Gereja-Gereja yang Tak Memiliki Kuasa Telah Menghasilkan Bangsa yang Jahat

(Berita Mingguan GITS 20 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Masalah mendasar bagi Amerika bukanlah rasisme sistemik; melainkan adalah kejahatan yang sistemik. Dan kami yakin bahwa akar masalahnya ada pada gereja-gereja di negara ini yang korup, duniawi, dan suam-suam kuku. Itu adalah akar masalah di komunitas-komunitas kulit hitam dan di semua komunitas. “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Tim. 3:5). “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat” (Wahyu 2:4-5). Karena jemaat adalah tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim. 3:15), jemaat Perjanjian Baru adalah institusi paling penting di muka bumi ini. Kebutuhan terbesar dalam setiap komunitas dan setiap bangsa adalah gereja-gereja Perjanjian Baru. Tidak ada yang dapat menggantikannya. Tetapi, sesuai dengan penggenapan nubuat Alkitab, mayoritas besar gereja-gereja hari ini sudah sesat total. Saya memaksudkan Roma Katolik, Ortodoks Yunani, Unitarian, Advent Hari Ketujuh, Saksi Yehovah, Mormon, World Council of Churches dan semua yang berafiliasi di dalamnya, dan banyak lagi lainnya. Bagaimana dengan kaum “Injili”? Kebanyakannya sudah terkhamiri oleh ragi keduniawian rock & roll dan budaya liberalisme (mereka bersahabat dan menjadi serupa dengan dunia, yang adalah perzinahan rohani), kharismatikisme dan mistikisme kontemplatif, versi-versi “Alkitab” yang kacau (misal: The Message, the New Living, the Good News), versi-versi Alkitab yang secara tekstual sudah korup (misal: NIV, ESV), theologi “kingdom now”, Injil keadilan sosial, positivisme, dan sikap “tidak boleh menghakimi.” Mereka telah menolak “separation” walaupun ini adalah pengajaran yang jelas dalam Alkitab. Tetapi bagaimana dengan kaum “fundamentalis”? Dengan tinggal beberapa pengecualian saja, kebanyakan gereja-gereja fundamentalis yang non-denominasi, hari ini sudah Injili Baru. Peperangan sudah tidak ada lagi; garis-garis tempur sudah bergeser. Yang tadinya lantang sudah menjadi diam. Yang kudus telah menjadi duniawi. Pendirian teguh untuk kebenaran Firman Tuhan yang tadinya hitam putih, sekarang sudah mengabur menjadi abu-abunya kaum injili baru. Jadi, yang tersisa adalah kaum Baptis fundamentalis. Tetapi mereka ini, juga, secara umum, sedang berubah menjadi suatu versi Injili baru yang tidak tegas namun dengan “rasa Baptis.” Dan, kebanyakannya, dalam pengalaman kami, hampir-hampir tidak punya kuasa apapun. Mereka bisa saja masih memakai Alkitab yang benar dan sehat dalam doktrin dan bahwa ada kata “separation” dalam perjanjian gereja mereka dan masih berpegang pada musik yang kudus. Tetapi mereka dengan sangat menyedihkannya, tidak memiliki kuasa. Seorang pengkhotbah yang sudah tua, yang mendirikan dan menggembalakan sebuah gereja besar dengan Sekolah Alkitabnya dan telah berkhotbah di ratusan gereja, berkata: “Saya yakin bahwa tidak ada 50 gereja di Amerika yang saya bisa bergabung ke dalamnya, dan ini saya masih lebihkan angkanya. Bahkan banyak gembala sidang yang memiliki standar musik dan pakaian yang bagus, sikapnya lemah dan tidak mau ‘menggoyangkan perahu’ untuk hal apapun. Ini sungguh zaman yang sedih. Kebanyakan gereja yang saya akan rekomendasikan adalah usaha-usaha baru yang digembalakan oleh orang-orang muda.”

Perhatikan tes yng sederhana ini. Berapa banyak gereja di Amerika (Editor: atau Indonesia), yang dapat lulus dari tes yang alkitabiah ini, dan sebenarnya tes ini masih bisa diperlebar lagi. (1) tes pertobatan. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa kelahiran kembali? Begitu banyak gereja yang “percaya Alkitab” yang menyaksikan sangat sedikit pertobatan yang alkitabiah yang mengubah hidup dan membuat seseorang “berbalik dan berjalan ke arah sebaliknya.” Jika ada yang dibaptis, biasanya adalah anak-anak jemaat lama, yang ketika mereka dewasa penuh, akhirnya langsung nyemplung ke dunia, toh membuktikan bahwa mereka tidak sungguh bertobat. (2) tes keluarga. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa untuk membangun keluarga-keluarga yang saleh? Suatu gereja Perjanjian Baru ditugaskan untuk membangun keluarga-keluarga yang saleh yang bisa menghasilkan keturunan-keturunan yang saleh bagi Kristus. Namun begitu banyak gereja-gereja yang katanya “percaya Alkitab” yang tidak memiliki kuasa untuk membuat para ayah menjadi pemimpin rohani dalam rumah mereka dan para ibu menjadi penjaga rohani dan pengurus di keluarga mereka. Lihatlah karakter duniawi di rumah-rumah Kristen. Lihatlah pada entertainment dan media sosial yang diasup, percakapan yang terjadi, dan prioritas di rumah itu. Keluarga-keluarga ini adalah produk dari gereja-gereja. (3) tes pemuridan. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa untuk menghasilkan murid-murid sejati dari Yesus Kristus? Firman Allah dengan jelas menyatakan bahwa setiap anggota jemaat haruslah diperlengkapi untuk melakukan segala yang Kristus telah perintahkan dan dipimpin kepada kesempurnaan dalam Kristus (Mat. 28:20; Kol. 1:28). Ini adalah tugas pekerjaan suatu gereja Perjanjian Baru, dan jika sebuah gereja tidak dmampu melakukan apa yang Kristus telah perintahkan, maka ada sesuatu yang secara mendasar sangat salah. Di manakah gereja-gereja yang serius melakukan hal ini dan di mana hal ini secara efektif terjadi? (4) tes kemampuan Alkitab. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa untuk menghasilkan pelajar-pelajar Alkitab yang bersemangat dan berkemampuan? Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa setiap orang kudus haruslah terlatih dalam Kitab Suci, baik dalam kemampuan menggunakannya dan juga dalam mengaplikasikannya kehidupan setiap hari, sehingga dia memiliki pola pikir menguji dengan Alkitab (Ibr. 5:12-14). (5) tes anak-anak muda. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa untuk memenangkan hati anak-anak muda bagi Kristus dan kekudusan? Anak-anak muda ada produk dari gereja dan keluarga; keduanya tidak bisa lari dari tanggung jawab. Saya sering bertanya kepada para gembala: “Berapa banyak orang muda yang berapi-api bagi Tuhan? Apakah mereka semangat untuk menjadi pelajar Alkitab yang mumpuni? Apakah mereka berserah untuk mencari kehendak Tuhan ang sempurna sesuai standar Roma 12?” Gereja-gereja yang tak memiliki kuasa telah menghasilkan bangsa yang jahat.

Posted in Gereja | Leave a comment

Sampar dan Belalang – Apakah Ini Akhir Dunia?

(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Penyakit sampar berupa coronavirus telah menyebabkan sedikitnya 365.000 kematian di seluruh dunia. Pada waktu yang sama, suatu bencana belalang sedang melahap puluhan ribu hektar tanah pertanian dan peternakan di Etiopia, Kenya, Somalia, Iran, Pakistan, dan India. “Di Kenya, belalang memakan dalam satu hari, jumlah makanan yang biasa dikonsumsi seluruh Kenya dalam dua hari” (“Locusts attack crops,” The Times of India, 26 Mei 2020). “Para pejabat Iran mengatakan bahwa gerombolan belalang yang sekarang ini telah menyerang lebih dari 494.000 acre kebun anggur dan lahan pertanian di tujuh dari 31 propinsi Iran, dan telah mengakibatkan kerugian lebih dari $7 milyar” (Israel Today, 23 Mei 2020). Tetapi ini bukanlah Hari Tuhan. Peperangan dan sampar dan tulah belalang yang akan terjadi pada Hari Tuhan akan membuat masalah-masalah yang muncul hari ini terlihat seperti piknik. Pada awal Hari Tuhan, seperempat populasi dunia akan mati “dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi” (Wahyu 6:8). Saat ini populasi dunia adalah 7,8 milyar, jadi angka kematian akan sekitar 2 MILYAR! Sistem kesehatan global dan sistem emergensi akan sepenuhnya telampaui. Belalang-belalang pada Hari Tuhan yang digambarkan dalam Wahyu 9 bukanlah belalang biasa. Mereka adalah setan-setan. Mereka tidak merusak rumput di bumi, mereka menyerang manusia dengan sengat yang menyiksa, seperti kalajengking, tetapi siksaan itu berlangsung lima bulan, dan akan terasa sedemikian buruk sehingga orang-orang akan “ingin mati, tetapi maut lari dari mereka” (Wahyu 9:5-6). Tidak akan ada vaksinasi. Setelah itu, sepertiga dari sisa populasi dunia akan dibunuh oleh pasukan sejumlah dua juta orang yang berkeliaran menyemburkan api dan belerang (Wah. 9:16-19). Itu berarti 1,7 MILYAR lagi. Dan itu barulah sebagian dari penghakiman yang akan menimpa bumi selama Hari Tuhan. Tuhan Yesus Kristus menggambarkannya sebagai berikut: “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat” (Mat. 24:21-22).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Cina Memaksa Guru Sekolah untuk Menyangkali Iman Kristen

(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Teachers Forced to Renounce,” Bitter Winter, 18 Mei 2020: “Setelah presiden Xi Jinping menekankan selama konferensi pendidikan nasional pada tanggal 10 September 2018, bahwa tugas mendasar dari pendidikan adalah untuk mendidik pembangun-pembangun dan penerus-penerus dari sosialisme, tekanan atas guru-guru untuk mengindoktrinasi murid-murid mereka meningkat tajam. Pada bulan Juni tahun lalu, sebuah sekolah dasar di propinsi Heilongjiang di timur laut, mengancam untuk memecat seorang guru setelah mengetahui bahwa guru itu juga berkhotbah di sebuah gereja rumah. Dia disuruh berhenti melakukan itu, atau pemerintah akan menghukum seluruh sekolah itu. Pada bulan Agustus, para otoritas menyelidiki seorang guru TK di Shenyang, ibukota propinsi Liaoning di timur laut, karena dia mengaku sebagai seorang Kristen Protestan. Dia dipaksa untuk mundur dari pekerjaannya. Pada bulan November, Chen Qiufa, sekretaris dari Komite Partai Komunis Cina di Propinsi Liaoning, menuntut untuk menekan ‘pengaruh agama’ pada guru-guru dan murid-murid dalam sebuah pertemuan anggota-anggota partai dan pejabat-pejabat pemerintah propinsi. Pada bulan Desember, dalam sebuah acara pelatihan untuk anggota Partai lokal di kota Anshan, Liaoning, para peserta diharuskan untuk melakukan ‘empat penyelidikan’ – memperhatikan sekolah-sekolah, guru-guru, murid-murid, dan tindakan-tindakan mereka – untuk memastikan bahwa tidak ada anggota Partai Komunis Cina, guru, atau murid, di TK, SD, atau sekolah menengah yang memegang kepercayaan agamawi. Tindakan-tindakan serupa telah diimplementasikan pada akhir tahun lalu di banyak kabupaten dan kota di propinsi Heilongjiang dan Inner Mongolia Autonomous Region. Seorang guru dari propinsi Shandong di timur memberitahu Bitter Winter bahwa pada bulan Juli lalu, departemen-departemen pendidikan lokal melakukan penyelidikan yang menargetkan guru-guru sekolah menengah yang baru masuk. Fokus utama adalah untuk mengetahui apakah mereka memegang kepercayaan agama tertentu dan apakah mereka mendukung Partai Komunis.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Gereja-Gereja yang Lebih Menuruti Hawa Nafsu

(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Nubuat Paulus tentang hari-hari terakhir di 2 Timotius 3 menggambarkan orang-orang yang sesat demikian: “lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah” (2 Tim. 3:4). Ini adalah gambaran yang sempurna dari masyarakat akhir zaman, yang sangat gila tentang hiburan dan mencari kesenangan diri. Tidak pernah sebelumnya ada kemakmuran ekonomi yang sedemikian dan tidak pernah sebelumnya ada begitu banyak cara mencari kesenangan. Bahkan kebanyakan orang yang mengaku Kristen, lebih menuruti hawa nafsu, kesenangan diri, daripada Allah. Ada memang kasih terhadap Allah, tetapi ada kasih yang lebih besar terhadap kesenangan. Untuk menguji hal ini, perhatikan masalah waktu. Berapa banyak waktu yang dihabiskan pada Allah dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan untuk kesenangan? Ujilah juga dengan uang, energi, dan antusiaisme. Begitu banyak orang Kristen, bahkan di gereja-gereja yang kuat mengajarkan Alkitab, yang sama gilanya terhadap sports dengan orang-orang sekuler. Muda-mudi Kristen sama mencintai video-game dan rock & roll dan hip hop dan film-film dewasa dan ekspresi diri di Facebook, dengan orang-orang sekuler. Perhatikan kalender aktivitas gereja pada umumnya, yang penuh dengan berbagai hiburan, bukan hanya untuk anak-anak dan muda-mudi, tetapi juga untuk para “warga senior.” Ditaruh di atas program-program hiburan ini adalah sehelai tipis hal-hal ilahi. Perhatikan rata-rata keluarga Kristen yang mengaku Injili atau bahkan “fundamentalis.” Ada sedikit doa, sedikit Alkitab, sedikit penginjilan, sedikit pelayanan, mungkin, tetapi ada begitu banyak hawa nafsu. Ini dianggap sebagai kekristenan yang normal, tetapi sebenarnya adalah kesesatan.

Posted in Gereja, Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Satu Lagi Musisi Kristen Kontemporer Menyatakan Diri Atheis

(Berita Mingguan GITS 30 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Jon Steingard, anggota dari rock band Kristen Hawk Nelson, telah mendeklarasikan di Instagram bahwa dia tidak lagi percaya pada Allah. Peristiwa ini mengikuti pernyataan yang serupa pada bulan Agustus 2019 oleh Marty Sampson, penulis lagu dan juga pemimpin “worship” bagi Hillsong. Steingard mengatakan, “Setelah tumbuh besar dalam sebuah rumah tangga Kristen, menjadi anak seorang gembala, bermain dan bernyanyi dalam sebuah band Kristen, dan mendapatkan label ‘Kristen’ dalam hampir segala hal dalam hidup saya – sekarang saya menemukan bahwa saya tidak lagi percaya pada Allah.” Dia mengatakan bahwa dia tidak menikmati pergi ke gereja, membaca Alkitab, berdoa kepada Allah, atau menyembah Allah, dan bahwa menolak Allah adalah “sesuatu yang menyegarkan dan suatu beban terangkat.” Ini adalah kata-kata dari seseorang yang pernah menyatakan iman dalam Kristus dan yang bermain-main dengan hal-hal Kristus tanpa mengenal Kristus dalam keselamatan kelahiran kembali. Saya juga dulunya tidak menikmati pergi ke gereja, membaca Alkitab dan berdoa, sebelum saya diselamatkan pada usia 23 tahun. Steingard mengatakan bahwa banyak dari orang-orang yang ia kenal juga memiliki keraguan yang sama dengan dirinya. “Saya terkejut dengan banyaknya orang dalam posisi-posisi penting dalam lingkaran Kristen yang merasakan hal yang sama dengan saya. Seperti saya, mereka takut akan kehilangan segalanya jika mereka terbuka mengenai hal tersebut.”

Jadi, para munafik ini hanyalah menggunakan Kristus untuk keuntungan pribadi! Mengenai atheisme, itu adalah suatu kebodohan. Tidak ada sebenarnya atheisme itu. Sang Pencipta telah dipatrikan ke dalam hati nurani dan jiwa manusia. Manusia tahu bahwa ada Allah dan dia tahu bahwa dia akan bertemu dengan Allah. Bukti akan Allah sudah tertulis di seluruh ciptaan, mulai dari DNA sel-sel hidup hingga bintang-bintang di alam semesta yang tak terukur. Semuanya memberikan bukti tentang adanya desain intelijen yang luar biasa! Rasul Paulus yang brilian, yang dulunya adalah seorang musuh Kristus sebelum pertobatannya yang supranatural, berkata bahwa dunia ciptaan membuat semua manusia “tidak dapat berdalih” (Roma 1:20). Dengan cara yang biasa bagi para “atheis,” Steingard mengeluh di sosial medianya bahwa Allah tidak seharusnya membiarkan hal-hal yang buruk terjadi di dunia ini, dll., dll., seolah-olah manusia yang lemah dan hina, yang tidak pernah menciptakan apa-apa, yang datang ke dalam dunia ini sebagai bayi yang tak berdaya, yang bergantung pada Allah untuk “kehidupan, dan nafas, dan segala sesuatu,” bisa menjadi hakim atas Penciptanya. Ini adalah kekonyolan. Steingard mempertanyakan kebaikan Allah, tetapi kebaikan Allah sudah terbuktikan untuk selamanya di atas kayu salib di Kalvari, ketika Putra Allah menderita dan mati menggantikan orang-orang berdosa yang jahat, mendemonstrasikan kasih Allah di hadapan seluruh ciptaan, tanpa dapat dibantah, secara permanen dan kekal. Steingard bertanya, “Mengapakah Yesus harus mati untuk dosa-dosa kita?” Sangat jelas bahwa dia belum pernah memahami hal-hal dasar ABCD dari theologi dan doktrin keselamatan. Dia bahkan tidak paham dengan salib, karena dia tidak mengerti kekudusan dan keadilan Allah dan kejahatan dosa manusia melawan Penciptanya. Dia tidak memahami kasih Allah, karena dia tidak memahami kebenaran Allah yang menggetarkan. Betapa ketidaktahuan yang degil! Dan dia tidak merasa malu untuk menampakkan ketidaktahuannya yang degil itu di hadapan seluruh dunia. Tentu saja, hal-hal seperti kekudusan dan keadilan Allah biasanya tidak banyak disinggung dalam dunia Musik Kristen Kontemporer.

Posted in Atheisme/Agnostikisme, musik | Leave a comment

Lautan Musik Kristen Kontemporer yang Sangat Sangat Berbahaya

(Berita Mingguan GITS 30 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Seperti yang sudah kami peringatkan berkali-kali dan berulang-ulang, lautan Musik Kristen Kontemporer (CCM – Christian Contemporary Music) sangatlah berbahaya. Di sana anda dapat bertemu dengan segala jenis kesesatan, mulai dari mistikisme kharismatik sampai kepada atheisme. Sekali anda masuk ke lautan ini, tidak ada yang bisa memprediksi anda akan berakhir di mana. Dalam lautan ini anda tidak akan menemukan jangkar Firman Allah yang tiada salah. Bahkan orang-orang yang secara theologis mengakui bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang tiada salah, pada realitanya tidak memiliki Alkitab yang tanpa salah, melainkan sedang terhanyut pada lautan banyaknya versi-versi ‘Alkitab’ yang saling bertentangan dan terjemahan parafrase yang “dinamik” dan aneh seperti Alkitab The Message. Ini semua bukanlah Firman Allah yang murni dan oleh karena itu tidak bisa menjadi dasar yang kuat bagi iman dan makanan murni bagi pertumbuhan rohani dan persenjataan yang efektif bagi pertempuran rohani. Dalam lautan CCM, keselamatan tidaklah lantang dan jelas. Kebanyakan artis CCM bahkan tidak memiliki halaman kesaksian keselamatan dalam website dan Facebook mereka. Cuma sekedar “Saya percaya Yesus” saja. Secara umum, tidak ada yang berbicara mengenai pertobatan, tidak ada definisi yang jelas mengenai iman yang menyelamatkan itu seperti apa, tidak ada pembedaan yang jelas antara Kristus yang sejati dari yang palsu, tidak ada pemahaman yang jelas tentang pembenaran dan pengudusan.

Begitu banyak orang-orang muda tumbuh besar di gereja-gereja dan membuat semacam pengakuan iman, tetapi mereka tidaklah dilahirkan kembali secara supranatural. Mereka mengasihi CCM karena musik ini mewakili filosofi “hiduplah sesuai kemauanmu” yang mereka senangi, tetapi ini adalah kesesatan. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4). Bangunlah, hai orang-orang Kristen yang masih mengasihi kebenaran. Bangunlah hai gereja-gereja yang masih mengasihi kebenaran. Berdirilah teguh. Edukasi dan peringatkan jemaatmu, mulai dari yang anak-anak hingga yang tua, tentang bahaya besar Musik Kristen Kontemporer. Lindungi mereka. Hai para gembala, tidakkah anda peduli dengan jemaatmu? Tidakkah anda takut akan Allah yang di hadapanNya anda akan memberi pertanggunganjawab?

Posted in musik | Leave a comment

Darlene Zschech Menjual Rumah Mewahnya di Pinggir Laut Senilai $4 Juta

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Darlene Zschech, mantan pemimpin nyanyi dari Hillsong Sydney, telah menjual rumah mewah miliknya yang berada di pinggir pantai, dengan harga yang dilaporkan senilai $4,4 juta. Properti yang berdiri di tepi tebing tersebut, dengan view laut 360 derajat, memiliki luas 1.258 meter persegi, tiga lantai, beberapa area hiburan, bioskop film pribadi, kolam renang, dan beberapa balkon yang menghadap tebing (“Former Hillsong Church Leader,” Warwick Daily News, 13 Mei 2020). Zschech dulu adalah “worship pastor” di Hill Christian Life Centre, Sydney, selama 25 tahun, dan mempublikasikan banyak lagu-lagu penyembahan kontemporer yang sangat populer, termasuk “Shout to the Lord,” “This Is Our God,” dan “Mighty to Save.” Pada tahun 2010, Darlene dan suaminya menjadi gembala sidang senior dari Hope Unlimited Church, tetapi dia terus terlibat dalam proyek-proyek musik dengan Hillsong. New York Times melaporkan bahwa Hillsong adalah “tanpa diragukan lagi produser musik penyembahan paling berpengaruh dalam kekristenan” (“Megachurch with a Beat Lures Young Flock,” 9 Sept. 2014).

Hillsong mempromosikan ekumenisme gereja esa-sedunia. Zschech mengatakan, “Ada suara yang baru dan lagu yang baru yang sedang diproklamirkan di seluruh dunia. Ini adalaah suara gereja yang bersatu, yang berkumpul bersama, dalam satu suara untuk mengagungkan Tuhan kita yang besar” (“You Shine” album cover). Zschech dan Hillsong melakukan pentas bagi Roman Catholic World Youth Day di Sydney pada 18 Juli 2008. Paus Benediktus XVI waktu itu hadir dan melaksanakan misa kepausan. Pada Juli 2015, Darlene Zschech dan Hillsong bergabung bersama dengan Paus di Convocation of the Renewal of the Holy Spirit di Vatikan. Di halaman Facebooknya, Zschech mengatakan: “Sangat terhormat karena akan bernyanyi minggu ini, bersama Andrea Bocelli, Don Moen, Noa [penyanyi Israel], dengan Paus Fransiskus dan ribuan penyembah yang berkumpul di St. Peter’s Square di Vatikan. Ini adalah perayaan persatuan dan perdamaian dalam Pembaharuan Roh Kudus. Hari yang luar biasa bagi Tubuh Kristus.” Sungguh menyedihkan, dia sama sekali tidak tahu apa itu “tubuh Kristus,” dan sama sekali tidak memiliki pengertian rohani, namun dia memiliki pengaruh luas di semua denominasi, bahkan di Baptis independen. Pada bulan Januari 2019 dan 2020, Hillsong Phoenix menjadi tuan rumah dari Alpha Conference yang ikut melaksanakan misa Katolik. Gereja-gereja fundamental Baptis dan gereja-gereja yang percaya Alkitab tetapi menggunakan musik penyembahan kharismatik, sedang bermain-main dengan api. Mereka akan mengetahui, mungkin ketika sudah terlambat, bahwa musik ini membawa serta dengannya suatu filosofi yang akan mengubah karakter dari gereja fundamentalis manapun. Musik ini membangun jembatan ke “gereja yang lebih luas,” yang sedang berprogresi ke pembentukan “gereja esa-sedunia.”

Posted in Ekumenisme, musik | Leave a comment

Mahkamah Agung Belanda Membuat Keputusan Bahwa Dokter Boleh Meng-Eutanasia Orang-Orang Tua Tanpa Persetujuan Mereka

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dutch Supreme Court Rules,” Reformation Charlotte, 6 Mei 2020: “Jika aborsi terhadap bayi-bayi yang tidak mau diaborsi yang masih dalam rahim ibu mereka belum cukup buruk, mengapa tidak sekalian melegalkan aborsi terhadap orang-orang tua yang sakit dementia (pikun), tanpa persetujuan mereka? Dalam sebuah keputusan yang sangat penting bulan yang lalu, Mahkamah Agung Belanda mengatakan bahwa seorang dokter yang melaksanakan euthanasia terhadap seorang pasien yang tua yang sakit dementia, sambil keluarganya secara fisik memegangi dia agar tidak memberontak, tidaklah bertanggung jawab secara moral atas kesalahan apapun. The Guardian melaporkan: ‘Para dokter di Belanda, boleh melakukan euthanasia pada pasien-pasien dengan dementia berat, tanpa takut akan dituntut, bahkan jika pasien tersebut tidak lagi menyatakan keinginan yang jelas untuk mati, demikian keputusan pengadilan tertinggi di negeri tersebut. Keputusan Mahkamah Agung ini melanjutkan sebuah kasus yang penting juga tahun lalu, ketika seorang dokter dinyatakan tidak bersalah karena meng-eutanasia seorang wanita pada tahun 2016 yang menderita Alzheimer yang berat, yang meminta prosedur euthanasia tersebut sebelum kondisi dia memburuk.’”

Posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Ayub dan Bintang-Bintang

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 13 Mei 2020: “Salah satu argumen untuk melawan penerimaan kisah penciptaan dalam kitab Kejadian, adalah ide bahwa Alkitab ditulis oleh orang-orang kuno yang tidak mungkin memiliki cukup pengetahuan untuk memahami isu-isu ilmiah. Sebagai contoh, para komentator yang percaya evolusi theistik, telah mengusulkan bahwa penulis kitab Kejadian – dan biasanya mereka menolak untuk mengakui bahwa penulisnya adalah Musa – pastinya percaya bahwa langit adalah kubah yang padat, dan bahwa matahari, bulan, dan bintang-bintang hanyalah benda-benda terang yang tertanam dalam kubah padat ini. Saya tentunya sangat tidak setuju dengan penafsiran yang dibuat-buat mengenai teks ini, yang ditulis, menurut para evolusionis, mungkin sekitar waktu pembuangan ke Babel. Kitab Ayub berasal dari kurun waktu yang serupa dengan Kitab Kejadian – dan saya mengusulkan yaitu kira-kira semasa waktu Musa hidup. Dalam Ayub 11:7-8, ‘teman’ Ayub, Zofar, menyatakan bahwa hikmat Allah adalah setinggi langit. Jadi, fakta tak terhingganya Allah dibandingkan dengan luasnya alam semesta. Komentar ini bukan komentar yang terisolir. Dalam Ayub 22:12, Elifas menyatakan: ‘Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi?’ dan ‘Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya!’ Komentar-komentar ini bukanlah pernyataan doktrinal yang besar. Namun, mereka menunjukkan opini orang-orang yang hidup di zaman kuno yang sezaman dengan kitab Kejadian, yang tidak percaya bahwa langit itu kubah padat. Sebaliknya, ayat-ayat ini menunjukan ciri-ciri adanya ketelitian ilmiah, yang tidak dapat dijelaskan oleh model sejarah versi evolusi. Ref: Henry Morris, 2000, The Remarkable Record of Job, hal. 43.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Menantikan Kedatangan Kembali Kristus Adalah Tanda Seorang Kristen Sejati

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

“Saya percaya ini adalah suatu ciri, bahwa setiap orang percaya sejati seharusnya senantiasa – hidup sedemikian rupa untuk siap berjumpa dengan Kristus. … Sia-sia untuk memberitahu saya bahwa seseorang itu orang yang baik, namun ia belum siap untuk kerajaan Kristus. Saya menyangkalinya sama sekali. Saya berkata bahwa setiap orang yang sudah dibenarkan dan diubahkan sudah siap, dan jika kamu belum siap maka kamu belum dibenarkan. Saya berkata bahwa standar yang saya ajukan ini tidak lebih dari standar dalam Perjanjian Baru, dan para Rasul pun akan meragukan agamamu, jika kamu tidak menantikan dan merindukan kedatangan kembali Tuhan. … Tinggal sebentar lagi dan khotbah terakhir akan diserukan, perkumpulan jemaat terakhir akan berpisah. Tinggal sebentar lagi dan kesembronoan dan ketidaksetiaan akan berhenti dan menghilang. Orang-orang percaya di antara kita akan bertemu dengan Kristus, dan orang-orang yang tidak percaya akan pergi ke neraka. Malam sudah jauh berlalu, dan pagi sudah dekat” (J.C. Ryle, Coming Events and Present Duties, 1879). “Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Ibrani 9:28).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Pengharapan/Surga | Leave a comment