Uskup Homoseksual Menceraikan “Suami”

(Berita Mingguan GITS 10 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

V. Gene Robinson, uskup Gereja Anglikan pertama yang terang-terangan menyatakan diri homoseksual, kini menceraikan “suami”nya, Mark Andrew. Kedua orang ini “menikah” pada tahun 2010, ketika pernikahan sesama jenis dilegalisir di New Hampshire (““First Openly Homosexual Episcopal Bishop Divorces,” OneNewsNow, 4 Mei 2014). Pada tahun 1990, Robinson melanggar janji pernikahannya ketika ia meninggalkan istrinya dan dua putri yang kecil dan hidup bersama Andrew. Dalam sebuah pidato tanggal 29 April 2000, hari sebelum “parade gay” di Washington, D.C., Robinson mengatakan: “…kita dikasihi lebih dari imajinasi kita yang paling liar oleh Allah yang menciptakan kita apa adanya yang menyebutnya baik. Kami memproklamirkan hari ini bahwa kami juga membaca Alkitab kami, dan melalui suara banyak saksi-saksi, kami mendengar suara Allah – BUKAN mengatakan ‘kamu adalah kekejian,’ tetapi ‘kamu adalah terkasihku.’ Kami menyatakan memiliki klaim yang sama kepada juruselamat yang mengasihi kami sebagaimana kami ada, dan yang mati untuk menyelamatkan kami dari ‘banyaknya dosa dan kejahatan kami,’ yang TIDAK termasuk bahwa kami ini gay. Dan kami datang hari ini, untuk menyatakan klaim kami terhadap keanggotaan penuh – keanggotaan PENUH kami – dalam tubuh Kristus.” Dalam konvensi Episkopal tahun 2006, Robinson mengatakan, “Kita tidak menyembah Allah yang dikurung dalam Kitab Suci 2000 tahun yang lalu.” Dia mengutip John Fortunato, seorang penulis homoseksual yang mengklaim bahwa Allah mengunjungi dia dan mengkonfirmasi bahwa homoseksualitas itu tidak apa-apa jika “saling mengasihi.” Fortunato mengatakan, “Allah tersenyum dan dengan lembut mengatakan, ‘Bagaimana mungkin mengasihi itu salah? Semua kasih datang dari Aku” (“Two Minds in One Episcopal Body,” Christian Research Journal, vol. 29, no. 5, 2006). Pada tahun yang sama itu, Robinson meminta bantuan terhadap “alkoholisme.” Pada tahun 2009, Robinson memimpin doa berkat pada penahbisan Presiden Barack Obama.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gereja-Gereja Banyak Yang Merosot di Lereng Yang Licin

(Berita Mingguan GITS 10 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam ebook gratis, Collapse of Separatism Among Fundamental Baptists, kami mendokumentasikan lereng licin yang muncul akibat memakai Musik Kristen Kontemporer (CCM). Satu contoh yang kami berikan adalah Southside Baptist Church, Greenville, South Carolina. Gereja ini didirikan pada September 1946. Dari tahun 1965 sampai 1996, gereja ini digembalakan oleh Walt Handford. Istrinya adalah Elizabeth, putri dari pengkhotbah fundamentalis yang terkenal, John R. Rice, pendiri dari Sword of the Lord, dan Southside adalah sebuah gereja Baptis fundamental yang “bergaya kuno” hingga tahun 1990an. Pada tahun 1993, gereja tersebut mengadakan konser Musik Kristen Kontemporer, dengan bintang tamu Ray Boltz, dan juga meninggalkan Alkitab King James, beralih ke NIV. Pada tahun 1994, dalam staf gereja itu ada seseorang yang dipekerjakan oleh Campus Crusade of Christ yang ekumenis ekstrim, yang bekerja erat dengan Roma Katolik. Hari ini, Southside (yang sekarang berganti nama menjadi Southside Fellowship) adalah gereja dengan rock & roll penuh, dengan bagian mimbar yang dibuat remang-remang, dan monitor-monitor layar lebar, dan asosiasi ekumenis yang luas. Grup Caedmon’s Call membuat pertunjukan di Southside pada Februari 2008, yang memberikan indikasi penting mengenai posisi gereja tersebut. Grup Caedmon’s Call paling mencintai musik rock sekuler, dan grup band ini sering memainkan musik Beatles. Pemimpinnya, Cliff Young, mengatakan bahwa salah satu musisi favoritnya adalah Alanis Morrisette yang bermulut kotor. Caedmon’s Call memberikan pertunjukan bagi Metro Bible Study, yang mewakili 128 gereja di Houston Texas. Pembicara bagi Metro Bible Study adalah David Edwards, seorang Pantekosta yang duduk dalam komite North American Renewal Service Committee, yang mensponsori banyak sekali kongres radikal kharismatik-ekemenis. Dalam kongres-kongres ini, hampir setengah dari puluhan ribu orang yang hadir adalah orang Katolik, dan ada pembicara-pembicara Katolik. Misa Katolik dilakukan setiap pagi. Jelas sekali bahwa Southside Fellowship telah bergeser jauh dari posisi awalnya dan sedang berlayar di perariran rohani yang berbahaya. Tetapi, banyak orang tidak percaya ada lereng licin dalam kompromi.

Posted in Gereja, musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Dua Santo Mistik Yang Baru

(Berita Mingguan GITS 3Mei2014, sumber: www.wayoflife.org)

Paus Yohanes Paulus II dan Paus Yohanes XXIII adalah tambahan terbaru kepada kesantoan Roma Katolik yang penuh mistikisme. Vatican Information Service melaporkan bahwa setengah juta orang berbondong-bondong ke St. Peter’s Square dan daerah sekitarnya untuk menyaksikan seremoni kanonisasi tersebut pada pagi tanggal 27 April. Para delegasi berasal dari lebih dari 100 negara. Ada 20 kepala negara dan banyak tokoh dunia politik dan kebudayaan, termasuk raja dan ratu Spanyol, raja dan ratu Belgium, presiden Uni Eropa, dan presiden Komisi Eropa. Himne-himne yang khusus digubah dan dinyanyikan bagi kedua paus tersebut. Paus Fransiskus membuat pengumuman berikut: “Kami mendeklarasikan dan menyatakan Diberkati Yohanes XXIII dan Yohanes Paulus II menjadi santo-santo, mendekritkan bahwa mereka harus dihormati sebagai demikian oleh seluruh Gereja.” Yohanes Paulus II dimasukkan ke dalam jalur cepat menjadi santo karena popularitas dia yang tinggi dan perannya dalam meningkatkan popularitas Roma Katolik di generasi ini. Kedua paus tersebut memiliki peran besar mempromosikan ekumenisme akhir zaman. Yohanes XXIII adalah paus yang mengadakan Konsili Vatikan II pada tahun 1960an, yang membuka pintu bagi hubungan ekumenisme antara Roma dan para Protestan dan Baptis, dan mempersiapkan terbentuknya “gereja” esa-sedunia yang sesat yang digambarkan dalam Wahyu 17. Kedua paus sangat memuja Maria. Terukir pada peti mati Yohanes Paulus II yang terbuat dari kayu, yang disaksikan dalam apa yang disebut “penguburan terbesar sedunia,” adalah sebuah huruf M besar yang adalah singkatan untuk “Maria” (The Evening Standard, London, 8 Apr. 2005). Ketika terpilih sebagai paus tahun 1978, ia mendedikasikan kepausannya kepada Maria, dan membuat kata-kata latin “Totus Tuus,” yang berarti “Total Milikmu” (mengacu kepada Maria) mejadi motonya (“John Paul II’s Devotion to Mary,” Inside the Vatican, special insert, Mei 1996). Dia juga mengenyamkan kata-kata hujat penyembahan kepada Maria ini pada jubah-jubah kepausannya. Dalam otobiografinya Crossing the Threshold of Faith, yang terjual empat juta salinan pada tahun pertama saja, ia mengatakan: “Selama Perang Dunia Kedua, sementara saya bekerja sebagai seorang buruh pabrik, saya menjadi tertarik kepada penyembahan Maria. …Maria adalah Hawa yang baru, ditaruh Allah dalam hubungan dengan Kristus, Adam yang baru. …Bunda Allah ikut berperan, dalam cara yang unik, Kebangkitan dan Kemuliaan Anaknya sendiri….” Alkitab membantah kesesatan ini dengan kata-kata yang paling jelas. “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1 Tim. 2:5). “Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung” (Yes. 42:8). 

Posted in Katolik | Leave a comment

Musisi “Kristen” Kontemporer (CCM) Mendukung “Pernikahan Gay”

(Berita Mingguan GITS 3Mei2014, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, Dan Haseltine, pentolan dari band CCM (Musik Kristen Kontemporer) yang populer dan berpengaruh, Jars of Clay, mengumumkan dukungannya terhadap “pernikahan gay.” Dia menulis hal berikut dalam serangkaian post Twitter: “Tidak bermaksud menggodok-godok, TETAPI ….apakah ada alasan yang tidak spekulatif atau tidak bersifat “lereng licin” mengapa orang-orang gay tidak boleh menikah? Saya tidak mendengar satu pun. …Saya mencoba untuk memahami argumen kaum konservatif. Tetapi semuanya tidak tahan ujian yang sederhana. Ini seperti layaknya hak wanita bersuara. Saya tidak melihat ada efek negatif mengizinkan pernikahan gay. Tidak ada kerusakan masyarakat, tidak ada perang melawan pernikahan tradisional…. Saya pikir Kitab Suci tidak ‘dengan jelas’ menyatakan banyak hal tentang moralitas. …Saya tidak begitu peduli tentang pendirian Kitab Suci mengenai apa yang ‘salah.’ Saya lebih peduli tentang bagaimana kita harus bersikap terhadap orang” (“Dan Haseltine,” MetroWeekly.com, 22 April 2014). Haseltine mencoba untuk muncur sedikit dari posisi ini setelah komentar Twitter dia menjadi publik, tetapi dia tidak menyesal dari dukungannya terhadap konsep seorang “Kristen homoseksual” ataupun menolak “pernikahan sesama jenis.” Alasannya tidaklah sulit ditemukan. Biasanya, para musisi CCM dianggap sebagai Kristen walaupun kesaksian keselamatan mereka sangat meragukan dan mereka tidak pernah diajar atau dimuridkan dengan benar. Mereka memberi makan jiwa mereka dengan para penulis berbahaya seperti C. S. Lewis, Dietrich Bonhoeffer, Brennan Manning, Leonard, Sweet, Rick Warren, dan Rob Bell, menyukai terjemahan Alkitab yang korup seperti The Message, menenggelamkan diri ke dalam musik sensual, dan mencari rasa “high” emosional dan “tanda dan mujizat,” bukannya hidup dengan iman. Mereka bermain dengan dunia, yang lebih berbahaya dari ular berbisa mana pun, bukannya menjalani hidup yang berseparasi. Mereka telah menabur angin dan akan menuai badai mereka.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, musik | Leave a comment

Cina Akan Menjadi Negara “Paling Kristen”

(Berita Mingguan GITS 3Mei2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China on Course,” The Telegraph, London, 19 April 2014: “Tempat itu dikatakan sebagai gereja terbesar di Cina dan pada Minggu Paskah, ribuan penyembah akan datang ke bait-mega Asia ini untuk menyatakan kesetiaan mereka – bukan kepada Partai Komunis, tetapi kepada Salib. Gereja Liushi, berkapasitas 5000, dua kali lipat dari Gereja Westminster dengan sebuah salib berukuran 70 meter yang dapat terlihat dari jauh, dibuka tahun lalu dan seorang theolog menyebutnya “suatu mujizat bahwa kota sekecil ini dapat membangun sebuah gereja yang sedemikian besar.” Bangunan seharga 8 juta pound itu juga salah satu simbol yang paling terlihat dari pergantian Komunis Cina, berevolusi menjadi jemaat-jemaat Kristen terbesar di dunia. …Secara resmi, Republik Rakyat Cina adalah negara atheis, tetapi ini berubah cepat, karena banyak dari 1,3 milyar penduduknya mencari arti dan penghiburan rohani yang tidak dapat diberikan oleh komunisme ataupun kapitalisme. Jemaat-jemaat Kristen, khususnya, telah melonjak cepat sejak dibuka kembali setelah kematian Pemimpin Mao pada tahun 1976 menandakan berakhirnya Revolusi Budaya. Kurang dari 40 tahun kemudian, ada yang percaya bahwa Cina kina siap untuk menjadi bukan saja ekonomi dunia nomor satu, tetapi juga negara dengan paling banyak orang Kristen. …Komunitas Protestan Cina, yang hanya memiliki satu juta orang pada tahun 1949, telah melampaui negara-negara yang sering dianggap Protestan. Pada tahun 2010 ada 58 juta Protestan di Cina, dibandingkan dengan 40 juta di Brazil dan 36 juta di Afrika Selatan, menurut Pew Research Centre’s Forum dalam bidang Agama dan Kehidupan Publik.” Kami menambahkan bahwa Cina masih terus menganiaya gereja-gereja yang tidak mau tunduk kepada tuntutan untuk mendaftarkan diri dan dikontrol oleh organisasi gereja negara.

Posted in General (Umum) | 1 Comment

Liberty University Bergandeng Tangan dengan Benny Hinn

(Berita Mingguan GITS 12 April 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Benny Hinn baru-baru ini mengumumkan bahwa dia kini berpartner dengan Liberty University untuk “membentuk suatu pelayanan dunia yang berkuasa dengan koneksi yang akan menjamah dunia” (bennyhinn.org). Penyesat dan tukang sulap palsu dari gerakan Pantekosta Word-Faith ini mengatakan, “Melalui aliansi yang kuat ini antara Liberty University Institute of Biblical Studies dan pelayanan kami, anda dapat mendaftar dalam program pelajaran survei Alkitab, mendapat gelar diploma melalui Liberty University, dan mendapatkan penahbisanmu melalui World Healing Fellowship.” Tampil bersama dengan Hinn untuk mengumumkan program tersebut adalah Dan Reber, Direktur dari Liberty University Institute of Biblical Studies, dan Ronald Godwin, Provost dari Liberty University. Hinn pernah mengajar bahwa Adam dapat terbang seperti burung dan berenang di dalam air seperti ikan. Dia mengklaim bahwa “pengurapannya” berasal dari kunjungan dia ke kuburan Kathryn Kuhlman dan Aimee Semple McPherson. Dia katanya telah berulang kali melihat Yesus, mulai sejak usia 11 tahun, plus berbincang-bincang dengan Roh Kudus secara pribadi selama delapan jam. Dalam penampilannya di televisi pada tahun 1990, Hinn berkata tentang orang-orang yang mengritik dirinya, “Kadang-kadang saya berharap Allah memberikan saya sebuah senapan mesin Roh Kudus, saya akan menembak pecah kepalamu!” Hinn melemparkan “pengurapan Roh Kudus” seperti melemparkan bisbol dan “membunuh orang dalam roh” dengan meniupi mereka. Hinn mengklaim bahwa kesembuhan fisik digaransi dan kita tidak pernah boleh berkata, “Jika sesuai dengan kehendakMu, Tuhan.” Walaupun Hinn mengklaim bahwa ribuan orang telah disembuhkan dalam “kebaktian-kebaktian mujizatnya,” berbagai usaha oleh berbagai peniliti yang bereputasi baik telah gagal menemukan satu pun kasus penyembuhan sejati. Menjadi satu kuk dengan Benny Hinn adalah contoh paling mutakhir bagaimana Liberty University telah merosot jauh sejak akhir 1980an ketika Jerry Falwell menolak separasi alkitabiah dan mulai bermain api dengan musik kontemporer, ekumenisme, dan kharismatikisme. Kita melihat bahwa perubahan besar dalam pola berpikir dapat terjadi hanya dalam satu generasi.

Posted in Ekumenisme, Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Para Mahasiswa Fisika Menemukan Bahwa Bahtera Nuh Dapat Menampung Berat 2 Juta Domba

(Berita Mingguan GITS 12 April 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Para mahasiswa tahun keempat progam master di Departemen Fisika dan Astronomi Leicester University di Inggris, telah menghitung bahwa bahtera Nuh sebagaimana digambarkan dalam Alkitab dapat menampung berat sekitar 2,15 juta domba (“The Animals Could have Floated Two by Two according to Physicists,” University of Leicester, www2.le.ac.uk, April 3, 2014). Penemuan ini dipublikasikan dalam Journal of Physics Topics, sebuah jurnal mahasiswa yang mendapat peer-review. Salah satu dari mahasiswa itu berkomentar, “Anda tidak menyangka bahwa Alkitab merupakan sumber informasi saintifik yang akurat, jadi saya pikir kami cukup terkejut ketika kami menemukan bahwa ini bisa terjadi.” Siapa sangka! Bahtera Nuh memang sungguh besar. “Bahtera itu memiliki kapasitas tampung yang sama dengan 522 kontainer standar untuk kereta (yang masing-masingnya bisa menampug 240 domba). Hanya 188 kontainer yang dibutuhkan untuk menamput 45.000 binatang ukuran domba, menyisakan tiga kali 104 kontainer, masing-masing untuk makanan, keluarga Nuh, dan “tempat lapang” bagi binatang-binatang” (Ryrie Study Bible).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Simson dan Bait Dagon

(Berita Mingguan GITS 5 April 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Sejak awal abad 19, para skeptis dengan mudah mengabaikan kisah Alkitab tentang Simson sebagai sekedar mitos. Sebagai contoh, pada tahun 1966, John McKenzie menulis, “…nilai sejarah dari kisah-kisah kepahlawanan selalu rendah. Hal ini mudah terlihat dalam diri Simson. Suatu istana atau bait yang dapat menamppung beberapa ribu orang di tingkat atasnya, yang ditopang oleh dua tiang utama yang hanya berjarak dua lengan satu sama lain, tidak pernah eksis” (The World of Judges). Seperti yang terjadi berulang-ulang kali, para pengritik Alkitab telah dibuktikan salah. Bait di Gaza tidak pernah ditemukan, tetapi bait-bait Filistin yang digali di Tel Qasile (sebelah utara Tel Aviv, 1970an) dan Gat, memiliki tiang-tiang utama yang menopang atap persis seperti yang digambarkan dalam Hakim-Hakim 16. Arkeolog Bryant Wood, Ph. D., menggambarkan penemuan-penemuan ini: “Kedua bait ini memiliki desain unik yang sama – bagian atasnya ditopang oleh dua tiang utama. Tiang-tiang ini terbuat dari kayu dan berdiri di atas dasar batu. Karena tiang-tiang ini berjarak kira-kira dua meter satu dari yang lainnya, seseorang yang kuat dapat menggeser mereka dari dasar batu mereka dan meruntuhkan seluruh bagian atas bangunan itu. …Catatan [Alkitab] itu adalah catatan seorang saksi mata, dan sekali lagi mendemonstrasikan bahwa sungguh Alkitab adalah buku teks paling akurat sedunia” (“Samson and the Temple of Dagon,” Bible and Spade, 1974, hal. 53-54). Saya dapat berdiri di antara dasar-dasar batu dari tiang-tiang di bait Filistin yang di Tel Qasile, dan saya dapat menyentuh dasar-dasar itu dengan tangan saya. Ini bukan bait tempat Simson mati, tetapi di sini ada bukti nyata bahwa bait-bait Filistin dibangun dengan dua tiang utama menyangga bagian atasnya, dan bahwa seseorang yang bertubuh besar dengan kekuatan supranatural bisa mendorong jatuh tiang-tiang ini seperti yang Alkitab katakan. Simson sudah pasti lebih besar dari saya, dan tiang-tiang di bait Gaza bisa jadi lebih dekat satu sama lain. Dasar batu di bawah tiang-tiang di Gat sepertinya lebih dekat dari pada yang di Tel Qasile, walaupun saya belum melihatnya sendiri.

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Simson dan Gerbang Filistin

(Berita Mingguan GITS 5 April 2014, sumber: www.wayoflife.org)
“Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron” (Hak. 16:3). Kekuatan Simson yang diberikan oleh Allah sungguhlah luar biasa. Dia membunuh seekor singa seolah-olah anak domba (Hak. 14:6). Dia membunuh 1000 orang Filistin dengan rahang keledai (Hak. 15:15). Dan dia memindahkan sepenuhnya gerbang suatu kota. Gaza adalah kota utama Filistin dan diperkuat oleh tembok-tembok tinggi dan sebuah gerbang yang besar, setidak-tidaknya tiga meter tingginya dan tiga meter lebarnya, cukup kuat untuk bertahan melawan pasukan musuh yang menyerang. Gerbang di Asdod, suatu kota Filistin yang lebih kecil, memiliki lebar 3 meteran. (M. Dothan, “The Foundation of Tel More and of Ashdod,” Israel Exploration Journal, 23, 1973, I, hal. 10-11), dan gerbang-gerbang Ekron, juga sebuah kota yang lebih kecil, setebal tiga meter (Ekron – A Philistine City,” Israel Ministry of Foreign Affairs, 23 Nov. 1999). Gerbang di Gaza semestinya terdiri dari dua pintu yang tebal yang bisa dipalang, dan engsel di sampingnya kemungkinan berputar pada kantong batu. Banyak gerbang kuno yang juga dilapisi logam, atau minimal diperkuat oleh lempeng-lempeng logam. Simson mengangkat gerbang yang dipalang itu sekaligus dengan engsel di sampingnya, dan membawanya semuanya pergi. Ini terjadi seolah dia mengangkat bunga dari tanah, walaupun Dr. William Barrick menghitung berat dari gerbang bersama tiang sampingnya seharusnya minimal antara lima sampai sepuluh ton (“Samson’s Removal of Gaza’s Gates,” drbarrick.org, n.d.) Dan Simson membawa gerbang itu sampai ke Hebron, yang berjarak sekitar 50 km jauhnya dan 1000 meter lebih tinggi. Simson adalah pribadi yang menakjubkan tetapi pada akhirnya menyedihkan. Dia adalah seorang hakim yang dipanggil Allah yang dapat mengalahkan Filistin, tetapi dia tidak dapat mengalahkan keinginan seksual dirinya sendiri.

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Kode Etika bagi Atheis?

(Berita Mingguan GITS 5 April 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari blog Dr. Terry Mortenson, Answers in Genesis, 18 Feb. 2014: “Selama bertahun-tahun, organisasi American Atheists memiliki masalah perilaku sosial yang serius pada acara konvensi nasional mereka. Jadi, mereka membuat suatu kode perilaku untuk acara konferensi tahun 2014. Sangatlah menarik untuk melihat hal-hal yang mereka perbolehkan (misal: berbagai macam immoralitas seksual) dan hal-hal yang tidak mereka perbolehkan (misal: kurangnya etika sosial). Tetapi dalam pandangan dunia atheis, para atheis ini tidak memiliki dasar bagi kode perilaku mereka. Dalam pandangan mereka tidak ada Allah dan oleh karena itu tidak ada absolut dalam moral. William Provine, seorang atheis evolusionis yang terkenal di Amerika, dan juga profesor di Cornell University, menyatakannya seperti ini: “Baiklah saya merangkumkan pandangan saya mengenai apa yang telah diberitahukan kepada kita secara jelas oleh biologi evolusionis modern. ..Tidak ada ilah-ilah, tidak ada tujuan, tidak ada kekuatan apapun yang memiliki tujuan. Tidak ada kehidupan setelah kematian. Setelah saya mati, saya secara absolut yakin bahwa saya akan mati. Itulah akhirnya bagi saya. Tidak ada fondasi ultimat bagi etika, tidak ada makna ultimat bagi kehidupan, dan tidak ada kehendak bebas bagi manusia juga” (Origins Research 16, no. 1/2, 1994, 9; dikutip dalam Technical Journal 10, no. 1, 1996, hal. 22). … Jadi kita semua hanyalah binatang, dan sekarang ini adalah hukum rimba, yang paling kuat yang bertahan. Binatang tidak memperlihatkan etika sosial yang dituntut oleh kode perilaku Atheis. Jadi mengapa manusia harus melakukannya? Kode perilaku ini sungguh tidak berdasar. …Jadi dari manakah asalnya standar moral? Mereka datang dari hukum moral Allah, yang tercerminkan dalam Sepuluh Hukum (Keluaran 20:1-17), yang tertulis di dalam hati setiap manusia, termasuk atheis (Roma 2:14-16), karena kita semua diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27). Sungguh menyedihkan bahwa mereka tidak tahu tentang hukum Allah yang sebenarnya mendatangkan kebebasan besar dan berkat yang ajaib (Yohanes 8:31-32; Mazmur 1:1-6 dan Mazmur 19:8-15). Mereka juga tidak paham akan darah Kristus yang mahal yang dapat membasuh semua dosa mereka (1 Yohanes 1:7) dan mengembalikan mereka kepada suatu hubungan yang benar denga Allah (Roma 5:1) dan tentang kasih dan karunia Allah yang dapat mengubah hidup mereka sehingga sungguh menjadi orang yang luar biasa yang Ia maksudkan ketika Ia menciptakan kita, dan yang akan memuaskan kerinduan terdalam hati kita (Yohanes 10:10 dan 2 Korintus 5:17).”

Posted in Atheisme | Leave a comment