Komentator Politik Mengatakan Bahwa “Allah Perjanjian Lama Adalah Seorang Pembunuh Masal Yang Psikotik”

(Berita Mingguan GITS 10Agustus2013, sumber: www.wayoflife.org)

Bill Maher, seorang pelawak dan komentator politik, baru-baru ini mengklaim bahwa Alkitab penuh dengan hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan menyatakan bahwa “Allah Perjanjian Lama adalah seorang pembunuh masal yang psikotik” (“Real Time with Bill Maher,” 26 Juli 2013). Ini adalah pemikiran seorang pelanggar hukum. Seorang pemerkosa yang tidak bertobat, atau seorang pencuri, atau bahkan seorang pelanggar lampu merah, tidak suka dengan hukum dan tidak berpendapat bahwa penegak hukum itu adil. Saya pernah menjadi juri dalam suatu pengadilan untuk mengadili seseorang yang dituduh mengendarai mobil sambil mabuk. Ketika kami menyatakan dia bersalah, dia menganggap kami tidak adil dan tidak masuk akal.

Allah dalam Alkitab (Yesus mengatakan bahwa Dia dan Allah Yehovah adalah satu) adalah Pribadi yang paling baik di alam semesta ini. Ia adalah kasih dan adalah sumber kasih. Tetapi Dia juga adalah Allah atas hukum dan keteraturan. Dia kudus dan adil. Dia adalah Hakim sekaligus Juruselamat. Sebagai Pencipta, Ia memiliki manusia dan punya hak untuk mengatur bagaimana manusia harus hidup. Ia memberikan manusia pertama, Adam, satu hukum saja, dan Adam melanggar hukum itu dan menerima penghukuman kematian. Allah bisa saja membiarkan situasinya seperti itu, tetapi Ia sendiri datang ke dunia ini dalam bentuk AnakNya untuk mengambil hukuman kita ke atas DiriNya sendiri. Yesus, Anak Allah, mati untuk musuh-musuhNya, dan sambil Dia menderita secara tidak adil di kayu salib, Ia berdoa, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Apakah kata-kata ini keluar dari “seorang pembunuh masal yang psikotik?”

Dalam Perjanjian Lama, Allah menunggu 400 tahun sebelum menghancurkan orang-orang Kanaan (Kej. 15:13-16). Bangsa-bangsa itu bisa saja bertobat seperti Niniwe, dan Allah dalam kasih karuniaNya, pasti akan mengampuni mereka (Yunus 3:5-10). Ketika kehancuran itu datang, itu adalah tindakan keadilan. Sama seperti pemerkosa dan pembunuh anak kecil merasakan pembalasan hukum manusia, orang-orang Kanaan menghancurkan diri mereka sendiri melalui pemberontakan terbuka melawan hukum moral Allah, yang tertulis dalam hati nurani manusia (Roma 2:14-15). Mereka mendatangkan penghakiman Allah atas diri mereka sendiri melalui penyembahan berhala, perzinahan, hubungan intim dengan binatang, inses, dan kejahatan lainnya melawan Allah yang kudus (Im. 18:1-3, 19-25). Mereka bahkan membakar anak-anak mereka sendiri (Ulangan 12:31).

Tidaklah salah bagi Allah yang kudus yang adalah pemberi hukum untuk menghukum mereka yang secara sengaja dan tanpa bertobat melanggar FirmanNya. Ketika Maher dan teman-teman liberalnya mendukung pembunuhan bayi yang belum lahir di rahim wanita, itu mereka anggap baik, tetapi ketika Allah menghukum para pelanggar hukum, mereka menganggapNya monster. Betapa munafik! Saya senang bahwa Allah tidak harus bertanggung jawab kepada Bill Maher atau kepada manusia manapun.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Tutu Berkata Bahwa Dia Lebih Memilih Masuk Neraka Daripada Menyembah Allah Yang “Homofobik”

(Berita Mingguan GITS 10Agustus2013, sumber: www.wayoflife.org)

Desmond Tutu, uskup agung Anglikan dari Afrika Selatan yang sudah pensiun, mengatakan bahwa dia lebih memilih masuk neraka daripada menyembah “Allah yang homofobik.” Berbicara dalam acara pembukaan kampanye “hak asasi gay” yang didukung oleh PBB, Tutu berkata, “Saya menolak untuk masuk Sorga yang homofobik. Tidak, saya minta maaf, maksud saya saya jauh lebih baik ke tempat yang satu lagi. Saya tidak akan menyembah Allah yang homofobik dan itulah seberapa dalamnya perasaan saya tentang hal ini” (“Archbishop Tutu,” BBC News, 26 Juli 2013). Kita diingatkan tentang nubuat dalam Mazmur 2 bahwa pemerintah-pemerintah dunia akan bersepakat melawan Allah Yehovah dan Yang DiurapiNya (Kristus), dengan berkata, “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” (Mazmur 2:3).

Hal ini mengacu kepada penolakan akan hukum-hukum Allah yang kudus, dan Desmond Tutu adalah contoh prima dalam hal ini. Dia adalah orang yang disanjung oleh dunia dan yang mewakili pemikiran dunia yang paling modern – seseorang yang menerima penghargaan seperti Hadiah Nobel, Presidential Medal of Freedom, dan Albert Schweitzer Prize for Humanitarianism. Dan dia dengan terbuka dan bangga membenci Allah yang kudus yang ada di dalam Alkitab. Tentu saja Allah tidak “homofobik.” Allah tidak memiliki fobia apapun; manusia yang telah jatuh ke dalam dosalah yang memiliki segala macam fobia. Tetapi Allah memiliki hukum, dan menurut hukumNya, hubungan seksual apapun di luar dari pernikahan kudus adalah dosa, dan pernikahan hanyalah sah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gembala Sidang Cool Mengatakan “Kaum Cessasionis Salah”

(Berita Mingguan GITS 10Agustus2013, sumber: www.wayoflife.org)

Mark Driscoll, gembala sidang super cool dari Gereja Mars Hill yang nge-rock keras di Seattle, mengatakan bahwa kaum cessasionis (kelompok yang mengatakan bahasa lidah tidak ada lagi hari ini) adalah salah. Berbicara tanggal 9 Juni dalam sebuah seri yang berjudul: “Acts: Empowered for Jesus’ Mission,” Driscoll mengatakan bahwa karunia bahasa lidah adalah untuk hari ini dan baru akan berhenti ketika Kristus kembali. Sepanjang yang kami ketahui, Driscoll tidak pernah mengklaim berbicara dalam bahasa lidah, tetapi dia membuka pintu untuk fenomena ini dan adalah pendukung gerakan kharismatik melalui posisinya ini. Saya ingin bertanya kepad Driscoll di mana tepatnya ada bahasa lidah yang beroperasi secara alkitabiah hari ini. Waktu saya dipimpin kepada Kristus olah seorang Pantekosta konservatif pada tahun 1973, saya tidak memiliki alasan untuk tidak memercayai bahasa lidah, tetapi sebagai pelajar Alkitab yang serius saya dapat melihat bahwa karunia bahasa lidah harus beroperasi menurut aturan-aturan rasuli yang ketat (1 Korintus 14). Walaupun saya sudah menghadiri lusinan gereja dan konferensi Pantekosta dan Kharismatik di banyak negara, empat puluh tahun ini saya tidak pernah menyaksikan bahasa lidah yang dilaksanakan sesuai dengan Alkitab. Hal ini karena karunia rohani tertentu adalah tanda-tanda kerasulan (2 Kor. 12:12), dan sebagian lagi bersifat sementara, termasuk karunia bahasa lidah. Itu adalah karena karunia-karunia ini adalah karunia tanda. Sifat karunia tanda pastinya terbatas. Bahasa lidah, yaitu kemampuan berbicara dalam bahasa yang belum pernah dipelajari sebelumnya, adalah tanda bagi bangsa Yahudi tentang hal baru yang Allah sedang lakukan yaitu memberitakan Injil ke segala bangsa (Kis. 2:4-12; 1 Kor. 14:20-22). Setiap kali bahasa lidah disebut dalam Kisah Para Rasul, ada orang Yahudi yang hadir. Memang bahasa lidah adalah karunia yang luar biasa, ketika digabung dengan karunia padanannya, yaitu karunia menerjemahkan bahasa lidah. Berbicara atau menerjemahkan suatu bahasa yang belum pernah dipelajari sebelumnya adalah suatu mujizat besar. Sebagai kontras, yang disebut “bahasa lidah” (atau bahasa roh) hari ini adalah suatu lelucon. Yang disebut oleh kaum kharismatik sebagai bahasa lidah hari ini adalah sesuatu yang bisa diajarkan, bisa dipelajari, bisa ditiru, dan bukanlah mujizat! (Sama dengan yang diklaim sebagai “karunia menyembuhkan” hari ini). Suatu pembelajaran yang teliti tentang asal usul gerakan Pantekosta pada awal abad 20 seharusnya meyakinkan semua pelajar Alkitab tentang sifatnya yang palsu. Gerakan kharismatik dan musik kontemporer adalah dua elemen yang paling kuat dalam pembangunan “gereja” esa-sedunia akhir zaman, dan Mark Driscoll adalah pendukung besar musik penyembahan kontemporer.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Paus Fransiskus Tidak Mau “Menghakimi Homoseksual”

Dalam perjalanan pulang dari Brazil, dalam sebuah konferensi 80 menit, Paus Fransiskus memberitahu para wartawan bahwa dia tidak mau menghakimi kaum homoseksual, dan dalam konteks pembicaraannya terutama imam-imam Katolik yang homoseksual. “Jika seseorang itu gay dan dia mencari Tuhan dan memiliki maksud yang baik, siapakah saya untuk menghakimi?” (Paus Fransiskus, dikutip dalam http://christiannews.net/2013/07/29/pope-francis-on-homosexual-priests-who-am-i-to-judge/). Pernyataan Fransiskus ini bertentangan dengan posisi Paus sebelumnya, yaitu Benediktus. Benediktus mempertahankan posisi bahwa hubungan homoseksual adalah dosa.

Berita ini tentunya sangat menarik bagi orang percaya Alkitabiah, karena membuat jelas beberapa hal. Pertama, terlihat betapa konyolnya doktrin papal infallibility yang diusung Katolik. Katolik percaya bahwa Paus mereka tidak bisa salah ketika berbicara ex cathedra, atau dengan kata lain ketika sedang berbicara sebagai “Paus,” misalnya ketika merumuskan doktrin resmi Katolik. Tetapi apa yang terjadi ketika dua Paus berbeda pendapat? Hal seperti ini sering terjadi dalam sejarah kepausan, walaupun tidak banyak diekspos kepada publik. Kasus ini menjadi ilustrasi yang baik. Yang mana yang benar tentang homoseksualitas: Benediktus yang menganggapnya dosa, atau Fransiskus yang tidak mau menghakimi? Inilah permasalahannya jika kita menaruh dasar kebenaran pada manusia, yang terjadi adalah pergeseran, kompromi, dan kekacauan. Jauh lebih baik untuk menerima Alkitab, Firman Tuhan yang tidak berubah, sebagai standar kebenaran. “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” (Yoh. 17:17)

Perkembangan ini juga memperlihatkan betapa sesatnya dunia ini, dan betapa dekatnya kedatangan Tuhan. Alkitab berkata bahwa hari kedatangan Anak Manusia akan seperti pada zaman Lot di Sodom (Lukas 17:26-30). Dosa spesial Sodom adalah homoseksualitas. Kita menyaksikan homoseksualitas diterima luas sebagai normatif di dunia sekarang ini. Baru-baru ini Ratu Elizabeth di Inggris memberikan “restunya” atas pernikahan homoseksualitas. Sungguh, ini adalah zamannya Sodom. Bahwa Paus Katolik akan ikut perkembangan zaman tidaklah mengherankan.

Alasan yang dipakai oleh Fransiskus adalah klasik dan umum, walaupun tetap mengecewakan: saya tidak mau menghakimi. Banyak orang memakai alasan ini untuk berbagai isu: saya tidak mau menghakimi. Tetapi banyak orang tidak tahu bahwa Alkitab memerintahkan orang Kristen untuk menghakimi, tetapi harus dengan penghakiman yang benar (Yohanes 7:24). Tidak ada penghakiman yang lebih benar selain yang diberikan Firman Tuhan. Dan Firman Tuhan sangat jelas mengenai homoseksualitas. “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka” (Roma 1:26-27). Pada dasarnya orang yang memakai alasan “jangan menghakimi” dalam kasus-kasus seperti ini adalah munafik. Apakah mereka pernah mendidik anak mereka? Jika anak mereka memukul adiknya, apakah dimarahi, dilarang? Kenapa menghakimi? Mengapa tidak membiarkan saja anak mereka melakukan seenak hatinya? Mendidik anak melibatkan menghakimi. Apakah mereka pernah membeli suatu barang, lalu komplain ketika barang itu lebih rendah kualitasnya dari yang dijanjikan? Mengapa menghakimi? Sungguh, dunia memakai “jangan menghakimi” hanya sebagai alasan untuk membenarkan diri atas dosa dan kesalahan. Bodohlah orang Kristen yang mau ikut dalam permainan itu.

Posted in Katolik, Kesesatan Umum dan New Age | 6 Comments

Generasi Muda Semakin Percaya Evolusi

 Sebuah studi jajak pendapat yang dilakukan oleh YouGov menilai apa yang dipercayai oleh orang Amerika mengenai asal muasal manusia. Hasil yang diperoleh adalah: 21% percaya manusia berevolusi dari binatang tanpa campur tangan Tuhan (naturalistic evolution). 25% percaya bahwa manusia berevolusi, tetapi bahwa Allah menuntun proses evolusi tersebut (theistic evolution). 37% percaya bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sekarang ini paling lama 10.000 tahun yang lalu (creationism). Sumber: http://cdn.yougov.com/cumulus_uploads/document/d39q50o8bw/tabs_evolution_0708092013.pdf

Yang menyedihkan adalah bahwa survei ini juga menunjukkan orang-orang muda semakin percaya evolusi. Jika hasil jajak pendapat dibagi berdasarkan usia, terlihat bahwa dari kelompok 18-29 tahun, 31% percaya evolusi tanpa Tuhan, 29% percaya evolusi dituntun Tuhan, dan 21% percaya penciptaan. Tentunya ini adalah karena evolusi diajarkan sebagai kebenaran dan fakta di sekolah-sekolah umum. Oleh karena itu, orang-orang yang sungguh beriman harus memantau apa yang diajarkan kepada anak-anak mereka di sekolah, dan memastikan bahwa mereka membekali generasi muda dengan kebenaran. Gereja-gereja juga patut dipersalahkan karena kebanyakan gereja sama sekali tidak mau berdiri teguh mempertahankan ajaran Alkitab tentang Penciptaan.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Paus Menyebut Maria “Perlindungan Orang-Orang Berdosa”

(Berita Mingguan GITS 27Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam kunjungannya ke pulau Lampedusa, Italia, tanggal 8 Juli, Paus Fransiskus menyebut Maria sebagai bintang laut, Bunda Allah, Pelindung para pendatang, Bunda kemurahan, dan Perlindungan orang-orang berdosa” (“Pope’s Marian Prayer at Lampedusa,” Zenit, 8 Juli 2013). Dia memulai doa itu dengan kata-kata berikut: “Maria, bintang laut, sekali lagi kami menghadap padamu, untuk menemukan kekuatan dan ketenangan, untuk meminta pertolongan dan perlindungan.”

Dia meminta Maria untuk “mendapatkan pertobatan hati” bagi orang-orang berdosa dan tuntuk “memberkati semua laki-laki dan perempuan yang berniat baik.” Hanya 130 km dari pantai Tunisia, Lampedusa telah menjadi target ribuan orang Afrika yang mencoba untuk datang ke Italia dan Eropa. Populasi asli pulau ini yang hanya 6000 orang terlampaui oleh ribuan imiran ilegal yang hidup dalam kamp-kamp miskin sambil menunggu relokasi ke Eropa daratan. Dipercayai bahwa 20.000 telah meninggal sejak 1988 dalam usaha menyeberangi lautan dalam perahu-perahu jelek.

Posted in Katolik | Leave a comment

Kemahatahuan Allah

(Berita Mingguan GITS 27Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

“Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga” (Maz. 147:5). Allah mengetahui segala sesuatu dari awal hingga akhir (Yes. 46:9-10). Allah mengetahui pikiran setiap hati manusia dan setiap kata yang ia ucapkan (1 Raj. 8:39; 1 Taw. 28:9; Maz. 139:1-6). Ia melihat segala sesuatu dan tahu semua yang terjadi (Mat. 10:29; Ams. 15:3). Ia tahu semua kemungkinan (Mat. 11:23; Yes. 48:18). Ia tahu jumlah rambut di kepala seseorang (Luk. 12:7). Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah rata-rata rambut pada orang dewasa muda adalah 100.000, tetapi variasinya sangat besar. Orang-orang pirang memiliki rata-rata 140.000, dan yang berambut merah 90.000. Kepala manusia adalah lingkungan yang dinamis, dengan 100an rambut rontok setiap hari, lalu ada folikel rambut yang membuat rambut baru, sementara yang lainnya beristirahat setelah berproduksi selama dua sampai enam tahun. Mengetahui jumlah rambut seseorang memerlukan pengetahuan yang intim dan saat-demi-saat.

Allah juga mengetahui jumlah dan nama bintang-bintang (Maz. 147:4). Dengan menggunakan teleskop Hubble dan observatorium infrared milik European Space Agency dan peralatan teknologi tinggi lainnya, para astronom memperkirakan ada 400 milyar galaksi. Dengan asumsi 100 milyar bintang di setiap galaksi (angka ini didasarkan pada jumlah bintang di galaksi kita sendiri, Bima Sakti), berarti ada 10 milyar trilyun bintang. Tetapi ini hanyalah tebakan kasar, karena manusia, bahkan dengan ilmunya yang paling hebat sekalipun, tidak mampu mulai menghitung satu per satu bintang di alam semesta ini, apalagi mengetahui semua namanya. Sebagaimana dikatakan oleh website European Space Agency, “Tidak ada seorang pun yang akan mencoba menghitung jumlah bintang satu per satu, melainkan kita menghitung kuantitas terintegrasi seperti jumlah dan luminositas dari galaksi-galaksi.” Ya, tidak seorang pun, kecuali Allah!

Posted in Renungan | Leave a comment

Bulu Terbang Burung

(Berita Mingguan GITS 27Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Insinyur Stuart Burgess mengatakan, “Sebuah bulu terbang adalah hasil masterpiece desain dan adalah salah satu struktur paling efisien yang dikenal manusia” (Hallmarks of Design, hal. 38). Jack Cohen, yang adalah seorang evolusionis, bagaimanapun juga mengakui bahwa bulu terbang telah “dirancang sampai presisi yang paling mendetil,” dan bahwa mempelajarinya adalah “proses yang membuat kita rendah hati” (“Feathers and Pattern,”Advances in Morphogenesis, diedit oleh Abercrombie and Bracket, 1966, hal. 9, 12).

Suatu bulu merpati “sederhana” terdiri dari satu juta lebih bagian individual yang tersusu dari milyaran sel yang terorganisir secara sempurna dalam suatu keajaiban desain. Bulu terbang memiliki tiga fitur besar berikut (diadaptasi dari Burgess, hal. 39). (1) batang yang tengahnya kopong, berisi udara atau buih, bermula dengan bentuk lingkaran dekat akar bulu itu dan berubah menjadi bentuk persegi yang secara struktural lebih kuat; (2) cabang besar yang keluar dari batang, memberikan bentuk dasar dari bulu; 3) dua set cabang kecil, yang keluar dari cabang-cabang besar, dengan satu set cabang kecil memiliki kait yang akan mengunci dengan set cabang kecil yang tidak berkait; bisa ada ratusan ribu cabang kecil dalam satu bulu.

Dengan cabang-cabang kecil berkaitan, sayap memiliki permukaan rata yang ringan yang dipakai oleh burung untuk mendorong melawan udara. Cabang-cabang kecil membuat udara tidak bisa lolos melalui sayap ketika sayap bergerak ke bawah, tetapi membiarkan udara lewat ketika sayap bergerak ke atas. Michael Pitman, yang mengajar biologi di Cambridge, menggambarkan desain bulu terbang yang luar biasa: “Bulu-bulu besar tertentu memiliki lebih dari satu juta cabang kecil, dengan kait dan tempat mengait yang saling cocok, dalam susunan yang cocok. Bulu itu tidak akan berguna tanpa mekanisme pengunci ini yang berfungsi sebagai semacam risleting otomatis, yang bisa dibetulkan lagi melalui tindakan menjilat-jilat. Ketika sedang terbuka lebar saat terbang, kait-kait ini membuat seluruh sayap membentuk lembaran yang kontinu yang dapat menahan angin. Keseluruhan bulu adalah suatu struktur yang kohesif, elastis, dan ringan, didesain dengan baik untuk berfungsi sebagai permukaan tahan udara. Reseptor sensoris dapat menentukan posisinya yang tepat. Di sepanjang dua sayap, bulu-bulu ini melakukan variasi terus menerus dan penyesuaian terus menerus berdasarkan gerakan lebih dari sepuluh ribu otot-otot kecil yang terhubung ke dasar dari bulu-bulu. Perhatikanlah bagian-bagian dari instrumen mengudara yang sangat berharga ini, tidak tertandingi dalam hal desain dan pelaksanaan dalam teknologi manusia” (Adam and Evolution, hal. 222). Tidak ada yang namanya makhluk sederhana atau organ yang sederhana. Seluruh alam semesta ini menyaksikan tentang Allah mahakuasa bagi mereka yang mempunyai mata untuk melihat.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Tumbuhan Memfokuskan Cahaya

(Berita Mingguan GITS 20Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 21 Mei 2013: “Dalam banyak hal, suatu tumbuhan mirip dengan suatu mesin yang mengubah energi sinar matahari menjadi energi makanan yang diperlukan oleh dunia makhluk hidup lainnya. Energi yang membuat tumbuhan bisa beroperasi adalah cahaya. Nah, jika kamu diberikan kesempatan untuk mendesain suatu tumbuhan yang lebih baik, lebih efisien, apa yang akan kamu lakukan? Jelas salah satu cara untuk membuat tanaman lebih baik adalah untuk menciptakan tanaman yang bisa melakukan tugasnya dengan lebih sedikit cahaya. Tetapi ingat, tumbuhan tidak bisa menyimpan lebih banyak energi dari yang ia terima. Jika tumbuhan itu terlalu sensitif terhadap cahaya, suatu dosis sinar matahari yang kuat dapat membunuhnya.

Solusi yang terbaik adalah untuk memperlengkapi tumbuhan dengan lensa-lensa kecil yang dapat memfokuskan cahaya remang-remang ke pusat-pusat kimiawi di mana fotosintesis terjadi. Karena ketidaktahuan manusia, ilmu pengetahuan modern sering menganggap tumbuhan seolah-olah mereka alah bentuk kehidupan yang sederhana dan tidak kompleks. Kini para ilmuwan telah menemukan bahwa banyak tumbuhan memang memiliki sel-sel spesial yang memfokuskan dan mengkonsentrasikan cahaya yang tersedia ke pusat-pusat yang memerlukannya. Ada daun satu tumbuhan yang ditemukan dapat membuat cahaya lebih intens sampai dengan 26 kali lipat. Dan jika cahaya yang ada menjadi sedemikian kuat sehingga dapat merusak daun-daun, maka cahayanya akan difokuskan kepada sel-sel yang dapat mengabsorbsi lebih banyak cahaya. Tumbuhan adalah makhluk hidup yang jauh lebih kompleks dan berperforma tinggi dari yang selama ini kita kira. Tumbuhan menginkorporasikan pengetahuan kimia dan fisika tingkat tinggi. Sungguh saksi yang begitu indah bagi Pencipta kita!”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Solusi Depresi

(Berita Mingguan GITS 20Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari komentari John Phillips atas Mazmur 119: “Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu” (Maz. 119:25). Tidak diragukan lagi bahwa sang pemazmur berada dalam cengkeraman depresi yang mendalam. Dia terjerembab, muka pada tanah. Dia telah kehabisan akal dan kehabisan sumber daya. Pada titik ini masyarakat kita pastinya menasihatkannya untuk menemui seorang psikiatris, mencari pertolongan profesional.

Pemazmur membuat usulan yang berbeda. Ia berkata kepada Tuhan, “hidupkanlah aku.” Dia memang akan membuka masalah-masalahnya, tetapi ia akan membawa mereka kepada Tuhan. Ia akan mencari seorang konselor – yaitu nasihat Firman Tuhan. Sedikit sekali masalah dalam kehidupan ini yang tidak bisa diselesaikan melalui pemaparan hidup seseorang secara terus menerus dan jujur terhadap Kitab Suci. Melakukan itu adalah terapi terbaik di dunia.

Pemazmur meminta Tuhan untuk menghidupkan dia, yaitu, memberikan hidup baru kepadanya. Yang dia perlukan adalah dosis kuat Kitab Suci, diminum bersama campuran iman setiap hari. Coba saja. Baca Alkitabmu secara konsisten. Katakan bersama dengan Samuel, “Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Alkitab adalah suatu kitab tentang orang-orang dan prinsip-prinsip. Cepat atau lambat, Allah akan mengkonfrontasi kita di dalam halaman-halaman KitabNya, antara penyebab dasar masalah kita dengan solusiNya yang terilhami dan tidak mungkin salah di dalam Kitab tersebut. Tetapi kita harus bersiap. Alkitab tidak akan main-main atau mendefinisikan ulang dosa. Ia akan menunjuk dengan pasti dosa yang dimaksud, seringkali pada dasar dari masalah-masalah lain dalam hidup kita.”

Posted in Alkitab, General (Umum), Kesehatan / Medical | Leave a comment