Tidak Cukup Menjadi Fundamentalis

(Berita Mingguan GITS 13 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)Berikut ini disadur dari buku David Cloud, New Evangelicalism: Its History, Characteristics, and Fruit, yang pertama diterbitkan tahun 1995. “Mari saya tekankan keyakinan saya bahwa injili konservatif kuno dan fundamentalisme, pada saat terbaik sekali pun, masih belum cukup. Saya seorang fundamentalis sejauh bahwa saya percaya dogmatisme alkitabiah dan militansi untuk kebenaran dan separasi dari kesalahan, teapi saya lebih dari sekedar seorang fundamentalis. Tujuan dari kehidupan dan pelayanan Kristiani saya bukanlah untuk menjadi seorang fundamentalis yang baik (atau bahkan seorang Baptis yang baik). Tujuan saya adalah setia kepada Firman Allah dalam semua seginya. Berikut adalah dua kelemahan dalam fundamentalisme sebagai suatu gerakan: Kelemahan pertama adalah sifatnya trans-denominasi yang telah menjadi ciri fundamentalisme. Saya tidak percaya bahwa kita hanya perlu berjuang untuk suatu daftar doktrin-doktrin “penting” seperti ketiadasalahan Alkitab dan keilahian Kristus. Memang Alkitab mengindikasikan bahwa ada doktrin yang lebih penting dari doktrin lainnya (mis. Mat. 23:23), tetapi semua pengajaran Alkitab itu penting dan harus dianggap serius. Timotius diinstruksikan untuk tidak membiarkan doktrin lain apapun selain yang Paulus telah ajarkan kepadanya (1 Tim. 1:3; 6:13, 20; 2 Tim. 2:2). Paulus peduli dengan “seluruh maksud Allah” (Kis. 20:27). Posisi tentang doktrin yang demikian tidak membiarkan saya untuk menutup mata terhadap perbedaan-perbedaan denominasi seperti cara baptisan, peran wanita, eskatologi, dll. Saya bisa saja menerima orang-orang Kristen yang berbeda pendapat dengan saya dalam hal-hal di atas sebagai orang-orang yang diselamatkan karena isu-isu ini bukanlah “pengajaran sesat yang membinasakan” (2 Pet. 2:1), tetapi saya tidak dapat melayani bersama dengan mereka, karena saya tidak percaya Alkitab memperbolehkan hal itu. Kesalahan kedua dalam gerakan historis fundamentalisme adalah mentalitas “gereja universal.” Ada pandangan umum untuk melihat “gereja” sebagai terdiri dari semua orang Kristen di segala denominasi. Menyebut semua denominasi dengan sebutan “gereja,” secara alami menghasilkan mentalitas ekumenisme dan membuat usaha memurnikan gereja menjadi tidak mungkin dilakukan. Harold J. Ockenga menggunakan banyaknya kelompok dalam Injili dan fundamentalisme sebagai alasan untuk mengusung mentalitas non-separasi dan memperingatkan tentang “sibbolet tentang memiliki gereja yang murni” (Ockenga, “From Fundamentalism, Through New Evangelicalism, to Evangelicalism,” Evangelical Roots, diedit oleh Kenneth Kantzer, hal. 42). Ini adalah pemikiran yang berbahaya dan tidak alkitabiah. Firman Allah memang menyerukan gereja yang murni, tetapi bukanlah suatu gereja universal yang harus kita murnikan; melainkan jemaat lokal Perjanjian Baru (1 Kor. 5:6-8). Memurnikan gereja universal adalah sesuatu yang tidak pernah disebut oleh Perjanjian Baru, karena memang Perjanjian Baru tidak mengandung suatu jemaat yang universal. Allah telah memberikan umatNya instruksi yang jelas tentang disiplin terhadap dosa dan kesesatan, dan semua itu dalam konteks jemaat lokal (mis. 1 Korintus 5; Titus 3). Mempraktekkan disiplin jemaat hanyalah bisa dalam konteks jemaat lokal.”

Posted in Fundamentalisme | Leave a comment

Heaven Is For Real: Sebuah Buku Yang Berbahaya Bagi Zaman Yang Sesat

(Berita Mingguan GITS 06 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Heaven Is For Real (Surga Itu Nyata), sebuah buku tentang seorang anak lelaki berusia empat tahun yang katanya mengunjungi Surga, telah terjual 1,5 juta eksemplar dan saat ini sedang menduduki peringkat #6 di daftar bestseller Amazon. Buku ini juga telah memecahkan rekor penjualan penerbit Thomas Nelson dan sangat populer bahkan di kalangan Baptis Independen. Seorang gembala sidang memberitahu saya bahwa buku ini “sedang beredar di banyak kelompok Baptis Independen; banyak yang merekomendasikannya.” Buku ini ditenggarai sebagai kisah nyata dari Colton Burpo, putra dari seorang gembala sidang Metodis yang katanya mengunjungi Surga saat menjalani sebuah operasi darurat. Di sana dia bertemu dengan seorang saudari perempuannya yang telah meninggal dan kakek buyutnya, melihat Yesus dan Allah Bapa dan Roh Kudus dan Setan, dan mempelajari berbagai hal yang tidak dinyatakan dalam Kitab Suci. Kita tidak meragukan bahwa anak kecil itu benar-benar merasa yakin bahwa dia mengunjungi Surga, tetapi kita tidak percaya sedikitpun bahwa itu benar-benar terjadi. Pertama, buku ini bertentangan dengan kesaksian Rasul Paulus, yang mengatakan bahwa dia adalah yang terakhir untuk melihat Kristus yang telah bangkit (1 Korintus 15:8). Pengalaman Paulus ini digambarkan di Kisah Para Rasul dan tidak ada insiden lain lagi Kristus menampakkan diri kepada orang lain [Editor: Rasul Yohanes melihat Yesus dalam kitab Wahyu, tetapi rasul Yohanes sudah pernah menyaksikan kebangkitan Yesus sebelum Paulus, jadi Paulus tetap adalah orang yang terakhir menjadi saksi kebangkitan Yesus]. Paulus memberikan kesaksian ini dalam konteks sedang memberikan bukti saksi-saksi mata akan kebangkitan Kristus. Semua bukti yang kita perlukan sudah terdapat dalam kesaksian Kitab Suci dan saksi-saksi mata ini. Lebih lanjut lagi, Paulus mengatakan bahwa ketika dia mengunjungi Surga, dia mendengar hal-hal yang dia tidak boleh ceritakan (2 Kor. 12:4). Jadi jelas bahwa seseorang tidak dapat mengunjungi Surga lalu menggambarkan semua yang dia lihat dan dia dengar di sana. Kedua, buku Heaven Is For Real bertentangan dengan penekanan Allah terhadap prioritas dan kecukupan iman dan Kitab Suci. Buku ini mengandung kesaksian-kesaksian tentang bagaimana orang telah menjadi percaya kepada Allah dan Surga karena kunjungan Colton ini, tetapi Alkitab mengatakan bahwa tanpa iman, tidak mungkin berkenan kepada Allah (Ibr. 11:6), dan iman timbul dari pendengaran akan Firman Allah, bukan oleh tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban (Roma 10:17). Ketika memberitahukan tentang orang kaya dan Lazarus, Yesus mengajarkan bahwa jika seseorang tidak mendengarkan Kitab Suci, ia “tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Luk. 16:31). Semua tanda dan pewahyuan yang kita perlukan sudah terdapat dalam kanon Kitab Suci yang telah komplit (Yoh. 20:30-31). Alkitab cukup untuk membuat manusia Allah “diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:16-17). Allah telah memberitahu kita segala sesuatu yang Ia ingin kita tahu tentang Surga pada saat ini. Ketiga, buku Heaven Is For Real bertentangan dengan pengajaran langsung Alkitab. Sebagai contoh, Colton mengatakan bahwa kuda Yesus berwarna pelangi (hal. 63), sementara Alkitab mengatakan bahwa warnanya adalah putih (Wah. 19:11). Colton mengatakan bahwa Roh Kudus menembakkan kuasa dari Surga (hal. 125), sementara Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus turun dari Surga pada hari Pentakosta [Editor: dan bahkan sebelum itu (Yoh. 20:22)] dan Dia adalah kuasa tersebut (Kis. 1:8). Colton mengatakan bahwa semua orang memiliki sayap di Surga kecuali Yesus (hal. 72), bahwa malaikat Gabriel duduk di sebelah kiri takhta Allah (hal. 101), bahwa Roh Kudus berwarna biru dan duduk di sebuah kursi dekat takhta Allah (hal. 102), dan “untuk teman-teman Katolik kita,” buku tersebut dengan senang mengatakan bahwa Maria berdiri di Surga di samping Yesus (hal. 152). Mungkin sebagian orang akan bertanya, bagaimanakah Colton dapat tahu berbagai rahasia tentang saudari perempuannya yang telah meninggal sejak dalam kandungan dan juga berbagai fakta tentang kakek buyutnya yang tidak pernah diberitahukan kepadanya. Jawabannya adalah setan-setan. Paulus memperingatkan bahwa Iblis mengubah dirinya menjadi malaikat terang dan para pelayannya menyamar sebagai pelayan kebenaran (2 Kor. 11:14-15). Buku Heaven Is For Real juga mempromosikan penglihatan-penglihatan anak jagoan, Akiane Kramarik, yang mulai “melihat Surga” sejak umur empat (hal. 141-144). Colton mengklaim bahwa “Yesus” yang dia lihat di Surga sama dengan “Yesus” yang Akiane gambarkan dari penglihatan-penglihatannya pada waktu usia sembilan tahun. Tetapi iman Akiane adalah tipe New Age yang percaya “Allah” yang samar-samar tidak jelas. Ini adalah mistikisme agama, bukan iman pada Wahyu yang tidak dapat salah dari Allah dan darah pengorbanan Kristus. Bahkan jika kita tahu bagaimana rupa Yesus, kita dilarang oleh hukum Allah untuk membuat patung atau gambar itu (Kel. 20:4).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Kesesatan Umum dan New Age | 41 Comments

Daftar “Hal-Hal Yang Allah Ajarkan Padaku” Milik Tozer

Berikut ini dari almarhum A.W. Tozer, yaitu daftar hal-hal penting yang Allah telah ajarkan padanya. Kebenaran-kebenaran ini perlu diproklamirkan di gereja-gereja yang percaya Alkitab terlebih-lebih pada zaman ini. “(1) Keseluruhan hidup orang yang beriman haruslah penuh pertobatan. (2) Pertobatan itu kosong jika tidak menghasilkan pematian terhadap daging (pertobatan yang harus terlihat dari luar). (3) Untuk diampuni, dosa harus ditinggalkan. (4) Tidak ada mengakui Juruselamat tanpa mengakui Dia Tuhan. (5) Metode Roh dan metode manusia bertolak belakang. Gereja-gereja sering memakai metode manusia. (6) Kristus telah menyelamatkan kita untuk menjadikan kita penyembah, bukan pengerja. Sembahlah dulu, lalu bekerja. (7) Orang-orang Kristen banyak menyalahi Kitab Suci dalam hubungan dengan sesama mereka, dunia, dan daging, tanpa malu-malu atau pertobatan. Kita telah menjadi cuek terhadap perintah Kristus dan kebenaran-kebenaran Firman Allah yang sederhana! (8) Kelemahlembutan, kesopanan, dan kerendahan hati membuat seseorang disayang Allah. (9) Kita tidak dapat menyembuhkan sakit rohani dengan banyaknya aktivitas. Ketika kekristenan yang sakit pergi menginjil, justru mereka memperluas daerah infeksi.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Lakukan Yang Benar Walaupun Langit Runtuh

Berikut ini adalah pernyataan oleh Charles Haddon Spurgeon dari The Forgotten Spurgeon oleh Iain Murray: “Ah, saudara-saudaraku! Ada banyak yang tertipu oleh jalan pikir ini. Mereka menetap di tempat yang tidak diperbolehkan oleh hati nurani mereka, karena, kata mereka, mereka akan lebih berguna di sana daripada jika mereka pergi ‘ke luar perkemahan.’ Ini sama saja melakukan yang jahat agar yang baik timbul daripadanya, dan ini tidak dapat ditoleransi oleh hati nurani yang telah diterangi. Jika sebuah tindakan dosa akan meningkatkan kegunaan saya sepuluh kali lipat, saya tetap tidak punya hak untuk melakukannya; dan jika sebuah tindakan benar sepertinya akan menghancurkan semua efektivitas saya, saya toh harus melakukannya. Adalah tugas kamu dan saya untuk melakukan yang benar walaupun langit runtuh, dan mengikuti perintah Kristus apapun konsekuensinya. ‘Itu makanan keras,’ katamu? Jadilah orang-orang dewasa kalau begitu, dan kunyahlah makanan ini….Karena benar itu adalah benar, karena Allah adalah Allah / dan yang benar pasti akan menang / meragukan ini berarti tidak setia / tersandung adalah dosa.”

Posted in General (Umum), Renungan | Leave a comment

Evolusi Adalah Iman Yang Luar Biasa

Duane Gish, Ph.D dalam bidang biokimia dari Universitas California, Berkeley, mengatakan, “Evolusionis terpaksa mempercayai bahwa apapun yang diperlukan, tidak peduli betapa kompleks dan tidak lazim, kesalahan genetik yang acak dapat menghasilkan struktur-strukturnya dengan koordinasi yang sempurna…..Diperlukan iman yang luar biasa akan mujizat, sesuatu yang justru tidak diperbolehkan oleh filosofi materialistik, untuk percaya bahwa mamalia yang berbulu dan berkaki empat tertentu, lalu merangkak masuk ke air dan secara perlahan, melalui jutaan tahun, akhirnya menjadi ikan paus, lumba-lumba, dugong, anjing laut, walrus, dan mamalia laut lainnya melalui ribuan dan ribuan kesalahan genetika acak. Metode asal-asalan ini katanya dapat menghasilkan banyak organ-organ dan struktur-struktur kompleks yang sangat terspesialisasi, yang tanpa mereka ikan paus tidak dapat hidup, struktur-struktur kompleks yang dalam tahap setengah jadi akan sama sekali tidak berguna dan bahkan membahayakan. Teori evolusi sungguh adalah iman yang sangat luar biasa” (Gish, The Fossils Still Say No, hal. 206-208).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pembunuh Masal Norwegia Sebenarnya Adalah Seorang Darwinis Kafir

(Berita Mingguan GITS 30 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org) Berikut ini disadur dari “Terrorist Proclaimed Himself Darwinian,” WorldNetDaily, 24 Juli 2011: “Penelusuran atas manifesto Anders Behring Breivik yang setebal 1500 halaman memperlihatkan bahwa gambaran cepat yang diberikan oleh media massa bahwa si teroris Norwegia itu adalah seorang ‘Kristen’ sama tidak benarnya dengan mengatakan bahwa si pengebom Oklahoma City, Timothy McVeigh adalah seorang Kristen. Breivik ditangkap pada akhir pekan lalu, dituntut atas dua serangan brutal di Oslo, Norwegia, dan sekitarnya, termasuk sebuah pengeboman di ibukota negara tersebut yang membunuh 7 orang dan penembakan di sebuah retreat politik untuk anak-anak muda di pulau Utoya yang membunuh 80 korban.Merangkai kembali berbagai posting Breivik di internet, banyak laporan media yang menggambarkan sang teroris – yang mengatakan bahwa dia sangat tidak senang dengan kebijaksanaan multikultural yang berasal dari partai Buruh Norwegia – sebagai seorang ‘Kristen fundamentalis, sayap kanan.’ Sebenarnya, walaupun McVeigh menolak Allah sama sekali, Breivik menulis dalam manifestonya bahwa dia tidak religius, mempertanyakan keberadaan Allah, tidak berdoa, namun memang menekankan superioritas ‘budaya Kristen’ Eropa sekaligus juga budaya Nordic-nya yang penuh berhala. Breivik justru mengagungkan Charles Darwin, yang memiliki teori-teori evolusi yang sangat kontras dengan pernyataan-pernyataan Alkitab: ‘Mengenai Gereja dan ilmu pengetahuan, sangatlah penting bahwa ilmu pengetahuan harus mengambil tempat yang terhormat di atas pengajaran Alkitab. Eropa sejak dulu selalu adalah asal muasal ilmu pengetahuan, dan haruslah terus demikian. Mengenai hubungan pribadi saya dengan Allah, saya rasa saya bukanlah orang yang terlalu religius. Saya pertama-tama dan terutama adalah seorang yang logis. Namun demikian, saya adalah pendukung suatu Eropa yang monokultural Kristen.’ …Berulang-ulang kali Breivik dengan jelas menyatakan kepada para pembacanya bahwa dia tidak termotivasi oleh iman Kristiani. ‘Saya tidak akan berpura-pura bahwa saya orang yang sangat religius, karena itu adalah kebohongan,’ dia mengatakan. ‘Saya selalu sangatlah pragmatis dan dipengaruhi oleh lingkungan dan sekitar saya yang sekuler…’”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Fakta-Fakta tentang Pembunuh Masal Norwegia

(Berita Mingguan GITS 30 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org) Anders Behring Breivik mengklaim diri anggota Freemason dan menyebut agama sebagai “tongkat bantuan bagi orang-orang lemah.” Dia menyerukan agar paus dan para kardinalnya melawan dekonstruksi kekristenan Eropa dan islamisasi Eropa dan agar anggota-anggota gereja Protestan “bergabung kembali dengan Katolik,” menyerukan suatu “Gereja bersatu” dipimpin oleh paus (“Terrorist Proclaimed Himself Darwinian,” WorldNetDaily, 24 Juli). Dia bangga dengan garis keturunan Viking-nya. Dia meletakkan imannya pada ilmu pengetahuan. Dia mendukung “meluasnya pikiran kolektif yang rasional.” Dia telah putus hubungan dengan ayahnya sejak usia 15 tahun, memiliki masa kecil dalam keluarga yang “super-liberal dan matriarkis,” dan menyebut ayah tirinya seorang binatang seksual yang primitif (“The Norway Shooting,” Christian Post, 25 Juli). Dia menyukai musik trance, film-film yang mengerikan, drama vampire, video game, komputer game World of Warcraft, dan pertunjukan televisi favoritnya adalah Dexter, yang memiliki seorang pembunuh serial sebagai tokoh utama (“Who Is Anders Behring Breivik,” NY Daily News, 23 Juli). Dia bermaksud untuk mempersiapkan dirinya melakukan pembantaiannya yang pengecut itu dengan cara menyewa pelacur dan minum anggur yang mahal (“Norway Killer Wanted Wine,” Canada.com, 25 Juli). Dia mendengarkan lagu Lord of the Rings di iPod-nya agar tidak mendengar jeritan pada korbannya (“Breivik Listened,” Daily Mail, 26 Juli 2011). Norwegia memiliki undang-undang tentang senjata yang paling ketat di dunia (“Norway’s Gun Laws,” The Guardian, 24 Juli). Tidak ada satu orang pun di pulau Utoya yang bersenjata selain pembunuh tersebut, dan polisi memerlukan 90 menit untuk tiba di lokasi (“Loosening Norway’s Strict Gun Laws,” FoxNews, 26 Juli). Hukuman maksimal yang dapat diterima oleh Breivik di pengadilan Norwegia adalah 21 tahun (“Norway Shooting,” Christian Post, 24 Juli).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Ikan yang Menjadi Mata

(Berita Mingguan GITS 30 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)Berikut ini disadur dari Creation Moments, 23 dan 24 Juni 2011: “Ada sejenis udang (snapping shrimp) yang memiliki penglihatan yang sangat buruk sedangkan ikan goby memiliki penglihatan yang sangat baik. Keduanya berbagi liang yang sama, yang digali oleh si udang dan dijaga oleh si goby. Udang tersebut mempergunakan sang goby seperti seorang buta memakai anjing penolong. Ketika udang berada di luar liangnya, ia selalu memastikan satu antenanya berada pada si goby. Udang akan bersembunyi di dalam liang jika goby pergi ke tempat lain untuk sementara. Ketika ada bahaya mendekat, goby memberi sinyal dan lari ke liang. Udang itu akan ada persis di belakangnya. Baik goby maupun udang tidak bisa hidup tanpa yang lainnya, jadi pasangan ini terbentuk untuk seumur hidup mulai dari mereka kecil. Agar sistem ini bisa bekerja, baik sistem reproduksi goby maupun udang, yang sebenarnya sangat berbeda, haruslah disinkronisasi agar anak-anak udang dan goby siap untuk berpasangan pada saat yang sama. Goby bergantung pada sistem terowongan yang kompleks yang digali oleh udang. Sang udang telah didesain dengan baik untuk menggali. Sekali sebuah terowongan dimulai, udang dapat menggali liang yang cukup besar bagi dirinya sendiri sekaligus goby dalam waktu beberapa jam. Setiap pasang dari lima pasang kakinya sudah terspesialisasi. Pasang pertama berupa capit didesain untuk membawa sedimen keluar dari liang itu. Pasangan kaki kedua didesain untuk mencari dan membersihkan objek-objek sekaligus menggaruk sedimen dari dinding liang. Pasangan ketiga, keempat, dan kelima adalah kaki untuk berjalan yang juga berfungsi baik untuk menggaruk materi dari dinding terowongan. Alat-alat lain dapat menimbulkan aliran air yang menggeser pasir dari tempat penggalian. Udang tersebut (snapping shrimp), yang kurang dari dua inci panjang, dapat menggali sebuah sistem terowongan yang beberapa meter persegi dalam beberapa hari. Liang tersebut akan memiliki beberapa tempat masuk. Semuanya menuju sebuah ruangan yang terdalam dari sistem tersebut. Sang Pencipta telah memberikan baik goby maupun udang karunia yang berbeda yang mereka berdua perlukan untuk bertahan hidup. Jika mereka tidak membagikan karunia mereka satu sama lain, tidak ada dari antara mereka yang bisa hidup. Karunia apakah yang telah sang Pencipta berikan padamu untuk kau bagikan?(“Seeing Eye Fish” and “Digging Is A Snap,” Creation Moments, 23 dan 24 Juni 2011; dari Y. Yanagisawa, “Strange Seabed Fellows,” Natural History, August 1990, hal. 46).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Iran Memberitahu Gembala Sidang Kristen: Sangkali Iman atau Hadapi Hukuman Mati

(Berita Mingguan GITS 23 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari Baptist Press, 15 Juli 2011: “Gembala sidang di Iran, Yousef Nadarkhani menghadapi hukuman mati kecuali ia menyangkali imannya kepada Kristus, demikian dikonfirmasi oleh sebuah vonis tertulis dari Mahkamah Agung negara tersebut. Baptist Press melaporkan tanggal 8 Juli bahwa orang-orang Kristen di Iran tidak setuju dengan pelaporan berita bahwa hukuman mati terhadap Nadarkhani telah dibatalkan. Organisasi hak asasi manusia Christian Solidarity Worldwide melaporkan tanggal 14 Juli bahwa vonis tertulis dari pengadilan telah dikeluarkan, mengkonfirmasi bahwa Nadarkhani menghadapi hukuman mati kecuali jika ia menyangkali imannya. Vonis yang asli atas tuduhan murtad didasarkan pada “fatwa-fatwa” oleh pemimpin-pemimpin agama Iran yang paling berkuasa – Ayatollah Khomeini, Khamenei dan Makarem Shirazi – berarti Mahkamah Agung bisa jadi enggan untuk membatalkan vonis tersebut karena takut menimbulkan kontroversi, demikian kata Andrew Johnston, direktur pengacara CSW dalam penyataan pers-nya….Nadarkhani ditangkap pada bulan Oktober 2009 ketika mencoba untuk mendaftarkan gerejanya. Penangkapannya dipercayai adalah karena ia mempertanyakan monopoli Muslim atas pendidikan agama anak-anak di Iran, menurut laporan berita. Dia mula-mulanya dituduh melakukan protes; tetapi, tuduhan terhadap dirinya belakangan diubah menjadi kemurtadan dan menginjili Muslim.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Keheningan vs. KEHENINGAN

(Berita Mingguan GITS 23 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Ada perbedaan yang besar sekali antara perenungan yang alkitabiah dengan doa kontemplatif Roma Katolik yang sedang melanda dunia injili seperti api. Ada perbedaan antara dua jenis keheningan ini (silence vs. THE silence). Keheningan perenungan alkitabiah secara sederhana adalah suatu tempat yang sunyi di mana jiwa dapat secara efektif mencari Tuhan. Dalam Alkitab hal ini disebut mencari Tuhan (Maz. 105:3; Yes. 55:6), menantikan Tuhan (Maz. 69:7), merenungkan Tuhan (Maz. 104:34), merenungkan Firman Tuhan (Maz. 1:2). Di zaman ini, saat kebanyakan dari kita memakai komputer dan telpon genggam canggih dan jam-jam kita diisi sampai penuh oleh kesibukan, sangatlah penting untuk memiliki waktu-waktu harian yang hening untuk renungan rohani. Di sisi lain, “keheningan” (THE silence) doa-doa kontemplatif merujuk kepada mengejar Allah yang di luar Alkitab, di luar dari pemikiran. Hal ini merujuk kepada menyingkirkan segala pikiran melalui mekanisme-mekanisme seperti mantra. Hal ini telah dipopulerkan oleh guru-guru kontemplatif seperti Richard Foster dan Dallas Willard dan dipromosikan oleh banyak pemimpin injili hari ini, termasuk Rick Warren, Bill Hybels, Chuck Swindoll, David Jeremiah, Beth Moore, Mark Driscoll, Max Lucado, Philip Yancy, Ed Young, Gary Thomas, Lee Strobel, dan Charles Stanley. Salah satu manual doa kontemplatif yang populer adalah The Cloud of Unknowing. Buku ini, yang keluar dari kegelapan sistem biara Roma Katolik, mengajarkan pemakaian sebuah mantra untuk mengusir pikiran-pikiran sadar dengan tujuan memasuki suatu pengalaman persekutuan dengan Allah dalam “kehampaan.” “Fokuskan perhatianmu pada kata-kata sederhana seperti dosa atau Allah ….dan TANPA INTERVENSI PIKIRAN YANG ANALITIS biarkan dirimu merasakan secara langsung realita yang disimbolkan kata itu” (pasal 36, hal. 94). Ini bukanlah perenungan alkitabiah; ini adalah resep yang berbahaya untuk mengundang kesesatan satanik. Kita harus mencari Allah melalui iman, dan iman timbul dari pendengaran Firman Allah (Ibr. 11:6; Rom. 10:7). Jika kita mencoba untuk mengetahui dan “merasakan” Allah di luar dari halaman-halaman Kitab Suci, di luar dari pengajaran Alkitab, kita berjalan dalam ketidaktaatan dan ketidakpercayaan dan membuat diri kita gampang sekali ditipu rohani oleh pihak-pihak yang menyamar sebagai malaikat terang (2 Kor. 11:14). Praktek-praktek kontemplatif seperti Doa Yesus, visualisasi doa, doa nafas, dan centering prayer, sangatlah berbahaya. Banyak orang yang mempraktekkan hal-hal ini ujung-ujungnya mempercayai konsep Allah yang kafir seperti pantheisme (Allah adalah segala sesuatu) dan panentheisme (Allah ada dalam segala sesuatu). Melalui praktek-praktek ini orang biasanya menjadi semakin ekumenis dalam pola pikirnya. Seseorang tidak perlu memilih antara dua hal – mengenal Allah atau mengenal Allah secara pribadi. ALLAH DIKENAL DALAM KRISTUS MELALUI FIRMANNYA. Pembelajaran Alkitab bukanlah tujuan akhir dan seharusnya bukanlah suatu pekerjaan intelektual yang kering; melainkan adalah cara kita bisa mengenal Allah. “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (Maz. 1:2). “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia” (2 Pet. 1:4)

Posted in Emerging Church, Kesesatan Umum dan New Age | 2 Comments