Alkitab Disebut “Lebih Berbahaya dari Senjata Kimia”

(Berita Mingguan GITS 28September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari WorldNetDaily, 10 September 2013: “Sebuah video yang nampaknya dibuat oleh para pemberontak Islam di Syria mempertunjukkan sejumlah besar Alkitab dan materi Alkitab yang disita, seperti Kitab Yohanes, yang mereka sebut “lebih berbahaya dari senjata kimia.” Video itu muncul kemarin, sambil laporan-laporan dari Syria mengatakan bahwa para pemberontak Islam yang sedang memerangi pasukanPresiden Bashar al-Assad sedang ‘membebaskan’ desa-desa dan memaksa orang-orang Kristen di sana untuk masuk Islam atau mati. Orang-orang Kristen dilaporkan diculik dan dieksekusi, walaupun laporan-laporan ini saling bertentangan. Video baru tentang Alkitab-Alkitab yang disita ini diunduh oleh EretzZen, yang menggambarkan dirinya sebagai seorang Syria sekuler yang menentang ‘negara saya diubah menjadi negara mirip Taliban.’ Video itu menunjukkan tumpukan Alkitab bahasa Arab dan buku-buku lain. Sebuah papan bertuliskan peringatan: ‘O bangsa Muhammad, bangunlah. Karena ada hal-hal yang lebih berbahaya dari senjata kimia. Hati-hati kampanye Kristenisasi.’ Menurut situs EreztZen, syuting video itu terjadi tanggal 3 September di kota Syria Jarablus, di perbatasan Turki. … Koran London Daily Mail melaporkan orang-orang Kristen di desa Maaloula mengklaim para pemberontak Islam memerintahkan mereka untuk masuk Islam dengan ancaman maut. Laporan mengatakan bahwa pasukan oposisi, termasuk sebagian yang berkaitan dengan al-Qaida, berhasil mengontrol daerah itu. Satu penduduk Maaloula, menurut Daily Mail, mengatakan para pemberontak berteriak ‘Allahu Akbar,’ ketika mereka menyerang rumah-rumah dan gereja-gereja Kristen tidak lama setelah masuk ke daerah itu. Seorang Kristen mengatakan bahwa ia melihat para militan itu menangkap lima penduduk desa dan mengancam mereka sambil berkata, ‘Kamu masuk Islam, atau kamu akan dipancung.’”

This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *