Generasi Muda Semakin Percaya Evolusi

 Sebuah studi jajak pendapat yang dilakukan oleh YouGov menilai apa yang dipercayai oleh orang Amerika mengenai asal muasal manusia. Hasil yang diperoleh adalah: 21% percaya manusia berevolusi dari binatang tanpa campur tangan Tuhan (naturalistic evolution). 25% percaya bahwa manusia berevolusi, tetapi bahwa Allah menuntun proses evolusi tersebut (theistic evolution). 37% percaya bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sekarang ini paling lama 10.000 tahun yang lalu (creationism). Sumber: http://cdn.yougov.com/cumulus_uploads/document/d39q50o8bw/tabs_evolution_0708092013.pdf

Yang menyedihkan adalah bahwa survei ini juga menunjukkan orang-orang muda semakin percaya evolusi. Jika hasil jajak pendapat dibagi berdasarkan usia, terlihat bahwa dari kelompok 18-29 tahun, 31% percaya evolusi tanpa Tuhan, 29% percaya evolusi dituntun Tuhan, dan 21% percaya penciptaan. Tentunya ini adalah karena evolusi diajarkan sebagai kebenaran dan fakta di sekolah-sekolah umum. Oleh karena itu, orang-orang yang sungguh beriman harus memantau apa yang diajarkan kepada anak-anak mereka di sekolah, dan memastikan bahwa mereka membekali generasi muda dengan kebenaran. Gereja-gereja juga patut dipersalahkan karena kebanyakan gereja sama sekali tidak mau berdiri teguh mempertahankan ajaran Alkitab tentang Penciptaan.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Paus Menyebut Maria “Perlindungan Orang-Orang Berdosa”

(Berita Mingguan GITS 27Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam kunjungannya ke pulau Lampedusa, Italia, tanggal 8 Juli, Paus Fransiskus menyebut Maria sebagai bintang laut, Bunda Allah, Pelindung para pendatang, Bunda kemurahan, dan Perlindungan orang-orang berdosa” (“Pope’s Marian Prayer at Lampedusa,” Zenit, 8 Juli 2013). Dia memulai doa itu dengan kata-kata berikut: “Maria, bintang laut, sekali lagi kami menghadap padamu, untuk menemukan kekuatan dan ketenangan, untuk meminta pertolongan dan perlindungan.”

Dia meminta Maria untuk “mendapatkan pertobatan hati” bagi orang-orang berdosa dan tuntuk “memberkati semua laki-laki dan perempuan yang berniat baik.” Hanya 130 km dari pantai Tunisia, Lampedusa telah menjadi target ribuan orang Afrika yang mencoba untuk datang ke Italia dan Eropa. Populasi asli pulau ini yang hanya 6000 orang terlampaui oleh ribuan imiran ilegal yang hidup dalam kamp-kamp miskin sambil menunggu relokasi ke Eropa daratan. Dipercayai bahwa 20.000 telah meninggal sejak 1988 dalam usaha menyeberangi lautan dalam perahu-perahu jelek.

Posted in Katolik | Leave a comment

Kemahatahuan Allah

(Berita Mingguan GITS 27Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga” (Maz. 147:5). Allah mengetahui segala sesuatu dari awal hingga akhir (Yes. 46:9-10). Allah mengetahui pikiran setiap hati manusia dan setiap kata yang ia ucapkan (1 Raj. 8:39; 1 Taw. 28:9; Maz. 139:1-6). Ia melihat segala sesuatu dan tahu semua yang terjadi (Mat. 10:29; Ams. 15:3). Ia tahu semua kemungkinan (Mat. 11:23; Yes. 48:18). Ia tahu jumlah rambut di kepala seseorang (Luk. 12:7). Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah rata-rata rambut pada orang dewasa muda adalah 100.000, tetapi variasinya sangat besar. Orang-orang pirang memiliki rata-rata 140.000, dan yang berambut merah 90.000. Kepala manusia adalah lingkungan yang dinamis, dengan 100an rambut rontok setiap hari, lalu ada folikel rambut yang membuat rambut baru, sementara yang lainnya beristirahat setelah berproduksi selama dua sampai enam tahun. Mengetahui jumlah rambut seseorang memerlukan pengetahuan yang intim dan saat-demi-saat.

Allah juga mengetahui jumlah dan nama bintang-bintang (Maz. 147:4). Dengan menggunakan teleskop Hubble dan observatorium infrared milik European Space Agency dan peralatan teknologi tinggi lainnya, para astronom memperkirakan ada 400 milyar galaksi. Dengan asumsi 100 milyar bintang di setiap galaksi (angka ini didasarkan pada jumlah bintang di galaksi kita sendiri, Bima Sakti), berarti ada 10 milyar trilyun bintang. Tetapi ini hanyalah tebakan kasar, karena manusia, bahkan dengan ilmunya yang paling hebat sekalipun, tidak mampu mulai menghitung satu per satu bintang di alam semesta ini, apalagi mengetahui semua namanya. Sebagaimana dikatakan oleh website European Space Agency, “Tidak ada seorang pun yang akan mencoba menghitung jumlah bintang satu per satu, melainkan kita menghitung kuantitas terintegrasi seperti jumlah dan luminositas dari galaksi-galaksi.” Ya, tidak seorang pun, kecuali Allah!

Posted in Renungan | Leave a comment

Bulu Terbang Burung

(Berita Mingguan GITS 27Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Insinyur Stuart Burgess mengatakan, “Sebuah bulu terbang adalah hasil masterpiece desain dan adalah salah satu struktur paling efisien yang dikenal manusia” (Hallmarks of Design, hal. 38). Jack Cohen, yang adalah seorang evolusionis, bagaimanapun juga mengakui bahwa bulu terbang telah “dirancang sampai presisi yang paling mendetil,” dan bahwa mempelajarinya adalah “proses yang membuat kita rendah hati” (“Feathers and Pattern,”Advances in Morphogenesis, diedit oleh Abercrombie and Bracket, 1966, hal. 9, 12).

Suatu bulu merpati “sederhana” terdiri dari satu juta lebih bagian individual yang tersusu dari milyaran sel yang terorganisir secara sempurna dalam suatu keajaiban desain. Bulu terbang memiliki tiga fitur besar berikut (diadaptasi dari Burgess, hal. 39). (1) batang yang tengahnya kopong, berisi udara atau buih, bermula dengan bentuk lingkaran dekat akar bulu itu dan berubah menjadi bentuk persegi yang secara struktural lebih kuat; (2) cabang besar yang keluar dari batang, memberikan bentuk dasar dari bulu; 3) dua set cabang kecil, yang keluar dari cabang-cabang besar, dengan satu set cabang kecil memiliki kait yang akan mengunci dengan set cabang kecil yang tidak berkait; bisa ada ratusan ribu cabang kecil dalam satu bulu.

Dengan cabang-cabang kecil berkaitan, sayap memiliki permukaan rata yang ringan yang dipakai oleh burung untuk mendorong melawan udara. Cabang-cabang kecil membuat udara tidak bisa lolos melalui sayap ketika sayap bergerak ke bawah, tetapi membiarkan udara lewat ketika sayap bergerak ke atas. Michael Pitman, yang mengajar biologi di Cambridge, menggambarkan desain bulu terbang yang luar biasa: “Bulu-bulu besar tertentu memiliki lebih dari satu juta cabang kecil, dengan kait dan tempat mengait yang saling cocok, dalam susunan yang cocok. Bulu itu tidak akan berguna tanpa mekanisme pengunci ini yang berfungsi sebagai semacam risleting otomatis, yang bisa dibetulkan lagi melalui tindakan menjilat-jilat. Ketika sedang terbuka lebar saat terbang, kait-kait ini membuat seluruh sayap membentuk lembaran yang kontinu yang dapat menahan angin. Keseluruhan bulu adalah suatu struktur yang kohesif, elastis, dan ringan, didesain dengan baik untuk berfungsi sebagai permukaan tahan udara. Reseptor sensoris dapat menentukan posisinya yang tepat. Di sepanjang dua sayap, bulu-bulu ini melakukan variasi terus menerus dan penyesuaian terus menerus berdasarkan gerakan lebih dari sepuluh ribu otot-otot kecil yang terhubung ke dasar dari bulu-bulu. Perhatikanlah bagian-bagian dari instrumen mengudara yang sangat berharga ini, tidak tertandingi dalam hal desain dan pelaksanaan dalam teknologi manusia” (Adam and Evolution, hal. 222). Tidak ada yang namanya makhluk sederhana atau organ yang sederhana. Seluruh alam semesta ini menyaksikan tentang Allah mahakuasa bagi mereka yang mempunyai mata untuk melihat.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Tumbuhan Memfokuskan Cahaya

(Berita Mingguan GITS 20Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 21 Mei 2013: “Dalam banyak hal, suatu tumbuhan mirip dengan suatu mesin yang mengubah energi sinar matahari menjadi energi makanan yang diperlukan oleh dunia makhluk hidup lainnya. Energi yang membuat tumbuhan bisa beroperasi adalah cahaya. Nah, jika kamu diberikan kesempatan untuk mendesain suatu tumbuhan yang lebih baik, lebih efisien, apa yang akan kamu lakukan? Jelas salah satu cara untuk membuat tanaman lebih baik adalah untuk menciptakan tanaman yang bisa melakukan tugasnya dengan lebih sedikit cahaya. Tetapi ingat, tumbuhan tidak bisa menyimpan lebih banyak energi dari yang ia terima. Jika tumbuhan itu terlalu sensitif terhadap cahaya, suatu dosis sinar matahari yang kuat dapat membunuhnya.

Solusi yang terbaik adalah untuk memperlengkapi tumbuhan dengan lensa-lensa kecil yang dapat memfokuskan cahaya remang-remang ke pusat-pusat kimiawi di mana fotosintesis terjadi. Karena ketidaktahuan manusia, ilmu pengetahuan modern sering menganggap tumbuhan seolah-olah mereka alah bentuk kehidupan yang sederhana dan tidak kompleks. Kini para ilmuwan telah menemukan bahwa banyak tumbuhan memang memiliki sel-sel spesial yang memfokuskan dan mengkonsentrasikan cahaya yang tersedia ke pusat-pusat yang memerlukannya. Ada daun satu tumbuhan yang ditemukan dapat membuat cahaya lebih intens sampai dengan 26 kali lipat. Dan jika cahaya yang ada menjadi sedemikian kuat sehingga dapat merusak daun-daun, maka cahayanya akan difokuskan kepada sel-sel yang dapat mengabsorbsi lebih banyak cahaya. Tumbuhan adalah makhluk hidup yang jauh lebih kompleks dan berperforma tinggi dari yang selama ini kita kira. Tumbuhan menginkorporasikan pengetahuan kimia dan fisika tingkat tinggi. Sungguh saksi yang begitu indah bagi Pencipta kita!”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Solusi Depresi

(Berita Mingguan GITS 20Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari komentari John Phillips atas Mazmur 119: “Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu” (Maz. 119:25). Tidak diragukan lagi bahwa sang pemazmur berada dalam cengkeraman depresi yang mendalam. Dia terjerembab, muka pada tanah. Dia telah kehabisan akal dan kehabisan sumber daya. Pada titik ini masyarakat kita pastinya menasihatkannya untuk menemui seorang psikiatris, mencari pertolongan profesional.

Pemazmur membuat usulan yang berbeda. Ia berkata kepada Tuhan, “hidupkanlah aku.” Dia memang akan membuka masalah-masalahnya, tetapi ia akan membawa mereka kepada Tuhan. Ia akan mencari seorang konselor – yaitu nasihat Firman Tuhan. Sedikit sekali masalah dalam kehidupan ini yang tidak bisa diselesaikan melalui pemaparan hidup seseorang secara terus menerus dan jujur terhadap Kitab Suci. Melakukan itu adalah terapi terbaik di dunia.

Pemazmur meminta Tuhan untuk menghidupkan dia, yaitu, memberikan hidup baru kepadanya. Yang dia perlukan adalah dosis kuat Kitab Suci, diminum bersama campuran iman setiap hari. Coba saja. Baca Alkitabmu secara konsisten. Katakan bersama dengan Samuel, “Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Alkitab adalah suatu kitab tentang orang-orang dan prinsip-prinsip. Cepat atau lambat, Allah akan mengkonfrontasi kita di dalam halaman-halaman KitabNya, antara penyebab dasar masalah kita dengan solusiNya yang terilhami dan tidak mungkin salah di dalam Kitab tersebut. Tetapi kita harus bersiap. Alkitab tidak akan main-main atau mendefinisikan ulang dosa. Ia akan menunjuk dengan pasti dosa yang dimaksud, seringkali pada dasar dari masalah-masalah lain dalam hidup kita.”

Posted in Alkitab, General (Umum), Kesehatan / Medical | Leave a comment

Kesetiaan Berjemaat

(Berita Mingguan GITS 20Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini diadaptasi dari “Faithfulness in God’s House” oleh Gembala Terry Coomer, www.fortheloveofthefamily.com – “Sudah pasti, terkadang akan ada situasi darurat yang menyebabkan seseorang tidak menghadiri acara berjemaat, tetapi saya telah menemukan bahwa orang-orang yang longgar dalam hal kehadirannya pada hari Minggu selalu memiliki isu-isu rohani dan biasanya keluarganya dan anak-anaknya yang terkena dampak. (Mereka dipimpin oleh emosi, bukan dipimpin Alkitab). Bertahun-tahun lalu, ada seseorang di gereja kami yang bekerja di suatu perusahaan mobil, yang membayarnya dua kali lipat jika ia bekerja pada hari Minggu. Dia seringkali mengambil lembur hari Minggu tersebut untuk mendapatkan uang.

Ia memiliki dua anak yang tumbuh besar kacau sekali dan ia menghabiskan uang yang banyak sekali untuk mengeluarkan mereka dari berbagai masalah. Pada akhir hidupnya, karena menderita suatu penyakit, dia duduk di kursi roda. Dia memberitahu saya, “Pak Gembala, saya kini merasa seharusnya saya tidak pernah melakukan itu, bekerja pada hari Minggu; saya kehilangan anak-anak saya dan lihatlah hidup mereka!” Enam bulan terakhir hidupnya, dia duduk di kursi roda itu, memandang keluar dari jendela, sambil menangisi keluarganya. Semua anak-anaknya hanya tertarik tentang berapa banyak uang yang akan mereka dapatkan ketika ayah mereka meninggal. Dia telah membesarkan anak-anak yang egois. Di masa lalu saya adalah seorang penerbit suatu surat kabar, seorang direktur di perusahaan kami, dan saya memiliki beberapa orang yang bekerja bagi saya. Saya memastikan bahwa karyawan-karyawan saya mengerti kami tidak bekerja pada hari Minggu. Seorang teman gembala pernah memberitahu saya, “Ada orang-orang lain yang bisa melakukan tugas itu, dan Tuhan bisa menyediakan pekerjaan bagimu yang tidak mengharuskan engkau tidak berjemaat.” Saya setuju. Ketika saya diselamatkan, saya bermain bisbol secara profesional bagi organisasi San Francisco Giants. Saya dulunya seorang pelempar bola (pitcher), tetapi saya tahu saya tidak bisa meneruskan hal tesebut karena mereka main bisbol pada hari Minggu dan Alkitab memerintahkan agar saya berjemaat.

Saya tahu banyak orang dalam dunia yang berorientasi sport ini tidak ingin anak-anaknya ketinggalan aktivitas-aktivitas seperti itu. Tidak setia berjemaat demi bermain sport memperlihatkan kurangnya pengertian rohani dan akan berakibat kehilangan hati anak tersebut. …Ketika olahraga menjadi ilah, kehancuran rohani akan terjadi. …Karena orang lain membuat keputusan yang buruk, bukan berarti saya harus ikut. Saya seharusnya ingin anak-anak saya tumbuh besar dan berjalan dengan Tuhan, tetapi ini tidak akan terjadi jika ada dosa yang disengaja dalam hidup saya. Allah memberkati kesetiaan; dia tidak memberkati kemalasan. “Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai” (1 Kor. 4:2).

Posted in Gereja, Renungan | Leave a comment

Satu Lagi Menteri Israel yang Menyerukan Pembangunan Bait Ketiga

(Berita Mingguan GITS 20Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Uri Ariel menjadi menteri pemerintah Israel kedua dalam setahun ini yang menyerukan pembangunan Bait Ketiga. Berbicara dalam sebuah konferensi arkeologi dekat situs kuno Silo, di mana Kemah Pertemuan berdiri pada zaman Samuel, Ariel mengatakan, “Kita telah membangun banyak sekali bait-bait yang kecil-kecil [maksudnya sinagoge], tetapi kita perlu membangun sebuah Bait yang sejati di Bukit Bait” (“Minister Calls for Third Temple,”The Times of Israel, 5 Juli 2013). Ariel, Menteri Perumahan dan Pembangunan Israel, adalah anggota partai Jewish Home. Pada tahun 2012, Zevulun Orlev, menteri dari partai Jewish Home lainnya, juga menyerukan pembangunan Bait Yahudi, walaupun dia mengakui bahwa menghilangkan Dome of the Rock dan Mesjid al-Aqsa sudah pasti akan menyebabkan “dunia Muslim yang berjumlah satu milyar manusia melancarkan perang dunia.” Sepertinya akan menjadi bagiannya antikristus, yang akan muncul sebagai seorang pembawa damai dan pemberi solusi bagi masalah besar dunia, untuk memungkinkan pembangunan bait ketiga. Ketika ia menampakkan jati dirinya yang sebenarnya, ia akan duduk di bait tersebut dan menuntut dunia untuk menyembahnya. “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tes. 2:3-4).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | 8 Comments

Presiden Southern Baptis Mengatakan Bahwa Kita Tidak Seharusnya Memperdebatkan Theologi Sementara Dunia Menuju Neraka

(Berita Mingguan GITS 13Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam pidatonya setelah terpilih ulang sebagai presiden Konvensi Baptis Selatan (Southern Baptist Convention, atau SBC), Fred Luter, Jr., mengatakan bahwa waktu yang dipakai untuk memperdebatkan perbedaan-perbedaan theologis antara anggota gereja seharusnya dipakai untuk menjangkau orang yang tidak percaya dengan Inijl. “Waktu sudah mau habis. Kita tidak punya waktu untuk debat. Kita tida punya waktu untuk berargumen. Dunia perlu mengetahui bahwa Yesus menyelamatkan” (“SBC’s Fred Luter,” Christian Post, 12 Juni 2013).

Untuk mendukung pendapatnya tersebut, Luter mengutip dari 2 Timotius 3. Tetapi Luter gagal melihat bahwa orang-orang yang digambarkan dalam 2 Timotius 3:1-5 justru adalah orang-orang yang sudah “beragama,” bahkan barangkali beragama Kristen. Paulus mengacu kepada orang-orang yang secara lahiriah menjalankan ibadah, tetapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya (2 Tim. 3:5). Paulus juga mengacu kepada orang-orang yang meminta para pengkhotbah untuk memberitakan hal-hal yang ingin mereka dengar, menggelitik telinga mereka sendiri (2 Tim. 4:3-4). Jadi, ini bukan deskripsi dunia yang tidak percaya saja, tetapi juga deskripsi kekristenan yang mengaku Kristus tetapi tidak memiliki hakekat Kristus, masih mengejar hawa nafsu daging dan mendengarkan kesesatan-kesesatan yang hari ini muncul dari berbagai pengajar Kristen (buku The Shack, doa kontemplatif, gerakan emerging church, keselamatan di luar iman kepada Kristus ala C. S. Lewis dan Max Lucado, penerimaan “Kristen” homoseksual ala Philip Yancey, dan lain-lain lagi). Itulah sebabnya doktrin sangat penting, dan tidak terpisahkan dari upaya penginjilan.

Saya setuju dengan Luter bahwa ini adalah waktunya memberitakan Injil. Itulah sebabnya Tuhan masih menunda kedatanganNya, karena Ia “sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet. 3:9). Hal ini memang sudah jelas, dan orang Kristen yang baik seharusnyalah memberitakan Injil ke sebanyak mungkin orang selama ada kesempatan. Tetapi, 2 Timotius 3-4 juga menuntut agar kita memperhatikan doktrin yang benar (2 Tim. 3:14-16), menegur dosa dan kesalahan (2 Tim. 3:16; 4:2), menjadi murid dalam segala perbuatan baik (2 Tim. 3:17), memisahkan diri dari segala pengajaran sesat (2 Tim. 3:5), dan mempertahankan iman (2 Tim. 4:6). Orang Kristen tidak boleh memilih memberitakan Injil dan tidak mempertahankan iman yang benar, atau mempertahankan iman tanpa menginjil, melainkan melakukan keduanya.

Posted in Fundamentalisme, New Evangelical (Injili) | 2 Comments

Paus Menawarkan Pengampunan Dosa untuk Hari Remaja Dunia

(Berita Mingguan GITS 13Juli2013, sumber: www.wayoflife.org)

Paus Fransiskus telah menawarkan suatu indulgence (pengampunan dosa) bagi orang-orang Roma Katolik yang akan berpartisipasi di Hari Remaja Dunia ke-28 di Rio de Janeiro. Untuk menerima indulgence (pengampunan dosa) tersebut, sang individu harus mengaku dosa-dosanya kepada seorang imam, ikut serta dalam misa, dan “menyebut Perawan Mulia Maria, Ratu Brazil” (“Papal Indulgences,” Vatican Information Service, 9 Juli 2013). Suatu indulgence adalah “penghapusan hukuman temporal karena dosa tersebut telah diampuni.”

Menurut Catholic Encyclopedia, dosa sudah diampuni saat baptisan, tetapi “masih tersisa hukuman temporal yang dituntut oleh keadilan Ilahi, dan tuntutan ini harus dipenuhi entah di kehidupan dunia ini atau di dunia yang akan datang, yaitu dalam purgatori.” Paus mengklaim otoritas untuk menghilangkan hukuman temporal ini. Dari awal sampai akhir ini adalah penyangkalan terang-terangan terhadap kecukupan penebusan Kristus untuk menghapuskan dosa dan kecukupan keimamatan Yesus yang sebenarnya “sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibr. 7:25).

Injil sakramental versi Roma yang menyuguhkan kasih karunia campur pekerjaan, jelas berada di bawah kutuk yang Paulus berikan dalam Galatia pasal 1. Lebih lanjut lagi, bahwa sangat sedikit orang Protestan, Baptis, Injili, kharismatik, atau lainnnya, yang menyerukan peringatan tegas tentang kesesatan Roma, adalah bukti bahwa kesesatan sudah sedemikian mengalam di dunia yang gelap ini. “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia” (Gal. 1:8). 

Posted in Katolik | Leave a comment