Pemimpin Episkopal Mengatakan Bahwa Perempuan yang Dirasuk Setan Lebih Saleh daripada Rasul Paulus

(Berita Mingguan GITS 1Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Katharine Jefferts Schori, pemimpin dari Gereja Episkopal yang ultra-liberal di Amerika, mengatakan bahwa Paulus salah ketika dia mengusir setan dari anak perempuan di Filipi dan bahwa anak perempuan tersebut barangkali lebih saleh daripada Paulus. Berbicara di negara pulau Curacao, Jefferts Schori menuturkan: “Paulus sedang kesal, barangkali karena dia disebut apa adanya oleh perempuan itu, dan Paulus merespons dengan cara menghilangkan dari perempuan itu karunia kesadaran rohaninya. Paulus tidak bisa tahan terhadap sesuatu yang dia tidak lihat sebagai indah atau kudus, jadi dia mencoba untuk menghancurkannya. Hal ini membuat dia masuk penjara. Di situlah dia menjebloskan dirinya sendiri karena dia tidak mau mengakui bahwa perempuan itu juga berbagi dalam sifat ilahi, sama seperti Paulus sendiri – mungkin lebih daripada dia!” (“Episcopal Leader Claims St. Paul Was Wrong,” Christian Post, 23 Mei 2013). Jika kesesatan adalah tanda-tanda zaman (dan memang demikian!), maka kita sungguh hidup di zaman yang sangat lanjut!

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gubernur Vermont Menandatangani Hukum Euthanasia

(Berita Mingguan GITS 1Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 20 Mei, Vermont menjadi negara bagian keempat di Amerika Serikat (AS), yang mengizinkan dokter untuk meresepkan obat mematikan bagi pasien-pasien yang sakit parah (“Vermont Governor Signs,” Los Angeles Times, 20 Mei 2013). Negara-negara lainnya yang sudah duluan adalah Oregon, Washington, dan Montana. Barbara Coombs Lee, presiden dari organisasi aktivis euthanasia, Compassion & Choices, mengatakan bahwa tindakan Vermont “akan meningkatkan peluang hukum kematian-dengan-terhormat secara nasional.”

Di dalam hukum Vermont, seorang pasien haruslah minimal 18 tahun dan menderita suatu “penyakit yang tidak dapat sembuh dan tidak dapat dihilangkan” (suatu konsep yang berubah-ubah mengingat bahwa ilmu pengetahuan modern tidaklah sempurna), dengan masa hidup kurang dari enam bulan. Pasien tersebut harus mengajukan permohonan lewat dokternya dan dua orang dokter lain harus menyetujui. Euthanasia adalah tindakan manusia mengambil alih prerogatif Allah ke tangannya sendiri yang sebenarnya tidak mampu.

Posted in Kesehatan / Medical | Leave a comment

Meditasi tentang Janji-Janji Penyertaan Allah dalam Mazmur

(Berita Mingguan GITS 1Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita bahkan hingga kematian” (Maz. 48:15, kata-kata miring ada dalam bahasa asli). Karena kematian adalah realita dalam dunia ini oleh sebab dosa, janji bahwa Allah memimpin kita hingga kematian adalah janji yang amat berharga. Dia bersama dengan kita ketika kita berjalan melalui lembah bayang-bayang maut (Maz. 23:4). Pikiran tentang kematian, biasanya, adalah menakutkan dan membuat resah, dan manusia melakukan segala hal untuk menghindarinya, terutama mereka yang tidak mengenal Kristus. Tetapi bagi orang percaya, proses kematian hanyalah suatu bayang-bayang yang untuk sementara menutupi sang Matahari, dan bayang-bayang adalah hal yang sementara. Sebagai kontras, bagi orang tidak percaya kematian adalah masuk ke dalam “kelamnya kegelapan untuk selamanya.”

Lebih jauh lagi, bayang-bayang tidaklah berbahaya. Bagi orang percaya kematian tidak berbahaya karena Yesus telah menanggung bahaya itu pada diriNya sendiri di atas kayu salib. Arti dasar dari kematian adalah perpisahan. Kematian pertama adalah kematian fisik, yang adalah perpisahan roh dari tubuh (Yak. 2:26). Tetapi aspek yang paling menakutkan dari kematian adalah kematian kedua, saat jiwa terpisah secara kekal dari Allah Pencipta di dalam lautan api (Wah. 20:14-15; 21:8).

Tetapi Anak Allah terpisah dari Bapa menggantikan kita, ketika Ia berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (Maz. 22:2). “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yes. 53:5). Orang-orang yang bersandar padaNya tidak akan mendapat mau pada saat kematian. Bayang-bayang maut yang sementara itu akan berubah menjadi terang kemuliaan kekekalan yang “nikmat senantiasa” bersama Juruselamat (Maz. 16:11).

Baru-baru ini, seorang lelaki bujang, berusia 22 tahun dengan nama Sharan, meninggal. Dia anggota sebuah gereja yang digembalakan oleh seorang teman. Dia mendadak kolaps saat mengikuti konferensi Alkitab, saat saya (David Cloud) sedang berkhotbah pada bulan April, dan harus dibawa ke rumah sakit. Dalam waktu tiga minggu, murid Kristus yang bersemangat ini meninggal karena leukemia. Dia menderita kesusahan dan kesakitan jasmani yang hebat, tetapi dia terus bersaksi bahwa Allah menolong dia. Dia berkat, “Saya tidak memiliki komplain terhadap Tuhan; Allah telah memberikan saya sukacita.” Memandang ke semua orang-orang tidak percaya di rumah sakit itu yang menderita berbagai penyakit, dia berkata, “Saya satu-satunya di sini yang tidak sakit.” Maksud dia, tentunya, adalah bahwa dalam kasusnya penyakit mematikan itu hanyalah pintu menuju berkat yang kekal.

Posted in Renungan | Leave a comment

Katolik, Protestan, dan Budha Bersama-Sama

(Berita Mingguan GITS 25 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Gereja esa sedunia yang digambarkan dalam Wahyu 17 melingkupi semua kesesatan dan kejijikan berhala di bumi. Hal ini bisa terlihat hari ini melalui dialog antar-agama. Almarhum paus Yohanes Paulus II adalah seorang pemimpin dalam bidang ini, mendatangkan semua denominasi dan agama secara bersama ke acara Hari Doa untuk Perdamaian Dunia di Assisi, Italia. Gerakan tersebut berlanjut di seluruh dunia. Lebih awal bulan ini, Vatikan menjadi tuan rumah bagi Buddhist-Christian Colloquium yang keempat, dengan tema “Damai Internal, Damai Antara Umat.” Pengumumannya berbunyi, “Para partisipan mengekspresikan agar dialog antara orang-orang Buddha dan Kristen diperkuat guna menghadapi tantangan-tantangan baru seperti ancaman terhadap kehidupan manusia, kemiskinan, kelaparan, penyakit-penyakit endemik, kekerasan, perang, dll., yang mengecilkan kekudusan hidup manusia dan meracuni perdamaian di dalam masyarakat manusia.” Dialog antar-agama dengan demikian dilihat sebagai suatu jalan menuju “zaman baru” (new age). Pada tanggal 27-31 Mei, World Council of Churches (WCC), yang meliputi 340 denominasi dan kelompok, akan menjadi tuan rumah acara “pertemuan Buddha-Kristen” di Bangkok. Para partisipan akan menginap di Rumah Tamu Kristen Bangkok dan akan bersama-sama mengunjungi sebuah kuil Buddha. Wesley Ariarajah, mantan Direktur dari dialog Antar-agama dalam WCC, mengatakan bahwa semua agama itu satu dengan Allah. Pada Sidang Umum Ketujuh WCC di Canberra, Australia, 1991, Ariarajah mengatakan bahwa “tidak dapat dipahami oleh saya bahwa seorang Hindu atau seorang Buddha, atau siapapun, berada di luar Allah. Pengertian saya akan kasih Allah terlalu luas sehingga saya tidak bisa percaya bahwa hanya segmen sempit yang disebut gereja Kristen ini yang akan diselamatkan. Jika kamu orang Kristen, kamu harus terbuka dan melebar, bukan menyempit dan eksklusif” (The Australian, 11 Feb. 1991). 

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Musik Penyembahan Kontemporer Sedang Membangun Gereja Esa Sedunia

(Berita Mingguan GITS 25 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Bahaya terbesar ketika berkecimpung di dalam musik penyembahan kontemporer adalah fakta bahwa musik tersebut adalah jembatan kepada “gereja” esa sedunia akhir zaman. Hal ini telah didokumentasikan secara ekstensif di The Directory of Contemporary Worship Music, yang dapat diperoleh sebagai e-book gratis di www.wayoflife.org.

Berikut ini adalah cuplikan dari direktori tersebut: Matt Maher, terlahir di Kanada (1974), yang tinggal di Tempe, Arizona, adalah seorang musisi penyembahan kontemporer yang populer, dan seperti John Michael Talbot, Maher adalah seorang Katolik yang membangun jembatan ekumenis. Istri Maher adalah seorang Metodis, tetapi mereka membesarkan putra mereka di “Gereja Katolik,” sambil terkadang membawanya ke kebaktian-kebaktian Metodis “supaya dia dapat merasakan kedua tradisi” (Religion News Service, 17 Mei 2013). Ini adalah resep sempurna untuk membangun “gereja” esa-sedunia akhir zaman.”

Maher melayani di Paroki Our Lady of Mount Carmel di Tempe, yang didevosikan kepada Maria sebagai Ratu Surga. Tanda di depan gereja berbunyi, “Maria, Ibu Kehidupan, doakanlah kami.” Maher menyebut dirinya “misionari musik,” yaitu seorang misionari bagi Roma. Christianity Today mengatakan, “Maher membawa musiknya – dan suatu impian persatuan ke dalam gereja Protestan” (“Common Bonds,” Christianity Today, 27 Okt. 2009). Dia mengatakan, “Saya pernah melakukan sesi menulis sama dengan orang-orang Protestan, di mana kami memiliki persamaan dasar, dan saya telah melihat melalui suatu cara yang radikal bagaimana ada suatu kemungkinan yang sangat riil bisa mencapai persatuan.” Dia mengatakan, “Saya melihat seolah gereja Katolik adalah keluarga dekat saya, dan semua teman saya dari denominasi lain adalah keluarga besar.”

Posted in Ekumenisme, musik | Leave a comment

Paus Memberkati Gerakan Katolik Kharismatik

(Berita Mingguan GITS 25 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Paus Francis adalah seorang pendukung besar terhadap “pembaharuan kharismatik” di dalam Gereja Katolik. Dalam sebuah pidato kepada National Assembly of the Catholic Charismatic Renewal yang ke-36, Uskup Agung Rino Fisichella mengatakan bahwa Paus mengirimkan pesan hangat kepada 15.000 orang kharismatik yang berkumpul di Roma, dengan perkataan, “Beritahu mereka bahwa saya sangat mengasihi mereka karena sayalah yang bertanggung jawab atas Pembaharuan Kharismatik di Argentina” (“Pope to Catholic Charismatic Renewal,” ZENIT, 30 April 2013). Hampir tidak ada hal lain yang lebih efektif dalam pembangunan gereja esa-sedunia daripada gerakan kharismatik, yang meledak sejak tahun 1960an dan telah ditopang oleh organisasi-organisasi seperti Full Gospel Business Men’s Association.

Paus pertama yang mengakui “pembaharuan kharismatik” adalah Paulus VI, yang menyambut 10.000 Katolik kharismatik ke Roma pada tahun 1975. Bukan saja orang-orang Roma Katolik yang kharismatik ini tetap tinggal di Gereja Katolik, kebanyakan mereka justru menemukan cinta yang semakin mendalam bagi dogma-dogma Katolik. Sebagai contoh, di majalah Charisma pada tahun 1985, Nick Cavnar menulis, “Ke mana pun saya pergi….ORANG-ORANG KATOLIK KHARISMATIK SEDANG MENEMUKAN KEMBALI ARTI TRADISIONAL KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN DAN PRAKTEK-PRAKTEK KATOLIK, TERMASUK SAKRAMEN-SAKRAMEN, ROSARIO, PERAWAN MARIA, DAN PARA SANTO-SANTA….Selama bertahun-tahun saya telah memberitahu orang-orang Pantekosta bahwa gereja Katolik sedang mengurangi penekanan devosi kepada Maria. Sekarang saya melihat hal itu meningkat kembali, dengan para kharismatik yang memimpin jalan” (Nick Cavnar, “Why Are Catholic Charismatics Getting So Catholic?” Charisma, April 1985). Beroperasi bersamaan dengan gerakan kharismatik adalah musik penyembahan kontemporer, yang bersifat kharismatik hingga ke sumsum-sumsum-nya. Almarhum Jerry Huffman, editor dari Calvary Contender, dengan tepat mengobservasi bahwa Musik Kristen Kontemporer seharusnya disebut Musik Kharismatik Kontemporer. Intinya adalah mengejar suatu pengalaman yang sensual, yang adalah lawan dari iman, yang harus dimiliki oleh semua orang yang ingin berkenan kepada Allah.

Posted in Ekumenisme, Katolik, Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Fosil Membuat Para Evolusionis Bingung

(Berita Mingguan GITS 18 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 4 April 2013: “Saya yakin semua orang pernah menyaksikan salah satu acara TV tentang alam yang memperlihatkan suatu desain pintar dalam alam, lalu program itu akan segera menjelaskan bagaimana desain ini muncul melalui evolusi. Satu contoh yang baik adalah kemampuan luar biasa ngengat untuk mendengar. Ngengat malam memiliki organ pendengaran yang dapat menangkap sinyal ultrasonik yang dipakai oleh kelelawar.

Kelelawar memakai sinyal ultrasonik ini untuk bernavigasi dan mencari mangsa, salah satunya ngengat itu. Tetapi, para evolusionis tidak mau ada orang yang membayangkan tentang Pencipta yang bisa memberikan kepada ngengat kemampuan untuk mendengar salah satu pemangsa mereka. Jadi, mereka dengan cepat menjelaskan bahwa ketika ngengat berevolusi, mereka mengembangkan kemampuan untuk mendengar kelelawar sebagai respons terhadap serangan kelelawar. Beberapa tahun lalu, sebuah telur fosil dari seekor ngengat malam ditemukan. Para evolusionis berkata bahwa telur ini lebih tua banyak daripada kelelawar pertama. Namun demikian telur ini jelas sekali adalah dari spesies ngengat yang bisa mendengar kelelawar. Para ilmuwan evolusionis mengatakan bahwa penemuan ini sangat membingungkan. Mereka mengatakan bahwa evolusi tidak memiliki alasan untuk mengembangkan spesies ngengat ini sebelum kelelawar muncul. Kita yang percaya Firman dari Pencipta kita dalam Alkitab menyadari bahwa semua makhluk hidup diciptakan dalam waktu beberapa hari. Kita melihat semua di sekeliling kita sebagai sesuatu yang sudah didesain sedemikian rupa, memperhatikan juga desain-desain pada makhluk lain. Ngengat dari dulu adalah ngengat, dan kelelawar dari dulu adalah kelelawar. Tidak ada yang membingungkan sama sekali.”

Posted in Science and Bible | 1 Comment

Kemurahan dan Kekerasan Allah

(Berita Mingguan GITS 18 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga” (Roma 11:22). Frase “kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya” merangkum dua aspek dari karakter Allah yang sepertinya, bagi manusia berdosa, saling bertentangan dan membingungkan. Bagaimanakah Allah bisa baik namun juga keras? Bagaimanakah Dia bisa baik ketika Dia membiarkan penderitaan eksis di dunia ini? Bagaimanakah Dia bisa Allah yang kasih namun menjebloskan manusia ke neraka yang kekal? Pertanyaan-pertanyaan ini telah digumuli manusia selama ribuan tahun. Jawabannya sederhana sekaligus kompleks; jawabannya terletak pada karakter Allah. Kita harus berhadapan dengan Allah yang eksis, bukan ilah yang kita mau ciptakan menurut pemikiran kita, yang adalah berhala. Kita harus mempercayai pewahyuan yang telah Allah berikan kepada kita, karena kita tidak memiliki cara lain untuk mengenal karakter Allah. Kita bisa belajar tentang kuasa dan hikmat Allah dari terang penciptaan, tetapi kita tidak bisa tahu karakterNya selain dari pewahyuan yang lebih tinggi, yang telah Allah berikan dalam kasih karunia kepada kita dalam Kitab Suci. Di sana kita menemukan bahwa Allah yang eksis ini adalah baik; Dia adalah pengasih dan penyayang di luar batas pemahaman; tetapi Dia juga adalah kudus dan adil; dia adalah pemberi hukum yang bajik dan hakim atas pemberontakan. Kedua aspek karakter Allah ini terlihat jelas pada kayu salib, peristiwa sentral dalam sejarah.

Di sana kita melihat kekerasan Allah, betapa mengerikannya keadilanNya, kedalaman kekudusanNya, sampai-sampai Ia mengharuskan kematian AnakNya dalam penderitaan yang sedemikian; tetapi di sana juga kita melihat kebaikan Allah yang luar biasa, ketika Ia mengambil hukuman yang seadilnya ditimpakan kepada makhluk-makhlukNya, ke atas diriNya sendiri. Betapa keras; betapa baik! Sebenarnya, kekerasan Allah adalah bagian dari dan cocok sempurna dengan kebaikanNya. Adalah baik bahwa Allah itu bajik, kudus, dan adil. Ini adalah fondasi dari hukum dan keteraturan di alam semesta yang diciptakan. Jika Allah tidak membuat hukum-hukum yang bajik bagi makhluk-makhlukNya, dan jika Dia tidak menegaskan hukum-hukum itu, akan ada anarki dan chaos, sebagaimana kita lihat di dunia sekarang ini. Sementara para penjahat melihat hukum dan polisi sebagai sesuatu yang keras, masyarakat mengerti bahwa hal-hal ini adalah baik. “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya.” Dan ayat ini mengajarkan kepada kita, bahwa Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia, sehingga manusia bisa memilih, apakah ia akan menerima kebaikan Allah, atau berurusan dengan kekerasan-Nya.v

Posted in General (Umum), Renungan | Leave a comment

Ditemukan Jaringan Lunak Unta Berusia Tiga Juta Tahun

(Berita Mingguan GITS 18 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Semakin banyak ditemukan jaringan lunak dari binatang-binatang yang dikatakan berusia jutaan tahun. Kali ini seekor unta kuno ditemukan di daerah Kutub Utara Kanada. Museum Alam Kanada di Ottawa mengklaim bahwa usianya 3,5 juta tahun, tetapi sisa unta ini mengalami proses mumifikasi, bukan fosilisasi, dan pecahan-pecahan kolagen masih terperlihara (“Ancient Arctic camel a curious conundrum,” Fox News, 5 Maret 2013). Pada tahun 2008, suatu fosil kera “2 juta tahun” ditemukan di Malapa, Afrika Selatan, dengan kulitnya masih menempel.

Pada tahun yang sama, BBC News melaporkan adanya fosil bulu yang masih menyisakan pigmen warna biologis mereka. Pada tahun 2009, para peneliti mendapatkan kembali tinta kering dari kantong tinta suatu fosil cumi-cumi berusia “150 juta tahun.” Tahun 2009 juga merupakan tahun penemuan Darwinius masillae, yang diklaim adalah suatu mata rantai yang hilang berusia 47 juta tahun, dengan jaringan lunak yang masih terpelihara.

Suatu fosil mosasaurus (reptil laut sepanjang 14 meter) di Dinosaur Institute of the National History Museum di Los Angeles County, yang dikatakan jutaan tahun tuanya, masih memiliki pigmen retina, sisa-sisa darah kering, dan “terpeliharanya struktur-struktur kulit dari berbagai bagian tubuh.” Pada tahun 2011, PloS ONE melaporkan suatu fosil ikan cuttlefish “34 juta tahun tuanya” dengan chitin organik masih tersisa di tulangnya. Para peneliti lain menemukan chitin di seekor kalajengking yang ditenggarai berusia ratusan juta tahun. Para ilmuwan yang mempelajari penemuan-penemuan ini mengakui bahwa mereka tidak tahu bagaimana semua materi biologis ini bisa bertahan jutaan tahun.

Profesor Mike Benton dari Universitas Bristol bertanya, “Bagaimanakah menyocokkan hal ini dengan FAKTA yang sudah diketahui luas bawhwa mayoritas molekul organik akan rusak dalam ribuan tahun?” (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” BBC News, 8 Juli 2008). Satu-satunya jawaban yang mereka miliki adalah bahwa karena mereka TAHU fosil-fosil itu berusia jutaan tahun, maka pastilah mungkin bagi materi biologis untuk bertahan jutaan tahun, walaupun hal ini bertentangan dengan FAKTA yang telah diketahui! Ini bukan ilmu pengetahuan; ini adalah nalar bolak balik; ini adalah pembuatan mitos. Pada kenyataannya, jaringan lunak adalah bukti melawan penanggalan evolusionis dan mendukung posisi bumi yang muda, karena studi-studi laboratorium telah secara konsisten memperlihatkan bahwa kolagen yang dipelihara yang amat baik sekalipun akan menjadi debu dalam 30.000 tahun.

Posted in Science and Bible | 1 Comment

Rick Warren Tidak Yakin Apakah Tindakan Homoseksual Adalah Dosa

(Berita Mingguan GITS 18 Mei2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Rick Warren Says Gays Go to Heaven,” Christian News, 29 Nov. 2012: “Kontroversi mencuat akibat komentar yang baru-baru ini dibuat oleh Rick Warren, penulis dari buku laris The Purpose-Driven Life, dan pemimpin dari megachurch Saddleback Church di Kalifornia. Warren mengatakan bahwa tindakan homoseksual “bisa jadi” adalah dosa, dan dia percaya orang-orang homoseksual akan pergi ke Surga. …Dalam suatu wawancara minggu ini dengan Huffington Post, Warren ditanya oleh Marc Lamont Hill, apakah seseorang yang menyimpan perasaan romantis terhadap sesama jenis sedang melakukan dosa. …’”idak, tidaklah berdosa untuk mengasihi seseorang,” kata Warren. “Bisa jadi adalah dosa untuk [beraktivitas seks] dengan sesama jenis,” dia menambahkan. “Bisa jadi.” …

Lebih lanjut lagi dalam wawancara tersebut, ketika Hill menanyakan Warren apakah dia percaya orang-orang homoseksual akan pergi ke neraka, ia menjawab bahwa mereka tidak akan pergi ke neraka. “Tidak, bukan karena mereka gay,” dia berkata. “Kita pergi ke neraka karena kita memilih untuk menolak kasih karunia Allah.” Ketika Hill bertanya apa yang akan terjadi kepada seorang homoseksual jika ia menerima Yesus, Warren menjawab dengan antusias. “Dia akan pergi ke Surga!” dia deklarasikan. “Tanpa ragu sedikitpun.” … Peter LaBarbera, presiden dari Americans for Truth About Homosexuality … menyatakan bahwa dia sangat terkejut atas komentar-komentar Warren tersebut. “Kamu tidak ingin memberikan kesan bahwa adalah baik-baik saja untuk hidup secara homoseksual, dan selama saya percaya Yesus, saya bisa pergi ke Surga,” dia berkata. “Adalah satu hal untuk memiliki ketertarikan dan [berjuang melawan] hal tersebut, [dan hal lain lagi untuk menyambut tindakan homoseksual].” …”Ketika engkau menerima Kristus, tindakanmu berubah,” kata LaBarbera. “Dan sikap [orang-orang seperti Warren] adalah tidak mau membicarakan perubahan. …Kita tahu bahwa Allah mengubah orang-orang homoseksual, jadi mengapakah Rick Warren tidak menyatakan hal itu?”… Bagian mana dari Roma 1 yang tidak dimengerti oleh Warren? Itu begitu jelas,” tambahnya.

“Ketika engkau membuat komentar-komentar seperti ini, yang terjadi adalah hilangnya makna Alkitab, dan makna Alkitab adalah bahwa homoseksual adalah suatu kekejian.” … LaBarbera mengatakan bahwa Warren bukan saja semestinya menyebut tindakan homoseksual suatu dosa, tetapi seharusnya masuk lebih dalam lagi ke isu intinya. “Bernafsu terhadap orang lain juga adalah suatu dosa,” kata LaBarbera. “Kita tidak bisa mendukung dosa sebagai seorang percaya, dan kita harus memikirkan bagaimana seseorang yang sedang bergumul dengan homoseksualitas akan menanggapi hal ini.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 2 Comments