Pengkhotbah yang Berkelakar

(Berita Mingguan GITS 05 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Heads Up! 19 Agus. 2011: “Pengkhotbah-pengkhotbah yang membuat lelucon sekedar untuk ‘menghangatkan jemaat’ adalah salah satu hal yang paling menjengkelkan dalam gereja-gereja. Saya pernah mendengar seorang pengkhotbah Amerika yang memulai khotbahnya dengan membuat lelucon selama 15 menit. Saya memberitahu dia setelah itu bahwa karena ada 30 orang yang hadir pada waktu itu, ia telah menghabiskan 15 menit dari waktu 30 orang pada hari itu. Itu berarti 450 menit dari waktu kita dan waktu Tuhan yang telah dia sia-siakan. Tujuh setengah jam dia habiskan menceritakan lelucon yang konyol dan bukan menggunakan menit-menit yang berharga itu untuk menyampaikan Firman Allah kepada orang-orang yang membutuhkan di zaman yang kacau ini.” CATATAN SDR. CLOUD: Tidak ada sedikitpun petunjuk dalam Alkitab bahwa adalah baik untuk menjadikan mimbar sebagai forum menceritakan lelucon. Kita tidak bisa membayangkan Yohanes Pembaptis atau Tuhan Yesus atau Rasul Paulus melakukan hal seperti itu. Perintah yang serius kepada para pengkhotbah adalah “nyatakanlah apa yang salah, tegorlah, nasihatilah.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Nietzsche yang Menghujat

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Filsuf Jerman, Friedrich Nietzsche, sangatlah berpengaruh dalam masyarakat modern, walaupun dia adalah orang yang gila selama sebelas tahun terakhir hidupnya, sampai-sampai dia mengklaim dokter-dokter Jerman menyalibkan dia dan memerintahkan kaisar Jerman untuk pergi ke Roma agar dapat ditembak. Tulisan-tulisan Nietzsche aneh, bodoh, dan kontradiktif, dan ada banyak penafsirannya, dan tiap-tiap ahli Nietzsche mengklaim memiliki yang paling benar tetapi saling bertentangan satu sama lain. Satu hal yang pasti. Orang ini membenci Allah Alkitab dan moralitas Alkitab. Dia mengejek darah Kristus, kebenaran absolut, hukum-hukum Tuhan, dan hidup yang kekal. Dia meninggikan berbohong, kebencian, keegoisan, pembalasan dendam. Dia adalah bapa dari filosofi “Allah sudah mati” (God is dead) dan gerakan self-esteem. Dia mengajar bahwa manusia bisa mengevolusikan dirinya menuju ruang lingkup yang lebih tinggi sebagai overman atau superman, tuan atas takdirnya sendiri. Walaupun Nietzsche menolak rasisme biologis, Hitler sangat suka dengan konsep filsuf ini tentang superman dan menyimpang patungnya yang dipertunjukkan dengan mentereng. Nietzsche juga disukai oleh antara lain Herman Hesse, Sigmund Freud, Carl Jung, George Bernard Shaw, Paul Tillich, Jean Paul Sartre, dan Clarence Darrow (pengacara yang membela evolusi dalam persidangan Scopes). Baru-baru ini saya dengan susah payah membaca tulisannya yang sangat berlebih-lebihan, Thus Spoke Zarathustra, yang diselesaikan tahun 1885, tetapi diterbitkan setelah Nietzsche menjadi gila tiga tahun kemudian. Berikut ini adalah beberapa kutipan: “Pernah suatu ketika dosa melawan Allah adalah dosa terbesar; tetapi Allah mati, dan orang-orang berdosa ini mati bersama dia. Berdosa melawan bumi kini adalah hal yang paling menakutkan. …tidak ada Iblis dan tidak ada neraka. Jiwamu akan mati bahkan sebelum tubuhmu; jangan takut apa-apa lagi. …Ego-ku mengajarkan suatu kesombongan baru, dan hal ini saya ajarkan kepada orang-orang: jangan lagi membenamkan kepala di dalam pasir hal-hal surgawi, tetapi biarkanlah bebas, suatu kepala yang duniawi, yang menciptakan suatu arti bagi bumi. …Kini saya adalah terang, kini saya terbang, kini saya melihat diri sendiri di bawah diri sendiri, kini suatu dewa menari melalui saya. ….Sungguh, Yesus Ibrani itu mati terlalu cepat. …Kiranya dia tetap di padang gurun dan jauh dari yang baik dan yang saleh! Mungkin dia bisa belajar hidup dan mencintai bumi – dan tertawa juga. Percayalah, saudara-saudara! Dia mati terlalu cepat; dia sendiri pasti menyangkali pengajarannya sendiri kalau dia sudah sampai umur saya” (The Portable Nietzsche, diedit dan diterjemahkan oleh Walter Kaufman).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hati-hati Terhadap Quick Prayerism

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Quick Prayerism adalah suatu metode penginjilan yang cepat sekali membuat orang mengucapkan doa orang berdosa setelah penjelasan Injil yang dangkal yang biasanya sama sekali tidak menyinggung pentingnya pertobatan. Metode ini cepat juga menyatakan seseorang sudah diselamatan dan memberikan mereka “jaminan” dan mencoba membaptis dia bahkan jika orang itu sama sekali tidak menunjukkan bukti alkitabiah bahwa dia telah lahir baru. Seringkali, Quick Prayerism menggunakan manipulasi-manipulasi penjualan (sales) psikologis. Dalam Quick Prayerism, suatu “doa orang berdosa” yang kosong seringkali menggantikan kerja Roh Kudus dan kelahiran kembali yang ajaib. Quick Prayerism memiliki ciri adanya laporan memenangkan jiwa yang angkanya berlebihan, karena ternyata jumlah pertobatan sejati sangatlah kecil dibandingkan statistik yang dilaporkan. Kita menyebutnya “prayerism” karena metode ini berfokus pada suatu doa. Kita menyebutnya “quick prayerism” karena metode ini spesialis dalam menggunakan presentasi yang cepat dan mendorong untuk keputusan yang cepat disertai suatu kedangkalan umum dan tidak adanya kedalaman alkitabiah. Sebuah contoh metode ini disampaikan kepada saya oleh seorang teman yang merasakan pengalaman berikut di sebuah gereja dengan sekolah tinggi alkitab yang besar. Si penginjil yang dimaksud adalah misionari veteran ke Jepang, seorang yang memiliki pengaruh besar dalam lingkup Baptis Independen. “Kami pergi keluar bersama staf mereka pada Sabtu pagi untuk penginjilan. Segera kami dipasangkan dengan para veteran. Pintu pertama yang kami kunjungi, kami bertemu dengan seorang Katolik yang ramah, dan saya kaget melihat orang itu ‘diselamatkan’ di depan mata saya sambil si … [penginjil veteran] menuntun dia dari beberapa perikop Alkitab hingga mengucapkan doa orang berdosa dengan sedemikian mulus sehingga saya sendiri tidak menyangkanya. Saya menyadarkan diri dan sementara si … sedang mencatat detil kontak orang tersebut, saya bertanya kepada orang itu apakah (1) dia percaya dia adalah orang yang baik dan (2) apakah mungkin untuk masuk Surga dengan cara menjadi orang yang baik. Orang yang baru saja ‘diselamatkan’ ini menjawab kedua pertanyaan dengan “YA.” Saya memandang sekeliling dan dua orang di samping saya itu tidak mengatakan atau melakukan apa-apa. Kami pergi lagi ke beberapa tempat, dan akhirnya sampai ke sebuah rumah yang dihuni seorang wanita muda Roma Katolik yang menjawab ketukan pintu. Dia mengaku dia adalah seorang Kristen. Walaupun dia mengatakan bahwa semua gereja itu sama, si … memberikan dia jaminan masuk surga dengan mengutip 1 Yoh. 5:13.” Banyak gereja yang telah mengadopsi metode penginjilan yang tidak alkitabiah ini dan telah menghasilkan jutaan pengakuan palsu di seluruh dunia dan telah memberikan harapan palsu kepada orang-orang ini. Ada banyak gereja yang hanya dapat memperlihatkan segelintir orang yang benar-benar telah menjadi ciptaan baru dibandingkan dengan ratusan petobat yang mereka klaim. Pertobatan dan metodologi penginjilan bukanlah isu kecil yang dapat dianggap “tidak esensial.” Quick Prayerism adalah maut dalam belanga bagi gereja manapun yang mempraktekkannya.

Posted in Misi / Pekabaran Injil | Leave a comment

Islamis Memenggal Seorang Kristen 17 Tahun di Somalia

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Islamic Extremists in Somalia Behead 17-year-old Somali Christian,” Compass Direct News, 19 Okt. 2011: “Militan dari ekstrimis Islam al Shabaab memenggal seorang Kristen Somali berusia 17 tahun dekat Mogadishu bulan lalu, demikian diberitahukan kepada Compass oleh seorang jurnalis di ibukota Somali itu. Para militan itu, yang telah bersumpah untuk membersihkan Somalia dari kekristenan, membunuh Guled Jama Muktar pada tanggal 25 September di rumahnya dekat Deynile, sekitar 20 km dari Mogadishu. Kelompok ekstrimis Islam itu telah memantau keluarganya sejak orang-orang Kristen tersebut tiba di Somalia dari Kenya pada tahun 2008, kata sumber di Mogadishu, yang meminta untuk tidak dicantumkan namanya. Para militan Islam, yang sedang melawan pemerintah sementara untuk mendapatkan kontrol atas negara itu, tahu dari pemantauan mereka terhadap keluarga itu bahwa mereka orang Kristen, demikian kata sumber tersebut. ‘Saya pribadi mengenal keluarga ini sebagai orang-orang Kristen yang biasanya mengadakan pertemuan Alkitab rahasia di rumah mereka,’ ia mengatakan.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Otak Bakteri

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 14 Oktober 2011: “Para peneliti kini mendapatkan bahwa bakteri memiliki indera yang mirip dengan pendengaran dan penglihatan kita. Bakteri bahkan memiliki otak yang menerima informasi dari indera mereka itu. Mereka dapat membuat keputusan. Namun, semua ini belum dapat menjelaskan bagaimana bakteri dapat membuat keputusan untuk berenang menuju makanan. Ketika anda ingin makan coklat, anda tahu ke mana harus pergi, bahkan jika harus ke toko terdekat. Anda juga bisa mengambil jalan lain agar tidak terlihat oleh dokter gigimu. Semua ini melibatkan memori, yang telah sejak dulu dianggap bagian dari pikiran. Para peneliti, dengan menggunakan berbagai bahan percobaan yang dapat menarik atau menyengat bakteri, kini tahu bahwa bakteri memang memiliki memori jangka panjang maupun jangka pendek. Mereka ingat di mana ada makanan yang enak. Sekali sebuah bakteri mengembangkan strategi untuk menghadapi sesuatu yang tidak dikenal, ia akan ingat apa yang harus dilakukan kali berikutnya. Penemuan ini mengejutkan para ilmuwan. Mereka tahu bahwa ketika anda atau saya memutuskan untuk maju atau mundur, setidaknya ratusan dan mungkin ribuan sel otak terlibat. Bakteri yang hanya satu sel dapat membuat keputusan yang sama berdasarkan memori akan masa lalu.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Membersihkan Lalang Atau Menanam Benih

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tahun 2009 saya mendengar sebuah khotbah oleh seorang pengkhotbah (di Amerika) yang terkenal, yang berbicara sangat negatif mengenai pelayanan “memberi peringatan.” Dia mengatakan: “Saya pernah mendengar cerita tentang seorang petani tua yang memutuskan bahwa dia tidak ingin ada satu pun lalang di ladangnya. Dia mempekerjakan lebih banyak lagi orang dan akhirnya mencapai tujuannya, tidak ada satu pun lalang di ladangnya. Sekarang masalahnya adalah dia tidak menanam satu pun tumbuhan. Dan kebanyakan pemimpin yang memecah belah, yang berkhotbah tentang isu-isu doktrinal, hidup seperti itu dan membahayakan pelayanannya.” Jika ada waktu yang tepat untuk memberi peringatan yang saleh, saat inilah waktunya, namun ada penolakan yang semakin kuat di banyak kalangan terhadap peringatan-peringatan Firman Tuhan. Semakin banyak orang mengabaikan peringatan tentang isu-isu yang jelas. Ada yang berkata bahwa boleh memperingatkan tentang liberalisme, dan Saksi Yehovah, dan bidat-bidat, dan hal-hal yang jelas “sesat,” – tetapi bahwa kita jangan mengritik gereja lain. Tetapi di manakah dalam Alkitab dikatakan bahwa orang Kristen tidak boleh ditegur? Banyak orang berpikir bahwa isu-isu seperti bahasa lidah, musik, standar berpakaian, Kalvinisme, Injili, perjamuan “kudus,” dan banyak kesalahan lain, adalah hal-hal yang tidak perlu disinggung. Faktanya adalah, kita perlu membersihkan lalang sekaligus menanam benih, bukan memilih salah satu. Kita membersihkan lalang melalui peringatan dan teguran dan menanam benih melalui penginjilan.

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment

Tidak Ada Gereja Tersisa di Afghanistan

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Not a Single Christian Church Left,” CNSNews.com, 10 Okt. 2011: “Tidak ada satupun lagi gereja Kristen yang diketahui publik di Afghanistan, menurut Kementerian Luar Negeri AS. Ini merefleksikan kondisi kebebasan beragama di negara tersebut sepuluh tahun setelah Amerika Serikat pertama kali menyerangnya dan menggulingkan rezim Islam Taliban di sana. Dalam dekade yang berlangsung setelah itu, pembayar pajak di AS telah menghabiskan $440 milyar untuk mendukung pemerintah baru Afghanistan dan lebih dari 1700 personel militer AS telah mati melayani di negara itu. Gereja Kristen yang diketahui publik yang terakhir di Afghanistan dihancurkan pada bulan Maret 2010, menurut Laporan Kebebasan Beragama Internasional oleh Kementerian Luar Negeri. …Belakangan ini, kebebasan beragama di Afghanistan telah memburuk, menurut Kementerian Luar Negeri. ‘Rasa hormat pemerintah terhadap kebebasan beragama dalam hukum dan praktek telah menurun dalam periode waktu ini, terutama untuk kelompok atau individu Kristen,’ demikian bunyi laporan tersebut. ‘Pendapat masyarakat yang negatif dan kecurigaan terhadap aktivitas-aktivitas Kristen menyebabkan kelompok-kelompok dan individu-individu Kristen dibidik, termasuk orang-orang Muslim yang menjadi Kristen,’ laporan menjelaskan. ‘Kurangnya respons dan proteksi pemerintah untuk kelompok-kelompok dan individu-individu ini menyebabkan rusaknya kebebasan beragama.’ Kebanyakan orang Kristen di negara itu menolak untuk ‘menyatakan iman mereka atau berkumpul bersama secara terbuka untuk kebaktian,’ kata Kementerian Luar Negeri.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Muslim Menyiksa Pendukung Israel di Jalanan St. Louis

(Berita Mingguan GITS 15 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Star of David Carved on Infidel’s Back,” FrontPageMag.com, 7 Okt. 2011: “Seorang penulis Arab bernama Alas Alsaegh, imigran dari Iraq ke USA, diserang pada tanggal 4 Agust. 2011, oleh orang-orang Muslim di jalanan kota St. Louis, Missouri. Mereka menusuk dia dan mengukirkan sebuah Bintang Daud di daging punggungnya. Kejahatannya? Dia menerbitkan sebuah puisi dalam bahasa Arab berjudul “Air Mata di Hati Holocaust” di website ArabsForIsrael.com. Puisi tersebut menyatakan kasihnya kepada orang-orang Yahudi dan kesedihannya atas apa yang menimpa mereka di Holocaust (pembunuhan besar-besaran Yahudi di zaman Hitler). Komunitas Muslim di tempat dia tinggal menjadi sangat marah akan kejahatan pikiran ini. Dia disebut seorang kafir dan menerima banyak ancaman karena telah menyuarakan perasaan dia yang dianggap tabu terhadap orang Yahudi. Terasingkan dari komunitas Muslim, dia terus menulis puisinya, yang mengandung tema yang sama yang membuat sesama Muslim-nya marah. Di tengah hari dan lalu lintas yang ramai, pada tanggal 14 Agustus, Alsaegh membayar harga karena menyatakan kasih kepada orang Yahudi. Dan hal ini terjadi di jalanan St. Louis, di tengah-tengah Amerika. Penulis dan pejuang kebebasan yang berani, Nonie Darwish, menggambarkan peristiwa yang jahat itu. ‘Ketika dia sedang mengendarai mobil jam 10:30 di Compton St. dekat Park Ave., sebuah mobil putih kecil memotong dia dan menabrak mobilnya, sementara mobil lain berhenti di belakang mobilnya. Orang-orang yang berada di mobil-mobil itu, sebagian dengan seragam security, dengan cepat masuk ke mobil Alsaegh, dan menodong dia dengan pistol. Mereka menekan bagian atas tubuhnya pada setir mobil, menusuk dia dan menarik bajunya sehingga punggungnya terlihat. Lalu, dengan sebuah pisau, mereka mengukir Bintang Daud di punggungnya sambil tertawa dan membacakan puisinya yang pro-Yahudi.’ Alsaegh berpikir bahwa para pelakuna berasal dari Somalia; dia dibawa ke rumah sakit dan lukanya difoto. FBI menyimpullkan bahwa ini adalah kejahatan kebencian. Insiden ini rupanya tidak diberitakan dalam media massa pada umumnya.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Football Adalah Tuhan

(Berita Mingguan GITS 15 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah laporan di Los Angeles Times mengenai kekeringan yang menimpa Texas, mengobservasi bahwa “football adalah Tuhan” (“In West Texas,” Los Angeles Times, 3 Okt. 2011). Laporan itu adalah mengenai lapangan football di SMA Robert Lee di Texas Barat yang sedang menjadi kering. “Jadi, orang-orang di sini melakukan apa saja yang mereka dapat pikirkan untuk menyelamatkan lapangan itu. Toh, ini bukan hanya mengenai sebuah permainan. Di sini di Texas Barat, football adalah Tuhan, dan lapangan ini gerejanya.” Ini adalah pernyataan yang menyedihkan tetapi benar, dan bukan hanya bagi orang-orang kafir, tetapi bahkan orang-orang yang mengaku Kristen. Olahraga/sport adalah salah satu ilah manusia. Dr. Alan Goldberg dari Universitas Connecticut mengatakan: “Sport adalah seperti agama, dan ilah agama ini yang kita semua sembah adalah ilah kemenangan” (CNSNews.com, 31 Agus. 2001). Sebuah survei yang ekstensif yang dilakukan tahun 1983 menemukan bahwa tujuh dari sepuluh orang Amerika menonton, membaca, atau membicarakan sport setiap hari. Studi tersebut, yang adalah yang paling komprehensif yang pernah dilakukan mengenai keterikatan Amerika kepada sport, menemukan bahwa 35 juta orang adalah “sport fans yang kuat” yang menonton acara sport di televisi minimal sekali seminggu, dan dalam kasus tertentu, setiap hari. Saya yakin bahwa statistik ini bahkan lebih tinggi lagi hari ini. Pada tahun 1982, seorang komentator sport terkenal, Howard Cosell, sambil menyaksikan pertandingan football pada hari Minggu dengan jumlah penonton yang paling banyak dalam sejarah Texas, mengatakan “tim Cowboys lebih dari sekedar tim football di Dallas; mereka adalah agama.” Football dan basketball profesional telah menjadi ilah bagi Amerika. Di negara lain mungkin sepakbola. Ilah seseorang adalah sesuatu yang ia cintai dan layani, dan Allah membenci pemberhalaan. Para nabi dan rasul berbicara melawan berhala, dan kita juga perlu. “Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala” (1Yoh. 5:21).

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Rick Warren Merekomendasikan Perenungan Tanpa Kata-Kata

Gereja Saddleback merekomendasikan banyak sekali buku-buku mengenai mistikisme kontemplatif di website-nya. Spiritual Disciplines Handbook oleh Adele Calhoun, misalnya, dimasukkan di bawah kategori “Spiritual Growth” selama dua tahun terakhir. Rick Warren, gembala sidang senior di Saddleback, berpura-pura bahwa doa kontemplatif hanyalah mencari tempat sunyi untuk bermeditasi atas Firman Allah, tetapi sebenarnya lebih dari itu. Warren mengatakan bahwa doa kontemplatif tidaklah seperti yoga, tetapi sebagai mantan anggota klub meditasi Hindu, saya dapat bersaksi bahwa praktek-praktek seperti centering prayer jelas sangat mirip dengan yoga. Adele Calhoun merekomendasikan praktek-praktek kebiaraan Roma Katolik, yang dulunya dipinjam dari agama-agama kafir, seperti yang sudah kami dokumentasikan dalam buku Contemplative Mysticism. Calhoun mendaftarkan tokoh-tokoh Katolik sebagai “tutor rohani,” termasuk M. Basil Pennington, Henri Nouwen, Peter Kreeft, William Meninger, Francis de Sales, Richard Rohr, William Johnson, Teresa of Avila, Thomas Keating, John of the Cross, Brother Lawrence, Tilden Edwards, Ignatius Loyola, St. Benedict, Thomas Merton, John Henry Newman, Julian of Norwich. Orang-orang ini bukan hanya adalah individu-individu yang tersesat sangat jauh di dalam kesesatan Katolik, tetapi banyak yang telah dipimpin oleh praktek-praktek mistik mereka menuju universalisme, panentheisme, dan bahkan penyembahan berhala yang vulgar. (Sebagai contoh, Thomas Merton menyembah patung-patung Budha) Calhoun merekomendasikan untuk mengikuti kalender Roma Katolik, mencari arah rohani dari ordo-ordo Katolik, dan mengunjungi pusat-pusat retreat Katolik. Dia menggambarkan sebuah ziarah yang dia lakukan bersama 30 wanita di “kelompok perjanjian”nya untuk mengunjungi situs-situs para mistik Katolik untuk mempelajari praktek-praktek mereka. Dia merekomendasikan serombongan praktek-praktek kontemplatif yang tidak alkitabiah, termasuk Jesus prayer (berisi pengulangan berkali-kali yang sia-sia), palms up palms down (telapak ke atas, telapak ke bawah, suatu visualisasi psikologis), lectio divina, imagination prayer, centering prayer, breath prayer, practicing the presence (melatih hadirat), silence (keheningan), and spiritual direction. Dia merekomendasikan menggunakan satu kata sebagai mantra untuk mengusir pikiran yang sadar. “Pilih sebuah kata yang sederhana …Biarkan kata ini menjaga perhatianmu. …Ketika pikiranmu mulai berkelana, jatuhkan ke dasar pikiranmu. Jangan mengejar mereka. …Bayangkan pikiran-pikiranmu yang mengganggu sebagai bagian dari kotoran yang terapung di atas aliran sungai. Jangan mencoba untuk menangkap pikiran-pikiran ini; lepaskan mereka dan biarkan sungai kehidupan Allah membawa mereka pergi.” Dalam menggambarkan mistikismenya, dia mengutip Richard Rohr, “Doa secara utama bukanlah mengatakan kata-kata atau memikirkan pikiran-pikiran. Sebaliknya, doa adalah suatu sikap. Doa adalah suatu cara hidup di hadapan sang Hadirat.” Ini bukanlah perenungan Alkitabiah; ini adalah mistikisme buta. Bahkan mengenai renungan pembacaan Alkitab, Calhoun merendahkan “secara mental mengkritisi atau mengeksegesis teks.” Sebaliknya, Alkitab katanya harus dipakai sebagai papan loncat untuk mistikisme sambil orang itu menolak untuk menganalisa teks, tetapi hanya “mendengar dan menunggu.” Sulit untuk melebih-lebihkan betapa besarnya bahaya yang terkandung dalam mistikisme kontemplatif, dan tidaklah mungkin untuk memberi peringatan yang terlalu keras dan jelas mengenai kebutaan rohani para “injili” yang mempromosikan hal-hal seperti ini.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment