ATP Penting untuk Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 29 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Seeing the Non-existent: Evolution’s Myths and Hoaxes, David Cloud: “Sel hidup mendapatkan energi dari ATP (Adenosine TriPhosphate), yang diproduksi di dalam mitokondria sel tersebut, oleh suatu motor generik yang luar biasa yang disebut ATP Synthase. Tanpa ATP, tidak akan ada kehidupan biologis, dan tanpa motor ATP, tidak akan ada ATP. Satu trilyun trilyun dari motor-motor kompleks ini dapat dimuat pada sebuah kepala jarum. Motor-motor ini biasanya berputar dengan kecepatan 10.000 rpm, dan menghasilkan gaya torsi yang luar biasa, dengan setiap putarannya menghasilkan tiga molekul ATP. ‘Tubuh manusia menghasilkan ATP seberat tubuhnya setiap hari, dihasilkan oleh trilyunan motor-motor ini. Dan para ATP ini dengan cepat sekali dikonsumsi untuk menggerakan berbagai reaksi biokimia yang vital, termasuk sintesis DNA dan protein, kontraksi otot, perpindahan nutrien dan impuls saraf. Suatu organisme tanpa ATP adalah seperti mobil tanpa bensin. Sianida sedemikian beracun persis karena ia menghentikan produksi ATP. …karena energi adalah vital bagi kehidupan, kehidupan tidak mungkin berevolusi sebelum motor ini berfungsi sempurna. Ini adalah masalah yang lebih mendasar lagi: seleksi alam, per definisi, adalah pembedaan reproduksi, jadi memerlukan entitas-entitas yang bisa mereproduksi diri sendiri sejak awalnya. Namun reproduksi diri memerlukan ATP untuk menyediakan energinya! Demikian juga ekspresi dari informasi yang dipilih. Jadi, bahkan jika serangkaian langkah-langkah gradual dapat dibayangkan mencapai puncak dari Gunung Mustahil ini, tidak ada seleksi alam yang memungkinkan pendakian tersebut. Ini karena semua bentuk peralihan hipotetis tidaklah memiliki energi dan dengan demikian mati’ (Jonathan Sarfati, By Design, hal. 135, 136). Shem Dharampaul, M.D., mengobservasi: “Dalam jalur glikolitik yang menghasilkan ATP, diperlukan input dua molekul ATP untuk menghasilkan empat molekul ATP (dengan produk netto dua molekul). Ini adalah skenario klasik ayam dan telur. Dari mana dua molekul pertama muncul?” Penjelasan grafis dengan sintesis ATP dapat dilihat di

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gereja Inggris Menawarkan Seremoni Seperti Baptisan bagi Kaum Transgender

(Berita Mingguan GITS 22 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Church of England,” CNSNews.com, 13 Des. 2018: “Membuktikan bahwa mereka terus berubah untuk mengikuti zaman, Gereja Inggris telah mengumumkan bahwa kini mereka akan menawarkan seremoni-seremoni seperti baptisan kepada orang-orang transgender, yaitu orang-orang yang menyangkali jenis kelamin biologis mereka – misal seorang lelaki yang mengklaim dia seorang wanita – dan mau ‘dibaptis ulang’ dalam identitas jenis kelamin dan nama mereka yang baru. Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah menciptakan kita dalam gambarNya, lelaki dan perempuan, tetapi Gereja Inggris merasa mereka bisa lebih canggih dari Allah. Keputusan untuk menawarkan seremoni “Affirmation of Baptismal Faith” yang baru, diambil oleh Dewan Uskup di Inggris, pada Senin 3 Desember. … Dalam seremoni itu, ‘sang pelayan meletakkan tangannya pada kandidat, menyebut nama mereka, dan berdoa untuk mereka,’ demikian lapor The Telegraph. Affirmation of Baptismal Faith memungkinkan orang-orang untuk ‘memperbaharui komitmen yang telah dibuat pada saat dibaptis dan di muka umum, dan menyediakan ruang bagi orang-orang yang telah mengalami perubahan besar untuk me-re-dedikasikan hidup mereka kepada Yesus Kristus,’ menurut para uskup. Dokumen Bimbingan bagi Affirmasi menyatakan, ‘Bagi seorang yang trans, ketika ia dipanggil secara liturgis oleh sang pelayan untuk pertama kalinya dengan nama pilihan mereka sendiri, itu bisa jadi adalah momen yang penuh kuasa dalam kebaktian.’ Dokumen bimbingan itu juga mengklarifikasi bahwa ‘pendeta diarahkan untuk memanggil para lelaki dengan nama perempuan mereka yang baru, dan para perempuan dengan nama lelaki mereka yang baru,’ demikian lapor LifeSiteNews. …Dr. Paul R. McHugh, mantan kepala psikiatri di RS Johns Hopkins, dan yang kini menjabat sebagai Profesor Distinguished Service di bidang Psikiatri, mengatakan bahwa transgenderisme adalah suatu penyakit mental yang memerlukan penanganan, bahwa perubahan jenis kelamin itu ‘tidak mungkin secara biologis,’ dan bahwa orang-orang yang mempromosikan operasi ganti kelamin sedang membantu dan mempromosikan suatu penyakit mental. ‘Perubahan jenis kelamin secara biologis tidaklah mungkin,’ kata McHugh. ‘Orang-orang yang menjalani operasi ganti kelamin tidak berubah dari lelaki menjadi wanita atau sebaliknya. Melainkan, mereka menjadi lelaki yang kewanita-wanitaan, atau wanita yang kelaki-lakian. Mengklaim bahwa ini adalah perihal hak asasi dan mempromosikan intervensi operasi, pada kenyataannya sama dengan memperparah dan mempromosikan suatu kelainan mental.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Klaim Palsu Bahwa Mempertahankan Definisi Ilmiah Jenis Kelamin Akan Menambah Tingkat Bunuh Diri di Antara Kaum Transgender

(Berita Mingguan GITS 22 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Petition to Uphold the Scientific Definition of Sex in Federal Law and Policy,” www.ipetitions.com, 4 Des. 2018: “Klaim bahwa mempertahankan definisi ilmiah dari jenis kelamin akan meningkatkan angka bunuh diri di kalangan transgender, adalah palsu. …Swedia adalah negara yang mendukung transgender, dan telah mengadopsi hukum dan kebijakan yang mencampuradukkan jenis kelamin dengan identitas gender. Namun demikian, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para periset di sana tahun 2011, menemukan bahwa angka bunuh diri yang berhasil dilakukan di kalangan orang-orang dewasa yang telah menjalani operasi ‘pengukuhan gender,’ adalah 19 kali lebih tinggi dari populasi umum (“Long-Term Follow-Up of Transsexual Persons Undergoing Sex Reassignment Surgery: Cohort Study in Sweden,” PloS One 6, 2011). Jelas sekali, pengukuhan transgenderisme tidak mencegah bunuh diri, dan bahkan ironisnya bisa memperparah kesehatan emosional dari individu-individu ini secara jangka panjang.”

Posted in LGBT | Leave a comment

Waktunya Akan Tiba

(Berita Mingguan GITS 22 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

“Betapa malam yang panjang dan berat, dengan mimpi-mimpi buruk, jika bisa saya katakan demikian, telah dirasakan oleh dunia ini sejak dosa, dengan semua keburukan yang menyertainya, masuk dan menghancurkan harapan manusia akan sukacita dan kesenangan! Tetapi betapa berhargnya untuk mengetahui bahwa kejahatan tidak akan selalu menang; bahwa waktunya akan tiba, ya, dan sudah sangat dekat, ketika kutuk akan diangkat, dan padang gurun akan bersukacita dan berbunga seperti mawar; bahkan ciptaan-ciptaan tingkat bawah akan diubah dan kembali ke sifat asal mereka sebelum dosa masuk, ‘singa akan makan jerami seperti lembu’ (Yes. 11:7); sang anak kecil tidak perlu takut akan hewan paling buas sekalipun karena mereka tidak akan melukai dan menghancurkan pada waktu itu. Pemerintah akan diatur secara bajik; segala jenis penyalahgunaan akan berhenti, dan selama seribu tahun yang mulia, Tuhan kita sendiri akan memerintah dalam kebenaran” (Harry A. Ironside).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Renungan | Leave a comment

Bahaya Kesesatan Internet

(Berita Mingguan GITS 15 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Internet adalah alat komunikasi terhebat yang pernah ada, dan ia memiliki potensial yang tak terukur untuk menyampaikan kebenaran, sekaligus kesalahan. Presiden AS, Donald Trump, mempopulerkan istilah “fake news,” dan dia benar. Dunia penuh dengan informasi yang salah, bukan hanya informasi politik yang salah, tetapi juga semua tipe informasi lainnya. Internet adalah seperti mimpi menjadi kenyataan bagi para pendukung bumi datar dan penipu-penipu berbagai trend kesehatan palsu, dan para penyebar disinformasi, sekaligus juga penyesat-penyesat dari berbagai kalangan. Sementara kebenaran jarang didengarkan di dunia yang jatuh ini, kesalahan justru bergema secara luas. Alkitab memberitahu umat Allah bagaimana caranya mempertahankan diri di zaman manapun. Teknologi berubah, tetapi prinsip-prinsip pertahanan rohani tetap sama. Prinsip perlindungan yang paling fundamental adalah memiliki pemahaman yang baik akan Firman Allah (“terlatih,” Ibrani 5:12-15), untuk menguji segala sesuatu dengan Firman Allah, dan untuk menghindari hal-hal yang palsu. Hal ini dinyatakan secara ringkas dan padat dalam 2 Timotius 2:15-18. “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.” Setiap prinsip dasar perlindungan terhadap kesesatan di zaman internet dapat ditemukan dalam perikop ini. Perlindungan memerlukan seseorang menjadi pelajar yang serius dari Firman Allah. Anda tidak bisa membedakan kesalahan sebelum anda berdiri dengan teguh dalam kebenaran. Dan perlindungan memerlukan juga menjauhi para guru palsu. Menjauhi adalah kebalikan dari membaca blog-blog mereka dan mengunjungi halaman media sosial mereka atau menonton channel Youtube mereka. 2 Timotius 2:18 memperingatkan bahwa pengajaran palsu memiliki kuasa untuk “merusak iman.” Ini hal yang sangat berbahaya. Lebih lanjut lagi dalam perikop yang sama, kita menemukan bahwa pengajaran palsu menimbulkan persoalan yang dicari-cari dan pertengkaran (2 Tim. 2:23). Ia menggoyahkan hidup Kristiani. Banyak orang yang telah menulis kepada saya setelah menjadi bingung karena hal-hal yang mereka baca di internet. Biasanya, orang-orang ini tidak terlatih dalam Firman Allah, tetapi bukannya memakai waktu untuk mempelajari Alkitab melalui berbagai alat yang baik dan bertekun belajar dengan pengajar-pengajar Alkitab yang sehat, mereka berselencar di internet dan main-main dengan kesalahan dan kegilaan dan penipuan. Sumber daya untuk menjadi pelajar Alkitab yang terlatih sudah tersedia bagi siapapun yang mau menginvestasikan cukup waktu and energi. Tidak ada jalan pintas. Tambahan Editor: Berbagai seminar doktrinal dilakukan oleh Graphe International Theological Seminary, buku-buku doktrinal dan rohani, adalah salah satu sumber daya penting untuk melawan penyesatan!

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Teknologi | Leave a comment

Kesalahan Seorang Skeptis – Pikiran Bukanlah Komputer

(Berita Mingguan GITS 15 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “A Skeptic Gets It Wrong,” Tom Gilson, The Stream, 8 Des. 2018: “Seorang komentator dengan nama sandi ‘swordfish’ baru-baru ini dengan pusingnya mencampuradukkan otak manusia dan komputer, dengan mengklaim bahwa pikiran manusia dan komputer sangatlah mirip satu sama lain. Dalam sebuah komentar di sebuah artikel meme atheis minggu lalu, dia menulis, 1) Komputer dapat memproses apapun yang disajikan ke memori komputer, termasuk ide-ide. 2) Otak manusia dapat dikatakan hanyalah proses-proses reaksi-reaksi elektro-kimia. Apakah dia benar? … Nah, sebagai seorang Kristen saya berpegang pada kepercayaan bahwa dunia fisik bukanlah satu-satunya realita. Allah adalah roh dan Dia telah menciptakan kita dalam gambarNya, sehingga manusia itu lebih dari sekedar tubuh kita yang kita pakai ini. Tetapi ada banyak orang yang tidak setuju. Seperti swordfish, mereka berpikir bahwa seluruh realita dapat dijelaskan dari materi, energi, dan hukum-hukum alam yang berinteraksi dengan mereka – hanya itu saja dan tidak ada yang lain lagi. Masalahnya adalah, jika mereka benar, maka mereka salah. Atau minimal mereka tidak memiliki alasan untuk berpikir diri mereka benar. Ada banyak cara untuk untuk memperlihatkan hal ini. Salah satu cara adalah untuk membuat perbandingan antara pikiran manusia dan komputer, dan melihat hasilnya. Demikianlah saya menjawab swordfish. …Perhatikan pernyataan, “Jika di luar sedang hujan, maka jalanan akan basah.’ Manusia memproses kalimat ini dalam bentuk ide-ide. Kita mulai dengan apa yang kita ketahui tentang ‘hujan,’ ‘basah’ dan ‘jalanan.’ Lalu kita mempergunakan logika dalam pikiran kita. Kita mencapai kesimpulan berdasarkan apa arti kata-kata itu, dan berdasarkan dasar-dasar yang menghubungkan mereka satu sama lain. Tetapi apa yang dilakukan suatu komputer? Dalam istilah kasar, komputer memproses voltase, yang adalah hal-hal listrik murni, dan status mereka dikendalikan oleh hukum alam. Ada dari voltase-voltase tersebut yang dihubungkan dengan istilah seperti ‘hujan,’ ‘jalanan,’ dan ‘basah.’ Itu karena para desainer hardware dan para programmer telah mendesain komputer itu sehingga mereka dapat menyatakan istilah dalam bentuk tersebut. Tetapi komputer sama sekali tidak paham arti kata-kata tersebut. Ia tidak memiliki sedikitpun petunjuk apa itu ‘basah,’ dan juga sisa dari kalimat. Jadi itu alasan pertama mengapa komputer tidak bisa memproses ide seperti manusia: Komputer tidak memiliki ide. Mereka tidak memahami arti kata-kata. Mereka hanya memiliki status voltase, yang didesain oleh manusia untuk mewakili kata-kata tertentu … Komputer tidak berpikir, ‘jalanan akan basah karena itulah yang terjadi ketika turun hujan.’ Komputer tiba pada output karena hukum fisika, bukan karena alasan logis. …jika swordfish benar, dan jika pikiran manusia berfungsi seperti komputer, maka pikiran tidak beroperasi dengan pengertia. Dan jika pikiran tidak beroperasi berdasarkan pengertian, maka bahkan swordfish sendiripun tidak memiliki alasan untuk berpikir bahwa ia sedang memikirkan apa yang ia pikirkan. Yang adalah sangat konyol. Ini tidak mungkin. Ketika suatu kesimpulan adalah tidak mungkin, maka ada yang salah dengan pemikiran yang mendahuluinya.”

Posted in Atheisme, Teknologi | Leave a comment

Facebook dan Efesus 5:11

(Berita Mingguan GITS 8 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Ada banyak ayat Alkitab yang memberikan penuntun menuju kemenangan rohani di zaman Internet, dan salah satunya adalah Efesus 5:11 – “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.” Ada dua perintah dan prinsip yang sederhana di sini. Pertama, anak Allah TIDAK BOLEH mengambil bagian atau bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan. Ini adalah pengamanan yang sangat baik. Jika saya telah menetapkan hati untuk tidak bersekutu dengan kegelapan di Facebook, maka saya tidak akan berasosiasi, bergandengan tangan dengan, atau menjadi sahabat dengan siapapun atau apapun yang bersangkutan dengan kegelapan rohani dan moral. Saya tidak akan menjadi teman atau “Like” atau bergabung dengan topik pembicaraan yang mempromosikan pakaian yang tidak sopan atau rock & roll (apakah sekuler atau “kristen”) atau minum alkohol atau obat-obatan atau pesta-pesta duniawi atau pacaran duniawi atau filosofi-filosofi yang sia-sia atau kesesatan kharismatik atau pemfitnahan gereja-gereja yang baik. Saya menolak untuk memiliki “sedikit persekutuan” dengan kegelapan, karena Allah saya telah memerintahkan saya “janganlah turut mengamil bagian’ dengannya. Perintah kedua dalam Efesus 5:11 adalah “telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” [secara literal “menegor”]. Sebagai seorang anak Allah, seorang musafir di dunia yang asing, tanggung jawab saya belum selesai ketika saya menjauhi persekutuan dengan kejahatan dan kesalahan. Separasi tidaklah cukup. Saya harus bersuara melawan hal-hal yang salah. Tentu hal ini akan mempersempit lingkup asosiasi seseorang dan memperkecil “tenda” kita, tetapi inilah yang persis diperintahkan oleh Firman Allah. Tegoran yang saleh adalah cahaya di tengah kegelapan, seperti yang kita lihat dalam konteks yang sama: “Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang” (Ef. 5:13). Jika anda berdiri demi kebenaran dan keadilan, sebagaimana seharusnya, anda tidak akan diterima dengan mulus dan lancar oleh kelompok duniawi. Anda akan menjadi seperti gembala sidang yang baru-baru ini berbagi hal berikut ini dengan saya: “Saya merasa bahwa ketika seseorang menjadi teman saya di Facebook, mereka [seharusnya tahu] bahwa mereka telah menjadi teman dengan seorang Pemberita Alkitab. Kadang-kadang saya mem-posting Alkitab atau berkomentar tentang prinsip-prinsip Alkitab. Selama saya membicarakan hal-hal umum tentang keselamatan, tidak ada masalah. Tetapi, begitu saya spesifik mengenai suatu dosa, saya diserang secara pribadi tidak peduli berapa banyak Firman Tuhan yang saya pakai. Suatu kali saya berkomentar tentang Tim Tebow [Editor: Ini seorang atlit Kristen terkenal di Amerika]. Saya mengunjungi website dia untuk mendapatkan beberapa informasi tentang dia, dan ketika website-nya muncul, suatu lagu country tentang minum-minum pada Jumat malam secara otomatis diputarkan. Saya berkomentar di Facebook bahwa hal ini adalah kesaksian yang buruk. Sebagai akibatnya, saya dikritik dengan pedas. Seseorang berkata, ‘Tim Tebow akan membawa lebih banyak orang kepada Kristus daripada kamu seumur hidupmu.’ Banyak kali Facebook membuat forum tempat orang-orang bergerombol menyerang saya. Saya membuat komentar tentang orang-orang yang pergi ke pertandingan baseball anak-anak pada hari Minggu daripada ke gereja. Beberapa ‘orang Kristen’ mengritik saya.” Hal ini mengingatkan saya akan apa yang Yesus katakan: “Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu” (Yoh. 15:19).

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Teknologi | Leave a comment

Semakin Banyak Persiapan untuk Bait Ketiga

(Berita Mingguan GITS 8 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Persiapan pembangunan Bait Ketiga sudah semakin memuncak. Pada tanggal 10 Desember, malam terakhir Hanukkah, ‘cikal bakal’ majelis Sanhedrin Yahudi berencana untuk menguduskan sebuah mezbah pengorbanan dari batu dan melaksanakan korban harian yang terjadi setiap pagi dan setiap sore di Bait zaman dulu. Korban itu akan dilakukan oleh para Kohanim [imam Lewi], yang didandani sesuai dengan pakaian imam dalam Alkitab. Tidak diketahui apakah domba akan benar-benar disembelih di tempat itu, tetapi yang jelas dagingnya akan dibakar di atas mezbah. Menorah emas milik Temple Institute juga akan dinyalakan. Sanhedrin adalah majelis kumpulan rabbi yang pernah memimpin bangsa Israel sebelum dan sesudah kehancuran Bait Herodes. Sanhedrin ini bubar pada abad kelima Masehi, tetapi pada tahun 2004, sekelompok orang Yahudi ortodoks mengumumkan bahwa mereka sedang mendirikannya kembali. Tujuan dari ‘cikal’ Sanhedrin ini adalah untuk mendirikan “suatu organisasi berbasiskan Alkitab untuk mengantikan PBB.” Pengumuman oleh Rabbi Yoel Schartz menyatakan, “Kami kini sangat dekat dengan waktu yang dinubuatkan oleh nabi-nabi Israel bahwa Allah dunia ini yang menciptakan segala sesuatu akan dipanggil oleh dunia ini dengan nama Allah Israel, karena hanya umat Israel yang masih terhubung kepadaNya. … Panggilan Allah untuk mengembalikan umatNya ke tanahNya akan menunjukkan bahwa keyakinan sebagian bangsa-bangsa bahwa Israel berada dalam pembuangan sebagai suatu hukuman adalah keyakinan yang salah. Pembuangan hanyalah agar Israel dapat menjadi contoh bagi bangsa-bangsa untuk melayani Allah. …Sekarang adalah waktunya bagi umat sang Pencipta untuk kembali ke tanah mereka, dan dari sini terang akan terpancar ke dunia. Dan ketika kita sudah pantas untuk itu, Bait akan dibangun dan didirikan kembali di tempatnya, dan lebih lagi semua bangsa-bangsa akan menyadari bahwa waktunya telah tiba untuk menyembah Allah” (“Sanhedrin Invites 70 Nations to Hanukkah Dedication of Altar for the Third Temple,” BreakingIsraelNews, 29 Nov. 2018). Israel masih tinggal dalam kebenaran-diri-sendiri yang membuatnya menolak Mesias mereka sendiri 2000 tahun yang lalu. Dia tidak mengakui bahwa pembuangan mereka adalah suatu hukuman. Tetapi sesaat sebelum penyalibanNya, Yesus berkata, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Luk. 13:34-35). Dan Rasul Paulus, yang dididik sebagai seorang rabbi pada kaki Gamaliel yang terkenal itu, berkata tentang Israel, “Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya” (Rom. 10:3-4). ‘Cikal’ Sanhedrin yang sedang melakukan ulang korban harian, buta terhadap makna dari korban itu, karena telah menolak kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus, ‘Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia’ (Yoh 1:29).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | Leave a comment

Sebuah Khotbah yang Menyelamatkan Jiwa 85 Tahun Kemudian

(Berita Mingguan GITS 8 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari buku yang ditulis Spurgeon, Lectures to My Students: “Ada suatu kasus yang otentik tentang seseorang yang ditobatkan oleh sebuah khotbah delapan puluh lima tahun setelah ia mendengar khotbah itu disampaikan. Mr. Flavel, pada akhir dari suatu ceramah, tidak menyampaikan kata-kata berkat sebagaimana biasa, tetapi ia berdiri dan berkata, ‘Bagaimana mungkin saya membubarkan kalian dengan kata-kata berkat, sedangkan banyak dari kalian adalah Anathema, karena kalian titdak mengasihi Tuhan Yesus Kristus?’ Seorang anak lelaki berusia 15 tahun mendengar kata-kata yang luar biasa itu; dan 85 tahun kemudian, duduk di bawah suatu semak-semak, saya rasa di Virginia, seluruh peristiwa itu muncul lagi dengan hidup dalam pikirannya, seolah-olah baru kemarin. Dan Allah berkenan untuk memberkati kata-kata Mr. Flavel untuk membawa kepada pertobatannya, dan dia hidup tiga tahun lagi sesudah itu, untuk memberikan kesaksian yang baik bahwa dia merasakan kuasa kebenaran dalam hatinya.”

Posted in Renungan | Leave a comment

Cina: Buah Sulung dari Program Pengawasan Pemerintah Antikristus

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China Mandates Surveillance as Religious Persecution Rises,” suatu wawancara dengan Bob Fu, The Stream, 14 Nov. 2018: “Presiden Xi Jinping menganggap orang-orang Kristen sebagai salah satu ancaman terbesar terhadap kekuasaannya. Gereja-gereja bawah tanah didaftarkan sebagai salah satu dari ‘lima titik hitam baru’ ancaman keamanan nasional di Cina. Adalah sesuatu yang baru di bawah presiden ini, bahwa gereja-gereja diklasifikasikan sebagai ancaman keamanan nasional. Gereja-gereja yang disetujui pemerintah yang diizinkan eksis saat ini, dibebankan ikatan-ikatan yang unik. Setiap gereja harus memasang kamera pemindai wajah di depan mimbar. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi orang-orang tertentu di jemaat. Banyak golongan orang dilarang untuk masuk ke gereja manapun. Termasuk di antaranya adalah orang-orang muda di bawah 18 tahun, mahasiswa, dokter atau profesional medis, pegawai negeri, anggota militer dan para guru. Jika mereka ditemukan, segera bos mereka atau seorang pejabat pemerintah akan berbicara dengan mereka. Ini membawa dampak yang sangat besar saat ini. Situasi ini benar-benar mulai sejak Presiden Xi Jinping menjabat pada tahun 2012. Dia sekarang dijuluki ‘Kaisar Xi’ karena dia sukses menghilangkan batasan masa jabatan presiden pada bulan Maret tahun ini. Ketika dia naik jabatan, penghancuran masal terhadap tanda-tanda salib dimulai di propinsi Zhejiang. Itu daerah yang dijuluki Yerusalem-nya Cina. …Ini adalah gereja-gereja yang disetujui pemerintah. Gereja-gereja rumah tidak memiliki bangunan khusus ataupun tanda salib. …Pada tanggal 1 Februari tahun ini, sebuah hukum baru berjudul ‘Aturan-Aturan tentang Administrasi Urusan Agama’ mulai berlaku. Situasi secara dramatis menjadi semakin buruk. Kampanye-kampanye pembakaran Alkitab terjadi di seluruh Cina. …Cina barangkali adalah negara polisi dengan metode pengawasan yang paling canggih sedunia. Jauh melebihi apa yang dilakukan AS. Sebagian usaha ini bahkan dibantu oleh perusahaan-perusahaan Amerika yang tamak. …Apple memutuskan untuk menghilangkan semua jaringan pribadi virtual dari Apple Store di seluruh Cina. Mereka memiliki versi Apple iCloud yang terpisah untuk Cina. Katanya sih iCloud versi Cina ini masih bagian dari Apple, menawarkan isi iTunes. Tetapi ia sepenuhnya dikendalikan pemerintah Cina. Cisco dan Google juga mirip. Cina memiliki kamera terbanyak di seluruh dunia, di setiap sudut jalan. Kamera-kamera yang mampu mengenali wajah ini adalah bagian dari sistem pengawasan dinamis mereka. Mereka dapat mengikuti anda ke mana saja. Jika anda mengendarai mobil, mereka dapat dengan cepat melacak nomor plat nada. Jika anda membeli tiket kereta atau bisa, sesudah anda menggesek kartu anda, anda sudah masuk sistem. Saya memperhatikan bahwa Cina memiliki lima kategori orang yang berbahaya. Sekarang Cina juga sedang membangun yang katanya sistem ‘kredit sosial’ terbesar sedunia. Jika anda kena tilang di jalan, satu poin moralitas akan dikurangi dari anda. Jika anda ditemukan dalam sebuah gereja bawah tanah, nilai sosial anda menjadi nol. Anda akan kehilangan hak untuk membeli tiket pesaat. Minggu lalu, saya ada di Korea Selatan, menghadiri sebuah konferensi kepemimpinan gereja rumah. Tetapi 240 dari 300 pemimpin gereja ditahan di airport-airport Cina, termasuk yang di Hong Kong, dan dinyatakan sebagai ancaman keamanan nasional. Mereka bahkan tidak diizinkan masuk ke pesawat ketika mereka melewati Imigrasi.”

Posted in Penganiayaan / Persecution, Teknologi | Leave a comment