Joel Osteen Menyalahkan Rasul Paulus, Petrus, dan Yohanes

(Berita Mingguan GITS 28September 2013, sumber: www.freerepublic.com)

Menurut Joel Osteen, gembala sidang Lakewood Church di Houston, Texas, para rasul dari abad pertama itu salah dan sudah kuno, dan secara tidak langsung dia mengatakan mereka Paulus, Petrus, dan Yohanes yang menulis mayoritas Perjanjian Baru adalah salah dan perlu diperbaiki. Ketika Osteen ditanya langsung mengenai apakah orang yang secara terbuka menjalani kehidupan homoseksual akan diterima ke dalam Kerajaan [Allah], Osteen menjawab: “Sudah pasti, siapapun diterima.” Joel mengakui bahwa ada hal-hal yang bersifat “dosa,” tetapi ia berkata, “Saya tidak menyinggung hal-hal ini dari mimbar.” Ketika ditanya apakah seorang gay/homoseksual akan masuk sorga, Joel Osteen menjawab, “Saya percaya mereka akan masuk.” Seperti pesan “injil” Osteen adalah versi yang sudah diperbaharui dan lebih inklusif dari versi 2000 tahun lalu, yang menurut Osteen terlalu sempit. Osteen berkata, “Saya mendukung semua orang. Saya tidak mau mengeluarkan siapapun. Yesus bisa menampakkan diri kepada siapapun.” Mengenai orang yang hidup dalam dosa terbuka, Joel mengatakan dengan tersenyum, “Saya tidak mau menghantam orang-orang itu. Saya tidak mau menentang orang-orang itu. Mereka orang-orang baik.”

Sebagai kontras, para Rasul mengatakan hal yang berbeda. Yudas tidak ragu-ragu menghantam para pendosa: “Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan” (Yudas 14-16). Istri Joel, baru-baru ini berkata dalam wawancara: “Kami mengejar orang-orang. Kami tidak mencoba untuk menghakimi dosa mereka. Kami mau menghibur mereka dan mengasihi mereka. Kamu hanya bisa memenangkan orang dengan cara menjangkau mereka.” Luar biasa! Mereka berfokus pada orang! Mereka tidak mau menghakimi dosa atau berbicara mengenai pertobatan dan kebenaran. Pada esensinya, Joel mempersalahkan para Rasul. Paulus misalnya, berkata kepada orang-orang Korintus, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah” (1 Korintus 6:9-10). Korintus terkenal karena immoralitas seksualnya, sehingga Paulus sangatlah salah untuk “menghakimi” orang-orang itu. Juga Paulus pastinya salah besar saat menulis kepada Roma: “Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka” (Roma 1:27).

Bukan hanya Paulus, Petrus juga salah total menurut Osteen, karena telah tidak bersikap inklusif dengan kata-kata berikut: “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Petrus 1:14-16). Apalagi kata-kata penuh “penghakiman” berikut yang dicatat oleh Rasul Yohanes: “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” (Wahyu 21:8). Tetapi tentu saja rasul Yohanes tidak tahu apa-apa, dan kita perlu mendengar Osteen, benar bukan?

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

23 Responses to Joel Osteen Menyalahkan Rasul Paulus, Petrus, dan Yohanes

  1. theresia says:

    ini menyedihkan..

    Joel lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas jemaatnya…
    sejujurnya,,saya dulu sering mendengar khotbahnya melalui siaran tv Kristen
    dan benar yang di khotbahkan,,cara bagaimana mendapat kebahagiaan dan promosi dalam hidup..
    itu tidak salah,,tapi TUHAN juga mengatakan bahwa kita perlu menegur saudara kita apabila ia bersalah bukan??

    Joel pendeta yang baik,,tapi bagaimanapun Alkitab itu Firman Allah. ia harus menghormati apa isi Alkitab karna dituliskan oleh orang-orang yang di-ilhamkan TUHAN..

  2. Dr. Steven says:

    Memang benar bahwa Joel lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas. Tetapi kesimpulan kita berbeda. Justru karena itu saya berkesimpulan dia bukan “pendeta” yang baik.
    Seorang yang tidak menghormati Alkitab juga tidak “baik” di mata Tuhan.

  3. paul says:

    pendeta ini tahu mana yg firman dan yg bukan firman tuhan. semakin dalam mempelajari injil semakin tersesat.

  4. Ema.M says:

    Joel Osteen hanya salah satu pendeta yg sesat yg mengatakan Homosexuality bukan dosa, ada beberapa gereja di USA yg sama seperti pendeta ini, seperti gereja Lutheran, Anglican dan beberapa gereja Methodist, berpendapat sama, mereka menyangkal isi alkitab atau firman Tuhan yg jelas jelas mengatakan bahwa, dosa homosexual, sama seperti dosa dosa lain juga, tidak akan masuk ke dalam kerajaan Allah ( 1 chorinthians 6:9-10 : Do you not know that the unrighteous will not inherit the kingdom of God? Do not be deceived. Neither fornicators, nor idolaters, nor adulterers, nor HOMOSEXUALS, nor sodomites, nor thieves, nor covetous, nor drunkards, nor revilers, nor extortioners will inherit the kingdom of God), entah apa yang ada dipikiran mereka, takut mengatakan kebenaran krn takut kehilangan jemaat kah? takut di protes para kaum liberal dan kaum homosexualkah? saya tidak mengerti, tp yg jelas firman Tuhan katakan bahwa akan muncul nabi nabi dan guru guru palsu dengan ajaran2 mereka yg sesat ( Matius 7:15 : “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas). Persenjatai diri kita dengan kebenaran firman Tuhan, gali isi firman Tuhan, sehingga tidak seorang pun yang bisa mengelabui kita dengan ajaran2 palsu mereka meskipun ajaran2 mereka di balut dengan kata kata manis. Ingat isi firman Tuhan ini : “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! ” Matius 7:21-23

  5. Bella says:

    Saya sangat kecewa,dengan apa yg saya alami.saat itu saya mencari2 akun Facebook milik beliau.Dan alhasil saya menambahkan beliau sebagai teman saya di Facebook.saat itu akun Facebook beliau telah mengkonfirmasi request saya,dan mengirimkan saya ucapan2 berkat.pertama2 sy semangat krn bs langsung mendapat pesan dari seorang pendeta yg saya kagumi selama ini.tp semakin lama percakapan beliau menyinggung masalah minyak urapan. Sya menjawab tdk tau apa2 mslah minyak urapan.namun Dia berkata minyak urapan bs membantu sy Dan keluarga lebih diberkati oleh Tuhan.dan mengatakan kalau anda percaya akan Hal itu anda harus melakukan sesuatu yg Tuhan mau.Dengan Oferring something? Saya tangkap maksudnya.Dan sy berkata,baiklah pak saya hanya seorang mahasiswi Dan masalah financial msi bergantung pada orang tua jd sya hanya bisa Offering something lewat doa bukan dengan Money.namun seketika sy blg tdk bs “offering”.percakapan beliau dgn sy di Facebook dihapus Dan sy diblokir Dr pertemanan.krn kecewa sy searching ttg ajaran2 sesat beliau Dan smakin mmbuat sy yakin bahwa ajaran Dan pelayannya tidak benar.Saya kecewa,Dan sangat menyayangkan perbuatannya.Syallom.

  6. Della says:

    S0, berd0a utk Beliau, Jemaatnya, serta smua y9 men9an99umi ajaran Beliau. Kita d0akan tp musti in9atkan Beliau ju9a. Tentunya dalam Kasih TUHAN Kita YESUS X’TUS.
    Peace 😉

  7. Misael Aldo says:

    TUHAN TIDAK BERKENAN DENGAN KETIDAK-KUDUSAN. TUHAN INGIN KEKUDUSAN! Itulah Firman TUHAN yang TUHAN sampaikan pada saya. Jadi sudah jelas pendapat Joel Oesteen itu SALAH TOTAL. Saya dipanggil sebagai nabi TUHAN pada Oktober 2014 melalui perjumpaan pribadi dengan TUHAN (Saya melihat TUHAN dan hampir buta selesai berdoa), dan panggilan serta tugas saya adalah tugas Musa, yakni menegakkan kebenaran. TUHAN adalah KASIH DAN HUKUM PADA SAAT YANG BERSAMAAN! TUHAN KASIH DAN ADIL DAN KEBENARAN. TUHAN ingin kita berubah. Bahkan TUHAN bilang, kekristenan sejati adalah menyangkal diri memikul salib dan mengikut Kristus. Kita harus belajar berpikir, bertindak, merasakan seperti Kristus. Kristen bukan sekedar agama saja, tapi harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Soal homoseksual itu sudah jelas salah, Anda bisa membacanya di blog saya: misaelprophet.blogspot.com. TUHAN secara langsung membimbing penulisan tiap artikel yang saya tulis, jadi itu semua pesan TUHAN bagi gereja. TUHAN INGINKAN KEKUDUSAN!

  8. novi says:

    Semua yg tertulis di dalam Alkitab adalah atas ilham Roh Kudus, smua penulis2 Alkitab di tuntun Tuhan utk menulis FirmaNya.. saya agak kecewa dgn komentar pdt ini.. setiap dosa itu kekejian di hdapan Tuhan.. tp klo sudah soal pertobatan itu sdh menjadi hubungan antara org yg brtobat dan Tuhan.. sbaikx hati2 dlm berbicara dan mendengarkan. jgn sampe kita di perdaya ajaran2 sesat.. ttaplah andalkan Tuhan Yesus Kristus..

  9. dave says:

    Saya tetap mengenal YESUS sbg pribadi yg tidak menghakimi siapapun.. trmsk mghakimi joel.
    Adalah Taurat yg mengajarkan kita sejak kecil utk mnghakimi kesalahan saudaramu.
    Yg memusuhi Yesus dan menyalibkan Yesus bkn pengikut setan.tp ahli2 taurat.
    Yg menjadikan PERBUATAN sebagai acuan menerima atau menolak atau menghakimi saudaranya.YESUS berkata janganlah menghakimi supaya km tdk dihakimi.
    Tp ketika kt hdp dlm taurat.kt akn scr alamiah mghakimi.kt tdk akan “lepas” dr penghakiman.

  10. Dr. Steven says:

    Yesus tidak menghakimi siapapun? He he… Ini pernyataan yang salah dan kacau, dan menunjukkan tidak paham apa arti “menghakimi”
    Baca Yohanes 5:22 “Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,”
    Baca Matius pasal 23.

    Baca tulisan Paulus: “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Tim. 4:2).

    Baca artikel: http://www.graphe-ministry.org/downloads/Menghakimi.pdf

    Menghakimi tidak ada hubungan dengan masalah Taurat. Menghakimi intinya adalah menyatakan benar salahnya sesuatu! Itu tugas seorang hakim. Kalau benar dinyatakan benar, jika salah dinyatakan salah. Setiap orang Kristen patut menghakimi dengan baik: “Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” (Yoh. 7:24)

  11. Rasnib says:

    Saya sangat sangat setuju dengan Dr Steven.

  12. J.Hendrik Soplantila says:

    Seorang hamba Tuhan adalah seorang yang sungguh2 mau mendengar apa yang dikatakan firman Allah baik melalui para nabi, Tuhan Yesus Kristus maupun para Rasul Jai bila seseorang menyalahkan apa yang telah diwahyukan/diinspirasikan Allah melalui para nabiNya, atau para RasulNya maka jelas bahwa orang tersebut bukanlah seorang hamba Tuhan yang baik dan benar. Jadi saya sama sekali tidak setuju dengan apa yang diungkapkan oleh saudara Joel Osteen. Dan saya menganggap bahwa dia sama sekali tidak mengerti betul betul tentang kebenaran yang diungkapkan oleh Alkitab.

  13. Denny says:

    Mengutamakan kuantitas drpd kualitas, si benar apa yg alkitab katakan akan tergenapi
    “”Banyak di panggil tapi sedikit yg dipilih””

  14. bunk nank says:

    hmmmmm….joel osteen…..

  15. kirmadi says:

    kenakanlah kelengkapan senjata rohani untuk melawat kuasa kegelapan yg semakin meningkat menjelang kedatangan Tuhan Yesus

  16. Dyan says:

    Sy memiliki pandangan ttg dosa..adlh ketika seseorg tdk percaya Yesus.that’s it..apa bedanya seorg homoseksual dgn seorg yg memandang wanita lain dan tertarik sec seksual??

  17. Dr. Steven says:

    Di satu sisi, benar bahwa jika seseorang tidak memiliki Yesus, maka ia adalah orang berdosa, dan ia akan binasa. Tidak peduli apakah dosanya seksual, homoseksual, berbohong, mencuri, atau apapun itu, semua adalah orang berdosa. Dan semua orang berdosa memerlukan Yesus. Dan ketika orang berdosa percaya Yesus, Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan dosanya.

    Di lain sisi, setiap dosa tentu memiliki ciri/sifat masing-masing. Dosa homoseksualitas, sedikit berbeda dengan dosa seksual yang masih dalam batas lelaki-perempuan.
    Pertanyaan anda: apa bedanya seorang homoseksual dengan seorang yang memandang wanita lain dan tertarik secara seksual?
    1. Ketertarikan homoseksual selalu adalah salah, dan tidak pernah bisa dibenarkan. Dosa homoseksual adalah dosa yang melawan “kodrat,” mirip dengan bestiality (manusia dengan binatang), dan keduanya disebut kekejian bagi Tuhan dalam Perjanjian Lama.
    2. Ketertarikan laki-laki terhadap perempuan bisa memiliki solusi yang baik, yaitu di dalam pernikahan. Pernikahan adalah salah satu benteng yang Tuhan berikan untuk melawan percabulan (1 Kor. 7:1-2)

  18. pirmanto says:

    cara menerangkan ini yang terbaik adalah cara berea.

  19. James says:

    Tidak boleh kita menyalahkan sebuah Gereja dari indifidu

  20. DEDDY says:

    ALKITAB adalah FIRMAN TUHANdan FIRMAN TUHAN itu YA dan AMIN,siapakah manusia yang dapat menyalakan ISI ALKITAB yang nota bene adalah FIRMAN TUHAN,jadi bukan setiap orang yg berseruh pada TUHAN yang akan di selamatkan,melainkan setiap orang yang melakukan FIRMAN TUHAN,banyak terpanggil sedikit terpilih,dan IMAN tanpa PERBUATAN pada hakekatnya adalah MATI.

  21. Dr. Steven says:

    Alkitab menyuruh kita menguji segala sesuatu (1 Tes. 5:21). Jika individu salah, maka ia salah. Jika gereja salah, maka ia salah.

  22. Nusky says:

    Compromise priest in usa is common?
    But in our Father’s Kingdom is for those pureheart in Him.

    Therefore be perfect, even as your Father in Heaven is perfect (Mat4:48)

  23. An says:

    Pada mulanya adalah firman firman itu bersama sama- sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah yohanes1:1-2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *