(Berita Mingguan GITS 03 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, fisikawan teoritis yang terkenal seluruh dunia, Stephen Hawking, mengklaim bahwa tidak ada surga. Dia mengibaratkan otak adalah seperti sebuah komputer yang berhenti bekerja ketika komponen-komponennya gagal. “Tidak ada surga atau kehidupan setelah mati bagi komputer-komputer yang rusak; itu adalah cerita dongeng bagi orang-orang yang takut kegelapan” (“Stephen Hawking: ‘There Is No Heaven,’” The Guardian, 15 Mei 2011). Dia mengatakan bahwa surga adalah cerita dongeng, namun dia sendiri percaya adanya alien. Dalam bukunya pada tahun 2010, The Grand Design, Hawking mengatakan bahwa “tidak perlu Allah…untuk memulai alam semesta.” Dalam sebuah wawancara tahun 1998 dengan Der Speigel, dia mengklaim telah mendemonstrasikan bahwa “asal muasal alam semesta dapat saja ditentukan oleh hukum-hukum ilmu pengetahuan” dan bahwa ini membuktikan “bahwa Allah tidak diperlukan.” Ilmu pengetahuan sama sekali tidak membuktikan hal semacam ini. Ilmu pengetahuan tidak pernah membuktikan bahwa alam semesta berasal dari kehampaan, bahwa persamaan-persamaan dasar dalam fisika, dan hukum-hukum alam yang sedemikian tepat baik di bumi maupun di luar bumi, bisa terjadi begitu saja, bahwa kehidupan datang dari benda mati, atau bahwa manusia berasal dari amuba. Ini bukan ilmu pengetahuan, tetapi fiksi “ilmiah.” Segala sesuatu terjadi karena kebetulan, Hawking memberitahu The Guardian, tetapi dia juga mengklaim bahwa ada tujuan dalam kehidupan dan bahwa “kita perlu mencari nilai tertinggi dalam tindakan-tindakan kita.” Mengapa harus mencari nilai? Apa itu nilai? Mengapakah tindakan kita berarti? Ilmu pengetahuan tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu atau pertanyaan-pertanyaan kehidupan penting lainnya. Ilmuwan perlu fokus kepada ilmu pengetahuan sejati, yaitu meneliti dunia ini, bukan berspekulasi tentang metafisika. Tidak ada satupun fakta ilmiah yang bertentangan dengan satu pun pengajaran Alkitab.

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *