Dawkins Membidik Remaja dan Anak-Anak dengan Atheisme

(Berita Mingguan GITS 11 Agustus 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Richard Dawkins, salah satu pemimpin dari gerakan “atheis baru,” kini membidik para remaja dan anak-anak dengan propaganda atheis. Dawkins, penulis dari buku The God Delusion, mengatakan bahwa buku untuk remaja akan diberi judul Outgrowing God (Bertumbuh Melewati Allah), sementara yang untuk anak-anak belum diberi judul. Orang ini sedang dalam perang yang konyol melawan sang Pencipta, sementara dia sendiri mengakui bahwa dia tidak tahu sama sekali bagaimana caranya kehidupan bisa mulai. Dalam sebuah wawancara dengan Ben Stein, yang dipublikasikan di dokumentari Expelled: No Intelligence Allowed, Dawkins mengatakan bahwa kehidupan bisa saja “ditaburkan di planet ini” oleh alien. Ini bukan ilmu pengetahuan, ini sains fiksi; ini “Negeri Dongeng.” Injil yang mulia menurut Richard Dawkins adalah bahwa manusia itu hasil keacakan saja, bahwa manusia tidak memiliki tujuan akhir, dan tidak terikat oleh hukum absolut, dan ketika ia mati maka ia mati. Dalam dunia Dawkins yang menyedihkan ini, manusia sendirian dalam alam semesta yang tanpa arti dan menuju kematian; sendirian, tanpa pertolongan dan tanpa pengharapan. Injil menurut Richard Dawkins ini adalah resep menuju keputusasaan dan bunuh diri, dan jika “injil” ini benar, maka tindakan menulis dan menerbitkan buku sama sekali tidak ada gunanya. Jika apa yang Dawkins percayai itu benar, tidak ada sesuatupun dalam kehidupan ini yang memiliki arti, pada akhirnya, dan tidak ada bedanya apapun yang dipercayai seseorang. Ia tidak memiliki dasar dogmatis untuk mengatakan sesuatu itu benar atau sesuatu itu salah. Sebagai sekedar binatang, pendapat dia tidak lebih signifikan dari pendapat seekor cacing. Tetapi Richard Dawkins salah. Dia dengan sengaja membutakan diri. Ada banyak bukti-bukti yang tak terbantahkan tentang adanya Pencipta yang Mahakuasa dan Maha-berhikmat, dan bukti-bukti yang begitu banyak bahwa Alkitab adalah penyingkapan Allah yang penuh kasih terhadap manusia. Keluarga-keluarga dan gereja-gereja yang percaya Alkitab harus bangun dan mempersiapkan anak-anak mereka untuk menghadapi skeptikisme parah yang melanda zaman ini. Saya secara pribadi kenal dengan putra seorang gembala yang menjadi seorang atheis karena dia membaca renungan-renungan menipu para “atheis baru” ini secara online. Alkitab dua kali berkata, “orang bebal berkata dalam hatinya, tidak ada Allah…” (Maz. 14:1; 53:1). Editor: Penting sekali bagi orang muda untuk berada di gereja yang benar, yang berdiri teguh atas Firman Allah, dan memberikan lingkungan yang sehat rohani.

Posted in Atheisme/Agnostikisme | Leave a comment

Kaum Pantekosta Merayakan Pengkhotbah-Pengkhotbah Wanita

(Berita Mingguan GITS 11 Agustus 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Pada Sidang Internasional ke-100-nya, Gereja Sidang Jemaat Allah Nubuat (Church of God of Prophecy, atau COGOP), merayakan pengkhotbah-pengkhotbah wanita. Sidang itu dibuka dengan sebuah pesan khotbah oleh Cathy Payne dan setelah itu sidang menunjuk Kathryn Creasy sebagai direktur eksekutif dari Leadership Development. Sam Clements, Penilik Umum, berkata, “Izinkan saya berkata kepada para wanita, saya menghargai pelayanan kalian, apakah pelayanan berbicara atau pelayanan melayani.” Dia mengatakan bahwa “Yesus menentang tradisi Yahudi dengan cara membiarkan para wanita menjadi bagian dari pelayananNya” (“Pentecostal Denomination Celebrates, Reaffirms Women in Ministry,” Charisma, 29 Juli 2018). Yesus memang jelas menghargai dan mengangkat wanita jauh di atas tradisi Yahudi, tetapi Dia tidak mengangkat pemimpin wanita mana pun. Tidak ada rasul wanita. Perjanjian Baru dengan jelas dan tegas men-diskualifikasi wanita dari jabatan mengajar laki-laki atau jabatan kepemimpinan lainnya [dalam gereja]. Paulus berkata, “Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri” (1 Tim. 2:12). Syarat seorang penatua/penilik adalah “suami dari satu isteri.” Hal ini diulang lagi sebagai penekanan (1 Tim. 3:2; Tit. 1:6). Sejak permulaannya di awal abad 20, kebanyakan denominasi Pantekosta, termasuk Church of God of Prophecy, telah melanggar pengajaran yang jelas ini dengan cara menunjuk pengkhotbah-pengkhotbah wanita. COGOP juga berpegang kepada kesesatan-kesesatan berikut: bahwa berbicara dalam bahasa lidah adalah “tanda awal baptisan dalam Roh Kudus”; bahwa pengudusan adalah suatu “pekerjaan yang sekejap” setelah kelahiran kembali yang “menyalibkan dan membersihkan sifat lama”; bahwa karunia-karunia tanda kerasulan masih beroperasi hari ini; bahwa kesembuhan jasmani dijamin dalam penebusan Kristus “tanpa bantuan obat-obatan.”

Posted in Kharismatik/Pantekosta, Wanita | Leave a comment

Tekanan Tiada Henti Menuju Persatuan

(Berita Mingguan GITS 11 Agustus 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Ini adalah era tekanan yang tak putus-putusnya menuju persatuan Kristiani. Ini terlihat jelas di mana-mana: di Dewan Gereja-Gereja Sedunia, di dewan-dewan nasional, di organisasi-organisasi “injili” baik global maupun regional, di asosiasi-asosiasi “pendeta” di berbagai kota. Persatuan dipromosikan oleh organisasi-organisasi parachurch, dan adalah fokus utama dalam berbagai “krusade” penginjilan. Persatuan didengungkan oleh Gereja Roma Katolik, oleh kaum Protestan, oleh kaum Pantekosta, oleh kaum Kharismatik, dan oleh kebanyakan Baptis. Topik adalah salah satu tema utama dalam musik kristen kontemporer, dan juga menjadi fokus dari berbagai organisasi misi global. Persatuan adalah prinsip yang dipegang oleh kebanyakan sekolah Alkitab dan seminari. Separasi telah menjadi konsep yang asing bagi kebanyakan besar orang-orang yang mengaku Kristen. Perpecahan secara instingtual dijelekkan. Para pengkhotbah yang menyebabkan perbedaan karena berpegang pada dogmatisme doktrinal dianggap sebagai musuh-musuh Yesus Kristus, yang katanya berdoa untuk persatuan ekumenis di Yohanes 17. Dorongan ekumenis yang terbaru, seolah yang selama ini ada belum cukup, adalah pembentukan Congress of Christian Leaders (CCL), sebuah “badan inter-denominasi yang akan berupaya untuk membina persatuan.” Didirikan oleh “pemimpin-pemimpin injili,” yaitu Samuel Rodriguez dan Johnnie Moore, dewan perdana dari organisasi ini mencakup gembala-gembala megachurch, Greg Laurie, Jack Graham, dan Jentezen Franklin (“Greg Laurie, Jack Graham among Global Pastors Named to Board,” Christian Post, 5 Agus. 2018). Keenam belas pemimpin yang duduk di dewan tersebut, “memiliki pengaruh kolektif yang melebihi jutaan orang Kristen di enam benua.” Para pendiri menyatakan bahwa salah satu “faktor kunci penentu” dari CCL adalah bahwa organisasi ini “tidak akan eksklusif bagi kaum injili saja.” Terlepas dari popularitasnya, persatuan ekumenis berlawanan dengan pengajaran Firman Tuhan, yang melarang bersatunya kebenaran dan kesalahan, terang dan kegelapan. Firman Allah dengan lantang dan jelas memperingatkan tentang injil-injil palsu, kristus-kristus palsu, dan roh-roh palsu. Ia memperingatkan tentang kesesatan akhir zaman dan penipuan rohani. Persatuan dari semua denominasi adalah kesesatan. Ini adalah ketidaktaatan terhadap Allah dan akan menghasilkan “gereja” esa-sedunia milik Antikristus. Mereka yang memimpin persatuan ini adalah orang-orang buta yang memimpin orang buta. Tidaklah mungkin untuk menaati Alkitab dan mengejar persatuan Kristen pada hari ini. Semua orang harus membuat pilihan yang jelas. Ketaatan pada perintah Alkitab untuk sungguh-sungguh berjuang demi iman yang sudah satu kali disampaikan kepada orang-orang kudus, akan menghancurkan persatuan antar denominasi apapun. Kita tidak bisa mengejar persatuan ekumenis sambil secara antusias berjuang dan mengejar kemurnian doktrin. “Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 1:3).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Generasi Ketiga Pengkhotbah Baptis yang Berpaling pada Gereja Emerging

Berikut ini disadur dari Apa Itu Emerging Church? oleh Dr. David Cloud, diterjemahkan oleh Dr. Steven Liauw

Emerging church (Editor: mungkin secara kasar bisa diterjemahkan gereja zaman now), filosofi dan arahnya, dapat terilustrasikan dengan baik oleh Chris Seay, gembala dari (Gereja) Ecclesia di Houston, Texas.

Gerakan emerging church intinya menekankan menjalani hidup seperti yang saya inginkan, dan tidak terkungkung oleh kode-kode moral alkitabiah yang kuno.

Seay adalah seorang gembala sidang Baptis generasi ketiga, dan juga penulis dari buku Faith of My Fathers: Conversations with Three Generations of Pastors about Church, Ministry, and Culture.

Dalam buku ini, Seay menggambarkan bagaimana ayahnya dan kakeknya menggembalakan gereja-gereja Baptis Selatan yang tradisional. Kakeknya menggembalakan Gereja Baptis Magnum Oaks di Houston selama 28 tahun, tetapi gereja itu tutup pada tahun 2002, tidak lama setelah kakeknya itu pensiun.

Seay mengimplikasikan bahwa problem pada gereja-gereja demikian adalah mereka tidak beradaptasi pada zaman yang berubah. Dia mengklaim bahwa ada cara baru bergereja yang diperlukan hari ini: suatu gereja zaman now bagi generasi zaman now. Jawabannya, dia percaya, ada pada gereja seperti Ecclesia. Ini adalah gereja yang tidak menghakimi, inklusif, hip, penuh art, dan bersifat liturgis. Pernyataan misi gereja ini berbunyi, “Kebudayaan dijumpai, dirangkul, dan diubah. …Keindahan, seni, dan kreativitas dihargai.”

Seay berpikir bahwa emerging church tidak mengubah apa-apa pada substansi essensi, tetapi faktanya gerakan ini adalah suatu perpindahan dari iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.

LIBERALISME THEOLOGIS

Para leluhur Baptis yang adalah nenek moyang Seay, percaya bahwa Kitab Suci adalah Firman Allah yang tiada salah, tetapi sang gembala sidang emerging yang muda ini telah menolak posisi ini, dan percaya bahwa Alkitab mengandung banyak kesalahan (Faith of My Fathers, hal. 81-86). Seay mengatakan: “Saya mengasihi Alkitab, dan saya percaya Alkitab sempurna dalam segala aspek YANG DIPERLUKANNYA. Tetapi saya melayani Allah yang hidup, bukan suatu kanon” (hal. 86).

Orang-orang liberal paling senang berusaha menutupi ketidakpercayaan mereka dengan kata-kata yang terdengar hebat, seperti menghormati Allah yang hidup lebih dari ilah kertas. Tetapi faktanya adalah, tidak mungkin seseorang dapat melayani Allah dengan cara yang benar atau bahkan mengetahui apapun secara pasti tentang Allah terlepas dari Wahyu yang telah Ia berikan dalam Kitab Suci, dan Wahyu itu mengklaim diri tiada salah. Jika Alkitab bukan tiada salah, maka ia adalah suatu kebohongan, dan berarti kita sedang berputar-putar dalam kegelapan, bukan berjalan dalam terang. Rasul Paulus, yang mengklaim sedang menulis wahyu ilahi, mengatakan bahwa “seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah” (2 Tim. 3:16, terjemahan sendiri). Orang percaya sejati menerima kesaksian ini dan memuji Tuhan karenanya. Orang percaya tidak meninggikan Alkitab lebih dari Tuhan, tetapi dia tahu bahwa dia bahkan tidak akan tahu cara menghormati Allah jika bukan karena informasi dalam Alkitab, dan dia tidak melihat ada kontradiksi antara meninggikan Allah dan meninggikan Kitab Suci.

 

KEDUNIAWIAN

Para leluhur Baptis Seay percaya dalam hidup yang kudus dan khotbah mengenai kekudusan, tetapi sang pengkhotbah emerging muda ini telah menolak moralitas ketat dalam Alkitab dan khotbah-khotbah moral. Dia mengatakan, “Gereja awal tidak melompat ke sana ke mari sambil berkata, ‘Kamu immoral.’ … [Alkitab] tidak pernah menyuruh untuk berjuang demi moralitas pribadi. … Saya bukan duta moralitas, dan saya juga tidak mendambakan dunia yang lebih bermoral” (Faith of My Fathers, hal. 146, 148).

