Ditemukan Jaringan Lunak Unta Berusia Tiga Juta Tahun

(Berita Mingguan GITS 18 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Semakin banyak ditemukan jaringan lunak dari binatang-binatang yang dikatakan berusia jutaan tahun. Kali ini seekor unta kuno ditemukan di daerah Kutub Utara Kanada. Museum Alam Kanada di Ottawa mengklaim bahwa usianya 3,5 juta tahun, tetapi sisa unta ini mengalami proses mumifikasi, bukan fosilisasi, dan pecahan-pecahan kolagen masih terperlihara (“Ancient Arctic camel a curious conundrum,” Fox News, 5 Maret 2013). Pada tahun 2008, suatu fosil kera “2 juta tahun” ditemukan di Malapa, Afrika Selatan, dengan kulitnya masih menempel.

Pada tahun yang sama, BBC News melaporkan adanya fosil bulu yang masih menyisakan pigmen warna biologis mereka. Pada tahun 2009, para peneliti mendapatkan kembali tinta kering dari kantong tinta suatu fosil cumi-cumi berusia “150 juta tahun.” Tahun 2009 juga merupakan tahun penemuan Darwinius masillae, yang diklaim adalah suatu mata rantai yang hilang berusia 47 juta tahun, dengan jaringan lunak yang masih terpelihara.

Suatu fosil mosasaurus (reptil laut sepanjang 14 meter) di Dinosaur Institute of the National History Museum di Los Angeles County, yang dikatakan jutaan tahun tuanya, masih memiliki pigmen retina, sisa-sisa darah kering, dan “terpeliharanya struktur-struktur kulit dari berbagai bagian tubuh.” Pada tahun 2011, PloS ONE melaporkan suatu fosil ikan cuttlefish “34 juta tahun tuanya” dengan chitin organik masih tersisa di tulangnya. Para peneliti lain menemukan chitin di seekor kalajengking yang ditenggarai berusia ratusan juta tahun. Para ilmuwan yang mempelajari penemuan-penemuan ini mengakui bahwa mereka tidak tahu bagaimana semua materi biologis ini bisa bertahan jutaan tahun.

Profesor Mike Benton dari Universitas Bristol bertanya, “Bagaimanakah menyocokkan hal ini dengan FAKTA yang sudah diketahui luas bawhwa mayoritas molekul organik akan rusak dalam ribuan tahun?” (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” BBC News, 8 Juli 2008). Satu-satunya jawaban yang mereka miliki adalah bahwa karena mereka TAHU fosil-fosil itu berusia jutaan tahun, maka pastilah mungkin bagi materi biologis untuk bertahan jutaan tahun, walaupun hal ini bertentangan dengan FAKTA yang telah diketahui! Ini bukan ilmu pengetahuan; ini adalah nalar bolak balik; ini adalah pembuatan mitos. Pada kenyataannya, jaringan lunak adalah bukti melawan penanggalan evolusionis dan mendukung posisi bumi yang muda, karena studi-studi laboratorium telah secara konsisten memperlihatkan bahwa kolagen yang dipelihara yang amat baik sekalipun akan menjadi debu dalam 30.000 tahun.

Posted in Science and Bible | 1 Comment

Rick Warren Tidak Yakin Apakah Tindakan Homoseksual Adalah Dosa

(Berita Mingguan GITS 18 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Rick Warren Says Gays Go to Heaven,” Christian News, 29 Nov. 2012: “Kontroversi mencuat akibat komentar yang baru-baru ini dibuat oleh Rick Warren, penulis dari buku laris The Purpose-Driven Life, dan pemimpin dari megachurch Saddleback Church di Kalifornia. Warren mengatakan bahwa tindakan homoseksual “bisa jadi” adalah dosa, dan dia percaya orang-orang homoseksual akan pergi ke Surga. …Dalam suatu wawancara minggu ini dengan Huffington Post, Warren ditanya oleh Marc Lamont Hill, apakah seseorang yang menyimpan perasaan romantis terhadap sesama jenis sedang melakukan dosa. …’”idak, tidaklah berdosa untuk mengasihi seseorang,” kata Warren. “Bisa jadi adalah dosa untuk [beraktivitas seks] dengan sesama jenis,” dia menambahkan. “Bisa jadi.” …

Lebih lanjut lagi dalam wawancara tersebut, ketika Hill menanyakan Warren apakah dia percaya orang-orang homoseksual akan pergi ke neraka, ia menjawab bahwa mereka tidak akan pergi ke neraka. “Tidak, bukan karena mereka gay,” dia berkata. “Kita pergi ke neraka karena kita memilih untuk menolak kasih karunia Allah.” Ketika Hill bertanya apa yang akan terjadi kepada seorang homoseksual jika ia menerima Yesus, Warren menjawab dengan antusias. “Dia akan pergi ke Surga!” dia deklarasikan. “Tanpa ragu sedikitpun.” … Peter LaBarbera, presiden dari Americans for Truth About Homosexuality … menyatakan bahwa dia sangat terkejut atas komentar-komentar Warren tersebut. “Kamu tidak ingin memberikan kesan bahwa adalah baik-baik saja untuk hidup secara homoseksual, dan selama saya percaya Yesus, saya bisa pergi ke Surga,” dia berkata. “Adalah satu hal untuk memiliki ketertarikan dan [berjuang melawan] hal tersebut, [dan hal lain lagi untuk menyambut tindakan homoseksual].” …”Ketika engkau menerima Kristus, tindakanmu berubah,” kata LaBarbera. “Dan sikap [orang-orang seperti Warren] adalah tidak mau membicarakan perubahan. …Kita tahu bahwa Allah mengubah orang-orang homoseksual, jadi mengapakah Rick Warren tidak menyatakan hal itu?”… Bagian mana dari Roma 1 yang tidak dimengerti oleh Warren? Itu begitu jelas,” tambahnya.

“Ketika engkau membuat komentar-komentar seperti ini, yang terjadi adalah hilangnya makna Alkitab, dan makna Alkitab adalah bahwa homoseksual adalah suatu kekejian.” … LaBarbera mengatakan bahwa Warren bukan saja semestinya menyebut tindakan homoseksual suatu dosa, tetapi seharusnya masuk lebih dalam lagi ke isu intinya. “Bernafsu terhadap orang lain juga adalah suatu dosa,” kata LaBarbera. “Kita tidak bisa mendukung dosa sebagai seorang percaya, dan kita harus memikirkan bagaimana seseorang yang sedang bergumul dengan homoseksualitas akan menanggapi hal ini.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 2 Comments

Majalah Christianity Today Mempromosikan “Katolik yang Injili”

(Berita Mingguan GITS 11 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Christianity Today melanjutkan promosi mereka terhadap kegilaan “Katolik yang Injili” dalam resensi mereka atas bukunya George Weigel, Evangelical Catholicism: Deep Reform in the 21st-century Church. Weigel adalah seorang Roma Katolik, dan baru-baru ini ChristianityToday.com menayangkan suatu resensi yang berbunga-bunga atas buku seorang teman Katoliknya, Brantly Millegan, ditambah lagi suatu wawancara positif dengan Weigel yang berjudul “Orang-orang Katolik di jalur yang Injili” yang dilakukan oleh Chris Castaldo, direktur dari Pelayanan Pembaharuan Injil di Pusat Billy Graham di Wheaton College.

Konsep “Katolik yang Injili” dipopulerkan di zamannya almarmuh Yohanes Paulus II, melalui buku-buku seperti Evangelical Catholics (Thomas Nelson, 1990), A House United (NavPress, 1994), dan Evangelical & Catholics toward a Common Mission Together (Word Publishing, 1995) oleh Keith Fournier. Hal ini juga dipopulerkan oleh publikasi pernyataan “Injili dan Katolik Bersama” pada tahun 1994, yang ditandatangani oleh sekitar tiga lusinan pemimpin Injili dan Katolik.

Orang yang mempergunakan istilah “Katolik yang Injili” pada dasarnya mengabaikan fakta bahwa Gereja Roma Katolik mengajarkan suatu injil yang palsu, yaitu injil kasih karunia plus perbuatan/sakramen, dan telah menaruh kutukan kepausan atas siapapun yang mengajarkan keselamatan melalui kasih karunia saja (Konsili Trent), dan mengajarkan lusinan kesesatan-kesesatan lainnya seperti bahwa tradisi Katolik sama kuat dengan Kitab Suci, kelahiran kembali melalui baptisan, transubstansiasi, supremasi paus, penyembahan Maria, penggunaan jimat, dan pengakuan dosa kepada imam. George Weigel mempromosikan kesesatan-kesesatan ini sambil berpura-pura menjadi “injili.” Sebagai contoh, ia menyerukan “pembelajaran Kitab Suci melalui tradisi Gereja,” dan mengusulkan agar pemimpin-pemimpin Katolik “mempersiapkan khotbah mereka dengan sebuah komentari Alkitab yang baik (yang biasa berhaluan Prostestan) di satu tangan, dan Katekismus Gereja Katolik di tangan lainnya.” Christianity Today didirikan oleh Billy Graham, dan telah menjadi kekuatan besar menuju pembangunan “gereja” esa sedunia akhir zaman.

Posted in Ekumenisme, Katolik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Kremasi Terus Bertambah Populer

(Berita Mingguan GITS 11 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Jumlah kremasi di Amerika Utara meningkat drastis. Pada tahun 1975, hanya 6% orang yang meninggal yang dikremasi. Sampai dengan tahun 1996, barulah sekitar 20% orang yang dikremasi, tetapi pada tahun 2010, jumlah itu telah berlipatganda menjadi 40%, dan diperkirakan bahwa pada tahun 2025 nanti, 56% orang Amerika yang meninggal akan dikremasi (statistik didapatkan dari Cremation Association of North Amerika, laporan 2011).

Di negara bagian AS tertentu, persentasenya sudah jauh lebih tinggi, misalnya: Nevada, 72%; Washington, 71%; Oregon dan Hawaii, 69%; Montana, 65%; Maine, 64%; Colorado, 63%; Arizona, 62%; New Hampshire dan Alaska, 61%. (Negara-negara bagian dengan persentasi kremasi yang paling kecil adalah di daerah yang disebut “Bible Belt” – Mississippi, 14%; Alabama, 17%; Kentucky, 21%; Louisiana, 21%; West Virginia, 23%.) Statistik 2010 bagi Kanada adalah 57% secara nasional. Per propinsi, adalah sebagai berikut: British Columbia 81%; Yukon Territory, 63%; Alberta, 64%; Nova Scotia, 61%; Manitoba, 58%; Saskatchewan, 55%; Ontario, 53%; New Brunswick, 46%; Prince Edward Island, 21%.

Menurut sebuah berita utama di USA Today tanggal 5 Desember 1995, penerimaan terhadap kremasi yang semakin meningkat, adalah berbarengan dengan penurunan “hambatan agamawi terhadap kremasi.” Sangatlah menarik bahwa sebuah koran sekuler melihat adanya hubungan antara agama dengan kremasi. Secara historis, penguburan Kristen adalah suatu kesaksian akan iman bahwa suatu hari akan ada kebangkitan tubuh, sementara kremasi telah dipraktekkan di kalangan Hindu dan kelompok lainnya yang percaya akan reinkarnasi.

Ketika paganisme semakin meningkat di hati orang-orang Amerika dan Kanada (dan juga Indonesia), kremasi menjadi semakin populer. “Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah” (1 Kor. 15:42-44).

Posted in General (Umum) | 4 Comments

Musisi-Musisi Rock sebagai Medium

(Berita Mingguan GITS 11 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Banyak musisi rock yang telah menggambarkan suatu kuasa luar yang menguasai mereka ketika mereka sedang menulis atau memainkan musik rock. Salah satu contoh yang paling baru akan hal ini terdapat di dalam biografi dari Pete Townshend dari The Who, yang mengatakan bahwa dia mulai menjadi suatu medium bagi musik ketika dia belajar memainkan harmonika sewaktu anak-anak. “Saya menjadi terhilang di antara suara organ mulut itu, dan lalu mengalami pengalaman yang paling luar biasa dan mengubah hidup. Tiba-tiba saya mendengar musik di dalam musik – suatu keindahan harmonik yang kaya dan kompleks yang terkunci di dalam suara-suara yang sedang saya buat. Hari berikutnya saya pergi memancing, dan kali ini suara riak sungai membuka suatu mata air musik yang sedemikian deras sehingga saya masuk ke dalam suatu trans dan keluar lagi. Itulah permulaan dari koneksi seumur hidup saya kepada….apa yang bisa digambarkan sebagai musik dunia lain (music of the spheres). ….Satu hari saya menemukan beberapa kunci musik yang membuat kepala saya terasa ringan. Sambil saya memainkannya, tubuh saya bergetar seluruhnya, dan kepala saya dipenuhi oleh musik orkestra yang paling kompleks dan aneh. …Saya memiliki kemampuan untuk menciptakan musik kondisi alpha di kepala saya, masuk ke dalam suatu trans kreatif, memiliki penglihatan-penglihatan musikal….Karena begitu banyak dari musik ini bermunculan dari pikiran bawah sadar saya, saya terpaksa harus menginterpretasikan musik sama seperti orang-orang lain” (Townshend, Who I Am: A Memoir, HarperCollins, 2012, hal. 41, 46, 62, 145).

Townshend berbicara mengenai “musik dunia lain,” tetapi dia tidak mengerti bahwa ada dua

kerajaan rohani yang beroperasi di dunia ini, dan salah satunya adalah kekuasaan kegelapan. Karena para rock & roller yang menggambarkan pengalaman ini adalah orang-orang yang tidak mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sumber dari pengaruh mereka pastilah yang digambarkan dalam Efesus ini: “ti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain” (Ef. 2:2-3).

Posted in musik | Leave a comment

Apakah Iman Pemberian Allah atau Tanggung Jawab Manusia?

Orang Kristen yang percaya Alkitab mempercayai apa yang Paulus katakan dan ajarkan, bahwa “keselamatan” adalah “oleh iman kepada Kristus Yesus” (2 Tim. 3:15). Kebenaran ini bukan hanya satu dua kali diserukan, tetapi berulang kali diajarkan dan ditekankan oleh penulis-penulis yang terinspirasi. Jadi, iman adalah komponen yang sangat penting dalam keselamatan, yaitu menjadi syarat keselamatan. Oleh karena pentingnya iman dalam keselamatan, sangatlah penting bagi orang percaya untuk memahami secara persis tentang iman itu sendiri.

Dalam artikel pendek ini, isu yang dibahas adalah mengenai asal usul iman. Apakah iman berasal dari Allah sebagai suatu pemberian, ataukah iman adalah respons manusia, suatu tanggung jawab individu? Isu ini adalah sesuatu yang memisahkan antara Kalvinis dan non-Kalvinis.

Continue reading

Posted in Kalvinisme | 46 Comments

Bagaimana Menjadi Bijak dengan Uangmu – Persepuluhan

Artikel asli oleh David Cloud, diperluas dan direvisi oleh Dr. Steven Liauw

 Ayat-Ayat Hafalan: Amsal 3:9-10; Maleakhi 3:10; Lukas 6:38; 2 Korintus 9:6-7


Alkitab banyak berbicara mengenai uang. Amsal banyak berbicara mengenai penggunaan uang, dan banyak dari khotbah-khotbah Yesus menyinggung topik ini. Ia mengajarkan bahwa hati manusia terikat kepada hartanya. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa kata Allah tentang uang dalam hidup orang percaya.

Praktekkan Persepuluhan dan Memberi kepada Allah (Mal. 3:8-11)

Persepuluhan, yaitu memberikan minimal 10% dari penghasilan seseorang kepada Allah, adalah suatu cara untuk menghormati Allah dan mendukung pekerjaanNya yang agung di dunia yang memerlukan ini. Allah telah berjanji untuk memberkati persepuluhan, dan banyak sekali orang percaya yang telah menemukan bahwa mereka lebih diberkati ketika hidup dari 90% penghasilan mereka (atau 80% atau lainnya) daripada 100%.

a. Persepuluhan dipraktekkan sebelum diberikannya Hukum Musa. Abraham adalah orang pertama yang tercatat memberikan persepuluhan (Kejadian 14:18-20). Dia tidak memberikan persepuluhan karena diharuskan oleh Hukum; dia memberikan persepuluhan untuk menghormati Allah melalui perwakilan Allah, yaitu raja/imam Melkisedek. Yakub melanjutkan praktek persepuluhan (Kejadian 28:20-22). Jadi kita lihat bahwa persepuluhan bukanlah sesuatu yang bermula dari Hukum Musa. Persepuluhan adalah suatu prinsip yang telah dimengerti oleh umat Allah sejak permulaan waktu.

b. Persepuluhan dipratekkan di bawah Hukum Musa. Di bawah Hukum Musa, bahkan ada persepuluhan ganda. Orang Israel diharuskan untuk memberikan 10% dari semua hasil mereka (Bil. 18:24-28; Neh. 10:38), dan tambahan lagi mereka diharuskan membawa persembahan ke hari raya tahunan (disebut persepuluhan kedua atau persepuluhan hari raya) (Ul. 14:22-25). Orang Israel juga diharuskan untuk memberi kepada orang-orang miskin (Kel. 23:11; Im. 19:10; 23:22).

Maleakhi 3:8-12

(1) Allah mengatakan bahwa mereka yang menahan persepuluhan sedang menipu Dia. Ini karena di bawah Hukum Musa, Allah memerintahkan persepuluhan dan persepuluhan adalah milikNya. Entahkah seseorang percaya bahwa persepuluhan secara persis adalah suatu keharusan di Perjanjian Baru, yang jelas orang percaya memiliki banyak kewajiban finansial di jemaat lokal, dan gagal memenuhinya sama saja dengan menipu Allah.

(2) Allah berjanji untuk memberkati mereka yang memberikan persepuluhan. Orang percaya bisa menjalani hidup dengan jauh lebih baik jika ia memberikan persepuluhan dan persembahan, dan hidup dari sisanya, daripada jika ia tidak memberikan kepada Allah dan mencoba untuk hidup dari 100% penghasilannya. Ribuan orang percaya telah belajar bahwa Allah sungguh memberkati mereka yang memberikan persepuluhan. Ketika Allah berkata bahwa Ia akan menghardik belalang pelahap, itu berarti Ia tidak akan membiarkan hal-hal tertentu terjadi yang akan menghabiskan uang kita. Ini bukan berarti bahwa orang yang mengembalikan persepuluhan itu tidak pernah akan mengalami kesulitan, atau bahwa atap mereka tidak akan pernah bocor, atau alat-alat mereka tidak pernah akan rusak, atau anak-anak mereka tidak akan pernah sakit. Tetapi artinya adalah bahwa ada banyak hal yang bisa saja terjadi, tetapi dihentikan dan tidak terjadi karena berkat Allah.

 (3) Persepuluhan seharusnya dibawa masuk ke rumah perbendaharaan. Dalam Perjanjian Lama, rumah penyimpanan ini adalah Bait di Yerusalem. Hari ini, jemaat lokal adalah rumah tangga (keluarga) Allah (1 Tim. 3:15). Di jemaat pertama (di Yerusalem), umat membawa pemberian mereka dan meletakkannya di bawah kaki para pemimpin (Kis. 4:34-35). Ini adalah teladan bagi kita hari ini. Jemaat memiliki lebih banyak tugas daripada Bait Perjanjian Lama. Jemaat lokal telah diperintahkan untuk memberitakan Injil ke ujung bumi (Mat. 28:18-20). Ini adalah pekerjaan yang sangat memakan biaya, dan hal ini ditanggung oleh umat Allah. Para pemberita Injil seharusnya didukung oleh jemaat-jemaat (1 Kor. 9:14; Tit. 3:13-14; 3 Yoh. 1:5-8).

 Amsal 3:9-10


(1)
Orang tua sebaiknya mengajari anak-anaknya bagaimana memberikan persepuluhan. Perhatikan ayat 1, dan kita menyadari bahwa pasal ini berisikan instruksi dari seorang ayah kepada putranya. Orang tua tidak bisa mengajarkan persepuluhan kepada anaknya jika mereka sendiri tidak pertama-tama memberikan persepuluhan. Ketika orang tua mengajari anaknya persepuluhan, pertama-tama mereka memberikan kepadanya sejumlah kecil uang untuk dia masukkan ke kantong persembahan tiap minggu. Ketika anak itu mendapat uangnya sendiri, tidak peduli sekecil apapun, orang tua mengajari dia untuk memberikan 10% kepada Allah. Ketika persepuluhan menjadi kebiasaan sejak kecil, akan mudah untuk melanjutkannya pada saat dewasa. Pada bulan Oktober 2012, ada kejadian yang menggegerkan banyak orang. Baylor Bonham, seorang anak lelaki 11 tahun dari Oklahoma, mengatakan bahwa ia akan memberikan persepuluhan dari uang $106.000 yang ia peroleh hasil penjualan banteng kesayangannya. Tetapi ia memang sudah memberikan persembahan sejak kecil dan ini sudah menjadi prinsip dan suatu sukacita dalam hidupnya. Ketika ia memenangkan $27.000 tahun sebelumnya, pada usia 10 tahun, ia memberikan sebagiannya ke pelayanan pemuda di gerejanya.

(2) Persepuluhan seharusnya diberikan dari “segala penghasilanmu” (Ams. 3:9). Ini berarti bahwa kapan saja kita menerima atau mendapatkan uang, kita perlu memberikannya persepuluhan kepada Tuhan dari hasil itu.

(3) Allah berjanji untuk memberkati orang yang mengembalikan persepuluhan. Janji ini diulang-ulang di dalam Kitab Suci karena Allah ini menekankan kepastiannya. Kita bisa mempercayai Firman Allah!

 Hagai 1:6-9

 Di sini Allah memperingatkan umatNya bahwa karena mereka telah melalaikan pembangunan rumahNya setelah kembali dari pembuangan Babilon, maka mereka tidak mendapatkan berkatNya. Mereka bekerja dan mencoba untuk sukses, tetapi Allah melubangi pundi-pundi uang mereka! Jika kamu mendapatkan $100, jauh lebih bijak untuk menghormati Allah dengan persepuluhan atau lebih, dan menaruh $90 atau $80 di kantong yang tidak berlubang, daripada mengejek Allah dan menyimpan semuanya untuk dirimu sendiri, sementara menaruhnya di kantong yang berlubang.

c. Beberapa ayat Perjanjian Baru tentang persepuluhan/memberi

 Matius 23:23

 Banyak orang yang tidak mau mengembalikan persepuluhan memakai alasan bahwa persepuluhan tidak ada dalam Perjanjian Baru. Tetapi sebenarnya ini tidak tepat. Yesus ada menyebut persepuluhan dalam Matius 23:23. Ia memarahi orang-orang Farisi yang memberikan persepuluhan tetapi mengabaikan hal-hal lain dalam Hukum Tuhan. Solusi yang Yesus tekankan bukanlah menghilangkan persepuluhan, tetapi bahwa keduanya perlu dilakukan.

 Kembali akan ada yang berkata bahwa Yesus mengucapkan ini kepada orang-orang Farisi yang sedang hidup di bawah Taurat, sehingga persepuluhan tidak berlaku untuk orang Kristen. Tetapi perhatikan bahwa Tuhan Yesus tidak pernah malu-malu untuk menyatakan Sabat tidak lagi berlaku, bahkan ketika berbicara kepada orang Farisi. Sebagai contoh adalah Markus 2:27-28 “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat;” dan Yohanes 5:18, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat.” Jadi, Yesus tidak malu-malu untuk menyatakan bahwa Sabat tidak lagi berlaku kepada orang Kristen. Jika memang Yesus juga meniadakan persepuluhan, kenapa tidak dikatakan dengan jelas? Faktanya, tidak ada satu pun ayat dalam Perjanjian Baru yang meniadakan persepuluhan.

 Lukas 6:38


Di sini Yesus menyatakan suatu janji yang sangat indah berkaitan dengan memberi. Di ayat ini Tuhan kita tidak berbicara secara khusus mengenai perspuluhan, tetapi tentang memberi secara umum. Allah menyukai pemberi yang memberi dengan sukacita. Hal ini adalah sesuatu yang Tuhan perhatikan, dan Ia memberkati dengan berlimpahnya.

1 Korintus 16:1-2

Dalam perikop ini, kita melihat bahwa orang-orang percaya di jemaat-jemaat abad pertama menjalankan persembahan ketika mereka berkumpul di hari pertama suatu minggu. Persembahan yang khusus dibicarakan Paulus adalah suatu persembahan khusus yang sang Rasul sedang kumpulkan untuk orang-orang Kristen di Yerusalem yang sedang menderita karena kelaparan (Roma 15:26). Bahkan dalam kasus inipun, Paulus mengajar mereka untuik memberi “sesuai dengan apa yang kamu peroleh.” Ini berarti bahwa orang Kristen sepatutnya memberi secara proporsional dengan penghasilannya. Ini adalah prinsip yang sama dengan persepuluhan. Mereka yang mendapat lebih banyak memberi lebih banyak.

2 Korintus 9:6-7

Perikop ini sekali lagi mengacu kepada persembahan khusus yang Paulus sedang kumpulkan untuk orang-orang percaya di Yerusalem.

Kita melihat bahwa ada persembahan sukarela, yang berarti bahwa setiap orang percaya membuat keputusannya sendiri mengenai berapa banyak yang akan ia beri (2 Korintus 9:7).

Paulus menegaskan bahwa Allah berjanji akan memberkati semua pemberian mereka.

d. Persepuluhan harus dilakukan dengan konsep yang benar

 Bisa saja seseorang memberikan persepuluhan, tetapi dengan konsep yang salah. Memberikan persepuluhan dengan konsep yang benar adalah sangat penting, apalagi di zaman Perjanjian Baru, zaman penyembahan di dalam Roh dan kebenaran.

 Adalah salah jika menganggap persepuluhan sebagai semacam “pajak” rohani. Pajak adalah sesuatu yang memberatkan. Tuhan ingin agar orang percaya memberi dengan sukacita, dan dengan kerelaan hati (2 Kor. 9:7).

 Adalah salah untuk menganggap bahwa 10% adalah milik Tuhan dan 90% adalah milik saya. Sebenarnya seluruh hidup orang percaya adalah milik Tuhan (Roma 12:1; Gal. 2:20). Jadi, termasuk, seluruh harta dan uang orang percaya adalah milik Tuhan yang Tuhan percayakan kepada anak-anakNya. Dari Firman Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan ingin kita menaruh minimal 10% dari harta yang Ia percayakan itu, ke tiang penopang dan dasar kebenaran (Israel/Bait Suci di PL dan jemaat lokal di PB). Sisanya, tetap adalah milik Tuhan yang kita kelola. Jadi, orang percaya tidak boleh sembarang menggunakan uang”nya” apalagi untuk berdosa. Dengan penuh doa, ia menggunakan uang”nya” dengan bijak.

Adalah salah untuk berpikir bahwa memberi persepuluhan adalah semacam sogok kepada Tuhan, sehingga seseorang bebas untuk “berdosa” asal ia membayar persepuluhan. Tuhan tidak berkenan kepada persembahan lebih daripada ketaatan! Baca 1 Samuel 15:22-23.

 Adalah salah untuk berpikir bahwa persepuluhan adalah satu-satunya persembahan yang perlu diberikan. Di dalam Perjanjian Lama, orang Israel memberikan persepuluhan, dan juga sering memberikan persembahan khusus, misalnya ketika ada pembangunan Kemah Suci, dan peristiwa-peristiwa lainnya. Persepuluhan adalah permulaan yang baik, tetapi jangan stop dengan persepuluhan. Justru semakin kita belajar memberi kepada Tuhan, semakin kita dimampukan untuk memberi lebih dan lebih lagi. Tidak ada yang lebih baik daripada ketika Tuhan berkenan untuk memakai kita sebagai saluran berkatNya, untuk pekerjaanNya di bumi ini. Saluran berkat tidak akan kekurangan berkat.

 Adalah salah untuk memberikan persepuluhan dengan motivasi “investasi duniawi,” mengharapkan berkat materi dalam jangka waktu pendek. Tuhan memang berjanji akan memberkati orang yang memberikan persepuluhan, tetapi janganlah mengukur berkat Tuhan secara materi belaka. Persepuluhan seharusnyalah diberikan dengan motivasi utama cinta akan Tuhan, dan cinta akan pekerjaan Tuhan. Berkat akan diurus oleh Tuhan pada waktuNya.

e. Persepuluhan harus dilakukan dengan iman

Satu-satunya cara untuk melakukan persepuluhan dengan efektif adalah untuk melakukannya dengan iman. Kita harus percaya akan janji-janji Allah bahkan di masa-masa yang sulit. Dan kita harus ingat bahwa Allah menguji iman untuk melihat apakah itu iman sejati, dan untuk membuat iman itu semakin kuat (Yak. 1:2-4). Banyak kali ketika seorang Kristen memutuskan untuk mulai memberi persepuluhan, ia akan terkena masalah keuangan untuk menguji keputusannya itu.

John R. Rice bercerita tentang seorang penginjil bernama Kuykendahl di Texas pada awal abad ke-20. Dia memiliki pelayanan khotbah keliling dan persembahan yang ia dapatkan sangatlah kecil, sehingga keluarganya yang besar mengalami masa yang sulit. Satu tahun, seorang pebisnis yang kaya berkunjung ke daerah itu untuk membagikan kesaksiannya di beberapa gereja, dan penginjil Kuykendahl adalah tuan rumahnya, mengantarkan dia dari kebaktian ke kebaktian di kereta kudanya. Di antara hal-hal lain, si pebisnis menantang orang-orang untuk memberikan persepuluhan. Ketika mereka berperjalanan satu hari, pebisnis itu bertanya kepada sang penginjil apakah ia percaya akan persepuluhan.

Ia menjawab, “Ya, saya akan senang sekali memberikan persepuluhan, tetapi saya sangat miskin dan harus membiayai keluarga saya yang besar.”

Pebisnis itu menjawab, “Saya akan memberikanmu suatu penawaran. Jika kamu mau persepuluhan untuk satu tahun penuh, saya akan menjaminmu. Jika pada suatu waktu, kapan saja selama tahun ini, kamu mendapatkan bahwa kamu tidak bisa memenuhi kewajiban keuanganmu, dan tidak ada lagi tempat lain untuk berpaling, hubungi saja saya, dan saya akan mengirimkan uang yang diperlukan. Saya seorang yang kaya, dan saya seorang yang tepat janji.”

Kuykendahl menjawab dengan antusias, “Saya akan dengan senang menerima tawaran ini.”

Sang penginjil menepati janjinya dan memberikan persepuluhan dengan setia, tetapi ia tidak pernah perlu menghubungi si pebisnis. Pada akhir dari 12 bulan, penginjil itu merenungkan apa yang terjadi. Allah telah memberkati dia dengan berlimpah tahun itu dan telah memenuhi semua keperluan. Orang-orang memberikan banyak barang kepadanya, lebih dari sebelumnya, dan keluarganya merasakan banyak berkat khusus. Sambil dia memikirkan hal-hal ini, hatinya tiba-tiba terpukul, ketika ia menyadari bahwa ia telah mempercayai kata-kata seorang pebisnis, tetapi ia tidak rela mempecayai Firman dari Allah yang hidup, yang telah memberikan janji yang lebih hebat!

 f. Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa persepuluhan tidak berlaku bagi orang percaya Perjanjian Baru?


(1)
Ingat bahwa persepuluhan sudah ada sebelum Hukum Musa. Jadi, bukanlah karena Hukum maka Abraham memberi persepuluhan; ia memberi persepuluhan karena ia ingin menghormati Allah dan mendukung pekerjaan Allah yang diwakili oleh Melkizedek. Ini adalah contoh yang baik bagi orang-orang percaya Perjanjian Baru, karena kita adalah anak-anak Abraham melalui iman (Roma 4:16-17).

(2) Perjanjian Lama diberikan untuk menjadi contoh bagi kita (Roma 15:4; 1 Kor. 10:11). Paulus menggunakan sistem Musa tentang memberi sebagai otoritas bagi pengajarannya bahwa orang-orang percaya Perjanjian Baru harus mendukung para pengkhotbah Injil (1 Kor. 9:8-14).

(3) Tidak ada ayat PB yang menghapuskan persepuluhan. Ada ayat yang menyebut persepuluhan sebagai sesuatu yang harus dilakukan (Mat. 23:23). Ada ayat yang mengilustrasikan prinsip persepuluhan dalam jemaat-jemaat PB, yaitu 1 Korintus 16:2, “…hendaklah kamu masing-masing sesuai dengan apa yang kamu peroleh menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah…” Persembahan orang percaya PB diinstruksikan agar “sesuai dengan apa yang kamu peroleh,” artinya berbanding lurus dengan penghasilan. Orang dengan penghasilan banyak, memberi banyak. Tetapi berapa persen-kah yang sebaiknya diberikan? Minimal 10% sudah menjadi teladan orang percaya dari zaman Abraham hingga hari ini.

 (4) Persepuluhan di dalam Perjanjian Lama bukanlah sekedar suatu perintah seremonial atau simbolik. Persepuluhan memiliki fungsi yang sangat penting dan praktis: terpeliharanya bani Lewi, keimamatan Harun, dan Bait Suci. Jadi, persepuluhan bukanlah perintah seremonial atau simbolik yang hilang oleh kedatangan Kristus. Memang, di PB tidak ada lagi bani Lewi, dan semua orang percaya adalah imam. Tetapi, Bait Suci yang adalah pusat tiang penopang dasar kebenaran di PL, kini digantikan oleh jemaat-jemaat lokal di PB. Jadi, persepuluhan tetap memainkan fungsi praktis dan penting di PB.

(5) Adalah kehendak Kristus yang dinyatakan jelas bahwa umatNya menjadi umat yang pemberi (Lukas 6:38). Banyak orang yang saya temui yang “tidak percaya persepuluhan” adalah orang-orang yang kikir. Mereka tidak mau menarik beban yang sepatutnya di dalam jemaat. Kekikiran dan kepelitan tidak seharusnya menjadi ciri khas seorang anak Allah. Bahkan jika engkau tidak percaya bahwa persepuluhan adalah hukum yang diharuskan, engkau seharusnya tetap malu jika menyimpan lebih dari 90% penghasilanmu untuk dirimu sendiri, mengingat besarnya kebutuhan pekerjaan Allah di dunia sekarang ini. Saya harus menambahkan bahwa tidak semua orang yang tidak percaya persepuluhan itu pelit. Tetapi, biasanya orang yang menentang persepuluhan adalah karena ia tidak mau memberi sampai 10%, sedangkan orang yang rela memberi lebih dari 10% biasanya tidak masalah dengan persepuluhan.

(6) Orang percaya memiliki banyak kewajiban finansial. Amanat Agung adalah suatu kewajiban. Kita diperintahkan untuk membawa Injil ke setiap orang di setiap bangsa (Mar. 16:18; Kis. 1:8). Ini disebut sebagai “Amanat Agung” Kristus karena diulang lima kali dalam Perjanjian Baru, jadi ada penekanan pada pentingnya hal ini. Pemberitaan Injil ke seluruh dunia terhubung intim dengan kematian Kristus, karena penderitaan Kristus bagi dosa manusia menjadi tidak efektif jika Injil tidak diberitakan (Luk. 24:46-47). Misi memenangkan dunia adalah tugas yang mahal. Setiap orang percaya memiliki kewajiban untuk melakukan apa yang ia bisa untuk memajukan tugas ini, termasuk memberitakan Injil secara pribadi, berdoa, dan juga memberi. Menyokong para pengkhotbah dan penginjil adalah suatu kewajiban (1 Kor. 9:14; Fil. 4:15-17; Tit. 3:13-14; 3 Yoh. 1:5-8). Jemaat lokal adalah suatu kewajiban. Jemaat adalah tiang penopang dan dasar kebenaran untuk zaman ini (1 Tim. 3:15). Jemaat adalah markas penginjilan dunia (Kis. 14:1-4). Jadi, setiap orang percaya memiliki kewajiban untuk menyokong jemaat lokal secara finansial sehingga jemaat bisa melaksanakan fungsinya yang diberikan Tuhan bagi dunia yang sangat memerlukan ini.

Posted in General (Umum), Gereja | 68 Comments

Orang Percaya Adalah Musafir di Negeri Asing

(Berita Mingguan GITS 27April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini” (Ibrani 11:13). “Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa” (1 Pet. 2:11). “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Filipi 3:20). “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kolose 3:1-2). “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya” (3 Pet. 3:11-12). “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh. 2:15-17).

Posted in Renungan | Leave a comment

Kesaksian Dari “Rumah Horor” Seorang Pelaksana Aborsi

Berikut ini disadur dari “House of Horror Worker,” Christian News, 18 April 2013: “Saksi terakhir melawan seorang pelaksana aborsi yang terkenal di Philadelphia, yang sedang menghadapi tuduhan pembunuhan berulang, telah memberikan kesaksiannya di pengadilan hari ini. Dia memberitahu juri bahwa dia melihat sedikitnya 10 bayi yang bernafas sebelum dibunuh, dan bisa jadi sebanyak 25 bayi. Kareema Cross adalah saksi itu, dan dia menyatakan dirinya begitu terguncang oleh apa yang ia lihat di lembaga Women’s Medical Society milik Kermit Gosnell, sehingga dia mengambil foto-foto dan menghubungi otoritas untuk menyatakan kekhawatiran dirinya. Kesaksiannya selaras dengan teman-teman sekerjanya. Dia memberitahu juri bahwa dia melihat seorang bayi baru lahir menggerakkan tangannya, sebelum Lynda Williams, seorang pekerja di klinik aborsi itu, memotong tulang punggung bayi itu….Dia memberitahu dewan juri bahwa Gosnell mengambil seorang bayi dari kehamilan tua yang terlahir hidup, dan menempatkan bayi itu di sebuah kotak sebesar kotak sepatu. Sambil pelaksana aborsi itu membawa kotak itu ke meja, bayi itu melipat tangannya dan kakinya untuk ‘memuatkan diri ke kota itu.’ Dokter itu lalu memotong bagian belakang dari leher bayi tersebut,’ kata Cross. Ia menambahkan bahwa Gosnell berkelakar sang bayi bisa saja ‘berjalan ke toko dan ke halte bis.’ …Sebagaimana dilaporkan terdahulu, pelaksana aborsi Kermit Gosnell, 72 tahun, ditangkap pada tahun 2011, menyusul penyelidikan terhadap tempat prakteknya, yang diberi nama Women’s Medical Society. Para penyelidik awalnya tidak tahu bahwa Gosnell di situ menjalankan aborsi terhadap kehamilan tua, tetapi mereka menyelidiki tempat itu atas kecurigaan penjualan zat-zat terlarang. Jaksa Philadelphia, Seth Williams, yang mengajukan tuntutan terhadap Gosnell, menggambarkan operasi di klinik tersebut sebagai “Rumah Horor.” …Kini ia menghadapi tuduhan tujuh pembunuhan berencana.”

Posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Tukang Bunga Kristen Dikenakan Dua Tuntutan Pengadilan

Berikut ini disadur dari “Christian Florist Slammed with Second Lawsuit for Declining to Decorate Homosexual ‘Wedding,’” Christian News, 22 April 2013: “Seorang floris (tukang bunga) Kristen di Washington telah dihajar oleh tuntutan pengadilan yang kedua karena ia menolak untuk mendekor penikahan homoseksual bagi seorang klien lama. Baronelle Stutzman dari toko Arlene’s Flowers di Richland, dikenai sebuah tuntutan di pengadilan bulan lalu oleh Jaksa Umum Bob Ferguson, yang mengklaim bahwa wanita Kristen tersebut melanggar hukum karena tidak mau menerima pekerjaan itu. Stutzman didekati pada bulan Maret oleh salah seorang pelanggan lamanya, Robert Ingersoll, seorang homoseksual, karena dia ingin Stutzman menyiapkan bunga-bunga bagi pernikahannya dengan partnernya, Curt. Wanita itu menyatakan bahwa dia dengan sopan menjelaskan bahwa dia tidak bisa membantu dalam acara tersebut. …Setelah Ingersoll memutuskan untuk memposting hal tersebut di Facebook, kontroversi besar timbul, ada yang mendukung ada yang menentang Stutzman. Tukang bunga tersebut mengatakan bahwa dia menerima banyak komentar yang marah dan mengancam. “Hal itu meledak di luar proporsi,” jelas Stutzman. “Saya menerima email-email penuh kebencian. Saya mendapatkan ada orang yang mau membakar bangunan saya. Saya mendapatkan ada orang yang bersumpah tidak akan belanja di tempat saya lagi, dan akan memberitahu semua temannya.” …Sekarang organisasi ACLU di Washington juga mengajukan tuntutan pengadilan melawan tukang bunga itu, kali ini mewakili Robert Ingersoll dan partnernya, Curt Freed.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment