlu adalah tanggung jawab kudus seorang Kristen. Jika Allah ada dalam segala sesuatu, dan dalam semua orang, maka Allah ada dalam wanita yang membuat keputusan untuk mengakhiri kehamilan sama seperti Ia ada di dalam Alkitab.” Jadi Parker memegang pandangan panentheistic, bahwa Allah ada dalam segala sesuatu, dan oleh karena itu Ia ada dalam keputusan seorang wanita untuk membunuh bayinya. Ini cocok dengan pandangan New Age yang dipegang Oprah, tetapi pandangan seperti ini akan membuat Allah menjadi sumber kejahatan dan akan menghasilkan fatalisme. Para fans wanita Oprah harus memikirkan ini dengan jernih. Jika Allah ada dalam kamu ketika kamu “mengakhiri” anakmu yang belum lahir, maka Allah ada dalam si pencuri yang menggondol dompetmu dan pemerkosa yang menodai putrimu dan pembunuh yang menyembelih temanmu. Jika Allah ada dalam semua orang dalam pemahaman bahwa Ia ada dalam keputusan semua orang, maka berarti bahwa apapun yang manusia putuskan, adalah kehendak Allah, dan ini adalah omong kosong yang konyol. Bagi orang yang percaya Alkitab, isu aborsi bukanlah isu yang membingungkan. Perhatikan beberapa kebenaran Alkitab yang jelas: Pertama, Allah pegang kendali atas pembuahan (Kej. 20:18; 29:31 30:22) dan membentuk anak di dalam rahim.(Maz. 139:13-16). Alkitab mengatakan bahwa anak-anak adalah milik pusaka Tuhan (Maz. 127:3). Anak dalam rahim bukanlah, secara ultimat, milik sang ibu, tetapi milik Allah. Kedua, hukum Allah menuntut hukuman jika seorang bayi yang belum lahir dicelakakan (Kel. 21:22-23). Melukai atau membunuh anak yang belum lahir dianggap sebagai kejahatan yang serius. Ketiga, dua puluh kali Alkitab melarang menumpakan “darah yang tidak bersalah” (mis. Ul. 19:10-13; 2 Raj. 21:16). Ini mengacu kepada membunuh seseorang tanpa sebab yang adil dan benar (1 Sam. 19:5). Menghukum mati seorang pembunuh, misalnya, adalah alasan yang adil dan benar, tetapi membunuh seseorang yang tidak bersalah adalah tidak adil. Allah membenci penumpahan darah orang yang tidak bersalah (Ams. 6:16-17). Mana lagi ada orang yang lebih tidak bersalah daripada anak yang belum lahir?

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Kesalahan-Kesalahan Advent-Hari-Ketujuh

Menyelidiki Kesesatan Advent-Hari-Ketujuh

Penulis: Dr. David Cloud

Diterjemahkan, diedit dan dimodifikasi oleh: Dr. Steven Liauw

Dalam pembelajaran berikut, kita menganalisa tujuh kesesatan doktrin Advent-Hari-Ketujuh dan membandingkannya dengan kebenaran Alkitab. Bukan hanya ini semua kesesatan yang diajarkan oleh Advent-Hari-Ketujuh, tetapi ini adalah tujuh yang paling menyolok.

 

KESESATAN #1: MENGUBAH DEFINISI KASIH

KARUNIA DALAM KESELAMATAN DENGAN

MENAMBAHINYA DENGAN PEKERJAAN

HUKUM TAURAT

Dalam hal keselamatan, Advent-Hari-Ketujuh menjalankan permainan yang sama yang dimainkan oleh semua gerakan palsu kekristenan. Mereka mengaku mengajarkan keselamatan oleh kasih karunia melalui iman, tetapi mereka mengubah definisinya sedemikian rupa, sehingga bertentangan dengan yang diajarkan dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Walaupun mereka sering menyangkal hal ini, denominasi Advent mengajarkan bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia plus hukum, iman plus perbuatan. Kasih karunia, menurut theologi Advent, adalah kuasa dan pengampunan yang Allah berikan untuk memungkinan seorang berdosa untuk menaati hukum dan berdasarkan itu membangun suatu karakter yang kudus yang pantas untuk Sorga. Siapa pun yang gagal untuk membangun karakter yang benar oleh kasih karunia Allah tidak akan pernah melihat Sorga. Iman dan pekerjaan adalah dua dayung yang dipakai oleh orang percaya untuk meluncur menuju kemuliaan.

Doktrin keselamatan Advent adalah campuran yang terselubung antara kasih karunia dan hukum yang tidak akan pernah memberikan jaminan keselamatan sebagaimana di dalam Alkitab. Sederhananya, doktrin mereka adalah sebagai berikut: Orang berdosa tidak mampu untuk hidup seturut dengan standar Allah yang kudus, yaitu Hukum. Dia tidak ada dan tidak mampu untuk memiliki dalam dirinya sendiri, karakter yang Allah tuntut. Jadi, Allah telah menolongnya melalui pengorbanan Kristus dan melalui kuasa Roh Kudus. Allah kini menawarkan, karena penebusan PutraNya, untuk memampukan orang berdosa, sehingga dia diberi kuasa untuk menaati Hukum. Darah Kristus menutupi semua kekurangan, (hanya) jika semuanya secara benar diakui dan ditinggalkan.Allah menawarkan kasih karunia dan kuasa; orang percaya harus mengambil hal-hal ini dan membangkitkan dalam dirinya sendiri karakter yang dituntut oleh hukum, atau, minimal – dengan kata-kata bidat ini – membiarkan Yesus melakukan pekerjaan ini. Orang berdosa yang percaya yang gagal untuk berjalan dengan benar bersama Tuhan dalam kuasa Roh Kudus akan pada akhirnya terhilang, walaupun dia beriman dalam Kristus.

Continue reading

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment