Tokoh-Tokoh “Injili” Melepaskan Iman Mereka

(Berita Mingguan GITS 1 Mei 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Gerakan Injili modern (yaitu Injili Baru atau New Evangelicalism) adalah penggenapan dari 2 Timotius 4:3-4, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” Gerakan Injili yang populer ini tidak menginginkan doktrin yang sehat; mereka menyukai dongeng; mereka mengejar keinginan sendiri, lebih peduli tentang “kebebasan” daripada kekudusan dan ketaatan. Musik Penyembahan Kontemporer adalah salah satu jalur menuju “gereja besar” gerakan Injili Baru, dan sekali kamu masuk ke dalam perairan rohani yang berbahaya ini, tidak dapat diprediksi akan sampai ke mana kamu nanti. Banyak yang berakhir pada atheisme. Perhatikan beberapa contoh: Pada bulan Mei 2019, DAVID GASS, dengan 20 tahun pengalaman menggembalakan gereja-gereja Injili, termasuk Grace Family Fellowship di Pleasant Hill, Missouri, membuat pengumuman berikut di Twitter: “Saya melangkah pergi dari iman. Walaupun ini bagaikan jatuhnya bom besar dalam hidup saya, sebenarnya langkah merupakan hasil pemikiran puluhan tahun.” Dia mengakui bahwa dia tidak pernah percaya dengan kuat kepada Kristus, dan selalu mempunyai keragu-raguan. Lebi lanjut lagi, dia berkata, “pernikahan saya adalah suatu tipuan, doa tidak pernah dijawab, mujizat tidak pernah terjadi.” Pada bulan Juli 2019, JOSHUA HARRIS, penulis dari buku terlaris I Kissed Dating Goodbye, yang dianggap sebagai seorang ahli dalam hal pernikahan dan pendidikan anak, melepaskan iman kepada Kristus, mengatakan bahwa dia akan menceraikan istrinya, dan mengumumkan bahwa dia bahagia dan damai dalam mengikuti “hati”nya. Pada bulan Agustus 2019, MARTY SAMPSON, salah satu pemimpin penyembahan dan penulis lagu untuk Hillsong, mengumumkan bahwa iman Kristianinya “berada pada dasar yang sangat rapuh.” Dia sedang serius memikirkan atheisme, dan dia “sangat bahagia sekarang, begitu damai dengan dunia.” Pada Mei 2020, JON STEINGARD, penyanyi dan pemain gitar untuk rock band Kristen Hawk Nelson, dan juga seorang anak gembala sidang, mengumumkan di Instagram bahwa dia sekarang seorang agnostik. “Saya sekarang menemukan bahwa saya tidak lagi percaya akan Allah. … Proses menuju kalimat tersebut sudah berlangsung beberapa tahun. …Itu seperti menarik benang pada sebuah baju sweater, dan suatu hari menemukan bahwa sudah tidak ada sisa sweater lagi.” Steingard mengatakan bahwa dia menikmati “kebebasan” barunya. Pada bulan April 2021, PAUL MAXWELL, seorang penulis terkenal, mengumumkan pelepasan imannya di Instagram. “Saya rasa sangatlah penting untuk mengatakan bahwa saya bukan seorang Kristen lagi, dan ini rasanya hebat. Saya sangat bahagia.” CATATAN KESIMPULAN: Saya memiliki pengalaman yang sebaliknya dari orang-orang ini. Saya tidak pernah meragukan Allah sejak saya bertobat pada tahun 1973, dan iman saya pada Alkitab sebagai Firman Allah yang tidak ada salah dan pada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat telah bertumbuh semakin kuat dengan berlalunya setiap tahun. Saya memiliki ribuan alasan untuk percaya bahwa Allah eksis dan bahwa Alkitab adalah pewahyuanNya yang ilahi kepada manusia. Saya telah terus menerus menyaksikan jawaban terhadap doa. Bagi yang ingin memahami mengapa “gerakan Injili” berada dalam kerusakan yang begitu mendalam, kami merekomendasikan buku New Evangelicalism: Its History, Characteristics, and Fruit, yang tersedia sebagai eBook gratis di www.wayoflife.org. “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Roma 1:20).

This entry was posted in New Evangelical (Injili). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *