Pertanyaan Mark Twain tentang Orang Yahudi

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Menulis dari Vienna tahun 1897, penulis terkenal asal Amerika, Samuel Clemens (Mark Twain), melakukan pengamatan dengan gaya dia yang khas, “Orang Mesir, orang Babilonia, dan orang Persia, telah bangkit, memenuhi bumi dengan suara dan keagungan, lalu memudar ke dalam mimpi dan berlalu; orang-orang Yunani dan Romawi mengikuti setelah itu dan membuat suara-suara yang hebat, dan lalu mereka tidak ada lagi; orang-orang lain telah bangkit dan untuk sejenak waktu mengangkat tinggi obor mereka, tetapi akhirnya padam, dan kini mereka duduk dalam kekelaman, dan telah punah. Orang Yahudi melihat mereka semua, hidup melampaui mereka semua, dan sampai saat ini tetap sebagaimana ia dulu, tanpa tanda-tanda kemerosotan, tanda-tanda keuzuran, atau bagian-bagian yang lemah, tidak ada energi yang menghilang, tidak ada penumpulan pikirannya yang siap dan agresif. Segala sesuatu fana kecuali orang Yahudi; semua kekuatan lain berlalu, tetapi ia tetap ada. Apakah rahasia dari ketidakfanaannya?” (“Concerning the Jews,” Harper’s Magazine, 1899; The Complete Essays of Mark Twain, Doubleday, 1963, hal. 249).

Jawaban dari teka teki ini ada di dalam Alkitab, yang dibaca oleh Twain, namun tidak ia percayai. Rahasia dari “ketidakfanaan” orang Yahudi adalah Allah yang tidak tidak fana dan perjanjian-perjanjianNya yang kekal. “Beginilah firman TUHAN: Jika Aku tidak menetapkan perjanjian-Ku dengan siang dan malam dan aturan langit dan bumi, maka juga Aku pasti akan menolak keturunan Yakub dan hamba-Ku Daud, sehingga berhenti mengangkat dari keturunannya orang-orang yang memerintah atas keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka dan menyayangi mereka” (Yer. 33:25-26).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | Leave a comment

Unicorn Siberia

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Badak Siberia (Elasmotherium sibiricum) adalah sejenis badak yang telah punah, yang hidup di padang-padang tinggi Eurasia (hari ini Rusia, Kazakhstan, Mongolia, dan Cina Utara). Binatang ini cocok dengan gambaran “unicorn” yang disebut di Ayub 39:12-15 [Editor: LAI menerjemahkannya ‘lembu hutan,’ tetapi KJV menerjemahkannya ‘unicorn’], yang menonjol kekuatannya dan sifatnya yang tidak terjinakkan. Lihat juga Bilangan 23:22; 24:8. Badak Siberia ini juga disebut Unicorn Siberia. Ia mirip dengan lembu raksasa dengan sebuah cula yang besar yang mencuat dari moncongnya, dan ia memiliki berat lebih dari 3,5 ton (“Eurasian Ice Age Wiped out the Siberian Unicorn,” UPI, 27 Nov. 2018). “Apakah lembu hutan mau takluk kepadamu, atau bermalam dekat palunganmu? Dapatkah engkau memaksa lembu hutan mengikuti alur bajak dengan keluan, atau apakah ia akan menyisir tanah lembah mengikuti engkau? Percayakah engkau kepadanya, karena kekuatannya sangat besar? Atau kauserahkankah kepadanya pekerjaanmu yang berat? Apakah engkau menaruh kepercayaan kepadanya, bahwa ia akan membawa pulang hasil tanahmu, dan mengumpulkannya di tempat pengirikanmu?” (Ay. 39:12-15).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Keponakan Benny Hinn Menolak Injil Kemakmuran

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Benny Hinn Is My Uncle,” Christianity Today, 20 Nov. 2017: “Tumbuh besar dalam kerajaan keluarga Hinn adalah seperti masuk dalam semacam campuran keluarga kerajaan dan keluarga mafia. Gaya hidup kami mewah, kesetiaan dituntut, dan versi Injil kami adalah suatu bisnis yang besar. Walaupun Yesus Kristus masih merupakan bagian dari injil kami, Dia lebih dianggap seperti magic genie (jin pengabul permintaan) daripada Raja di atas segala Raja. Jika kita memoles dia dengan cara yang benar – yaitu memberikan cukup uang dan memiliki cukup iman – maka warisan rohani kita akan terbuka. Tujuan Allah bukanlah kemuliaanNya, tetapi keuntungan kita. Kasih karuniaNya bukanlah membebaskan kita dari dosa, tetapi membuat kita kaya. Hidup yang berkelimpahan yang Dia tawarkan bukanlah hidup yang kekal, tetapi hidup yang sekarang ini. Kami menghidupi injil kemakmuran. …Kami tinggal di sebuah rumah besar, ukuran 1000 meter persegi, dijaga ketat dengan gerbang pribadi, dengan dua mobil Mercedes Benz, pergi liburan di tempat-tempat eksotis, dan berbelanja di toko-toko termahal. Tambahan lagi, kami membeli sebuah rumah $2 juta, menghadap laut, di Dana Point, California, dan di sana ditambahkan lagi satu mobil Benz. …kadang keraguan mencuat. Bagaimana dengan usaha-usaha penyembuhan yang gagal? Saya diajarkan bahwa itu salah orang sakit tersebut karena meragukan Tuhan. Mengapa kami berbahasa lidah tanpa ada yang menerjemahkan? ‘Jangan memadamkan Roh,’ saya diberitahu. ‘Tuhan bisa melakukan apa saja yang Dia inginkan.’ Mengapakah banyak nubuat kami yang bertentangan dengan Alkitab? ‘Jangan mengurung Tuhan dalam kotak.’ Walaupun ada banyak pertanyaa, saya mempercayai keluarga saya karena kami sangat sukses. …Setelah tamat dari universitas dan kembali ke rumah, saya bertemu istri saya, Christyne. Saya sama sekali tidak tahu bahwa Allah akan memakai dia untuk mendatangkan keselamatan saya. Faktanya, keluarga saya dan saya cukup tegang karena dia tidak berbahasa lidah. …satu hari dia memperlihatkan kepada saya satu ayat yang saya belum pernah lihat: 1 Korintus 12:30 (Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?). Saya terguncang hebat di dalam. Sangat jelas sekali tertulis – tidak semua orang berbahasa lidah. Dengan cepat, efek domino terjadi. Berbagai kepercayaan lainnya yang sejak lama saya pegang, gagal melewati ujian Alkitab. Saya tidak lagi percaya bahwa tujuan Allah adalah untuk membuat saya senang, dan sehat, dan kaya. Sebaliknya, saya melihat bahwa Dia ingin saya hidup bagiNya, tidak peduli apa yang bisa saya dapatkan dari Dia. …Saya mengucap syukur bahwa istri saya rela untuk mempertanyakan kegigihan saya untuk berbahasa lidah dan bahwa gembala sidang saya cukup mengasihi saya dan memuridkan saya keluar dari kekacauan injil kemakmuran.”

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Seorang Lelaki Menuntut untuk Mengubah Umurnya dari 69 Menjadi 49

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dutch man, 69, starts legal fight,” The Guardian, 8 Nov. 2018: “Seorang ‘guru pemikiran positif’ berusia 69 tahun di Belanda, yang mengatakan bahwa dia tidak merasa berumur sedemikian tua, telah memulai perjuangan legal untuk membuat dirinya sendiri 20 tahun lebih muda, dengan alasan bahwa dia didiskriminasi di berbagai aplikasi pencarian jodoh. Emile Ratelband memberitahu sebuah pengadilan di Arnhem di Belanda bahwa dia tidak merasa ‘nyaman’ dengan tanggal kelahirannya, dan membandingkan keinginan dia untuk mengubah hal tersebut dengan orang-orang yang mengubah jenis kelamin mereka (transgender). Ratelband mengatakan bahwa karena memiliki umur resmi yang tidak mencerminkan status emosionalnya, dia sekarang kesulitan untuk mencari pekerjaan dan jodoh. Dia meminta agar tanggal kelahirannya diubah dari 11 Maret 1949 menjadi 11 Maret 1969. ‘Ketika saya berusia 69 tahun, saya terbatas. Jika saya berusia 49 tahun, maka saya bisa membeli rumah baru, mengendarai mobil yang berbeda,’ demikian katanya. ‘Saya bisa bekerja lebih. Ketika saya di Tinder dan terpampang bahwa saya 69 tahun, tidak ada yang membalas saya. Ketika saya 49, dengan wajah yang saya miliki, saya ada pada posisi makmur.’ Dokter-dokter telah memberitahu dia bahwa tubuhnya mirip tubuh seorang lelaki usia 45, demikian argumen Ratelband. Dia menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang ‘dewa muda.’” Alkitab mengatakan, “upah dosa ialah maut” (Roma 6:23), dan “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Kuat Fisik Tetapi “Mlempem” Rohani

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” (1 Tim. 4:8). “Latihan badani terbatas gunanya. Fungsi dari olahraga sudah jelas dinyatakan di zaman kita ini. Tetapi olahraga tidak boleh dibiarkan untuk menuntut terlalu banyak dari pengalokasian waktu dan uang kita. Saya memiliki seorang teman yang menghabiskan dua jam sehari berlari, lalu tiga puluh menit (plus mandi dan berpakaian) tiga kali seminggu di klub/gym kesehatan, dengan harga yang substansial, dan tiga jam lagi atau lebih seminggu bermain racquetball. Tambahan lagi, dia juga anggota klub tenis lokal dan bermain di sana sekali atau dua kali seminggu. Dia nampaknya memiliki kondisi fisik yang sangat baik. Dia mengajak saya makan siang tidak lama yang lalu karena dia mau berbicara secara pribadi. Dia lalu menceritakan kisah yang sering terdengar tentang tidak adanya sukacita dalam pekerjaan dan keluarganya, terutama, dan perasaan bosan dan frustrasi terhadap kehidupan secara umum. Saya bertanya padanya apakah dia mau mengevaluasi diri secara jujur. Dia mau. Dia menemukan bahwa waktu dan energi yang dia habiskan untuk hal-hal fisik, dibandingkan dengan hal-hal rohani, perbandingannya adalah 100 banding 1! Kesimpulan dia: ‘Saya kuat secara fisik, tetapi mlempem rohani.’ Ini sepertinya bisa menyimpulkan banyak di antara kita. Kita bisa jadi memang perlu olahraga rutin, dan janganlah mengabaikan kesehatan. Tetapi kesehatan rohani jauh lebih penting” (The Preacher’s Commentary Series).

Posted in General (Umum), Kesehatan / Medical | Leave a comment

Akademi Pediatri Amerika Mengeluarkan Peringatan terhadap Menghukum Fisik Anak

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Akademi Pediatri Amerika telah mengeluarkan suatu pernyataan kebijakan yang kuat, yang mengklaim bahwa penggunaan hukuman fisik (“spanking”) dalam rumah tangga adalah merusak. Organisasi ini, yang mewakili sekitar 67.000 dokter, mendefinisikan “spanking” sebagai “memukul dengan tangan terbuka, tanpa menimbulkan cidera, dengan tujuan mengubah perilaku anak.” Kebijakan organisasi ini sebelumnya adalah mendorong para orang tua untuk tidak melakukan “spanking”, tetapi tidak sampai menyebut tindakan ini merusak. Menurut jajak pendapat, penggunaan “spanking” di AS telah menurun selama dua dekade terakhir, tetapi 70% orang dewasa masih memiliki cukup akal sehat untuk setuju bahwa “terkadang seorang anak perlu dirotan baik-baik demi disiplin dirinya” (2014 General Social Survey, dikutip dari “Spanking Is Ineffective and Harmful, Pediatricians’ Group Says,” New York Times, 5 Nov. 2018). Masih ada 19 negara bagian di AS yang entah masih memperbolehkan “spanking” di sekolah atau tidak memiliki aturan khusus untuk melarangnya. Firman Allah tidak abu-abu dalam isu yang satu ini. “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya” (Ams. 13:24). “Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya” (Ams. 22:15). “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya” (Ams. 29:15). Perhatikan bahwa Alkitab menganjurkan tongkat didikan yang mengasihi, bukan tongkat abuse yang penuh kebencian.

Posted in Keluarga | Leave a comment

Bahaya dari Handphone dan Gadget Berlayar Lainnya

(Berita Mingguan GITS 10 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “A Dark Consensus about Screens,” New York Times, 26 Okt. 2018: “Para ahli teknologi mengetahui dengan sungguh-sungguh cara kerja thandphone, dan banyak di antara mereka telah memutuskan bahwa mereka tidak mau anak-anak mereka dekat-dekat dengan barang-barang itu. Suatu rasa waspada yang telah perlahan mengetas kini telah menjadi konsensus umum: keuntungan dari menggunakan alat-alat berlayar untuk pembelajaran telah dibesar-besarkan, dan resiko kecanduan dan pemandekan perkembangan sepertinya tinggi. Perdebatan di Silicon Valley saat ini adalah mengenai berapa banyak pemaparan terhadap handphone adalah dalam batas OK. ‘Menghilangkan sama sekali waktu layar itu sepertinya lebih mudah dari memberi sedikit saja waktu layat,’ kata Kristin Stecher, seorang mantan peneliti komputer sosial yang menikah dengan seorang insinyur Facebook. ‘Jika anak-anak saya mendapatkan waktu layar, mereka akan mau lagi dan lagi.’ Ms. Stecher, 37 tahun, dan suaminya Rushabh Doshi, meneliti topik waktu layar dan sampai pada kesimpulan sederhana: mereka ingin agar di rumah mereka hampir tidak ada waktu layar. Kedua putri mereka, umur 5 dan 3, tidak memiliki ‘jatah’ waktu layar, tidak ada jam tertentu yang mereka diizinkan untuk berkutat pada layar. …Athena Chavarria, yang bekerja sebagai seorang asisten eksekutif di Facebook … mengatakan: ‘Saya yakin bahwa ada iblis di handphone kita dan ia sedang merusak anak-anak kita.’ Ms. Chavarria tidak membiarkan anak-anaknya memiliki handphone sampai masa SMA, dan bahkan hingga sekarang melarang penggunaannya di mobil, dan membatasinya dengan ketat di rumah. Dia berkata bahwa dia mengikuti mantra bahwa anak terakhir di dalam kelas yang mendapatkan handphone, justru itu anak yang menang. …Bagi para pemimpin teknologi, memperhatikan bagaimana alat-alat yang mereka ciptakan mempengaruhi anak-anak mereka, terasa seperti suatu penghakiman atas hidup dan karya mereka. Termasuk di dalam kelompok ini adalah Chris Anderson, mantan editor dari Wired, dan sekarang Eksekutif Utama dari sebuah perusahaan robotik dan drone. … ‘Dalam skala antara permen dan kokain, ini lebih dekat ke arah kokain,’ kata Mr. Anderson mengenai layar. … ‘Kami berpikir bahwa kami bisa mengendalikannya. Dan ini sudah di luar kemampuan kami untuk dikendalikan. Ini langsung melesat menuju pusat-pusat kesenangan di otak yang sedang berkembang. Ini di luar dari kemampuan pemahaman kami sebagai orang tua biasa.’ Dia memiliki lima orang anak dan 12 aturan mengenai teknolog. Termasuk di dalamnya: tidak boleh punya handphone sampai liburan sebelum naik SMA, tidak boleh pakai layar di ruang tidur, penyaringan dan pengeblokan isi internet dari level jaringan, tidak boleh ada sosial media hingga umur 13, tidak boleh punya iPad sama sekali dan jadwal layar diatur dari Google Wifi yang dia kendalikan dari handphonenya. Jika anak berperilaku buruk? Anak itu harus offline selama 24 jam. Saya tidak tahu apa yang kami perbuat terhadap otak mereka sampai saya memperhatikan gejala-gejala dan konsekuensi-konsekuensinya.’” CATATAN KESIMPULAN DARI DAVID CLOUD: Orang-orang ini memakai lebih banyak hikmat dalam topik ini dari rata-rata orang tua di gereja-gereja. Para gembala harus memimpin dalam hal ini dan memberikan informasi sekaligus memperingatkan umat mengenai bagaimana melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya rohani besar yang ada pada teknologi komunikasi modern. Ada materi di Wayoflife.org yang sangat baik, berjudul The Mobile Phone and the Christian Home and Church.

Posted in Keluarga, Teknologi | Leave a comment

Gereja-Gereja Baptis Zaman Dulu dan Pendisiplinan

(Berita Mingguan GITS 10 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Abraham Marshall (1748-1819) adalah contoh tipe orang yang menggembalakan gereja-gereja Baptis di Amerika pada awal abad 19. Dia adalah anak dari Daniel Marshall, pendiri dari gereja Baptis pertama di Georgia (Kiokee Baptist, didirikan tahun 1772). Abraham menggembalakan gereja Kiokee Baptist selama 37 tahun setelah kematian ayahnya. Dia juga menjalankan pelayanan keliling. Dalam suatu perjalanan keliling yang berat selama enam bulan pada tahun 1786, dia menjelajah 3000 mil di atas kuda, mengunjungi 11 negara bagian, dan berkhotbah minimal 197 kali. “Catatan gereja menyingkapkan bahwa Marshall dan gerejanya menjalankan disiplin yang ketat, tetapi mereka tidak terburu-buru atau sembarangan. Mereka menunjukkan kesabaran dan hanya menjalankan disiplin ketika seruan dan nasihat mereka diabaikan atau ditolak. Mereka lambat mendisiplin dan cepat memaafkan, menyambut kembali ke dalam gereja siapapun yang menunjukkan sikap rendah hati dan pertobatan. Marshall adalah seorang gembala sidang yang penuh kasih dan lembut, tetapi pada saat yang sama dia adalah seseorang dengan keyakinan yang kuat – terutama mengenai kesetiaan kepada Kristus dan jemaatNya. Ketika dia melihat umatnya tidak perhatian atau menelantarkan tugas-tugas Kristiani mereka, dia cepat menasihati dan jika perlu menegor tindakan mereka. Salah satu topik yang membangkitkan kejengkelan Marshall adalah anggota-anggota jemaat yang memuati kereta kuda mereka di akhir minggu dan pergi ke pasar di Augusta dan tidak kembali untuk ikut kebaktian Minggu. …Sebagai seorang gembala dia mengharapkan semua kepala keluarga untuk memimpin waktu doa, pembacaan Alkitab, dan renungan harian. …Tujuan Marshall adalah untuk menghasilkan umat yang menaruh Kristus dan jemaatNya sebagai prioritas dalam kehidupan mereka” (Thomas Ray, Daniel and Abraham Marshall: Pioneer Baptist Evangelists to the South, hal. 36, 37).

Posted in Gereja, Sejarah dan Doktrin Baptis | Leave a comment

Persiapan untuk Bait Ketiga Bergerak Penuh

(Berita Mingguan GITS 3 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah laporan di majalah Israel Today, bulan ini mengatakan, “Persiapan untuk Bait Ketiga bergerak penuh.” Selama Hari Raya Pondok Daun (Sukkot), orang-orang Lewi dalam jubah putih menimba air dari Kolam Siloam kuno, untuk melakukan tradisi Talmud “Penuangan Air.” Seremoni ini disebut “Simchat Beit HaShoeva” (“Bersukacita pada tempat penimbaan air”) dan didasarkan pada nubuat di Yesaya 12:3, “Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.” Konteks perikop itu, yang diabaikan oleh penafsiran Talmud, adalah pertobatn Israel dan pendirian kerajaan Kristus. Perikop ini akan digenapi ketika Israel bisa benar-benar mengatakan, “Allah itu keselamatanku” (Yes. 12:2). Pada hari itu, nama TUHAN akan “diketahui di seluruh bumi” (Yes. 12:5). Hal-hal ini belum terjadi hari ini. Alkitab menyinggung Bait Ketiga sebanyak empat kali, mulai dari nubuat Daniel, tetapi setiap kali disebut, Bait ini selalu terkait dengan antikristus. Lihat Daniel 9:27; Matius 24:15-21; 2 Tesalonika 2:4; Wahyu 11:1-3. “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel para pembaca hendaklah memperhatikannya maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan . . . Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi . . . Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Mat. 24:15-16, 21, 29-30).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | Leave a comment

Enzim Diperlukan untuk Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 3 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Seeing the Non-existent: Evolution’s Myths and Hoaxes, David Cloud, copyright 2011: “Sel memerlukan aktivitas protein-protein yang disebut enzim, yang adalah katalis yang memfasilitasi dan mempercepat reaksi-reaksi kimia. Michael Pitman, yang mengajar biologi di Cambridge, menulis: ‘Enzimologis terkemuka, M. Dixon, berkomentar, ‘Zat hidup adalah sistem kimia paling luar biasa di dunia.’ Bagian dari magic-nya adalah bahwa ia terdiri dari suatu jaringan kompleks reaksi-reaksi dan proses-proses kimia, yang diatur sedemikian rupa sehingga produk dari setiap reaksi menjadi materi awal dari reaksi berikut dalam rantai reaksi. Semua reaksi seperti itu dihasilkan oleh enzim-enzim, yang ada ribuan banyaknya. Enzim adalah protein yang spesial, masing-masing dengan kemampuan untuk menyebabkan reaksi kimia yang spesifik yang tidak akan terjadi jika tidak ada enzim tersebut. Dixon menyamakan enzim dengan alat-alat mesin otomatis, yang masing-masing melakukan satu tugas pada suatu produk, lalu menyerahkannya kepada mesin selanjutnya. Ada jalur produksi yang bergabung mnejadi satu, sehingga menghasilkan suatu jaringan jalur dengan banyak cabang – suatu jaringan yang disebut metabolisme. … Dixon mengaku bahwa dia tidak bisa membayangkan bagaimana sistem seperti itu dapat muncul dengan sendirinya. Kesulitan utama adalah bahwa suatu sistem enzim tidak dapat berfungsi kecuali jika ia sudah komplit atau hampir komplit. Masalah lainnya adalah pertanyaan bagaimana enzim dapat muncul tanpa adanya enzim lain sebelumnya untuk membuat enzim itu. “Hubungan antara enzim dan kehidupan,” tulis Dixon, “adalah sedemikian intim, sehingga masalah asal usul kehidupan adalah juga masalah asal mula enzim.” … Beberapa jalur mendasar dimiliki oleh semua sistem kehidupan dan harus ada sejak kehidupan itu mulai. Jalur glikolitik, yaitu jalur reaksi pemecahan gula yang menghasilkan energi, adalah salah satu contoh; respirasi dan banyak fungsi dasar kehidupan lainnya juga bergantung pada jaringan jalur-jalur metabolisme, biasanya melibatkan lusinan tahapan yang kompleks, yang dapat diperhatikan di seluruh dunia binatang dan tumbuhan. … Sistem-sistem enzim melakukan setiap menitnya, apa yang tidak bisa dilakukan oleh ahli-ahli kimia secara full-time. Mekanisme tindakan mereka barulah mulai dimengerti dan kita masih belum bisa memanipulasi mereka dengan fasih. Ide untuk mendesain enzim untuk tujuan-tujuan spesifik, lalu mensintesa mereka, itu masih di masa depan. Bisa saja terjadi: dan jika terjadi, maka itu adalah hasil dari pemikiran yang sangat terkonsentrasi dan manipulasi dari satu tim ilmuwan yang berdedikasi. Bisakah seseorang membayangkan bahwa ada enzim yang membuat dirinya sendiri, bersama dengan ratusan temannya yang spesifik, secara acak? Enzim dan sistem enzim, sama seperti mekanisme genetika yang merupakan asal mereka, adalah mahakarya yang rumit’ (Pitman, Adam and Evolution, hal. 144, 145). Enzim mempercepat proses-proses dalam kehidupan, yang tanpa enzim tidak akan terjadi. Enzim fosfatase, misalnya, mengkatalisis hidrolisis atau pemecahan ikatan fosfat, yang penting untuk kehidupan seluler. ‘Enzim ini memungkinkan reaksi vital sinyalisasi dan regulasi sel yang terjadi dalam seperseratus detik. Tanpa enzim, reaksi penting ini akan memakan waktu satu trilyun tahun – hampir seratus kali usia alam semesta menurut evolusi (menurut mereka alam semesta sekitar 15 milyar tahun)’ (Jonathan Sarfati, By Design, hal. 157).’

Posted in Science and Bible | Leave a comment