Air Mata

(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Mata manusia memiliki mekanisme untuk membersihkan dan memelihara diri sendiri. Mata memproduksi tiga jenis air mata yang berbeda, masing-masing dengan kompisisi kimianya sendiri yang kompleks. Air mata basal adalah air mata yang normal yang dipakai untuk melumasi mata dan menyingkirkan debu. Komposisi dari air mata ini termasuk lisosom yang berperang melawan infeksi bakteri sebagai bagian dari sistem imun tubuh yang tak terbayang kompleksnya. Air mata refleks diproduksi untuk membilas mata dari benda-benda iritan, seperti uap bawang atau cabe. Air mata emosional diproduksi sebagai respons terhadap stres emosional dan mengandung zat yang secara alami menghentikan rasa sakit dan hormon-hormon penenang. Air mata memiliki tiga lapisan, sebuah lapisan luar yang mengandung minyak yang mencegah penguapan dan mengontrol laju jatuhnya air mata di pipi; sebuah lapisan tengah, yang mengandung protein dan hormon-hormon, dan sebuah lapisan mukosa yang menyentuh mata itu sendiri yang melapisi kornea dan memungkinkan distribusi yang seimbang akan film air mata tersebut. “Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu” (2 Raj. 20:5). “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?” (Maz. 56:9). “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai” (Maz. 126:5). “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wah. 21:4).

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Eugene Nida, Bapa Dynamic Equivalency, Meninggal Usia 96 Tahun

(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Eugene Nida, bapa dari metode dynamic equivalency penerjemahan Alkitab, meninggal tanggal 25 Agustus pada usia 96 tahun. Awalnya bersama dengan Wycliffe Bible Translators, Nida lalu berasosiasi dengan American Bible Society dan United Bible Societies sejak tahun 1943. Melalui tulisan-tulisan dan konsultasi yang dia berikan, Nida memegang pengaruh yang luas dalam bidang teks dan penerjemahan Alkitab. Dia mengunjungi 90 negara untuk berdiskusi dengan para penerjemah yang bekerja dalam lebih dari 200 bahasa yang berbeda. Nida memiliki peran yang penting dalam terbentuknya United Bible Societies (UBS) yang sangat liberal dan “memulai, mengorganisir, dan mengadministrasikan” Perjanjian Baru Yunani UBS (kata pengantar untuk edisi pertama, 1965). Adalah Nida yang bersikukuh harus ada evaluasi bertingkat untuk setiap variasi tekstual (Aland, The Text of the New Testament, hal. 44). Di bawah skema ini, variasi teks diberi nilai A, B, C, atau D, bergantung kepada seberapa yakin para editor akan suatu bagian teks. Namun demikian, pengaruh Nida yang paling hebat adaah sebagai bapa dari teori penerjemahan Alkitab dengan metode dynamic equivalency, dimulai pada tahun 1947 dengan diterbitkannya buku Bible Translating. Dia mempromosikan metode penerjemahan “pikiran untuk pikiran.” Nida mengajar bahwa penerjemah memiliki kebebasan untuk mengubah bentuk Kitab Suci dan bahkan untuk mengkontekstualisasikan Kitab Suci ke dalam budaya modern, seperti mengubah kata “salju” menjadi “kelapa” jika salju tidak dikenal di budaya tertentu. Ia dapat melakukan ini karena ia tidak percaya dalam inspirasi Kitab Suci yang tanpa salah. Nida mengolok doktrin bahwa Alkitab “ditulis dalam bahasa Roh Kudus” (Language Structure and Translation, 1975, hal. 259). Dia menulis: “Pewahyuan Alkitab tidaklah absolut dan semua pewahyuan ilahi secara esensi bersifat inkarnasi. …Kata-katanya, dalam pengertian tertentu, tidaklah ada arti apa-apa dalam diri mereka sendiri….Kata-kata adalah kosong kecuali jika berhubungan dengan pengalaman” (Nida, Message and Mission, 1960, hal. 222-226). Ini adalah kesesatan Neo-ortodoks. Di seluruh Kitab Suci, adalah kata-kata Alkitab yang disebut sebagai penting, bukan hanya artinya. Tiga kali kita diberitahu bahwa “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari SETIAP FIRMAN yang keluar dari mulut Allah.” (Ul. 8:3; Mat. 4:4; Luk. 4:4). Nida berpendapat bahwa kisah-kisah tentang malaikat dan mujizat-mujizat tidak perlu ditafsirkan secara literal (Message and Mission, hal. 41). Dan dia menolak pengorbanan darah Yesus Kristus yang bersifat menggantikan (Theory and Practice, 1969, hal. 53), dia mengklaim bahwa darah Kristus dalam Roma 3:25 dan perikop-perikop lain adalah simbol dari kematian karena kekerasan (A Translator’s Handbook on Paul’s Letter to the Romans), sementara Roma 5:8-10 mengajar kita bahwa keselamatan memerlukan BAIK darah MAUPUN kematian Kristus. Darah dibutuhkan untuk pendamaian (Im. 17:11; Ibr. 9:22). 100 tahun terakhir ini, bidang penerjemahan Alkitab telah terkorupkan secara mendalam. Kita telah mendokumentasikan ini daam buku The Modern Version Hall of Shame, yang dapat dibeli di Way of Life Literature.

Posted in Alkitab | Leave a comment

John Piper – Theologi Reformed Dan Penyembahan Kharismatik

(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam sebuah kunjungan riset ke sebuah kebaktian di Bethlehem Baptist Church yang dipimpin oleh John Piper di Minneapolis tahun ini, saya kembali teringat akan hari-hari kharismatik saya! Khotbah yang disampaikan bertheologi Reformed, tetapi musiknya adalah mistikisme rock & roll kharismatik. Dalam beberapa tahun belakangan saya juga telah mengunjungi Saddleback Church di Willowcreek, sebuah Calvary Chapel, sebuah Vineyard Church, beberapa gereja Southern Baptist, kebaktian-kebaktian Roma Katolik, sebuah konferensi Baptis yang liberal, sebuah konferensi kharismatik, dan sebuah konferensi emerging church. Satu hal yang semua kebaktian ini miliki bersama adalah musik rock dan kebaktian yang berpusat pada pengalaman emosional. Ini adalah salah satu aspek yang paling berkuasa dalam gerakan ekumene dan dengan efektif menarik semua tipe gereja bersama. Salah satu tema besar dari penyembahan kontemporer adalah kesatuan ekumenis, “tubuh Kristus ” dan “kita adalah satu.” Ini adalah tema yang muncul dalam penyembahan kontemporer seperti di gereja Piper. Musik membawa sebuah gereja dan anggota-anggotanya untuk berasosiasi dengan ekumenis-ekumenis yang paling radikal, seperti Darlene Zschech dari Hillsong (yang melakukan performans untuk Roman Catholic World Youth Day dan sangat suka bahwa musik kontemporer menyatukan Katolik, Anglikan, dan kharismatik), Jack Hayford (yang mengatakan bahwa Allah memberitahu dia agar tidak menghakimi gereja Katolik), Graham Kendrick (salah satu pendiri dari March for Jesus), Chris Tomlin (yang bersukacita bahwa musik kontemporer sedang menyatukan “konservatif dan kharismatik), dan Stewart Townend (yang mau membawa gereja-gereja konservatif untuk bersekutu dengan “gereja yang lebih luas”). Seorang gembala sidang Baptis fundamental yang baru-baru ini menulis untuk mengritik apa yang dia sebut “pelayanan peringatan” saya mengatakan bahwa musik adalah semata-mata masalah gereja lokal dan bahwa hanya gembala sidang sebuah gereja lokal yang berhak untuk memberi peringatan tentang musik gereja tersebut. Rupanya ia berpikir bahwa 2 Timotius 4:2; Titus 2:15; 1 Petrus 4:11; dan Yudas 3 hanya ditulis kepada gembala-gembala sidang dan hanya beraplikasi kepada satu gembala sidang dan satu gereja. Dia juga berpikir bahwa setiap gembala sidang cukup diperlengkapi untuk berurusan dengan isu musik dan tidak memerlukan pertolongan. Pandangan ini terdengar seperti pendirian Diotrefes!

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Bekerja Sama Dengan Kesalahan Menghancurkan Kekuatan Untuk Melawan Kesalahan Tersebut

(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Beberapa orang bertanya kepad saya, mengapa “si itu” dan “si dia” tidak berbicara lantang melawan kesalahan dan kompromi yang sudah sedemikian jelas. Saya rasa Charles Spurgeon, gembala sidan dari Metropolitan Tabernacle di London, Inggris, telah dengan tepat mengenai inti dari masalahnya 100 tahun yang lalu. Walaupun dia salah dimengerti dan salah digambarkan oleh bahkan saudaranya sendiri dan banyak mantan muridnya, Spurgeon tidak berbalik dari keputusannya untuk separasi dari Baptist Union di Inggris karena doktrin-doktrin sesat yang diperbolehkan di organisasi itu. Dia mengatakan: “IKUT SERTA DALAM KESALAHAN AKAN MEMBUAT ORANG YANG PALING BAIK SEKALIPUN MENJADI TIDAK BERKUASA UNTUK MEMPROTES KESALAHAN ITU. Adalah keyakinan kami yang mendalam bahwa di mana tidak bisa ada persekutuan rohani yang sejati, maka janganlah ada persekutuan apapun. Persekutuan dengan kesalahan vital yang sudah jelas diketahui adalah berpartisipasi dalam dosa. Sesegara mungkin setelah saya melihat, atau mengira saya melihat, bahwa kesalahan telah dengan kuat tercacak, saya tidak lagi menimbang-nimbang, tetapi meninggalkan badan itu seketika. Sejak saat itu, nasihat saya adalah ‘keluarlah dari antara mereka.’ Saya merasa bahwa tidak ada protes yang dapat menyamai kuasa separasi yang jelas dari kesalahan yang nyata. Agar saya tidak menodai kesaksian saya, SAYA TELAH MEMUTUSKAN DIRI SAYA TERPISAH DARI MEREKA YANG MENYIMPANG DARI IMAN, BAHKAN DARI ORANG-ORANG YANG BERASOSIASI DENGAN MEREKA.” Posisi ini hari ini dicemooh sebagai “separasi tingkat kedua,” tetapi sebenarnya ini adalah ketaatan kepada Firman Allah (2 Tes. 3:6) dan ini adalah jalur hikmat, karena “pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33).

Posted in Fundamentalisme, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Apakah Allah Perjanjian Lama Kejam dan Tidak Adil?

(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Orang-orang yang tidak percaya sudah sejak lama menggunakan fakta bahwa Israel menghancurkan bangsa-bangsa penyembah berhala di Kanaan sebagai bukti bahwa Allah Perjanjian Lama tidaklah adil dan kejam (Ul. 7:2). Tetapi mereka telah menolak untuk memperhatikan beberapa fakta berikut: Pertama, Allah menanti selama 400 tahun sebelum menghakimi bangsa-bangsa yang jahat ini, yang mengingatkan kita bahwa Dia sangatlah panjang sabar terhadap manusia (Kejadian 15:13-16). Kedua, bangsa-bangsa yang dimaksudkan ini sepenuhnya mempraktekkan segala jenis penyimpangan moral, termasuk inces dan pembakaran anak-anak mereka sendiri. Tidaklah salah secara moral bagi Allah yang kudus, sang pemberi Hukum, untuk menghukum mereka yang dengan sengaja, dan dengan sikap menantang tanpa pertobatan, melanggar hukum-hukumNya. Mereka yang mau menuduh Allah melakukan ketidakadilan atau kekejaman karena Ia menghukum bangsa-bangsa yang jahat sebenarnya bertindak sangat munafik, karena mereka sendiri percaya kepada hukum dan keteraturan, dan mereka mendukung bahwa orang-orang yang melakukan kejahatan seperti pemerkosaan dan penganiayaan seksual terhadap anak dan pembunuhan, pantas untuk dihukum. Ketiga, Allah memberikan belas kasihan kepada orang-orang seperti Rahab yang percaya (Yosua 2). Seluruh Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah sangat menyukai belas kasihan lebih daripada penghukuman. Dia “sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet. 3:9). Dia ingin semua manusia diselamatkan (1 Tim. 2:4). Keempat, adalah perlu bahwa bangsa-bangsa itu dihancurkan agar Israel dapat berdiri di tanah itu sebagai terang bagi dunia. Kalau bangsa-bangsa itu dibiarkan, Israel akan menjadi korup secara moral dan rohani dalam waktu yang sangat dekat (Ul. 7:2-6). Penghancuran bangsa-bangsa itu sebenarnya adalah tindakan Allah yang penuh belas kasihan. Bangsa-bangsa kafir yang hancur mendapatkan apa yang mereka pantas dapatkan, dan dengan melaksanakan penghakimanNya yang adil atas mereka pada waktu itu, Allah memberikan berkat kepada seluruh dunia. Melalui Israel Allah memberikan kepada dunia wahyuNya yang ilahi dalam Alkitab, dan melalui Israel Dia membawa Juruselamat ke dalam dunia untuk menyediakan keselamatan. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Mereka yang menuduh Allah tidak adil dan kejam, mengabaikan fakta bahwa Allah sendiri membayar harga yang dituntut oleh HukumNya yang tegas agar manusia bisa diselamatkan. Hati Allah nyata dalam kata-kata luar biasa yang Yesus ucapkan dari kayu salib mengenai orang-orang yang secara sangat tidak adil menyiksa Dia: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk. 23:34). Allah yang dinyatakan dalam Alkitab adalah Pribadi yang paling penuh kasih di alam semesta ini. Faktanya, Dia adalah sumber segala kasih dan belas kasih, tetapi Dia juga adalah Allah yang kudus, kudus, kudus, pemberi Hukum, dan Dia tidak dapat dihakimi oleh standar manusia yang inkonsisten dan tidak berarti.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Kekotoran Televisi Meningkat

(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Industri hiburan modern, yang telah mendorong budaya pop Barat selama ini, sudah berada pada jalur menurun sejak awal mulanya. Setiap dekade telah menghantarkan kepada level baru degradasi moral. Perhatikan kutipan berikut dari artikel “Children Sink into Adult Swim,” CNSNews, 19 Agus. 2011: “Setelah malam, Cartoon Network berubah – bagaikan Jekyll menjadi Hyde – menjadi Adult Swim Channel. Tetapi ini tidak terjadi di tengah malam, tetapi kini pindah ke jam tayang prima, yaitu 9 PM untuk waktu Eastern (Amerika) dan jam 8 PM waktu Central. Bahkan sebelum itupun, Nielsen melaporkan pada tahun 2008 bahwa jaringan-jaringan TV top di Amerika untuk remaja adalah Fox, Nickelodeon, Disney – dan Adult Swim. [Satu tayangan, Robert Chicken, mempelihatkan Yesus memukuli orang dan memakai nama Allah dengan sembarangan.] Dalam sebuah survei baru terhadap 20 film animasi kabel yang paling top, Parents Television Council memberikan nilai F kepada Cartoon Networks dan blok ‘Adult Swim’-nya karena banyaknya seks, kekerasan, kata-kata kotor, dan penggunaan obat-obatan. Menonton hanya 123 program dalam jangka waktu studi empat minggu, PTC mendokumentasikan seribu empat ratus delapan puluh tujuh contoh material yang ofensif….dalam kartun. Rata-ratanya, para penonton muda terpapar kepada kotoran-kotoran ini setiap dua menit dan sembilan belas detik…..Ada 680 referensi atau penggambaran seksual….Kartun-kartun ini terisi penuh dengan 565 insiden bahasa kotor….banyak yang harus disensor, bahkan oleh standar hari ini yang sangat rendah….Ada 242 referensi kepada pemakaian obat terlarang….Jika anda meragukan bahwa ini adalah usaha untuk menyuguhkan materi dewasa kepada anak-anak, perhatikan bahwa jaringan TV sering memberi rating PG, atau dengan kata lain baik untuk anak di bawah 14 jika didampingi orang tua.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Laba-Laba Palsu

(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 31 Mei 2011: “Laba-laba pelompat mengintai mangsanya, hingga, seperti seekor harimau kecil, ia cukup dekat untuk melancarkan serangan….Ketika seekor laba-laba pelompat bertemu dengan laba-laba pelompat lain, mereka menggoyangkan kaki mereka satu sama lain, memperingatkan agar yang lainnya itu mundur. Di sinilah terletak kisah bagaimana satu jenis lalat buah dapat mengakali sang laba-laba. Tidak seperti kebanyakan lalat buah, jenis yang satu ini memiliki garis-garis di sayapnya. Ketika ia menggoyangkan sayapnya di atas kepalanya, ia terlihat seperti laba-laba peloncat yang sedang mendeklarasikan daerah kekuasaannya. Para peneliti telah menemukan mengapa trik ini dapat bekerja walaupun lalat tersebut tidak mirip seekor laba-laba. Respons sang laba-laba terhadap pola tersebut sudah terprogram mati ke otaknya dan dipicu oleh sel-sel tertentu di matanya. Sel-sel ini hanya teraktivasi oleh pola tertentu tersebut. Laba-laba lalu secara otomatis bereaksi terhadap pola. Yang lalat itu harus lakukan hanyalah memalsukan pola dan ia sudah aman! Strategi lalat buat memerlukan pengetahuan yang kompleks tentang sistem saraf sang laba-laba dan juga tingkah lakunya. Kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada lalat buah yang dapat menciptakan strategi ini dengan sendirinya. Hal ini hanya mungkin dibuat oleh Tuhan yang menciptakan keduanya.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Tuhan atas Lubang Jalan

(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini diadaptasi dari artikel Buddy Smith yang berjudul Heads Up, 12 Agustus 2011: “Kami memiliki masalah di gereja kami. Di lapangan parkir kami sering timbul lubang. Jika kami menimbun lubang-lubang itu, satu atau dua minggu kemudian akan muncul lagi. Saya juga memiliki masalah yang sama dalam hidup kekristenan saya. Dalam jalan saya ke Surga sering timbul lubang-lubang di jalan. Saya menimbun mereka dan dalam satu dua hari mereka kembali lagi….Saya kira jalan yang lurus dan sempit itu mestinya tanpa lubang, bukankah demikian? Tetapi saya terus menerus menemui lubang, bahkan yang besar-besar. Ada yang seukuran ngarai. Di mana-mana kita memandang, umat Tuhan kesakitan. Jika bukan sakit fisik, ada yang sakit secara emosional, rohani, finansial, domestik, ataupun dalam gereja. Dalam Alkitab kita membaca, “manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi” (Ayub 5:7), dan kita diberitahu bahwa, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Tim. 3:12)…..Apakah belakangan ini engkau ada membaca daftar rasul Paulus di 2 Korintus 11:23-28, yang adalah suatu daftar panjang lubang yang dia temui di jalan kehidupan? Pesan tentang kesehatan, kekayaan, dan kemakmuran yang didengungkan oleh Joel Osteen dan teman-teman pengajarnya terdengar sangat aneh bagi mereka yang memiliki mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar…..Wajah mereka yang tersenyum dan tak berkerut mengindikasikan bahwa mereka tidak kenal Tuhan sebagai Tuhan atas lubang jalan. Dialah yang menempatkan kita di Jalan Berlubang dan lalu menutupi semua lubang itu dengan diriNya sendiri. Dia memuluskan goncangan-goncangan dengan kehadiran dan penghiburanNya. Dia memberikan kasih karunia, kasih karunia yang cukup, kasih karunia yang terus menerus, untuk menghadapi semua tempat-tempat yang kasar itu. Tetapi Dia hanya melakukannya bagi mereka yang tahu tentang realita lubang-lubang di jalan tersebut. Kesesatan pengajaran tentang kemakmuran yang terus menerus membuat para pengkhotbahnya tidak dapat melihat bahwa Allah yang berkuasa atas lubang jalan menutupi lubang-lubang itu dengan diriNya sendiri. Betapa menyedihkan! Segala penekanan mereka terhadap kemakmuran materi, rumah istana, mobil mewah dan pelesir di atas kapal, telah membuat mereka kehilangan harta yang sesungguhnya yang hanya dapat ditemukan dalam “persekutuan dalam penderitaanNya” (Fil. 3:10). Bagaimanakah kita dapat menjelaskan tentang berkat dalam lubang-lubang jalan yang disertai Allah? Mereka tidak berisikan emas atau berlian. Mereka berisikan sukacita yang hanya dapat ditemukan dalam sifat Allah. Sepasang petani yang pernah tinggal bersama kami pernah bercerita tentang sebuah lubang di jalan di pertanian mereka, dan di lubang itu seekor burung bertelur. Sang istri menyaksikan anak-anak burung menetas di sana dan dia memberi mereka makan hingga semuanya meninggalkan sarang. Semua orang-orang lokal yang tinggal di sana menelpon sanak saudara agar menghindari lubang itu, dan semua orang melakukannya, dan semua yang lewat di sana lewat dengan pelan-pelan sambil menjinjitkan leher untuk melihat sarang burung di lubang tersebut. Ah ya, ini sama dengan Bapa di Surga! Kehidupan justru muncul di lubang, tempat yang tidak diduga-duga! Kisah tentang anak-anakNya dan gereja-gerejaNya dalam mikroskop. Sambil saya merenungkan hal-hal ini dan membaca Alkitab saya, saya temukan bahwa Allah atas lubang jalan juga memiliki sekop. Bukan untuk menimbuni lubang-lubang itu, tetapi untuk membuat lubang agar saya dapat belajar bahwa Dia rela menutupinya dengan diriNya sendiri. Sungguh benar bahwa kita “menderita untuk mencapai hikmat.”

Posted in General (Umum), Renungan | Leave a comment

Pentingnya Berkhotbah tentang Neraka

(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut in idari James Wigton, Lee Roberson: Always about His Father’s Business, hal. 272, 273: ‘Dalam khotbahnya, Apakah Kita Memerlukan Injil yang Baru? Dr. Roberson menyatakan bahwa dia tidak menikmati berkhotbah tentang neraka – bahwa dia lebih senang berkhotbah tentang kasih Allah dan surga. ‘Tetapi satu hari saya akan memberikan pertanggungan jawab atas diri saya sendiri dan pelayanan saya di hadapan Allah,’ dia berkata. ‘Pada hari itu saya tidak mau tangan saya berlumuran darah orang-orang lain. Jadi, saya harus dengan setia memproklamirkan kebenaran tentang murka Allah atas semua yang menolak sang Juruselamat.’ Roberson mengingat suatu hari saat dia berkhotbah dengan keras tentang neraka dalam suatu seri kebaktian kebangkitan rohani yang berlangsung satu minggu di gereja Woodlawn Baptist Church di Birmingham, Alabama. Banyak orang yang diselamatkan pada pertemuan itu. Gereja tersebut adalah gereja kedua terbesar di Birmingham pada saat itu….Roberson menceritakan kisah tersebut dalam khotbahnya, Tujuh Satu Tahun Fundamentalisme. ‘[Gembala Sidang itu] memanggil saya ke dalam kantornya satu malam menjelang akhir dari minggu tersbut,’ Roberson mengingat. ‘Dia mengatakan, saya berjanji kepada para diaken ketika saya datang ke gereja ini bahwa saya tidak berkhotbah tentang neraka. Jadi, saya tidak berkhotbah tentang neraka satu kali pun selama lima tahun ini! Sekarang saya sungguh-sungguh menyesalinya ketika saya melihat apa yang Allah telah lakukan di sini dalam waktu hanya satu minggu. Gereja saya selama ini mati karena saya menyimpan dari mereka Firman Allah!’”

Posted in General (Umum), Misi / Pekabaran Injil | Leave a comment

Allah Percaya “Separasi Tingkat Kedua”

(Berita Mingguan GITS 13 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Tidak terhitung banyaknya kali selama bertahun-tahun saya mendengar separasi “tingkat kedua” dicemooh sebagai sesuatu yang tidak alkitabiah dan ekstrim. Sebagai contoh, melakukan separasi dari Billy Graham karena dia berasosiasi dengan kaum modernis dan Roma Katolik, atau melakukan separasi dari Jerry Falwell atau Ed Stetzer, atau siapapun juga karena asosiasi seperti itu, dijuluki “separasi tingkat kedua.” Selama orang itu sendiri memegang doktrin yang benar, kita dikatakan tidak perlu menegur dia karena asosiasinya, tetapi tidak demikian kita baca dalam Kitab Suci. Seorang nabi Allah diutus untuk menegur raja Yosafat yang saleh, hanya karena asosiasinya yang salah. Yosafat mengikuti Allah yang benar dan hidup dan bahkan memiliki cukup semangat rohani untuk menghancurkan sebagian berhala-berhala, tetapi karena ia berjabat tangan dengan musuh kebenaran, Ahab, dia ditegur dengan keras dan dihukum. “Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau. Namun masih terdapat hal-hal yang baik padamu, karena engkau menghapuskan tiang-tiang berhala dari negeri ini dan mencari Allah dengan tekun.”” Jika Yehu, anak Hanani menjalankan pelayanan peneguran dia hari ini, dia akan dilabel sebagai seorang ekstrimis yang berbahaya, seorang pembuat masalah. Kubu Yosafat akan berkata, “Apakah Yehu tidak tahu bahwa Yosafat adalah seorang yang baik yang mengasihi Tuhan dan melakukan banyak pekerjaan besar? Dia pikir dia itu siapa, semacam nabi-kah? Berapa orang yang telah dimenangkan oleh Yehu ini kepada Kristus? Mungkin dia iri dengan pelayanan raja.”

Posted in New Evangelical (Injili), Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment