Steven Anderson Dilarang Masuk Negara Lainnya Lagi

(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Steven Anderson telah dilarang untuk memasuki satu negara lain lagi. Kali ini negara tersebut adalah Irlandia. Anderson terjadwal untuk berkhotbah di Dublin pada tanggal 26 Mei, tetapi Kementerian Peradilan menandatangani sebuah perintah penolakan terhadap dia. Ini adalah kali pertama seseorang dilarang masuk dengan menggunakan undang-undang imigrasi tahun 1999, yang mengizinkan penolakan terhadap seseorang “sesuai dengan kepentingan keamanan nasional dan kebijakan publik.” Keputusan ini mengikuti munculnya petisi dari seorang aktivis homoseksual yang mendapatkan lebih dari 14.000 tanda tangan. Anderson ditarget karena pernyataannya bahwa kaum homoseksual harus dibunuh. Setelah penembakan massal yang terjadi di nightclub yang ramai homoseksual di Orlando, Florida, tahun 2016, Anderson berkata, “Kabar baiknya adalah, sekarang telah berkurang 50 orang pedofil di dunia ini, karena orang-orang homo hanyalah sekumpulan pedofil dan orang-orang najis” (“Gay Hating Preacher,” Sunday Express, 16 Sept. 2016). Anderson mengatakan bahwa sangat disayangkan ada orang homo yang hidup melewati penembakan itu. Mengenai selebriti transgender, Bruce (Caitlyn) Jenner, Anderson berkata dalam sebuah khotbah, “Perhatikan saya – saya membenci dia dengan benci yang sempurna. Saya tidak memiliki kasih untuk si Bruce aneh ini. … Orang ini adalah penginjil bagi sodomi dan kenajisan dunia, dan orang-orang berkata, ‘Oh, kita perlu berdoa untuk dia supaya dia menemukan Yesus.’ Saya akan berdoa agar dia mati dan masuk neraka” (Adam Salandra, “Pastor Prays Caitlyn Jenner’s Heart Explodes,” NewNowNex, n.d.). Anderson juga pernah berkhotbah “Mengapa Saya Membenci Barack Obama” dan mengatakan bahwa dia berdoa agar mantan presiden itu mati. Anderson menyebut dirinya seorang Baptis Independen, tetapi dia adalah seorang individu yang sangat kacau pemikirannya dan tidak seharusnya dalam pelayanan. Ketika Yakobus dan Yohanes mau menurunkan api ke atas orang-orang yang menolak Tuhan, Kristus menegor mereka dan mengatakan bahwa mereka memiliki roh yang salah (Luk. 9:54-56). Anderson menyangkal adanya Holocaust, mempercayai bahwa keselamatan tidak menghasilkan bukti, dan menolak iminensi Pengangkatan. Anderson juga telah dilarang atau ditolak untuk memasuki Belanda (2019), Jamaika (2018), Kanada (2017), Afrika Selatan (2016), Botswana (2016), Malawi (2016) dan Inggris (2016).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Kebaktian dengan Musik Rock yang Pertama Kali Disiarkan, Memiliki Semua Ciri-Ciri CCM

(Berita Mingguan GITS 11 Mei 2019, sumber: www.pulpitandpen.org)
Kebaktian dengan musik rock yang pertama kali disiarkan lewat televisi, setengah abad yang lalu, memiliki semua ciri-ciri Musik Kristen Kontemporer (CCM) hari ini, dan semua tanda-tanda bahaya bagi semua orang Kristen dan gereja-gereja yang bijak dan percaya Alkitab. Tanggalnya adalah 27 April 1969, pada tahun yang sama saya masuk Angkatan Darat AS. Band musik yang bermain adalah The Mind Garage; stasiun yang menyiarkan adalah ABC (American Broadcasting Corporation); forumnya adalah Gereja Episcopal St. Mark di Bowery, Manhattan. Acaranya disebut “Misa Elektrik ke-14.” Acara itu disaksikan oleh ribuan orang di Amerika Serikat dan ditayangkan ulang hingga tahun 1980an (classicchristianrockzine.com). Perhatikan ciri-ciri dari proto-kebaktian rock ini:

Pertama, sejak dari permulaannya, kebaktian musik rock memiliki bunyi yang kafir. Musik dari band kebaktian rock pertama ini diimpor langsung dari dunia sekuler. Tidak ada yang kudus atau terpisah tentang musik ini. Musik ini digambarkan sebagai musik yang “psychedelic,” yang adalah musik obat-obatan terlarang tahun 1960an. Jurnalis Joyce Tracewell digambarkan sebagai “musik yang sengaja terasa alien, yang membuat seseorang merinding.” Dia berkata, “mereka menyanyi dengan suara yang seperti mirip orang Druid atau Inca atau Gypsy” (“Mind Garage Deliberate Alien Music,” Mindgarage.com, 19 Apr. 1970). Saya kenal dengan musik ini. Saya menghidupi musik seperti ini ketika saya seorang “hippie” pemakai obat sebelum saya diselamatkan. Tidak ada yang saleh mengenai musik ini. Musik ini “rohani” hanya dalam pengertian mengandung roh dunia ini. Sejak saat itu hingga hari ini, Musik Kristen Kontemporer telah mengimpor seenaknya dari kubangan musik pesta dunia ini, dengan alasan bahwa mereka memiliki kebebasan, tetapi ini bukanlah kebebasan yang dibenarkan oleh Firman Allah. Ini adalah kekacauan; ini adalah meninggalkan iman; adalah pemberontakan untuk memasukkan gaya-gaya musik yang terseksualisasi dan dipengaruhi roh-roh jahat dari dunia yang jahat ini, ke dalam acara berjemaat atau kebaktian untuk menyenangkan Allah yang maha kudus, Allah yang memerintahkan umatNya untuk tidak “menjadi serupa dengan dunia ini” (Rom. 12:2).

Continue reading

Posted in musik | Leave a comment

Paus Fransiskus Menyerukan Satu Pemerintahan Dunia, Menyerang Konsep Tembok Perbatasan dan Kedaulatan Negara

(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2019, sumber: www.pulpitandpen.org)

“Maka demikianlah katanya: Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya” (Daniel 7:23)

Paus Fransiskus, sama seperti paus-paus lain sebelum dia, menginginkan suatu pemerintahan global. Ini terlihat jelas dalam seruannya demi globalisme pada hari Kamis, dalam sebuah pidato di hadapan anggota-anggota Pontifical Academy of Social Sciences, di dalam Istana Kepausan. Fransiskus menuntut agar dibentuk suatu “badan supra-nasional yang legal” yang baru, yang akan memastikan diterapkannya Target-Target Pertumbuhan yang Dapat Dipertahankan yang dibuat oleh PBB (yaitu intinya kendali populasi) dan kebijakan-kebijakan climate change mereka.

Dengan kata lain, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations) belumlah cukup berkuasa, dan suatu badan global lainnya perlu dibentuk untuk mengatur negara-negara.

Sesi pleno tersebut diberi judul “Nation, State, Nation-State,” dan mengikutsertakan pembicara-pembicara dari dalam Roma Katolik yang menuntut agar semua Negara-Negara dikendalikan oleh suatu pemerintahan global yang mendunia. Para pembicara antara lain adalah Hans Joachim Schellnhuber, seorang Marxis dan climatologis (ahil cuaca) Jerman yang mengklaim bahwa tanpa suatu pemerintahan glocal, iklim dunia akan rusak tanpa dapat diperbaiki, dan juga Kardinal Walter Kasper yang berbicara mengenai Keadilan Sosial.

Tidak menyerukan dibubarkannya Negara-Negara yang sudah ada, Paus sebaliknya menekankan agar negara-negara tunduk kepada otoritas-otoritas global yang eksternal yang mengendalikan dunia.

Paus berkata, “Negara-negara satu per satunya, harus diberikan kuasa untuk beroperasi sejauh mereka dapat beroperasi …[tetapi] sekelompok negara yang bertetanggaan – seperti yang sudah terjadi sekarang ini – dapat memperkuat kerja sama mereka dengan memberikan pelaksanaan fungsi-fungsi dan pelayanan tertentu kepada institusi-institusi antar-negara yang mengelola kepentingan bersama.”

Fransiskus mengklaim bahwa pemerintah global ini diperlukan untuk memastikan kesejahteraan orang-orang yang bermigrasi dan “kebaikan umum yang universal.” Fransiskus berlanjut dengan menyerang negara-negara yang memiliki tembok di perbatasan mereka.

Sang Paus berkomentar, “…Gereja telah memperingatkan pribadi-pribadi, orang-orang dan negara-negara tentang penyimpangan dari ketertarikan ini, yaitu tentang mengucilkan dan membenci orang lain, ketika adalah nasionalisme yang berkonflik yang membangun tembok, atau bahkan rasisme atau anti-Semitisme.”

Dia berlanjut, “Gereja memperhatikan dengan kekhawatiran munculnya kembali, hampir di seluruh dunia, sikap-sikap yang agresif terhadap orang asing, terutama immigran, dan juga bangkitnya nasionalisme yang mengabaikan kebaikan umum.”

Posted in Ekumenisme, Katolik | 4 Comments

Apakah Paru-Paru Burung Berevolusi?

(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2019, sumber: www.creationmoments.com)

Berikut ini dari Creation Moments, 5 April 2019: “Saya ingat membeli pompa kaki yang dapat dipakai untuk menambah angin kepada ban mobil pertama saya. Pilihan saya adalah antara dua model pompa. Pada model yang lebih murah, kaki akan menginjak pompa, menggerakkan sebuah piston memasuki sebuah silinder, dengan demikian mengkompresi udara di sana, dan memaksa udara itu untuk masuk melalui sebuah selang ke dalam ban. Ketika kaki diangkat, ada katup-katup yang menghalangi udara untuk masuk kembali ke silinder dari ban tersebut, dan sebaliknya memasukkan udara dari luar pompa ke dalam. Setiap kali kaki menginjak pompa, operasi ini terulang. Dalam pengertian tertentu, paru-paru binatang mamalia dan reptil adalah mirip dengan dua pompa semacam ini yang ditaruh berbarengan dalam dada.

Model yang kedua melibatkan dua piston dan dua silinder yang diletakkan pada sudut berlawanan arah. Ketika kaki menginjak pompa, tahap pertama melakukan kompresi udara seperti di pompa yang satu lagi, tetapi ketika kaki diangkat, silinder kedua mendorong udara ke dalam ban, sementara silinder pertama diisi ulang dengan udara dari luar. Pada injakan kaki berikutnya, silinder kedua diisi ulang sementara silinder pertama memasukkan udara ke dalam ban. Jadi, ada udara yang dipompa ke dalam ban baik ketika pompa diinjak maupun ketika kaki diangkat. Kedua silinder bekerja secara tandem, pada arah yang berbeda. Pompa yang terus menerus jenis kedua ini adalah seperti kedua paru-paru dalam burung. Bahkan ada ilmuwan-ilmuwan evolusionis terkenal yang telah menunjukkan bahwa adalah tidak mungkin bagi satu mekanisme ini untuk berevolusi menjadi mekanisme yang satunya lagi, karena bentuk transisinya tidak akan dapat memproses udara untuk bernafas sama sekali, dan ia akan mati kekurangan udara. Jadi, paru-paru burung tidak dapat berevolusi dari dinosaurus, tetapi sebaliknya, telah didesain oleh Tuhan tepat untuk kegunaannya. Ref: Quick, D.E and Ruben, J.A., ‘Cardio-Pulmonary Anatomy in Theropod Dinosaurs: Implications from Extant Archosaurs,’ Journal of Morphology, 270:1232–1246 (2009), hal. 1232-1246.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Presiden Baptis Selatan Menyerukan Agar Orang-Orang Kristen Memperjuangkan Hak-Hak LGBT

(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari ““SBC Prez,” ReformationCharlotte.org, 31 Jan. 2019: “Presiden dari Baptis Selatan saat ini, J.D. Greear, membuktikan dirinya tidak layak untuk posisi yang dia jabat ini pada denominasi Protestan terbesar di Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, Baptis Selatan telah melakukan belokan-belokan tajam menuju posisi yang liberal baik dalam politik maupun theologi, sambil mengejar agenda-agenda “keadilan sosial.” Reformation Charlotte melaporkan hari ini bahwa Greear, ketika melakukan suatu eisegesis atas perikop Roma 1, membandingkan homoseksualitas dengan ‘ketamakan’ dan ‘kesombongan,’ bahkan menyatakan bahwa kebanyakan dari dosa-dosa ini ‘lebih berat di mata Allah’ daripada homoseksualitas. Tentu saja ini adalah pernyataan yang bodoh, karena homoseksualitas adalah dosa yang menyebabkan Allah menghancurkan dari muka bumi . . . kota-kota tertentu. Dosa ini adalah, menurut perikop yang dia bahas dengan canggung tersebut, dosa ke dalam mana Allah menyerahkan manusia-manusia jahat karena dosa-dosa lainnya. Sesungguhnya adalah murka dan penghakiman Allah yang tercurah atas seseorang jika ia diserahkan kepada pikiran-pikiran yang jahat dan hawa nafsu yang rusak. Kini telah jelas bahwa Greear bukan hanya salah merepresentasikan Kitab Suci mengenai dosa homoseksualitas, dia juga telah menyerukan agar orang-orang Kristen memperjuangkan hak-hak orang LGBT. … ‘Hak-hak’ yang diperjuangkan oleh orang-orang KGBT, sebagai contoh, adalah hak untuk menggunakan WC publik jenis kelamin manapun yang mereka kehendaki, yang kebetulan adalah identitas gender mereka hari itu. Hak untuk menikah sesama jenis dan melakukan sodomi di apartemen sebelah anda. Hak untuk menikah sesama jenis di sebuah gereja konservatif. Hak untuk diterima sepenuhnya sebagai anggota jemaat yang aktif dan diakui. Dan hak untuk menjalankan propaganda mereka atas kamu dan anak-anakmu, dengan hawa nafsu mereka yang jahat kepada mana Allah telah menyerahkan mereka…”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Saya Percaya Doktrin Separasi

Saya Percaya Doktrin Separasi

oleh Dr. David Cloud

Saya, adalah seseorang yang percaya pada doktrin separasi (pemisahan). Saya teryakinkan bahwa “penolakan akan separasi” adalah penolakan kekristenan yang Alkitabiah. Separasi dari dunia adalah sesuatu yang Alkitabiah, bahkan merupakan suatu doktrin yang “esensial” dan “fundamental.” Separasi bukanlah Injil, tetapi doktrin ini adalah suatu tembok perlindungan rohani yang diberikan Tuhan terhadap penyesatan dan keduniawian. Menolak “separatisme” sama dengan membongkar tembok yang penting ini, sehingga umat Allah tidak lagi dilindungi dari “kata-kata manis” yang dipakai para penyesat untuk menipu hati orang-orang yang sederhana (Roma 16:17-18), dan tidak lagi dilindungi dari tarikan dunia.

Saya tidak dibesarkan sebagai seorang separatis. Saya tidak berpegang pada doktrin separasi sebagai suatu bentuk tradisi dari leluhur saya. Saya dibesarkan dalam gereja Baptis Selatan dan tidak belajar apapun tentang separasi dalam masa muda saya. Saya menjadi seorang separatis oleh karena diyakinkan sejak saya lahir baru sebagai seorang muda yang mulai mempelajari Alkitab untuk diri saya sendiri.

Sebagai seorang Kristen yang baru, saya tidak tertarik kepada separatisme karena latar belakang dan kecenderungan pribadi saya. Saya adalah seorang hippy yang bertobat. Setelah saya keluar dari Angkatan Darat AS, sebagai seorang veteran Vietnam, saya memanjangkan rambut saya, menjual obat-obatan terlarang, berperjalanan menumpang mobil orang keliling Amerika, masuk penjara, dan melakukan hal-hal lain menghidupi kehidupan rock & roll sepenuh-penuhnya. Semua kecenderungan alamiah saya sebagai seorang Kristen baru adalah untuk mempertahankan rambut panjang saya, mempertahankan musik rock, dan untuk tetap bersahabat dengan gerakan Pentakosta. Firman Tuhan tidak mengizinkan hal-hal tersebut, dan belajar memisahkan diri (separasi) dari dunia dan dari pengajaran-pengajaran sesat telah menjaga saya pada jalur yang benar dalam kehendak Tuhan.

Separasi dibutuhkan untuk pemuridan yang sejati

Memahami pentingnya separasi, saya sangat khawatir tentang generasi berikutnya, jika Tuhan Yesus “menunda” kedatanganNya. Saya khawatir akan anak-anak saya dan cucu-cucu saya dan cicit-cicit yang masih belum lahir. Semakin hari semakin sedikit gereja yang mengajarkan separasi dengan sungguh-sungguh. Akankah gereja seperti ini masih eksis dalam 20-30 tahun, sehingga umat Allah dapat menemukan perlindungan rohani yang akan mereka perlukan lebih lagi dari kita hari ini ?

