Semakin Banyak Persiapan untuk Bait Ketiga

(Berita Mingguan GITS 8 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Persiapan pembangunan Bait Ketiga sudah semakin memuncak. Pada tanggal 10 Desember, malam terakhir Hanukkah, ‘cikal bakal’ majelis Sanhedrin Yahudi berencana untuk menguduskan sebuah mezbah pengorbanan dari batu dan melaksanakan korban harian yang terjadi setiap pagi dan setiap sore di Bait zaman dulu. Korban itu akan dilakukan oleh para Kohanim [imam Lewi], yang didandani sesuai dengan pakaian imam dalam Alkitab. Tidak diketahui apakah domba akan benar-benar disembelih di tempat itu, tetapi yang jelas dagingnya akan dibakar di atas mezbah. Menorah emas milik Temple Institute juga akan dinyalakan. Sanhedrin adalah majelis kumpulan rabbi yang pernah memimpin bangsa Israel sebelum dan sesudah kehancuran Bait Herodes. Sanhedrin ini bubar pada abad kelima Masehi, tetapi pada tahun 2004, sekelompok orang Yahudi ortodoks mengumumkan bahwa mereka sedang mendirikannya kembali. Tujuan dari ‘cikal’ Sanhedrin ini adalah untuk mendirikan “suatu organisasi berbasiskan Alkitab untuk mengantikan PBB.” Pengumuman oleh Rabbi Yoel Schartz menyatakan, “Kami kini sangat dekat dengan waktu yang dinubuatkan oleh nabi-nabi Israel bahwa Allah dunia ini yang menciptakan segala sesuatu akan dipanggil oleh dunia ini dengan nama Allah Israel, karena hanya umat Israel yang masih terhubung kepadaNya. … Panggilan Allah untuk mengembalikan umatNya ke tanahNya akan menunjukkan bahwa keyakinan sebagian bangsa-bangsa bahwa Israel berada dalam pembuangan sebagai suatu hukuman adalah keyakinan yang salah. Pembuangan hanyalah agar Israel dapat menjadi contoh bagi bangsa-bangsa untuk melayani Allah. …Sekarang adalah waktunya bagi umat sang Pencipta untuk kembali ke tanah mereka, dan dari sini terang akan terpancar ke dunia. Dan ketika kita sudah pantas untuk itu, Bait akan dibangun dan didirikan kembali di tempatnya, dan lebih lagi semua bangsa-bangsa akan menyadari bahwa waktunya telah tiba untuk menyembah Allah” (“Sanhedrin Invites 70 Nations to Hanukkah Dedication of Altar for the Third Temple,” BreakingIsraelNews, 29 Nov. 2018). Israel masih tinggal dalam kebenaran-diri-sendiri yang membuatnya menolak Mesias mereka sendiri 2000 tahun yang lalu. Dia tidak mengakui bahwa pembuangan mereka adalah suatu hukuman. Tetapi sesaat sebelum penyalibanNya, Yesus berkata, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Luk. 13:34-35). Dan Rasul Paulus, yang dididik sebagai seorang rabbi pada kaki Gamaliel yang terkenal itu, berkata tentang Israel, “Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya” (Rom. 10:3-4). ‘Cikal’ Sanhedrin yang sedang melakukan ulang korban harian, buta terhadap makna dari korban itu, karena telah menolak kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus, ‘Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia’ (Yoh 1:29).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | Leave a comment

Sebuah Khotbah yang Menyelamatkan Jiwa 85 Tahun Kemudian

(Berita Mingguan GITS 8 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari buku yang ditulis Spurgeon, Lectures to My Students: “Ada suatu kasus yang otentik tentang seseorang yang ditobatkan oleh sebuah khotbah delapan puluh lima tahun setelah ia mendengar khotbah itu disampaikan. Mr. Flavel, pada akhir dari suatu ceramah, tidak menyampaikan kata-kata berkat sebagaimana biasa, tetapi ia berdiri dan berkata, ‘Bagaimana mungkin saya membubarkan kalian dengan kata-kata berkat, sedangkan banyak dari kalian adalah Anathema, karena kalian titdak mengasihi Tuhan Yesus Kristus?’ Seorang anak lelaki berusia 15 tahun mendengar kata-kata yang luar biasa itu; dan 85 tahun kemudian, duduk di bawah suatu semak-semak, saya rasa di Virginia, seluruh peristiwa itu muncul lagi dengan hidup dalam pikirannya, seolah-olah baru kemarin. Dan Allah berkenan untuk memberkati kata-kata Mr. Flavel untuk membawa kepada pertobatannya, dan dia hidup tiga tahun lagi sesudah itu, untuk memberikan kesaksian yang baik bahwa dia merasakan kuasa kebenaran dalam hatinya.”

Posted in Renungan | Leave a comment

Cina: Buah Sulung dari Program Pengawasan Pemerintah Antikristus

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China Mandates Surveillance as Religious Persecution Rises,” suatu wawancara dengan Bob Fu, The Stream, 14 Nov. 2018: “Presiden Xi Jinping menganggap orang-orang Kristen sebagai salah satu ancaman terbesar terhadap kekuasaannya. Gereja-gereja bawah tanah didaftarkan sebagai salah satu dari ‘lima titik hitam baru’ ancaman keamanan nasional di Cina. Adalah sesuatu yang baru di bawah presiden ini, bahwa gereja-gereja diklasifikasikan sebagai ancaman keamanan nasional. Gereja-gereja yang disetujui pemerintah yang diizinkan eksis saat ini, dibebankan ikatan-ikatan yang unik. Setiap gereja harus memasang kamera pemindai wajah di depan mimbar. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi orang-orang tertentu di jemaat. Banyak golongan orang dilarang untuk masuk ke gereja manapun. Termasuk di antaranya adalah orang-orang muda di bawah 18 tahun, mahasiswa, dokter atau profesional medis, pegawai negeri, anggota militer dan para guru. Jika mereka ditemukan, segera bos mereka atau seorang pejabat pemerintah akan berbicara dengan mereka. Ini membawa dampak yang sangat besar saat ini. Situasi ini benar-benar mulai sejak Presiden Xi Jinping menjabat pada tahun 2012. Dia sekarang dijuluki ‘Kaisar Xi’ karena dia sukses menghilangkan batasan masa jabatan presiden pada bulan Maret tahun ini. Ketika dia naik jabatan, penghancuran masal terhadap tanda-tanda salib dimulai di propinsi Zhejiang. Itu daerah yang dijuluki Yerusalem-nya Cina. …Ini adalah gereja-gereja yang disetujui pemerintah. Gereja-gereja rumah tidak memiliki bangunan khusus ataupun tanda salib. …Pada tanggal 1 Februari tahun ini, sebuah hukum baru berjudul ‘Aturan-Aturan tentang Administrasi Urusan Agama’ mulai berlaku. Situasi secara dramatis menjadi semakin buruk. Kampanye-kampanye pembakaran Alkitab terjadi di seluruh Cina. …Cina barangkali adalah negara polisi dengan metode pengawasan yang paling canggih sedunia. Jauh melebihi apa yang dilakukan AS. Sebagian usaha ini bahkan dibantu oleh perusahaan-perusahaan Amerika yang tamak. …Apple memutuskan untuk menghilangkan semua jaringan pribadi virtual dari Apple Store di seluruh Cina. Mereka memiliki versi Apple iCloud yang terpisah untuk Cina. Katanya sih iCloud versi Cina ini masih bagian dari Apple, menawarkan isi iTunes. Tetapi ia sepenuhnya dikendalikan pemerintah Cina. Cisco dan Google juga mirip. Cina memiliki kamera terbanyak di seluruh dunia, di setiap sudut jalan. Kamera-kamera yang mampu mengenali wajah ini adalah bagian dari sistem pengawasan dinamis mereka. Mereka dapat mengikuti anda ke mana saja. Jika anda mengendarai mobil, mereka dapat dengan cepat melacak nomor plat nada. Jika anda membeli tiket kereta atau bisa, sesudah anda menggesek kartu anda, anda sudah masuk sistem. Saya memperhatikan bahwa Cina memiliki lima kategori orang yang berbahaya. Sekarang Cina juga sedang membangun yang katanya sistem ‘kredit sosial’ terbesar sedunia. Jika anda kena tilang di jalan, satu poin moralitas akan dikurangi dari anda. Jika anda ditemukan dalam sebuah gereja bawah tanah, nilai sosial anda menjadi nol. Anda akan kehilangan hak untuk membeli tiket pesaat. Minggu lalu, saya ada di Korea Selatan, menghadiri sebuah konferensi kepemimpinan gereja rumah. Tetapi 240 dari 300 pemimpin gereja ditahan di airport-airport Cina, termasuk yang di Hong Kong, dan dinyatakan sebagai ancaman keamanan nasional. Mereka bahkan tidak diizinkan masuk ke pesawat ketika mereka melewati Imigrasi.”

Posted in Penganiayaan / Persecution, Teknologi | Leave a comment

Pertanyaan Mark Twain tentang Orang Yahudi

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Menulis dari Vienna tahun 1897, penulis terkenal asal Amerika, Samuel Clemens (Mark Twain), melakukan pengamatan dengan gaya dia yang khas, “Orang Mesir, orang Babilonia, dan orang Persia, telah bangkit, memenuhi bumi dengan suara dan keagungan, lalu memudar ke dalam mimpi dan berlalu; orang-orang Yunani dan Romawi mengikuti setelah itu dan membuat suara-suara yang hebat, dan lalu mereka tidak ada lagi; orang-orang lain telah bangkit dan untuk sejenak waktu mengangkat tinggi obor mereka, tetapi akhirnya padam, dan kini mereka duduk dalam kekelaman, dan telah punah. Orang Yahudi melihat mereka semua, hidup melampaui mereka semua, dan sampai saat ini tetap sebagaimana ia dulu, tanpa tanda-tanda kemerosotan, tanda-tanda keuzuran, atau bagian-bagian yang lemah, tidak ada energi yang menghilang, tidak ada penumpulan pikirannya yang siap dan agresif. Segala sesuatu fana kecuali orang Yahudi; semua kekuatan lain berlalu, tetapi ia tetap ada. Apakah rahasia dari ketidakfanaannya?” (“Concerning the Jews,” Harper’s Magazine, 1899; The Complete Essays of Mark Twain, Doubleday, 1963, hal. 249).

Jawaban dari teka teki ini ada di dalam Alkitab, yang dibaca oleh Twain, namun tidak ia percayai. Rahasia dari “ketidakfanaan” orang Yahudi adalah Allah yang tidak tidak fana dan perjanjian-perjanjianNya yang kekal. “Beginilah firman TUHAN: Jika Aku tidak menetapkan perjanjian-Ku dengan siang dan malam dan aturan langit dan bumi, maka juga Aku pasti akan menolak keturunan Yakub dan hamba-Ku Daud, sehingga berhenti mengangkat dari keturunannya orang-orang yang memerintah atas keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka dan menyayangi mereka” (Yer. 33:25-26).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | Leave a comment

Unicorn Siberia

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Badak Siberia (Elasmotherium sibiricum) adalah sejenis badak yang telah punah, yang hidup di padang-padang tinggi Eurasia (hari ini Rusia, Kazakhstan, Mongolia, dan Cina Utara). Binatang ini cocok dengan gambaran “unicorn” yang disebut di Ayub 39:12-15 [Editor: LAI menerjemahkannya ‘lembu hutan,’ tetapi KJV menerjemahkannya ‘unicorn’], yang menonjol kekuatannya dan sifatnya yang tidak terjinakkan. Lihat juga Bilangan 23:22; 24:8. Badak Siberia ini juga disebut Unicorn Siberia. Ia mirip dengan lembu raksasa dengan sebuah cula yang besar yang mencuat dari moncongnya, dan ia memiliki berat lebih dari 3,5 ton (“Eurasian Ice Age Wiped out the Siberian Unicorn,” UPI, 27 Nov. 2018). “Apakah lembu hutan mau takluk kepadamu, atau bermalam dekat palunganmu? Dapatkah engkau memaksa lembu hutan mengikuti alur bajak dengan keluan, atau apakah ia akan menyisir tanah lembah mengikuti engkau? Percayakah engkau kepadanya, karena kekuatannya sangat besar? Atau kauserahkankah kepadanya pekerjaanmu yang berat? Apakah engkau menaruh kepercayaan kepadanya, bahwa ia akan membawa pulang hasil tanahmu, dan mengumpulkannya di tempat pengirikanmu?” (Ay. 39:12-15).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Keponakan Benny Hinn Menolak Injil Kemakmuran

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Benny Hinn Is My Uncle,” Christianity Today, 20 Nov. 2017: “Tumbuh besar dalam kerajaan keluarga Hinn adalah seperti masuk dalam semacam campuran keluarga kerajaan dan keluarga mafia. Gaya hidup kami mewah, kesetiaan dituntut, dan versi Injil kami adalah suatu bisnis yang besar. Walaupun Yesus Kristus masih merupakan bagian dari injil kami, Dia lebih dianggap seperti magic genie (jin pengabul permintaan) daripada Raja di atas segala Raja. Jika kita memoles dia dengan cara yang benar – yaitu memberikan cukup uang dan memiliki cukup iman – maka warisan rohani kita akan terbuka. Tujuan Allah bukanlah kemuliaanNya, tetapi keuntungan kita. Kasih karuniaNya bukanlah membebaskan kita dari dosa, tetapi membuat kita kaya. Hidup yang berkelimpahan yang Dia tawarkan bukanlah hidup yang kekal, tetapi hidup yang sekarang ini. Kami menghidupi injil kemakmuran. …Kami tinggal di sebuah rumah besar, ukuran 1000 meter persegi, dijaga ketat dengan gerbang pribadi, dengan dua mobil Mercedes Benz, pergi liburan di tempat-tempat eksotis, dan berbelanja di toko-toko termahal. Tambahan lagi, kami membeli sebuah rumah $2 juta, menghadap laut, di Dana Point, California, dan di sana ditambahkan lagi satu mobil Benz. …kadang keraguan mencuat. Bagaimana dengan usaha-usaha penyembuhan yang gagal? Saya diajarkan bahwa itu salah orang sakit tersebut karena meragukan Tuhan. Mengapa kami berbahasa lidah tanpa ada yang menerjemahkan? ‘Jangan memadamkan Roh,’ saya diberitahu. ‘Tuhan bisa melakukan apa saja yang Dia inginkan.’ Mengapakah banyak nubuat kami yang bertentangan dengan Alkitab? ‘Jangan mengurung Tuhan dalam kotak.’ Walaupun ada banyak pertanyaa, saya mempercayai keluarga saya karena kami sangat sukses. …Setelah tamat dari universitas dan kembali ke rumah, saya bertemu istri saya, Christyne. Saya sama sekali tidak tahu bahwa Allah akan memakai dia untuk mendatangkan keselamatan saya. Faktanya, keluarga saya dan saya cukup tegang karena dia tidak berbahasa lidah. …satu hari dia memperlihatkan kepada saya satu ayat yang saya belum pernah lihat: 1 Korintus 12:30 (Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?). Saya terguncang hebat di dalam. Sangat jelas sekali tertulis – tidak semua orang berbahasa lidah. Dengan cepat, efek domino terjadi. Berbagai kepercayaan lainnya yang sejak lama saya pegang, gagal melewati ujian Alkitab. Saya tidak lagi percaya bahwa tujuan Allah adalah untuk membuat saya senang, dan sehat, dan kaya. Sebaliknya, saya melihat bahwa Dia ingin saya hidup bagiNya, tidak peduli apa yang bisa saya dapatkan dari Dia. …Saya mengucap syukur bahwa istri saya rela untuk mempertanyakan kegigihan saya untuk berbahasa lidah dan bahwa gembala sidang saya cukup mengasihi saya dan memuridkan saya keluar dari kekacauan injil kemakmuran.”

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Seorang Lelaki Menuntut untuk Mengubah Umurnya dari 69 Menjadi 49

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dutch man, 69, starts legal fight,” The Guardian, 8 Nov. 2018: “Seorang ‘guru pemikiran positif’ berusia 69 tahun di Belanda, yang mengatakan bahwa dia tidak merasa berumur sedemikian tua, telah memulai perjuangan legal untuk membuat dirinya sendiri 20 tahun lebih muda, dengan alasan bahwa dia didiskriminasi di berbagai aplikasi pencarian jodoh. Emile Ratelband memberitahu sebuah pengadilan di Arnhem di Belanda bahwa dia tidak merasa ‘nyaman’ dengan tanggal kelahirannya, dan membandingkan keinginan dia untuk mengubah hal tersebut dengan orang-orang yang mengubah jenis kelamin mereka (transgender). Ratelband mengatakan bahwa karena memiliki umur resmi yang tidak mencerminkan status emosionalnya, dia sekarang kesulitan untuk mencari pekerjaan dan jodoh. Dia meminta agar tanggal kelahirannya diubah dari 11 Maret 1949 menjadi 11 Maret 1969. ‘Ketika saya berusia 69 tahun, saya terbatas. Jika saya berusia 49 tahun, maka saya bisa membeli rumah baru, mengendarai mobil yang berbeda,’ demikian katanya. ‘Saya bisa bekerja lebih. Ketika saya di Tinder dan terpampang bahwa saya 69 tahun, tidak ada yang membalas saya. Ketika saya 49, dengan wajah yang saya miliki, saya ada pada posisi makmur.’ Dokter-dokter telah memberitahu dia bahwa tubuhnya mirip tubuh seorang lelaki usia 45, demikian argumen Ratelband. Dia menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang ‘dewa muda.’” Alkitab mengatakan, “upah dosa ialah maut” (Roma 6:23), dan “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Kuat Fisik Tetapi “Mlempem” Rohani

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” (1 Tim. 4:8). “Latihan badani terbatas gunanya. Fungsi dari olahraga sudah jelas dinyatakan di zaman kita ini. Tetapi olahraga tidak boleh dibiarkan untuk menuntut terlalu banyak dari pengalokasian waktu dan uang kita. Saya memiliki seorang teman yang menghabiskan dua jam sehari berlari, lalu tiga puluh menit (plus mandi dan berpakaian) tiga kali seminggu di klub/gym kesehatan, dengan harga yang substansial, dan tiga jam lagi atau lebih seminggu bermain racquetball. Tambahan lagi, dia juga anggota klub tenis lokal dan bermain di sana sekali atau dua kali seminggu. Dia nampaknya memiliki kondisi fisik yang sangat baik. Dia mengajak saya makan siang tidak lama yang lalu karena dia mau berbicara secara pribadi. Dia lalu menceritakan kisah yang sering terdengar tentang tidak adanya sukacita dalam pekerjaan dan keluarganya, terutama, dan perasaan bosan dan frustrasi terhadap kehidupan secara umum. Saya bertanya padanya apakah dia mau mengevaluasi diri secara jujur. Dia mau. Dia menemukan bahwa waktu dan energi yang dia habiskan untuk hal-hal fisik, dibandingkan dengan hal-hal rohani, perbandingannya adalah 100 banding 1! Kesimpulan dia: ‘Saya kuat secara fisik, tetapi mlempem rohani.’ Ini sepertinya bisa menyimpulkan banyak di antara kita. Kita bisa jadi memang perlu olahraga rutin, dan janganlah mengabaikan kesehatan. Tetapi kesehatan rohani jauh lebih penting” (The Preacher’s Commentary Series).

Posted in General (Umum), Kesehatan / Medical | Leave a comment

Akademi Pediatri Amerika Mengeluarkan Peringatan terhadap Menghukum Fisik Anak

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Akademi Pediatri Amerika telah mengeluarkan suatu pernyataan kebijakan yang kuat, yang mengklaim bahwa penggunaan hukuman fisik (“spanking”) dalam rumah tangga adalah merusak. Organisasi ini, yang mewakili sekitar 67.000 dokter, mendefinisikan “spanking” sebagai “memukul dengan tangan terbuka, tanpa menimbulkan cidera, dengan tujuan mengubah perilaku anak.” Kebijakan organisasi ini sebelumnya adalah mendorong para orang tua untuk tidak melakukan “spanking”, tetapi tidak sampai menyebut tindakan ini merusak. Menurut jajak pendapat, penggunaan “spanking” di AS telah menurun selama dua dekade terakhir, tetapi 70% orang dewasa masih memiliki cukup akal sehat untuk setuju bahwa “terkadang seorang anak perlu dirotan baik-baik demi disiplin dirinya” (2014 General Social Survey, dikutip dari “Spanking Is Ineffective and Harmful, Pediatricians’ Group Says,” New York Times, 5 Nov. 2018). Masih ada 19 negara bagian di AS yang entah masih memperbolehkan “spanking” di sekolah atau tidak memiliki aturan khusus untuk melarangnya. Firman Allah tidak abu-abu dalam isu yang satu ini. “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya” (Ams. 13:24). “Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya” (Ams. 22:15). “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya” (Ams. 29:15). Perhatikan bahwa Alkitab menganjurkan tongkat didikan yang mengasihi, bukan tongkat abuse yang penuh kebencian.

Posted in Keluarga | Leave a comment

Bahaya dari Handphone dan Gadget Berlayar Lainnya

(Berita Mingguan GITS 10 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “A Dark Consensus about Screens,” New York Times, 26 Okt. 2018: “Para ahli teknologi mengetahui dengan sungguh-sungguh cara kerja thandphone, dan banyak di antara mereka telah memutuskan bahwa mereka tidak mau anak-anak mereka dekat-dekat dengan barang-barang itu. Suatu rasa waspada yang telah perlahan mengetas kini telah menjadi konsensus umum: keuntungan dari menggunakan alat-alat berlayar untuk pembelajaran telah dibesar-besarkan, dan resiko kecanduan dan pemandekan perkembangan sepertinya tinggi. Perdebatan di Silicon Valley saat ini adalah mengenai berapa banyak pemaparan terhadap handphone adalah dalam batas OK. ‘Menghilangkan sama sekali waktu layar itu sepertinya lebih mudah dari memberi sedikit saja waktu layat,’ kata Kristin Stecher, seorang mantan peneliti komputer sosial yang menikah dengan seorang insinyur Facebook. ‘Jika anak-anak saya mendapatkan waktu layar, mereka akan mau lagi dan lagi.’ Ms. Stecher, 37 tahun, dan suaminya Rushabh Doshi, meneliti topik waktu layar dan sampai pada kesimpulan sederhana: mereka ingin agar di rumah mereka hampir tidak ada waktu layar. Kedua putri mereka, umur 5 dan 3, tidak memiliki ‘jatah’ waktu layar, tidak ada jam tertentu yang mereka diizinkan untuk berkutat pada layar. …Athena Chavarria, yang bekerja sebagai seorang asisten eksekutif di Facebook … mengatakan: ‘Saya yakin bahwa ada iblis di handphone kita dan ia sedang merusak anak-anak kita.’ Ms. Chavarria tidak membiarkan anak-anaknya memiliki handphone sampai masa SMA, dan bahkan hingga sekarang melarang penggunaannya di mobil, dan membatasinya dengan ketat di rumah. Dia berkata bahwa dia mengikuti mantra bahwa anak terakhir di dalam kelas yang mendapatkan handphone, justru itu anak yang menang. …Bagi para pemimpin teknologi, memperhatikan bagaimana alat-alat yang mereka ciptakan mempengaruhi anak-anak mereka, terasa seperti suatu penghakiman atas hidup dan karya mereka. Termasuk di dalam kelompok ini adalah Chris Anderson, mantan editor dari Wired, dan sekarang Eksekutif Utama dari sebuah perusahaan robotik dan drone. … ‘Dalam skala antara permen dan kokain, ini lebih dekat ke arah kokain,’ kata Mr. Anderson mengenai layar. … ‘Kami berpikir bahwa kami bisa mengendalikannya. Dan ini sudah di luar kemampuan kami untuk dikendalikan. Ini langsung melesat menuju pusat-pusat kesenangan di otak yang sedang berkembang. Ini di luar dari kemampuan pemahaman kami sebagai orang tua biasa.’ Dia memiliki lima orang anak dan 12 aturan mengenai teknolog. Termasuk di dalamnya: tidak boleh punya handphone sampai liburan sebelum naik SMA, tidak boleh pakai layar di ruang tidur, penyaringan dan pengeblokan isi internet dari level jaringan, tidak boleh ada sosial media hingga umur 13, tidak boleh punya iPad sama sekali dan jadwal layar diatur dari Google Wifi yang dia kendalikan dari handphonenya. Jika anak berperilaku buruk? Anak itu harus offline selama 24 jam. Saya tidak tahu apa yang kami perbuat terhadap otak mereka sampai saya memperhatikan gejala-gejala dan konsekuensi-konsekuensinya.’” CATATAN KESIMPULAN DARI DAVID CLOUD: Orang-orang ini memakai lebih banyak hikmat dalam topik ini dari rata-rata orang tua di gereja-gereja. Para gembala harus memimpin dalam hal ini dan memberikan informasi sekaligus memperingatkan umat mengenai bagaimana melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya rohani besar yang ada pada teknologi komunikasi modern. Ada materi di Wayoflife.org yang sangat baik, berjudul The Mobile Phone and the Christian Home and Church.

Posted in Keluarga, Teknologi | Leave a comment