Hati-Hati dengan Klaim Perjalanan ke Surga

oleh Dr. David Cloud (terjemahan: Dr. Steven Liauw)

Bukan hanya ada banyak tokoh Pantekosta yang mengklaim pernah melihat Yesus, sebagian juga mengklaim pernah pergi ke surga. Antara lain yang membuat klaim semacam ini adalah John Lake, Percy Collett, Dudley Danielson, Marvin Ford, Aline Baxley, Kenneth Hagin, Sr., Benny Hinn, Jesse Duplantis, Roberts Liardon, dan Bob Jones.

Pada tahun 1977, Richard Eby mengklaim bahwa dia mati dan pergi ke surga dan kembali lagi dengan membawa penyingkapan bahwa “saraf utama dalam tengkorak Allah adalah untuk indera penciuman.” Dia berkata bahwa di surga dia bisa bergerak ke mana saja secara beas dan bahwa dia dapat dilihat, namun juga transparan.

Pada tahun 1980an, Percy Collett mendapatkan banyak pengikut berdasarkan cerita-cedrita dramatisnya tentang suatu perjalanan selama lima hari ke surga. Dia berbicara muka berhadapan muka dengan Roh Kudus dan melihat kucing-kucing dan anjing-anjing (yang tidak menggonggong). Dia melihat ada “Departemen Kasihan,” di mana bayi-bayi yang diaborsi akan dilatih untuk sejumlah waktu. Dia melihat ada “Ruang Pakaian,” di mana malaikat-malaikat sedang menjahit baju untuk orang percaya. Dia bahkan melihat adalah “elevator Roh Kudus.”

Roberts Liardon mengklaim bahwa dia melakukan tur di surga ketika dia berumur delapan tahun. Dia berkata bahwa Yesus tingginya lima kaki dan sebelas inci hingga enam kaki, dengan rambut warna kecoklatan yang tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. Dia melihat gudang-gudang yang berisi bagian-bagian tubuh yang menantikan “orang-orang kudus maupun orang-orang berdosa” di bumi untuk mengklaim mereka. Yesus memberitahu dia, “Kamu harus datang ke sini dengan iman dan mendapatkan bagian yang kamu perlukan dan juga orang-orang yang kamu kenal” (Liardon, I Saw Heaven, Tulsa: Harrison House, 1983, hal. 19). Dia melihat sebuah rak obat dengan botol-botol yang ditandai: “overdosis Roh Kudus,” dan dia juga main ciprat-cipratan bersama Yesus di Sungai Kehidupan.

Dalam acara “This Is Your Day,” tanggal 4 Mei 2000, Benny Hinn mewawancarai G. S. Dhinakaran dari “Jesus Calls” ministry di India mengenai berbagai perjalanan ke surga yang dia klaim. Dhinakaran mengatakan, “Kapanpun saya sedang patah hati karena masalah-masalah dalam pelayanan, saat itulah Tuhan Yesus berkata mari, dan Dia membawa saya ke surga, lalu berbicara secara pribadi kepada saya. Dia memanggil salah satu rasul dan menyuruh mereka berbicara kepada saya tentang masalah saya.”

Jesse Duplantis mengklaim bahwa dalma perjalanannya ke surga, dia melihat seorang malaikat dilemparkan kepada dinding ketika Allah menggerakkan sedikit saja jariNya dan (secara tidak sengaja?) kena kepada dia ketika dia terbang lewat. Duplantis mengatakan bahwa dia belajar ada dua tipe orang Kristen di surga, yaitu yang kuat dan yang lemah, dan yang lemah harus mengendus daun-daun pohon kehidupan untuk mendapatkan kekuatan.

APA KATA ALKITAB?

Saya menolak semua klaim-klaim tentang mengunjungi surga ini, apakah dalam bentuk penglihatan ataupun dalam tubuh, karena alasan yang sederhana bahwa dalam setiap kasus, individu-individu ini menambahkan kepada hal-hal yang tercatat dalam Alkitab, bertentangan langsung dengan perintah Allah:

“Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini” (Wah. 22:18-19).

Banyak hal yang dicatat dalam kitab Wahyu berhubungan dengan surga. Perhatikan Wahyu 4-5; 7:9-17; 8:1-6; 10:1; 11:15-19; 12:1-3, 7-12; 14:1-17; 15:1-8; 16:1, 5-7; 17:1-2; 19:1-16; 20:1; 21:1-27; 22:1-5. Kitab Wahyu berakhir dengan hampir dua pasal penuh menggambarkan kota surgawi, Yerusalem Baru, dan disimpulkan dengan peringatan yang keras untuk tidak “menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini.”

Bukankah menambahkan kepada perkataan-perkataan dalam Kitab Suci tentang surga jika seseorang mengatakan bahwa ada elevator Roh Kudus dan ada ruangan penuh dengan bagian-bagian tubuh dan anjing-anjing yang tidak menggonggong, atau bahwa saraf utama dalam tengkorak Allah adalah indera penciuman?

Semua pengalaman ini hanya ada dua kemungkinan, yaitu benar atau suatu kebohongan, dan kami yakin mereka adalah kebohongan. Orang-orang yang menggambarkannya bisa jadi benar-benar mengira bahwa mereka mengunjungi surga, tetapi mereka sama sekali tidak melakukannya.

Alkitab jauh lebih pasti dari pada penglihatan atau pengalaman mistik yang paling hebat manapun. Bisa saja tertipu sehingga mengira diri sendiri pernah ke surga atau melihat Yesus, padahal itu tidak benar terjadi. Tetapi Alkitab adalah sesuatu yang pasti. Petrus mengingatkan pada pembacanya bahwa dia adalah saksi mata akan keagungan Kristus, dan bahwa dia menyaksikan perubahan Kristus di atas gunung dan mendengar suara langsung Allah Mahakuasa, dan telah melihat Elia dan Musa (2 Pet. 1:16-18). Apa lagi yang lebih hebat dari itu? Tidak ada pengalaman Pantekosta kharismatik yang lebih hebat dari ini lagi. Tetapi Petrus tidak mengakhiri ceritanya di sana. Daripada mendorong para pembacanya untuk mencari pengalaman yang serupa, dia meninggikan Alkitab di atas hal-hal semacam itu:

The Bible is more certain than any vision or the most glorious mystical experience. It is possible to be deceived into thinking one has been to heaven or seen Jesus when this has not actually happened, but the Bible is sure. Peter reminded his readers that he was eyewitness to Christ’s majesty, that he had witnessed Christ’s transformation on the mountain and heard the very voice of Almighty God and had seen Elijah and Moses (2 Pe. 1:16-18). What could be more glorious than that? No Pentecostal or charismatic has experienced anything greater than this. But Peter does not end here. Rather than urging his readers to seek such experiences he magnifies the Bible above all such things:

Alkitab KJV: “We have also A MORE SURE WORD OF PROPHECY; whereunto ye do well that ye take heed, as unto a light that shineth in a dark place, until the day dawn, and the day star arise in your hearts: Knowing this first, that no prophecy of THE SCRIPTURE is of any private interpretation. For the prophecy came not in old time by the will of man: but holy men of God spake as they were moved by the Holy Ghost” (2 Pet. 1:19-21).

Alkitab ITR: “Juga kami memiliki FIRMAN NUBUATAN YANG LEBIH PASTI LAGI; kalian berbuat baik jika kalian memperhatikannya, seperti kepada pelita yang bersinar di tempat yang gelap sampai waktu mana fajar menyingsing, dan bintang fajar terbit di hati kalian;”

Firman nubuatan yang lebih pasti lagi itu adalah Kitab Suci itu sendiri. Kitab Suci diberikan melalui pengilhaman, dan oleh karena itu tidak dapat salah.

Ini adalah pesan yang harus dicamkan oleh setiap orang Pantekosta kharismatik. Sisihkan hawa nafsu kedagingan yang mencari pengalaman-pengalaman mistis dan tanda-tanda ajaib dan penglihatan di luar Alkitab dan suara-suara; sebaliknya, berpautlah pada Alkitab saja sebagai satu-satunya otoritas yang cukup untuk iman dan perbuatan. Berjalanlah dengan iman, bukan dengan penglihatan, itulah kekristenan yang alkitabiah.

“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun” (Rom. 8:24-25).

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Mengapa Perempuan-Perempuan Muda Menelanjangi Diri?

Oleh: Gbl. Kent Brandenburg
Diterjemahkan oleh: Gbl. Steven Liauw

Salah satu peristiwa paling awal dalam seluruh Alkitab adalah Allah memberikan pakaian yang sopan kepada laki-laki dan perempuan, untuk menggantikan ketelanjangan mereka dan juga pakaian dari daun ara yang mereka buat. “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.” (Kej. 3:21). Pakaian yang Allah buat untuk mereka berasal dari kata Ibrani kuttonet, mengacu kepada semacam jubah yang memanjang hingga ke tanah dengan lengan yang panjang. Ini adalah kata yang sama yang dipakai untuk menggambarkan pakaian imam. Dalam Kej. 3:21 dikatakan bahwa Allah “mengenakannya kepada mereka.” Tuhan ingin manusia berpakaian.

Mengapakah perempuan-perempuan muda, khususnya, mau menggeser kehendak Allah tentang berpakaian ke arah yang berbeda? Tuhan ingin mereka berpakaian, tetapi mereka ingin menanggalkan pakaian mereka di depan banyak orang. Bahkan ketika mereka berpakaian, pakaian itu ketat. Saya sering berjalan di belakang begitu banyak laki-laki dan perempuan di bulan-bulan musim dingin ini, dan keduanya memakai celana panjang. Hari ini di bank, ada dua orang di depan saya, dan secara konsisten saya observasi, perempuan-perempuan muda memakai leggings, suatu jenis pakaian yang bisa dikira sekedar cat pada kulit saja, yang memperlihatkan bentuk tubuh tanpa perlu ada imajinasi tambahan. Yang laki-laki biasanya memakai celana panjang yang cukup longgar, sedangkan perempuan memakai celana yang sangat ketat, dan hal ini yang biasanya membedakan celana yang dipakai perempuan dengan yang dipakai laki-laki.

Perempuan-perempuan muda sekarang bahkan memakai celana yang tidak lebih dari celana dalam di tempat-tempat umum, yang hampir tidak menutupi apa-apa. Ini adalah ketelanjangan di dalam Alkitab. Mereka dengan sengaja membiarkan banyak sekali kulit dan bagian-bagian tubuh mereka terbuka. Mereka ingin orang-orang melihat kaki mereka, payudara mereka, pusar mereka, perut mereka, dan banyak lagi yang lain. Ketika mereka memilih rok, mereka sengaja memilih yang jauh di atas lutut. Mereka juga berdiri dengan cara tertentu, satu kaki di depan yang lainnya, untuk meng-ekspos lebih banyak lagi. Sepatu yang dipilih, apapun jenisnya, adalah untuk menarik perhatian kepada kaki yang terbuka.

Continue reading

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita | Leave a comment

Pemasukan Industri Video Game Melampaui Pemasukan Industri Film dan Sports Digabungkan

(Berita Mingguan GITS 2 Januari 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Pemasukan bagi industri video game secara global mencapai $180 milyar pada tahun 2020, peningkatan 20% dari tahun sebelumnya, melampaui industri sports dan film digabungkan (Just the News, 27 Des. 2020). Walaupun memang ada video-video game yang lumayan tidak berbahaya dan bisa saja digunakan secara bijak dan saleh dalam proporsi yang moderat, game-game ini biasanya bukanlah yang paling populer, dan bahkan untuk game-game inipun selalu ada bahaya bahwa main video game akan menjadi penyia-nyiaan waktu kehidupan yang singkat ini dalam kecanduan. Dan juga selalu ada bahaya terperosok ke dalam game-game yang sungguh buruk. “Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas” (Ams. 27:20). Seorang mantan gamer berkata: “Ketika mengunjungi keluarga, saya sering melihat game anak-anak yang ‘tidak berbahaya’ menayangkan iklan untuk game-game yang penuh kekerasan, dengan tema-tema ‘membunuh musuh,’ atau ‘headshot,’ dan juga grafik yang penuh darah. Iklan-iklan lainnya adalah untuk game dengan tema perjudian, perempuan dengan pakaian yang sangat minim, dan seterusnya. Saya jarang melihat video game di smartphone/tablet yang tidak menayangkan iklan-iklan semacam ini.” Video game sangat membuat kecanduan, sehingga ribuan suami dan istri telah ditelantarkan demi game-game imajiner yang dimainkan di cyberspace. Dengan kata lain, mereka telah ditelantarkan demi sesuatu yang hampa, suatu cetusan imajinasi saja, untuk pixel-pixel di layar, yang bahkan tidak se-nyata gelembung-gelembung sabun. Video game memang didesain untuk sangat menarik dan membuat kecanduan. Pada pembuat dan pemasar game bertujuan untuk mendapatkan uang. Mereka bukan dengan lugunya menyuguhkan hiburan yang paling sehat. Jika kamu membiarkan mereka, mereka akan mencuri waktumu, hatimu, dan kekudusanmu. Video game yang bersifat online multi-player sangat membuat kecanduan, sehingga sering diibaratkan obat. EverQuest dijuluki “Never rest” dan “Ever crack,” World of Warcraft sering disebut “World of War Crack,” Halo 3 disebut “Halodiction.” Game-game yang paling membuat kecanduan dan berbahaya biasanya adalah tipe MMORPG (massively multi-player online role-playing game). Tidak banyak hal yang mengendalikan hati dan pikiran orang-orang muda lebih dari game-game ini.

Posted in Gaming | Leave a comment

Pengadilan Tinggi Inggris Mempertahankan “Kebebasan untuk Menyinggung” dalam Kebebasan Berbicara

(Berita Mingguan GITS 2 Januari 2021, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Right to Offend Upheld,” Reformation Charlotte, 18 Des. 2020: “Inggris dalam beberapa dekade terakhir ini dikenal sebagai pre-cursor (semacam pembuka jalan) bagi apa yang akan terjadi Amerika Serikat dalam hal kebijakan sosial. Pergeseran liberal yang terjadi dengan jelas di sana sering akhirnya menjalar ke Pantai Barat Amerika, yang lalu akan menjalar ke timur dari sana. Salah satu gerakan yang paling parah yang terjadi Inggris dalam dekade terakhir ini adalah gerakan untuk melawan kebebasan berbicara, yang menghukum orang-orang yang menyinggung orang lain melalui kata-kata. Dari pengalaman pribadi, karena saya pernah pergi ke Inggris untuk berkhotbah di tempat umum, satu hal yang harus hati-hati adalah berkhotbah secara terbuka melawan homoseksualitas. Khalayak ramai sangat mudah memberontak terhadap khotbah seperti ini, yang akan mendatangkan polisi ke diri kita karena dianggap melakukan ‘hate speech.’ Sederhananya, khotbah seperti ini dilarang. Namun, situasi ini bisa berubah karena adanya keputusan penting oleh Court of Appeals (semacam Pengadilan Tinggi) Inggris, yang baru-baru ini mempertahankan hak untuk ‘menyinggung’ dalam sebuah keputusan tentang kebebasan berbicara. Daily Mail melaporkan, ‘Para hakim bersikukuh bahwa kebebasan berbicara mencakup juga kebebasan untuk menyinggung dalam sebuah keputusan yang penting yang dapat membantu membalikkan gelombang intoleransi woke, setelah seorang feminis yang menyebut seorang perempuan transgender sebagai ‘pig in a wig’ (babi yang pakai rambut palsu) dan ‘seorang lelaki’ dibebaskan dari kesalahan.’ Bertugas memimpin sebuah kasus di Pengadilan Tinggi tersebut, Lord Justice Bean dan Mr. Justice Warby mengatakan: ‘Kebebasan untuk hanya mengatakan hal-hal yang tidak menyinggung orang lain, bukanlah kebebasan yang bernilai untuk dipertahankan.’ Mereka menambahkan bahwa ‘kebebasan berbicara mencakup kebebasan untuk menyinggung, dan bahkan untuk menghina orang lain.’ Keputusan dari dua anggota senior dari sistem judisial tersebut akan menjadi preseden bagi kasus-kasus di masa depan yang melibatkan kebebasan berbicara.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Orang Tua Kehilangan Hak Asuh terhadap Remaja Putri Setelah Menolak untuk Menyetujui Perubahan Jenis Kelaminnya

(Berita Mingguan GITS 12 Desember 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Parents Lose Custody,” Reformation Charlotte, 1 Des. 2020: “Kedua orang tua dari seorang remaja putri ‘transgender’ – lahir seorang perempuan, masih seorang perempuan, dan akan selamanya seorang perempuan – telah kehilangan hak asuh atas putri mereka setelah menolak untuk memulai terapi hormon untuk menghasilkan perubahan jenis kelamin. Menurut The Australian, seorang hakim memutuskan bahwa remaja putri yang kebingungan dan ingin ‘bertransisi’ menjadi seorang lelaki – jelas sesuatu yang tidak mungkin bagi siapapun yang waras – kemungkinan besar telah menderita perlakuan salah verbal ‘berhubungan dengan perasaannya dan ekspresi identitas gendernya’ (“Parents’ grieve as ‘trans teen’ taken into care,” The Australian, 29 Nov. 2020). [Ini adalah kasus pertama di Australia ada seorang anak yang diambil karena orang tuanya menolak terapi silang hormon seksual.] … Hakim-hakim dan politisi-politisi yang juga adalah aktivis LGBT, sedang mencari-cari kesempatan untuk meluluhlantakkan sisa-sisa kewarasan dan pikiran sehat yang terakhir. Dalam bulan-bulan belakangan ini, Australia telah mengimplementasikan sejumlah kebijakan anti-konservatif yang bertujuan untuk menghancurkan kekristenan dan keluarga Kristen. Terapi konversi [untuk menobatkan seorang homoseksual menjadi tidak homo, misalnya] sudah dilarang di kebanyakan bagian negara tersebut, dan oleh Undang-Undang ‘Change or Suppression (Conversion) Practices Prohibition Bill 2020,’ orang yang melakukannya akan terkena denda $10.000 dan hingga 10 tahun dalam penjara. Kebijakan-kebijakan ini telah dikritik oleh Australian Christian Lobby, yang berargumen bahwa para orang tua sekarang rentan dikriminalisasi karena menolak untuk menerima ‘transisi gender’ anak mereka.”

Posted in LGBT | 2 Comments

Para Ekumenis Memperingatkan tentang Kaum Pre-Tribulation yang “Berbahaya”

(Berita Mingguan GITS 12 Desember 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Evangelicals and Catholics Together and the Rejection of End-Time Christians” oleh Roger Oakland, Light House Trails, 7 Des. 2009: “Sentimen anti Kristen semakin bertumbuh terhadap orang-orang yang percaya akan hari-hari akhir alkitabiah / skenario Kitab Wahyu sebelum kedatangan kembali Kristus. Dalam sebuah artikel tahun 2005, Uskup Mark Hanson dari Evangelical Lutheran Church di Amerika ‘menyerukan agar gereja-gereja Katolik, Ortodoks Timur, Anglikan, dan Lutheran, bersatu untuk memerangi cara memahmi Kitab Suci yang fundamentalis-millenialis-apokaliptis’ [‘Lutheran leader calls for an ecumenical council to address growing biblical fundamentalism,’ Religious News Service, 11 Agus. 2005]. … Hanson percaya bahwa suatu kelompok ekumenis global yang terdiri dari Katolik, Ortodoks Timur, Anglikan, dan Lutheran, adalah jawaban terhadap krisis yang dia saksikan [‘The Church: Called to a Ministry of Reconciliation,’ Lutheran World, Sept. 2005]. Hanson berkata bahwa orang-orang yang mempercayai akhir zaman alkitabiah dan penafsiran Alkitab yang literal, sedang menghambat tujuan Kristus, yang menurut dia adalah untuk menyatukan seluruh ciptaan dan menghasilkan utopia pada planet ini. … Munib Younan, uskup dari Evangelical Lutheran Church di Yerusalem, percaya bahwa orang-orang yang berpegang pada skenario akhir zaman yang apokaliptik (dengan fokus pada Israel), sedang menyebarkan ‘kesesatan.’ … Dia telah meminta agar kaum Lutheran ‘membuat orang-orang Kristen di mana-mana menjadi waspada tentang bahaya ini dan pengajaran palsu ini’ [‘Christian Zionism Is Heresy,’ The Lutheran, Maret 2003]. … Tony Campolo mengatakan bahwa orang-orang Kristen yang berfokus pada skenario akhir zaman telah menjadi penyebab dari konsekuensi-konsekuensi yang ‘sangat merusak.’ …. Brian McLaren menulis, ‘Suatu eskatologi penelantaran, demikianlah saya menggambarkan aliran tertentu dari pendekatan left behind ini, membawa dampak sosial yang merusak. … Proyek apapun yang bertujuan untuk memperbaiki dunia ini secara jangka panjang akan dipandang tidak setia, karena kita diharuskan berasumsi bahwa dunia akan semakin buruk dan buruk ‘ [Interview by Planet Preterist with Brian McLaren, 30 Jan. 2006] … Pada intinya, McLaren mengatakan bahwa jika kamu percaya bahwa Kitab Wahyu dan Matius 24 masih akan terjadi, kamu adalah seorang yang secara psikologis tidak stabil dan tidak memiliki belas kasihan kepada orang-orang yang menderita, tidak peduli terhadap lingkungan atau dunia tempat kita tinggal.”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Telinga Cyclops

(Berita Mingguan GITS 12 Desember 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 27 November 2020: “Semua serangga yang bisa mendengar, kecuali satu jenis serangga, mempunyai dua telinga. Ada serangga yang telinganya ada pada kaki mereka, dada mereka, atau perut mereka. Namun mereka semua mengikuti prinsip yang sama. Telinga mereka terpisah supaya mereka bisa menentukan lokasi sumber suara – kecuali satu serangga. Para ilmuwan selama ini berpikir bahwa belalang sembah adalah serangga yang tuli. 1.700 spesies belalang sembah yang diketahui tidak memiliki struktur yang menyerupai telinga. Barulah setelah proses penelitian dan eksperimen yang mendetil, para ilmuwan akhirnya menemukan bahwa belalang sembah bisa mendengar. Penyelidikan lebih lanjut lagi akhirnya menyingkapkan salah satu cara paling aneh untuk mendengar di dunia binatang. Organ pendengaran belalang sembah sulit untuk disebut telinga. Tidak seperti serangga lainnya, belalang sembah hanya mempunyai satu organ pendengaran, terletak di sebuah cekungan di bawah dadanya. Cekungan yang berbentuk tetes air mata tersebut mempunyai kutikula yang lebih tipis daripada bagian tubuh lainnya. Di bawah kutikula itu ada kantung udara yang relatif besar di kedua sisi cekungan tersebut. Kantung-kantung ini terhubung ke sistem pernafasan serangga ini. Di dekat bagian atas kantung ada saraf yang membawa sensasi suara ke sistem saraf. Para ilmuwan mengatakan bahwa organ pendengaran ini menginderai frekuensi ultrasonik. Ketika para ilmuwan memutar suara mirip kelelawar kepada belalang sembah yang sedang terbang, ia segera melakukan gerakan penghindari untuk meloloskan diri dari kelelawar yang ia kira ia dengar. Sungguh tidak ada batasan pada kreativitas Allah atau kemampuanNya untuk menciptakan apapun yang Ia imajinasikan. Kita harus mengingat hal ini, terutama ketika otoritas manusia tertentu memberitahu kita bahwa Alkitab telah salah dalam suatu hal. Ref: Miller, Julie Ann. 1986. ‘Sensory surprises in platypus, mantis.’ Science News, v. 129. hal. 104.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gembala Gereja Hillsong Dipecat Karena Perzinahan

(Berita Mingguan GITS 28 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang gembala sidang terkenal dari Hillsong, Carl Lentz, yang dijuluki “Apostle of Cool” (Rasul Keren?), dipecat pada tanggal 4 November karena perzinahan. Hillsong adalah sebuah megachurch di Sydney, Australia, yang beberapa tahun belakangan meluas dan mendirikan cabang-cabang di banyak belahan dunia. Dulunya mereka terafiliasi dengan Sidang Jemaat Allah (Assembies of God), namun saat ini mereka adalah denominasi independen dengan cabang di 28 kota besar dunia. Semuanya ada di bawah pengarahan dari gereja induk, Hillsong di Sydney, dan pengawasan dari Brian Houston dan suatu dewan penatua. Hillsong juga adalah salah satu penerbit lalu-lagu Christian Contemporary Music yang paling berpengaruh. Carl Lentz dan istrinya, Laura, adalah sesama gembala dari Hillsong New York, sebuah gereja “hyper-cool” yang bisa berbangga memiliki beberapa celebrity sebagai anggota atau simpatisan, termasuk bintang pop Justin Bieber, yang pada tahun 2014 dibaptis oleh Carl Lentz di bak mandi seorang pemain basketball profesional. Perzinahan yang terjadi ini tidak terlalu mengagetkan jika dilihat dari kacamata gaya hidup pribadi Lentz dan sejarah serta karakter dari Hillsong. Pada tahun 2002, Frank Houston (ayah dari Brian Houston), pendiri dari Hillsong Sydney, dipecat karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang bocah lelaki, dan pada tahun 2015, komisi kerajaan menegur Brian karena menutup-nutupi immoralitas ayahnya. Pada tahun 2001, salah satu gembala Hillsong Sydney, Bobbie Houston, menerbitkan suatu seri rekaman pengajaran seksual yang eksplisit, yang diberi judul Kingdom Women Love Sex. Pada bulan Mei 2016, Hillsong New York menyelenggarakan Konferensi Wanita Hillsong, dan dalam acara tersebut muncul para “cheerleaders” yang berpakaian minim, seorang peniru Elvis, seorang “koboi telanjang” yang hanya memakai topi koboi, sepatu, dan gitar. Koboi tersebut adalah gembala pelayanan remaja dari Hillsong New York, Diego Simla. Pada tahun 2014, dalam sebuah wawancara dengan CNN, Laura Lentz berbicara tentang isu homoseksualitas dengan berkata: “Bukanlah porsi kita untuk mengatur bagaimana orang harus hidup, itu adalah perjalanan mereka sendiri.” Pada tahun 2017, Lentz dan Bieber difoto sedang berada di New Zealand dan minum sampai mabuk dan berpesta di sebuah kedai bir. Belakangan pada tahun itu, Lentz menolak untuk menyerang aborsi sebagai dosa, dengan berkata: “Allah adalah hakimnya. Manusia hanya harus mengikuti keyakinan sendiri” (“Hillsong Pastor,” ChristianHeadlines.com, 7 Nov. 2017). Pada tahun 2019, Yelp mengidentifikasi Hillsong Los Angeles sebagai salah satu dari “top ten” gereja yang bersahabat dengan gay di kota tersebut. “Hal ini memberitahu kita sesuatu tentang Hillsong. Seorang homoseksual bisa masuk, duduk, dan dihiburkan, tanpa hati nurani mereka ditusuk oleh khotbah akan Injil yang alkitabiah dan seruan untuk bertobat dari dosa-dosa dan datang kepada Kristus” (“Hillsong Listed in Top Ten,” Reformationcharlotte, 3 Sept. 2019). Pada bulan Juni 2020, Lentz dengan bangga memposting video anak putrinya sedang berteriak-teriak marah pada polisi dalam sebuah demonstrasi Black Lives Matter di New York City. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4).

Posted in Emerging Church, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Laporan Baru tentang Penganiayaan Berat di Korea Utara

(Berita Mingguan GITS 28 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “North Korea jails, executes anyone who owns a Bible,” Christian Headlines, 30 Okt. 2020: “Sebuah laporan baru dari seorang pengamat hak asasi manusia mendetilkan pelanggaran-pelanggaran kebebasan beragama yang mengerikan di dalam Korea Utara, termasuk warga yang secara brutal disiksa karena menjadi Kristen dan individu-individu yang dieksekusi di hadapan umum karena mempunyai Alkitab. Laporan sepanjang 98 halaman tersebut dibuat oleh Korea Future Initiative yang berbasis di London, dan diterbitkan bulan ini berdasarkan 117 wawancara dengan para penyintas, saksi dan pelaku dari kejahatan-kejahatan ini. Secara total, 273 korban pelanggaran hak beragama dapat diidentifikasi, termasuk 215 yang melibatkan orang Kristen, dan 56 orang pengikut shamanisme. Usia dari para korban terentang dari 3 tahun hingga 80an tahun. … Kekristenan tidaklah legal di Korea Utara. Warga diperintahkan untuk memperlakukan pemimpin besar mereka, Kim Jong-un, sebagai seorang dewa. Di antara pelanggaran-pelanggaran kebebasan beragama yang diceritakan dalam laporan tersebut: seorang pejabat pemerintah ditembak dan dibunuh di sebuah lapangan terbang, di hadapan orang ramai, karena mempunyai sebuah Alkitab. Eksekusi publik ‘didesain untuk menanamkan rasa takut kepada khalayak ramai yang sudah dikumpulkan’ dan dipaksa untuk hadir. Seorang Kristen diikat ke sebuah tiang kayu di pasar umum dan dieksekusi oleh regu penembak karena mempunyai sebuah Alkitab. …Individu-individu lain dalam laporan tersebut ditangkap karena mempunyai Alkitab. Orang-orang Kristen disiksa dengan memasukkan cairan yang dicampur dengan bubuk cabe merah ke dalam lubang hidung mereka. …Laporan itu juga mendaftarkan bentuk-bentuk siksaan lainnya bagi orang-orang Kristen dan penganut agama lain: ‘dipaksa untuk bergantung pada batangan baja sambil dipukuli dengan sebuah oseungogakja (semacam tongkat kayu); digantung dari kaki mereka; tubuh mereka diikat erat-erat dengan tongkat-tongkat; dipaksa untuk squat-jump dan duduk berdiri ratusan hingga ribuan kali sehari … dipaksa untuk berlutut dengan batang kayu ditaruh di antara lutut mereka; dicekik; dipaksa untuk menyaksikan eksekusi atau siksaan tahanan lainnya; kelaparan; dipaksa memakan makanan yang kotor; dimasukkan tahanan sunyi; tidak dibiarkan tidur, dan dipaksa tetap duduk melebihi 12 jam sehari.’”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Banjir Danau Missoula

(Berita Mingguan GITS 28 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 26 Juni 2020: “Pada saat yang sama ketika biologi terinfeksi oleh evolusi Darwinian, geologi juga terinfeksi oleh ide-ide Charles Lyell. Lyell menolak ide catastrophism (bahwa bencana masa lalu mempengaruhi geologi), sebagaimana digambarkan dalam Alkitab. Bahkan, motivasi dia adalah untuk menceraikan orang dari mempercayai apa yang dia sebut Geologi Musa. Konsep Lyell adalah perubahan yang pelan dan perlahan – suatu konsep yang dikenal dengan istilah uniformitarianisme. Pada tahun 1920an, J. Harlen Bretz memperhatikan bahwa bagian timur dari Negara Bagian Washington, mempunyai bahwa fitur yang sepertinya adalah bekas air terjun yang tidak lagi mempunyai air. Yang terbesar dari fitur geologis ini adalah tempat yang bernama Dry Falls. Daerah itu juga mempunyai banyak ngarai-ngarai besar dengan dasar yang landai dan tembok yang hampir vertikal, yang disebut coulees. Semua ini, ditambah lagi dengan adanya banyak batangan batu yang besar, memberikan gambaran kepada Bretz bahwa area itu pastinya pernah suatu ketika ditimpa oleh air banjir yang berkecepatan tinggi. Ide Bretz diolok-olok oleh para petinggi geologi selama banyak tahun karena suatu bencana banjir yang hebat terdengar terlalu mirip dengan Air Bah di Kejadian. Namun, puluhan tahun kemudian, bukti-bukti lanjutan, termasuk foto dari angkasa, akhirnya meyakinkan para geolog bahwa Bretz pada intinya benar, dan suatu peristiwa bencana air telah membentuk daerah tersebut. Secara konsekuensi, ide uniformitarianisme dimodifikasi untuk mengizinkan adanya bencana tertentu. Pada geolog yang percaya milyaran tahun kini berpendapat bahwa ada beberapa banjir yang terjadi di daerah tersebut, tetapi bukti sebenarnya hanya memberi gambaran satu banjir besar, yang terjadi karena drainase dari danau glasial di Missoula, Montana, yang terbentuk dari air bah yang tersisa, yang akhirnya pecah karena es-es glasial setelah Air Bah menghilang. Ref: Oard, M.J. and Reed, J.K., How Noah’s Flood Shaped Our World (Powder Springs, GA: Creation Book Publishers), hal. 160-162.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment