Super-Koloni Semut

(Berita Mingguan GITS 15 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen” (Amsal 6:6-8). Riset paling mutakhir mengenai superkoloni dari semut membuat semakin jelas kerajinan binatang kecil ini yang sudah melegenda, sebagaimana dijelaskan secara efektif dalam Firman Tuhan. Superkoloni ditemukan pada tahun 1920an oleh Dr. Eugene Marais. Salah satu superkoloni ini “terdiri dari 33 populasi semut yang terpisah di suatu rentang wilayah sepanjang 3,7 mil di pantai Mediterania, dengan lebih dari satu milyar pekerja dalam jutaan sarang individu” (“The World’s Most Amazing Structures Not Built by Humans,” Gizmodo.com, 6 Maret 2014). Dr. Louis Fortune menelusuri sebuah superkoloni semut putih dengan cara menuangkan 10 ton semen ke dalam lubang-lubang mereka. Terowongan-terowongan yang dibuat oleh semut-semut itu sedemikian padat, sehingga semen itu tersebar ke seluruh koloni dan ketika tanah di sekelilingnya dihilangkan, seluruh struktur yang luar biasa itu menjadi terlihat. Para semut telah “menciptakan suatu kota bawah tanah yang kompleks, lengkap dengan taman jamur, tempat mengasuh anak, peternakan-peternakan susu, lubang-lubang sampah, dan jaringan ventilasi. Terlihat seperti desain dari seorang arsitek – satu otak – namun ini diciptakan oleh suatu ‘organisme super’ – yaitu koloni semut” (“Giant Termite City Excavated,”Digital Journal, 15 Feb. 2009). “Ada jalan-jalan raya bawah tanah yang menghubungkan kamar-kamar utama, dan lepas dari jalan-jalan arteri ada jalan-jalan kecil. Terowongan-terowongan didesain untuk menyediakan rute transportasi terdekat.” Diperkirakan bahwa semut-semut itu memindahkan 40 ton tanah untuk membangun kota mereka. “Milyaran keping tanah dibawa oleh semut-semut ke permukaan, setiap keping empat kali lebih berat dari semut pekerja, dan dalam rasio manusia, dibawa satu kilometer ke permukaan. Ini seimbang dengan pembangunan tembok besar Cina. Ini adalah sungguh keajaiban dunia” (www.youtube.com/watch?v=tyBf3GcGX64).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Korea Utara – Misionari Dilepaskan, Orang-Orang Kristen Dieksekusi

(Berita Mingguan GITS 15 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
John Stort, seorang misionari 75 tahun yang ditangkap di Korea Utara tanggal 16 Februari, dilepaskan pada tanggal 2 Maret. Misionari Australia itu, yang tinggal di Hong Kong, dipaksa untuk menulis sebuah “pengakuan” dan “permintaan maaf” karena melakukan “suatu tindakan kriminal dengan cara secara rahasia menyebarkan traktat-traktat Alkitab saya” (“Australian Christian Missionary John Short,” The Christian Post, 7 Maret 2014). Seorang misionari Amerika, Kenneth Bae, tetap dipenjara. Dia ditangkap pada November 2012 dan divonis 15 tahun kerja paksa karena “mencoba menggulingkan pemerintah melalui aktivitas agama.” Juga dilaporkan minggu ini bahwa Kim Jong Un telah memerintahkan eksekusi atas 33 orang “atas tuduhan berusaha menggulingkan rezim dengan cara menerima uang untuk mendirikan 500 gereja bawah tanah” (“North Koreans Face Execution,” The Chosunilbo, Chosun, South Korea’s English news media, 10 Maret 2014). Uang itu katanya diterima dari misionari Baptis, Kim Jung-wook, yang ditangkap tahun lalu, tetapi sebuah sumber di Cina mengatakan bahwa dia diculik oleh agen-agen Korea Utara di Dandong. Korea Utara adalah negara yang paling opresif di dunia. Negara itu menjalankan kamp-kamp konsentrasi, tempat para tahanan diperlakukan dengan brutalitas yang mengerikan. Mantan penjaga penjara, Ahn Myong-chol menggambarkan para tahanan sebagai “kerangka tulang berjalan dan orang-orang lumpuh dengan baju compang-camping.” Sejumlah besar tahanan mati karena kelaparan, penyakit, kecelakaan kerja, dan penyiksaan. Dalam sebuah kesaksian di hadapan DPR AS pada tahun 2002, Lee Soon-ok mengatakan bahwa “kebanyakan dari 6000 tahanan yang ada di sana ketika saya tiba tahun 1987, telah secara diam-diam mati di bawah kondisi penjara yang kejam ketika saya keluar tahun 1992” (“Testimony of Ms. Soon Ok Lee, North Korean prison camp survivor,” United States Senate Hearings). Telah diperkirakan bahwa 200.000 orang saat ini sedang dipenjarakan dalam kamp-kamp konsentrasi Korea Utara, dan bahwa 20 hingga 25 persen mati setiap tahunnya. Desember yang lalu, diktator Kim Jong Un membunuh pamannya sendiri, katanya bersama seluruh keluarganya.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Neanderthal Yang Pintar

(Berita Mingguan GITS 15 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
“Riset-riset terbaru” mengenai tulang hyoid milik manusia Neanderthal telah menemukan bahwa “para Neanderthal bisa jadi telah berbicara dalam bahasa-bahasa yang tidak jauh berbeda dari yang kita pakai hari ini” (“Talking Neanderthals Challenge the Origins of Speech,”Science Daily, 2 Maret 2014). Sebuah tim internasional memakai pemindaian x-ray 3D, dipimpin oleh Stephen Wroe dari University of New England, membandingkan sebuah “tulang hyoid Neanderthal berusia 60.000 tahun,” dengan milik “manusia modern,” dan menyimpulkan bahwa “dalam hal perilaku mekanis, hyoid milik Neanderthal secara mendasar tidak bisa dibedakan dari punya kita, memunculkan suatu sugesti kuat bahwa bagian kunci dari organ suara ini dipakai dengan cara yang sama.” Ini adalah contoh lain bagaimana para ilmuwan yang percaya evolusi berhasil membantah evolusi itu sendiri. Sepanjang abad 20, mulai dari ditemukannya sebuah kerangka manusia lengkap di Perancis, Neanderthal telah dipresentasikan sebagai “mata rantai yang hilang,” suatu kombinasi manusia-kera, suatu simbol evolusi yang prominen. Pada tahun 1909, Marcellin Boule melaporkan kepada French Academy of Sciences bahwa Neanderthal berjalan dengan kaki agak menjinjit seperti kera, dengan pola langkah lutut tertekuk, dan “pastinya memiliki kemampuan psikis yang sangat sederhana … dan bahasa bunyi-bunyian yang paling sederhana.” Boule mengulangi hal ini dalam bukunya Fossil Men, tahun 1957 (hal. 251).
Pada tahun 1930, Frederick Blaschke membuat model sebuah keluarga Neanderthal dalam setting sebuah gua, menggambarkan mereka bongkok, hanya setengah berpakaian, menggenggam tulang-tulang, dan dengan ekspresi wajah yang sangat bodoh. Ini ditayangkan secara promine di Field Museum of Natural History di Chicago dan disalin di banyak sekali buku teks, ensiklopedia, jurnal, majalah populer, koran, dan museum-museum. Ini adalah pandangan yang prevalen selama lebih dari setengah abad. Ini bukan sains, ini adalah pembuatan mitos. Sejak tahun 1970an, Neanderthal mengalami transformasi perlahan. Kini sudah diakui umum bahwa Neanderthal adalah makhluk yang kompleks (mereka merawat yang sakit dan tua, menguburkan orang-orang mati mereka, dan mempraktekkan agama), yang bisa membuat dan menggunakan berbagai jenis peralatan, memakai lem, menempelkan ujung yang tajam kepada tombak kayu menggunakan tali kulit, membuat jarum dari tulang, membangun tempat tinggal bertembok dengan tempat api untuk memasak dan berdiang, membuat ornamen-ornamen dan patung-patung dari tulang, gading, dan kayu licin, dan bahkan memainkan seruling dengan sistem musik tujuh not yang dipakai di dunia modern (Marvin Lubenow, Bones of Contention, hal. 239-244, 254-257). Apakah kaum evolusionis telah meminta maaf karena kesalahan yang telah mereka timpakan ke atas dunia? Sama sekali tidak.
Editor: Kesimpulannya Neanderthal adalah sepenuhnya manusia. Mereka adalah bagian dari keturunan Nuh yang tersebar setelah peristiwa menara Babel.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Cho Yonggi Terbukti Menggelapkan Uang

(Berita Mingguan GITS 8 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
David Yonggi Cho, pendiri dari Yoido Full Gospel Church di Seoul, yang sejak lama disebut-sebut sebagai gereja terbesar di dunia, pada tanggal 20 Februari dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena melanggar kepercayaan dan korupsi (“David Yonggi Cho,” The Gospel Herald, 21 Feb. 2014). Cho ditemukan bersalah atas tindakan merugikan gereja sebesar $12 juta dengan cara menyuruh pejabat gereja membeli saham yang dimiliki putra sulungnya, Cho Hee-jun, dengan harga empat kali lipat harga pasar. Hukuman tiga tahun bagi David Cho ditangguhkan, tetapi dia diperintahkan untuk membayar denda $4,7 juta. Cho Hee-jun, dijatuhi hukuman tiga tahun (tidak ditangguhkan) karena berkolusi dengan ayahnya. Pada tahun 2011, Cho dituduh oleh 29 penatua gereja melakukan penggelapan uang $20 juta. Cho yang nampak “sukses” dari segi jumlah orang, menjadi salah satu pengkhotbah yang paling berpengaruh di dunia di kalangan angkatan yang gila pragmatisme ini. Dia bergerak bebas di kalangan “injili” dan telah dipromosikan oleh orang-orang seperti gembala Southern Baptis Rick Warren, Peter Wagner dari Fuller Theological Seminary, Bill Hybels dari Willowcreek, dan Elmer Towns, yang bersama Jerry Falwell mendirikan Liberty University.
Cho mengklaim bahwa dia menerima panggilan untuk berkhotbah langsung dan secara pribadi dari Yesus, yang menampakkan diri kepadanya sambil berpakaian pemadam kebakaran (Dictionary of Pentecostal and Charismatic Movements). Cho mengatakan bahwa Allah menjanjikan kesembuhan dan kemakmuran bagi setiap orang percaya. Sebenarnya, ini adalah bagian dari “injil lima bagian” yang dia ajarkan. Menurut data tahun 2005, Yoido Full Gospel Church memiliki 527 gembala sidang, 279 di antaranya wanita. Dalam bukunya, The Fourth Dimension, Cho mengajarkan salah satu kesesatan Word-Faith yang disebut “Law of Incubation.” Dia mengklaim bahwa orang-orang percaya dapat menciptakan realita dengan cara membentuk suatu gambaran mental yang tepat akan tujuan yang mau dicapai, lalu mengucapkannya untuk menjadi nyata, walaupun “hukum” ini sepertinya belakangan ini tidak begitu bekerja baginya. Dalam buku The Healing Epidemic, tahun 1998, Dr. Peter Masters, gembala utama dari Metropolitan Tabernacle di London, memperingatkan: “Apakah bahan bangunan dari gereja terbesar di dunia? Jawabannya adalah, berhala pencampuran pengajaran Alkitab dengan teknik-teknik pikiran yang kafir. …Ini adalah tipe gereja yang telah menggerakkan banyak sekali pengajar-pengajar Kristen yang mudah terpukau untuk bergabung dengan kereta penyembuhan-nubuat. Kita perlu sangat berhati-hati di zaman sekarang ini.”

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Orang-Orang Kristen Siria Dipaksa Menerima Perhambaan Dhimmi

(Berita Mingguan GITS 8 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Syrian Christians,” The Times of Israel, 27 Feb. 2014. Kita tahu bahwa istilah “Kristen” di Timur Tengah seringkali mengacu kepada suatu bentuk sakramentalisme, seperti Katolikisme atau Ortodoksi, dan bukan benar-benar kekristenan yang Alkitbiah. Ini bahkan bisa terlihat jelas dari tuntutan para Muslim dalam laporan berikut ini. Namun tetap saja peristiwa-peristiwa ini adalah tindakan penganiayaan dan seharusnya menjadi perhatian setiap orang percaya. Berikut adalah laporannya: “Para pemimpin Kristen di kota Raqqa, Siria utara, yang ditangkap oleh sebuah organisasi yang pernah berafiliasi dengan al-Qaeda, telah menandatangani sebuah dokumen pernyataan berserah minggu ini, yang melarang mereka untuk mempraktekkan kekristenan di depan umum agar mereka dilindungi oleh para penguasa Islam yang di atas mereka. Dokumen itu, yang bertanggal hari Minggu dan disebarkan melalui akun-akun Twitter Islamis, menyatakan bahwa komunitas Kristen di propinsi Raqqa, yang ditangkap Maret lalu oleh Islamic State of Iraq dan the Levant (ISIS), baru-baru ini diberikan tiga opsi: masuk Islam; tetap Kristen tetapi mengaku menyerah kepada Islam; atau ‘menghadapi pedang.’ Mereka memilih yang kedua dari pilihan-pilihan itu, yang dikenal juga sebagai kondisi dhimmi (dhimmitude). …Menurut hukum Islam klasik, orang-orang Kristen dan Yahudi yang hidup di bawah kekuasaan Muslim harus membayar suatu pajak yang dikenal sebagai jizya, sebagai balas untuk perlindungan dari penguasa Muslim tersebut, yang dikenal sebagai dhimma. …Untuk itu, orang-orang Kristen harus setuju kepada daftar persyaratan: tidak boleh merenovasi gereja atau biara di Raqqa; tidak boleh mempertunjukkan salib atau simbol-simbol agamawi di muka umum atau menggunakan loudspeaker saat berdoa; tidak boleh membaca Kitab Suci di dalam rumah dengan suara yang cukup keras sehingga orang Islam yang berdiri di luar bisa mendengarnya; tidak boleh mengambil aksi subversif melawan orang Muslim; tidak boleh melakukan seremoni agamawi apapun di luar gereja; tidak boleh melarang orang Kristen manapun yang mau masuk Islem; harus menghormati Islam dan orang Muslim dan tidak mengatakan apa-apa yang menyinggung mereka; membayar pajak jizya seharga empat dinar emas bagi yang kaya, dua bagi yang biasa-biasa, dan satu bagi yang miskin, dua kali setahun, untuk setiap orang Kristen dewasa; tidak minum alkohol di depan umum; dan berpakaian sopan.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Pasangan Lesbian dalam Disney Channel

(Berita Mingguan GITS 8 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Tidak mengherankan, Disney Channel mempromosikan “pernikahan” homoseksual dalam program anak-anak mereka. Sebuah episode “Good Luck Charlie” yang ditayangkan baru-baru ini berisikan seseorang dengan dua ibu yang lesbian. Seorang perwakilan Disney mengatakan, “Cerita yang satu ini dikembangkan sambil berkonsultasi dengan ahli-ahli perkembangan anak dan penasihat komunitas. Sama seperti semua program Disney, yang satu ini dikembangkan agar relevan bagi anak-anak dan keluarga-keluarga di seluruh dunia dan mewakili tema-tema keberagaman dan inklusivitas” (“Taylor Has Two Moms,”The Blaze, 27 Jan. 2014). Michael Eisner meninggalkan istrinya dan “menikahi” seorang laki-laki pada tahun 1996, dan pada waktu itu ia memiliki 60% saham Disney. Disney World yang di Orlando, Florida, memiliki hari khusus tema homoseksual, dan pada hari itu karakter-karakter Disney, Mickey Mouse dan Donald Duck, digambarkan sebagai pasangan homoseksual. Pada dekade-dekade awalnya, Disney dianggap sebagai hiburan keluarga yang sehat, tetapi sejak lama organisasi ini telah mengusung agenda anti-Tuhan. Main Street di Disneyland, yang dibuka tahun 1955, tidak memiliki gereja, walaupun ada gereja di hampir semua jalan besar Amerika pada waktu itu. Disney telah lama mempromosikan sihir dan mistikisme okultik sebagai hiburan “tidak berbahaya” walaupun Firman Tuhan melarang keterlibatan dengan hal-hal seperti itu dengan kata-kata yang keras sekali. Disney mempromosikan mitos adanya sihir hitam dan sihir putih. Sebenarnya, semua sihir berasal dari Iblis dan berada di bawah hukuman Tuhan. Film Disney Bedknobs dan Broomsticks mengusung sihir penuh, termasuk suatu kutuk dari Ashtaroth, dewi kesuburan Kanaan kuno yang menjadi batu sandungan bagi orang Israel dan yang menjadi sebab kehancuran bangsa-bangsa Kanaan. Melalui anak-anak perusahaannya, Miramax dan Hollywood Pictures, Disney telah mempublikasikan banyak sekali film yang kotor, yang memperlihatkan ketelanjangan penuh, ataupun inses.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Salah Satu Pendiri Greenpeace Memberitahu Senat AS Bahwa Tidak Ada Bukti Manusia Menyebabkan Perubahan Iklim

(Berita Mingguan GITS 8 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Greenpeace Co-founder,” The Independent, U.K., 28 Feb. 2014: “Salah satu pendiri Greenpeace, Patrick Moore, telah membuat marah kelompok-kelompok aktivis lingkungan setelah ia mengatakan bahwa perubahan iklim ‘tidak disebabkan oleh manusia’ dan bahwa ‘tidak ada bukti ilmiah’ untuk mendukung panik yang disebabkan oleh global warming. …’Tidak ada bukti ilmiah bahwa emisi karbon dioksida oleh manusia adalah penyebab dominan terjadinya sedikit penghangatan atmosfir bumi selama 100 tahun terakhir,’ ia berkata kepada sebuah Komite di Senat AS. ‘Jika ada bukti seperti itu, pasti sudah ditulis di mana-mana untuk dilihat semua orang. Tidak ada bukti sejati, sebagaimana dipahami sains, yang eksis.’ …Pendiri Greenpeace itu berargumen bahwa peningkatan suhu atmosfir di permukaan bumi sudah mulai sejak Zaman Es ketika CO2 ’10 kali lebih tinggi dari hari ini, namun ternyata kehidupan manusia berkembang’ pada waktu itu. …Moore ikut mendirikan grup aktivis lingkungan tersebut waktu ia seorang mahasiswa PhD dalam bidang Ekologi di tahun 1971. Ia meninggalkan Greenpeace pada tahun 1986 setelah kelompok itu menjadi lebih tertarik kepada politik daripada sains. ‘Setelah 15 tahun menjabat di komite tertingginya, saya harus meninggalkan Greenpeace karena mereka masuk ke sayap kiri politik, dan mulai mengadopsi kebijakan-kebijakan yang tidak dapat saya terima dari perspektif sains saya,’ demikian ia katakan. ‘Perubahan iklim bukanlah suatu isu waktu saya meninggalkan Greenpeace, tetapi jelas itu isu hangat sekarang.’

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Apakah Gereja Roma Katolik Telah Mengubah Doktrin Mereka tentang Pembenaran?

(Berita Mingguan GITS 1 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Uksup Anglikan Episkopal, Anthony Palmer, yang telah bergabung dengan Paus untuk menyerukan persatuan Kristiani dan mengutuki “perpecahan,” mengklaim bahwa masalah pembenaran telah diselesaikan dan bahwa Roma telah setuju bahwa pembenaran hanyalah melalui iman saja. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk perpecahan. Protes sudah berakhir, demikian ia katakan; seharusnya tidak ada lagi “Protestan;” semua orang Kristen seharusnya menjadi “Katolik;” seharusnya ada satu “gereja” saja. Jika isu ini bukan sedemikian serius dengan konsekuensi kekal yang begitu berbahaya, posisi ini patut ditertawakan. Palmer mengacu kepada dokumen Deklarasi Bersama tentang Pembenaran, tahun 1999, yang ditandatangani oleh Vatikan dan beberapa denominasi Lutheran dan yang setelah itu diterima juga oleh beberapa Methodis. Deklarasi itu menyatakan, “Bersama kami mengakui: melalu kasih karunia saja, dalam iman kepada karya penyelamatan Kristus, dan bukan karena jasa apapun dari pihak kita, kita diterima oleh Allah dan menerima Roh Kudus, yang memperbaharui hati kita sambil memperlengkapi kita dan memanggil kita kepada pekerjaan-pekerjaan baik.”
PERTAMA, PALMER SALAH MENGENAI DOKTRIN KESELAMATAN ROMA. Deklarasi Berama tentang Pembenaran tidak berarti bahwa Gereja Roma Katolik tidak lagi mengkhotbahkan keselamatan melalui sakramen! Roma memiliki kejeniusan dalam hal memberikan makna baru kepada istilah-istilah theologi. Roma adalah bunglon yang telah berubah warna tak terhitung seringnya. Dalam debat yang satu ini, dia telah meredefinisikan “kasih karunia,” “saja,” dan “pembenaran.” Dia adalah contoh gereja yang seperti seorang anak nakal mengucapkan kebohongan sambil menyilangkan jarinya dibalik punggungnya. Dan orang-orang Protestan yang sesat yang duduk semeja dengan dia tidak tahu atau tidak peduli. Dalam Konsili Trent dan Konsili Vatikan Kedua, dan dalam Katekismus Katolik Baru, Roma menyatakan doktrin keselamatannya dalam bahasa yang paling jelas: keselamatan adalah melalui iman dalam Kristus PLUS sakramen. Keselamatan dibeli oleh Kristus dan diberikan kepada “gereja” untuk dibagi-bagikan melalui sakramen, dan itu berawal dari baptisan yang melahirbarukan. Roma SAMA SEKALI TIDAK menyesali atau membantah injil palsu ini.
KEDUA, PALMER SALAH MENGENAI ESENSI DARI REFORMASI. Perjuangan utama yang benar dalam Reformasi (dan ada banyak hal dalam Reformasi yang tidak alkitabiah), adalah mengenai otoritas Alkitab – sola Scriptura. Dan Roma Katolik bahkan tidak berpura-pura bahwa Kitab Suci adalah satu-satunya otoritas bagi iman dan praktek mereka. Mengabaikan fakta yang esensial ini memperlihatkan kebohongan dari gerakan persatuan.
KETIGA, PALMER SALAH MENGENAI DASAR PERSATUAN. Bahkan jika dua orang yang mengaku Kristen atau dua gereja, setuju masalah doktrin keselamatan, itu masih jauh dari cukup untuk menjadi dasar persatuan dalam persekutuan dan pelayanan. Kita diperintahkan untuk dengan giat berjuang demi iman yang telah diberikan kepada orang-orang kudus (Yudas 3). Bagian mana dari iman tersebut? Semuanya! Kita harus menandai dan menghindari orang-orang yang mengajar berlawanan dari doktrin yang telah kita pelajari dari Alkitab (Roma 16:17). Bahkan jika ada yang mau mengelompokkan doktrin menjadi “esensial” vs. “non-esensial,” masih ada lusinan doktrin “esensial” yang menjadi basis separasi. Kita harus menguji SEGALA SESUATU, bukan hanya sebagian doktrin (1 Tes. 5:21). Paulus mengajar Timotius untuk tidak mengizinkan “ajaran lain” (1 Tim. 1:3). Ini bukanlah masalah yang kompleks. Intinya adalah tidak mungkin untuk bergabung dengan gerakan persatuan apapun hari ini sambil setia kepada Firman Allah.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Paus Bergabung dengan Kharismatik, Menyerukan Gereja Esa Sedunia

(Berita Mingguan GITS 1 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam sebuah video informal sepanjang tujuh menit yang sudah ditaruh di YouTube, Paus Fransiskus menyerukan persatuan semua orang Kristen. Konteksnya bahkan lebih informatif lagi bagi kita. Video tersebut direkam dari sebuah smartphone milik uskup Anglikan Episkopal, Anthony Palmer, seorang kharismatik, ketika ia mengunjungi Vatikan baru-baru ini. Palmer telah mengenal sang paus sejak dia masih menjabat sebagai uskup agung di Argentina. Klip video tentang sang paus itu direkam untuk diputar di konferensi gembala-gembala Pantekosta yang diusung oleh Kenneth Copeland, seorang pengkhotbah yang penuh dengan kesesatan, yang jatuh ke lantai dan tertawa histeris sambil “mabuk dalam roh.” Paus mengatakan bahwa semua orang Kristen bersalah karena tidak bersatu, dan bahwa Allah telah memulai mujizat persatuan Kristiani dan akan menyelesaikannya.
Dalam komentarnya dalam acara Copeland itu, sebelum video itu diputar, Palmer memperlihatkan bahwa dia adalah seorang pembangun gereja esa-sedunia yang bersemangat dan efektif. Dia memberikan kesaksian pribadi tentang pengalaman pertobatan, dan berkata bahwa dia percaya keselamatan adalah melalui kasih karunia Allah saja, dan bicaranya baik dan menarik. Tetapi dia sangatlah tertipu. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut yang dibuat Palmer sebelum video Paus diputar: “Saya datang malam ini dalam roh Elia, yaitu roh rekonsiliasi. …Saya telah memahami bahwa keberagaman itu dari Allah; tetapi perpecahan itu dari Iblis. …Adalah kemuliaan yang menyatukan kita, bukan doktrin. Jika kamu menerima bahwa hadirat Allah ada dalam saya dan hadirat Allah ada dalam kamu, hanya itu yang kita perlukan. Allah akan menyelesaikan masalah doktrin kita ketika kita naik ke Sorga. …Perpecahan merusak kredibilitas kita. …Saya percaya kita akan melihat lebih banyak orang berangkat masuk ke gereja-gereja dalam roh Elia. Kita perlu memberikan sumber daya dan energi kepada pelayanan rekonsiliasi sebanyak yang kita berikan kepada penginjilan. Saya menantang kamu untuk menemukan seorang yang membangun jembatan dan mendukung dia.”
Tidak ada hal yang lebih berbahaya dan tidak alkitabiah selain menggantikan doktrin Alkitab dengan pengalaman sebagai dasar persatuan. Inilah inti dan jantung dari kesalahan kharismatik, dan sekarang kita melihat hal ini diusung oleh Paus Roma sebagai fondasi dari gereja esa-sedunia. Dalam seruannya untuk persatuan, Palmer sama sekali tidak mengatakan apa-apa tentang kesesatan dalam kepausan, keimamatan mereka, sakramentalisme, “baptisan” bayi, doktrin lahir baru melalui baptisan, misa, penyembahan Maria, purgatori, santo-santa, doa untuk orang mati, kebiaraan, monastikisme, dan banyak kesesatan lainnya. Dia tidak mengatakan apa-apa tentang kesesatan Word-Faith-nya Copeland. Dengan filosofi “rekonsiliasi Elia” yang dia usung, semua itu tidak ada artinya selama seseorang mengasihi “Yesus,” percaya “Injil,” dan memiliki “roh.” Kita tidak diperbolehkan untuk menguji Yesus APA, Injil APA, atau Roh APA. Pengujian seperti itu akan merusak kesatuan dan membawa kita kembali kepada perpecahan, yang kita diberitahu, berasal dari Iblis.
Betapa penipuan rohani yang hebat! Betapa dekat kedatangan Tuhan! Tidak heran Tuhan Yesus memperingatkan bahwa guru-guru palsu akan menjadi sedemikian licik sehingga “sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Mat. 24:24). Jangan tertipu, satu ayat berikut ini saja menghancurkan seruan untuk persatuan akhir zaman yang tidak mengindakan doktrin: “Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3).

Posted in Ekumenisme, Katolik, Kharismatik/Pantekosta | 6 Comments

Tur Peringatan di Tempat Lahirnya Api Liar Pantekosta

(Berita Mingguan GITS 22 Februari 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Pada tanggal 22 Februari, sebuah tur jalan peringatan akan dilangsungkan di Los Angeles untuk memperingati ulang tahun kelahiran gerakan Pantekosta di Azusa Street Mission. Tur itu akan dipimpin oleh Mel Robeck dari Fuller Theological Seminary. Seratus delapan tahun yang lalu, William Seymour memulai Misi di Jalan Azusa (dikenal sebagai Azusa Street Mission) untuk mengajarkan kesesatan-kesesatannya, termasuk sinless perfectionism (bahwa orang Kristen bisa dan harus tidak berdosa sama sekali), jaminan kesembuhan, revival mujizat rasuli di akhir zaman, dan berbahasa lidah sebagai “bukti awal baptisan Roh Kudus.” Pertemuan-pertemuan di Jalan Azusa berlangsung lebih dari tiga tahun, dengan sejumlah besar orang yang menghadiri untuk mencari “Pentakosta” pribadi mereka masing-masing, dan setelah itu membawa theologi dan pengalaman itu kembali ke rumah-rumah mereka di seluruh Amerika dan dunia. Kebaktian-kebaktian yang diadakan di sana sungguh adalah kekacaubalauan. Biasanya tidak ada yang memimpin. “Siapapun yang diurapi dengan pesan akan berdiri dan menyampaikannya. Bisa jadi seorang lelaki, perempuan, atau anak-anak” (Larry Martin, The Life and Ministry of William J. Seymour, hal. 186). Orang-orang bernyanyi bersamaan, tetapi “dengan suku kata, ritme, dan melodi yang sama sekali berbeda” (Ted Olsen, “American Pentecost, Christian History, Issue 58, 1998). Orang-orang berlompatan, jatuh, kejang-kejang, membuat suara-suara binatang yang aneh, tertawa histeris. Orang-orang yang datang untuk mencari tahu akan “terikat oleh semacam suatu sihir dan mulai mengucapkan kata-kata tak berarti.” Seorang penyelidik biografi William Seymour yang simpati padanya, mengakui bahwa “ada kalanya pertemuan-pertemuan itu menjadi sedemikian ribut sehingga polisi dipanggil” (Martin, The Life and Ministry of Seymour, hal. 188). Satu orang pernah kejang sedemikian keras di bawah pelayanan Seymour sehingga ambulans dipanggil. Ketika orang yang kejang-kejang itu memberitahu dokter, “Jangan sentuh saya, ini kuasa Allah,” dokter itu dengan berhikmat menjawab, “Jika ini kuasa Allah, kuasa itu sedang menggoncangkan kamu sehebat Iblis” (Martin, hal. 306). “Membunuh roh” juga adalah bagian besar dari kebaktian di Jalan Azusa. Seymour jatuh “seperti mati” ketika pertama kali ia berbahasa lidah, dan “kadang kala orang-orang berjatuhan di berbagai tempat di rumah itu, seperti suatu bala tentara yang terbunuh di medan tempur…” (Martin, hal. 148, 179).

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment