Football Adalah Tuhan

(Berita Mingguan GITS 15 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah laporan di Los Angeles Times mengenai kekeringan yang menimpa Texas, mengobservasi bahwa “football adalah Tuhan” (“In West Texas,” Los Angeles Times, 3 Okt. 2011). Laporan itu adalah mengenai lapangan football di SMA Robert Lee di Texas Barat yang sedang menjadi kering. “Jadi, orang-orang di sini melakukan apa saja yang mereka dapat pikirkan untuk menyelamatkan lapangan itu. Toh, ini bukan hanya mengenai sebuah permainan. Di sini di Texas Barat, football adalah Tuhan, dan lapangan ini gerejanya.” Ini adalah pernyataan yang menyedihkan tetapi benar, dan bukan hanya bagi orang-orang kafir, tetapi bahkan orang-orang yang mengaku Kristen. Olahraga/sport adalah salah satu ilah manusia. Dr. Alan Goldberg dari Universitas Connecticut mengatakan: “Sport adalah seperti agama, dan ilah agama ini yang kita semua sembah adalah ilah kemenangan” (CNSNews.com, 31 Agus. 2001). Sebuah survei yang ekstensif yang dilakukan tahun 1983 menemukan bahwa tujuh dari sepuluh orang Amerika menonton, membaca, atau membicarakan sport setiap hari. Studi tersebut, yang adalah yang paling komprehensif yang pernah dilakukan mengenai keterikatan Amerika kepada sport, menemukan bahwa 35 juta orang adalah “sport fans yang kuat” yang menonton acara sport di televisi minimal sekali seminggu, dan dalam kasus tertentu, setiap hari. Saya yakin bahwa statistik ini bahkan lebih tinggi lagi hari ini. Pada tahun 1982, seorang komentator sport terkenal, Howard Cosell, sambil menyaksikan pertandingan football pada hari Minggu dengan jumlah penonton yang paling banyak dalam sejarah Texas, mengatakan “tim Cowboys lebih dari sekedar tim football di Dallas; mereka adalah agama.” Football dan basketball profesional telah menjadi ilah bagi Amerika. Di negara lain mungkin sepakbola. Ilah seseorang adalah sesuatu yang ia cintai dan layani, dan Allah membenci pemberhalaan. Para nabi dan rasul berbicara melawan berhala, dan kita juga perlu. “Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala” (1Yoh. 5:21).

This entry was posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *