Sumber: www.wayoflife.org
Total pembayaran untuk gugatan hukum terkait pelecehan seksual oleh Gereja Katolik Roma di Amerika selama 20 tahun terakhir telah melampaui $5 miliar dan kemungkinan besar melebihi $6 miliar (bishop-accountability.org). Sebuah organisasi Katolik konservatif mendokumentasikan masalah memprihatinkan ini dalam majalah Ad Majorem Dei Gloriam edisi musim gugur/dingin tahun 2002, dengan catatan: “[S]ebagian besar kasus pelecehan seksual di Gereja Katolik — sekitar 90% — melibatkan imam homoseksual yang memangsa remaja laki-laki. Media arus utama dan budaya AS secara umum ingin menyangkal atau membelokkan isu faktor homoseksual dari skandal tersebut.”
Meskipun kami tidak menaruh simpati kepada Gereja Katolik Roma dalam perkara tercela ini, kami juga ingin berkomentar bahwa sistem peradilan di Amerika pun korup. Jika seorang “pelayan” agama —dari aliran mana pun — bersalah melakukan kejahatan keji, ia harus dimintai pertanggungjawaban dan menanggung akibat perbuatannya; dan jika rekan sesama “rohaniwan” terbukti berkontribusi pada kejahatan tersebut dengan mencoba menutup-nutupinya, maka ia pun harus dimintai pertanggungjawaban. Namun, satu kelompok gereja secara keseluruhan — bahkan yang ajarannya tidak sesuai Alkitab sekalipun — seharusnya tidak menghadapi ancaman kebangkrutan akibat ulah pengacara yang serakah, sebagaimana yang secara tidak adil dimungkinkan oleh sistem saat ini.
Sistem peradilan Amerika tidak lagi mengutamakan keadilan bagi mereka yang telah dizalimi; sistem ini berorientasi pada uang, yang dikuras dari setiap korban yang jatuh ke dalam cengkeramannya yang tanpa empati. Berikut adalah kasus-kasus penyelesaian hukum terkini sebagaimana dilaporkan oleh EWTN News: Pada tahun 2026, Keuskupan Camden, New Jersey, menyepakati penyelesaian senilai $180 juta bagi lebih dari 300 “korban pelecehan oleh rohaniwan”; Keuskupan Agung Chicago sepakat membayar $5,5 juta kepada “sembilan penyintas pelecehan”; …dan Ordo Fransiskan California mengumumkan penyelesaian senilai $20 juta untuk “94 klaim pelecehan seksual terhadap anak,” langkah yang diambil setelah pihak Ordo mengajukan kebangkrutan beberapa tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, Keuskupan Syracuse (New York) sepakat membayar $176 juta untuk menyelesaikan kasus-kasus pelecehan ($76 juta di antaranya ditanggung oleh perusahaan asuransi); Keuskupan Rochester (New York) sepakat membayar $246 juta kepada “para penyintas pelecehan oleh rohaniwan”; dan Keuskupan Buffalo sepakat membayar $150 juta. Pada tahun 2024, Keuskupan Agung Chicago menyelesaikan sebuah kasus pelecehan dengan nilai $950.000; Keuskupan Rockville Centre (New York) sepakat membayar $323 juta; dan Keuskupan Agung Los Angeles menyepakati pembayaran yang mendekati angka $1 miliar kepada “para korban pelecehan.” Pada tahun 2022, Keuskupan Agung Chicago membayar hampir $3 juta.