Paus: Baptisan Menyatukan Semua Orang Kristen

(Berita Mingguan GITS 6 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini oleh Matt Costella, Fundamental Evangelistic Association, 26 Jan. 2016: “Lahir baru melalui baptisan (baptismal regeneration) – kepercayaan bahwa seseorang diselamatkan melalui baptisan, bukan melalui iman saja dalam pribadi dan karya Yesus Kristus – adalah suatu injil palsu yang dipegang oleh banyak denominasi ‘Kristen’ yang besar. Paus Fransiskus baru-baru ini menyatakan bahwa baptisan Kristen bukan hanya mendatangkan keselamatan bagi orang berdosa, tetapi adalah kunci bagi persatuan semua orang Kristen – Katolik, Ortodoks, dan Protestan. Kepada orang-orang yang mendengarkkannya selama Pekan Doa untuk Persatuan Kristen, sang Paus mendeklarasikan bahwa ‘kemurahan Allah, yang bekerja dalam baptisan, lebih kuat daripada perpecahan kita’ (Catholic News Agency, ‘Pope Francis: For Christians, Baptism Is Stronger Than Differences,’ 20 Jan. 2016). Menurut Paus, baptisan menciptakan ‘ikatan yang tak terceraikan antara kita orang-orang Kristen, sedemikian rupa sehingga, melalui baptisan, kita bisa menganggap sesama kita sebagai saudara sesungguhnya.’ Laporan CNA menggambarkan bagaimana Paus menunjuk kepada sebuah kolam baptisan kecil dari abad 12 di Katedral Lutheran di Riga, Latvia, dan mengatakan bahwa kolam kecil itu menyimbolkan asal usul iman yang diakui oleh semua orang Kristen, yaitu ‘baptisan kita yang sama.’ Biang keladi perpecahan, menurut Paus, adalah ‘egoisme, yang menanamkan benih-benih perpecahan, menutup diri, dan saling merendahkan dalam hati dan pikiran kita.’

Orang-orang Kristen hari ini perlu menyadari – terutama kaum injili yang terus menerus memuji Paus dan mengusahakan persatuan dengan Roma – bahwa injil palsu tentang baptisan yang menyesatkan, yang dipegang dan disebarluaskan oleh Gereja Roma Katolik, sungguh adalah kesesatan yang membinasakan. Baptisan hanyalah suatu perintah yang dilakukan oleh orang-orang yang telah mempercayai Kristus sebagai Juruselamat – suatu kesaksian ke luar tentang hubungan pribadi dengan Allah. Dan perlu dicamkan, bukanlah ‘egoisme’ yang menciptakan perpecahan antar gereja – doktrin yang sesat yang menciptakannya! Firman Allah memerintahkan orang percaya bukan hanya untuk memisahkan diri dari doktrin yang sesat dan orang-orang yang mempraktekkannya, tetapi juga memerintahkan orang Kristen untuk ‘berjuang’ untuk mempertahankan iman dan memperingatkan tentang ‘serigala dalam bulu domba’ yang mencoba untuk menghancurkan kawanan dan menarik murid bagi diri mereka sendiri.”

This entry was posted in Ekumenisme, Katolik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *