Gereja-Gereja yang Lebih Menuruti Hawa Nafsu

(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Nubuat Paulus tentang hari-hari terakhir di 2 Timotius 3 menggambarkan orang-orang yang sesat demikian: “lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah” (2 Tim. 3:4). Ini adalah gambaran yang sempurna dari masyarakat akhir zaman, yang sangat gila tentang hiburan dan mencari kesenangan diri. Tidak pernah sebelumnya ada kemakmuran ekonomi yang sedemikian dan tidak pernah sebelumnya ada begitu banyak cara mencari kesenangan. Bahkan kebanyakan orang yang mengaku Kristen, lebih menuruti hawa nafsu, kesenangan diri, daripada Allah. Ada memang kasih terhadap Allah, tetapi ada kasih yang lebih besar terhadap kesenangan. Untuk menguji hal ini, perhatikan masalah waktu. Berapa banyak waktu yang dihabiskan pada Allah dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan untuk kesenangan? Ujilah juga dengan uang, energi, dan antusiaisme. Begitu banyak orang Kristen, bahkan di gereja-gereja yang kuat mengajarkan Alkitab, yang sama gilanya terhadap sports dengan orang-orang sekuler. Muda-mudi Kristen sama mencintai video-game dan rock & roll dan hip hop dan film-film dewasa dan ekspresi diri di Facebook, dengan orang-orang sekuler. Perhatikan kalender aktivitas gereja pada umumnya, yang penuh dengan berbagai hiburan, bukan hanya untuk anak-anak dan muda-mudi, tetapi juga untuk para “warga senior.” Ditaruh di atas program-program hiburan ini adalah sehelai tipis hal-hal ilahi. Perhatikan rata-rata keluarga Kristen yang mengaku Injili atau bahkan “fundamentalis.” Ada sedikit doa, sedikit Alkitab, sedikit penginjilan, sedikit pelayanan, mungkin, tetapi ada begitu banyak hawa nafsu. Ini dianggap sebagai kekristenan yang normal, tetapi sebenarnya adalah kesesatan.

Posted in Gereja, Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Satu Lagi Musisi Kristen Kontemporer Menyatakan Diri Atheis

(Berita Mingguan GITS 30 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Jon Steingard, anggota dari rock band Kristen Hawk Nelson, telah mendeklarasikan di Instagram bahwa dia tidak lagi percaya pada Allah. Peristiwa ini mengikuti pernyataan yang serupa pada bulan Agustus 2019 oleh Marty Sampson, penulis lagu dan juga pemimpin “worship” bagi Hillsong. Steingard mengatakan, “Setelah tumbuh besar dalam sebuah rumah tangga Kristen, menjadi anak seorang gembala, bermain dan bernyanyi dalam sebuah band Kristen, dan mendapatkan label ‘Kristen’ dalam hampir segala hal dalam hidup saya – sekarang saya menemukan bahwa saya tidak lagi percaya pada Allah.” Dia mengatakan bahwa dia tidak menikmati pergi ke gereja, membaca Alkitab, berdoa kepada Allah, atau menyembah Allah, dan bahwa menolak Allah adalah “sesuatu yang menyegarkan dan suatu beban terangkat.” Ini adalah kata-kata dari seseorang yang pernah menyatakan iman dalam Kristus dan yang bermain-main dengan hal-hal Kristus tanpa mengenal Kristus dalam keselamatan kelahiran kembali. Saya juga dulunya tidak menikmati pergi ke gereja, membaca Alkitab dan berdoa, sebelum saya diselamatkan pada usia 23 tahun. Steingard mengatakan bahwa banyak dari orang-orang yang ia kenal juga memiliki keraguan yang sama dengan dirinya. “Saya terkejut dengan banyaknya orang dalam posisi-posisi penting dalam lingkaran Kristen yang merasakan hal yang sama dengan saya. Seperti saya, mereka takut akan kehilangan segalanya jika mereka terbuka mengenai hal tersebut.”

Jadi, para munafik ini hanyalah menggunakan Kristus untuk keuntungan pribadi! Mengenai atheisme, itu adalah suatu kebodohan. Tidak ada sebenarnya atheisme itu. Sang Pencipta telah dipatrikan ke dalam hati nurani dan jiwa manusia. Manusia tahu bahwa ada Allah dan dia tahu bahwa dia akan bertemu dengan Allah. Bukti akan Allah sudah tertulis di seluruh ciptaan, mulai dari DNA sel-sel hidup hingga bintang-bintang di alam semesta yang tak terukur. Semuanya memberikan bukti tentang adanya desain intelijen yang luar biasa! Rasul Paulus yang brilian, yang dulunya adalah seorang musuh Kristus sebelum pertobatannya yang supranatural, berkata bahwa dunia ciptaan membuat semua manusia “tidak dapat berdalih” (Roma 1:20). Dengan cara yang biasa bagi para “atheis,” Steingard mengeluh di sosial medianya bahwa Allah tidak seharusnya membiarkan hal-hal yang buruk terjadi di dunia ini, dll., dll., seolah-olah manusia yang lemah dan hina, yang tidak pernah menciptakan apa-apa, yang datang ke dalam dunia ini sebagai bayi yang tak berdaya, yang bergantung pada Allah untuk “kehidupan, dan nafas, dan segala sesuatu,” bisa menjadi hakim atas Penciptanya. Ini adalah kekonyolan. Steingard mempertanyakan kebaikan Allah, tetapi kebaikan Allah sudah terbuktikan untuk selamanya di atas kayu salib di Kalvari, ketika Putra Allah menderita dan mati menggantikan orang-orang berdosa yang jahat, mendemonstrasikan kasih Allah di hadapan seluruh ciptaan, tanpa dapat dibantah, secara permanen dan kekal. Steingard bertanya, “Mengapakah Yesus harus mati untuk dosa-dosa kita?” Sangat jelas bahwa dia belum pernah memahami hal-hal dasar ABCD dari theologi dan doktrin keselamatan. Dia bahkan tidak paham dengan salib, karena dia tidak mengerti kekudusan dan keadilan Allah dan kejahatan dosa manusia melawan Penciptanya. Dia tidak memahami kasih Allah, karena dia tidak memahami kebenaran Allah yang menggetarkan. Betapa ketidaktahuan yang degil! Dan dia tidak merasa malu untuk menampakkan ketidaktahuannya yang degil itu di hadapan seluruh dunia. Tentu saja, hal-hal seperti kekudusan dan keadilan Allah biasanya tidak banyak disinggung dalam dunia Musik Kristen Kontemporer.

Posted in Atheisme/Agnostikisme, musik | Leave a comment

Lautan Musik Kristen Kontemporer yang Sangat Sangat Berbahaya

(Berita Mingguan GITS 30 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Seperti yang sudah kami peringatkan berkali-kali dan berulang-ulang, lautan Musik Kristen Kontemporer (CCM – Christian Contemporary Music) sangatlah berbahaya. Di sana anda dapat bertemu dengan segala jenis kesesatan, mulai dari mistikisme kharismatik sampai kepada atheisme. Sekali anda masuk ke lautan ini, tidak ada yang bisa memprediksi anda akan berakhir di mana. Dalam lautan ini anda tidak akan menemukan jangkar Firman Allah yang tiada salah. Bahkan orang-orang yang secara theologis mengakui bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang tiada salah, pada realitanya tidak memiliki Alkitab yang tanpa salah, melainkan sedang terhanyut pada lautan banyaknya versi-versi ‘Alkitab’ yang saling bertentangan dan terjemahan parafrase yang “dinamik” dan aneh seperti Alkitab The Message. Ini semua bukanlah Firman Allah yang murni dan oleh karena itu tidak bisa menjadi dasar yang kuat bagi iman dan makanan murni bagi pertumbuhan rohani dan persenjataan yang efektif bagi pertempuran rohani. Dalam lautan CCM, keselamatan tidaklah lantang dan jelas. Kebanyakan artis CCM bahkan tidak memiliki halaman kesaksian keselamatan dalam website dan Facebook mereka. Cuma sekedar “Saya percaya Yesus” saja. Secara umum, tidak ada yang berbicara mengenai pertobatan, tidak ada definisi yang jelas mengenai iman yang menyelamatkan itu seperti apa, tidak ada pembedaan yang jelas antara Kristus yang sejati dari yang palsu, tidak ada pemahaman yang jelas tentang pembenaran dan pengudusan.

Begitu banyak orang-orang muda tumbuh besar di gereja-gereja dan membuat semacam pengakuan iman, tetapi mereka tidaklah dilahirkan kembali secara supranatural. Mereka mengasihi CCM karena musik ini mewakili filosofi “hiduplah sesuai kemauanmu” yang mereka senangi, tetapi ini adalah kesesatan. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4). Bangunlah, hai orang-orang Kristen yang masih mengasihi kebenaran. Bangunlah hai gereja-gereja yang masih mengasihi kebenaran. Berdirilah teguh. Edukasi dan peringatkan jemaatmu, mulai dari yang anak-anak hingga yang tua, tentang bahaya besar Musik Kristen Kontemporer. Lindungi mereka. Hai para gembala, tidakkah anda peduli dengan jemaatmu? Tidakkah anda takut akan Allah yang di hadapanNya anda akan memberi pertanggunganjawab?

Posted in musik | Leave a comment

Darlene Zschech Menjual Rumah Mewahnya di Pinggir Laut Senilai $4 Juta

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Darlene Zschech, mantan pemimpin nyanyi dari Hillsong Sydney, telah menjual rumah mewah miliknya yang berada di pinggir pantai, dengan harga yang dilaporkan senilai $4,4 juta. Properti yang berdiri di tepi tebing tersebut, dengan view laut 360 derajat, memiliki luas 1.258 meter persegi, tiga lantai, beberapa area hiburan, bioskop film pribadi, kolam renang, dan beberapa balkon yang menghadap tebing (“Former Hillsong Church Leader,” Warwick Daily News, 13 Mei 2020). Zschech dulu adalah “worship pastor” di Hill Christian Life Centre, Sydney, selama 25 tahun, dan mempublikasikan banyak lagu-lagu penyembahan kontemporer yang sangat populer, termasuk “Shout to the Lord,” “This Is Our God,” dan “Mighty to Save.” Pada tahun 2010, Darlene dan suaminya menjadi gembala sidang senior dari Hope Unlimited Church, tetapi dia terus terlibat dalam proyek-proyek musik dengan Hillsong. New York Times melaporkan bahwa Hillsong adalah “tanpa diragukan lagi produser musik penyembahan paling berpengaruh dalam kekristenan” (“Megachurch with a Beat Lures Young Flock,” 9 Sept. 2014).

Hillsong mempromosikan ekumenisme gereja esa-sedunia. Zschech mengatakan, “Ada suara yang baru dan lagu yang baru yang sedang diproklamirkan di seluruh dunia. Ini adalaah suara gereja yang bersatu, yang berkumpul bersama, dalam satu suara untuk mengagungkan Tuhan kita yang besar” (“You Shine” album cover). Zschech dan Hillsong melakukan pentas bagi Roman Catholic World Youth Day di Sydney pada 18 Juli 2008. Paus Benediktus XVI waktu itu hadir dan melaksanakan misa kepausan. Pada Juli 2015, Darlene Zschech dan Hillsong bergabung bersama dengan Paus di Convocation of the Renewal of the Holy Spirit di Vatikan. Di halaman Facebooknya, Zschech mengatakan: “Sangat terhormat karena akan bernyanyi minggu ini, bersama Andrea Bocelli, Don Moen, Noa [penyanyi Israel], dengan Paus Fransiskus dan ribuan penyembah yang berkumpul di St. Peter’s Square di Vatikan. Ini adalah perayaan persatuan dan perdamaian dalam Pembaharuan Roh Kudus. Hari yang luar biasa bagi Tubuh Kristus.” Sungguh menyedihkan, dia sama sekali tidak tahu apa itu “tubuh Kristus,” dan sama sekali tidak memiliki pengertian rohani, namun dia memiliki pengaruh luas di semua denominasi, bahkan di Baptis independen. Pada bulan Januari 2019 dan 2020, Hillsong Phoenix menjadi tuan rumah dari Alpha Conference yang ikut melaksanakan misa Katolik. Gereja-gereja fundamental Baptis dan gereja-gereja yang percaya Alkitab tetapi menggunakan musik penyembahan kharismatik, sedang bermain-main dengan api. Mereka akan mengetahui, mungkin ketika sudah terlambat, bahwa musik ini membawa serta dengannya suatu filosofi yang akan mengubah karakter dari gereja fundamentalis manapun. Musik ini membangun jembatan ke “gereja yang lebih luas,” yang sedang berprogresi ke pembentukan “gereja esa-sedunia.”

Posted in Ekumenisme, musik | Leave a comment

Mahkamah Agung Belanda Membuat Keputusan Bahwa Dokter Boleh Meng-Eutanasia Orang-Orang Tua Tanpa Persetujuan Mereka

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dutch Supreme Court Rules,” Reformation Charlotte, 6 Mei 2020: “Jika aborsi terhadap bayi-bayi yang tidak mau diaborsi yang masih dalam rahim ibu mereka belum cukup buruk, mengapa tidak sekalian melegalkan aborsi terhadap orang-orang tua yang sakit dementia (pikun), tanpa persetujuan mereka? Dalam sebuah keputusan yang sangat penting bulan yang lalu, Mahkamah Agung Belanda mengatakan bahwa seorang dokter yang melaksanakan euthanasia terhadap seorang pasien yang tua yang sakit dementia, sambil keluarganya secara fisik memegangi dia agar tidak memberontak, tidaklah bertanggung jawab secara moral atas kesalahan apapun. The Guardian melaporkan: ‘Para dokter di Belanda, boleh melakukan euthanasia pada pasien-pasien dengan dementia berat, tanpa takut akan dituntut, bahkan jika pasien tersebut tidak lagi menyatakan keinginan yang jelas untuk mati, demikian keputusan pengadilan tertinggi di negeri tersebut. Keputusan Mahkamah Agung ini melanjutkan sebuah kasus yang penting juga tahun lalu, ketika seorang dokter dinyatakan tidak bersalah karena meng-eutanasia seorang wanita pada tahun 2016 yang menderita Alzheimer yang berat, yang meminta prosedur euthanasia tersebut sebelum kondisi dia memburuk.’”

Posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Ayub dan Bintang-Bintang

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 13 Mei 2020: “Salah satu argumen untuk melawan penerimaan kisah penciptaan dalam kitab Kejadian, adalah ide bahwa Alkitab ditulis oleh orang-orang kuno yang tidak mungkin memiliki cukup pengetahuan untuk memahami isu-isu ilmiah. Sebagai contoh, para komentator yang percaya evolusi theistik, telah mengusulkan bahwa penulis kitab Kejadian – dan biasanya mereka menolak untuk mengakui bahwa penulisnya adalah Musa – pastinya percaya bahwa langit adalah kubah yang padat, dan bahwa matahari, bulan, dan bintang-bintang hanyalah benda-benda terang yang tertanam dalam kubah padat ini. Saya tentunya sangat tidak setuju dengan penafsiran yang dibuat-buat mengenai teks ini, yang ditulis, menurut para evolusionis, mungkin sekitar waktu pembuangan ke Babel. Kitab Ayub berasal dari kurun waktu yang serupa dengan Kitab Kejadian – dan saya mengusulkan yaitu kira-kira semasa waktu Musa hidup. Dalam Ayub 11:7-8, ‘teman’ Ayub, Zofar, menyatakan bahwa hikmat Allah adalah setinggi langit. Jadi, fakta tak terhingganya Allah dibandingkan dengan luasnya alam semesta. Komentar ini bukan komentar yang terisolir. Dalam Ayub 22:12, Elifas menyatakan: ‘Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi?’ dan ‘Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya!’ Komentar-komentar ini bukanlah pernyataan doktrinal yang besar. Namun, mereka menunjukkan opini orang-orang yang hidup di zaman kuno yang sezaman dengan kitab Kejadian, yang tidak percaya bahwa langit itu kubah padat. Sebaliknya, ayat-ayat ini menunjukan ciri-ciri adanya ketelitian ilmiah, yang tidak dapat dijelaskan oleh model sejarah versi evolusi. Ref: Henry Morris, 2000, The Remarkable Record of Job, hal. 43.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Menantikan Kedatangan Kembali Kristus Adalah Tanda Seorang Kristen Sejati

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

“Saya percaya ini adalah suatu ciri, bahwa setiap orang percaya sejati seharusnya senantiasa – hidup sedemikian rupa untuk siap berjumpa dengan Kristus. … Sia-sia untuk memberitahu saya bahwa seseorang itu orang yang baik, namun ia belum siap untuk kerajaan Kristus. Saya menyangkalinya sama sekali. Saya berkata bahwa setiap orang yang sudah dibenarkan dan diubahkan sudah siap, dan jika kamu belum siap maka kamu belum dibenarkan. Saya berkata bahwa standar yang saya ajukan ini tidak lebih dari standar dalam Perjanjian Baru, dan para Rasul pun akan meragukan agamamu, jika kamu tidak menantikan dan merindukan kedatangan kembali Tuhan. … Tinggal sebentar lagi dan khotbah terakhir akan diserukan, perkumpulan jemaat terakhir akan berpisah. Tinggal sebentar lagi dan kesembronoan dan ketidaksetiaan akan berhenti dan menghilang. Orang-orang percaya di antara kita akan bertemu dengan Kristus, dan orang-orang yang tidak percaya akan pergi ke neraka. Malam sudah jauh berlalu, dan pagi sudah dekat” (J.C. Ryle, Coming Events and Present Duties, 1879). “Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Ibrani 9:28).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Pengharapan/Surga | Leave a comment

Hillsong Menggambarkan Salah Satu dari Orang Majus sebagai Wanita

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah drama Natal (mungkin dari tahun 2019), Hillsong Australia menggambarkan salah satu dari orang majus sebagai seorang wanita (“Hillsong Depicts,” Reformation Charlotte, 9 Mei 2020). Proses feminisasi ini cocok dengan keinginan Hillsong untuk membuat Kristus serupa dengan budaya modern, dalam pemberontakan terhadap Firman Allah, dan Hillsong mewakili hati dan jiwa dari musik penyembahan kontemporer. Ini adalah versi kekristenan yang sangat merasa nyaman di dunia ini. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rom. 12:2). TAMBAHAN EDITOR: Selama puluhan tahun, Hillsong telah menjadi pemimpin dan pelopor dari gerakan musik “kristen” kontemporer, yang menggabungkan gaya musik dunia (rock & roll, country, pop, jazz, dll.) dengan kata-kata “kristiani.” Hasilnya adalah pesan yang duniawi, dan gereja yang duniawi. Sayangnya, filosofi ini telah diadopsi oleh sebagian besar gereja-gereja di seluruh dunia, yang menyebabkan garam kekristenan kehilangan keasinannya.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Jim Bakker Dituntut Karena Obat Coronavirus Palsu

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Jim Bakker, mantan pembawa acara The PTL Club yang sudah jatuh karena skandal tersebut, sekarang sedang dituntut di pengadilan oleh negara bagian Missouri, karena menjual obat coronavirus yang palsu, yang dia sebut Silver Solution. Setelah mendekam lima tahun di penjara karena menipu para pengikutnya sejumlah $158 juta untuk menopang gaya hidupnya yang berfoya-foya dan immoral (termasuk membuat rumah anjing yang diberi AC), sekarang Bakker meluncurkan suatu karir baru, yaitu The Jim Bakker Show. Dia menjual makanan dan peralatan untuk orang-orang yang bersiap-siap, kami mengira-ngira, untuk bersembunyi dari Antikristus. Bakker juga selama ini menjual Silver Solution, walaupun sekarang ini tiba-tiba sudah hilang dari websitenya. Silver Solution adalah salah satu dari banyak brand koloida perak (partikel-partikel perak yang kecil yang tersuspensi dalam cairan), yang dipasarkan sebagai suatu produk kesehatan. Dalam siarannya tanggal 12 Februari, tamu Bakker, Sherrill Sellman, seorang “ahli kesehatan natural,” mengatakan “Ini sudah dites ke berbagai jenis coronavirus dan mampu membunuhnya dalam 12 jam. Membunuhnya sama sekali. Memusnahkannya. Mematikannya. [Silver Solution] telah dibuktikan oleh pemerintah bahwa ia dapat membunuh semua patogen yang diujikan padanya, termasuk SARS dan HIV” (“Missouri Sues Televangelist,” NPR.org, 11 Mar. 2020). Empat botol yang memiliki berat bersih 4 ons, dijual dengan harga “hanya” $80.

Sekilas pandang saja, Silver Solution memiliki semua ciri-ciri sebagai obat palsu, karena ia mengklaim dapat menyembuhkan hampir segala sesuatu. Bukan hanya ia membunuh bakteri dan virus, ia juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan juga adalah pengobatan yang efektif untuk kanker, arthritis, diabetes, dan hal-hal lain lagi. Mengacu kembali kepada realita dan memecahkan fantasi Silver Solution, Mayo Clinic mengatakan, ‘Koloida perak tidaklah dianggap aman ataupun efektif untuk semua klaim kesehatan yang dibuat oleh para produsennya. Perak tidak memiliki fungsi yang kita ketahui dalam tubuh manusia. Ia juga bukan suatu mineral esensial, sebagaimana diklaim oleh sebagian penjual produk perak. Tidak begitu jelas seberapa berbahaya koloida perak, tetapi ia bisa menjadi timbunan dalam jaringan tubuh selama berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun. Yang paling sering, adalah timbulnya argyria, yaitu munculnya warna biru keabu-abuan pada kulit, mata, organ dalam, kuku, dan gusi anda. Meskipun argyria biasanya tidak menimbulkkan masalah kesehatan yang serius, ia bisa menjadi menimbulkan masalah kosmetik, karena tidak akan hilang sekalipun anda berhenti mengkonsumsi produk perak. Walaupun jarang, dosis berlebihan dari koloida perak dapat menimbulkan masalah kesehatan serius yang permanen, termasuk kerusakan ginjal dan masalah neurologis seperti kejang-kejang. Produk koloida perak juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan” (mayoclinic.org).

Jadi, perak tidak bisa menyembuhkan coronavirus, tetapi bisa membuat kulit anda jadi biru jika kamu mau kelihatan seperti orang dari Mars! Karena rupanya Bakker tidak lagi menjual Silver Solution, masih ada banyak lagi yang dijual, misalnya Keto Hydrolyzed Collagen Powder, atau Fermented Green Supremefood, yang dibuat dari sayur-sayuran dan rumput yang difermentasi dan enzim-enzim. Istri Bakker dan juga mantan co-host dari PTL Club, Tammy Faye, menceraikan Jim sewaktu dia berada dalam penjara, dan menikah dengan Roe Messnes, seorang teman lama keluarga mereka, yang perusahaannya membantu membangun kompleks resort Heritage, milik PTL. Dia juga mendapat angin kedua pelayanan “injil,” sebelum akhirnya meninggal tahun 2008.

Posted in Kesehatan / Medical | Leave a comment

Kamera Tercepat di Dunia Bisa Menangkap 70 Trilyun Frame per Detik, Membuktikan Alkitab Benar

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

“Sebuah tim riset di Caltech telah mengembangkan (sekali lagi) sebuah kamera yang dapat menangkap lebih dari satu trilyun gambar setiap detiknya. Rekor ‘kamera tercepat di dunia’ sebelumnya dapat menangkap 10 trilyun fps; kamera baru ini dapat menangkap sampai 70 trilyun, menembus rekor yang lama. Terobosan yang paling baru ini adalah evolusi dari kamera-kamera ‘trilyun+ fps’ sebelumnya dari Caltech, dan semuanya menggunakan ‘Compressed Ultrafast Photography’ atau (CUP). Bentuk yang paling baru ini disebut CUSP, singkatan dari Compressed Ultrafast Spectral Photography, dan dikembangkan oleh otak-otak yang sama di Caltech yang baru-baru ini bisa menangkap 1 trilyun fps gambar dari fenomena transparan seperti denyut neuron dan shockwave. …Bagi orang-orang yang senang hitung matematika, kecepatan cahaya sedikit di bawah 300 milyar millimeter per detik. Nah, ambil 70 trilyun frame, dan bagi itu dengan 300 mm/detik, dan anda mendapat kira-kira 233 frame per milimeter pergerakan cahaya. Dengan kata lain: camera ini bisa menangkap sekitar 230 frame dalam waktu yang diperlukan cahaya untuk bergerak satu milimeter” (“New World’s Fastest Camera,” PetaPixel, 7 Mei 2020). CATATAN AKHIR: Kamera yang luar biasa ini menunjukkan persis apa yang Alkitab katakan tentang manusia: ia bukanlah binatang, ia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Jarak antara manusia dan kera hampir bisa dikatakan tak terhingga. David Berlinski, Ph.D. dalam filosofi dari Princeton University, bukanlah seorang yang percaya penciptaan. Dia adalah seorang “Yahudi sekuler dan agnostik,” tetapi dia cukup punya akal sehat untuk mengetahui bahwa manusia bukanlah kera yang canggih, dan dia cukup berani untuk mengatakan hal tersebut dengan cara dia yang khas. Berkomentar tentang upaya mengajarkan kera-kera bahasa isyarat, Berlinski mengobservasi, “Setelah bertahun-tahun melakukan percobaan-percobaan yang sulit, beberapa dari mereka sudah diajar dasar-dasar dari berbagai sistem simbol yang primitif. Setelah diberikan hadiah bahasa, mereka tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan. Ketika dua kera ‘jenius’ bertemu, mereka saling melemparkan isyarat satu kepada yang lain. … Struktur kera sering sangat erat. Simpanse, bonobo, dan gorila, bisa berpikir; mereka membuat rencana, mereka punya kesukaan masing-masing; mereka licik; mereka punya keinginan dan hawa nafsu; dan mereka bisa menderita. Hal yang sama kita lihat pada kucing. Dalam semua ini, kita melihat kemiripan dengan diri kita. Tetapi selain dari semua ini, kita tidak memiliki apa-apa yang sama dengan mereka. Dan walaupun kemiripan-kemiripan ini menarik, perbedaan kita sangatlah mendalam” (The Devil’s Delusion, hal. 156). “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi” (Kejadian. 1:27-28).

Posted in Teknologi | Leave a comment