Komentator Politik Mengatakan Bahwa “Allah Perjanjian Lama Adalah Seorang Pembunuh Masal Yang Psikotik”

(Berita Mingguan GITS 10Agustus2013, sumber: www.wayoflife.org)

Bill Maher, seorang pelawak dan komentator politik, baru-baru ini mengklaim bahwa Alkitab penuh dengan hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan menyatakan bahwa “Allah Perjanjian Lama adalah seorang pembunuh masal yang psikotik” (“Real Time with Bill Maher,” 26 Juli 2013). Ini adalah pemikiran seorang pelanggar hukum. Seorang pemerkosa yang tidak bertobat, atau seorang pencuri, atau bahkan seorang pelanggar lampu merah, tidak suka dengan hukum dan tidak berpendapat bahwa penegak hukum itu adil. Saya pernah menjadi juri dalam suatu pengadilan untuk mengadili seseorang yang dituduh mengendarai mobil sambil mabuk. Ketika kami menyatakan dia bersalah, dia menganggap kami tidak adil dan tidak masuk akal.

Allah dalam Alkitab (Yesus mengatakan bahwa Dia dan Allah Yehovah adalah satu) adalah Pribadi yang paling baik di alam semesta ini. Ia adalah kasih dan adalah sumber kasih. Tetapi Dia juga adalah Allah atas hukum dan keteraturan. Dia kudus dan adil. Dia adalah Hakim sekaligus Juruselamat. Sebagai Pencipta, Ia memiliki manusia dan punya hak untuk mengatur bagaimana manusia harus hidup. Ia memberikan manusia pertama, Adam, satu hukum saja, dan Adam melanggar hukum itu dan menerima penghukuman kematian. Allah bisa saja membiarkan situasinya seperti itu, tetapi Ia sendiri datang ke dunia ini dalam bentuk AnakNya untuk mengambil hukuman kita ke atas DiriNya sendiri. Yesus, Anak Allah, mati untuk musuh-musuhNya, dan sambil Dia menderita secara tidak adil di kayu salib, Ia berdoa, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Apakah kata-kata ini keluar dari “seorang pembunuh masal yang psikotik?”

Dalam Perjanjian Lama, Allah menunggu 400 tahun sebelum menghancurkan orang-orang Kanaan (Kej. 15:13-16). Bangsa-bangsa itu bisa saja bertobat seperti Niniwe, dan Allah dalam kasih karuniaNya, pasti akan mengampuni mereka (Yunus 3:5-10). Ketika kehancuran itu datang, itu adalah tindakan keadilan. Sama seperti pemerkosa dan pembunuh anak kecil merasakan pembalasan hukum manusia, orang-orang Kanaan menghancurkan diri mereka sendiri melalui pemberontakan terbuka melawan hukum moral Allah, yang tertulis dalam hati nurani manusia (Roma 2:14-15). Mereka mendatangkan penghakiman Allah atas diri mereka sendiri melalui penyembahan berhala, perzinahan, hubungan intim dengan binatang, inses, dan kejahatan lainnya melawan Allah yang kudus (Im. 18:1-3, 19-25). Mereka bahkan membakar anak-anak mereka sendiri (Ulangan 12:31).

Tidaklah salah bagi Allah yang kudus yang adalah pemberi hukum untuk menghukum mereka yang secara sengaja dan tanpa bertobat melanggar FirmanNya. Ketika Maher dan teman-teman liberalnya mendukung pembunuhan bayi yang belum lahir di rahim wanita, itu mereka anggap baik, tetapi ketika Allah menghukum para pelanggar hukum, mereka menganggapNya monster. Betapa munafik! Saya senang bahwa Allah tidak harus bertanggung jawab kepada Bill Maher atau kepada manusia manapun.

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.