“Gembala Sidang” Baptis Yang Sesat Mengatakan Bahwa Himne Tentang Darah, Cocoknya Di Film Vampir

(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Amy Butler, “gembala sidang” senor dari Calvary Baptist Church, Washington D.C., mengklaim bahwa himne-himne tentang darah Kristus pantasnya berada di film vampir. Tentang himne seperti “There Is a Fountain,” Butler mengatakan, “Dengan segala hormat kepada tradisi agung yang telah membentuk praktek iman denominasi kita, lirik seperti ini membuat kita seperti berada di salah satu film [vampir] Twilight. Selain theologi yang patut dipertanyakan, metafora-metafora dalam himne-himne ini tidak memiliki arti yang bermakna bagi penyembah-penyembah zaman modern. Maksud saya, siapa yang mau menghampiri “takhta kasih karunia” (jika mereka bahkan tidak tahu apa artinya itu) jika takhta itu diperciki oleh darah?” (“There Is Power in the ‘Blood’ Hymns,” Associated Baptist Press, 25 Agus. 2011). Butler memutuskan untuk mengkhususkan satu kebaktian Minggu untuk “ritual” menyanyikan “himne-himne darah” yang kuno itu, tetapi hanyalah untuk “membangun indentitas dan mengingat akar-akar kita.” Ini mengingatkan kita bahwa kebanyakan gereja Baptis hari ini sudah sesat total atau kompromi mendalam dengan dunia dan filosofi emerging church. Ini bagaikan lautan yang berbahaya dan banyak Baptis fundamental yang membangun jembata dengan hal-hal seperti ini melalui adaptasi musik Kristen kontemporer dan main mata dengan para Injili “konservatif.” Kesesatan suatu gereja tidak terjadi sekaligus. Ia terjadi perlahan-lahan, biasanya lintas generasi, dan mulai dengan langkah-langkah kompromi yang “kecil.” Kita akan mengatakan kepada Butler bahwa doktrin tentang pendamaian yang diajarkan dalam “himne-himne darah” yang kuno itu bukanlah theologi yang patut dipertanyakan. Adalah benar dalam Alkitab bahwa “noda-noda dosa terhapus dalam aliran darah yang memberikan hidup itu” dan bahwa “darahNya mendamaikan seluruh umat, dan kini memerciki takhta kasih karunia.” Tidak ada keselamatan di luar dari darah Kristus. KematianNya saja tidak dapat membeli pendamaian. Ini adalah salah satu tema utama kitab Ibrani. “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan…Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus” (Ibr. 9:22; 10:19).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *