Penutupan Online terhadap Kristen di China

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dikutip dari Morning Star News, 14 Februari 2022 : “Gereja-gereja rumah yang tidak terdaftar yang mengandalkan pertemuan dan pengajaran online untuk bisa bertahan selama pandemi COVID-19 dan penganiayaan, kini menemukan bahwa opsi itu akan dihapus di bawah aturan-aturan yang begitu mencekam yang mulai berlaku pada 1 Maret, kata sumber-sumber. Gereja-gereja, seminari-seminari dan berbagai pelayanan lainnya telah terguncang oleh pengumuman pemerintah pada 20 Desember lalu bahwa semua informasi keagamaan di internet akan dilarang kecuali jika organisasi itu memperoleh izin pemerintah – sebuah pilihan yang tidak terbuka untuk gereja rumah yang tidak terdaftar. Hanya lima organisasi keagamaan yang disetujui pemerintah yang dapat mengajukan izin tersebut: Gerakan Tiga Patriotik Mandiri (TSPM, atau Three-Self-Patriotic Movement, mewakili gereja-gereja Protestan yang diakui secara resmi), Asosiasi Katolik Patriotik Tiongkok dan organisasi-organisasi yang diakui secara resmi dari Buddhisme, Islam dan Taoisme. … Mulai 1 Maret, semua informasi yang berkaitan dengan agama di semua platform media sosial dan media independen harus memiliki izin dari pemerintah, kata China Aid. Jika ada konten keagamaan di internet – semua kata, gambar, dan video – yang tidak disetujui oleh pihak berwenang, penyedia layanan internet bersama dengan departemen agama dan departemen keamanan publik harus menghentikan layanan internet mereka, menurut kelompok tersebut. “Jika seseorang atau organisasi memposting acara keagamaan tanpa izin atau izin resmi, mereka akan dikategorikan sebagai orang tanpa nilai kredit sosial,” catat China Aid. Huang menulis bahwa aturan tersebut dikeluarkan oleh departemen Dewan Negara dan bertentangan dengan undang-undang badan yang lebih tinggi seperti Kongres Rakyat Nasional. … Langkah-langkah tersebut memerlukan ‘Lisensi Layanan Informasi Keagamaan Internet,’ yang hanya dapat diperoleh oleh organisasi-organisasi yang tergabung dalam lima agama resmi, menurut Bitter Winter. Organisasi-organisasi yang diakui secara resmi tunduk pada pengawasan dan pembatasan, demikian dia nyatakan.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Belajar dari Capung

Sumber: CreationMoments.com, 19 Januari 2022:

Naturalisme yang berbasiskan evolusi melukis gambaran kehidupan yang seolah-olah merupakan rangkaian kecelakaan serampangan yang nyaris tidak menghasilkan berbagai makhluk hidup yang akhirnya berhasil bertahan hidup. Lukisan fantastis ini menghancurkan rasa heran kita atas desain yang sangat canggih di alam. Perhatikan misteri penerbangan, misalnya. Beberapa evolusionis berpendapat bahwa mungkin burung adalah keturunan dari kadal yang sering jatuh dari pohon. Evolusionis lain mengatakan bahwa burung berasal dari kadal yang menumbuhkan sayap—bukan untuk terbang, tetapi untuk mengejar dan menangkap serangga. Namun, mereka tidak banyak bicara tentang fakta bahwa kita manusia telah memperoleh sebagian besar pengetahuan canggih kita tentang penerbangan dari mempelajari burung. Lalu ada masalah, bagi para evolusionis, tentang bagaimana penerbangan yang terjadi secara secara tidak sengaja ini bisa muncul berevolusi berulang-ulang kali untuk begitu banyak makhluk. Para ilmuwan yang mempelajari capung mempelajari lebih banyak lagi rahasia terbang. Pesawat berperforma tinggi terbaik kita hampir tidak dapat mengangkat dirinya sendiri dari tanah. Namun, capung dapat mengangkat 15 kali beratnya sendiri ke udara. Para ilmuwan telah mengetahui bahwa ini karena sayap capung dirancang untuk menciptakan angin puyuh kecil di atas permukaan atasnya. Angin puyuh ini adalah rahasia untuk menciptakan daya angkat yang luar biasa. Berbagai metode sekarang sedang direncanakan untuk menerapkan rahasia ini ke desain pesawat baru. Keunggulan desain yang ditemukan di alam dan dari mana kita telah belajar begitu banyak bahkan di zaman penyelidikan antarplanet ini, bukanlah saksi bagi proses evolusi yang tidak berakal, tetapi bagi Pencipta yang bijaksana dan penuh perhatian. Pengarang: Paul A. Bartz. REF.: ‘Model capung untuk sayap masa depan,’ Science Digest, Maret 1984, hlm. 87.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Metode Penafsiran Normal-Literal vs Alegorikalisme

Oleh: Dr. David Cloud

Berikut ini adalah saduran dari bahan pelajaran Memahami Nubuatan Alkitab, yang tersedia dari Way of Life Literature.

Metode penafsiran Alkitab “normal-literal” mengacu pada cara bahasa manusia biasanya ditafsirkan.

Ini disebut “aturan emas” dari penafsiran Alkitab: “Ketika pengertian yang apa adanya dari Kitab Suci masuk akal, jangan mencari arti lain, tetapi pahamilah setiap kata pada makna literal utamanya kecuali fakta-fakta dari konteks langsung secara jelas menunjukkan sebaliknya” (David Cooper).

“Tuhan mengatakan apa yang Dia maksudkan dan memaksudkan apa yang Dia katakan. Kita harus membaca Alkitab sama seperti membaca tulisan lainnya, tidak mencoba memaksakan arti alegoris, mistik, atau kiasan ke dalam pernyataannya yang sederhana” (Bible Explorers Guide, John Phillips).

Dr. Charles Feinberg berkata, “Kecuali kalau ada alasan-alasan intrinsik dalam teks itu sendiri yang memerlukan interpretasi simbolis atau kecuali ada bagian Kitab Suci lain yang menafsirkan nubuat paralel dalam arti simbolis, kita diharuskan menggunakan interpretasi literal yang alami” (Premilenialism or Amilenialism?, hlm. 212).

Kita menggunakan kiasan, seperti metafora, dalam pidato normal, tetapi kita memahami bahwa ini adalah kiasan berdasarkan konteksnya dan kita tahu bagaimana menafsirkannya. Jika saya berkata, “Saya akan lari pagi”, kita tahu bahwa ini berarti saya benar-benar akan berlari. Tetapi jika saya berkata, “Para pengungsi lari dari Ukraina,” kita tahu ini adalah kiasan, dan itu berarti mereka pergi dari Ukraina, baik dengan berjalan kaki, mengemudi, pesawat, kapal, dll.

Hal ini benar juga untuk nubuatan Alkitab. Nubuat ada berisi kiasan, tetapi Alkitab membuat jelas kiasan-kiasan tersebut dan mengajarkan kita bagaimana menafsirkannya baik menurut konteksnya sendiri atau dengan membandingkan Kitab Suci dengan Kitab Suci.

Kontraskan dengan metode interpretasi alegoris

Metode alegoris menafsirkan bagian-bagian nubuatan Kitab Suci secara simbolis daripada secara literal. Dengan metode ini, nubuatan Perjanjian Lama tentang kerajaan Israel yang agung di bumi ini ditafsirkan sebagai gambaran zaman gereja. Jadi “Sion” adalah gereja dan “seribu tahun” dalam Wahyu 20 adalah zaman gereja dan padang belantara yang berbunga mawar (Yes. 35:1-2) adalah kesuburan rohani di zaman gereja.

Perhatikan tiga contoh:

Alkitab Jenewa memberi catatan pada Wahyu 9:11 yang mengidentifikasi “malaikat jurang maut” sebagai ”Antikristus Paus, raja orang munafik dan utusan Setan”. Namun, tidak ada alasan untuk melihat malaikat ini sebagai apa pun selain malaikat yang jatuh secara harfiah di dalam lubang tanpa dasar yang sebenarnya.

Adam Clarke tentang Wahyu 20:2: “Dalam hal apa ikatan Setan ini, siapa yang tahu? … tidak mungkin angka itu, seribu tahun, dianggap secara harfiah di sini.”

Jamieson, Fausset, Brown tentang Wahyu 20:2: “Seribu melambangkan bahwa dunia sudah dikhamirkan ragi secara sempurna dan diliputi oleh yang ilahi; karena seribu adalah sepuluh pangkat tiga, dan tiga adalah angka Tuhan. ”

Sejarah alegorisisme

Orang-orang Kristen mula-mula menafsirkan nubuatan secara literal (Kis. 3:19-21; Rom. 11:25-27). Hal ini diakui oleh sebagian besar sejarawan gereja.

Continue reading

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Alkitab, Hermeneutika / Penafsiran | Leave a comment

Dirancang untuk Terbang

Berikut ini dari CreationMoments.com, 28 Februari 2022: “Banyak buku teks memberi tahu orang-orang muda hari ini bahwa burung adalah reptil yang dimodifikasi. Berandai-andailah, kata mereka, bahwa jutaan tahun yang lalu sisik pada beberapa reptil mulai berjumbai di sepanjang tepinya. Setelah suatu masa, kata mereka, sisik yang berjumbai  itu berubah menjadi bulu dan burung pun lahir. Keanggunan dan keindahan bulu  burung membuat cerita ini sulit dipercaya. Bisakah menempelkan bulu pada kadal menghasilkan burung merak? Bulu burung hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan sistem terbang burung. Bahkan dengan perencanaan dan perancangan ulang yang sangat hati-hati, reptil tidak memiliki apa yang diperlukan. Seekor burung membutuhkan otot dada yang besar untuk terbang. Pada beberapa burung, 30% dari berat badan burung adalah otot dada. Sebagai perbandingan, pada manusia otot dada hanya sekitar 1% dari berat badan. Seekor burung juga membutuhkan metabolisme dan tekanan darah yang sangat tinggi untuk memberikan energi yang dibutuhkan otot-otot tersebut untuk terbang. Burung memiliki metabolisme yang lebih tinggi daripada makhluk lainnya; mereka juga memiliki tekanan darah tinggi yang diperlukan. Akhirnya, seperti yang diketahui luas, burung membutuhkan kerangka yang ringan. Burung Man-o’-war memiliki lebar sayap tujuh kaki. Tetapi seluruh kerangkanya hanya memiliki berat beberapa ons— lebih ringan dari bulu-bulunya! Bahkan jika seekor reptil dibangun ulang dengan cara yang paling cerdas sekalipun, hal itu tidak dapat menghasilkan seekor burung. Faktanya, hanya sedikit kesamaan burung dengan reptil. Seluruh keberadaan burung, dari tubuh hingga otak, telah dirancang khusus untuk terbang oleh Pencipta yang mengetahui dengan jelas segala sesuatu yang perlu diketahui tentang terbang. Pengarang: Paul A. Bartz.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gereja Menyelenggarakan “Scream Night” untuk Mengekspresikan Frustrasi terhadap Pandemi COVID-19

Sumber: www.wayoflife.org

Duke Memorial United Methodist Church di Durham, North Carolina, baru-baru ini menyelenggarakan suatu “malam berteriak” (scream night) untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka terhadap kehidupan pada umumnya dan Covid-19 pada khususnya. “Rev.” Laura Crosskey, penyelenggara acara dan psikolog berlisensi, mengatakan, “Kami ingin memberikan ruang kepada orang-orang untuk mengeluarkan [unek-unek]nya supaya mereka mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan mereka atau dalam upaya mereka untuk sembuh” (“North Carolina church hosts ‘scream night,’” Christian Post, 8 Februari 2022). Gembala Crosskey memimpin jemaat dalam lima sesi teriakan: teriakan biasa; jeritan dikombinasikan dengan kutukan; teriakan keras dan tajam (misalnya, “Pasanganku membuatku gila” atau “Aku benci Covid”); dan lomba berteriak. Akhirnya, Pendeta Crosskey “mengundang orang-orang untuk diam, memperhatikan … bagaimana jeritan itu bergema di tubuh kami.” Inilah yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Kristen ketika mereka tidak dilahirkan kembali dan kekurangan sumber daya rohani supranatural yang luar biasa dari Firman Tuhan dan Roh Allah. Setelah memalingkan telinga dari kebenaran Firman Tuhan, mereka mengumpulkan guru-guru yang menyenangkan telinga mereka yang gatal dengan dongeng-dongeng seperti terapi jeritan. “Sebab akan tiba waktunya orang-orang tidak akan menerima ajaran yang sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut hawa nafsu mereka sendiri untuk memuaskan telinga mereka; dan mereka akan memalingkan telinga mereka dari kebenaran, dan membukanya bagi dongeng-dongeng” (2 Tim. 4:3-4; ITR).

Posted in General (Umum), Gereja | Leave a comment

Pemerintah Komunis China Dilaporkan Menulis Ulang Alkitab dan Menyebut Yesus ‘Orang Berdosa.’ Tapi Bukan Itu Semua…

Diterjemahkan dari: https://www.faithwire.com/2022/02/17/chinas-communist-government-is-reportedly-rewriting-the-bible-and-calling-jesus-a-sinner-but-thats-not-all/

Partai Komunis China, rezim yang berkuasa di China, telah menjalankan misi untuk menulis ulang Alkitab melalui lensa komunis. Misi ini dilaporkan telah menghasilkan distorsi yang mengejutkan pada Kitab Suci dan kebenaran Injil.
Todd Nettleton, juru bicara The Voice of the Martyrs (VOM), pengamat penganiayaan yang melayani orang Kristen di seluruh dunia, mengatakan kepada Faithwire tentang upaya berkelanjutan pemerintah China untuk menata kembali Alkitab.
“Ini adalah proyek yang diumumkan Partai Komunis Tiongkok pada 2019. Saat itu, mereka mengatakan akan membutuhkan proses 10 tahun … untuk menerbitkan sebuah terjemahan baru Alkitab,” katanya, sambil menggarisbawahi bahwa “Alkitab” ini akan memuat prinsip-prinsip Konfusius dan Buddha, antara lain. “Terjemahan baru ini … akan sangat mendukung Partai Komunis.”

Contoh mengejutkan dari penulisan ulang Alkitab:
VOM baru-baru ini membagikan versi baru dari kisah Alkitab yang selama ini dihormati di seluruh dunia, yang berpusat pada kasih dan belas kasih korektif Yesus bagi seorang wanita yang tertangkap basah berzinah.
“Partai Komunis China (PKC) mengumumkan rencana untuk memperbarui Alkitab untuk ‘mengikuti perkembangan zaman.’ Revisi akan mencakup penambahan ‘nilai-nilai inti sosialisme’ dan menghapus bagian-bagian yang tidak mencerminkan keyakinan komunis,” demikian bunyi tulisan Facebook VOM. “Dalam sebuah buku teks untuk siswa sekolah menengah yang dirilis pada September 2020, para penulis buku itu menyertakan bagian dari Yohanes 8, sebagaimana direvisi dalam versi baru mereka.”
Sebelum kita menjelajahi versi komunis yang direvisi, mari kita lihat Yohanes 8 sebagaimana adanya dalam Alkitab yang asli dan otentik.
Dalam kisah pengampunan yang terkenal itu, orang-orang Farisi membawa seorang wanita yang tertangkap basah berzinah ke hadapan mereka dan menantang Yesus, menyatakan, “Guru, perempuan ini tertangkap basah ketika sedang berbuat zinah. Dan dalam hukum, Musa memerintahkan kita bahwa perempuan-perempuan demikian harus dilempari dengan batu; jadi apa kataMu?” (ITR)
Alkitab mencatat bahwa para pemimpin Yahudi ini menggunakan pertanyaan ini sebagai jebakan untuk menuduh Yesus. Namun, Kristus mulai menulis di tanah dengan jari-Nya (adalah misteri apa yang Dia tulis) dan kemudian mengucapkan beberapa kata yang transformatif (ayat 7): “Orang yang tidak berdosa di antara kalian, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepadanya.” (ITR)
Setelah orang ramai itu – yang jelas-jelas terguncang oleh kata-kata Yesus – pergi, Kristus dan wanita itu tinggal berdiri bersama, dan percakapan mereka berlangsung sebagai berikut (ITR):
Kristus: “Hai perempuan, di manakah orang-orang yang menuduh engkau itu? Tidak adakah seorangpun yang menghukummu”
Wanita: “Tidak seorangpun, Tuhan”
Kristus: “Aku juga tidak menghukum engkau; pergilah dan jangan lagi berbuat dosa.”
Tetapi, dilaporkan bahwa Partai Komunis China memiliki visi yang berbeda tentang bagaimana interaksi ini berlangsung — sebuah kisah palsu yang anti-alkitab yang bertentangan dengan kebenaran kitab suci.
Dalam versi baru pemerintah China — yang dilaporkan terlihat dalam sebuah buku teks yang diterbitkan pada September 2020 — kerumunan itu bubar, tetapi kemudian teks menyatakan, “Ketika semua orang keluar, Yesus sendiri melempari wanita itu dengan batu, dan berkata, ‘Saya juga orang berdosa.’ ”

Mengapa Cina menulis ulang Alkitab?
Bahasa yang diubah secara langsung menyerang keilahian Yesus, sesuatu yang dikatakan Nettleton cukup mengejutkan.
“Di satu sisi, sangatlah arogan untuk berpikir, ‘Saya akan menulis ulang kisah Yesus’… tetapi kemudian Anda berpikir tentang menyangkal keilahian Kristus,” katanya. “Jika Yesus adalah orang berdosa, maka dia bukan Tuhan.”
Bagi siapa pun yang bertanya-tanya mengapa Partai Komunis China akan mengambil langkah-langkah yang sedemikian mengganggu ini untuk mencoba dan mengurangi Injil, Nettleton mengatakan itu semua berkaitan dengan kontrol.
“Masalah utama bagi Partai Komunis China adalah kontrol. Semuanya adalah tentang kontrol,” katanya. “Dan mereka melihat … pesan Kristen sebagai sesuatu yang akan merebut kendali dari partai komunis.”
Daripada warga negera mereka bangun pagi dan berjanji setia kepada Tuhan yang penuh kasih dan merenungkan cara untuk melayani Yesus, Nettleton mengatakan tujuan pemerintah adalah agar warga negara China bangun setiap hari dan berkata, “Bagaimana saya bisa melayani partai hari ini? Bagaimana saya bisa menjadi komunis yang baik hari ini?”

Masalah penganiayaan yang jauh lebih luas
Meskipun bombastis dan meresahkan, penulisan ulang Alkitab hanyalah bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah China untuk menindak iman Kristen. Gerakan Tiga Patriotik Mandiri di negera tersebut adalah sebuah denominasi Protestan yang dikendalikan oleh dan terdaftar pada Partai Komunis Tiongkok.
“Gereja Protestan China yang secara resmi disetujui selalu mencoba mengkooptasi agama Kristen dan menggunakannya untuk tujuan komunis,” kata Nettleton. “Tetapi mereka bahkan dalam beberapa tahun terakhir telah mengambil langkah lebih jauh.”
Dia mengatakan gambar Yesus telah diturunkan di dalam gereja-gereja dan, dalam beberapa kasus, telah diganti dengan gambar Presiden China Xi Jinping. Himne-himne Kristen juga telah diganti dengan lagu-lagu partai komunis.
Terjemahan Alkitab yang baru, tampaknya hanyalah langkah lain menuju anarki anti-Alkitab dalam jajaran Partai Komunis China.
“Terjemahan Alkitab sosialis yang baru ini hanyalah langkah lain bagi Partai Komunis China ketika mereka mencoba untuk mengendalikan gereja, dan benar-benar mengkooptasi agama Kristen sebagai alat untuk mengendalikan orang-orang dan membantu mereka melayani kepentingan Partai,” Nettleton menegaskan.
Versi Alkitab yang baru menjadi lebih meresahkan ketika seseorang menganggap itu bisa menjadi satu-satunya versi kitab suci yang tersedia secara resmi dalam sistem gereja yang dikontrol ketat dan dijalankan oleh pemerintah.
“Satu-satunya cara Anda bisa mendapatkan Alkitab secara legal di China adalah di gereja yang terdaftar dan itu kebanyakan di kota-kota besar. [dan] jika Anda berada di daerah pedesaan, Anda hampir tidak memiliki akses ke Alkitab,” katanya.
Keterbatasan akses ke Alkitab selalu menjadi masalah. Namun, sekarang masalah ini diperparah oleh versi Kitab Suci yang berbau sosialis yang meragukan keilahian Kristus dan memunculkan detil yang tidak akurat.
Itu sebabnya organisasi Nettleton terus membantu memberikan Alkitab kepada warga China.
“Itulah salah satu alasan mengapa Voice of the Martyrs dan kelompok lain begitu berkomitmen untuk mengirimkan Alkitab ke China – bahkan menyelundupkan Alkitab ke China – karena tidak tersedia,” katanya. “Salah satu hal yang saya harap tentang terjemahan baru ini adalah bahwa itu akan menjadi bumerang, dan orang-orang akan bertanya-tanya, ‘Mengapa begitu penting bagi pemerintah China untuk menerjemahkan ulang Alkitab. Mengapa begitu penting bagi mereka untuk mengubah ini?’”
Nettleton berharap warga China membandingkan versi baru dengan yang lama dan melihat perubahannya. Mari terus berdoa untuk orang-orang China di tengah meningkatnya kontrol budaya dan teologis di tangan rezim komunis.

Posted in Alkitab, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Promise Keepers Memperingatkan tentang Pornografi dan Memanggil Laki-Laki untuk Menjadi Pemimpin Rohani di Rumah, Gereja, dan Bangsa

Sumber: www.wayoflife.org

Promise Keepers mencapai puncaknya pada 1990-an dan sekarang tidak lagi memiliki acara stadion besar-besaran, tetapi masih eksis sebagai sebuah organisasi. Ketua baru, Ken Harrison, menyerukan kepada para pria untuk menghindari pornografi dan menjadi pemimpin rohani yang dibutuhkan dalam rumah tangga, gereja, dan bangsa. Pada Promise Keepers Marriage Summit yang disiarkan langsung, Harrison berkata, “[Beberapa pria memberi tahu saya bahwa tentang pornografi bahwa] mereka tidak dapat menahan diri dan Tuhan menciptakan mereka seperti itu. Saya berkata, ‘tidak, tidak, tidak.’ Tuhan tidak menciptakan Anda untuk menjadi seperti itu. Tuhan menciptakan Anda untuk memiliki kerinduan yang mendalam terhadap istri Anda. Agar kalian berdua menjadi satu daging. Dosa menciptakan kerinduan yang sama untuk wanita-wanita lain. Alkitab berkata bahwa kita harus lari dari dosa. Ini adalah tindakan. Ini adalah berlari ketakutan dari hawa nafsu, karena itu akan memisahkan kita dari Tuhan, dari anak-anak kita, dari istri kita. … pria-pria berpikir bahwa mereka harus menjalani hidup mereka dengan terbebani pikiran yang penuh nafsu. Saya memberi tahu Anda bahwa Anda tidak perlu seperti itu. Alkitab tidak memberitahu Anda untuk lari dari hawa nafsu jika itu tidak benar-benar bisa dilakukan. Anda tidak bisa mencapainya dalam kedagingan Anda, Anda tidak bisa mencapainya dengan berusaha lebih keras, Anda tidak bisa mencapainya dengan perasaan bersalah, tetapi Anda bisa mencapainya dengan menyerahkan hidup Anda kepada Kristus. … Orang-orang yang membuat film itu tidak melakukannya karena mereka adalah teman Anda. Mereka melakukannya karena setiap kali Anda mengklik mouse, mereka menghasilkan lebih banyak uang untuk mengeksploitasi lebih banyak wanita. … Bahkan dengan semua masalah yang dihadapi orang-orang dalam pernikahan saat ini, pernikahan tetap adalah hubungan yang paling aman di Bumi. Anda memiliki peluang 100% untuk sukses dalam pernikahan ketika Anda melakukannya dengan cara Tuhan.”

Pada kesempatan yang sama, Pastor Samuel Rodriguez mengatakan, “Perkawinan yang sehat menghasilkan keluarga yang sehat, keluarga yang sehat mengasimilasi dan membentuk gereja yang sehat, gereja yang sehat menghasilkan komunitas yang sehat, komunitas yang sehat akan menghasilkan negara yang sehat, negara yang sehat akan menjadi bagian dari kehidupan bangsa yang sehat.” (“Promise Keepers,” The Christian Post, 12 Januari 2022). CATATAN PENUTUP: Semua ini benar sejauh ini, dan itu perlu dikhotbahkan di setiap gereja. Pada saat yang sama, Promise Keeper tidak dapat memecahkan masalah yang paling mendasar, karena mereka tidak tahu apa itu jemaat Perjanjian Baru yang sejati. Mereka tidak mengkhotbahkan pertobatan dan Injil kelahiran kembali yang jelas. Mereka tidak percaya pada peringatan Alkitab tentang kesesatan. Jika mereka mempercayainya, mereka tidak mungkin menyerukan persatuan ekumenis di antara semua gereja, termasuk dengan Roma, seperti yang telah mereka lakukan sejak awal. Gerakan Injili mengkhotbahkan beberapa kebenaran dan karena itu menarik, tetapi Injili tidak mengkhotbahkan seluruh kebenaran dan karena itu berbahaya.

Posted in Laki-Laki, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Sistem Koreksi-Kesalahan yang Hidup dari Allah

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dari CreationMoments.com, 18 Januari 2022: “Sepertinya fiksi ilmiah untuk menyarankan bahwa jika seseorang mengetik nama Anda di komputer, dan salah mengeja nama Anda, komputer akan menemukan kesalahan itu dan memperbaikinya. Namun kode genetik di dalam setiap sel Anda adalah sistem penyimpanan dan transmisi informasi yang bahkan lebih canggih lagi. Kode genetik Anda tidak hanya menyimpan jauh lebih banyak informasi dalam ruang mikroskopis daripada yang dapat dilakukan oleh komputer terbesar kita, tetapi juga memiliki sistem koreksi kesalahan bawaan. Para ilmuwan telah menemukan sejumlah enzim kunci dalam sel yang hanya memiliki satu pekerjaan—menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam kode genetik. Kesalahan tersebut dapat menyusup karena radiasi, bahan kimia, atau sebab-sebab lainnya. Enzim-enzim ini dengan setia memperbaiki kesalahan apa pun, mencegah mutasi. Tetapi mutasi-mutasi inilah yang menurut para ilmuwan dapat menyebabkan evolusi—sebelum mereka menemukan proses ini. Seorang ilmuwan yang mempelajari enzim ini mengatakan bahwa sains tidak memiliki penjelasan tentang bagaimana proses ini dapat berevolusi secara alami. Para ilmuwan juga mengatakan mereka tidak tahu bagaimana kehidupan bisa berlanjut tanpa pengecekan dan koreksi genetik ini. Hanya Pencipta kita yang cukup bijaksana untuk merancang sistem informasi yang dapat memperbaiki kesalahan dalam dirinya sendiri. Bahkan kita sebagai manusia belum menemukan cara untuk melakukan ini dengan komputer [paling cerdas] kita. Meminta kita untuk percaya bahwa keacakan buta dan hukum alam bisa melakukannya tentu saja membebani kredibilitas sains! Pengarang: Paul A. Bartz. REF: Fersht, A.R. 1980. Trends in Biochemical Science, v. 5. p. 282. Lambert, G.R. 1984. Journal of Theoretical Biology, v. 107. p. 387.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Youtube Me-label Khotbah MacArthur tentang Seksualitas menurut Alkitab sebagai “Ujaran Kebencian”

Sumber: www.wayoflife.org
Oleh: Dr. David Cloud

Berikut ini dikutip dari “YouTube Declares,” Todd Cast, 19 Januari 2022: “Gembala MacArthur menyampaikan pesan hari Minggu tentang seksualitas Alkitabiah – bagian dari kampanye nasional untuk menarik perhatian pada undang-undang Kanada yang akan membungkam para gembala tentang topik LGBT. Lima tahun penjara bagi gembala yang berani berkhotbah menentang agenda LGBT. Jadi Gembala MacArthur mendorong para gembala di seluruh negeri untuk berdiri dalam solidaritas dengan berkhotbah dari mimbar mereka tentang ajaran alkitabiah tentang masalah LGBT. ‘Tidak ada yang namanya transgender. Anda adalah XX atau XY, itu saja. Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan. Hal ini ditentukan secara genetis, ini masalah fisiologi, masalah sains, masalah realita,’ kata MacArthur dari mimbar. ‘Gagasan bahwa kamu adalah sesuatu yang lain dari biologi-mu adalah konstruksi budaya yang dimaksudkan sebagai serangan terhadap Tuhan. Satu-satunya cara Anda dapat mengatasinya, jujur, adalah dengan mengatakan, Tuhan menciptakanmu dan Tuhan membuatmu persis seperti yang Dia inginkan. Kamu tidak hanya melawan Tuhan dalam ciptaan fisik-Nya, kamu juga melawan Tuhan dalam kedaulatan-Nya. Kamu melawan Tuhan dalam hubungan spiritual-Nya denganmu,’ jelasnya. ‘Ini adalah perang melawan Tuhan.’ … Tetapi YouTube menghapus klip itu dan mengirimi saya pesan yang mengatakan bahwa khotbah gembala tersebut adalah ujaran kebencian. ‘Tim kami telah meninjau konten Anda, dan, sayangnya, menurut kami itu melanggar kebijakan ujaran kebencian kami,’ tulis YouTube kepada saya. ‘Kami telah menghapus konten berikut dari YouTube: “Tidak ada yang namanya transgender. Anda adalah XX atau XY, itu saja. – Pastor John MacArthur.” Dengan kata lain, YouTube mendukung undang-undang Kanada dengan melarang oposisi terhadap transgenderisme di platform mereka. … Jenna Ellis, penasihat khusus untuk Perkumpulan Penasihat Khusus Thomas More yang berhasil mewakili Pastor MacArthur ketika Los Angeles memerintahkan gerejanya untuk ditutup selama pandemi, berkata, ‘Oligarki big-tech di Amerika Serikat menerapkan kebijakan yang setara dengan undang-undang gila Kanada dengan menyensor kebenaran dan hak para gembala untuk mengajarkan Alkitab,’ katanya kepada saya. ‘Jika orang Amerika tidak menghentikan big-tech, rezim baru ini akan mengelak dari UUD untuk menyita hak-hak dasar kita untuk berbicara dan mempraktekkan agama dan dampaknya akan menghancurkan.’”

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Rapper Kristen Meninggalkan Imannya

Oleh: David Cloud
Sumber: www.wayoflife.org

Brady Goodwin (alias Phanatik) adalah anggota terbaru dalam barisan musisi rock / rap Kristen dan tokoh injili terkemuka yang telah meninggalkan iman mereka. Goodwin adalah anggota pendiri dari grup hip-hop Kristen The Cross Movement dan penulis buku The Death of Hip-Hop, Marriage and Morals (2010) dan From Hip Hop to Hollywood: The Art of Christianity (2013). Dalam sebuah video YouTube bulan ini, Goodwin berkata, “Saya mencela iman Kristen yang pernah saya percayai, akui, proklamasikan, dan pertahankan selama 30 tahun terakhir hidup saya.” Goodwin berusia 45 tahun, jadi dia pasti telah membuat pengakuan iman pada usia sekitar 15 tahun. Dia mengatakan, “Saya baik-baik saja; saya berada di tempat yang saya pikir akan saya tuju.” Semua orang-orang ini mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja setelah mereka telah meninggalkan Yesus Kristus, tetapi itu adalah kekonyolan. Pada Agustus 2019, Marty Sampson, seorang pemimpin ibadah dan penulis lagu untuk Hillsong, mengatakan dia secara serius mempertimbangkan ateisme dan “sangat bahagia sekarang, sangat damai dengan dunia.” Pada bulan yang sama, Joshua Harris, penulis I Kissed Dating Goodbye, mengumumkan bahwa dia telah meninggalkan imannya kepada Kristus dan menceraikan istrinya. Dia ingin semua orang tahu bahwa dia “mengikuti kata hatinya” dan merasa damai. Pada Mei 2020, Jon Steingard, dari band rock Kristen Hawk Nelson, melepaskan keyakinannya pada Tuhan. Dalam sebuah postingan Instagram, dia mengatakan bahwa meninggalkan Tuhan adalah “menyegarkan dan beban terangkat.” Dia berkata, “Saya terkejut dengan banyaknya orang dalam posisi-posisi yang terpandang dalam lingkaran Kristen yang merasakan hal yang sama seperti saya. Seperti saya, mereka takut kehilangan segalanya jika mereka terbuka tentang hal itu.”

Saya tidak dapat memahami orang-orang ini dengan cara apapun. Saya tidak suka pergi ke gereja atau membaca Alkitab atau berdoa sebelum saya dilahirkan kembali pada usia 23 tahun, tetapi semuanya berubah saat itu, dan saya tidak pernah melihat ke belakang dengan kerinduan apa pun, tidak pernah meragukan Tuhan atau Alkitab atau Yesus Kristus atau ajaran alkitabiah apapun. Sebaliknya, saya dapat memahami Petrus yang bertobat dari gaya hidup nelayan yang kasar, dan tidak tertarik untuk meninggalkan Kristus. Ketika orang banyak meninggalkan Yesus, Dia bertanya kepada dua belas orang, “Apakah kalian juga hendak pergi?” Petrus menjawab dengan kesaksian orang percaya yang benar-benar dilahirkan kembali: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki perkataan-perkataan hidup yang kekal. Dan kami telah percaya dan telah mengetahui bahwa Engkau adalah Kristus, Putra Allah yang hidup” (Yohanes 6: 68-69). Kami akan memperingatkan bahwa kekristenan dari orang-orang yang disebutkan di atas tidak pernah adalah kekristenan yang alkitabiah. Filosofi Kristen mereka dijelaskan dalam 2 Timotius 4:3, “orang-orang tidak akan menerima ajaran yang sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut hawa nafsu mereka sendiri untuk memuaskan telinga mereka.” Kekristenan mereka adalah Kristen yang “hidup menurut nafsumu.” Dengan gaya hidup dan pergaulan mereka, mereka berkata, “Tidak ada yang boleh memberitahu saya siapa yang boleh saya temani atau musik apa yang boleh saya dengarkan atau apa yang boleh saya lihat atau ke mana saya boleh pergi atau apa yang boleh saya minum atau apa yang boleh saya pakai.” Tapi Tuhan memang memberi tahu umat-Nya teman seperti apa yang harus dimiliki (Ams. 1:15; 22:24; 2 Kor. 6:14-18; Yak. 4:4) dan jenis musik apa yang harus didengarkan (Ef. 5: 18; Kol 3:16) dan ke mana orang harus pergi dan tidak pergi (Ams. 4:26) dan apa yang harus mereka bicarakan (Ams. 4:24; Ef. 4:29) dan apa yang boleh mereka lihat (Mzm. 101:3; Ams 4:25; Mat 5:28) dan apa yang boleh mereka minum (Ams 20:1; 23:31-35; 1 Kor. 10:21) dan apa yang boleh mereka pakai (1 Tim. 2:9-10). Pemisahan dari kejahatan dan kesalahan bukanlah bagian opsional dari Kekristenan alkitabiah. “Dan janganlah turut bersekutu dengan pekerjaan-pekerjaan kegelapan yang tidak berbuah apa-apa, tetapi sebaliknya tegurlah mereka” (Ef. 5:11). “Janganlah kalian menjadi pasangan kuk yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya, sebab ada pertalian apa antara kebenaran dengan kelaliman? Dan ada persekutuan apa antara terang dengan kegelapan?” (2 Kor. 6:14). “Dan aku menasihati kalian, saudara-saudara, untuk menandai mereka yang, bertentangan dengan pengajaran yang telah kalian pelajari, menimbulkan perpecahan dan sandungan; dan menjauhlah dari mereka!” (Rom. 16:17).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment