(Berita Mingguan GITS 24 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)
Kemunafikan dan ketidakkonsistenan gerakan Ekumene terlihat jelas baru-baru ini di Cairns Christian Ministers Network (CCMN, terletak di Cairns, Queensland, Australia). Pada tanggal 13 Januari, CCMN membuat suatu pernyataan bahwa mereka tidak mendukung kebaktian World Day of Prayer lokal pada bulan Maret, karena acara itu akan dilaksanakan di gereja Mormon. Pengumuman menyatakan bahwa “CCMN (secara korporat maupun individu) dengan tegas tidak mendukung kepercayaan gereja Mormon dalam bentuk apapun.” Dua hari kemudian, CCMN mengirimkan suatu pengumuman lain yang mempromosikan Kebaktian Blessing Cairns yang diadakan tahunan di Katedral Katolik St. Monica. Mereka mengatakan, “Kami percaya kamu akan diberkati juga tahun ini. Gembala-gembala dari sepuluh denominasi berpartisipasi tahun ini, memberi kesaksian jelas kepada kota kita bahwa kita sungguh adalah satu Gereja.” Tetapi mereka sebenarnya bukan satu. Mereka memisahkan kaum Mormon yang kasihan itu, walaupun Mormon juga memakai nama Kristus. Kelompok ekumene mengritik kaum “fundamental” sebagai orang-orang yang suka menghakimi dan bersikap Farisi karena menguji segala sesuatu berdasarkan Firman Allah, tetapi ketika mereka sendiri menghakimi kaum Mormon atau Unitarian atau yang lainnya, maka itu boleh-boleh saja. Ini tidak konsisten. Kalau mau memisahkan diri dari kesesatan, maka harus dilakukan konsisten. Jika boleh menghakimi sebagian sekelompok doktrin sebagai doktrin yang sesat, maka semua doktrin yang salah harus dinilai dan dihakimi juga. Jika boleh menghakimi “kristus” palsu Mormonisme dan injil palsu mereka berdasarkan 2 Korintus 11:4, maka sama bolehnya untuk menghakimi “kristus” palsu Roma yang berupa “roti hosti” dan injil sakramental mereka yang dimulai dari kelahiran melalui baptisan.
udah jelas ajaran mormon…….yg masalah kan ajarannya?