Untuk menjawab tantangan Seay mengenai melompat ke sana ke mari dan berkata “kamu immoral,” saya jadi teringat seseorang yang bernama Yohanes Pembaptis yang kehilangan kepalanya karena ia memberitahu seorang pemimpin politik bahwa dia sedang melakukan perzinahan! Efesus 5:11 memerintahkan kita bukan hanya untuk tidak berhubungan dengan perbuatan-perbuatan kegelapan, “TETAPI SEBALIKNYA TELANJANGILAH PERBUATAN-PERBUATAN ITU.” Lebih lanjut lagi, Allah telah memerintahkan seorang pengkhotbah untuk menyatakan apa yang salah, menegor, dan menasihati (2 Tim. 4:2), dan untuk menasihati dan meyakinkan orang dengan segala kewibawaan (Tit. 2:15).

Seay membuat pernyataan luar biasa berikut, yang menyingkapkan betapa salah dan berbahayanya pemikiran emerging:

“Saya masih berpikir bahwa salah satu kesalahan terbesar dalam pemikiran Kristen adalah mentalitas kalau masuk sampah akan keluar sampah. Karena, ya tahulah, saya masih ingat waktu berusia 16 tahun dan diajarkan hal semacam ini. ‘Jauhi budaya [duniawi] karena apa yang kamu pikirkan akan kamu serap. Nah, otak anda seperti spons, kamu akan menyerap apapun yang anda dengar dan lihat’” (Chris Seay, “The Dick Staub Interview with Chris Seay,” Christianity Today, 1 Sept. 2002, http://www.christianitytoday.com/ct/2002/septemberweb-only/9-23-21.0.html).

Kebebasan yang dibayangkan oleh gereja emerging adalah kebebasan untuk mendengarkan musik-musik sensual, menonton film-film sensual, berpakaian semaunya, mengunjungi bar dan konser-konser rock yang keji, berdansa, minum-minum, berjudi, bersumpah serapah, dan melakukan tindakan homoseksualitas. Namun itu semua bukanlah kebebasan sejati; melainkah adalah resep menuju perbudakan rohani. Alkitab memperingatkan, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33), dan “Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa” (1 Pet. 2:11).

Seay sangat senang menonton program TV dan film-film dengan rating R, seperti Soprano. Dia menggambarkan jagoan di film yang kotor ini, yaitu si gangster Tony Soprano, “bersumpah serapah dengan hebatnya, sambil sekumpulan besar wanita-wanita telanjang dengan tubuh yang hampir sempurna mengelilingi dia,” namun Seay mengatakan bahwa dia selalu kembali lagi ke program tersebut (“The Dick Staub Interview with Chris Seay,” Christianity Today). Pikiran Seay sudah sedemikian terkhamiri oleh seri TV yang kotor ini, sehingga ia menulis sebuah buku, “Injil Menurut Tony Soprano,” untuk “meng-eksplorasi berbagai alasan mengapa seri yang hit ini telah terkoneksi begitu mendalam dengan para penonton, dan memaparkan misteri-misteri iman, keluarga, kehidupan, dan Allah, yang begitu kental dalam film tersebut” (dari sampul belakang buku tersebut).

Faktanya, karena kejatuhan manusia dan korupsi dunia ini dan dominasi Iblis atas dunia (2 Korintus 4:4; Efesus 2:1-2), orang percaya diperintahkan untuk tidak mengasihi dunia.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rom. 12:2).

Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11).

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia” (Yak. 1:27).

Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yak. 4:4).

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh. 2:15-17).

Semua hal jahat di dunia ini haruslah ditolak. Kita tidak boleh menjadi serupa kepada satu pun dari jalan-jalannya yang tidak kudus, dan standar untuk mengukur dunia adalah Firman Allah. Semua hal yang berhubungan dengan hawa nafsu kedagingan, dan keinginan mata, dan keangkuhan hidup, haruslah ditolah, dan ini berarti banyak sekali hal di dunia yang sudah jatuh dalam dosa ini! Kita harus menerapkan standar ini kepada fashion, musik, literatur, seni, film-film, fotografi, pokoknya semua hal. Segala sesuatu dalam dunia ini harus ditimbang berdasarkan standar Allah yang kudus dan semua yang jahat harus ditolak.

Efesus 5:11 mengatakan bahwa bukan hanya orang percaya tidak boleh bersekutu dengan pekerjaan-pekerjaan kegelapan, ia bahkan bertanggung jawab untuk menelanjanginya (yaitu menegornya). Ini adalah hal yang dianggap oleh orang-orang Kristen duniawi sebagai “sikap menghakimi” dan sesuatu yang menyebalkan dan sangat tidak cool.

Bahkan semua hal yang menimbulkan pertanyaan dan keraguan, haruslah ditolak, karena “barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Rom. 14:23).

 

TOLERANSI DOKTRINAL

Para leluhur Baptis Seay memisahkan diri dari Roma, dan percaya bahwa Roma adalah pelacur besar dalam Wahyu 17. Namun, sang pengkhotbah emerging muda ini telah mengambil suatu posisi ekumenis yang lebar. Dia percaya “bisa saja seseorang memiliki theologi yang buruk namun tetap mengenal Kristus” (Faith of My Fathers, hal. 86). Dia menolak untuk “membuat keributan dalam mengambil posisi yang bertentangan, menunjukkan ketidaksabaran, dan menimbulkan perpecahan.” Dia berkata, “Mengenai mengarungi berbagai perbedaan theologis, saya mengabaikan kebanyakannya….”

Sebaliknya, orang percaya diperintahkan untuk “tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 1:3). Tidaklah mungkin untuk memiliki pikiran berjuang demi iman yang sudah disingkapkan itu, dan sekaligus pada saat yang sama memiliki pikiran ekumenis. Ini adalah dua program yang bertentangan. Berjuang demi iman adalah hal yang memecah, yang tidak diragukan lagi akan merusak keharmonisan ekumenis!

Perjanjian Baru penuh dengan peringatan tentang guru-guru palsu. Tuhan Yesus memperingatkan tentang mereka sewaktu pelayananNya di bumi (Mat. 7:15-17), dan juga dalam pesan-pesanNya kepada tujuh jemaat setelah kebangkitan dan kenaikanNya (Wah. 2:2, 6, 14-16, 20-23). Rasul Paulus berulang kali memperingatkan tentang guru-guru palsu (1 Kor. 15:12; 2 Kor. 11:1-4, 12-15; Gal. 1:6-9; 5:7-12; Fil. 3:17-21; Kol. 2:4-8, 20-23; 1 Tim. 4:1-3; 2 Tim. 3:5-13; 4:3-4). Petrus memperingatkan tentang mereka (2 Petrus 2). Yohanes memperingatkan tentang mereka (1 Yoh. 2:18-27; 4:1-3). Yudas memperingatkan tentang mereka (Yudas 1:3-19).

Waspadalah akan guru-guru palsu dan rajinlah membandingkan segala pengajaran dengan Kitab Suci, agar mengetahui yang benar dan yang salah, jangan jatuh pada filosofi gereja emerging.

SEPARASI: INTI DARI MASALAHNYA

Inti dari berbagai masalah dalam gereja emerging adalah doktrin separasi: separasi dari dunia dan separasi dari kesalahan doktrinal. Ini adalah doktrin yang yang paling dibenci oleh orang-orang emerging. Ini adalah doktrin yang membatasi kebebasan mereka untuk mengasihi dunia dan untuk memegang filosofi ekumenis yang luas.

Anak-anak Allah yang mengasihi Firman Allah dan menolak untuk merendah Firman, tidak akan disesatkan oleh gereja emerging.

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!” (Rom. 16:17).

Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Tim. 3:5).

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: ‘Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa’” (2 Kor. 6:14-18).

“Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan” (1 Tim. 6:3-5).

Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami” (2 Tes. 3:6).

Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11).

Posted in Emerging Church | Leave a comment

Bintang Sepakbola Mengatakan Itu Adalah Agama

(Berita Mingguan GITS 21 Juli 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Bintang Brazil, Pele, yang divoting sebagai pesepakbola terbaik sepanjang masa, mengatakan, “Sepakbola adalah seperti suatu agama bagi saya. Saya menyembah bola dan memperlakukannya seperti suatu ilah” (“Football the universal Religion?” BBC, 13 Juli 2018). Diego Maradona, yang divoting kelima terhebat, setuju. “Sepakbola bukan hanya sekedar suatu permainan, atau suatu olahraga; ia adalah suatu agama.” Pesepakbola dan manajer Skotlandia, Bill Shankly, mengatakan, “Ada orang yang berpikir bahwa sepakbola adalah urusan hidup dan mati. Saya bisa memastikan bagi mereka bahwa sebenarnya lebih serius lagi dari itu.” Psychology Today mengobservasi bahwa “sambil jumlah kehadiran religius semakin menurun dalam dekade baru-baru ini, ketertarikan menonton sport semkain meningkat” (“Is Sport a Religion,” Psychology Today, 11 Nov. 2009). BBC baru-baru ini mengatakan, “Sepakbola seharusnya diberi nama baru, ‘permainan kudus.’” Firman Tuhan berkata, “Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala” (1Yoh. 5:21).

