Ilmuwan Babilonia Kuno Memiliki “Matematika Canggih”

(Berita Mingguan GITS 6 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Penelitian mutakhir oleh astrofisikawan, Mathieu Ossendrijver, menggunakan tablet-tablet kuno di British Museum, telah menemukan bahwa sejak sekitar 1800 SM, orang Babilonia telah menggunakan “model geometris yang kompleks yang terlihat mirip bentuk awal dari kalkulus integral untuk menghitung jalur perjalanan Jupiter” (“Babylonians tracked Jupiter with fancy math,” Live Science, 28 Jan. 2016). Tablet-tablet yang dianalisis oleh Ossendrijver itu berasal dari tahun 1800an SM hingga 50 SM. Orang Babel mengembangkan “ide-ide matematika dan geometri yang abstrak tentang hubungan antara pergerakan, posisi, dan waktu, yang begitu mendasar bagi fisikawan ataupun matematikawan modern” (“Math whizzes of ancient Babylon figured out forerunner of calculus,” Science, 28 Jan. 2016). Alexander Jones dari New York University mengatakan, “Konsep-konsep seperti ini tidak ada di Eropa sebelum abad 14. Munculnya konsep ini [di Babilonia] menunjukkan betapa cemerlangnya ahli-ahli Mesopotamia yang tidak kita ketahui namanya tersebut, yang merancang matematika astronomi Babilonia.” Jalur perjalanan Jupiter penting bagi orang Babel, karena dewa utama mereka, Marduk, diidentifikasikan dengan planet ini. “Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi” (Kej. 11:4).

This entry was posted in Arkeologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *