Amerika dalam Nubuatan

(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini sedikit refleksi dari seorang Amerika tentang negaranya. Karena Amerika memainkan peran internasional yang begitu penting, dan juga adalah negara pengirim misi terbanyak, hal ini baik untuk kita simak, sekaligus merangsang kita untuk merenung tentang Indonesia juga.

“Banyak orang bertanya-tanya apakah Amerika disinggung dalam nubuatan Alkitab. Pada kenyataannya, dia memang disebut banyak kali, tetapi tidak disebut namanya persis, melainkan disebut sebagai salah satu negara non-Yahudi dengan sebutan “bangsa-bangsa lain.” Amerika memiliki warisan yang unik. Dia telah sejak lama menjadi benteng kebebasan beragama dan suatu kekuatan dinamis dalam penginjilan dunia. Dia telah mendukung Israel lebih dari bangsa non-Yahudi manapun dan telah mengalami berkat-berkat Allah dalam banyak cara, tetapi Amerika tidak pernah lebih dari bangsa-bangsa non-Yahudi lainnya dan kebanyakan warga negaranya tidak pernah lahir baru. Ini adalah fakta yang benar di abad 18, 19, dan 20. Dengan rusaknya sebagian besar gereja-gerejanya, Amerika yang dulunya adalah teman, kini dengan cepat menjadi musuh kebenaran dan kesalehan. Ketika orang-orang kudus yang lahir baru nanti diangkat dalam Rapture, tidak akan ada yang tersisa selain suatu bangsa kafir yang sombong yang siap melayani Antikristus. Berikut ini adalah beberapa nubuat yang menggambarkan masa depan semua bangsa selain Israel. Dalam Mazmur 2:1-3 kita melihat semua bangsa rusuh dan berperkara melawan Allah dan Kristus dan menolak hukum-hukum Allah. Ini adalah gambaran yang sempurna akan Amerika sebagai suatu bangsa bahkan hari ini, dan pemberontakan ini akan terus meningkat intensitasnya setelah Pengangkatan (Rapture). Amerika akan menyerah kepada otoritas Antikristus. “Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih….Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya” (Wah. 13:8, 16). Amerika akan termasuk bangsa-bangsa yang bersukacita dan saling mengirim hadiah ketika Kedua Saksi dibunuh oleh Antikristus (Wah. 11:10). Amerika akan menjadi salah satu bangsa yang mabuk oleh anggur milik Babilon zaman akhir. “ Lalu ia berkata kepadaku: “Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa” (Wah. 17:15). Amerika akan menjadi salah satu bangsa yang berkumpul menuju Harmagedon. “Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa….Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya” (Wah. 16:14; 19:19). Amerika akan dihakimi oleh Kristus pada saat kedatanganNya kembali ketika Ia memisahkan domba dari kambing menurut bagaimana mereka memperlakukan Israel dan 144.000 penginjil Yahudi selama masa Kesusahan Besar (Mat. 25:31-46).”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Pemimpin Penyembahan Kontemporer Membesarkan Anak-Anaknya dalam Suasana Beatles

(Berita Mingguan GITS 24 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Ketika Matt Redman, salah satu nama yang paling berpengaruh dalam gerakan penyembahan kontemporer, ditanya, “Siapa sajakah yang mempengaruhi musikmu?” dia menjawab: “Segala macam. Tetapi favorit saya pastilah Beatles. Saya sangat senang bahwa kini kelima anak saya bahkan menyukai musik mereka [Beatles]” (http://www.louderthanthemusic.com/document.php?id=2526). Ini mengingatkan kita bahwa salah satu alasan kita menentang Musik Kristen Kontemporer adalah karena gerakan ini tidak mau memisahkan diri dari dunia. Firman Allah mengatakan bahwa orang percaya tidak boleh menjadi serupa dengan dunia, tidak boleh dicemarkan dunia, dan tidak boleh mengasihi dunia (Roma 12:2; Yak. 1:27; 1 Yoh. 2:15-16). Para musisi Kristen Kontemporer sama sekali tidak berusaha menyembunyikan fakta bahwa mereka menyukai rock & roll sekuler yang vulgar dan mereka tidak malu sama sekali melakukannya karena hal itu dapat diterima dalam kalangan mereka. Ketika ditanya dalam wawancara mengenai pengaruh-pengaruh dalam musik mereka dan musik favorit mereka, mereka semua mendaftarkan musisi-musisi rock sekuler yang vulgar. Jelas bahwa Redman sedang membesarkan anak-anaknya dalam pengaruh rock & roll sekuler sehingga mereka sudah mulai menyukai dunia bahkan sejak umur yang sangat muda. Alkitab berkata, “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11). Apakah ada “perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa” dalam rock & roll atau rap atau reggae atau country-western atau bentuk-bentuk musik pop lainnya hari ini? Jelas ada, dan ini adalah deskripsi yang pantas mengenai mayoritas musik dunia. Ini adalah deskripsi yang persis tentang The Beatles dan musik mereka. Jadi, orang percaya diperintahkan untuk TIDAK mengambil bagian dalamnya, tetapi justru menegurnya. Saya telah menetapkan hati untuk melakukan hal ini 38 tahun yang lalu ketika Tuhan membuka mata saya mengenai isu ini, dan keyakinan saya tentang bahaya moral rock dan pentingnya separasi dari musik rock telah bertambah teguh seiring lewatnya tahun-tahun. Separasi tidaklah populer hari ini, tetapi Allah memerintahkannya, dan kebenaran tidak pernah ditemukan pada kelompok mayorits di dunia yang penuh dosa ini. Faktanya, menurut nubuat Alkitab (mis. 2 Tim. 3:1-5, 13; 4:3-4) kita tidak bisa mengharapkan bahwa kebenaran akan ditemukan dalam kelompok mayoritas dari orang-orang yang mengaku Kristen di zaman akhir ini. Untuk informasi lebih lanjut lagi, lihat “The Beatles and Contemporary Christian Music,” http://www.wayoflife.org/database/beatlesandccm.html

Posted in musik | Leave a comment

Australia Menjalankan Filosofi Unisex

(Berita Mingguan GITS 24 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Pemerintah Australia akan mengizinkan penduduknya untuk memilih jenis kelamin apa yang akan tercantum di paspor mereka, bahkan jika mereka tidak pernah menjalani operasi “ganti kelamin” (“Australia Offers Passport Gender Choice,” AP, 14 Sept. 2011). Menurut garis-garis haluan Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT), yang diperlukan hanyalah surat pendukung dari seorang pelayan kesehatan, dan warga negara dapat mengidentifikasikan “pilihan kelamin” mereka apakah laki-laki, perempuan, atau X (apapun maksudnya ini). Filosofi yang gila ini adalah kelanjutan dari gerakan unisex dalam rock & roll di tahun 1960an, yang adalah penggenapan nubuat dalam Mazmur 2 mengenai bagaimana seluruh dunia memutuskan “belenggu-belenggu” Allah, yang maksudnya adalah hukum-hukumNya. Gerakan unisex adalah tindakan penghinaan terhadap hukum Allah, karena Dialah yang menciptakan laki-laki dan wanita. Hanya ada dua jenis kelamin dan kita tidak diberikan pilihan dalam hal ini, karena sudah ditentukan bahkan sebelum kita lahir. Umat Allah seharusnya menolak segala sesuatu yang berkaitan dengan gerakan unisex ini. Kita tidak boleh serupa dengan dunia (Rom. 12:2). Namun rata-rata gereja, bahkan yang “fundamentalis,” sama sekali tidak bersuara melawan pakaian unisex dunia, seperti wanita yang memakai celana, yang adalah fenomena yang paling banyak menghancurkan perbedaan antara laki-laki dan wanita yang Tuhan tetapkan.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gereja-Gereja Melawan Israel

(Berita Mingguan GITS 24 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari FrontPageMag.com, 7 Juli 2011: “Beberapa hari yang lalu, para peneliti Inggris mengumumkan bahwa 17 kerangka manusia yang diidentifikasi sebagai Yahudi telah ditemukan di dasar sebuah sumur zaman medieval di Norwich, Inggris. Orang-orang Yahudi tersebut dibunuh dalam suatu pembunuhan suku, atau dipaksa untuk melakukan bunuh diri jika tidak mau memenuhi tuntutan menjadi Kristen. Kerangka-kerangka ini diberikan tanggal abad ke-12 atau 13, yaitu zaman orang-orang Yahudi menghadapi pembunuhan, pembuangan, dan penganiayaan di seluruh Eropa. 17 orang Yahudi ini dibunuh karena “theologi penggantian” (replacement theology), salah satu kesalahan yang paling awal yang berargumen bahwa karena orang Yahudi menolak keilahian Kristus, mereka telah membatalkan janji-janji Allah bagi mereka, yang lalu dialihkan kepada Gereja. Sekitar 10 abad kemudian, forum-forum global kekristenan sedang membangkitkan lagi theologi ini melawan anak cucunya ke-17 kerangka Yahudi tersebut: yaitu Negara Yahudi, Israel. WCC (World Council of Churches), sebuah badan Kristen yang ekumenis dengan basis di Jenewa dan mengklaim 590 juta orang Kristen sebagai anggota, baru saja mengakhiri konferensi empat hari di kota Volos, Yunani. Tidak ada satu pun kalimat kritikan terhadap para Islamis yang sedang menganiaya orang-orang Arab yang menjadi Kristen. Para Lutheran tiba di Volos dari Amerika Serikat, orang-orang Katolik dan Protestan dari Bethlehem dan Nazaret, Kristen Ortodoks dari Yunani dan Rusia, para pengkhotbah dari Beirut dan para Koptik dari Mesir. Konferensi tersebut mendeklarasikan Negara Yahudi sebagai “suatu dosa” dan “kuasa penjajahan”….Konferensi itu menyangkali 3000 tahun kehidupan Yahudi di tanah Kanaan (dari Mediterania hingga Yordan), dan menentang kehadiran Israel di sana….Dalam beberapa bulan terakhir kita telah melihat peningkatan serangan terhadap Israel yang radikal dan berbahaya oleh gereja-gereja Protestan dan Katolik. ….Patriarkh Gereja Antiokhia, Melkite Gregory III Laham yang berpaham Katolik, mengumumkan bahwa ada “konspirasi Zionis melawan Islam,” membangkitkan lagi teori-teori konspirasi yang kuno yang memimpin kepada genosida…..Gerekan perdamaian internasional Katolik yang paling berpengaruh, Pax Christi, baru saja mempromosikan boikot terhadap barang-barang Israel, “atas nama kasih.” ….Hari ini kebanyakan kampanye melawan Israel didorong oleh grup-grup Kristen, seperti Dutch Interchurch Organization dan grup Katolik Irlandia, Troicare, keduanya dibiayai Unieropa. United Church of Canada, sebuah denominasi Kristen yang mainstream dan populer, baru saja voting utnuk memboikot enam perusahaan (Caterpilar, Motorola, Ahava, Veolia, Elbit Systems, dan Chapters/Indigo) dan uksup Anglikan dari Afrika Selatan, Desmond Tutu, meyakinkan universitas Johannesburg untuk memutuskan semua hubungan dengan pelajar-pelajar Yahudi mereka. Tahun lalu, Gereja Metodis di Inggris voting untuk memboikot barang-barang yang diproduksi oleh Israel dan jasa pelayanan dari Yudea dan Samaria. … Di sebuah sinode Roma, Uskup Agung Cyrille Salim Bustros, imam yang dipilih oleh Joseph Ratzinger (kini Paus Benediktus) untuk menuliskan pernyataan-pernyataan final sinod ke 44 itu, menyangkali hak alkitab umat Yahudi atas tanah perjanjian.”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Mengetahui Masa Depan: Melalui Komputer Super atau Allah Mahakuasa?

(Berita Mingguan GITS 17 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah studi baru mengklaim bahwa memasukkan informasi tentang berita-berita hangat ke dalam sebuah superkomputer dapat membantu memprediksikan peristiwa-peristiwa besar dunia. Revolusi di Libya dan Mesir diprediksikan dengan cara demikian, walaupun hanya setelah kejadian (“Supercomputer Predicts Revolution,” BBC, 9 Sept. 2011). Saya tahu suatu metode yang lebih pasti, yaitu membaca Alkitab. Nubuat-nubuat di dalamnya jelas dan tepat dan adalah bukti otoritas ilahi Alkitab. Alkitab memberitahu sejak awal tentang kembalinya Israel ke tanah mereka dalam kondisi yang masih mati rohani dalam Yehezkiel 37. Peristiwa besar berikutnya dalam kalender nubuat adalah Pengangkatan orang-orang percaya zaman gereja lokal. Kejadian itu akan diikuti oleh tujuh tahun Kesusahan Besar yang akan melanda seisi dunia. Milyaran akan mati melalui peperangan dan penghakiman ilahi. Antikristus akan memerintah dunia, mengontrol semua perdagangan dan menuntut penyembahan dengan ancaman maut. Sepertiga orang Yahudi akan bertobat dan menerima Yesus sebagai Mesias. Dia akan kembali ke bumi dalam kuasa dan kemuliaan, menghancurkan pasukan Antikristus, dan mendirikan kerajaanNya di bumi dengan Yerusalem sebagai markasNya. Masa depan? Kamu bisa mengetahuinya dan kamu bisa yakin akan hal itu. Dan melalui iman kepada Yesus Kristus, anda bisa berada di pihak yang tepat.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Alkitab | Leave a comment

Negara-Negara dengan Nilai Kebebasan Beragama yang Paling Rendah, Kebanyakan Muslim

(Berita Mingguan GITS 17 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari CNSNews.com, 10 Agustus 2011: “Negara-negara yang memiliki mayoritas Muslim mendapatkan angka-angka yang paling rendah dalam suatu penelitian komprehensif yang baru yang menpelajari dan memantau larangan-larangan oleh berbagai pemerintah terhadap agama sekaligus juga rasa permusuhan sosial yang terjadi antar agama di dunia. Penelitian ini dilakukan oleh Pew Research Center bagian Forum on Religion & Public Life, dipublikasikan hari Selasa. Penelitian mendapatkan bahwa hampir sepertiga populasi dunia hidup di negara-negara di mana larangan-larangan oleh pemerintah yang berhubungan dengan agama, atau permusuhan sosial, meningkat signifikan sejak pertengahan 2006 hingga pertengahan 2009. Secara geografis, Timur Tengah/Afrika Utara memiliki proporsi yang terbesar dari negara-negara ini – 30 persen – di mana larangan resmi terhadap agama meningkat dalam periode waktu tiga tahun tersebut. Kalau digali lebih dalam, laporan setebal 117 halaman tersebut menyingkapkan bahwa negara-negara yang tergabung ke dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC) mendominasi kebanyakan larangan serius yang diselidiki pada akhir periode survei di pertengahan 2009. Tujuh dari sepuluh negara dengan nilai terendah, berhubungan dengan larangan pemerintah terhadap agama tertentu, adalah negara-negara OIC – Mesir, Iran, Arab Saudi, Uzbekistan, Maladewa, Malaysia, dan Indonesia. Tiga yang lain adalah Cina, Burma, dan Eritrea.”

Posted in Islam | Leave a comment

Masalah Horison bagi Big Bang

(Berita Mingguan GITS 17 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)Jason Lisle, Ph.D. dalam bidang astrofisika dari Universitas Colorado, membuat observasi: “[Teori] Big Bang mengharuskan wilayah-wilayah yang berbeda dari alam semesta mulai dengan temperatur yang sangat berbeda, sebagai konsekuensi dari mekanika kuantum. Sambil alam semesta mengembang, wilayah-wilayah yang berbeda dari alam semesta ini seharusnya memiliki temperatur yang berbeda. Namun hari ini semua wilayah memiliki temperatur yang hampir sama persis. Kita bisa melihat latar belakang gelombang mikro di alam semesta dan melihat temperaturnya. Jadi ada masalah, karena tidak cukup waktu, menurut perhitungan jangka waktu evolusi, bahkan jika diberikan 20 milyar tahun bagi cahaya untuk pindah dari satu wilayah ke wilayah lain dan dengan cara demikian bertukar temperatur untuk mencapai ekuilibrium. Agar semua wilayah memiliki temperatur yang sama, mereka harus memiliki kontak. Jika kamu menaruh es batu dalam kopi akan menghasilkan kopi yang suam-suam kuku. Ada pertukaran panas karena mereka memiliki kontak. Cahaya dapat memfasilitasi pertukaran energi, tetapi tidak ada cukup waktu. Ini disebut sebagai Problema Horison, dan ini adalah masalah yang besar, karena temperatur di alam semesta ini bukan hanya mirip, tetapi sangat-sangat merata.” (Lisle, Creation Astronomy, 2006, Answers in Genesis).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pemimpin Gerakan Emerging Terganggu dengan Istilah “Diselamatkan” dan “Lahir Baru”

(Berita Mingguan GITS 10 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam blognya dan dalam sebuah wawancara dengan Christian Post, Tim Stevens, gembala sidang dari Granger Community Church di Granger, Indiana, mengatakan bahwa dia terganggu oleh penggunaan istilah “diselamatkan” dan “lahir baru.” Dia menulis: “Saya baru-baru ini memperhatikan bahwa saya semakin lama semakin terganggu oleh kata “selamat.” Bukan dalam pemakaian seperti “selamat pagi” atau “selamat jalan” tetapi dalam konteks Kristiani: “Apakah Johnny sudah diselamatkan?” Atau “lambat laun Martha akan diselamatkan.” ….Sering kali gereja-gereja bisa menjadi tempat yang tidak nyaman bagi orang-orang yang sedang dalam pencarian. Mereka merasakan kebutuhan akan Allah, jadi mereka nongol di gereja pada suatu Minggu pagi dan mereka tidak bisa menangkap apa-apa karena dunia itu berbeda dengan dunia yang mereka tinggali. Bahasa yang dipakai tidak masuk akal, cara komunikasinya aneh, dan musiknya aneh….Saya rasa penggunaan bahasa merupakan bagian yang besar dari semua ini” (Christian Post, 1 Sept. 2011). Granger adalah contoh yang sempurna sebuah gereja 2 Timotius 4:3-4 yang hidup menurut hawa nafsu mereka sendiri dan memiliki banyak guru palsu yang menggelitik telinga generasi yang sesat dengan suatu jenis kekristenan yang baru. Ini adalah jenis gereja yang berpesta rock & roll. Gereja-gereja dilarang oleh Tuhan untuk menjadi sama dengan dunia untuk memenangkan dunia (Roma 12:2). Memang benar bahwa orang yang belum percaya seharusnya dapat merasa bahwa mereka dikasihi dan disambut dengan baik ketika mereka menghadiri kebaktian, dan umat Tuhan perlu untuk berusaha dan memastikan hal ini terjadi, dan Injil harus dengan jelas diberitakan, tetapi orang yang belum percaya seharusnya tidak merasa nyaman di gereja. Mereka harus dibuat mengerti bahwa umat manusia terbagi menjadi kategori yang terhilang dan yang selamat, dan kecuali mereka mengalami kelahiran kembali dan masuk kategori selamat, mereka akan menghabiskan kekekalan di lautan api sebagai upah kejahatan mereka melawan Allah yang mahakuasa. Ketika seorang yang tidak percaya datang ke gereja, ia tidak seharusnya merasa nyaman; dia harus merasa tusukan Roh Kudus (1 Kor. 14:24-25). Tusukan dan tuduhan rohani ini tidak datang melalui musik yang membuat anda ingin berdansa atau melalui mengubah gereja menjadi suatu tempat yang beratmosfir pesta sensual atau melalui menurunkan standar berpakaian dan standar bahasa ke level masyarakat yang konyol yang dikuasai oleh budaya pop. Tusukan dan kerja rohani Roh Kudus tidak datang ketika gereja-gereja mencoba menggantikan “cool” duniawi dengan “cool” gerejawi. Tetapi ia datang melalui kehidupan Kristen yang serious dan terpisah dari dunia, dan musik-musik yang rohani, dan pemberitaan Firman Tuhan yang setia kepada Alkitab dan bukan melalui khotbah-khotbah dangkal yang hanyalah berisikan psikologi modern.

Posted in Emerging Church, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Seorang Nabiah Kharismatik Mengetik Dalam “Bahasa Roh”

(Berita Mingguan GITS 10 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Seorang “nabiah” Kharismatik, Juanita Bynum, bukan saja berbicara dalam “bahasa roh;” dia bahkan mengetik dalam “bahasa roh” di halaman Facebooknya. Pada tanggal 17 Agustus, dia mengetik doa berikut, “Kami memanggilMu Yesus. Engkaulah penolong kami dan harapan kami!!!!NDHDIUBGUGTRUCGNRTUGTIGRTIGRGBNRDRGNGGJNRIC. Engkaulah penolong kami dan harapan kami. RFSCNGUGHURGVHKTGHDKUNHSTNSVHGN Engkau Allah. Engkaulah penolong kami dan harapan kami!!!” Bynum tidak menjawab pertanyaan dari The Christian Post mengenai komunikasi yang aneh ini (“Televangelist Juanita Bynum Raises Brows with “Tongues’ Prayer,” Christian post, 31 Agus. 2011). Ini adalah contoh-contoh kekonyolan yang adalah bagian dari paket Pantekosta sejak permulaan gerakan ini di pergantian abad ke-20. Bahasa lidah ditenggarai muncul di Bethel Bible School yang dipimpin oleh Charles Parham di Topeka, Kansas, pada bulan Januari 1901, dimulai oleh seorang mahasiswi bernama Agnes Ozman. Seorang wartawan Topeka State Journal mencatat “bahasa roh” yang diucapkan seorang mahasiswi lain, Lilian Thistlewaite. Bunyinya seperti ini: “Euossa, Euossa, use rela sema calah mala kanah leulla ssage nalan. Ligle logle lazie logle. Ene mine mo, sah rah el me sah rah me” (Topeka State Journal, 9 Jan. 1901).Walaupun “bahasa roh”nya Thistlewaite masih lebih meyakinkan daripada punya Juanita Bynum, keduanya hanyalah cerocosan tak berarti. “Ligle logle lazie logle” dan “ene mine mo” persis adalah tipe-tipe “bahasa roh” yang saya dengar berulang-ulang di berbagai pertemuan Pantekosta dan Kharismatik di berbagai belahan dunia (di Indonesia mungkin lebih mirip “sikalabalaba…sikalabalaba”), tetapi semuanya adalah komat kamit tak jelas. Bahasa lidah dalam Alkitab adalah bahasa sebenarnya yang secara ajaib dapat dipakai oleh orang-orang yang belum pernah mempelajari bahasa tersebut. Inilah yang kita lihat terjadi pada hari Pentakosta, dan kejadian itu adalah suatu mujizat yang besar. Pada tahun 1914, Charles Shumway dengan teliti mencari bukti untuk membuktikan bahwa “bahasa roh” kaum Pantekosta awal tersebut adalah bahasa yang sebenarnya, tetapi dia gagal menemukan bahkan satu orang pun yang dapat membuktikan klaim-klaim yang dibuat (James Goff, Jr. Fields White Unto Harvest, 1988, hal. 76). Setelah meneliti “bahasa roh” yang diucapkan di Azusa Street mission yang dipimpin oleh William Seymour, pemimpin Holiness, W. B. Godbey menyimpulkan bahwa ucapan-ucapan itu bukanlah bahasa (G. F. Taylor, The Spirit and the Bride, 1907, hal. 52). Banyak ahli bahasa yang telah mencapai kesimpulan yang sama. William Samarin, profesor linguistik di Universitas Toronto, merangkumkan penelitian dia selama 5 tahun sebagai berikut: “Glossolalia memang mirip dengan bahasa dalam hal-hal tertentu, tetapi ini hanyalah karena pengucapnya ingin agar yang diucapkannya itu mirip bahasa. Namun walaupun ada kemiripan-kemiripan superfisial, glossolalia secara mendasar BUKANLAH bahasa” (Tongues of Men and Angels, 1972, hal. 227). Kunci yang mendasar untuk mengerti bahasa lidah dalam Alkitab adalah menyadari bahwa bahasa lidah adalah tanda bagi bangsa Yahudi yang tidak percaya (1 Kor. 14:20-22). Dalam kitab Kisah Para Rasul, ketika bahasa lidah dipraktekkan, ada orang Yahudi yang hadir. Topik ini dibahas dalam buku The Pentecostal-Charismatic Movement: The History and the Error oleh David Cloud, dan juga buku Glossolalia oleh Dr. Steven Liauw.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | 7 Comments

Ilmuwan Mengatakan Bahwa Cerita Asal Muasal Kehidupan dalam Evolusi Adalah Dongeng

(Berita Mingguan GITS 10 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dr. John Marcus mengatakan bahwa kisah-kisah tentang asal muasal kehidupan dalam evolusi adalah dongeng. Marcus memiliki gelar Ph. D. dalam bidang kimia biologi dari Universitas Michigan, dan sekarang adalah pejabat riset di Cooperative Research Centre for Tropical Plant Pathology, di Universitas Queensland, Australia. Dia mengatakan, “Dua hal yang mengukuhkan kepercayaan saya dalam penciptaan adalah bukti yang jelas akan desain dalam alam semesta, dan betapa kecil nihilnya kemungkinan bahwa kehidupan muncul karena perubahan….Sungguh, ide bahwa bahkan satu protein yang berfungsi lengkap dapat muncul karena kebetulan sudah merupakan iman buta yang tidak dapat dan tidak mau mengakui angka-angka [probabilitas]! Pemikiran seperti itu murni adalah fantasi dan tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Tidak heran bahwa para evolusionis tidak dapat menghasilkan skenario spesifik yang dapat menjelaskan bagaimana kehidupan dapat muncul dari zat-zat kimia yang mati. Kisah-kisah yang diajukan seperti dongeng dengan beberapa istilah ilmu pengetahuan yang dimasukkan agar terdengar berpendidikan….banyaknya skenario evolusi yang menipu sepertinya tidak kurang adalah mitos-mitos yang bias yang muncul karena keinginan yang putus asa untuk menghilangkan Allah dari kehidupan dan hati nurani manusia” (In Six Days, diedit oleh John Ashton, hal. 172, 179, 180).

Posted in Science and Bible | Leave a comment