Renungan akan Janji-Janji Penyertaan Allah dalam Mazmur

(Berita Mingguan GITS 22Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok” (Maz. 91:4). Ini adalah metafora yang sangat indah, yang berbicara mengenai kasih sayang Allah dan kemampuanNya yang maha kuasa untuk melindungi. Tentu saja, seekor ayam adalah makhluk yang lemah; sayap-sayapnya tidaklah sangat kuat, dan dia tidaklah sangat bijaksana; tetapi dalam dua ayat pertamanya, sang pemazmur menekankan kemampuan Allah sebagai Pelindung.

Pertama, Dia adalah elyon, yang maha tinggi. Titel ini pertama dipakai dalam Kejadian 14:18-22, di mana penekanannya ada pada fakta bahwa Allah memerintah atas segala sesuatu dan adalah pemilik segala sesuatu.

Kedua, Dia adalah Shaddai, yang maha kuasa. Kata Ibrani shadday berasal dari shaddad, yang berarti “menjadi kekar, yaitu (secara figuratif) kuat (secara pasif, tidak terkalahkan)” (Strong). Allah kita adalah Pejuangnya para pejuang, Sang Tak Terkalahkan.

Ketiga, Ia adalah Yehovah, yang Eksis dengan sendirinya, Aku Adalah Aku yang kekal, penjaga perjanjian yang selalu setia dan dapat diandalkan.

Keempat, Ia adalah elohim, Pencipta yang bersifat Tritunggal. “Elohim muncul dalam bentuk plural, tetapi disertai kata kerja tunggal, yang adalah grammar yang buruk bagi siapapun kecuali Allah. Tetapi Allah bisa berkata, “We is” (dalam bahasa Inggris), karena Dia eksis dalam tiga pribadi, namun adalah satu Allah. Elohim pertama kali muncul berkaitan dengan penciptaan. Elohim adalah Pencipta. Ide yang disampaikan adalah kuasa” (Phillips). Jadi, bernaung di bawah kepak “sayap” Allah berarti bersembunyi di tempat yang tak terkalahkan! Allah tidak akan lari dari bahaya; Dia tidak akan berubah pikiran; Dia tidak akan mengingkari janji-janjiNya. PertahananNya tidak terkalahkan. Yesus juga menggunakan metafora ayam dan anak-anaknya. “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Lukas 13:34). Israel menolak ajakan Mesias mereka yang lembut, tetapi orang kafir manapun dapat lari kepada Dia hari ini untuk keselamatan dan mengambil perlindungan yang kekal setiap hari di bawah sayapNya yang maha kuasa.

Posted in Renungan | Leave a comment

Paus Mengatakan Ada Suatu Aliran Korup di Curia Roma

(Berita Mingguan GITS 22Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Paus Fransiskus telah mengakui bahwa suatu “lobby gay” eksis di Curia, yang adalah struktur kekuasaan di dalam Gereja Roma Katolik. Dalam sebuah pertemuan dengan pemimpin-pemimpin komunitas imam dan suster Katolik dari Amerika Latin, sang paus berkata: “Di dalam Curia, ada orang-orang kudus. Tetapi juga ada suatu aliran korup. ‘Lobby gay’ disinggung, dan memang benar, hal itu ada di sana. Kita perlu melihat apa yang bisa kita lakukan” (“Pope Francis,” CNN Belief Blog, 11 Juni 2013). Sang Paus sedang mengacu kepada laporan-laporan yang muncul dalam berbagai koran Italia pada tahun 2012, yang didasarkan pada bocoran-bocoran kepada wartawan dari orang dalam Vatikan.

La Repubblica mengatakan bahwa ada “keimamatan tingkat tinggi dalam Vatikan yang terlibat dalam masalah homoseksualitas.” Tentu saja, sebenarnya hal ini tidak mengejutkan. Pada tahun 2003, Gereja Roma Katolik di Irlandia setuju untuk membayar $110 juta untuk menghindari tuntutan hukum lebih lanjut dalam masalah skandal seks. Bisa jadi dari sebanyak 3000 korban penganiayaan seks di luar sana. Di Amerika, Gereja Katolik telah membayar lebih dari $1 milyar untuk menyelesaikan tuntutan hukum terhadap imam-imam yang imoral. Organisasi Bishop Accountability mengatakan bahwa lebih dari 4000 imam telah dituduh melakukan pelecehan seks kepada anak-anak (“US Church to Pay 12.6 Million,” AFP, 11 Agus. 2008). Ini mewakili kurang lebih 10% imam Katolik di Amerika, dan statistik itu hanyalah memasukkan mereka yang dituduh secara resmi. Suatu organisasi Katolik yang konservatif mendokumentasikan urusan yang keji ini pada majalah Ad Majorem Dei Gloriam edisi musim gugur/musim dingin 2002, dan mengobservasi: “…kebanyakan kasus sexual abuse di Gereja Katolik – sekitar 90% – melibatkan imam yang homoseksual yang memangsa anak-anak remaja. Media massa besar dan budaya AS pada umumnya mau menyangkali atau menghilangkan faktor homoseksualitas dari skandal-skandal ini.”

Banyak buku yang telah mendokumentasikan hal ini, termasuk Pedophiles and Priests oleh Philip Jenkins (1996), Lead Us Not into Temptation: Catholic Priests and the Sexual Abuse of Children oleh Jason Berry (2000), A Gospel of Shame: Children, Sexual Abuse, and the Catholic Church oleh Frank Bruni (2002), Religious Life without Integrity: The Sexual Abuse Crisis in the Catholic Church oleh Australian Catholic historian Barry Coldrey (2001), Betrayal: The Crisis in the Catholic Church oleh staf penyelidik Boston Globe (2002), dan AMChurch Comes Out oleh Paul Likoudis, editor dari The Wanderer, koran Katolik yang independen yang tertua di AS (2002).

Pada tahun 2000, koran Star di Kansas City, menerbitkan seri sepanjang buku yang mendokumentasikan bahwa “seminari-seminari Katolik pada tahun 1960n terlibat dalam kegilaan pembebasan seksual di dekade itu; bahwa banyak seminarian dan imam yang menyambut gaya hidup homoseksual aktif di dalam maupun di luar seminari; bahwa banyak seminarian homoseksual ini yang berlanjut kepada penahbisan dan dipersiapkan oleh atasan mereka kepada posisi tinggi.” Satu hasil dari semua ini adalah besarnya jumlah kasus AIDS di sebagian imam Katolik. 

Posted in Katolik | Leave a comment

Nasihat Brian Mclaren kepada Para Penulis Lagu Kontemporer

(Berita Mingguan GITS 15Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Brian McLaren, salah satu suara yang paling berpengaruh dari sisi liberal gerakan “emerging church,” telah mempublikasikan suatu “Surat Terbuka kepada Para Pemimpin Penyembahan.” Di dalamnya ia menawarkan “suatu daftar tema-tema Alkitabiah yang patut dieksplorasi dalam kata-kata lagu kita.” Perhatikan kata “alkitabiah.” McLaren senang sekali memakai istilah-istilah dalam Alkitab, tetapi ia mendefinisikannya dengan kamus penyesat. Ia telah menolak theologi dispensasional yang dimiliki kakeknya yang adalah seorang misionari yang saleh, dan sebaliknya telah meluncurkan perahunya sendiri ke tengah perairan kesesatan akhir zaman. McLaren dan para sobat “emerging”nya adalah penggenapan akan 2 Timotius 3.

Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah, tetapi mereka menyangkali kekuatannya (ay. 5), yang adalah darah penebusan Kristus dan Kitab Suci yang absolut tidak dapat salah. Mereka “selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran” (ay. 7). Memang benar, theologi McLaren tidak pernah mantap. Ia senang sekali menimbulkan keraguan pada “yang kuno,” tetapi dia sendiri tidak memiliki banyak jawaban untuk masa kini, dan jawaban yang dia miliki pun salah. Tema-tema apakah yang disarankan oleh orang ini bagi para penulis lagu kontemporer? Dia mengusulkan bahwa mereka bernyanyi tentang membangun kerajaan Allah di masa sekarang, bukan tentang “dievakuasi ke Surga bersama Yesus, meninggalkan bumi untuk dihancurkan.” McLaren ingin mendengar lagu-lagu tentang cerobong asap yang diubah menjadi pembangkit listrik tenaga angin, tentang peluru yang dilebur menjadi mata bajak, tentang beruang kutub yang tidak jadi punah. Dia mengusulkan agar bernyanyi tentang Allah sebagai wanita, bernyanyi tentang Allah yang memakai milyaran tahun evolusi untuk “menciptakan” dunia. Dia mendorong para penulis lagu untuk menolak “injil doa seorang pendosa” yang berfokus pada pengampunan dan darah Yesus, sebaliknya bernyanyi tentang Allah yang “tidak memerlukan pemuasan.” Brian McLaren sungguh merupakan bagian dari air beriak-riak penuh kebingungan yang disebut “injili” modern. Gerakan “emerging church” adalah suatu rumah yang besar dengan banyak ruangan yang saling terhubung. Sebagai contoh, McLaren memberikan link dari blog-nya ke blog-nya Ed Stetzer, seorang Southern Baptist. Mereka semua memberikan link kepada Rick Warren. Tidak semua Injili se-liberal McLaren, tetapi hampir semua mereka bergandengan tangan dalam tingkat tertentu. Mereka tidak percaya atau tidak mempraktekkan separasi alkitabiah, yang adalah suatu kesalahan mendasar. Bahkan orang-orang konservatif, seperti Al Mohler dari Southern Baptist Seminary, secara penuh mendukung ekumenisme gaya Billy Graham. Jembatan-jembatan yang berbahaya ada di mana-mana. McLaren yang ekstrim liberal disambut dengan tangan terbuka ke forum-forum seperti National Pastor’s Conference, tahun 2009, yang saya hadiri sebagai pers, dan saya secara pribadi mewawancara McLaren. Para pembicara lain termasuk Andy Crouch, editor senior dari Christianity Today, Bill Hybels, Rob Bell, Leighton Ford, Gordon Fee, John Ortberg, Scot McKnight, dan Paul Young, penulis dari The Shack. Brian McLaren tahu apa yang sedang ia lakukan. Ia adalah agen perubahan. Dia bahkan secara terang-terangan mengatakan bahwa ia sedang mengincar anak-anak dan cucu-cucu para fundamentalis. Hari ini pemikirannya yang sangat liberal adalah minoritas di dalam “Injili,” tetapi segera akan menjadi mayoritas karena kesembronoan rohani dan ketidaktaatan terbuka oleh para “konservatif,” sekaligus kebodohan para “fundamentalis” yang bermain-main api dengan Injili dan sistem penyembahan kontemporernya, bukannya secara jelas menolaknya dan melakukan separasi.

Posted in Emerging Church, musik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Kecintaan Yang Berlebihan Terhadap Musik

(Berita Mingguan GITS 15Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Kesaksian berikut ini adalah oleh almarhum Penginjil Gordon Sears, yang meninggal tahun 2001. “Belakangan ini saya baru saja berbicara dengan seorang gembala sidang gereja Baptis di negara bagian Michigan, yang kehilangan lima puluh anggota jemaatnya karena subjek musik kontemporer (CCM). Gembala sidang ini menolak untuk mengizinkan CCM menjadi bagian dari program musik di gerejanya. Lima puluh orang yang pergi tersebut semuanya pergi ke gereja lain di mana mereka bisa menikmati musik kontemporer. Faktanya adalah bahwa musik telah menjadi lebih penting bagi orang-orang tersebut daripada keyakinan mereka dan kepercayaan doktrinal mereka.

Mereka rela untuk meninggalkan gereja mereka, tempat telah mereka berjemaat selama banyak tahun, untuk bergabung dengan gereja dari denominasi lain, di mana pengajaran dan standar-standarnya sama sekali berbeda. Pembaca sekalian, ini adalah ‘tanda kesesatan’ – yaitu ketika preferensi pribadi menjadi lebih penting daripada kebenaran Alkitab. Hal yang serupa terjadi di banyak tempat. Orang-orang yang kecanduan akan musik kontemporer sepertinya secara perlahan kehilangan segala kasih dan apresiasi terhadap himne-himne agung. Jika gereja mereka mengambil sikap tegas terhadap CCM, reaksinya biasanya adalah pergi ke gereja lain.”

EDITOR: Memang salah satu tanda kesesatan adalah memilih gereja berdasarkan preferensi pribadi, musiknya, teman-temannya, mungkin kenyamanan gedungnya, jarak tempuhnya, dll. Sebenarnya, yang harusnya menjadi pertimbangan utama dalam bergereja adalah pengajaran dan kebenaran yang disampaikan di jemaat tersebut.

Posted in musik | Leave a comment

Sekretaris Jendral WCC Mendukung Bekerja Sama dengan Paus

(Berita Mingguan GITS 15Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berbicara di Jerman baru-baru ini, Olav Fykse Tveit, Sekretaris Jendral dari World Council of Churches (WCC) “mengekspresikan harapan positif bagi kepemimpinan Paus Fransiskus” dan mendorong agar semua pihak bekerja sama dengan dia (oikoumene.org, 7 Mei 2013). Tveit membuat komentar ini dalam suatu forum bersama dengan Robert Zollitsch, direktur dari konferensi uskup-uskup Roma Katolik di Jerman, dan Katajun Amirpur, profesor studi Islamik di Universitas Hamburg.

Ketika ditanya mengenai situasi ekumenisme saat ini, Tveit mengatakan, “Ekumenisme adalah tinggal bersama di dunia ini pada tingkatan lokal, nasional, dan internasional. Sebagai orang-orang Kristen, kita memiliki tujuan bersama untuk bersatu. Persatuan kita adalah suatu tanda Allah sedang mempersatukan seluruh umat manusia.” Jadi kita melihat bahwa tujuan utama gereja esa sedunia adalah persatuan seluruh umat manusia. Tidak heran bahwa Alkitab menyebutnya Babel rahasia besar, karena gerakan ini memiliki roh dan semangat yang sama dengan Babel kuno, dan ujung-ujungnya akan dipimpin oleh Nimrod akhir zaman, yaitu antikristus.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Kepausan Didedikasikan bagi “Bunda Fatima”

(Berita Mingguan GITS 8Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Paus Fransiskus meminta agar “kepausan”nya didedikasikan bagi “Bunda Fatima” (Our Lady of Fatima) di Portugal. Sebagai jawaban, Jose Polycarp, Patriarkh Lisbon, berdoa kepada Fatima Maria pada tanggal 13 Mei sebagai berikut: “Berikanlah (Paus Fransiskus) karunia pengenalan, agar tahu bagaimana mengenali jalan-jalan pembaharuan bagi Gereja, berikanlah kepadanya keberanian untuk tidak melemah di jalan-jalan yang telah diusulkan oleh Roh Kudus, lindungilah dia dalam waktu-waktu penderitaan yang sulit, sehingga ia dapat mengatasi, dalam kasih, pencobaan-pencobaan yang akan datang karena pembaharuan Gereja” (EWTN News, 14 Mei 2013).

Dia juga berdoa agar Fransiskus dapat memberkati umat manusia dengan cara mengajarkan bahwa Maria “memimpin mereka dengan penuh kelembutan ke jalan-jalan keselamatan.” Menyatakan Maria ikut ambil bagian dalam elemen berkat rohani apapun, apalagi dalam keselamatan, adalah penghujatan dan kesesatan. Setiap “Injili,” “Protestan,” ataupun “Baptis” yang berpikiran ekumenis dan yang menutup mulutnya di hadapan kekejian ini akan harus bertanggung jawab di hadapan Tuhan. “Siapa menerima bagian dari pencuri, membenci dirinya. Didengarnya kutuk, tetapi tidak diberitahukannya” (Ams. 29:24). “Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat” (2 Yoh. 1:10-11).

Posted in Katolik | 3 Comments

Aturan Dhimmi di Syria

(Berita Mingguan GITS 8Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “A Conversation with Christian Syrian Refugees,” Religious Freedom Coalition, 1 Juni 2013. Semakin jelas bahwa orang-orang yang sedang berperang dengan pemerintah Syria saat ini, menghendaki suatu negara Islam dan ingin menjalankan hukum Sharia. Bagi orang-orang Yahudi dan Kristen, hal ini lebih buruk daripada pemerintahan sekarang yang memang sudah korup. “Laporan berikut ini adalah dari Martin Janssen di Amman, Yordania (aslinya dalam bahasa Belanda). …Janssen memiliki kesempatan bertemu dengan para pengungsi Syria Kristen, yang memberitahu dia bagaimana mereka bisa menjadi pengungsi, lari dari rumah dan desa mereka.

Desa mereka diduduki oleh pasukan pemberontak, yang lalu mengumumkan bahwa mereka kini berada di bawah emirat Islam, dan harus tunduk kepada hukum Sharia. Para penduduk Kristen ditawarkan empat pilihan: (1) menyangkali “penyembahan berhala” mereka, yaitu kekristenan, dan masuk Islam; (2) membayar upeti yang berat kepada orang-orang Muslim karena dibiarkan tetap hidup dan tetap Kristen (upeti ini disebut jizya); (3) dibunuh: (4) lari menyelamatkan hidup mereka, meninggalkan semua milik mereka.

Sebagian orang Kristen dibunuh, sebagian lari, sebagian mencoba untuk membayar jizya dan menemukan bahwa beban tersebut terlalu berat setelah para pemberontak terus menaikkan jumlah yang harus dibayar, dan sebagian tidak bisa membayar atau lari, sehingga mereka masuk Islam untuk menyelamatkan diri mereka. Skenario yang dilaporkan oleh para pengungsi Syria ini bagaikan mengulangi lagi nasib historis yang menimpa orang-orang Kristen dulu di Timur Tengah.” [Editor: Dhimmi adalah istilah kuno bagi seorang non-Islam yang hidup di suatu negara/kerajaan Islam].

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Gereja Lutheran Injili Menahbiskan Uskup Pertama Mereka yang Homoseksual

(Berita Mingguan GITS 8Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Evangelical Lutheran Church,” Associated Press, 2 Juni 2013: “Gereja Lutheran Injili Amerika untuk pertama kalinya memilih uskup yang terang-terangan adalah homoseksual kepada posisi tersebut selama enam tahun. Pemilihan dilakukan pada hari Jumat di pertemuan tahunan di Kalifornia Selatan, demikian kata para pejabat. Pemilihan Rev. Dr. R. Guy Erwin terjadi setelah perubahan aturan gereja yang kontroversial pada tahun 2009, yang mengizinkan orang-orang gay dan lesbian untuk ditahbiskan bagi denominasi Lutheran yang paling besar di Amerika tersebut. Lebih dari 600 gereja telah meninggalkan denominasi tersebut setelah perubahan itu. …Ditahbiskan pada bulan Mei 2011, Erwin mengatakan bahwa ia telah menunggu banyak tahun untuk pengakuan tersebut dan ia membawa “iman yang mendalam akan hadiran Kristus di gerejanya, dalam lebih dari 20 tahun pengalaman bergereja, dipadukan dengan pengajaran tingkat universitas dan seminari.” Para pejabat mengatakan bahwa “partner lelaki gay” tersebut juga adalah orang suku Amerika asli pertama yang terpilih.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Janda Kristen Dibunuh oleh Para Muslim, Empat Bulan Setelah Pembunuhan Suaminya

(Berita Mingguan GITS 8Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christian Widow,” Morning Star News, 22 April 2013: “Militan islamis di Somalia telah membunuh janda seorang Kristen yang juga telah dibunuh karena imannya pada bulan Desember, meninggalkan lima anak pasangan itu sebagai yaim piatu, demikian kata sumber-sumber. Ekstrimis Islam, pemberontak-pemberontak Al-Shabaab, menembak Fartun Omar, 42 tahun, hingga mati pada tanggal 13 April di Buulodbarde, 20 kilometer dari Beledweyne, menurut Abdi Aziz Suleiman dari Radio Shebelle di Beledweyne. Para ekstrimis ini telah mencari wanita itu selama beberapa bulan terakhir, karena mereka tahu dia adalah seorang Kristen sama seperti almarhum suaminya, Mursal Isse Siad, kata sumber-sumber. Siad telah menerima ancaman-ancaman kematian karena meninggalkan Islam. ‘Seminggu sebelum ia dibunuh, banyak rumor berkembang bahwa Al Shabaab sedang mencari dia,’ kata salah seorang tetangga Omar. …Al Shabaab kehilangan kendali atas beberapa daerah Somalia sejak pasukan militer Kenya membantu mengusir mereka tahun lalu, tetapi mereka dicurigai terlibat penembahan pembunuhan seorang ahli farmasi Kristen di pinggiran Kismayo pada bulan Februari. Dua orang bertopeng membunuh Ahmed Ali Jimale, seorang ayah empat anak berusia 42 tahun, pada tanggal 18 Februari ketika dia berdiri di luar rumahnya di desa Alanley. Di kota pelabuhan Barawa, pada tanggal 16 November 2012, militan-militan Al Shabaab membunuh seorang Kristen setelah menuduh dia sebagai seorang mata-mata dan meninggalkan Islam, demikian tutur saksi mata Kristen dan Islam. Para ekstrimis tersebut memancung Farhan Haji Mose, 25 tahun, setelah mengamati gerak geriknya selama enam bulan, kata sumber-sumber.” 

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Paus Mengatakan Bahwa Orang Atheis Diselamatkan oleh Kristus

(Berita Mingguan GITS 1Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sewaktu suatu misa kepausan pada tanggal 22 Mei, Paus Francis mengatakan bahwa semua manusia diselamatkan oleh darah Kristus. “Tuhan telah menyelamatkan semua kita, semua kita, dengan Darah Kristus: semua kita, bukan hanya Katolik. Semua orang! ‘Bapa, bagaimana dengan para atheis?’ Bahkan para atheis. Semua orang! Dan Darah ini membuat kita menjadi anak-anak Allah kelas satu! Kita diciptakan sebagai anak-anak dalam rupa Allah dan Darah Kristus telah menyelamatkan kita semua! Dan kita semua memiliki tugas untuk melakukan kebaikan. Dan perintah bagi semua orang untuk melakukan kebaikan, menurut saya, adalah suatu jalan yang indah menuju perdamaian” (“Pope at Mass,” Vatican Radio, 22 Mei 2013).

Sebagian publikasi Katolik mencoba untuk memelintir hal ini dengan berkata bahwa maksud paus hanyalah bahwa Kristus memungkinkan semua orang diselamatkan. Tetapi Gereja Roma Katolik telah memberitakan berbagai varasi universalisme sejak Konsili Vatikan Kedua. “Mereka, yang bukan karena kesalahan mereka sendiri, tidak mengenal Injil Kristus atau gerejaNya, tetapi yang bagaimanapun juga mencari Allah dengan hati yang murni, dan digerakkan oleh kasih karunia, mencoba dalam tindakan-tindakan mereka untuk melakukan kehendakNya, sejauh yang mereka ketahui lewat hati nurani mereka – mereka ini juga dapat mencapai keselamatan kekal” (“Dogmatic Constitution,” pasal 2, 16, hal. 338, Vatican II Documents).

Ibu Teresa, yang sedang dalam jalur cepat untuk dijadikan seorang “santa,” adalah seorang universalis yang tidak malu-malu. Ketika Ibu Teresa meninggal, teman lamanya dan juga penulis biografinya, Naveen Chawla, mengatakan bahwa ia pernah bertanya secara langsung kepada Teresa, “Apakah kamu menobatkan orang?” Teresa menjawab, “Tentu saja saya menobatkan. Saya menobatkan kamu untuk menjadi seorang Hindu yang lebih baik atau seorang Muslim yang lebih baik atau seorang Protestan yang lebih baik. Sekali kamu menemukan Allah, terserah kamu bagaimana mau menyembah Dia” (“Mother Teresa Touched other Faiths,” Associated Press, 7 Sept. 1997). 

Posted in Katolik | Leave a comment