Dengan kasih karunia Allah, akan ada gereja-gereja seperti itu. Saya akan berusaha sekuat tenaga ke arah sana, dan saya berdoa agar banyak pengkhotbah yang akan memiliki tekad yang sama dengan saya.

Ketika saya menemukan seorang pengkhotbah yang bermain-main dengan separasi alkitabiah, dan yang menunjukkan ciri-ciri menolaknya, saya tidak mau berhubungan sama sekali dengan dia dalam hal pelayanan. Saya tidak akan bergabung dengan gerejanya. Saya tidak akan berkhotbah di gerejanya. Saya tidak akan berkhotbah bersama dengan dia dalam platform yang sama dalam acara-acara. Saya tidak akan mengundang dia berkhotbah di gereja saya. Dan saya tidak akan berkhotbah di gereja-gereja yang mau mengundang dia!

Ya, ini posisi yang sempit dan keras, tetapi saya percaya ini dibutuhkan untuk memangkas efek dari kompromi. Kompromi adalah penyakit menular!

Nabi tua yang kacau rohani di 1 Raja-Raja 13, mengajari si nabi muda untuk melawan perintah Tuhan, dengan cara memandang enteng perintah-perintah itu. Allah memberitahu si nabi muda untuk berkhotbah melawan mezbah berhala di Betel, dan lalu untuk segera pergi dan bahkan tidak makan di tempat itu. Nabi itu taat untuk sementara waktu. Dia berlari dengan baik untuk sesaat. Dia memproklamirkan pesan Allah melawan mezbah itu dengan berai, menolak tawaran sang raja akan hadiah, lalu keluar dari Betel. Tetapi, bukannya meneruskan perjalanan untuk keluar dari sana secepat mungkin dengan keledainya, dia memutuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon ek. Di sana, seorang nabi tua yang telah berkompromi, yang telah menjadi nyaman di Betel, bertemu dengannya dan mendorong dia bahwa dia tidak perlu begitu serius dengan perintah Allah, dan dia bisa pergi ke rumahnya dan menikmati makanan sebelum meninggalkan kota yang berdosa itu. Ini semua terdengar sangat masuk akal, bukankah demikian? Tentunya Allah akan memahami. Kompromi yang “sedikit” ini, ternyata tidak berujung baik baginya. Sebagai hasil pertemanannya dengan seorang nabi tua yang berkompromi, nabi muda yang bodoh itu terbunuh. Tambahan lagi, kita melihat dalam cerita ini bahwa pengkhotbah-pengkhotbah yang berkompromi ternyata berbohong!

Ada banyak pengkhotbah-pengkhotbah yang berkompromi, bahkan dalam lingkungan Baptis Independen, yang mengatakan bahwa adalah OK untuk tidak terlalu serius dalam hal separasi. Mereka mengatakan bahwa musik lebih ke arah preferensi pribadi, bahwa mengajarkan prinsip-prinsip Alkitab tentang pakaian yang sopan adalah legalisme, bahwa adalah OK untuk membawa kelompok pemuda di gereja ke bioskop dan memperkenalkan mereka kepada Hollywood. Lagu tema mereka adalah “santai saja, jangan terlalu ketat dan sempit. Kita separatis, tetapi jangan terlalu berlebihan. Jangan menjadi fanatik. Tentunya tidak terlalu buruk unutk membaca dari para Injili “konservatif” dan memakai materi dan blog-blog mereka. Kalau kita tidak melunak, kita akan kehilangan orang-orang muda.”

