Sampah Okultik Komik Marvel Dilahap oleh Anak-Anak Gereja

(Berita Mingguan GITS 20 Maret 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu ini saya diberitahu tentang posting Facebook berikut: “Saya terus mendapatkan iklan tentang seri Marvel WandaVision dan mendengar bahwa sejumlah besar anak-anak muda sedang menontonnya. Cerita-cerita ini didasarkan pada materi yang demonic (berhubungan dengan roh-roh jahat), dan tidaklah cocok untuk anak-anak Kristen. Materi ini secara eksplisit berhubungan dengan kuasa kegelapan dan persihiran. Jika, sebagai seorang Kristen, anda bisa merasa sangat terhibur / ter-entertain oleh roh-roh jahat dan persihiran, anda sungguh-sungguh perlu melakukan pemeriksaan diri.” Ketika saya menggali lebih lanjut tentang hal ini, penulis tersebut (seorang Baptis independen) menjawab, “Ya, memang ada banyak anak-anak gereja yang menonton hal ini dan semua komik-komik Marvel.” Ini mengacu kepada komik-komik, buku-buku, dan video-video okultik yang dibuat oleh Marvel Comics. Sebuah buku fiktif yang disebut Darkhold, yang juga dikenal sebagai The Book of Sins, merupakan fokus dari seri buku Marvel Comic, seri televisi Marvel Agents of S.H.I.E.L.D, dan Runways, dan mini-seri live-action WandaVision (2021). Penulis dari Darkhold ditenggarai adalah Chthon, “seorang Elder God demonic yang adalah praktisi black magic pertama di bumi.” Halaman-halaman dari Darkhold katanya tersebar di seluruh bumi dan dapat memanggil kekuatan kegelapan yang besar. Mitologi Darkhold penuh dengan juru tenung dan tukang sihir, jampi-jampi, pengucapan mantera, kutuk, setan-setan, vampir, werewolves, zombie, necromancy (memanggil kembali orang yang mati), super power, penyembuhan magis, proyeksi astral, teleportasi, perjalanan dimensi, “evolusi tingkat tinggi,” penipuan, pencurian, penyiksaan, pembunuhan, dan tidak usah disebut lagi, ketelanjangan. Salah satu karakter di dalamnya bahkan mengorbankan jiwanya kepada Chthon. Satu lagi karakter okultik yang populer di Marvel Comic adalah Scarlet Witch. Muncul di komik-komik Marvel sejak 1964, ciri-ciri superhumannya adalah hasil perpaduan dari eksperimen magic dan sains. Dia adalah anggota dari tim superhero Avengers. Dengan menggunakan magic, dia membuat dirinya sendiri hamil dan melahirkan dua putra kembar, Wiccan dan Speed. Dari tahun 2015 hingga 2017, Scarlet Witch menjadi bintang dari seri komik dia sendiri. Dia juga muncul dari film-film animasi Marvel, seri televisi, dan berbagai video game, termasuk Captain America. Dia adalah tokoh utama dalam WandaVision dan dijadwalkan untuk muncul dalam film yang akan datang, Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022).

Hal-hal ini bukanlah sesuatu yang sekedar main-main dan innocent. Muda-mudi gereja yang terlibat dalam okultisme dan tidak bertobat dengan sungguh-sungguh, patut mendapat disiplin. Keselamatan mereka perlu dipertanyakan dengan serius. “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran” (1 Yoh. 2:4). Tidak mungkin membayangkan Rasul Paulus mengabaikan kejahatan rohani yang sedemikian besar dalam rumah Allah. Di manakah para gembala? Di manakah para guru rohani? Di manakah orang-orang tua? Di manakah para kakek nenek? Seorang teman berkomentar sebagai berikut: “Kebanyakan gembala sidang [bahkan di Baptis Independen sekalipun] tidak tahu hal-hal ini sedang berlangsung, atau juga menontonnya untuk diri mereka sendiri.” Mengapakah institusi yang menyambut baik hal-hal seperti ini berani menyebut dirinya sebuah gereja Perjanjian Baru? Apa gunanya memiliki label gereja “King James” [atau “alkitabiah”], jika kita terang-terangan mengabaikan Alkitab? Apakah yang dipentingkan hanyalah ada orang duduk di kursi gereja dan ada persembahan yang masuk? Apakah sudah sedemikian sesatnya? Berikut adalah tiga perikop saja dari Alkitab yang berbicara langsung mengenai isu ini: “Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu” (Ul. 18:10-12). “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” (Ef. 5:11-15). “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa” (2 Kor. 6:14-18).

Posted in Okultisme, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

168 Tahun Penahbisan Perempuan

(Berita Mingguan GITS 20 Maret 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tahun 1853, United Church of Christ menjadi denominasi pertama di AS yang menahbiskan seorang perempuan kepada posisi kepemimpinan dalam jemaat. Antoinette Brown Blackwell, seorang pejuang suffragette [hak voting bagi perempuan] yang terkenal, ditahbiskan menjadi gembala sidang dari Congregational Church di South Butler, New York. Seorang Rev. Luther Lee menyampaikan khotbah penahbisan dari perikop Galaia 3:28 – “tidak ada laki-laki atau perempuan … di dalam Kristus Yesus” (“Women’s History Month,” The Christian Post, 7 Mar. 2021). Dia melupakan perintah Allah yang jelas dalam 1 Timotius 2:12. Pada tahun 1875, Pauline Martindale ditahbiskan menjadi penatua di Methodist Protestant Church. Pada tahun 1888, Disciples of Christ menahbiskan Clara Babcock sebagai gembala sidang. Pada tahun 1889, Ella Niswonger menjadi perempuan pertama yang ditahbiskan oleh United Brethren Church. Assemblies of God (Sidang Jemaat Allah) menahbiskan perempuan mulai dari berdirinya mereka pada tahun 1914, dan pada tahun 2018 memilih Donna Barrett sebagai sekretaris jenderal perempuan yang pertama. Pada tahun 1956, Presbyterian Church USA menahbiskan “clergyperson” perempuan pertama mereka, yaitu Margaret Towner. United Methodist Church, yang dibentuk tahun 1968, memberikan “hak penuh kependetaan” kepada perempuan sejak berdirinya mereka. Pada tahun 1970, Association of Evangelical Lutheran Churches yang baru terbentuk mem-voting untuk mengizinkan penahbisan perempuan. Dua tahun sebelumnya, Church of the Advocate di Philadelphia, sebuah gereja Episkopal, telah menahbiskan 11 perempuan, bertentangan dengan aturan denominasi mereka. Charles Willie, yang berkhotbah dalam kebaktian tersebut, mendeklarasikan bahwa “adalah tugas kristiani untuk melanggar hukum yang tidak adil” (“11 Women Ordained,” New York Times, 30 Juli 1974). Dia salah. Adalah tugas kristiani untuk “mematuhi Allah lebih dari manusia” (Kis. 5:29), tetapi Allah menentang penahbisan perempuan. Rasul Paulus menyatakan, “Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri” (1 Tim. 2:12). Penahbisan perempuan adalah kesesatan akhir zaman.

Posted in Gereja, Wanita | Leave a comment

Agensi Adopsi Kristen Terbesar di Amerika Mendukung Orang Tua LGBT

(Berita Mingguan GITS 13 Maret 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Bethany Christian Services, agensi Kristen untuk pengadopsian anak terbesar di Amerika, telah mengumumkan bahwa mereka sekarang terbuka untuk menempatkan anak-anak pada orang tua sesama jenis. Empat tahun lalu, negara bagian tempat markas Bethany, yaitu Michigan, menuntut agar agensi tersebut menempatkan anak-anak pada orang tua LGBT untuk pemeliharaan dan adopsi. Ini adalah hasil dari serangkaian gugatan hukum yang diajukan pada tahun 2017 oleh American Civil Liberties Union (ACLU), untuk memaksa “agensi-agensi yang berbasiskan agama” untuk melayani keluarga LGBT. Bethany memilih untuk tunduk kepada pemerintah daripada kepada Firman Allah. Sekarang agensi tersebut telah melebarkan keputusan tersebut ke semua dari 35 negara bagian di mana mereka beroperasi. Presiden Bethany, Chris Pulasky, memberitahu para pekerja mereka bahwa “Bethany tetap teguh pada iman Kristiani” (“Bethany Christian,” Christianity Today, 1 Mar. 2021). Tetapi itu tidak mungkin. Dalam Roma 1:26-28, iman Kristen menyebut homoseksualitas sebagai sesuatu yang keji bagi Allah, dan dalam 1 Korintus 6:9-11, menyebutnya dosa yang harus ditinggalkan dalam keselamatan. Ketika diharuskan untuk memilih apakah akan menaati hukum manusia atau hukum Allah, para Rasul Kristus “menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia” (Kis. 5:29). Itu baru kesetiaan sejati kepada “iman Kristen.”

Editor: Banyak orang Kristen berkata bahwa kita harus tunduk kepada pemerintah. Itu adalah benar, karena pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah kepada para penjahat. Oleh sebab itulah orang Kristen taat peraturan lalu lintas, membayar pajak, tidak melakukan kriminalitas, menuruti undang-undang, dan banyak lainnya. Tetapi, ingat bahwa orang Kristen menaati pemerintah karena Allah, yaitu karena pemerintah adalah “hamba Allah.” Ketika pemerintah memaksa sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip Allah, maka ia bukan lagi hamba Allah, dan setiap orang percaya harus memilih untuk lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Jika pemerintah memaksa orang Kristen untuk menormalkan LGBT, kita harus menolak. Jika pemerintah melarang untuk menginjil, kita harus menolak. Jika pemerintah melarang untuk berjemaat, kita harus menolaknya. Kesetiaan orang Kristen adalah kepada Allah, dan dari sana mengalir juga ketundukan kepada otoritas lainnya, seperti rakyat kepada pemerintah, anak kepada orang tua, hamba kepada tuan, dan istri kepada suami. Ketundukan kepada otoritas-otoritas lain ini tidak boleh mengatasi ketundukan kita kepada Allah sendiri.

Posted in LGBT, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Hati-Hati terhadap Pikiran yang Gelap

(Berita Mingguan GITS 13 Maret 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam Roma pasal 1, rasul Paulus menggambarkan kejatuhan rohani dan moral dari umat manusia. Berawal dari penolakan akan Allah dan berpusat pada pikiran-pikiran, imajinasi-imajinasi jahat dari hati. “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap” (Rom. 1:21). Hasilnya adalah penyembahan berhala dari kebengkokan moral (Rom. 1:23-28). Jalan menurun ini berpusat pada “hawa nafsu yang memalukan” dan “pikiran-pikiran terkutuk” (Rom. 1:26, 28). Ini adalah hasil akhir jika kita membiarkan pikiran untuk bermain-main dengan hal-hal yang kotor dan jahat. Ketika seseorang membiarkan pikirannya terus berdiam pada kejahatan, membiarkan dirinya menyenangi dan mengejar kejahatan dalam imajinasinya, maka ia membuka pintu kepada segala hal jahat. Petugas FBI bagian profil penjahat, Robert Kessler, yang telah mempelajari banyak pembunuh serial, mengatakan, “Riset saya meyakinkan saya bahwa kuncinya bukanlah pada trauma masa kecil, tetapi pada berkembangnya pola pikir yang bengkok. Orang-orang ini termotivasi untuk membunuh oleh karena fantasi mereka. Hal ini terjadi secara bertahap, kata seorang pembunuh. Karena sudah bosan akan level fantasi tertentu, maka akan dibuat fantasi yang semakin hebat dan aneh. … Semua pembunuh yang kami wawancarai mempunyai fantasi yang kuat; mereka membunuh untuk membuat terjadi di dunia nyata apa yang telah mereka lihat berulang kali dan berulang kali dalam pikiran mereka sejak masa anak-anak dan pemuda. Sebagai pemuda remaja, bukannya mengembangkan ketertarikan dan aktivitas yang normal dengan sesama, di dunia nyata tempat mereka tidak bisa mengontrol penuh apa yang terjadi, para pembunuh melarikan diri ke fantasi-fantasi seksual yang penuh kekerasan, di mana mereka bisa mengontrol dunia mereka” (Kessler, Whoever Fights Monsters, hal. 110). Ini adalah peringatan yang nyaring dalam zaman internet dan zaman video game ini, ketika setiap imajinasi gelap yang diinginkan bisa tersedia dengan beberapa klik mouse atau swipe jari. Kita tidak bisa mengontrol apa yang muncul di pikiran, tetapi kita bisa mengontrol apa yang kita sengaja masukkan ke dalam pikiran kita, dan kita bisa mengontrol pikiran kita mau berfokus pada hal apa. Ada pepatah, “Kamu tidak bisa mencegah burung hinggap di kepala mu, tetapi kamu bisa mencegah dia membuat sarang di sana.” Jauh lebih baik untuk terlalu berhati-hati daripada kurang berhati-hati.

Posted in Renungan | Leave a comment

Rover Perseverance dari NASA Adalah Tanda Zaman

(Berita Mingguan GITS 27 Februari 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Rover Perseverance dari NASA melakukan pendaratan sempurna di Mars pada tanggal 18 Februari, setelah perjalanan selama enam bulan sejauh 472 juta km. Sebagai rover kelima yang mendarat di Mars, kendaraan senilai $2,7 milyar ini berukuran sekitar 3 meter kali 2,7 meter kali 2,2 meter, dengan berat sekitar 1 ton. Dengan menggunakan energi dari sebuah generator nuklir, ia memiliki sejumlah besar instrumen ilmiah, termasuk sebuah kamera dengan lensa telefoto zoom yang dapat mengambil video berkualitas tinggi, warna panoramik, dan gambar-gambar tiga dimensi. Rover ini juga membawa sebuah drone helikopter kecil yang diberi nama Ingenuity, yang akan dipakai oleh NASA untuk memindai pemandangan planet tersebut. Perseverance adalah suatu tanda zaman dari sudut pandang Alkitab melalui dua cara. Pertama, kehebatan teknologinya adalah penggenapan dari nubuat bahwa pengetahuan akan bertambah di akhir zaman (Daniel 12:4). Kedua, mitologi evolusionis yang mendorong NASA hari ini adalah penggenapan nubuat tentang skeptikisme akhir zaman (2 Petrus 3:3-6). Chris Carbery, CEO dari Explore Mars, mengatakan: “Perseverance mencoba untuk menjawab salah satu pertanyaan terbesar dalam sejarah manusia: Apakah ada kehidupan di tempat lain di tata surya ini?” Tujuan ini didasarkan pada presuposisi evolusionis yang menyangkal sang Pencipta sekalipun ada bukti-bukti yang sedemikian banyak bahwa alam semesta ini tidak menciptakan dirinya sendiri. Evolusi didasarkan pada ide konyol bahwa segala sesuatu muncul dari kehampaan, kehidupan berasal dari zat-zat mati, intelijensi muncul dari non-intelijensi, dan hal-hal yang luar biasa kompleks adalah hasil kecelakaan semata. “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.” Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik” (2 Pet. 3:3-7).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Teknologi | Leave a comment

Salah Satu Pendiri Wikipedia Mengatakan Bahwa Bias Sayap Kiri Telah Merusak Platform Tersebut

(Berita Mingguan GITS 27 Februari 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Kita telah sejak lama mengobservasi kecenderungan liberal yang konsisten pada Wikipedia. Apapun yang berhubungan dengan Alkitab dicondongkan kepada ketidakpercayaan. Pernyataan berikut berfokus pada bias politik dalam Wikipedia: “Salah satu pendiri Wikipedia, Larry Sanger, mengritik bias sayap kiri pada situs tersebut, dengan mengatakan bahwa ensiklopedia online yang populer tersebut telah menjadi platform sosialisme yang rusak dan tak dapat diperbaiki lagi. ‘Hari-hari ketika Wikipedia memiliki komitmen yang kuat kepada netralitas, sudah lama berlalu,’ kata Mr. Sanger kepada Fox News dalam sebuah wawancara baru-baru ini. ‘Bias Wikipedia dalam hal ideologi dan agamawi adalah nyata dan mengganggu, terutama karena ia adalah sumber daya yang masih terus dianggap sebagai karya referensi yang netral.’ Mr. Sanger, 52 tahun, mendirikan Wikipedia bersama dengan Jimmy Wales pada Januari 2001. …Analis Fox News mengutip dua halaman utama untuk ‘Sosialisme’ dan ‘Komunisme’ yang berisikan 28.000 kata, tetapi tidak mengandung sedikitpun diskusi tentang berbagai genosida yang dilancarkan oleh rezim-rezim sosialis dan komunis, yang telah membunuh dan membiarkan mati kelaparan puluhan juta orang. …Dalam sebuah posting blog, Mr. Sanger mengatakan bahwa contoh bias dalam Wikipedia ‘telah menjadi sangat mudah ditemukan,’ sambil menunjuk kepada artikel tentang mantan presiden Barack Obama dan Donald Trump. ‘Artikel tentang Barack Obama sama sekali tidak menyinggung skandal-skandal yang diketahui luas’ … artikel tentang Mr. Trump memperlihatkan bahwa netralitas Wikipedia hanyalah suatu lelucon.” (“Co-founder says Wikipedia’s neutrality ‘long gone,’” The Washington Times, 21 Feb. 2021).

Posted in General (Umum), Teknologi | Leave a comment

Himne Seorang Martir Baptis Kuno

Oleh: Dr. David Cloud
Diterjemahkan: Dr. Steven Liauw

Orang-orang Baptis zaman dulu sangat suka bernyanyi. Lagu-lagu dan himne-himne mereka memiliki karakter kudus dan juga alkitabiah dalam hal doktrin. Mereka memasukkan khotbah-khotbah atau cerita-cerita Alkitab atau kisah-kisah kemartiran ke dalam lagu. Ada himne yang bahkan terdiri dari 45 bait!

Himne ciptaan Balthasar Hubmaier, berjudul “A Song in Praise of God’s Word” (Lagu Pujian akan Firman Allah) terdiri dari 18 bait, yang membahas seluruh Alkitab mulai dari Adam hingga Kristus. Setiap bait berakhir dengan kalimat “God’s Word stands sure for ever” (Firman Allah tetap selamanya). Kami mendapatkan bahwa terjemahan Inggris dari himne ini dapat dinyanyikan dengan menggunakan melodi dari lagu Our God Our Help in Ages Past.

Hubmaier (1480-1528) adalah seorang pengkhotbah yang sangat terpelajar dan fasih yang memulai pelayanannya sebagai seorang Katolik. Dia adalah murid dari Johann Eck, theolog Katolik yang berdebat dengan Martin Luther. Dia mendapatkan gelar Doktor Theologi pada tahun 1513 dari Universitas Ingolstadt dan menjadi profesor theologi di sana. Setelah itu dia dijadikan imam kepala di katedral di Regensburg. Di sana dia berkhotbah melawan orang-orang Yahudi dan mengusir mereka dari kota dan menghancurkan sinagog mereka. Sebuah kapel yang didedikasikan kepada Maria lalu didirikan di atas reruntuhan tersebut.

Pada tahun 1522, dia sudah berkhotbah melawan Roma. Untuk waktu yang singkat dia berasosiasi dengan Ulrich Zwingli di Zurich, Switzerland, tetapi dia rindu untuk mengikuti Alkitab dalam segala hal. Dia menolak baptisan bayi dan pada tahun 1525 dia dibaptis atas dasar pengakuan iman pribadi dalam Kristus. Kemudian dia membaptis 300 orang pengikutnya dan orang-orang yang dia tobatkan. Awalnya dia membela metode baptisan pencurahan, tetapi segera dengan mengadopsi praktek alkitabiah penyelaman.

Continue reading

Posted in Penganiayaan / Persecution, Sejarah dan Doktrin Baptis | Leave a comment

Hati-Hati dengan Klaim Perjalanan ke Surga

oleh Dr. David Cloud (terjemahan: Dr. Steven Liauw)

Bukan hanya ada banyak tokoh Pantekosta yang mengklaim pernah melihat Yesus, sebagian juga mengklaim pernah pergi ke surga. Antara lain yang membuat klaim semacam ini adalah John Lake, Percy Collett, Dudley Danielson, Marvin Ford, Aline Baxley, Kenneth Hagin, Sr., Benny Hinn, Jesse Duplantis, Roberts Liardon, dan Bob Jones.

Pada tahun 1977, Richard Eby mengklaim bahwa dia mati dan pergi ke surga dan kembali lagi dengan membawa penyingkapan bahwa “saraf utama dalam tengkorak Allah adalah untuk indera penciuman.” Dia berkata bahwa di surga dia bisa bergerak ke mana saja secara beas dan bahwa dia dapat dilihat, namun juga transparan.

Pada tahun 1980an, Percy Collett mendapatkan banyak pengikut berdasarkan cerita-cedrita dramatisnya tentang suatu perjalanan selama lima hari ke surga. Dia berbicara muka berhadapan muka dengan Roh Kudus dan melihat kucing-kucing dan anjing-anjing (yang tidak menggonggong). Dia melihat ada “Departemen Kasihan,” di mana bayi-bayi yang diaborsi akan dilatih untuk sejumlah waktu. Dia melihat ada “Ruang Pakaian,” di mana malaikat-malaikat sedang menjahit baju untuk orang percaya. Dia bahkan melihat adalah “elevator Roh Kudus.”

Roberts Liardon mengklaim bahwa dia melakukan tur di surga ketika dia berumur delapan tahun. Dia berkata bahwa Yesus tingginya lima kaki dan sebelas inci hingga enam kaki, dengan rambut warna kecoklatan yang tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. Dia melihat gudang-gudang yang berisi bagian-bagian tubuh yang menantikan “orang-orang kudus maupun orang-orang berdosa” di bumi untuk mengklaim mereka. Yesus memberitahu dia, “Kamu harus datang ke sini dengan iman dan mendapatkan bagian yang kamu perlukan dan juga orang-orang yang kamu kenal” (Liardon, I Saw Heaven, Tulsa: Harrison House, 1983, hal. 19). Dia melihat sebuah rak obat dengan botol-botol yang ditandai: “overdosis Roh Kudus,” dan dia juga main ciprat-cipratan bersama Yesus di Sungai Kehidupan.

Dalam acara “This Is Your Day,” tanggal 4 Mei 2000, Benny Hinn mewawancarai G. S. Dhinakaran dari “Jesus Calls” ministry di India mengenai berbagai perjalanan ke surga yang dia klaim. Dhinakaran mengatakan, “Kapanpun saya sedang patah hati karena masalah-masalah dalam pelayanan, saat itulah Tuhan Yesus berkata mari, dan Dia membawa saya ke surga, lalu berbicara secara pribadi kepada saya. Dia memanggil salah satu rasul dan menyuruh mereka berbicara kepada saya tentang masalah saya.”

Jesse Duplantis mengklaim bahwa dalma perjalanannya ke surga, dia melihat seorang malaikat dilemparkan kepada dinding ketika Allah menggerakkan sedikit saja jariNya dan (secara tidak sengaja?) kena kepada dia ketika dia terbang lewat. Duplantis mengatakan bahwa dia belajar ada dua tipe orang Kristen di surga, yaitu yang kuat dan yang lemah, dan yang lemah harus mengendus daun-daun pohon kehidupan untuk mendapatkan kekuatan.

APA KATA ALKITAB?

Saya menolak semua klaim-klaim tentang mengunjungi surga ini, apakah dalam bentuk penglihatan ataupun dalam tubuh, karena alasan yang sederhana bahwa dalam setiap kasus, individu-individu ini menambahkan kepada hal-hal yang tercatat dalam Alkitab, bertentangan langsung dengan perintah Allah:

“Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini” (Wah. 22:18-19).

Banyak hal yang dicatat dalam kitab Wahyu berhubungan dengan surga. Perhatikan Wahyu 4-5; 7:9-17; 8:1-6; 10:1; 11:15-19; 12:1-3, 7-12; 14:1-17; 15:1-8; 16:1, 5-7; 17:1-2; 19:1-16; 20:1; 21:1-27; 22:1-5. Kitab Wahyu berakhir dengan hampir dua pasal penuh menggambarkan kota surgawi, Yerusalem Baru, dan disimpulkan dengan peringatan yang keras untuk tidak “menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini.”

Bukankah menambahkan kepada perkataan-perkataan dalam Kitab Suci tentang surga jika seseorang mengatakan bahwa ada elevator Roh Kudus dan ada ruangan penuh dengan bagian-bagian tubuh dan anjing-anjing yang tidak menggonggong, atau bahwa saraf utama dalam tengkorak Allah adalah indera penciuman?

Semua pengalaman ini hanya ada dua kemungkinan, yaitu benar atau suatu kebohongan, dan kami yakin mereka adalah kebohongan. Orang-orang yang menggambarkannya bisa jadi benar-benar mengira bahwa mereka mengunjungi surga, tetapi mereka sama sekali tidak melakukannya.

Alkitab jauh lebih pasti dari pada penglihatan atau pengalaman mistik yang paling hebat manapun. Bisa saja tertipu sehingga mengira diri sendiri pernah ke surga atau melihat Yesus, padahal itu tidak benar terjadi. Tetapi Alkitab adalah sesuatu yang pasti. Petrus mengingatkan pada pembacanya bahwa dia adalah saksi mata akan keagungan Kristus, dan bahwa dia menyaksikan perubahan Kristus di atas gunung dan mendengar suara langsung Allah Mahakuasa, dan telah melihat Elia dan Musa (2 Pet. 1:16-18). Apa lagi yang lebih hebat dari itu? Tidak ada pengalaman Pantekosta kharismatik yang lebih hebat dari ini lagi. Tetapi Petrus tidak mengakhiri ceritanya di sana. Daripada mendorong para pembacanya untuk mencari pengalaman yang serupa, dia meninggikan Alkitab di atas hal-hal semacam itu:

The Bible is more certain than any vision or the most glorious mystical experience. It is possible to be deceived into thinking one has been to heaven or seen Jesus when this has not actually happened, but the Bible is sure. Peter reminded his readers that he was eyewitness to Christ’s majesty, that he had witnessed Christ’s transformation on the mountain and heard the very voice of Almighty God and had seen Elijah and Moses (2 Pe. 1:16-18). What could be more glorious than that? No Pentecostal or charismatic has experienced anything greater than this. But Peter does not end here. Rather than urging his readers to seek such experiences he magnifies the Bible above all such things:

Alkitab KJV: “We have also A MORE SURE WORD OF PROPHECY; whereunto ye do well that ye take heed, as unto a light that shineth in a dark place, until the day dawn, and the day star arise in your hearts: Knowing this first, that no prophecy of THE SCRIPTURE is of any private interpretation. For the prophecy came not in old time by the will of man: but holy men of God spake as they were moved by the Holy Ghost” (2 Pet. 1:19-21).

Alkitab ITR: “Juga kami memiliki FIRMAN NUBUATAN YANG LEBIH PASTI LAGI; kalian berbuat baik jika kalian memperhatikannya, seperti kepada pelita yang bersinar di tempat yang gelap sampai waktu mana fajar menyingsing, dan bintang fajar terbit di hati kalian;”

Firman nubuatan yang lebih pasti lagi itu adalah Kitab Suci itu sendiri. Kitab Suci diberikan melalui pengilhaman, dan oleh karena itu tidak dapat salah.

Ini adalah pesan yang harus dicamkan oleh setiap orang Pantekosta kharismatik. Sisihkan hawa nafsu kedagingan yang mencari pengalaman-pengalaman mistis dan tanda-tanda ajaib dan penglihatan di luar Alkitab dan suara-suara; sebaliknya, berpautlah pada Alkitab saja sebagai satu-satunya otoritas yang cukup untuk iman dan perbuatan. Berjalanlah dengan iman, bukan dengan penglihatan, itulah kekristenan yang alkitabiah.

“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun” (Rom. 8:24-25).

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Mengapa Perempuan-Perempuan Muda Menelanjangi Diri?

Oleh: Gbl. Kent Brandenburg
Diterjemahkan oleh: Gbl. Steven Liauw

Salah satu peristiwa paling awal dalam seluruh Alkitab adalah Allah memberikan pakaian yang sopan kepada laki-laki dan perempuan, untuk menggantikan ketelanjangan mereka dan juga pakaian dari daun ara yang mereka buat. “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.” (Kej. 3:21). Pakaian yang Allah buat untuk mereka berasal dari kata Ibrani kuttonet, mengacu kepada semacam jubah yang memanjang hingga ke tanah dengan lengan yang panjang. Ini adalah kata yang sama yang dipakai untuk menggambarkan pakaian imam. Dalam Kej. 3:21 dikatakan bahwa Allah “mengenakannya kepada mereka.” Tuhan ingin manusia berpakaian.

Mengapakah perempuan-perempuan muda, khususnya, mau menggeser kehendak Allah tentang berpakaian ke arah yang berbeda? Tuhan ingin mereka berpakaian, tetapi mereka ingin menanggalkan pakaian mereka di depan banyak orang. Bahkan ketika mereka berpakaian, pakaian itu ketat. Saya sering berjalan di belakang begitu banyak laki-laki dan perempuan di bulan-bulan musim dingin ini, dan keduanya memakai celana panjang. Hari ini di bank, ada dua orang di depan saya, dan secara konsisten saya observasi, perempuan-perempuan muda memakai leggings, suatu jenis pakaian yang bisa dikira sekedar cat pada kulit saja, yang memperlihatkan bentuk tubuh tanpa perlu ada imajinasi tambahan. Yang laki-laki biasanya memakai celana panjang yang cukup longgar, sedangkan perempuan memakai celana yang sangat ketat, dan hal ini yang biasanya membedakan celana yang dipakai perempuan dengan yang dipakai laki-laki.

Perempuan-perempuan muda sekarang bahkan memakai celana yang tidak lebih dari celana dalam di tempat-tempat umum, yang hampir tidak menutupi apa-apa. Ini adalah ketelanjangan di dalam Alkitab. Mereka dengan sengaja membiarkan banyak sekali kulit dan bagian-bagian tubuh mereka terbuka. Mereka ingin orang-orang melihat kaki mereka, payudara mereka, pusar mereka, perut mereka, dan banyak lagi yang lain. Ketika mereka memilih rok, mereka sengaja memilih yang jauh di atas lutut. Mereka juga berdiri dengan cara tertentu, satu kaki di depan yang lainnya, untuk meng-ekspos lebih banyak lagi. Sepatu yang dipilih, apapun jenisnya, adalah untuk menarik perhatian kepada kaki yang terbuka.

Continue reading

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita | Leave a comment

Pemasukan Industri Video Game Melampaui Pemasukan Industri Film dan Sports Digabungkan

(Berita Mingguan GITS 2 Januari 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Pemasukan bagi industri video game secara global mencapai $180 milyar pada tahun 2020, peningkatan 20% dari tahun sebelumnya, melampaui industri sports dan film digabungkan (Just the News, 27 Des. 2020). Walaupun memang ada video-video game yang lumayan tidak berbahaya dan bisa saja digunakan secara bijak dan saleh dalam proporsi yang moderat, game-game ini biasanya bukanlah yang paling populer, dan bahkan untuk game-game inipun selalu ada bahaya bahwa main video game akan menjadi penyia-nyiaan waktu kehidupan yang singkat ini dalam kecanduan. Dan juga selalu ada bahaya terperosok ke dalam game-game yang sungguh buruk. “Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas” (Ams. 27:20). Seorang mantan gamer berkata: “Ketika mengunjungi keluarga, saya sering melihat game anak-anak yang ‘tidak berbahaya’ menayangkan iklan untuk game-game yang penuh kekerasan, dengan tema-tema ‘membunuh musuh,’ atau ‘headshot,’ dan juga grafik yang penuh darah. Iklan-iklan lainnya adalah untuk game dengan tema perjudian, perempuan dengan pakaian yang sangat minim, dan seterusnya. Saya jarang melihat video game di smartphone/tablet yang tidak menayangkan iklan-iklan semacam ini.” Video game sangat membuat kecanduan, sehingga ribuan suami dan istri telah ditelantarkan demi game-game imajiner yang dimainkan di cyberspace. Dengan kata lain, mereka telah ditelantarkan demi sesuatu yang hampa, suatu cetusan imajinasi saja, untuk pixel-pixel di layar, yang bahkan tidak se-nyata gelembung-gelembung sabun. Video game memang didesain untuk sangat menarik dan membuat kecanduan. Pada pembuat dan pemasar game bertujuan untuk mendapatkan uang. Mereka bukan dengan lugunya menyuguhkan hiburan yang paling sehat. Jika kamu membiarkan mereka, mereka akan mencuri waktumu, hatimu, dan kekudusanmu. Video game yang bersifat online multi-player sangat membuat kecanduan, sehingga sering diibaratkan obat. EverQuest dijuluki “Never rest” dan “Ever crack,” World of Warcraft sering disebut “World of War Crack,” Halo 3 disebut “Halodiction.” Game-game yang paling membuat kecanduan dan berbahaya biasanya adalah tipe MMORPG (massively multi-player online role-playing game). Tidak banyak hal yang mengendalikan hati dan pikiran orang-orang muda lebih dari game-game ini.

Posted in Gaming | Leave a comment