Posted in Sports/Olahraga | Leave a comment

Maria Menangis di Hobbs, New Mexico

(Berita Mingguan GITS 21 Juli 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah patung Maria, Our Lady of Guadalupe di Gereja Katolik di Hobbs, New Mexico, mulai “menangis” pada saat misa berlangsung pada tanggal 20 Mei. Sekretaris gereja dan suaminya pertama menyadari suatu zat “mirip-minyak” pada wajah patung itu dan di lantai di bawahnya. Ketika imam Jose “Pepe” menyeka zat itu dari patung tersebut dua kali, “air mata itu masih muncul kembali.” Setelah fenomena tersebut dipublikasikan di koran-koran, para pengunjung mulai berziarah ke situs tersebut. Uskup Oscar Cantu berkata bahwa para pejabat sedang menyelidiki fenomena tersebut. Mereka akan mulai dengan kemungkinan penjelasan-penjelasan alami. Dia menambahkan, “Jika ini supranatural, apakah ini dari Allah? Ataukah ini suatu roh jahat?” (“Bishop Cantú explains investigation,” Las Cruces Sun News, 2 Jun. 2018). Saya [Dr. David Cloud] mengunjungi gereja tersebut pada tanggal 14 Juni, karena saya kebetulan ada di Hobbs untuk berkhotbah di sebuah konferensi Alkitab tentang sejarah gereja, dan saya berbicara dengan sekretaris gereja tersebut. Dia menunjukkan kepada saya foto-foto patung yang menangis itu yang dia ambil di handphone-nya. Ketika saya menanyainya menurut dia apa maksud dari “menangis” itu, dia menjawab, “Bahwa Maria sedih dan dunia perlu berubah.” Saya bertanya apakah tidak mungkin itu adalah air mata sukacita, tetapi dia menjawab bahwa “Maria terlihat sedih.” Pada tanggal 14 Juli, Wilayah Keuskupan Las Cruces mengumumkan bahwa analisis kimiawi akan “air mata” tersebut memberikan hasil bahwa cairan itu adalah minyak zaitun (“Investigation into Weeping Virgin Mary Statue,” Newsmax, 17 Juli 2018). Maria dalam Katolikisme adalah hasil imajinasi sesat manusia, dan “kunjungan” apapun yang benar-benar terjadi di berbagai kuil Maria adalah pekerjaan roh-roh jahat. Ketika “Maria muncul,” dia selalu memberitakan suatu injil pekerjaan, yang dikutuk oleh Allah (Gal. 1:6-8). Firman Allah memperingatkan tentang bahaya penipuan rohani, dan orang yang bijak akan menguji segala sesuatu dengan Firman Tuhan yang tiada salah. “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. … Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka” (2 Kor. 11:3, 13-15).

Posted in Katolik | Leave a comment

Situs Penyembuhan Kanker Gadungan Mendapatkan 10 Juta Hits

(Berita Mingguan GITS 21 Juli 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “How a Canadian viral science video is teaching a lesson about online health hoaxes,” CBC News (Canada), 15 Juli 2018: “Pekerjaan Jonathan Jarry adalah untuk membedakan antara yang masuk akal dan yang tidak masuk akal di dalam sains, tetapi dia tidak pernah membayangkan bahwa ternyata alat yang paling efektif yang bisa dia pakai adalah menciptakan sebuah video palsu. Pengguna Facebook bisa jadi familiar dengan video dia yang terakhir atas nama McMcGill University’s Office for Science and Society (OSS) – yang sekarang memiliki 10 juta view dan terus bertambah. Judul videonya berteriak untuk di-klik: ‘TRIK ALAMI ini dapat MENYEMBUHKAN KANKERMU.’ Gambar-gambar awal yang ditayangkan menawarkan suatu janji yang terlalu-bagus-untuk-bisa-benar: ‘Obat kanker yang luar biasa ini telah diketahui sejak 1800an.’ Video tersebut menceritakan kisah palsu Dr. Johan R. Tarjany, yang pada tahun 1816 menemukan sejenis lumut yang dapat menyembuhkan kanker, dan pengetahuan ini telah dikekang oleh para perusahaan obat, demikian klaim video tersebut. Cerita itu semakin lama semakin menarik. Tarjany menambahkan lumut tersebut ke dalam pola makannya, dan tidak pernah menderita kanker – dan kabar baik – walaupun Food and Drug Administration (Editor: padanan badan POM) telah melarang lumut tersebut, kini lumut ini dapat dibeli online. Sambil para penonton mulai meraih kartu kredit dalam dompet, merayakan penemuan luar biasa ini sambil mengutuki perusahaan obat, kebenaran lalu disingkapkan: video yang anda kira menjanjikan suatu jawaban sederhana, sebaliknya adalah pelajaran berharga tentang literasi media dan berpikir kritis. …Jarry mengatakan bahwa ide membuat video seperti ini muncul dari video serupa yang pernah ditunjukkan seorang teman kepadanya. Video itu mendapatkan enam juta view, dan ditengarai memperlihatkan seorang peneliti yang menemukan sinyal-sinyal radio yang dapat membunuh sel kanker. … Dia mengatakan bahwa sangatlah membuat frustrasi karena video sains gadungan sering dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas dari video sains sejati yang dibuat oleh tim mereka. Di halaman YouTube McGill OSS, ada beberapa video yang menjelaskan topik seperti sains gadungan tentang makanan dan pemeriksaan genetika pribadi, tetapi view yang didapat hanya ratusan ribu, bukan jutaan. ‘Kami tidak menjual solusi-solusi mudah untuk masalah-masalah kompleks,’ kata Jarry. ‘Kami menjual nuansa dan kritik dan ketidakpastian, dan hal-hal ini sulit dijual.’ … Video itu berakhir dengan sebuah pesan kepada para pemirsa: jadilah skeptis, ajukan pertanyaan, berkonsultasilah ke para dokter dan ilmuwan, dan jangan percaya teori-teori konspirasi yang didandani dengan paket yang menarik. Jadilah skeptis karena ada begitu banyak informasi yang salah di luar sana dan sadarilah bias diri kita sendiri. Sadarlah bahwa anda mudah dimanipulasi secara emosional.’”

Posted in Kesehatan / Medical | Leave a comment

Robot IBM Berdebat dengan Manusia

(Berita Mingguan GITS 14 Juli 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah robot IBM yang dikendalikan oleh AI, kini bisa berdebat dengan para pedebat profesional, dengan hasil yang menakjubkan. Robot tersebut, yang diberi nama Proyek Pedebat, dikembangkan di pusat riset IBM di Haifa, Israel. Acara debat pertama diadakan pada bulan Juni di San Francisco, melawan dua orang pemenang debat dari Israel. Topik-topik yang didebatkan adalah “apakah penjelajahan luar angkasa sebaiknya disubsidi oleh pemerintah” dan “nilai dari kedokteran jarah jauh dan apakah hal ini harus lebih luas dipakai” (“Man vs. Machine,” NoCamels.com, 5 Juli 2018). “Tim manusia dilaporkan menang, tetapi dengan perbedaan nilai yang tipis.” Para pendukung tipe AI (Artificial intelligence) yang seperti ini berargumen bahwa “hal ini berkaitan dengan menyadari isu-isu yang penting bagi masyarkat” dan memungkinkan “para pembuat keputusan untuk mengambil keputusan dengan informasi yang tepat.” Para pencipta dari Proyek Debat mengatakan, “Hal seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya dan kini kita telah tiba di sini.” Sungguh. Garis antara intelijen manusia dan intelijen artifisial semakin buram, dan ketergantungan manusia pada robot dalam setiap aspek kehidupan semakin bertambah seiring dengan pergantian setiap dekade.

Editor: Dengan semakin canggihnya komputer, manusia memasuki babak baru dalam apa yang disebut “Artificial Intelligence.” Namun demikian, ada banyak orang yang khawatir bahwa robot dan aritificial intelligence suatu hari bisa berbalik menyerang manusia. Konsep-konsep seperti ini banyak diangkat dalam fiksi-fiksi ilmiah. Intinya, mereka percaya bahwa Artificial Intelligence bisa berubah menjadi intelijensi yang sesungguhnya. Tetapi kenyataan jauh berbeda. Secanggih-canggihnya suatu robot, ia tidak akan pernah memiliki kesadaran diri. Kesadaran diri, lengkap dengan intelijensi sejati, perasaan, dan kehendak bebas, adalah konsekuensi dari diciptakannya manusia sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Robot tidak memiliki jiwa, dan sehebat-hebatnya program manusia, ia tidak bisa menggantikan jiwa. Orang-orang yang percaya Alkitab tahu bagaimana akhir dari segala sesuatu, dan sama sekali tidak khawatir. Robot-robot tidak akan mengambil alih dunia. Hari Tuhan akan tiba, dan saat itu Allah akan menghancurkan pemberontakan terhadap otoritasNya di bumi ini yang telah dimulai sejak dahulu kala, dan menempatkan PutraNya Yesus Kristus di atas takhta. Israel modern memandang kepada ilmu pengetahuan sebagai juruselamat, tetapi itu adalah juruselamat yang payah, sungguh.

Posted in Teknologi | Leave a comment

40 Jajak Pendapat Gallup Menunjukkan Kebanyakan Orang Amerika Menentang Aborsi

(Berita Mingguan GITS 14 Juli 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “40 Straight,” CNSNews.com, 3 Juli 2018: “Dalam 40 jajak pendapat berturut-turut yang dilakukan Gallup dalam rentang 24 tahun, mayoritas orang Amerika mengatakan bahwa mereka percaya aborsi seharusnya ilegal dalam semua atau kebanyakan situasi. Dalam survei Gallup yang terakhir yang mengamati isu ini, yang dilakukan dari 1-10 Mei, 53 persen mengatakan bahwa mereka percaya aborsi seharusnya ilegal dalam semua atau kebanyakan kondisi. Survei Gallup ini menanyakan pertanyaan berikut: ‘Apakah anda berpendapat bahwa aborsi seharusnya legal dalam kondisi apapun, legal hanya dalam kondisi tertentu, atau ilegal dalam semua situasi?’ Jika responden mengatakan bahwa mereka percaya aborsi seharunya ‘legal hanya dalam kondisi tertentu,’ Gallup mengajukan pertanyaan lanjutan ini: ‘Apakah anda percaya aborsi seharusnya legal dalam kebanyakan situasi atau hanya adalam sedikit situasi?’ Sejak September 1994, Gallup telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini dalam 40 jajak pendapat. Dalam semua dari ke-40 survei tersebut, kombinasi persentase orang yang mengatakan bahwa mereka percaya aborsi seharusnya ‘ilegal dalam semua kondisi,’ atau ‘legal hanya dalam sedikit situasi,’ telah melebihi 50 persen.”

Posted in General (Umum), Kesehatan / Medical | Leave a comment

Alat Komersial Penyimpanan DNA Pertama Akan Diluncurkan

(Berita Mingguan GITS 14 Juli 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah perusahaan start-up, bernama Catalog, telah mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi sebuah alat penyimpanan data dari DNA pada tahun 2019. Perusahaan itu, yang berbasis di Harvard Life Lab, mengatakan bahwa metode ini akan dapat menyimpan data sebesar satu terabyte dalam sebuah butiran DNA kecil. “Jika disimpan di tempat yang dingin dan kering, DNA dapat secara konsisten bertahan ratusan tahun, jadi pusat data yang besar bisa digantikan oleh kulkas biasa” (“First commercial DNA data storage device,” New Scientist, 4 Juli 2018). Banyak periset yang bekerja di bidang ini, yang jelas masih dalam tahap permulaan. IARPA, cabang riset dari komunitas intelijen AS, telah mengeluarkan tantangan agar para ilmuwan mengembangkan bentuk-bentuk baru penyimpanan molekuler. Semua usaha ini justru adalah bukti yang indah akan Allah yang mahakuasa dan maha-berhikmat. DNA yang hidup dan luar biasa kompleks adalah bukti akan Allah, dan intelijensi manusia yang hebat yang mengizinkan kita untuk menyelidiki diri kita sendiri adalah bukti lainnya. Sebagaimana dikatakan David Berlinski, “Struktur sosial kera seringkali adalah rumit. Simpanse, bonobo, dan gorilla, mereka berpikr; mereka membuat rencana; mereka memiliki preferensi pribadi; mereka licik; mereka memiliki kesenangan dan keinginan kuat; dan mereka menderita. Hal yang sama juga ada pada kucing-kucing, saya bisa menambahkan. Dalam banyak hal ini, kita melihat cerminan diri kita sendiri. Tetapi, lepas dari kesamaan yang kita miliki dengan kera, sisanya sama sekali berbeda. Dan sementara kesamaan kita dengan mereka adalah hal yang menarik, perbedaan-perbedaan yang ada sangatlah mendalam” (The Devil’s Delusion, p. 156).

Posted in Science and Bible | Leave a comment