Hawking Mengatakan Bahwa Bumi Akan Binasa, Manusia Harus Membuat Koloni di Luar Angkasa

(Berita Mingguan GITS 20 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Stephen Hawking, “superstar fisikawan Inggris,” mengatakan bahwa sudah hampir pasti bumi akan dibinasakan oleh suatu bencana dan bahwa sangatlah penting bagi manusia untuk membuat koloni di luar angkasa. Ketika menjawab berbagai pertanyaan di BBC Reith Lecture pada bulan Januari, penulis buku A Brief History of Time itu mengatakan, “Walaupun peluang terjadinya bencana pada planet bumi pada suatu tahun tertentu cukup kecil, tetapi dengan berjalannya waktu peluang ini berakumuluasi, dan dalam seribu atau sepuluh ribu tahun ke depan boleh dikatakan hampir pasti terjadi. Sampai dengan waktu itu, seharusnya kita sudah menyebar ke luar angakasa, dan ke bintang-bintang lain, sehingga suatu bencana atas Bumi tidak akan mengakhiri manusia. Namun, kita belum mampu membuat koloni yang bisa berdiri sendiri di luar angkasa dalam minimal 100 tahun ke depan, jadi kita harus sangat berhati-hati selama periode waktu ini” (“Hawking: Humans at risk of lethal ‘own goal,’” BBC News, 19 Jan. 2016).

Karena Hawking mengakui dirinya sendiri sebagai seorang atheis dan evolusionis, semua yang dia katakan tentang pentingnya manusia tetap bertahan hidup adalah omong kosong. Jika manusia hanyalah suatu hasil kecelakaan proses evolusi, maka eksistensi manusia tidak memiliki makna. Nol. Sama sekali tidak ada. Semua ini tidak ada maknanya. Hanyalah Penciptaan oleh Allah yang memberikan arti sejati kepada kehidupan manusia. Kita berdoa untuk Mr. Hawking, supaya Allah membuka matanya untuk melihat keindahan sang Pencipta dan anugerah keselamatan yang telah Ia beli dengan mahal. Dua kali Alkitab berkata, “Orang bebal berkata dalam hatinya: Tidak ada Allah” (Maz. 14:1; 53:2).

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *