Ilmu Pengetahuan Mencoba Untuk Melihat

(Berita Mingguan GITS 7Juni 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari www.creationmoments.com, 27 Januari 2014: “Para ilmuwan telah mencoba untuk membuat sebuah mesin yang dapat melihat sebaik mata manusia. Dalam proses usaha mereka tersebut, mereka mendapatkan rasa penghargaan yang baru terhadap karunia penglihatan. Pertama-tama, mereka belajar bahwa tidak ada chip komputer hari ini yang bisa mulai melakukan apa yang dilakukan oleh retina. Retina adalah suatu lembaran membran tipis, seperti pembungkus makanan yang melekat di bagian belakang mata. Retina mengandung sel-sel batang dan kerucut dan mengubah gambar dari lensa menjadi sinyal-sinyal kimia yang lalu dikirim ke otak. Retina diperkirakan mengandung setara dengan dua puluh lima milyar transistor! Seorang ahli telah memperkirakan bahwa sebuah chip komputer yang bisa mulai melakukan apa yang dilakukan oleh retina, akan berukuran sekitar setengah juta kali lebih besar daripada retinamu, memuat lebih dari satu juta transistor, dan seberat 50an kg. Ia juga akan membutuhkan sistem pendingin! Bahkan dengan semua ini, alat itu tidak akan bisa melihat terlalu baik. Ia hanya akan mampu menangani wilayah seluas sekitar dua ribu pixel, sementara mata kita mampu menangani lima kali lipat itu. Sungguh, ilmu pengetahuan memberikan kesaksian yang baik bahwa mata tidak mungkin dihasilkan oleh evolusi dan hanya dapat diciptakan oleh seorang Pencipta yang maha bijak!

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Mahkamah Agung India Membuat Keputusan Mendukung Identitas Trans-Seksual

(Berita Mingguan GITS 7Juni 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Indian Court Recognizes Gender Self-identification,” CNN, 16 April 2014: “Dalam sebuah keputusan yang disebut bersejarah oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, Mahkamah Agung India pada hari selasa memberikan kepada orang-orang trans-seksual dan trans-gender di negara itu hak untuk menentukan jenis kelaim sendiri. Keputusan tersebut berarti bahwa orang-orang trans-seksual dan trans-gender dan orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai “berjenis kelamin tipe ketiga” tida akan diharuskan untuk menyertakan bukti medis tentang jenis kelamin mereka, dan akan diakui oleh pemerintah sebagai anggota dari kelompok jenis kelamin tersebut, kata Tripti Tandon, seorang pengacara yang terlibat kasus tersebut. Kasus itu diajukan atas nama kelompok trans-seksual dan ‘hijra,’ atau kelompok jenis kelamin ketiga. ‘Mahkamah Agung memutuskan bahwa setiap orang memiliki hak dasar untuk mengidentifikasi jenis kelamin mereka dan diakui oleh hukum tanpa diskriminasi,’ kata Tandan. ‘Dan jenis kelamin ini ditentukan oleh diri sendiri, bukan ditentukan secara medis atau melalui operasi.’ …Keputusan pengadilan ini menyatakan bahwa ‘identitas jenis kelamin adalah integral bagi kehormatan seseorang dan ada pada inti otonomi pribadi dan determinasi diri.’ Orang-orang hijra, demikian kata keputusan itu, harus dianggap sebagai tipe jenis kelamin ketiga, ‘mengatasi sistem dua jenis kelamin yang saat ini berlaku di Undang-Undang kita.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Lidah Burung Pematuk yang Luar Biasa

(Berita Mingguan GITS 31 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari www.creationmoments.com, 14 Mei 2014: “Lidah burung pematuk (woodpecker) dapat memanjang hingga tiga sampai lima kali lipat panjang normalnya, demi menangkap serangga dari pohon. Rasanya lidahnya itu harus mulai dari ekornya, baru bisa sepanjang itu! Alam ciptaan tempat kita tinggal ini bukan hanya penuh dengan kesaksian akan hikmat Allah, tetapi juga penuh dengan desain khusus yang membuktikan bahwa kehidupan dengan segala kompleksitasnya tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Perhatikan burung pematuk kayu (woodpecker). Luar biasanya, lidah burung ini berpangkal di hidung kanannya. Setelah masuk ke belakang hidung, lidah ini terbagi menjadi dua bagian, mengelilingi kepalanya di antara tulang tengkorak dan kulit, melewati kedua sisi tulang leher, lalui naik melalui rahang bawah atau paruhnya. Ini memberikan burung pematuk lidah yang cukup panjang sehingga dapat ia julurkan untuk melaksanakan tindakan pembasmian serangga di pohon-pohon!

Bagaimanakah hal ini bisa terjadi secara buta melalui evolusi acak? Bahkan kaum evolusionis sendiri mengakui bahwa sungguh konyol untuk berpikir lidah burung pematuk menjadi semakin panjang selama ribuan tahun dan mulai tumbuh di bawah kulitnya. Sebagaimana dikatakan oleh satu ilmuwan evolusionis mengenai lidah burung pematuk, “Ada fitur anatomis tertentu yang tidak bisa dijelaskan oleh mutasi-mutasi perlahan selama jutaan tahun. Ini jangan disebarkan, tetapi saya rasa Tuhan kadang-kadang harus ikut campur tangan juga.” Mengapa harus memakai Tuhan sebagai penjelasan hanya saat kepepet? Mari kita mulai segala sesuatu dari Pencipta kita yang agung!

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Imam Menyerukan Pasukan-Pasukan Arab untuk Menghancurkan Israel

(Berita Mingguan GITS 31 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang imam di Mesjid Al Aqsa yang terletak di bagian selatan dari Bukit Bait di Yerusalem menyerukan pasukan-pasukan Arab untuk menyerang Israel dan menghancurkan “entitas Zionis yang dibenci ini.” Khotbah imam Raed Al-Daan ditayangkan oleh Al-Jazeera. Dia mengatakan bahwa orang-orang Muslim yang membentuk Waqf yang bertanggung jawab atas Bukit Bait “menantikan legiun-legiun penakluk …dari Tunisia, dari Yordania, dari Mesir, dan Irak, dari Maghreb [Moroko dan Algeria], dari Hijaz [Saudi Arabia]” (“Jerusalem Imam,” Israel Today, 15 Mei 2014). Dia menantikan teriakan dan seruan kemenangan Islam terdengar dari Jaffa, Haifa, Beit Shean, dan kota-kota Israel lainnya.

Menurut nubuat Alkitab, Antikristus akan muncul dan mengusung suatu rencana perdamaian dunia. Dia akan menyelesaikan masalah Timur Tengah secara temporer, Bait Suci Ketiga akan dibangun, dan dia akan mendudukinya, menuntut dunia untuk menyembahnya. “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tesalonika 2:3-4). “Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin mereka pasti tidak akan luput” (1 Tes. 5:3).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Islam | Leave a comment

Kunjungan Paus ke Israel Adalah Suatu Acara “Gereja” Esa-Sedunia

(Berita Mingguan GITS 31 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Kunjungan Paus Fransiskus ke Israel minggu ini adalah suatu acara “gereja” esa-sedunia dari awal hingga akhir. Paus diiringi oleh Rabbi Abraham Skorka dan Sheikh Muslim Omar Abbud. Dia mengunjungi Grand Mufti dari Yerusalem dan ditemani ke Tembok Ratapan oleh Rabbi Kepala Israel. Setelah mengunjungi Patriarkh Ekumenis Bartolomew di Betlehem, sang paus mengunjungi Gereja Makam Kudus di Yerusalem, yang ditenggari meliputi situs-situs penyaliban dan kebangkitan Kristus. Di gereja tersebut, sang paus disambut oleh pemimpin-pemimpin dari berbagai kelompok Ortodoks (Koptik, Etiopia, Syriac, Armenian) yang berbagi otoritas atas bangungan tersebut dengan Gereja Katolik. Untung saja mereka tidak berkelahi sewaktu sang paus ada di sana, sebagaimana terjadi pada tahun 2002, 2004, dua kali tahun 2008, dan lagi tahun 2011. Perkelahian yang terjadi tahun 2011 melibatkan 100 imam dan biarawan, banyak yang memakai sapu! Dalam kunjungan pertama saya ke Gereja Makam Kudus, saya diancam cedera fisik oleh seorang imam Ortodoks yang tampak garang, yang tidak senang saya mengambil foto. Paus Fransiskus telah dipuji oleh banyak pemimpin Injili, tetapi dia tidak percaya Firman Allah. Jika dia percaya Firman Allah, pastinya dia sudah mengutuki segala kesesatan seperti sistem kepausan, misa, dan penyembahan Maria.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Hakim Islam Memerintahkan Agar Seorang Ibu Kristen Dicambuk, Kemudian Dihukum Mati

(Berita Mingguan GITS 24 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Breitbart.com, 15 Mei 2014: “Pada hari Kamis, 15 Mei, seorang warga negara Sudan beriman Kristen, Meriam Yahya Ibrahim, 27 tahun, dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung, atas kesalahan kemurtadan. Ibrahim, seorang dokter yang lulus dari University of Khartoum Medical School, menolak untuk melepaskan iman Kristianinya. Rezim Khartoum yang islami mengklaim bahwa Meriam sebenarnya adalah seorang Muslim karena ayahnya, yang meninggalkan keluarga ketika Meriam berusia 6 tahun, adalah seorang Muslim. Namun, Meriam sendiri memilih untuk memeluk agama ibunya yang Etiopia, yaitu Kristen Ortodoks. …Hakim tersebut dilaporkan memberi instruksi bahwa hukuman mati akan dilaksanakan setelah anaknya cerai susu (saat ini Meriam sedang hamil tua), tetapi bahwa dia harus menerima cambuk 100 kali karena perzinahan, segera setelah dia melahirkan. Morning Star News juga melaporkan bahwa para pengacara akan mengajukan banding pada hari Minggu 18 Mei. Ini akan menunda pelaksanaan hukuman, termasuk hukuman cambuk, sampai ada keputusan.

Meriam Ibrahim menikah dengan Daniel Wani, seorang warga negara Amerika yang berasal dari Sudan Selatan, yang pindah ke Amerika tahun 1998. Meriam sendiri sedang hamil sembilan bulan dengan anak kedua pasangan tersebut. Anak pertama mereka, Martins, berumur 20 bulan, dan sedang dipenjarakan bersama ibunya – otoritas Sudan melarang sang ayah Kristen untuk mengurus putranya. …Menurut Morning Star News, ‘mimpi buruk yang dialami oleh Meriam Ibrahim termasuk tidak diperbolehkan memberi uang jaminan, tidak diberikan perawatan medis yang cukup bagi dia maupun anak dalam kandungannya, dipukuli dalam penjara, dan kedutaan AS yang tidak memberikan banyak bantuan.’ …Sebagaimana dilaporkan pada hari Rabu, Meriam Ibrahim juga dituduh melakukan perzinahan karena pernikahannya dengan seorang Kristen tidak diakui dalam hukum Syariah. Oleh karena itu, dia dihukum cambuk sebelum penggantungannya. Hukuman-hukuman yang kejam ini diatur dalam Artikel 126 (tentang kemurtadan) dan 146 (tentang perzinahan) dalam Undang-Undang Kriminal Sudan yang didasarkan pada hukum Islam.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Mencari Hidup yang Kekal Melalui Teknologi

(Berita Mingguan GITS 24 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Sebagian ilmuwan sedang berusaha keras mencari hidup yang kekal melalui teknologi. Salah satu jalan yang ditempuh adalah melalui GENETIKA. Google telah mendanai suatu perusahaan bernama Calico (California Life Company) untuk menyembuhkan usia tua. Larry Page, pendiri Google, percaya bahwa manusia tidak perlu mulai mati begitu mencapai umur 80an (“Larry Page Lists 5 Things That Google Will Conquer,” Business Insider, 15 Mei 2014). Larry Ellison, Direktur Utama dari Oracle dan orang kelima terkaya di dunia, mengatakan, “Kematian membuat saya sangat marah,” jadi dia mendirikan Ellison Foundation untuk menemukan cara mengalahkan kematian. Investor dana venture Paul Glenn, membantu mendanai Methuselah Foundation, yang mengklaim bahwa “orang pertama yang akan hidup mencapai 1000 tahun pastinya sedang hidup hari ini.”

Pendekatan lain adalah melalui AVATAR. Tujuannya adalah untuk mem-“back-up” informasi genetika seseorang ke dalam komputer-komputer, dan men-download-nya ke dalam avatar-avatar bionik. Ini adalah pendekatan Dmitry Itskov, seorang miliarder Rusia dan program 2045 Initiative-nya. Dia bermaksud untuk “menolong manusia mencapai imortalitas fisik dalam tiga dekade ke depan.”

Pendekatan lain adalah CRYONIC, yang membekukan tubuh manusia dengan harapan bahwa kemajuan teknologi di masa depan akan memungkinkan membangkitkan dia lagi. “Dulu ini pernah eksklusif bagi para selebritis dan para miliarder, kini cyonic mulai berkembang di kalangan publik. Tiga orang staf senior di Oxford University telah mendaftarkan tubuh mereka sendiri untuk dibekukan” (“How Google’s Calico aims to fight aging and ‘solve death,’” CNN, 3 Okt. 2013).

Pendekatan lain untuk mendapatkan hidup yang kekal melalui teknologi adalah TRANSHUMANISME. Tujuannya adalah untuk menyatukan pikiran dan tubuh manusia dengan teknologi, yang akan memberikan padanya kekuatan-kekuatan manusia super, dan juga panjang umur. “Transhumanis membayangkan suatu hari ketika teknologi akan mengizinkan manusia menjadi sedemikian maju sehingga penyakit, kemiskinan, dan peperangan, pada esensinya telah dihapuskan” (“Transhumanists: Superhuman Powers and Life Extension,” End of the American Dream, 13 Mei 2014). Elemen-elemen transhumanisme termasuk transplantasi organ, nanobot, dan tungkai-tungkai bionik. Ray Kurzweil, seorang transhumanis, meminum 150 suplemen vitamin setiap hari “sebagai usaha untuk memperpanjang hidupnya hingga sautu hari teknologi untuk menambah panjang hidup bisa dikembangkan.”

Waktu akan membuktikan bahwa hidup yang kekal melalui teknologi adalah suatu angan-angan yang kosong. Alkitab merangkumkan masalah kematian dan kehidupan yang kekal dalam satu ayat, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita(Roma 6:23).Jika semua sumber daya dunia bisa difokuskan untuk menyelesaikan masalah kematian, proyek itu tetap akan gagal. Manusia bukan sekedar suatu mesin genetika yang dapat dijadikan cyborg atau diciptakan ulang sebagai suatu avatar; dia adalah jiwa yang hidup yang diciptakan menurut gambar Allah. Lebih jauh lagi, dia adalah jiwa yang sudah jatuh, memberontak terhadap Allah Penciptanya yang mengasihi, dan hasilnya adalah kematian, baik fisik maupun kekal. Dalam kemurahanNya yang maha besar, Allah telah membeli keselamatan bagi orang-orang berdosa, dengan bayaran kematian dan darah Kristus yang tercurah. Mereka yang bertobat dan percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat diberikan hadiah hidup yang kekal. “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Yohanes 3:36).

Posted in General (Umum), Teknologi | Leave a comment

Injili dan Katolik Bersama Lebih dari Sebelumnya

(Berita Mingguan GITS 24 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Bulan ini menandai peringatan 20 tahun dokumen “Evangelicals and Catholics Together: The Christian Mission in the Third Millennium” (ECT), sebuah “manifesto” yang merupakan langkah penting menuju terbentuknya “gereja” akhir zaman, esa-sedunia. Dokumen ini (ECT) mengusulkan suatu rencana bagi Katolik dan Injili untuk mencari kesamaan dan kebersamaan sebagai usaha untuk membetulkan perpecahan di masa lampau dan bergerak menuju suatu “realisasi kesatuan kita dalam tubuh Kristus secara lebih penuh.” ECT dikepalai oleh Chuck Colson, pendiri dari Prison Fellowship, dan Richard Neuhaus, seorang Roma Katolik yang “bertobat” dari Lutheranisme. Berbunyi, “Kami bersama, Injil dan Katolik, mengakui dosa kami melawan kesatuan yang dimaksudkan Kristus bagi semua muridNya,” ECT ditandatangani oleh semua tokoh “Injili” yang terkenal, seperti Pat Robertson, J.I. Packer, dan Bill Bright.

Sebuah laporan pada peringatan 20 tahun ECT mengobservasi, “Dua dekade setelah diluncurkannya Evangelicals and Catholics Together, hubungan antara kedua kelompok nampaknya lebih kuat dari yang pernah terjadi. …Dalam sebuah survei oleh Pew Research Center, 2009, 49 persen orang Injili kulit putih mengatakan bahwa mereka melihat Katolikisme sebagai “sangat” atau “agak” mirip dengan agama mereka sendiri. …Dalam sebuah survei bulan Februari, Pew menemukan bahwa 56 persen orang Injili kulit putih memiliki pandangan yang positif terhadap paus Fransiskus” (“Evangelicals and Catholics Together Marks 20 Years,” ChristianHeadlines.com, 9 Mei 2014). Unsur-unsur utama yang sedang membentuk “gereja” esa-sedunia adalah antara lain tindakan sosial bersama, seperti gerakan pro-life, musik kristen kontemporer, doa kontemplatif, dan kesesatan “jangan menghakimi” dan “bersatu dalam hal-hal yang penting.”

Posted in Ekumenisme, Katolik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Tiga Lesbian “Menikah”

(Berita Mingguan GITS 17 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “Three Lesbians Women,” ChristianNews.net, 5 Mei 2014: “Tiga wanita di Massachusetts mengklaim bahwa mereka adalah ‘throuple’ (pasangan bertiga) lesbian pertama di dunia. Hal ini mereka umumkan setelah mereka bertukar janji pernikahan dan ‘menikahi’ satu sama lain tahun lalu. Brynn, Doll, dan Kitten adalah tiga wanita dengan rentang usia dari 27 hingga 34. Agustus lalu, mereka membuat semacam upacara gaya pernikahan, dan dalam acara itu mereka masuk ke dalam hubungan ‘pernikahan’ tiga orang. Walaupun Massachusetts mengakui ‘pernikahan’ sesama jenis, poligami dianggap ilegal. Tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan niat Brynn, Doll, maupun Kitten masuk ke dalam hubungan bertiga itu. ‘Dalam pandangan kami, kami sudah menikah,’ Brynn berkata kepada koran The Sun. ‘Kami memakai pengacara spesialis untuk mengurus surat-surat kami sehingga asset kami dibagi rata.’ …’Doll, Kitten, dan saya memang bukan seperti orang biasa, tetapi kami normal,’ Brynn mengklaim. ‘Kami hanyalah orang-orang yang mencoba untuk menjalani hidup sesuai dengan yang kami anggap terbaik bagi kami dan kami pantas mendapatkan hak-hak yang diberikan kepada orang lain juga.’ …Para pejabat Massachusetts mengatakan mereka tidak akan menegor ketiga wanita tersebut atas hubungan poligami mereka.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Prediksi Darwin

(Berita Mingguan GITS 17 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Ketika Charles Darwin mengamati setangkai bunga anggrek Madagaskar, yang berbentuk bintang, dengan tuba nektar sepanjang 28 cm, ia memprediksikan bahwa akan ditemukan juga seekor kupu-kupu yang memiliki proboscis (alat sedot yang dimiliki kupu-kupu) dengan panjang 28 cm yang dapat menjangkau nektar dalam bunga tersebut. Ia menyatakan hal ini dalam buku On the Various Contrivances by Which British and Foreign Orchids Are Fertilized, tahun 1862. Pada tahun 1903, 21 tahun setelah kematian Darwin, kupu-kupu Morgan’s Sphinx ditemukan, dan pada tahun 2004, Philip DeVries menggunakan kamera inframerah untuk merekam tindakan kupu-kupu itu menyerbuki anggrek tersebut dengan proboscis-nya yang luar biasa. Lihat http://www.youtube.com/watch?v=OMVN1EWxfAU. Pada 1867, Alfred Russel Wallace memunculkan “teori” ko-evolusi (evolusi bersama) untuk menjelaskan eksistensi hubungan simbiosis misalnya antara bunga dan serangga yang mempolinasi bunga tersebut. Ini tetap menjadi suatu mitos yang dipromosikan di museum-museum dan buku-buku sains hari ini, seolah-olah metode alamiah mana saja dapat menjelaskan asal usul makhluk-makhluk hidup yang sedemikian luar biasa ini dan hubungan simbiosis yang sedemikian indah! Baik bunga maupun serangga yang bersangkutan sangatlah kompleks. Mereka menyerukan adanya penciptaan dari setiap tingkat eksistensi mereka, mulai dari sel-sel dan DNA mereka hingga proses-proses seperti fotosintesis dan metamorfosis hingga kemampuan untuk melihat dan mendengar dan terbang dan berkembang biak. Diperlukan sejumlah besar sekali informasi genetika yang sempurna untuk menghasilkan satu anggrek dan satu kupu-kupu yang dapat beroperasi bersama dalam harmoni yang sempurna ini. Proses Darwinian macam apa yang bisa menjelaskan hal seperti ini? “Seleksi alam” hanya bisa bertindak di dalam parameter informasi genetika yang sudah ada, dan mutasi sudah diketahui mayoritas besarnya bersifat negatif dan merusak. Walaupun banyak teriak sana sini, evolusi Darwinian tidak pernah mampu mengusulkan suatu mekanisme kreatif “alami” yang didukung oleh fakta-fakta sains mengenai asal usul kehidupan. Cerita evolusi mengenai bagaimana kehidupan bisa muncul atau bagaimana suatu makhluk hidup tertentu bisa ada, tetap adalah sekedar “cerita” yang “pokoknya begitu.” Satu-satunya yang dibuktikan oleh cerita-cerita ini adalah bahwa para evolusionis memiliki imajinasi yang tinggi. Lebih lanjut lagi, jika bunga dan serangga yang menyerbukinya memang “berevolusi,” maka mereka harus berevolusi persis pada saat yang sama – maksimum dalam jangka waktu seminggu atau sebulan satu sama lainnya – karena eksistensi mereka saling tergantung satu sama lain. Darwin memang benar, bahwa kupu-kupu itu memang ada, tetapi dia salah total mengenai bagaimana kupu-kupu itu bisa ada.

Posted in Science and Bible | Leave a comment