Roh kompromi dalam hal separasi yang menjamur di kalangan Baptis Independen (Editor: jangankan gereja-gereja lain), digambarkan kepada saya dalam komunikasi berikut yang terjadi baru-baru ini dengan seorang pengkhotbah muda:

“Saya telah SANGAT dikuatkan oleh tulisan-tulisan anda karena saya telah bersusah payah mencoba untuk mempertahankan dan mengkhotbahkan standar-standar kristiani, ketika begitu banyak gereja-gereja dan pengkhotbah-pengkhotbah Baptis independen yang ‘baik’ sudah tidak lagi melakukannya. Saya sudah tiba pada posisi merasa sendirian dalam kerinduan untuk mengkhotbahkan dan mengajarkan kekudusan dari atas mimbar, karena saya telah bertanya kepada banyak (minimal 10) pengkhotbah mengenai apakah memakai CCM (Contemporary Christian Music) adalah ok dan apakah kita harus keras mengkhotbahkan pakaian yang sopan dan musik, dan mereka SEMUA memberitahu baya bahwa jika kita mengasihi umat dan menunjukkan kepada mereka kasih Tuhan, mereka akhirnya akan membuat standar mereka sendiri. Saya sangat patah hati karena saya telah sangat tertusuk masalah musik/pakaian yang saya dengarkan dan yang saya izinkan dalam hidup saya dan keluarga saya, dan saya ingin menemukan seseorang yang akan berkata, ‘YA! AMBIL SIKAP!’ Jadi, terima kasih karena melakukan hal yang benar tanpa peduli harganya. Saya telah menjadi gembala bagian pemuda di sebuah gereja Baptis independen, tetapi saya telah diminta untuk mundur oleh gembala sidang, karena dia merasa saya ‘terlalu konservatif/fundamental’ untuk pelayanan dia (gereja kami mulai mengadaptasi musik penyembahan CCM dan melepaskan standar-standara kesopanan pakaian demi ‘mempertahankan orang-orang yang belum selamat di dalam gereja’).”

Perhatikan bahwa semua pengkhotbah yang ditanyai oleh orang muda ini, menasihati dia untuk tidak mengkhotbahkan dan mengajarkan kekudusan dan separasi dari atas mimbar, tetapi untuk membiarkan umat untuk membuat keputusan mereka sendiri. Perhatikan bahwa dia diberhentikan dari sebuah gereja Baptis Independen karena terlalu konservatif. Ini sedang terjadi di mana-mana.

Saya tidak mau berurusan dengan kelompok yang demikian! Saya percaya bahwa jika anda “melunak” dalam hal separasi alkitabiah, kamu sudah pasti akan kehilangan orang-orang muda. Kamu akan kehilangan mereka kepada dunia, dan kamu akan kehilangan mereka kepada filosofi gereja zaman now. Saya yakin bahwa cara berpikir seperti ini adalah salah, dan ini adalah kompromi, dan saya tidak mau terpengaruh olehnya.

Bahkan jika saya dapat berasosiasi dengan orang-orang seperti ini tanpa terpengaruh secara pribadi, yang kemungkinan tidak bisa terjadi, bagaimana dengan orang-orang yang mengamati teladan saya? Saya tidak mau mengambil resiko anggota gereja saya dan murid-murid sekolah theologi saya, terpengaruh oleh asosiasi dengan pengkhotbah dan gereja yang berkompromi.

Separasi alkitabiah tidak dapat dipertahankan tanpa suatu usaha yang berkepanjangan. Suatu sikap separatis hanya dapat dijaga dengan tujuan yang jelas, dan dengan membayar harga, tetapi sungguh layak dibayar.

Separasi bukanlah Injil, tetapi doktrin ini adalah suatu tembok perlindungan rohani yang diberikan Tuhan terhadap penyesatan dan keduniawian. Menolak “separatisme” sama dengan membongkar tembok yang penting ini, sehingga umat Allah tidak lagi dilindungi dari “kata-kata manis” yang dipakai para penyesat untuk menipu hati orang-orang yang sederhana (Roma 16:17-18), dan tidak lagi dilindungi dari tarikan dunia (2 Tim. 2:22).

“Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami” (2 Tes. 3:6).

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Sedikitnya 290 Kematian Karena Selfie

(Berita Mingguan GITS 20 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “More than 250,” The Washington Post, 2 Okt. 2018: “Lebih dari 250 orang di seluruh dunia telah mati ketika mengambil foto selfie dalam enam tahun terakhir, menurut sebuah penelitian baru dari para peneliti yang berasosiasi dengan All India Institute of Medical Sciences, sebuah kelompok sekolah kedokteran publik yang berbasis di New Delhi. Penemuan-penemuan ini, yang menganalisis laporan-laporan berita tentang 259 kematian yang berhubungan dengan selfie, sejak Oktober 2011 hingga November 2017, diterbitkan pada edisi Juli-Agustus dari Journal of Family Medicine and Primary Care. Dari 259 kematian itu, para peneliti menemukan bahwa penyebab utama adalah tenggelam, diikuti oleh insiden-insiden yang melibatkan alat transportasi – misalnya, mengambil selfie di depan kereta api yang sedang meluncur – dan jatuh dari ketinggian. Penyebab-penyebab kematian lainnya yang berhubungan dengan selfie termasuk binatang, senjata api, dan sengatan listrik. “Kematian-kematian selfie ini telah menjadi masalah kesehatan publik yang besar,” kata Agam Bansal, peneliti utama, kepada The Washington Post. … ‘Menjadi bagian dari angka kematian ini hanya karena kamu ingin mendapatkan selfie yang sempurna karena kamu ingin mendapatkan banyak likes dan shares di Facebook, Twitter, atau media sosial lainnya, saya rasa tidaklah sebanding untuk mempertaruhkan nyawa demi hal semacam itu.’” (Minimal 31 kematian karena selfie telah terjadi sejak November 2017 – Wikipedia).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Sistem Pengenal Wajah Cina Sudah Merupakan Mimpi Buruk Orwellian

(Berita Mingguan GITS 20 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Jika Kamu Menyeberang Jalan Sembarangan di Cina,” futurism.com, 30 Maret 2018: “Para warga Shenzhen tidak berani menyeberang jalan selain di tempat penyeberangan. Sejak April 2017, kota ini yang terletak di propinsi Guangdong, Cina, telah menerapkan suatu teknik yang cukup intens untuk menghalangi orang menyeberang jalan sembarangan. Siapapun yang menyeberang jalan tanpa mempedulikan lampu tanda berjalan, akan menemukan wajah, nama, dan sebagian nomor KTP mereka terpampang di layar LED besar di atas perempatan jalan tersebut. Hal ini bisa terjadi karena alat-alat pengenal wajah yang dipasang di seluruh kota tersebut. Jika hal ini terdengar sangat invasif bagi anda, maka ketahuilah bahwa ini belum separuhnya.

Sekarang, Motherboard melaporkan bahwa sebuah perusahaan artificial intelligence di Cina, sedang berpartner dengan para perusahaan telpon, sehingga para pelanggar akan menerima sebuah pesan singkat dengan denda, segera setelah mereka tertangkap. Sistem ini hanyalah salah satu bagian dari mesin surveilans besar-besaran yang sedang dibangun oleh pemerintah Cina dalam beberapa tahun terakhir. Tujuannya sebagian adalah untuk keamanan dan sekuritas publik, tetapi informasi tentang keberadaan dan aktivitas para warga ini juga akan dimasukkan ke dalam sistem kredit sosial Cina. Sistem kredit sosial, yang akan berjalan mulai tahun 2020, dimaksudkan untuk memberi nilai kepada individu sesuai dengan sistem penilaian nasional mengenai seberapa seseorang itu adalah warga negara yang baik.”

Posted in General (Umum) | 4 Comments

Pasir-Pasir Pluto

(Berita Mingguan GITS 20 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 26 Feb. 2019: “’Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?’ (Maz. 8:4-5). Apa rasanya, jika berdiri di permukaan Pluto? Sebagai seorang anak kecil, yang terpukau oleh astronomi, saya menyantap dengan semangat semua buku-buku yang dapat saya temukan tentang planet-planet. Salah satu favorit saya adalah buku Challenge of the Stars, diterbitkan pada tahun 1972, dengan teks yang ditulis oleh astronomer Patrick Moore and artis luar angkasa David A. Hardy. Salinan yang saya miliki diberikan kepada saya dan ditandatangani oleh Mr. Moore sendiri. Dalam bagian tentang Pluto, Hardy telah menggambar sebuah skenario seolah-olah seseorang sedang memandang keluar dari mulut sebuah gua es. Bekuan-bekuan es bergantung di atas mulut gua. Langit gelap dan penuh bintang, tetapi satu bintang terlihat jauh lebih terang dari yang lainnya. Teks memberitahu saya bahwa ini adalah Matahari, yang terlihat begitu jauh, sama seperti bintang-bintang lainnya, hanya saja lebih terang. Teks juga memberitahu saya bahwa es yang nampak sebenarnya adalah nitrogen padat – demikian juga bekuan-bekuan esnya. 45 tahun telah berlalu. Misi luar angkasa New Horizon kini telah mengunjungi Pluto dan mengambil banyak foto, dan juga banyak pengukuran. Data yang diambil dari lewatnya New Horizon dekat Pluto pada tahun 2015 ini, masih terus dianalisis hari ini. Riset yang baru saja terbit mengindikasikan bahwa nitrogen yang membeku di pinggiran dataran es Pluto, memecahkan bebatuan menjadi partikel-partikel kecil, yang terlihat seperti pasir. Angin methane menggerakkan pasir-pasir itu menjadi gundukan-gundukan. Dengan temperatur -230o C, ini pastinya pantai terdingin di tata surya kita. Sungguhlah luar biasa ketika kita mengingat bahwa Alkitab menyebut alam semesta sebagai karya Allah. Ref: ‘Methane ice and winds on Pluto,’ www.newscientist.com.”

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Satu Lagi Temuan Arkeologi Spektakuler di Israel

(Berita Mingguan GITS 13 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Sejak Israel kembali ke tanah mereka pada pergantian abad 20, sejumlah artefak telah ditemukan yang mendukung catatan Alkitab. Yang terakhir, baru saja diumumkan minggu ini, adalah sebuah impresi meterai (bulla) dengan tulisan berikut, “Milik Natan-Melekh, hamba sang raja” (“2,600 Year Old Seal Discovered in City of David,” Jerusalem Post, 1 Apr. 2019). Nama ini disebut dalam 2 Raja-Raja 23:11, berhubungan dengan kebangunan rohani yang dipelopori raja Yosia. “Dibuangnyalah kuda-kuda yang ditaruh oleh raja-raja Yehuda untuk dewa matahari di pintu masuk ke rumah TUHAN, dekat bilik Natan-Melekh, pegawai istana, yang tinggal di gedung samping; juga kereta-kereta dewa matahari dibakarnya dengan api.” Kita tidak diberitahu secara spesifik bahwa Natanmelekh ikut terlibat dalam penyembahan matahari, tetapi sepertinya mengarah demikian karena ia rupanya mengizinkan penyembahan berhala ini terjadi dalam biliknya sendiri. Orang-orang Yunani dan Romawi menyembah dewa matahari Helios, yang keretanya dikatakan ditarik oleh empat kuda. Gambaran ini telah ditemukan dalam lantai mosaik dari dua sinagog kuno di Israel (Tiberias dan Zippori). “Jarchi mengatakan, bahwa orang-orang yang mengagumi matahari memiliki kuda-kuda, yang mereka naiki setiap pagi, untuk pergi menyambutnya pada saat terbitnya. Raja-raja Yehuda meniru kebiasaan penyembahan berhala ini, dan menyimpan kuda-kuda untuk matahari bahkan di tempat masuk bait Tuhan! (Treasury of Scripture Knowledge). Nabi Yeremia, yang memulai pelayanannya di zaman Yosia, pastinya menjadi saksi akan hal-hal ini (Yer. 1:3). Impresi meterai Natanmelekh ini, yang berasal dari abad ketujuh SM, ditemukan di tebing barat dari Kota Daud, selatan dari Bukit Bait, dalam sebuah bangunan yang memperlihatkan tanda-tanda dihancurkan oleh Babilonia pada abad keenam. Jadi, ia ditemukan pada waktu dan tempat yang tepat yang memungkinan hubungan langsung dengan individu yang disebut namanya itu di Alkitab. Meterai ini menambahkan daftar penemuan benda-benda lain di sekitar wilayah istana Daud, yang mencantumkan nama-nama orang yang disebut dalam kitab Yeremia, Raja-Raja, dan Tawarikh, yang hidup atau bekerja di istana, tidak lama sebelum istana itu dibakar oleh Nebukadnezar. Nama-nama lain yang telah ditemukan oleh Arkeologi termasuk Selemya (Yer. 37:3), Gedalya, anak Pasyur (Yer. 38:1), Gemarya, anak Safan (Yer. 36:10), dan Azarya, anak Hilkia (1 Taw. 9:11). Beberapa di antara penemuan-penemuan ini ada di Museum Israel.

Posted in Arkeologi | Leave a comment