Pesta Injil Graham bagi Bangsa yang Suka Pesta

(Berita Mingguan GITS 19Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Memberitakan Injil di abad pertama adalah urusan serius. Terkandung di dalamnya adalah tuntutan agar manusia bertobat dair dosa-dosa dan penyembahan berhala mereka dan pemberontakan mereka melawan Allah. Contohnya adalah Paulus di bukit Mars berbicara kepada orang-orang Yunani, “Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat” (Kis. 17:30). Contohnya adalah Paulus mengatakan kepada orang-orang Roma bahwa tidak ada yang benar, satu pun tidak, dan bahwa murka Allah dinyatakan dari sorga atas semua manusia karena pemberontakan mereka. Contohnya adalah Yakobus yang berbicara kepada saudara-saudara Yahudinya, “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita” (Yak. 4:8-9). Contohnya adalah Yesus yang mengatakan kepada jemaat di Laodikia, “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (Wah. 3:15-16).

Itulah yang perlu didengar seluruh bangsa hari ini. Ketika Billy Graham masih pengkhotbah muda, ia terkadang menyampaikan hal itu, sebelum ia memilih pragmatisme kompromi di atas kesetiaan kepada Firman Tuhan dan menjadi salah satu orang paling populer di Amerika. Tetapi ia mengubah nadanya, dan anaknya Franklin mengikuti jejaknya. Mereka tidak lagi membuat “gospel crusade,” sekarang mereka membuat festival rock & roll. Mereka membuat pesta injil. Pada tanggal 8 November, Billy Graham Evangelistic Crusade mempromosikan “Pesat-Pesta Pengharapanku,” dan di dalamnya akan ada presentasi video Injil selama 29 menit yang akan ditampilkan kepada para peserta, yang akan diajak untuk “percaya Yesus.” Ini adalah metode penginjilan yang sangat dangkal. Sudah dapat dipastikan pesan video itu bukanlah bertobat atau binasa. Yang dibutuhkan dunia saat ini adalah bagi setiap gereja yang masih percaya Alkitab untuk mengkhotbahkan tiada selain kemahatinggian, kekudusan dan murka Allah, karena generasi manusia hari ini yang sudah dibesarkan dengan konsep harga diri sejak bayi tidak memahami keberdosaan mereka di hadapan Allah. Dan orang yang tidak paham tentang keberdosaannya tidak memahami dengan benar kasih karunia Allah. Dalam surat Roma, Paulus menghabiskan hampir tiga pasal mengkhotbahkan tentang kekudusan dan penghakiman Allah sebelum ia menyinggung pembenaran karena kasih karunia, tetapi penginjilan yang dilakukan hari ini banyak yang dangkal dan tidak menyinggung hal-hal ini.

This entry was posted in Misi / Pekabaran Injil, New Evangelical (Injili). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.