Komentar Noah Webster tentang Negara-Negara

(Berita Mingguan GITS 6 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Noah Webster, penulis dari Blue-Backed Speller dan American Dictionary of the English Language (salah satu kamus Inggris paling terkenal), adalah salah seorang tokoh yang sangat penting dan berpengaruh di sejarah awal Amerika. Pertobatannya pada tahun 1808, pada usia 49 tahun, membawa pengaruh drastis pada cara pikirnya, dan kerinduan hatinya sejak saat itu hingga akhir hidupnya yang panjang adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan Alkitab di Amerika. Dia yakin bahwa suatu republik yang bebas hanya bisa berdiri jika para warganya adalah orang-orang benar dan bjiak, dan dia percaya bahwa hanya Alkitab yang memiliki kuasa untuk menghasilkan warga negara seperti itu. Pada tahun 1835, dia mengeluarkan peringatan berikut: “Allah telah menyediakan hanya satu jalan saja, yang dengannya bangsa-bangsa dapat mempertahankan hak-hak dan kebebasan mereka: yaitu dengan ketaatan kepada hukum-hukumNya. Tanpa hal ini, suatu bangsa bisa saja hebat dalam hal populasi, hebat dalam kekayaan, dan hebat dalam kekuatan militer; tetapi ia pasti korup dalam moral, rusak dalam karakter, dan terbagi-bagi menjadi banyak faksi. Ini adalah aturan dari pemerintahan moral Allah, sepasti takhtaNya, dan tidak dapat berubah seperti keputusanNya; dan bangsa-bangsa yang mengabaikan aturan ini, sudah pasti akan mengalami banyak kejahatan internal, dan akhirnya kehancuran” (Noah Webster, Instructive and Entertaining Lessons for Youth, 1835).

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

1 Response to Komentar Noah Webster tentang Negara-Negara

  1. Lukas says:

    Bisa-bisa pancasila yang kita kenal berubah (misalnya Indonesia bukan lagi mayoritas Islam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *