Uskup Homoseksual Menceraikan “Suami”

(Berita Mingguan GITS 10 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

V. Gene Robinson, uskup Gereja Anglikan pertama yang terang-terangan menyatakan diri homoseksual, kini menceraikan “suami”nya, Mark Andrew. Kedua orang ini “menikah” pada tahun 2010, ketika pernikahan sesama jenis dilegalisir di New Hampshire (““First Openly Homosexual Episcopal Bishop Divorces,” OneNewsNow, 4 Mei 2014). Pada tahun 1990, Robinson melanggar janji pernikahannya ketika ia meninggalkan istrinya dan dua putri yang kecil dan hidup bersama Andrew. Dalam sebuah pidato tanggal 29 April 2000, hari sebelum “parade gay” di Washington, D.C., Robinson mengatakan: “…kita dikasihi lebih dari imajinasi kita yang paling liar oleh Allah yang menciptakan kita apa adanya yang menyebutnya baik. Kami memproklamirkan hari ini bahwa kami juga membaca Alkitab kami, dan melalui suara banyak saksi-saksi, kami mendengar suara Allah – BUKAN mengatakan ‘kamu adalah kekejian,’ tetapi ‘kamu adalah terkasihku.’ Kami menyatakan memiliki klaim yang sama kepada juruselamat yang mengasihi kami sebagaimana kami ada, dan yang mati untuk menyelamatkan kami dari ‘banyaknya dosa dan kejahatan kami,’ yang TIDAK termasuk bahwa kami ini gay. Dan kami datang hari ini, untuk menyatakan klaim kami terhadap keanggotaan penuh – keanggotaan PENUH kami – dalam tubuh Kristus.” Dalam konvensi Episkopal tahun 2006, Robinson mengatakan, “Kita tidak menyembah Allah yang dikurung dalam Kitab Suci 2000 tahun yang lalu.” Dia mengutip John Fortunato, seorang penulis homoseksual yang mengklaim bahwa Allah mengunjungi dia dan mengkonfirmasi bahwa homoseksualitas itu tidak apa-apa jika “saling mengasihi.” Fortunato mengatakan, “Allah tersenyum dan dengan lembut mengatakan, ‘Bagaimana mungkin mengasihi itu salah? Semua kasih datang dari Aku” (“Two Minds in One Episcopal Body,” Christian Research Journal, vol. 29, no. 5, 2006). Pada tahun yang sama itu, Robinson meminta bantuan terhadap “alkoholisme.” Pada tahun 2009, Robinson memimpin doa berkat pada penahbisan Presiden Barack Obama.

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *