Wawancara Amy Grant Dengan “Media Massa Gay”

(Berita Mingguan GITS 21September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam wawancara pertamanya dengan perwakilan dari komunitas homoseksual, superstar musik Kristen kontemporer Amy Grant, mengatakan bahwa dia “pertama mengetahui tentang kelompok gay yang menjadi pendukungnya ketika dia berumur 18 tahun” dan dia berharap bahwa komunitas gay meresponi karyanya “karena pesannya yang inklusif” (“Amy Grant in Her First Gay Press Interview,” Between the Lines News, 23 April 2013). Penyanyi tersebut mengatakan bahwa dia merasa terhormat telah diundang untuk bernyanyi di sebuah pernikahan sesama jenis dan mengekspresikan filosofi “hidup dan biarkan hidup”nya yang tidak menghakimi, tanpa ada sedikit pun petunjuk tentang keperluan alkitabiah akan pertobatan dan kelahiran kembali dan tanpa peringatan tentang penghakiman ilahi. Amy memuji pernyataan berikut yang dibuat oleh seorang temannya: “Ketika kita belajar untuk memperhatikan tanpa menghakimi, maka kita telah memiliki kemampuan untuk mengetahui betapa melelahkannya memperhatikan dengan selalu menghakimi.” Ini bertentangan langsung dengan perintah-perintah Allah, seperti “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11).

Dalam sebuah edisi dari Heads Up! Gembala Sidang Buddy Smith menulis: “Keputusan Amy Grant untuk menyanyikan musik yang akan disukai oleh dunia yang terhilang telah diikuti oleh banyak sekali musisi. Sedihnya, para gembala sidang di seluruh dunia menemukan bahwa remaja pemuda mereka dipikat untuk menyeberangi jembatan-jembatan yang tidak eksis satu atau dua generasi yang lalu. Ada jembatan menuju Roma, jembatan menuju Las Vegas, jembatan ke Hollywood, jembatan ke Nashville, dan jembatan ke Wall Street. Beberapa tahun lalu saya sedang berkendaraan di sekitar perbatasan Texas/Mexico dekat Laredo. Sudah bertahun-tahun sejak saya ada di daerah itu, jadi saya salah belok dan malah bertemu sebuah jembatan baru yang menyeberangi Sungai Rio Grande. Ketika kami tinggal di Texas Selatan, ada sebuah jembatan kecil dua jalur di sana, tetapi sekarang menjadi jembatan besar delapan jalur! Demikian juga, papan kecil dan sempit yang menjadi jembatan kepada got kebusukan moral dan doktrinal yang dimiliki oleh dunia tanpa Kristus, sekarang telah menjadi jembatan besar dengan jalur-jalur luas, menuju kesesatan dan immoralitas, yang bertujuan untuk menghancurkan gereja-gereja kita! Amy Grant secara aktif dan penuh kesadaran membangun jembatan kepada dunia ini dengan menyanyikan lagu yang secara sengaja tidak mau mengkonfrontasi immoralitas dunia dan narsisme dunia. Dengan menyanyikan lagu-lagu yang menjadi candu bagi kelompok gay dan lesbian, dia mengimplikasikan bahwa mereka sangat diterima di dunianya dan dalam agamanya. Jembatan menuju dunia selalu bersifat dua arah. Tidak mungkin untuk dengan tersenyum memberikan pesan yang tidak konfrontatif kepada orang-orang yang jahat, lalu berharap mereka tidak membawa pandangan mereka, filosofi mereka, dan moral mereka, dan pernikahan gay mereka menyeberangi jembatan itu dan masuk ke dalam duniamu.” “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *