Mahkamah Agung Belanda Membuat Keputusan Bahwa Dokter Boleh Meng-Eutanasia Orang-Orang Tua Tanpa Persetujuan Mereka

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dutch Supreme Court Rules,” Reformation Charlotte, 6 Mei 2020: “Jika aborsi terhadap bayi-bayi yang tidak mau diaborsi yang masih dalam rahim ibu mereka belum cukup buruk, mengapa tidak sekalian melegalkan aborsi terhadap orang-orang tua yang sakit dementia (pikun), tanpa persetujuan mereka? Dalam sebuah keputusan yang sangat penting bulan yang lalu, Mahkamah Agung Belanda mengatakan bahwa seorang dokter yang melaksanakan euthanasia terhadap seorang pasien yang tua yang sakit dementia, sambil keluarganya secara fisik memegangi dia agar tidak memberontak, tidaklah bertanggung jawab secara moral atas kesalahan apapun. The Guardian melaporkan: ‘Para dokter di Belanda, boleh melakukan euthanasia pada pasien-pasien dengan dementia berat, tanpa takut akan dituntut, bahkan jika pasien tersebut tidak lagi menyatakan keinginan yang jelas untuk mati, demikian keputusan pengadilan tertinggi di negeri tersebut. Keputusan Mahkamah Agung ini melanjutkan sebuah kasus yang penting juga tahun lalu, ketika seorang dokter dinyatakan tidak bersalah karena meng-eutanasia seorang wanita pada tahun 2016 yang menderita Alzheimer yang berat, yang meminta prosedur euthanasia tersebut sebelum kondisi dia memburuk.’”

Posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Ayub dan Bintang-Bintang

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 13 Mei 2020: “Salah satu argumen untuk melawan penerimaan kisah penciptaan dalam kitab Kejadian, adalah ide bahwa Alkitab ditulis oleh orang-orang kuno yang tidak mungkin memiliki cukup pengetahuan untuk memahami isu-isu ilmiah. Sebagai contoh, para komentator yang percaya evolusi theistik, telah mengusulkan bahwa penulis kitab Kejadian – dan biasanya mereka menolak untuk mengakui bahwa penulisnya adalah Musa – pastinya percaya bahwa langit adalah kubah yang padat, dan bahwa matahari, bulan, dan bintang-bintang hanyalah benda-benda terang yang tertanam dalam kubah padat ini. Saya tentunya sangat tidak setuju dengan penafsiran yang dibuat-buat mengenai teks ini, yang ditulis, menurut para evolusionis, mungkin sekitar waktu pembuangan ke Babel. Kitab Ayub berasal dari kurun waktu yang serupa dengan Kitab Kejadian – dan saya mengusulkan yaitu kira-kira semasa waktu Musa hidup. Dalam Ayub 11:7-8, ‘teman’ Ayub, Zofar, menyatakan bahwa hikmat Allah adalah setinggi langit. Jadi, fakta tak terhingganya Allah dibandingkan dengan luasnya alam semesta. Komentar ini bukan komentar yang terisolir. Dalam Ayub 22:12, Elifas menyatakan: ‘Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi?’ dan ‘Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya!’ Komentar-komentar ini bukanlah pernyataan doktrinal yang besar. Namun, mereka menunjukkan opini orang-orang yang hidup di zaman kuno yang sezaman dengan kitab Kejadian, yang tidak percaya bahwa langit itu kubah padat. Sebaliknya, ayat-ayat ini menunjukan ciri-ciri adanya ketelitian ilmiah, yang tidak dapat dijelaskan oleh model sejarah versi evolusi. Ref: Henry Morris, 2000, The Remarkable Record of Job, hal. 43.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Menantikan Kedatangan Kembali Kristus Adalah Tanda Seorang Kristen Sejati

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

“Saya percaya ini adalah suatu ciri, bahwa setiap orang percaya sejati seharusnya senantiasa – hidup sedemikian rupa untuk siap berjumpa dengan Kristus. … Sia-sia untuk memberitahu saya bahwa seseorang itu orang yang baik, namun ia belum siap untuk kerajaan Kristus. Saya menyangkalinya sama sekali. Saya berkata bahwa setiap orang yang sudah dibenarkan dan diubahkan sudah siap, dan jika kamu belum siap maka kamu belum dibenarkan. Saya berkata bahwa standar yang saya ajukan ini tidak lebih dari standar dalam Perjanjian Baru, dan para Rasul pun akan meragukan agamamu, jika kamu tidak menantikan dan merindukan kedatangan kembali Tuhan. … Tinggal sebentar lagi dan khotbah terakhir akan diserukan, perkumpulan jemaat terakhir akan berpisah. Tinggal sebentar lagi dan kesembronoan dan ketidaksetiaan akan berhenti dan menghilang. Orang-orang percaya di antara kita akan bertemu dengan Kristus, dan orang-orang yang tidak percaya akan pergi ke neraka. Malam sudah jauh berlalu, dan pagi sudah dekat” (J.C. Ryle, Coming Events and Present Duties, 1879). “Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Ibrani 9:28).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Pengharapan/Surga | Leave a comment

Hillsong Menggambarkan Salah Satu dari Orang Majus sebagai Wanita

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah drama Natal (mungkin dari tahun 2019), Hillsong Australia menggambarkan salah satu dari orang majus sebagai seorang wanita (“Hillsong Depicts,” Reformation Charlotte, 9 Mei 2020). Proses feminisasi ini cocok dengan keinginan Hillsong untuk membuat Kristus serupa dengan budaya modern, dalam pemberontakan terhadap Firman Allah, dan Hillsong mewakili hati dan jiwa dari musik penyembahan kontemporer. Ini adalah versi kekristenan yang sangat merasa nyaman di dunia ini. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rom. 12:2). TAMBAHAN EDITOR: Selama puluhan tahun, Hillsong telah menjadi pemimpin dan pelopor dari gerakan musik “kristen” kontemporer, yang menggabungkan gaya musik dunia (rock & roll, country, pop, jazz, dll.) dengan kata-kata “kristiani.” Hasilnya adalah pesan yang duniawi, dan gereja yang duniawi. Sayangnya, filosofi ini telah diadopsi oleh sebagian besar gereja-gereja di seluruh dunia, yang menyebabkan garam kekristenan kehilangan keasinannya.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Jim Bakker Dituntut Karena Obat Coronavirus Palsu

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Jim Bakker, mantan pembawa acara The PTL Club yang sudah jatuh karena skandal tersebut, sekarang sedang dituntut di pengadilan oleh negara bagian Missouri, karena menjual obat coronavirus yang palsu, yang dia sebut Silver Solution. Setelah mendekam lima tahun di penjara karena menipu para pengikutnya sejumlah $158 juta untuk menopang gaya hidupnya yang berfoya-foya dan immoral (termasuk membuat rumah anjing yang diberi AC), sekarang Bakker meluncurkan suatu karir baru, yaitu The Jim Bakker Show. Dia menjual makanan dan peralatan untuk orang-orang yang bersiap-siap, kami mengira-ngira, untuk bersembunyi dari Antikristus. Bakker juga selama ini menjual Silver Solution, walaupun sekarang ini tiba-tiba sudah hilang dari websitenya. Silver Solution adalah salah satu dari banyak brand koloida perak (partikel-partikel perak yang kecil yang tersuspensi dalam cairan), yang dipasarkan sebagai suatu produk kesehatan. Dalam siarannya tanggal 12 Februari, tamu Bakker, Sherrill Sellman, seorang “ahli kesehatan natural,” mengatakan “Ini sudah dites ke berbagai jenis coronavirus dan mampu membunuhnya dalam 12 jam. Membunuhnya sama sekali. Memusnahkannya. Mematikannya. [Silver Solution] telah dibuktikan oleh pemerintah bahwa ia dapat membunuh semua patogen yang diujikan padanya, termasuk SARS dan HIV” (“Missouri Sues Televangelist,” NPR.org, 11 Mar. 2020). Empat botol yang memiliki berat bersih 4 ons, dijual dengan harga “hanya” $80.

Sekilas pandang saja, Silver Solution memiliki semua ciri-ciri sebagai obat palsu, karena ia mengklaim dapat menyembuhkan hampir segala sesuatu. Bukan hanya ia membunuh bakteri dan virus, ia juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan juga adalah pengobatan yang efektif untuk kanker, arthritis, diabetes, dan hal-hal lain lagi. Mengacu kembali kepada realita dan memecahkan fantasi Silver Solution, Mayo Clinic mengatakan, ‘Koloida perak tidaklah dianggap aman ataupun efektif untuk semua klaim kesehatan yang dibuat oleh para produsennya. Perak tidak memiliki fungsi yang kita ketahui dalam tubuh manusia. Ia juga bukan suatu mineral esensial, sebagaimana diklaim oleh sebagian penjual produk perak. Tidak begitu jelas seberapa berbahaya koloida perak, tetapi ia bisa menjadi timbunan dalam jaringan tubuh selama berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun. Yang paling sering, adalah timbulnya argyria, yaitu munculnya warna biru keabu-abuan pada kulit, mata, organ dalam, kuku, dan gusi anda. Meskipun argyria biasanya tidak menimbulkkan masalah kesehatan yang serius, ia bisa menjadi menimbulkan masalah kosmetik, karena tidak akan hilang sekalipun anda berhenti mengkonsumsi produk perak. Walaupun jarang, dosis berlebihan dari koloida perak dapat menimbulkan masalah kesehatan serius yang permanen, termasuk kerusakan ginjal dan masalah neurologis seperti kejang-kejang. Produk koloida perak juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan” (mayoclinic.org).

Jadi, perak tidak bisa menyembuhkan coronavirus, tetapi bisa membuat kulit anda jadi biru jika kamu mau kelihatan seperti orang dari Mars! Karena rupanya Bakker tidak lagi menjual Silver Solution, masih ada banyak lagi yang dijual, misalnya Keto Hydrolyzed Collagen Powder, atau Fermented Green Supremefood, yang dibuat dari sayur-sayuran dan rumput yang difermentasi dan enzim-enzim. Istri Bakker dan juga mantan co-host dari PTL Club, Tammy Faye, menceraikan Jim sewaktu dia berada dalam penjara, dan menikah dengan Roe Messnes, seorang teman lama keluarga mereka, yang perusahaannya membantu membangun kompleks resort Heritage, milik PTL. Dia juga mendapat angin kedua pelayanan “injil,” sebelum akhirnya meninggal tahun 2008.

Posted in Kesehatan / Medical | Leave a comment

Kamera Tercepat di Dunia Bisa Menangkap 70 Trilyun Frame per Detik, Membuktikan Alkitab Benar

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

“Sebuah tim riset di Caltech telah mengembangkan (sekali lagi) sebuah kamera yang dapat menangkap lebih dari satu trilyun gambar setiap detiknya. Rekor ‘kamera tercepat di dunia’ sebelumnya dapat menangkap 10 trilyun fps; kamera baru ini dapat menangkap sampai 70 trilyun, menembus rekor yang lama. Terobosan yang paling baru ini adalah evolusi dari kamera-kamera ‘trilyun+ fps’ sebelumnya dari Caltech, dan semuanya menggunakan ‘Compressed Ultrafast Photography’ atau (CUP). Bentuk yang paling baru ini disebut CUSP, singkatan dari Compressed Ultrafast Spectral Photography, dan dikembangkan oleh otak-otak yang sama di Caltech yang baru-baru ini bisa menangkap 1 trilyun fps gambar dari fenomena transparan seperti denyut neuron dan shockwave. …Bagi orang-orang yang senang hitung matematika, kecepatan cahaya sedikit di bawah 300 milyar millimeter per detik. Nah, ambil 70 trilyun frame, dan bagi itu dengan 300 mm/detik, dan anda mendapat kira-kira 233 frame per milimeter pergerakan cahaya. Dengan kata lain: camera ini bisa menangkap sekitar 230 frame dalam waktu yang diperlukan cahaya untuk bergerak satu milimeter” (“New World’s Fastest Camera,” PetaPixel, 7 Mei 2020). CATATAN AKHIR: Kamera yang luar biasa ini menunjukkan persis apa yang Alkitab katakan tentang manusia: ia bukanlah binatang, ia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Jarak antara manusia dan kera hampir bisa dikatakan tak terhingga. David Berlinski, Ph.D. dalam filosofi dari Princeton University, bukanlah seorang yang percaya penciptaan. Dia adalah seorang “Yahudi sekuler dan agnostik,” tetapi dia cukup punya akal sehat untuk mengetahui bahwa manusia bukanlah kera yang canggih, dan dia cukup berani untuk mengatakan hal tersebut dengan cara dia yang khas. Berkomentar tentang upaya mengajarkan kera-kera bahasa isyarat, Berlinski mengobservasi, “Setelah bertahun-tahun melakukan percobaan-percobaan yang sulit, beberapa dari mereka sudah diajar dasar-dasar dari berbagai sistem simbol yang primitif. Setelah diberikan hadiah bahasa, mereka tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan. Ketika dua kera ‘jenius’ bertemu, mereka saling melemparkan isyarat satu kepada yang lain. … Struktur kera sering sangat erat. Simpanse, bonobo, dan gorila, bisa berpikir; mereka membuat rencana, mereka punya kesukaan masing-masing; mereka licik; mereka punya keinginan dan hawa nafsu; dan mereka bisa menderita. Hal yang sama kita lihat pada kucing. Dalam semua ini, kita melihat kemiripan dengan diri kita. Tetapi selain dari semua ini, kita tidak memiliki apa-apa yang sama dengan mereka. Dan walaupun kemiripan-kemiripan ini menarik, perbedaan kita sangatlah mendalam” (The Devil’s Delusion, hal. 156). “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi” (Kejadian. 1:27-28).

Posted in Teknologi | Leave a comment

Perjanjian Baru Terjemahan Denmark Menghilangkan Kata “Israel”

(Berita Mingguan GITS 25 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah Perjanjian Baru yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Denmark (Danish Bible Society), menghilangkan nama Israel, kecuali di satu tempat. Disebut Bible 2020, Alkitab ini menggantikan kata “Israel” dengan “Yahudi,” “tanah orang Yahudi,” atau istilah generik lainnya. Jan Frost, seorang reviewer, mengatakan bahwa “para penerbit membela perubahan ini dengan mengklaim bahwa ‘Israel’ yang disebut di dalam Alkitab tidaklah sama dengan Israel hari ini.” “Elaine Duncan, yang menjabat sebagai Global Council Chairperson dari Lembaga Alkitab tersebut, menggarisbawahi bahwa edisi baru ini sudah diunduh ke lebih dari 90 negara, yang dia anggap sebagai sukses besar dalam pergerakan menuju apa yang dia sebut ‘gereja global’” (“Lutherans Publish New Version,” BreakingIsraelNews, 20 Apr. 2020).

Ini mengingatkan kita bahwa United Bible Societies, lembaga global yang menaungi Lembaga Alkitab Denmark (sebagai anggotanya), adalah lembaga yang radikal ekumenis dan berada di garis depan pembangunan “gereja” esa-sedunia yang sesat. (Untuk dokumentasi akan hal ini, lihat Unholy Hands on God’s Holy Book, tersedia sebagai eBook gratis di www.wayoflife.org.) Nama “Israel” disebut 70 kali di Perjanjian Baru yang berbahasa Yunani, dan Israel pada waktu itu sudah tersesat, sehingga mereka sampai menyalibkan Mesias mereka sendiri. Pada permulaan sejarah Israel sebagai suatu bangsa, setelah dia meninggalkan Mesir tetapi sebelum masuk ke tanah mereka, Musa menubuatkan bahwa Israel akan membangkang terhadap hukum-hukum Allah, akan diusir dari tanah mereka, diserakkan ke berbagai bangsa dalam kondisi yang sulit dan buta rohani, dan kemudian akan kembali ke tanah tersebut. Lihat Ulangan 28:15-67 dan 30:1-9. Ini persis telah terjadi, membuktikan bahwa nubuat Alkitab harus ditafsirkan secara literal. Jadi ADALAH ISRAEL YANG SAMA yang keluar dari Mesir dan masuk ke tanah perjanjian dan yang diusir dari tanah itu oleh Romawi pada abad kedua Masehi dan yang telah tinggal di berbagai bangsa selama 2000 tahun, yang telah kembali ke tanah mereka di zaman modern ini. Nubuat Perjanjian Lama menjelaskan bahwa Israel akan kembali ke tanah itu dalam kondisi yang masih tersesat, sehingga memungkinkan munculnya Antikristus dan Bait Suci Ketiga (Danial 9:27). Nubuat tentang “Lembah Tulang Kering” di Yehezkiel 37 mengajarkan bahwa Israel akan kembali dalam dua tahap, pertama dalam kondisi rohani yang mati, dan kemudia dalam kondisi bertobat rohani. Fase pertama sudah digenapi; fase kedua sedang menantikan penggenapannya. “Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Maka firman-Nya kepadaku: ‘Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.’ Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar” (Yeh. 37:8-10).

Posted in Alkitab | 2 Comments

Ikan yang Berjalan

(Berita Mingguan GITS 25 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 9 April 2020: “Kapankah ikan bukanlah ikan? Ketika ia ikan yang berjalan! Ikan yang berjalan adalah julukan yang populer untuk axolotl. Binatang axolotl ini terlihat seperti ikan, dan memiliki insang eksternal seperti ikan, tetapi ia juga memiliki kaki. Sebenarnya, binatang ini sama sekali bukan ikan. Ia adalah amfibi yang biasanya menjalani seluruh hidupnya di bawah air. Ia pastinya adalah salah satu binatang yang paling aneh di planet ini. Sebenarnya ia adalah larva dari sejenis salamander. Namun, binatang yang satu ini memiliki sifat yang disebut neoteny, artinya bahwa ia mencapai bentuk kedewasaannya pada saat ia masih larva. Ada beberapa jenis salamander lainnya yang juga memiliki sifat neoteny. Namun, dalam kebanyakan kasus, sifat ini adalah penyimpangan yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan secara temporer. Dalam kasus axolotl, ini adalah normalnya. Axolotl yang hidup di alam hampir tidak pernah bermetamorfosis menjadi salamander dewasa. Sebagai gantinya, mereka mencapai kematangan seksual pada fase larva dan beranak pinak sebagai makhluk-makhluk yang mirip cebong. Namun, axolotl yang ditangkap manusia, bisa diberikan suntikan yodium, dan ini memungkinkan mereka untuk mengalami metamorfosis penuh, berubah menjadi bentuk salamander mereka. Perilaku yang aneh dan jarang ini sangat sulit dijelaskan oleh evolusi. Para evolusionis mengemukakan teori-teori, tidak peduli betapa tidak masuk akalnya, untuk menjelaskan mengapa amfibi mengalami metamorfosis, tetapi sekarang mereka harus mencari teori lagi untuk menjelaskan mengapa yang satu ini tidak! Sebaliknya, bagi orang Kristen, binatang ini terlihat didesain sangat cocok dengan habitatnya. Ref: Hennigan, T. (2013), ‘An Initial Estimate Toward Identifying and Numbering Amphibian Kinds within the Orders Caudata and Gymnophionam,’ Answers Research Journal 6 (2013): 17–34.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Cina Merobohkan Salib dari Gereja-Gereja Karena ‘Lebih Tinggi dari Bendera Negara’

(Berita Mingguan GITS 25 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Bitter Winter, sebuah majalah hak asasi manusia, melaporkan berikut ini: “Bahkan adanya coronavirus yang mematikan tidak mengurangi kecepatan kampanye perobohan salib yang sedang melanda Cina. Pada pertengahan bulan Maret, berbagai salib dihilangkan dari banyak gereja di propinsi timur Jiangsu dan Anhui. Di Shandong yang berdekatan, Linyi, sbuah kota level prefecture, tidak menjadi pengecualian: Selain minimal 70 salib yang dihilangkan dari gereja-gereja sejak musim semi yang lalu, lebih banyak lagi yang diturunkan selama epidemi ini. …Desember yang lalu, banyak salib diturunkan dari gereja-gereja Tiga-Mandiri di Hegang, sebuah kota level prefecture di propinsi Heilongjiang. Seorang anggota dari sebuah gereja di distrik Dongshan di kota itu memberitahu Bitter Winter bahwa seorang pejabat lokal mengancam akan menutup gereja tersebut jika salibnya tidak dihilangkan, karena salib itu ‘lebih tinggi dari bendera negara’” (“Crosses Removed from Numerous State-run Protestant Churches,” Bitter Winter, 11 Apr. 2020). Ini mengingatkan kita tentang dua nubuat dalam Alkitab. Pertama ada di Mazmur: “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: ‘Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!’” (Mazmur 2:1-6). Yang kedua ada di Yesaya: “Masuklah di sela gunung batu dan bersembunyilah di dalam liang tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya! Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan” (Yesaya 2:10-12).

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Paus Membuka Kemungkinan Yudas Bisa Jadi Ada di Surga

(Berita Mingguan GITS 18 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berbicara dalam sebuah misa kepausan pada tanggal 8 April, Paus Fransiskus mengatakan, “Sesuatu yang menarik perhatian saya adalah bahwa Yesus tidak pernah menyebut dia ‘pengkhianat’: [Yesus] berkata bahwa Dia akan dikhianati, tetapi Dia tidak pernah berkata kepada [Yudas], ‘pengkhianat.’ Dia tidak pernah berkata, ‘Enyahlah, pengkhianat.’ Tidak pernah. Bahkan, Dia menyebutnya ‘teman,’ dan dia menciumNya. … Bagaimanakah nasib akhir Yudas? Saya tidak tahu. Yesus memberikan ancaman yang kuat di sini; dia mengancam dengan kuat: ‘celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.’ Tetapi apakah ini berarti bahwa Yudas ada dalam neraka? Saya tidak tahu.” Paus juga mengatakan bahwa ada ‘sedikit Yudas dalam diri masing-masing kita” (“Satan pays badly, warns pope,” Aleteia, 8 Apr. 2020).

Paus menganggap enteng kata-kata Yesus bahwa adalah lebih baik bagi Yudas jika ia tidak pernah dilahirkan (Mat. 26:24). Ketika para Rasul memilih pengganti bagi Yudas, setelah kenaikan Kristus, mereka berdoa, “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya” (Kis. 1:24-25). Apakah ‘tempat yang wajar bagi’ Yudas itu? Yesus menjawabnya dalam doaNya sebagai imam besar, ketika Ia berkata kepada sang Bapa, “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci” (Yoh. 17:12). “Binasa” berasal dari kata Yunani apoleia, yang juga diterjemahkan “kebinasaan” (Mat. 7:13 dan 2 Pet. 2:3). Kata ini dipakai untuk penghakiman kekal dalam Rom. 9:22; Fil. 3:19; Ibr. 10:39; 2 Pet. 2:1, 3; 3:7, 16; dan Wah. 17:8, 11. Antikristus juga disebut ‘harus binasa” (2 Tes. 2:3).

Posted in Katolik | 1 Comment