Gembala Gereja Hillsong Dipecat Karena Perzinahan

(Berita Mingguan GITS 28 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang gembala sidang terkenal dari Hillsong, Carl Lentz, yang dijuluki “Apostle of Cool” (Rasul Keren?), dipecat pada tanggal 4 November karena perzinahan. Hillsong adalah sebuah megachurch di Sydney, Australia, yang beberapa tahun belakangan meluas dan mendirikan cabang-cabang di banyak belahan dunia. Dulunya mereka terafiliasi dengan Sidang Jemaat Allah (Assembies of God), namun saat ini mereka adalah denominasi independen dengan cabang di 28 kota besar dunia. Semuanya ada di bawah pengarahan dari gereja induk, Hillsong di Sydney, dan pengawasan dari Brian Houston dan suatu dewan penatua. Hillsong juga adalah salah satu penerbit lalu-lagu Christian Contemporary Music yang paling berpengaruh. Carl Lentz dan istrinya, Laura, adalah sesama gembala dari Hillsong New York, sebuah gereja “hyper-cool” yang bisa berbangga memiliki beberapa celebrity sebagai anggota atau simpatisan, termasuk bintang pop Justin Bieber, yang pada tahun 2014 dibaptis oleh Carl Lentz di bak mandi seorang pemain basketball profesional. Perzinahan yang terjadi ini tidak terlalu mengagetkan jika dilihat dari kacamata gaya hidup pribadi Lentz dan sejarah serta karakter dari Hillsong. Pada tahun 2002, Frank Houston (ayah dari Brian Houston), pendiri dari Hillsong Sydney, dipecat karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang bocah lelaki, dan pada tahun 2015, komisi kerajaan menegur Brian karena menutup-nutupi immoralitas ayahnya. Pada tahun 2001, salah satu gembala Hillsong Sydney, Bobbie Houston, menerbitkan suatu seri rekaman pengajaran seksual yang eksplisit, yang diberi judul Kingdom Women Love Sex. Pada bulan Mei 2016, Hillsong New York menyelenggarakan Konferensi Wanita Hillsong, dan dalam acara tersebut muncul para “cheerleaders” yang berpakaian minim, seorang peniru Elvis, seorang “koboi telanjang” yang hanya memakai topi koboi, sepatu, dan gitar. Koboi tersebut adalah gembala pelayanan remaja dari Hillsong New York, Diego Simla. Pada tahun 2014, dalam sebuah wawancara dengan CNN, Laura Lentz berbicara tentang isu homoseksualitas dengan berkata: “Bukanlah porsi kita untuk mengatur bagaimana orang harus hidup, itu adalah perjalanan mereka sendiri.” Pada tahun 2017, Lentz dan Bieber difoto sedang berada di New Zealand dan minum sampai mabuk dan berpesta di sebuah kedai bir. Belakangan pada tahun itu, Lentz menolak untuk menyerang aborsi sebagai dosa, dengan berkata: “Allah adalah hakimnya. Manusia hanya harus mengikuti keyakinan sendiri” (“Hillsong Pastor,” ChristianHeadlines.com, 7 Nov. 2017). Pada tahun 2019, Yelp mengidentifikasi Hillsong Los Angeles sebagai salah satu dari “top ten” gereja yang bersahabat dengan gay di kota tersebut. “Hal ini memberitahu kita sesuatu tentang Hillsong. Seorang homoseksual bisa masuk, duduk, dan dihiburkan, tanpa hati nurani mereka ditusuk oleh khotbah akan Injil yang alkitabiah dan seruan untuk bertobat dari dosa-dosa dan datang kepada Kristus” (“Hillsong Listed in Top Ten,” Reformationcharlotte, 3 Sept. 2019). Pada bulan Juni 2020, Lentz dengan bangga memposting video anak putrinya sedang berteriak-teriak marah pada polisi dalam sebuah demonstrasi Black Lives Matter di New York City. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4).

Posted in Emerging Church, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Laporan Baru tentang Penganiayaan Berat di Korea Utara

(Berita Mingguan GITS 28 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “North Korea jails, executes anyone who owns a Bible,” Christian Headlines, 30 Okt. 2020: “Sebuah laporan baru dari seorang pengamat hak asasi manusia mendetilkan pelanggaran-pelanggaran kebebasan beragama yang mengerikan di dalam Korea Utara, termasuk warga yang secara brutal disiksa karena menjadi Kristen dan individu-individu yang dieksekusi di hadapan umum karena mempunyai Alkitab. Laporan sepanjang 98 halaman tersebut dibuat oleh Korea Future Initiative yang berbasis di London, dan diterbitkan bulan ini berdasarkan 117 wawancara dengan para penyintas, saksi dan pelaku dari kejahatan-kejahatan ini. Secara total, 273 korban pelanggaran hak beragama dapat diidentifikasi, termasuk 215 yang melibatkan orang Kristen, dan 56 orang pengikut shamanisme. Usia dari para korban terentang dari 3 tahun hingga 80an tahun. … Kekristenan tidaklah legal di Korea Utara. Warga diperintahkan untuk memperlakukan pemimpin besar mereka, Kim Jong-un, sebagai seorang dewa. Di antara pelanggaran-pelanggaran kebebasan beragama yang diceritakan dalam laporan tersebut: seorang pejabat pemerintah ditembak dan dibunuh di sebuah lapangan terbang, di hadapan orang ramai, karena mempunyai sebuah Alkitab. Eksekusi publik ‘didesain untuk menanamkan rasa takut kepada khalayak ramai yang sudah dikumpulkan’ dan dipaksa untuk hadir. Seorang Kristen diikat ke sebuah tiang kayu di pasar umum dan dieksekusi oleh regu penembak karena mempunyai sebuah Alkitab. …Individu-individu lain dalam laporan tersebut ditangkap karena mempunyai Alkitab. Orang-orang Kristen disiksa dengan memasukkan cairan yang dicampur dengan bubuk cabe merah ke dalam lubang hidung mereka. …Laporan itu juga mendaftarkan bentuk-bentuk siksaan lainnya bagi orang-orang Kristen dan penganut agama lain: ‘dipaksa untuk bergantung pada batangan baja sambil dipukuli dengan sebuah oseungogakja (semacam tongkat kayu); digantung dari kaki mereka; tubuh mereka diikat erat-erat dengan tongkat-tongkat; dipaksa untuk squat-jump dan duduk berdiri ratusan hingga ribuan kali sehari … dipaksa untuk berlutut dengan batang kayu ditaruh di antara lutut mereka; dicekik; dipaksa untuk menyaksikan eksekusi atau siksaan tahanan lainnya; kelaparan; dipaksa memakan makanan yang kotor; dimasukkan tahanan sunyi; tidak dibiarkan tidur, dan dipaksa tetap duduk melebihi 12 jam sehari.’”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Banjir Danau Missoula

(Berita Mingguan GITS 28 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 26 Juni 2020: “Pada saat yang sama ketika biologi terinfeksi oleh evolusi Darwinian, geologi juga terinfeksi oleh ide-ide Charles Lyell. Lyell menolak ide catastrophism (bahwa bencana masa lalu mempengaruhi geologi), sebagaimana digambarkan dalam Alkitab. Bahkan, motivasi dia adalah untuk menceraikan orang dari mempercayai apa yang dia sebut Geologi Musa. Konsep Lyell adalah perubahan yang pelan dan perlahan – suatu konsep yang dikenal dengan istilah uniformitarianisme. Pada tahun 1920an, J. Harlen Bretz memperhatikan bahwa bagian timur dari Negara Bagian Washington, mempunyai bahwa fitur yang sepertinya adalah bekas air terjun yang tidak lagi mempunyai air. Yang terbesar dari fitur geologis ini adalah tempat yang bernama Dry Falls. Daerah itu juga mempunyai banyak ngarai-ngarai besar dengan dasar yang landai dan tembok yang hampir vertikal, yang disebut coulees. Semua ini, ditambah lagi dengan adanya banyak batangan batu yang besar, memberikan gambaran kepada Bretz bahwa area itu pastinya pernah suatu ketika ditimpa oleh air banjir yang berkecepatan tinggi. Ide Bretz diolok-olok oleh para petinggi geologi selama banyak tahun karena suatu bencana banjir yang hebat terdengar terlalu mirip dengan Air Bah di Kejadian. Namun, puluhan tahun kemudian, bukti-bukti lanjutan, termasuk foto dari angkasa, akhirnya meyakinkan para geolog bahwa Bretz pada intinya benar, dan suatu peristiwa bencana air telah membentuk daerah tersebut. Secara konsekuensi, ide uniformitarianisme dimodifikasi untuk mengizinkan adanya bencana tertentu. Pada geolog yang percaya milyaran tahun kini berpendapat bahwa ada beberapa banjir yang terjadi di daerah tersebut, tetapi bukti sebenarnya hanya memberi gambaran satu banjir besar, yang terjadi karena drainase dari danau glasial di Missoula, Montana, yang terbentuk dari air bah yang tersisa, yang akhirnya pecah karena es-es glasial setelah Air Bah menghilang. Ref: Oard, M.J. and Reed, J.K., How Noah’s Flood Shaped Our World (Powder Springs, GA: Creation Book Publishers), hal. 160-162.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Norwegia Mengkriminalkan “Ujaran Kebencian” Pribadi Melawan Kaum Homoseksual (LGBT)

(Berita Mingguan GITS 21 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Norway’s LGBTQ+ Hate Speech,” National Review, 11 Nov. 2020: “Kita senantiasa mendengar tentang bagaimana katanya terus terjadi peningkatan dalam ‘kejahatan kebencian terhadap LGBTQ+’, dan sama sekali tidak mengherankan, karena definisi apa yang termasuk ‘kejahatan kebencian’ terus menerus diperluas. Contoh paling baru adalah Norwegia, yang baru saja meng-amandemen undang-undang pidana mereka, yang pertama kali disahkan tahun 1981 dulu, untuk mengkriminalkan bahkan ‘komentar-komentar pribadi’ yang dianggap ofensif oleh pemerintah. Reuters melaporkan: ‘Orang-orang yang terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian akan didenda atau dipenjara hingga satu tahun karena komentar-komentar pribadi mereka, dan maksimum tiga tahun dalam penjara untuk komentar publik, menurut hukum pidana tersebut.’ Amandemen ini sebenarnya sama sekali tidak dibutuhkan, karena bahkan menurut Reuters, Norwegia adalah ‘salah satu negara paling liberal di Eropa bagi orang-orang LGBT+.’ Negara tersebut beroperasi sepenuhnya dengan sistem identifikasi diri, dan tidak diperlukan bukti medis apapun untuk mengubah jenis kelamin seseorang secara legal. Ideologi LGBTQ+ sudah masuk menjadi mainstream dalam semua lingkup kehidupan. Masih saja, pada aktivis gender radikal tidak akan beristirahat sampai semua warga sipil dalam hidup pribadi mereka menolak kebenaran biologis dan melepaskan semua keragu-raguan mereka tentang dogma LGBT ini.”

Posted in LGBT | Leave a comment

Cina Menghilangkan Kekristenan dari Buku-Buku Klasik

(Berita Mingguan GITS 21 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “In China, Even ‘Robinson Crusoe’ Is Censored,” Bitter Winter, 26 Mei 2019: “Untuk membantu mencapai tujuan menghilangkan semua konten pengajaran yang berisikan hal-hal yang berbau agamawi, Partai Komunis Cina (Chinese Communist Party, CCP) sekarang mengubah buku-buku yang ditulis oleh penulis-penulis internasional yang dibaca oleh murid-murid tingkat SD dan SMP-SMA. Menurut orang tua dari seorang murid di propinsi Hebei di utara, isi dari beberapa buku dihilangkan atau diubah dalam versi baru buku teks bahasa Cina kelas enam, yang diterbitkan oleh People’s Education Press pada Januari 2019. Versi orisinal dari novel Robinson Crusoe, oleh penulis Inggris Daniel Defoe (1660-1731), mengandung perikop berikut ini: ‘juga saya menemuka tiga Alkitab yang masih bagus, […] juga beberapa buku Portugis; dan di antara mereka dua atau tiga buku doa kepausan, dan beberapa buku lainnya, yang semuanya saya amankan dengan baik.’ Dalam versi yang baru dari buku teks tersebut, konten yang berkaitan dengan Alkitab dan buku doa dihapus … Cerita pendek Vanka oleh penulis Rusia, Anton Chekhov (1860-1904), juga telah diubah hingga tidak dapat dikenali lagi. Istilah-istilah agamawi dalam versi orisinal – seperti ‘ikut kebaktian Minggu,’ ‘semoga Allah memberkatimu,’ ‘saya akan berdoa untukmu,’ dan ‘aku mohon padamu demi Kristus,’ telah dihapus, dan ‘demi Tuhan yang baik,’ juga telah diubah menjadi ‘demi kebaikan.’ Kisah The Little Match Girl oleh Hans Christian Anderson (1805-1875) juga telah diubah: perikop ‘ketika suatu bintang jatuh, jiwanya sedang naik kepada Allah,’ diubah menjadi ‘ketika suatu bintang jatuh, seseorang sedang pergi.’

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

DNA Berusia Jutaan Tahun?

(Berita Mingguan GITS 21 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 11 September 2020: “Sementara banyak orang Kristen merasa harus menerima jutaan tahun dalam skema evolusi, bukti-bukti untuk penciptaan dunia yang masih muda semakin menumpuk. Bukti semakin menumpuk sampai-sampai banyak evolusionis yang merasa mereka harus menemukan penjelasan untuk semua itu. Dalam program Creation Moments sebelumnya, kita bicara tentang DNA dan material sel lainnya yang ditemukan tanpa menjadi fosil (membatu) di dalam sebuah T. rex. yang menjadi fosil. Sejak pembahasan itu, sebuah tulang kaki hadrosaurus telah ditemukan dengan sel-sel darah yang masih utuh. Lalu ada juga hadrosaurus yang menjadi mumi yang menjadi subjek pembahasan spesial di suatu program televisi. Bahkan organ-organ dalamnya masih utuh. Menurut evolusionis, kita harus percaya bahwa mumi ini tidak menjadi debu dalam waktu 77 juta tahun. Klaim ini tidak bisa dipercaya, dibandingkan dengan pengalaman kita dengan mumi-mumi Mesir yang terpelihara paling baik sekalipun yang baru ribuan tahun umurnya. Segmen-segmen DNA juga telah ditemukan pada kaum Neanderthal, pada mamalia yang katanya pra-sejarah, pada tumbuhan, dan bahkan bakteri. Menurut penanggalan evolusionis, sampel-sampel ini berkisar umurnya dari 40.000 hingga 250 juta tahun. Namun, kita tahu bahwa DNA sudah akan hancur penuh dalam 10.000 tahun. Masih ada cukup banyak sel pigmen berwarna yang tersisa dalam sebuah bulu yang terfosilisasi, sehingga kita masih bisa melihat pola warnanya. Namun, dikatakan usianya 100 juta tahun. Sementara para evolusionis mencoba berbagai penjelasan untuk femonena ini, penjelasan paling sederhana adalah bahwa mereka memang masih berusia muda. Ref: Acts & Facts, 6/09, hal. 17, Brian Thomas, ‘Fossilized Biomaterials Must Be Young.’”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Presiden Bob Jones University Berpartner dengan Organisasi Ekumenis

(Berita Mingguan GITS 14 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Dua kali pada tahun 2020, Presiden BJU, Steve Pettit telah mendukung Christian Learning Centers yang di Greenville County (CLC), yang melayani anak-anak di sekolah umum (public school). Dalam sebuah acara pencarian dana pada tanggal 12 Mei, Pettit mengatakan, “Kami terlibat penuh dalam membantu [CLC] … Dr. Bobby Wood, salah satu wakil presiden kami, sekarang adalah anggota baru dari dewan [CLC] dan kami sangat senang dia berada di sana … sebagai suatu universitas, kami MENDUKNG PENUH CLC.” Pettit sekali lagi membuat pernyataan dukungan untuk CLC pada acara pencarian dana tanggal 22 Oktober, dengan berkata, “[BJU] mendapat kehormatan untuk berpartner dengan [CLC] untuk menyediakan pelatihan Injil dan Alkitab kepada anak-anak SMA.” Machen White menulis “Tetapi CLC bukanlah sebagaimana nampaknya. Kepemimpinan CLC dan gereja-gereja yang mensponsorinya terdiri dari segala macam jenis, mulai dari Injili konservatif, sampai ke kharismatik haluan kiri, dan juga ke orang-orang yang secara theologis liberal. Ketua dewan direksi CLC, Kevin Brady, adalah anggota dari Advent United Methodist Church. Richard Furman, seorang anggota dewan, adalah anggota First Presbyterian Church di Greenville. Gabe Vicks, anggota dewan lainnya, adalah anggota gereja Word of Life. Todd Hyneman, juga anggota dewan, adalah anggota Holland Park Church of Christ. Di antara gereja-gereja yang mensponsori, ada tiga gereja United Methodist, satu gereja Presbyterian yang liberal, beberapa gereja kharismatik, dan setengah lusin gereja Bapits Selatan, yang tercantum dalam website CLC. Keadilan sosial [social justice] sering dipromosikan dalam podcast CLC. Dalam pernyataan iman CLC, Injil sudah digeser kalau bukan digantikan sama sekali oleh keadilan sosial” (Musings of a Fundamentalist, 5 Nov. 2020).

EDITOR: Bob Jones University, didirikan oleh Bob Jones, bertahan 3 sampai 4 generasi dalam pendirian kokoh terhadap kebenaran. Dr. Bob Jones digantikan oleh putranya, Bob Jones Jr., lalu oleh cucunya Bob Jones III, dan setelah itu oleh cicitnya Stephen Jones. Karena masalah kesehatan, Stephen Jones mundur pada tahun 2014, dan digantikan oleh Steve Pettit, seorang alumni BJU, yang sekarang membawa BJU ke berbagai arah yang baru.

Posted in Ekumenisme, Fundamentalisme | Leave a comment

Presiden Baptis Selatan Mengatakan Orang-Orang Kristen Terkutuk Karena Tidak Berjuang untuk “Keadilan Gender”

(Berita Mingguan GITS 14 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “JD Greear Says,” Reformation Charlotte, 29 Okt. 2020: “JD Greear, presiden dari Konvensi Baptis Selatan (Southern Baptist Convention, atau SBC) – seorang yang menyerang orang-orang Baptis Selatan sebagai rasis dan penganut supremasi kulit putih, menyerukan agar orang-orang Kristen berdiri untuk hak-hak LGBTQ, dan juga memakai seorang wanita yang pro-aborsi untuk memimpin pembelajaran Alkitab di gerejanya, dan juga mengatakan bahwa orang-orang yang mengikuti Yesus akan memikirkan tentang ‘hak imigran’ ketika sedang di kotak pemilihan umum – dia mengumumkan bahwa Gereja dikutuk seperti Meroz karena tidak memperjuangkan ‘keadilan rasial’ dan ‘keadilan gender.’ Greear baru-baru ini mengeluh dalam sebuah khotbah bahwa orang-orang Kristen hari ini, sama seperti orang-orang Kristen pada zaman perbudakan Amerika dulu, sangatlah malas mengenai keadilan, karena, katanya, hal itu tidak ‘mempengaruhi mereka sedang langsung.’ ‘Entah kita bicara tentang keadilan rasial atau keadilan gender atau apapun juga yang lain,’ dia menegaskan, ‘tragisnya … sering ada kemalasan dalam gereja … karena ketidakadilan itu tidak langsung mempengaruhi kita yang duduk di tempat-tempat hak istimewa. Seperti Meroz, itu tidak mempengaruhi orang-orang kita.’ Tentu saja dia tidak menjelaskan dengan gamblang apa itu ‘keadilan gender,’ namun website Gender Justice U.S. mendefinisikannya sebagai ‘suatu duia di mana semua orang dapat berkembang tak peduli gender, ekpresi gender, atau orientasi seksual mereka.’ Dan karena Greear telah menyerukan agar orang Kristen membela hak-hak gay dan bahwa menggunakan ‘kata ganti yang disenangi’ oleh kaum transgender adalah bentuk ‘keramahan kata ganti’ dan dia percaya bahwa dia harus melakukan itu, kita bisa menarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud Greear mengenai istilah ini.”

EDITOR: Betapa kacaunya kalau presiden suatu denominasi sudah menyimpang begitu jauh dari Alkitab.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Tumbuhan yang Bergosip

(Berita Mingguan GITS 14 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 23 Oktober, 2020: Tanaman venus flytrap merasakan adanya seekor lalat, dan dalam kurang dari satu detik, pintu perangkapnya sudah tertutup rapat. Hari ini dia akan makan. Suatu bidang baru dalam sains adalah mempelajari perilaku tumbuhan. Para ahli perilaku tumbuhan menunjukkan bahwa tumbuh-tumbuhan, seperti venus flytrap yang berinteraksi dengan binatang, harus dapat bergerak dalam skala yang sama dengan binatang. Kita secara tradisional membayangkan tanaman sebagai makhluk hidup yang tidak aktif dan hanya duduk diam saja. Tetapi sambil kita belajar lebih lagi tentang mereka, kita mulai menemukan bahwa tumbuh-tumbuhan jauh lebih aktif dari yang kita pikirkan. Tumbuh-tumbuhan lain juga bergerak, seringkali ketika mereka berinteraksi dengan binatang. Tetapi kadang-kadang juga bukan. Ketika sebuah pohon mulberry putih membuka bunganya, kecepatan pembukaan adalah setengah kecepatan suara. Tetapi perilaku tumbuhan melibatkan lebih banyak lagi hal. Para ilmuwan telah belajar bahwa tanaman memiliki daya ingat, walaupun mereka tidak memiliki sistem saraf ataupun otak. Demikianlah, ketika sehelai daun pernah menggerakkan pola pertahanan melawan predator di masa lalu, ia akan melakukannya lebih cepat kali berikutnya serangan yang sama muncul. Sebelulmnya kita pernah membahas bagaimana tanaman berkomunikasi dengan mengeluarkan bau-bauan. Ketika sehelai daun diserang, suatu bau dikeluarkan, yang memperingatkan daun-daun dan tanaman lain di sekeliling. Para ilmuwan sekarang menyebut fenomena ini ‘gosip tanaman.’ Ketika kita melihat betapa banyak kemampuan yang Allah berikan kepada tanaman, bahkan, kita dituntun utnuk menyadari dengan penuh syukur bahwa Allah jauh lebih murah hati lagi kepada kita. Ref: Science News, 6/20/09, hal. 16-19, Susan Milius, ‘No brainer behavior.’”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pemilihan Umum AS Tahun 2020

(Berita Mingguan GITS 7 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Pemilihan umum di Amerika Serikat memang mempengaruhi banyak hal di dunia ini, tetapi sama sekali tidak mengubah apa-apa di Surga. Tidak ada pemilihan bisa menggeser Allah dari takhtaNya atau Yesus Kristus dari sebelah kanan Allah atau menghentikan datangnya hari Tuhan. Jam nubuatan sudah sangat larut, dan sambil orang-orang tebusan Allah menantikan seruan Pengangkatan, yang dapat terjadi kapan saja, kita mempunyai tugas kita. Mari kita terus setia membajak. “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan” (Kol. 3:1-4). “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:18-20). “Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (1 Tes. 5:4-9)

Posted in General (Umum) | Leave a comment