Sologami: Menikahi Diri Sendiri

(Berita Mingguan GITS 20 Mei 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Sologami, atau menikahi diri sendiri, adalah contoh ekstrim mengasihi diri sendiri dalam zaman mengasihi diri sendiri ini, dan terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Sologami dimulai sekitar 15 tahun yang lalu di California, dan telah menyebar ke seluruh Amerika dan juga negara-negara lain. Praktek ini, yang sejauh ini belum mendapatkan pengakuan legal apapun, dapat dilakukan secara pribadi saja, atau bisa juga melibatkan acara penikahan yang mewah. Salah satu promotor utama dari sologami adalah Sasha Cagen, seorang guru self-esteem dan penulis dari Quirkyalone: A Manifesto for Uncompromising Romantics (2004). Website IMarriedMe.com memberikan berbagai rencana penikahan diri sendiri, termasuk cincin kawin yang dipakai “untuk mengingatkan dirimu setiap hari untuk mencintai dirimu sendiri.” Sebuah perusahaan Kanada, Marry Yourself Vancouver, menawarkan jasa konsultasi dan fotografi. Erika Anderson, seorang sologamis, yang memakai gaun pernikahan putih saat dia menikahi dirinya sendiri di hadapan keluarga dan teman-teman, diwawancara baru-baru ini oleh WUSA9 dari Washington D.C. Dia mengatakan, “Saya akan menggambarkan hal ini sebagai acara seorang wanita mengatakan ya kepada dirinya sendiri. Ini berarti kita sudah cukup, bahkan jika kita tidak berpasangan dengan orang lain” (“People are marrying themselves,” WUSA9, 12 Mei 2017). Sologami tidak terbatas pada para feminis. Pada tahun 2007, Liu Ye menikahi dirinya sendiri dalam sebuah acara penikahan Cina tradisional di Guangzhou, yang dihadiri oleh 100 tamu. “Pengantin wanita”nya adalah sebuah foto dirinya sendiri sedang memakai pakaian pernikahan berwarna merah (“Chinese Man Marries Himself,” Digital Journal, 29 Jan. 2007). Media tersebut melaporkan bahwa “seorang psikologis menggambarkan pengantin pria/wanita tersebut tidak normal.” Sungguh benar. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama…” (2 Tim. 3:1-2).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *