Apakah Iman Pemberian Allah atau Tanggung Jawab Manusia?

Orang Kristen yang percaya Alkitab mempercayai apa yang Paulus katakan dan ajarkan, bahwa “keselamatan” adalah “oleh iman kepada Kristus Yesus” (2 Tim. 3:15). Kebenaran ini bukan hanya satu dua kali diserukan, tetapi berulang kali diajarkan dan ditekankan oleh penulis-penulis yang terinspirasi. Jadi, iman adalah komponen yang sangat penting dalam keselamatan, yaitu menjadi syarat keselamatan. Oleh karena pentingnya iman dalam keselamatan, sangatlah penting bagi orang percaya untuk memahami secara persis tentang iman itu sendiri.

Dalam artikel pendek ini, isu yang dibahas adalah mengenai asal usul iman. Apakah iman berasal dari Allah sebagai suatu pemberian, ataukah iman adalah respons manusia, suatu tanggung jawab individu? Isu ini adalah sesuatu yang memisahkan antara Kalvinis dan non-Kalvinis.

Continue reading

Posted in Kalvinisme | 46 Comments

Bagaimana Menjadi Bijak dengan Uangmu – Persepuluhan

Artikel asli oleh David Cloud, diperluas dan direvisi oleh Dr. Steven Liauw

 Ayat-Ayat Hafalan: Amsal 3:9-10; Maleakhi 3:10; Lukas 6:38; 2 Korintus 9:6-7


Alkitab banyak berbicara mengenai uang. Amsal banyak berbicara mengenai penggunaan uang, dan banyak dari khotbah-khotbah Yesus menyinggung topik ini. Ia mengajarkan bahwa hati manusia terikat kepada hartanya. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa kata Allah tentang uang dalam hidup orang percaya.

Praktekkan Persepuluhan dan Memberi kepada Allah (Mal. 3:8-11)

Persepuluhan, yaitu memberikan minimal 10% dari penghasilan seseorang kepada Allah, adalah suatu cara untuk menghormati Allah dan mendukung pekerjaanNya yang agung di dunia yang memerlukan ini. Allah telah berjanji untuk memberkati persepuluhan, dan banyak sekali orang percaya yang telah menemukan bahwa mereka lebih diberkati ketika hidup dari 90% penghasilan mereka (atau 80% atau lainnya) daripada 100%.

a. Persepuluhan dipraktekkan sebelum diberikannya Hukum Musa. Abraham adalah orang pertama yang tercatat memberikan persepuluhan (Kejadian 14:18-20). Dia tidak memberikan persepuluhan karena diharuskan oleh Hukum; dia memberikan persepuluhan untuk menghormati Allah melalui perwakilan Allah, yaitu raja/imam Melkisedek. Yakub melanjutkan praktek persepuluhan (Kejadian 28:20-22). Jadi kita lihat bahwa persepuluhan bukanlah sesuatu yang bermula dari Hukum Musa. Persepuluhan adalah suatu prinsip yang telah dimengerti oleh umat Allah sejak permulaan waktu.

b. Persepuluhan dipratekkan di bawah Hukum Musa. Di bawah Hukum Musa, bahkan ada persepuluhan ganda. Orang Israel diharuskan untuk memberikan 10% dari semua hasil mereka (Bil. 18:24-28; Neh. 10:38), dan tambahan lagi mereka diharuskan membawa persembahan ke hari raya tahunan (disebut persepuluhan kedua atau persepuluhan hari raya) (Ul. 14:22-25). Orang Israel juga diharuskan untuk memberi kepada orang-orang miskin (Kel. 23:11; Im. 19:10; 23:22).

Maleakhi 3:8-12

(1) Allah mengatakan bahwa mereka yang menahan persepuluhan sedang menipu Dia. Ini karena di bawah Hukum Musa, Allah memerintahkan persepuluhan dan persepuluhan adalah milikNya. Entahkah seseorang percaya bahwa persepuluhan secara persis adalah suatu keharusan di Perjanjian Baru, yang jelas orang percaya memiliki banyak kewajiban finansial di jemaat lokal, dan gagal memenuhinya sama saja dengan menipu Allah.

(2) Allah berjanji untuk memberkati mereka yang memberikan persepuluhan. Orang percaya bisa menjalani hidup dengan jauh lebih baik jika ia memberikan persepuluhan dan persembahan, dan hidup dari sisanya, daripada jika ia tidak memberikan kepada Allah dan mencoba untuk hidup dari 100% penghasilannya. Ribuan orang percaya telah belajar bahwa Allah sungguh memberkati mereka yang memberikan persepuluhan. Ketika Allah berkata bahwa Ia akan menghardik belalang pelahap, itu berarti Ia tidak akan membiarkan hal-hal tertentu terjadi yang akan menghabiskan uang kita. Ini bukan berarti bahwa orang yang mengembalikan persepuluhan itu tidak pernah akan mengalami kesulitan, atau bahwa atap mereka tidak akan pernah bocor, atau alat-alat mereka tidak pernah akan rusak, atau anak-anak mereka tidak akan pernah sakit. Tetapi artinya adalah bahwa ada banyak hal yang bisa saja terjadi, tetapi dihentikan dan tidak terjadi karena berkat Allah.

 (3) Persepuluhan seharusnya dibawa masuk ke rumah perbendaharaan. Dalam Perjanjian Lama, rumah penyimpanan ini adalah Bait di Yerusalem. Hari ini, jemaat lokal adalah rumah tangga (keluarga) Allah (1 Tim. 3:15). Di jemaat pertama (di Yerusalem), umat membawa pemberian mereka dan meletakkannya di bawah kaki para pemimpin (Kis. 4:34-35). Ini adalah teladan bagi kita hari ini. Jemaat memiliki lebih banyak tugas daripada Bait Perjanjian Lama. Jemaat lokal telah diperintahkan untuk memberitakan Injil ke ujung bumi (Mat. 28:18-20). Ini adalah pekerjaan yang sangat memakan biaya, dan hal ini ditanggung oleh umat Allah. Para pemberita Injil seharusnya didukung oleh jemaat-jemaat (1 Kor. 9:14; Tit. 3:13-14; 3 Yoh. 1:5-8).

 Amsal 3:9-10


(1)
Orang tua sebaiknya mengajari anak-anaknya bagaimana memberikan persepuluhan. Perhatikan ayat 1, dan kita menyadari bahwa pasal ini berisikan instruksi dari seorang ayah kepada putranya. Orang tua tidak bisa mengajarkan persepuluhan kepada anaknya jika mereka sendiri tidak pertama-tama memberikan persepuluhan. Ketika orang tua mengajari anaknya persepuluhan, pertama-tama mereka memberikan kepadanya sejumlah kecil uang untuk dia masukkan ke kantong persembahan tiap minggu. Ketika anak itu mendapat uangnya sendiri, tidak peduli sekecil apapun, orang tua mengajari dia untuk memberikan 10% kepada Allah. Ketika persepuluhan menjadi kebiasaan sejak kecil, akan mudah untuk melanjutkannya pada saat dewasa. Pada bulan Oktober 2012, ada kejadian yang menggegerkan banyak orang. Baylor Bonham, seorang anak lelaki 11 tahun dari Oklahoma, mengatakan bahwa ia akan memberikan persepuluhan dari uang $106.000 yang ia peroleh hasil penjualan banteng kesayangannya. Tetapi ia memang sudah memberikan persembahan sejak kecil dan ini sudah menjadi prinsip dan suatu sukacita dalam hidupnya. Ketika ia memenangkan $27.000 tahun sebelumnya, pada usia 10 tahun, ia memberikan sebagiannya ke pelayanan pemuda di gerejanya.

(2) Persepuluhan seharusnya diberikan dari “segala penghasilanmu” (Ams. 3:9). Ini berarti bahwa kapan saja kita menerima atau mendapatkan uang, kita perlu memberikannya persepuluhan kepada Tuhan dari hasil itu.

(3) Allah berjanji untuk memberkati orang yang mengembalikan persepuluhan. Janji ini diulang-ulang di dalam Kitab Suci karena Allah ini menekankan kepastiannya. Kita bisa mempercayai Firman Allah!

 Hagai 1:6-9

 Di sini Allah memperingatkan umatNya bahwa karena mereka telah melalaikan pembangunan rumahNya setelah kembali dari pembuangan Babilon, maka mereka tidak mendapatkan berkatNya. Mereka bekerja dan mencoba untuk sukses, tetapi Allah melubangi pundi-pundi uang mereka! Jika kamu mendapatkan $100, jauh lebih bijak untuk menghormati Allah dengan persepuluhan atau lebih, dan menaruh $90 atau $80 di kantong yang tidak berlubang, daripada mengejek Allah dan menyimpan semuanya untuk dirimu sendiri, sementara menaruhnya di kantong yang berlubang.

c. Beberapa ayat Perjanjian Baru tentang persepuluhan/memberi

 Matius 23:23

 Banyak orang yang tidak mau mengembalikan persepuluhan memakai alasan bahwa persepuluhan tidak ada dalam Perjanjian Baru. Tetapi sebenarnya ini tidak tepat. Yesus ada menyebut persepuluhan dalam Matius 23:23. Ia memarahi orang-orang Farisi yang memberikan persepuluhan tetapi mengabaikan hal-hal lain dalam Hukum Tuhan. Solusi yang Yesus tekankan bukanlah menghilangkan persepuluhan, tetapi bahwa keduanya perlu dilakukan.

 Kembali akan ada yang berkata bahwa Yesus mengucapkan ini kepada orang-orang Farisi yang sedang hidup di bawah Taurat, sehingga persepuluhan tidak berlaku untuk orang Kristen. Tetapi perhatikan bahwa Tuhan Yesus tidak pernah malu-malu untuk menyatakan Sabat tidak lagi berlaku, bahkan ketika berbicara kepada orang Farisi. Sebagai contoh adalah Markus 2:27-28 “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat;” dan Yohanes 5:18, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat.” Jadi, Yesus tidak malu-malu untuk menyatakan bahwa Sabat tidak lagi berlaku kepada orang Kristen. Jika memang Yesus juga meniadakan persepuluhan, kenapa tidak dikatakan dengan jelas? Faktanya, tidak ada satu pun ayat dalam Perjanjian Baru yang meniadakan persepuluhan.

 Lukas 6:38


Di sini Yesus menyatakan suatu janji yang sangat indah berkaitan dengan memberi. Di ayat ini Tuhan kita tidak berbicara secara khusus mengenai perspuluhan, tetapi tentang memberi secara umum. Allah menyukai pemberi yang memberi dengan sukacita. Hal ini adalah sesuatu yang Tuhan perhatikan, dan Ia memberkati dengan berlimpahnya.

1 Korintus 16:1-2

Dalam perikop ini, kita melihat bahwa orang-orang percaya di jemaat-jemaat abad pertama menjalankan persembahan ketika mereka berkumpul di hari pertama suatu minggu. Persembahan yang khusus dibicarakan Paulus adalah suatu persembahan khusus yang sang Rasul sedang kumpulkan untuk orang-orang Kristen di Yerusalem yang sedang menderita karena kelaparan (Roma 15:26). Bahkan dalam kasus inipun, Paulus mengajar mereka untuik memberi “sesuai dengan apa yang kamu peroleh.” Ini berarti bahwa orang Kristen sepatutnya memberi secara proporsional dengan penghasilannya. Ini adalah prinsip yang sama dengan persepuluhan. Mereka yang mendapat lebih banyak memberi lebih banyak.

2 Korintus 9:6-7

Perikop ini sekali lagi mengacu kepada persembahan khusus yang Paulus sedang kumpulkan untuk orang-orang percaya di Yerusalem.

Kita melihat bahwa ada persembahan sukarela, yang berarti bahwa setiap orang percaya membuat keputusannya sendiri mengenai berapa banyak yang akan ia beri (2 Korintus 9:7).

Paulus menegaskan bahwa Allah berjanji akan memberkati semua pemberian mereka.

d. Persepuluhan harus dilakukan dengan konsep yang benar

 Bisa saja seseorang memberikan persepuluhan, tetapi dengan konsep yang salah. Memberikan persepuluhan dengan konsep yang benar adalah sangat penting, apalagi di zaman Perjanjian Baru, zaman penyembahan di dalam Roh dan kebenaran.

 Adalah salah jika menganggap persepuluhan sebagai semacam “pajak” rohani. Pajak adalah sesuatu yang memberatkan. Tuhan ingin agar orang percaya memberi dengan sukacita, dan dengan kerelaan hati (2 Kor. 9:7).

 Adalah salah untuk menganggap bahwa 10% adalah milik Tuhan dan 90% adalah milik saya. Sebenarnya seluruh hidup orang percaya adalah milik Tuhan (Roma 12:1; Gal. 2:20). Jadi, termasuk, seluruh harta dan uang orang percaya adalah milik Tuhan yang Tuhan percayakan kepada anak-anakNya. Dari Firman Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan ingin kita menaruh minimal 10% dari harta yang Ia percayakan itu, ke tiang penopang dan dasar kebenaran (Israel/Bait Suci di PL dan jemaat lokal di PB). Sisanya, tetap adalah milik Tuhan yang kita kelola. Jadi, orang percaya tidak boleh sembarang menggunakan uang”nya” apalagi untuk berdosa. Dengan penuh doa, ia menggunakan uang”nya” dengan bijak.

Adalah salah untuk berpikir bahwa memberi persepuluhan adalah semacam sogok kepada Tuhan, sehingga seseorang bebas untuk “berdosa” asal ia membayar persepuluhan. Tuhan tidak berkenan kepada persembahan lebih daripada ketaatan! Baca 1 Samuel 15:22-23.

 Adalah salah untuk berpikir bahwa persepuluhan adalah satu-satunya persembahan yang perlu diberikan. Di dalam Perjanjian Lama, orang Israel memberikan persepuluhan, dan juga sering memberikan persembahan khusus, misalnya ketika ada pembangunan Kemah Suci, dan peristiwa-peristiwa lainnya. Persepuluhan adalah permulaan yang baik, tetapi jangan stop dengan persepuluhan. Justru semakin kita belajar memberi kepada Tuhan, semakin kita dimampukan untuk memberi lebih dan lebih lagi. Tidak ada yang lebih baik daripada ketika Tuhan berkenan untuk memakai kita sebagai saluran berkatNya, untuk pekerjaanNya di bumi ini. Saluran berkat tidak akan kekurangan berkat.

 Adalah salah untuk memberikan persepuluhan dengan motivasi “investasi duniawi,” mengharapkan berkat materi dalam jangka waktu pendek. Tuhan memang berjanji akan memberkati orang yang memberikan persepuluhan, tetapi janganlah mengukur berkat Tuhan secara materi belaka. Persepuluhan seharusnyalah diberikan dengan motivasi utama cinta akan Tuhan, dan cinta akan pekerjaan Tuhan. Berkat akan diurus oleh Tuhan pada waktuNya.

e. Persepuluhan harus dilakukan dengan iman

Satu-satunya cara untuk melakukan persepuluhan dengan efektif adalah untuk melakukannya dengan iman. Kita harus percaya akan janji-janji Allah bahkan di masa-masa yang sulit. Dan kita harus ingat bahwa Allah menguji iman untuk melihat apakah itu iman sejati, dan untuk membuat iman itu semakin kuat (Yak. 1:2-4). Banyak kali ketika seorang Kristen memutuskan untuk mulai memberi persepuluhan, ia akan terkena masalah keuangan untuk menguji keputusannya itu.

John R. Rice bercerita tentang seorang penginjil bernama Kuykendahl di Texas pada awal abad ke-20. Dia memiliki pelayanan khotbah keliling dan persembahan yang ia dapatkan sangatlah kecil, sehingga keluarganya yang besar mengalami masa yang sulit. Satu tahun, seorang pebisnis yang kaya berkunjung ke daerah itu untuk membagikan kesaksiannya di beberapa gereja, dan penginjil Kuykendahl adalah tuan rumahnya, mengantarkan dia dari kebaktian ke kebaktian di kereta kudanya. Di antara hal-hal lain, si pebisnis menantang orang-orang untuk memberikan persepuluhan. Ketika mereka berperjalanan satu hari, pebisnis itu bertanya kepada sang penginjil apakah ia percaya akan persepuluhan.

Ia menjawab, “Ya, saya akan senang sekali memberikan persepuluhan, tetapi saya sangat miskin dan harus membiayai keluarga saya yang besar.”

Pebisnis itu menjawab, “Saya akan memberikanmu suatu penawaran. Jika kamu mau persepuluhan untuk satu tahun penuh, saya akan menjaminmu. Jika pada suatu waktu, kapan saja selama tahun ini, kamu mendapatkan bahwa kamu tidak bisa memenuhi kewajiban keuanganmu, dan tidak ada lagi tempat lain untuk berpaling, hubungi saja saya, dan saya akan mengirimkan uang yang diperlukan. Saya seorang yang kaya, dan saya seorang yang tepat janji.”

Kuykendahl menjawab dengan antusias, “Saya akan dengan senang menerima tawaran ini.”

Sang penginjil menepati janjinya dan memberikan persepuluhan dengan setia, tetapi ia tidak pernah perlu menghubungi si pebisnis. Pada akhir dari 12 bulan, penginjil itu merenungkan apa yang terjadi. Allah telah memberkati dia dengan berlimpah tahun itu dan telah memenuhi semua keperluan. Orang-orang memberikan banyak barang kepadanya, lebih dari sebelumnya, dan keluarganya merasakan banyak berkat khusus. Sambil dia memikirkan hal-hal ini, hatinya tiba-tiba terpukul, ketika ia menyadari bahwa ia telah mempercayai kata-kata seorang pebisnis, tetapi ia tidak rela mempecayai Firman dari Allah yang hidup, yang telah memberikan janji yang lebih hebat!

 f. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa persepuluhan tidak berlaku bagi orang percaya Perjanjian Baru?


(1)
Ingat bahwa persepuluhan sudah ada sebelum Hukum Musa. Jadi, bukanlah karena Hukum maka Abraham memberi persepuluhan; ia memberi persepuluhan karena ia ingin menghormati Allah dan mendukung pekerjaan Allah yang diwakili oleh Melkizedek. Ini adalah contoh yang baik bagi orang-orang percaya Perjanjian Baru, karena kita adalah anak-anak Abraham melalui iman (Roma 4:16-17).

(2) Perjanjian Lama diberikan untuk menjadi contoh bagi kita (Roma 15:4; 1 Kor. 10:11). Paulus menggunakan sistem Musa tentang memberi sebagai otoritas bagi pengajarannya bahwa orang-orang percaya Perjanjian Baru harus mendukung para pengkhotbah Injil (1 Kor. 9:8-14).

(3) Tidak ada ayat PB yang menghapuskan persepuluhan. Ada ayat yang menyebut persepuluhan sebagai sesuatu yang harus dilakukan (Mat. 23:23). Ada ayat yang mengilustrasikan prinsip persepuluhan dalam jemaat-jemaat PB, yaitu 1 Korintus 16:2, “…hendaklah kamu masing-masing sesuai dengan apa yang kamu peroleh menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah…” Persembahan orang percaya PB diinstruksikan agar “sesuai dengan apa yang kamu peroleh,” artinya berbanding lurus dengan penghasilan. Orang dengan penghasilan banyak, memberi banyak. Tetapi berapa persen-kah yang sebaiknya diberikan? Minimal 10% sudah menjadi teladan orang percaya dari zaman Abraham hingga hari ini.

 (4) Persepuluhan di dalam Perjanjian Lama bukanlah sekedar suatu perintah seremonial atau simbolik. Persepuluhan memiliki fungsi yang sangat penting dan praktis: terpeliharanya bani Lewi, keimamatan Harun, dan Bait Suci. Jadi, persepuluhan bukanlah perintah seremonial atau simbolik yang hilang oleh kedatangan Kristus. Memang, di PB tidak ada lagi bani Lewi, dan semua orang percaya adalah imam. Tetapi, Bait Suci yang adalah pusat tiang penopang dasar kebenaran di PL, kini digantikan oleh jemaat-jemaat lokal di PB. Jadi, persepuluhan tetap memainkan fungsi praktis dan penting di PB.

(5) Adalah kehendak Kristus yang dinyatakan jelas bahwa umatNya menjadi umat yang pemberi (Lukas 6:38). Banyak orang yang saya temui yang “tidak percaya persepuluhan” adalah orang-orang yang kikir. Mereka tidak mau menarik beban yang sepatutnya di dalam jemaat. Kekikiran dan kepelitan tidak seharusnya menjadi ciri khas seorang anak Allah. Bahkan jika engkau tidak percaya bahwa persepuluhan adalah hukum yang diharuskan, engkau seharusnya tetap malu jika menyimpan lebih dari 90% penghasilanmu untuk dirimu sendiri, mengingat besarnya kebutuhan pekerjaan Allah di dunia sekarang ini. Saya harus menambahkan bahwa tidak semua orang yang tidak percaya persepuluhan itu pelit. Tetapi, biasanya orang yang menentang persepuluhan adalah karena ia tidak mau memberi sampai 10%, sedangkan orang yang rela memberi lebih dari 10% biasanya tidak masalah dengan persepuluhan.

(6) Orang percaya memiliki banyak kewajiban finansial. Amanat Agung adalah suatu kewajiban. Kita diperintahkan untuk membawa Injil ke setiap orang di setiap bangsa (Mar. 16:18; Kis. 1:8). Ini disebut sebagai “Amanat Agung” Kristus karena diulang lima kali dalam Perjanjian Baru, jadi ada penekanan pada pentingnya hal ini. Pemberitaan Injil ke seluruh dunia terhubung intim dengan kematian Kristus, karena penderitaan Kristus bagi dosa manusia menjadi tidak efektif jika Injil tidak diberitakan (Luk. 24:46-47). Misi memenangkan dunia adalah tugas yang mahal. Setiap orang percaya memiliki kewajiban untuk melakukan apa yang ia bisa untuk memajukan tugas ini, termasuk memberitakan Injil secara pribadi, berdoa, dan juga memberi. Menyokong para pengkhotbah dan penginjil adalah suatu kewajiban (1 Kor. 9:14; Fil. 4:15-17; Tit. 3:13-14; 3 Yoh. 1:5-8). Jemaat lokal adalah suatu kewajiban. Jemaat adalah tiang penopang dan dasar kebenaran untuk zaman ini (1 Tim. 3:15). Jemaat adalah markas penginjilan dunia (Kis. 14:1-4). Jadi, setiap orang percaya memiliki kewajiban untuk menyokong jemaat lokal secara finansial sehingga jemaat bisa melaksanakan fungsinya yang diberikan Tuhan bagi dunia yang sangat memerlukan ini.

Posted in General (Umum), Gereja | 68 Comments

Orang Percaya Adalah Musafir di Negeri Asing

(Berita Mingguan GITS 27April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini” (Ibrani 11:13). “Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa” (1 Pet. 2:11). “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Filipi 3:20). “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kolose 3:1-2). “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya” (3 Pet. 3:11-12). “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh. 2:15-17).

Posted in Renungan | Leave a comment

Kesaksian Dari “Rumah Horor” Seorang Pelaksana Aborsi

Berikut ini disadur dari “House of Horror Worker,” Christian News, 18 April 2013: “Saksi terakhir melawan seorang pelaksana aborsi yang terkenal di Philadelphia, yang sedang menghadapi tuduhan pembunuhan berulang, telah memberikan kesaksiannya di pengadilan hari ini. Dia memberitahu juri bahwa dia melihat sedikitnya 10 bayi yang bernafas sebelum dibunuh, dan bisa jadi sebanyak 25 bayi. Kareema Cross adalah saksi itu, dan dia menyatakan dirinya begitu terguncang oleh apa yang ia lihat di lembaga Women’s Medical Society milik Kermit Gosnell, sehingga dia mengambil foto-foto dan menghubungi otoritas untuk menyatakan kekhawatiran dirinya. Kesaksiannya selaras dengan teman-teman sekerjanya. Dia memberitahu juri bahwa dia melihat seorang bayi baru lahir menggerakkan tangannya, sebelum Lynda Williams, seorang pekerja di klinik aborsi itu, memotong tulang punggung bayi itu….Dia memberitahu dewan juri bahwa Gosnell mengambil seorang bayi dari kehamilan tua yang terlahir hidup, dan menempatkan bayi itu di sebuah kotak sebesar kotak sepatu. Sambil pelaksana aborsi itu membawa kotak itu ke meja, bayi itu melipat tangannya dan kakinya untuk ‘memuatkan diri ke kota itu.’ Dokter itu lalu memotong bagian belakang dari leher bayi tersebut,’ kata Cross. Ia menambahkan bahwa Gosnell berkelakar sang bayi bisa saja ‘berjalan ke toko dan ke halte bis.’ …Sebagaimana dilaporkan terdahulu, pelaksana aborsi Kermit Gosnell, 72 tahun, ditangkap pada tahun 2011, menyusul penyelidikan terhadap tempat prakteknya, yang diberi nama Women’s Medical Society. Para penyelidik awalnya tidak tahu bahwa Gosnell di situ menjalankan aborsi terhadap kehamilan tua, tetapi mereka menyelidiki tempat itu atas kecurigaan penjualan zat-zat terlarang. Jaksa Philadelphia, Seth Williams, yang mengajukan tuntutan terhadap Gosnell, menggambarkan operasi di klinik tersebut sebagai “Rumah Horor.” …Kini ia menghadapi tuduhan tujuh pembunuhan berencana.”

Posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Tukang Bunga Kristen Dikenakan Dua Tuntutan Pengadilan

Berikut ini disadur dari “Christian Florist Slammed with Second Lawsuit for Declining to Decorate Homosexual ‘Wedding,’” Christian News, 22 April 2013: “Seorang floris (tukang bunga) Kristen di Washington telah dihajar oleh tuntutan pengadilan yang kedua karena ia menolak untuk mendekor penikahan homoseksual bagi seorang klien lama. Baronelle Stutzman dari toko Arlene’s Flowers di Richland, dikenai sebuah tuntutan di pengadilan bulan lalu oleh Jaksa Umum Bob Ferguson, yang mengklaim bahwa wanita Kristen tersebut melanggar hukum karena tidak mau menerima pekerjaan itu. Stutzman didekati pada bulan Maret oleh salah seorang pelanggan lamanya, Robert Ingersoll, seorang homoseksual, karena dia ingin Stutzman menyiapkan bunga-bunga bagi pernikahannya dengan partnernya, Curt. Wanita itu menyatakan bahwa dia dengan sopan menjelaskan bahwa dia tidak bisa membantu dalam acara tersebut. …Setelah Ingersoll memutuskan untuk memposting hal tersebut di Facebook, kontroversi besar timbul, ada yang mendukung ada yang menentang Stutzman. Tukang bunga tersebut mengatakan bahwa dia menerima banyak komentar yang marah dan mengancam. “Hal itu meledak di luar proporsi,” jelas Stutzman. “Saya menerima email-email penuh kebencian. Saya mendapatkan ada orang yang mau membakar bangunan saya. Saya mendapatkan ada orang yang bersumpah tidak akan belanja di tempat saya lagi, dan akan memberitahu semua temannya.” …Sekarang organisasi ACLU di Washington juga mengajukan tuntutan pengadilan melawan tukang bunga itu, kali ini mewakili Robert Ingersoll dan partnernya, Curt Freed.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Program Eugenics di Cina

(Berita Mingguan GITS 27April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Eugenics (artinya “genetika yang baik”) adalah tindakan manipulasi terhadap kumpulan gen manusia dengan tujuan pemurnian ras atau tujuan-tujuan lainnya. Konferensi Eugenics Internasional yang Kedua menyatakan bahwa “eugenics adalah manusia menentukan arah evolusinya sendiri.” “Eugenics positif” bertujuan untuk membantu dan mendorong reproduksi di kalangan orang-orang yang dianggap beruntung secara genetika, sementara eugenics “negatif” berusaha untuk mengurangi kesuburan orang-orang yang dianggap cacat secara genetika. Alat-alat yang dipakai antara lain adalah sterilisasi, aborsi, in-vitro-fertilization (bayi tabung), transplantasi telur, dan kloning. Eugenics dimulai di Inggris pada akhir abad-18 dipimpin oleh keluarga Charles Darwin, tetapi berpindah fokus ke Amerika pada awal abad ke-20, dan dibawa ke tingkat-tingkat yang baru oleh Nazi Jerman sejak tahun 1930an. Karena kejahatan-kejahatan Hitler, istilah “eugenics” sempat tidak disukai, tetapi prakteknya berjalan terus, dan kini ditingkatkan menuju efisiensi yang sangat tinggi di Cina komunis, melalui teknologi-teknologi terkini. BGI Shenzhen di Cina adalah pusat penelitian genetika yang terbesar di dunia, dan mereka diperlengkapi untuk meningkatkan kualitas orang-orang Cina. “Ilmuwan-ilmuwan telah mengumpulkan sampel DNA dari 2000 orang-orang terpintar di dunia, dan sedang meneliti deretan DNA mereka dalam usaha untuk menemukan bagian DNA mana yang menentukan kepintaran manusia. Sepertinya, mereka tidak lama lagi akan menemukan jawaban, dan ketika mereka menemukannya, skrining embrio akan mengizinkan orang tua untuk memilih zigot mana yang paling pintar yang mau mereka lahirkan, dan ini berpotensi meningkatkan kepintaran tiap generasi sebanyak 5 hingga 15 poin IQ.” (“How China Is Trying to Engineer Genius Babies,” Real Clear Politics, 17 Mar. 2013). 

Posted in Kesehatan / Medical, Science and Bible | Leave a comment

Seorang Ilmuwan Penciptaan, Ph.D., Menawarkan $10.000 bagi Evolusionis yang Mampu Membuktikan Kitab Kejadian Salah

(Berita Mingguan GITS 20April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Creationist offers $10,000 to any evolutionist who can scientifically disprove Genesis in court,” The Blaze, 27 Maret 2013 – “Seorang ilmuwan penciptaan di Kalifornia begitu yakin bahwa Kitab Kejadian memberikan catatan literal tentang asal usul kehidupan, sehingga ia rela untuk mempertaruhkan $10.000, menawarkan jumlah yang besar ini bagi siapa saja yang dapat sukses membuktikan kitab ini salah. Tetapi ada syaratnya: pembuktian Alkitab salah secara ilmiah harus dilakukan di hadapan seorang hakim. Dr. Joseph Mastropaolo, yang memiliki gelar Ph.D. dalam bidang kinesiologi, berharap bahwa tantangannya bagi kaum non-theis dan orang-orang lain yang meremehkan Alkitab sebagai sekedar alegori ini, akan memicu diskusi yang lebih luas dan sehat tentang penciptaan dan evolusi. Kontes tersebut, yang disebut ‘Literal Genesis Trial,’ (Pengadilan Kejadian Literal), pertama kali dijelaskan oleh Mastropaolo dalam sebuah wawancara dengan Guardian. Berikut gambaran tentang cara kerjanya, jika ada seorang evolusionis yang mau menerima tantangan ini: ‘Dr. Joseph Mastropaolo … telah menjanjikan $10.000 dari uangnya sendiri yang akan dimasukkan ke suatu tabungan khusus sebelum debat. Penantangnya juga diharapkan melakukan hal yang sama. Pemenangnya akan mengantongi $20.000 di tabungan khusus itu. Argumen tidak akan disajikan di pengadilan formal, tetapi dalam suatu model penyelesaian debat alternatif, yang disebut mini-trial (pengadilan kecil). Mastropaolo mengatakan bahwa ia akan menyajikan argumen untuk mendukung penafsiran literal akan kisah penciptaan, jika ia dapat menemukan seorang ilmuwan yang mendukugn penafsiran Kejadian secara non-literal adalah lebih ilmiah’ (“Creationist stakes $10,000 on context between Bible and evolution,” The Guardian, 25 Maret 2013). ‘Sebenarnya tidak ada di alam semesta ini yang berevolusi, semuanya sedang menuju makin buruk, semuanya berjalan ke arah sebaliknya,’ ia memberitahu Guardian.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Orang-Orang Kristen Alkitabiah Disebut “Teroris Non-Jihad”

(Berita Mingguan GITS 20April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadaur dari “So Now Biblical Christians Are ‘Non-Jihadist Terrorists,’” Around the World with Ken Ham, 8 April 2013: “Kekristenan yang alkitabiah secara aktif dijelek-jelekkan, dalam upaya untuk memarginalisasi kita di budaya yang semakin sekuler ini. Dalam waktu-waktu belakangan ini kita menyaksikan peningkatan tindakan orang-orang sekuler dalam hal berikut:

(1) Menuduh orang-orang Kristen / yang percaya penciptaan melakukan ‘penelantaran anak’ (sebagaimana dituduhkan oleh Lawrence Krauss, seorang profesor di Arizona State University) karena tidak mau mengajarkan evolusi kepada anak mereka. (2) Mengklaim kekristenan adalah virus (sebagaimana dilakukan oleh atheis Richard Dawkins dan orang-orang lain). (3) Menuduh orang-orang yang memiliki keyakinan keagamaan menderita penyakit mental – dan menyebabkan anak-anak juga mengalami masalah kesehatan mental (sebagaimana kita lihat di artikel “Can Your Child Be Too Religious,” majalah Time, 28 Maret 2013). Saya melihat bahwa ada taktik yang semakin banyak digunakan oleh para pejuang sekuler untuk mengindoktrinasi publik agar berpikir bahwa kekristenan yang alkitabiah adalah musuh dan berbahaya bagi budaya. ….Anda mungkin syok jika membaca apa yang ditulis oleh analis keamanan nasional CNN, dan penulis dari buku Manhunt: The Ten-Year Search for bin Laden. Dalam artikel opini yang ia tulis, berjudul ‘Ancaman kekerasan dari sayap kanan yang semakin meningkat,’ Bergen menyatakan hal berikut: “Tetapi data New America memperlihatkan bahwa teroris domestik yang termotivasi oleh ideologi-ideologi non-jihad kini memberikan ancaman yang sama atau bahkan lebih dari pada orang-orang yang mengidolakan al Qaeda. Kami mendefinisikan teroris non-jihad sebagai mereka yang melakukan atau beraspirasi untuk melakukan kekerasan, dan yang masuk ke dalam kategori-kategori berikut: ekstrimis sayap kanan yang menentang pemerintah, menyetujui ideologi neo-Nazi, ATAU MENENTANG HOMOSEKSUALITAS ATAU ABORSI; ekstrimis sayap kiri; aktivis-aktivis hak binatang yang penuh kekerasan; dan aktivis-aktivis lingkungan yang penuh kekerasan.” Jadi, menurut analis keamanan nasional CNN, mereka yang menentang perilaku homoseksual atau aborsi (yaitu kekristenan alkitabiah) adalah ‘teroris non-jihad’ dan adalah ‘ancaman yang lebih besar daripada orang-orang yang mengidolakan al Qaeda’ – suatu ‘ancaman’ bagi kebudayaan. Orang-orang Kristen dan pemimpin-pemimpin Kristen perlu bangun dan memberitahu jemaat-jemaat mereka apa yang terjadi. Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen alkitabiah akan semakin meningkat. Amerika yang selama ini menjadi pusat kebebasan bagi mereka yang cinta Tuhan, akan mengalami penganiayaan. Amerika telah jatuh dari posisi kerohanian mereka, dan sedang dalam penurunan dari sudut pandang Alkitab, dan semakin akan menyerang orang-orang percaya. Penganiayaan di negara-negara lain pasti akan meningkat juga. “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Tim. 3:12).

Posted in Fundamentalisme, General (Umum), Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Gembala Sidang Hmong Dipukuli hingga Mati oleh Polisi Vietnam

(Berita Mingguan GITS 20April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Hmong Christian Leader Beaten to Death,” Morning Star News, 28 Maret 2013: “Seorang pemimpin gereja Hmong di Vietnam telah dipukuli hingga mati dalam tahanan polisi, demikian kata sumber-sumber dari daerah itu. Polisi memukuli Vam Ngajj Vaj di sekitar leher dan bahunya dan kemungkinan juga menggunakan syok listrik pada dirinya, yang menyebabkan kematiannya pada tanggal 17 Maret, demikian kata seorang pemimpin gereja yang berbicara dengan orang-orang yang menyaksikan mayat yang penuh pukulan itu. ‘Mereka menduga bahwa dia juga telah disetrum selain juga dipukul,’ kata seorang pemimpin Kristen Hmong di Vietnam. Vaj, yang berasal dari distrik Cu Jut, propinsi Dak Nong di Vietnam, bersama istrinya sedang memangkas semak-semak di ladang mereka di Dak Ha Commune yang dekat dengan distrik Dak Glong, ketika mereka ditangkap dengan alasan ‘merusak hutan secara ilegal’ pada tanggal 16 Maret. Gereja-gereja Hmong di daerah itu sering melaporkan penganiayaan oleh rezim komunis yang melihat kekristenan sebagai suatu ancaman, dan tuduhan mengada-ada tentang ‘merusak hutan’ di tanah mereka sendiri cocok dengan laporan-laporan penganiayaan itu. Suami istri tersebut dibawa ke stasiun polisi di Kota Gia Nghia dan ditaruh di sel yang berbeda, kata sumber-sumber Kristen. Malam itu Vaj dipukuli dengan hebat dan disiksa oleh polisi, kata sumber-sumber, dan hari berikutnya otoritas lokal memberitahu adiknya bahwa dia telah meninggal. Berita ini sangat mengejutkan karena Vaj, yang berumur 30an akhir, memiliki kesehatan yang sangat baik, demikian kata sumber. Mereka mengatakan bahwa pembunuhan ini meneror komunitas Kristen Hmong.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | 2 Comments

Gereja-Gereja Indonesia Merencanakan Celebration Of Unity

Dalam koran Suara Pembaruan, 11 April 2013, dipaparkan bahwa pada tanggal 17-18 Mei 2013, akan diadakan Celebration of Unity di Gelora Bung Karno dan Mall Mega Kemayoran, yang “akan diikuti semua komunitas Kristen dari semua denominasi gereja, baik Katolik maupun Protestan.” Acara ini adalah pre-event untuk persiapan bagi Sidang Raya Dewan Gereja Sedunia (WCC) yang akan digelar tanggal 31 Okt – 8 Nov 2013. Ketua panitia untuk acara Celebration of Unity ini adalah Pdt. Nus Reimas, yang menegaskan bahwa “diharapkan dari acara ini, akan lahir spirit mempersatukan dan mempererat hubungan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus.” Seperti biasa bagi kaum ekumenis, ia mengutip Yohanes 17:21, yang berisikan doa Yesus, “supaya mereka menjadi satu,” tanpa memperhatikan konteks dari kata-kata tersebut.

Suara Pembaruan melaporkan bahwa dipastikan 323 sinode dari Kristen Protestan dan seluruh Keuskupan Gereja Katolik di Indonesia akan hadir. Termasuk di dalamnya adalah gereja-gereja dari PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), KWI (Konferensi Wali-gereja Indonesia), PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia), PGPI (Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia), Persekutuan Gereja Baptis Indonesia, Gereja Ortodoks, Gereja Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Direncanakan bahwa dalam acara puncak semua peserta akan menyanyikan lagu “Song of Unity,” dan diharapkan akan tercipta “kebersamaan umat Kristiani dalam perannya menciptakan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.”

Tentu saja semua ini tidak mengagetkan bagi orang-orang percaya yang Alkitabiah, karena Alkitab sudah menubuatkan bahwa akan ada kesatuan agama di akhir zaman. Wahyu 13 memberitahu kita bahwa nabi palsu akan mengarahkan semua orang untuk menyembah Antikristus. Untuk itu diperlukan kesatuan antar agama seluruh dunia. Untuk itu, Iblis akan menyatukan dulu “agama Kristen” menjadi satu, agar dapat ia kendalikan. Banyak orang Kristen yang menyamakan persatuan dengan hal yang baik. Mereka lupa bahwa persatuan tidak selalu positif. Manusia bisa bersatu untuk melawan Tuhan (misalnya menara Babel), atau bisa bersatu di pihak Tuhan. Satu hal yang pasti, persatuan di pihak Tuhan adalah persatuan di dalam kebenaran dan tidak mungkin mengabaikan pengajaran-pengajaran pasti di dalam Firman Tuhan.

Persatuan yang Yesus doakan adalah persatuan rohani di dalam kebenaran, bukan persatuan antara benar dan salah. Paulus dengan keras berkata “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia” (Gal. 1:8). Katolik, Ortodoks, dan Advent adalah sekelumit contoh gereja-gereja yang akan hadir di acara ini, yang mengajarkan injil yang lain! Orang-orang dan gereja-gereja Alkitabiah tidak akan ikut serta dalam “persatuan” yang semu ini, karena Firman Tuhan mengajarkan: “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!” (Roma 16:17). “Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi” (Tit. 3:10). Karena “celebration of unity” ini tidak mengindahkan Firman Tuhan, dan sama sekali tidak akan membahas masalah doktrin dan kebenaran, atau menegur gereja-gereja sesat yang akan ikut serta, maka jelas persatuan yang mereka akan capai adalah persatuan yang menentang Firman Tuhan dan Allah sendiri.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment