Para Imam dan Cendekiawan Katolik Menuduh Paus Melakukan Kesesatan

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Untuk pertama kalinya dalam 684 tahun, seorang paus dituduh melakukan kesesatan [oleh umat Katolik sendiri]. Pada tanggal 11 Agustus, Paus Fransiskus disuguhkan dengan dokumen berjudul “A Filial Correction Concerning the Propagation of Heresies” (Koreksi Penuh Kasih Tentang Perluasan Kesesatan), yang ditandatangani pada tanggal 15 Juli oleh 62 “cendekiawan imam dan umat.” Dokumen ini menuduh bahwa sang paus memegang kepada tujuh posisi sesat berkaitan dengan “pernikahan, kehidupan moral, dan penerimaan sakramen” (“Clergy and Lay Scholars Issue Filial Correction,” National Catholic Register, 23 Sept. 3017).

Kesesatan-kesesatan yang dimaksud meliputi hal-hal seperti mengizinkan sebagian orang Katolik yang bercerai lalu menikah kembali untuk menerima ekaristi, seruan untuk menerima gaya hidup non-tradisional (homoseksualitas). Dokumen ini mempersalahkan pengaruh “modernisme.” Dokumen juga menyatakan keprihatinan bahwa sang paus telah mengekspresikan “pujian yang eksplisit dan belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap Martin Luther. Ini adalah “koreksi penuh kasih” pertama yang dilancarkan sejak Paus Yohanes XXII dituduh demikian juga pada tahun 1333, karena mengatakan bahwa orang-orang yang “mati dalam kasih karunia” tidak melihat Allah berhadapan muka hingga Penghakiman Akhir. Kami tentunya setuju bahwa sang paus memang sesat, dan sudah waktunya dia diberitahu kesesatannya. Kami akan menambahkan dan menggarisbawahi kesesatan-kesesatan seperti injil sakramental, doktrin baptisan menyelamatkan, baptisan bayi, supremasi paus, berdoa kepada dan bagi “santo-santa,” pengampunan dosa oleh imam, purgatori, penyembahan Maria, dan banyak lainnya.

Posted in Katolik | 2 Comments

Pemimpin Zionis Kristen Berseru untuk Mengakhiri “Misi” Terhadap Orang Yahudi

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Tommy Waller, pendiri dari organisasi Kristen Zionis, Hayovel, telah menyerang “pekerjaan misi” terhadap orang Yahudi. Dia berseru kepada “komunitas Kristen untuk secara total dan komplit menggantikan anti-Semitisme dan replacement theology [Editor: bahwa Israel sudah sepenuhnya ditinggalkan Allah dan digantikan oleh “gereja”], dengan dukungan tanpa syarat bagi Israel dan umat Yahudi tanpa berusaha mengubah mereka” (“Christian Zionist Leader Calls for End to Missionizing,” BreakingIsraelNews, 25 Sept. 2017). John Hagee adalah satu lagi tokoh contoh kekacauan ini. Hagee berkata, “Saya tidak mencoba untuk menobatkan orang Yahudi ke iman Kristen. …mencoba menobatkan orang Yahudi adalah membuang waktu. Seorang Yahudi dengan akarnya dalam Yudaisme, tidak akan bertobat menjadi Kristen” (Houston Chronicle, 30 Apr. 1988). Kami mau mengingatkan Hagee, bahwa Paulus bertobat. Para Zionis Kristen mendukung Temple Institute dan membiayai pembangunan bait suci ketiga Israel, walaupun bait itu nantinya akan diduduki oleh antikristus, bukan Kristus. Semua hal ini tentu saja tidak alkitabiah. Kami mencintai Israel dan menolak replacement theology dengan tegas, tetapi Injil Yesus Kristus adalah untuk Yahudi maupun non-Yahudi. Para Rasul Tuhan bukanlah Zionis Kristen. Mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi dan oleh karenanya sangat menderita dan dianiaya. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rom. 1:16). “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12).

Posted in Israel, Misi / Pekabaran Injil | Leave a comment

Majalah “Oprah” Mengatakan Allah Menyetujui Aborsi

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam isu bulan Mei dari majalah Oprah, yang diambil dari nama Oprah Winfrey, ada artikel yang mengklaim bahwa Allah “ada dalam” aborsi. Artikel tersebut berjudul “Parker’s Choice: How a doctor’s Christianity led him to perform abortions” oleh Natalie Beach. Dia mengutip Willie Parker, seornag dokter, sebagai berikut: “Meringankan penderitaan yang tidak perlu adalah tanggung jawab kudus seorang Kristen. Jika Allah ada dalam segala sesuatu, dan dalam semua orang, maka Allah ada dalam wanita yang membuat keputusan untuk mengakhiri kehamilan sama seperti Ia ada di dalam Alkitab.” Jadi Parker memegang pandangan panentheistic, bahwa Allah ada dalam segala sesuatu, dan oleh karena itu Ia ada dalam keputusan seorang wanita untuk membunuh bayinya. Ini cocok dengan pandangan New Age yang dipegang Oprah, tetapi pandangan seperti ini akan membuat Allah menjadi sumber kejahatan dan akan menghasilkan fatalisme. Para fans wanita Oprah harus memikirkan ini dengan jernih. Jika Allah ada dalam kamu ketika kamu “mengakhiri” anakmu yang belum lahir, maka Allah ada dalam si pencuri yang menggondol dompetmu dan pemerkosa yang menodai putrimu dan pembunuh yang menyembelih temanmu. Jika Allah ada dalam semua orang dalam pemahaman bahwa Ia ada dalam keputusan semua orang, maka berarti bahwa apapun yang manusia putuskan, adalah kehendak Allah, dan ini adalah omong kosong yang konyol. Bagi orang yang percaya Alkitab, isu aborsi bukanlah isu yang membingungkan. Perhatikan beberapa kebenaran Alkitab yang jelas: Pertama, Allah pegang kendali atas pembuahan (Kej. 20:18; 29:31 30:22) dan membentuk anak di dalam rahim.(Maz. 139:13-16). Alkitab mengatakan bahwa anak-anak adalah milik pusaka Tuhan (Maz. 127:3). Anak dalam rahim bukanlah, secara ultimat, milik sang ibu, tetapi milik Allah. Kedua, hukum Allah menuntut hukuman jika seorang bayi yang belum lahir dicelakakan (Kel. 21:22-23). Melukai atau membunuh anak yang belum lahir dianggap sebagai kejahatan yang serius. Ketiga, dua puluh kali Alkitab melarang menumpakan “darah yang tidak bersalah” (mis. Ul. 19:10-13; 2 Raj. 21:16). Ini mengacu kepada membunuh seseorang tanpa sebab yang adil dan benar (1 Sam. 19:5). Menghukum mati seorang pembunuh, misalnya, adalah alasan yang adil dan benar, tetapi membunuh seseorang yang tidak bersalah adalah tidak adil. Allah membenci penumpahan darah orang yang tidak bersalah (Ams. 6:16-17). Mana lagi ada orang yang lebih tidak bersalah daripada anak yang belum lahir?

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Kesalahan-Kesalahan Advent-Hari-Ketujuh

Menyelidiki Kesesatan Advent-Hari-Ketujuh

Penulis: Dr. David Cloud

Diterjemahkan, diedit dan dimodifikasi oleh: Dr. Steven Liauw

Dalam pembelajaran berikut, kita menganalisa tujuh kesesatan doktrin Advent-Hari-Ketujuh dan membandingkannya dengan kebenaran Alkitab. Bukan hanya ini semua kesesatan yang diajarkan oleh Advent-Hari-Ketujuh, tetapi ini adalah tujuh yang paling menyolok.

 

KESESATAN #1: MENGUBAH DEFINISI KASIH

KARUNIA DALAM KESELAMATAN DENGAN

MENAMBAHINYA DENGAN PEKERJAAN

HUKUM TAURAT

Dalam hal keselamatan, Advent-Hari-Ketujuh menjalankan permainan yang sama yang dimainkan oleh semua gerakan palsu kekristenan. Mereka mengaku mengajarkan keselamatan oleh kasih karunia melalui iman, tetapi mereka mengubah definisinya sedemikian rupa, sehingga bertentangan dengan yang diajarkan dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Walaupun mereka sering menyangkal hal ini, denominasi Advent mengajarkan bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia plus hukum, iman plus perbuatan. Kasih karunia, menurut theologi Advent, adalah kuasa dan pengampunan yang Allah berikan untuk memungkinan seorang berdosa untuk menaati hukum dan berdasarkan itu membangun suatu karakter yang kudus yang pantas untuk Sorga. Siapa pun yang gagal untuk membangun karakter yang benar oleh kasih karunia Allah tidak akan pernah melihat Sorga. Iman dan pekerjaan adalah dua dayung yang dipakai oleh orang percaya untuk meluncur menuju kemuliaan.

Doktrin keselamatan Advent adalah campuran yang terselubung antara kasih karunia dan hukum yang tidak akan pernah memberikan jaminan keselamatan sebagaimana di dalam Alkitab. Sederhananya, doktrin mereka adalah sebagai berikut: Orang berdosa tidak mampu untuk hidup seturut dengan standar Allah yang kudus, yaitu Hukum. Dia tidak ada dan tidak mampu untuk memiliki dalam dirinya sendiri, karakter yang Allah tuntut. Jadi, Allah telah menolongnya melalui pengorbanan Kristus dan melalui kuasa Roh Kudus. Allah kini menawarkan, karena penebusan PutraNya, untuk memampukan orang berdosa, sehingga dia diberi kuasa untuk menaati Hukum. Darah Kristus menutupi semua kekurangan, (hanya) jika semuanya secara benar diakui dan ditinggalkan.Allah menawarkan kasih karunia dan kuasa; orang percaya harus mengambil hal-hal ini dan membangkitkan dalam dirinya sendiri karakter yang dituntut oleh hukum, atau, minimal – dengan kata-kata bidat ini – membiarkan Yesus melakukan pekerjaan ini. Orang berdosa yang percaya yang gagal untuk berjalan dengan benar bersama Tuhan dalam kuasa Roh Kudus akan pada akhirnya terhilang, walaupun dia beriman dalam Kristus.

Continue reading

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 16 Comments

Para Profesor dan Pemimpin Southern Baptist Mempromosikan “Kesatuan Protestan”

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Beberapa orang profesor dan pemimpin Southern Baptist telah menandatangani suatu pengakuan iman baru yang bertujuan untuk mempromosikan kesatuan Protestan secara luas. Diberi judul “Suatu Pengakuan Katolik (Universal) yang Bereformasi [A Reforming Catholic Confession]: ‘Sekedar Suatu Pengakuan Iman Protestan’ untuk Memperingati 500 Tahun Reformasi,” pengakuan iman ini menekankan “persatuan inter-denominasi dalam hal-hal esensial iman.” Dua orang Southern Baptist turut masuk dalam komite perancangan (Malcolm Yarnell dan Gregg Allison), dan pengakuan ini telah ditandatangani oleh profesor-profesor dari keseluruhan enam seminari Southern Baptist, delapan sekolah tinggi, dan gembala-gembala gereja-gereja SBC (Southern Baptist Church), seperti Matt Chandler, J.D. Greear, dan James MacDonald, juga Russel Moore, presiden dari Komite Etik dan Kebebasan Beragama SBC, dan Ed Stetzer, yang tadinya berafiliasi dengan Lifeway. Pengakuan ini menyinggung 12 topik, termasuk tentang Tritunggal, Kitab Suci, dan pribadi dan pekerjaan Kristus, Injil, pribadi dan pekerjaan Roh Kudus, gereja, baptisan, dan perjamuan Tuhan, dan hal-hal teakhir. Pengakuan ini pada tempat-tempat terbaiknya adalah pendek dan dangkal (dan jelas memang itu tujuannya), dan di tempat-tempat lain penuh kesalahan berat. Demi tujuan persatuan ekumenis, hanya ada kebisuan mengenai masalah metode pembaptisan dan perjamuan Tuhan. Kedua hal ini disebut “sakramen” dalam dokumen ini, dan disebut dapat “mengkomunikasikan hidup dalam Kristus bagi orang-orang beriman,” yang adalah kesesatan Katolik/Protestan. Banyak sekali orang Baptis yang telah dibunuh atau dianiaya dengan cara lain oleh kaum Protestan, seringkali mengenai masalah “metode” baptisan dan juga Perjamuan Tuhan, dan sungguhlah sedih menyaksikan betapa bodoh dan berkomprominya orang-orang Baptis hari ini. (Lihat e-Book gratis: Protestant Persecution of Baptists). Pertanyaan tentang “Hal-Hal Terakhir” dalam A Reforming Catholic Confession [Suatu Pengakuan Katolik (Universal) yang Bereformasi] menyatakan bahwa Kristus akan memasukkan “siapapun yang terus bertahan dalam ketidakpercayaan ke dalam nasib kekal terpisah dariNya, di mana kehidupan dan terangnya tidak akan ada lagi.” Pernyataan yang sangat lemah ini membuka pintu untuk berbagai kesesatan yang bisa saja dipegang oleh kaum Protestan, Baptis, dan para “Injili” yang menyangkal adanya hukuman kekal dengan api. Sebagai contoh, Billy Graham telah sejak lama mendefinisikan api nerak sebagai “suatu kehausan akan Allah yang tidak akan pernah terpuaskan.” Bahkan jika seandainya A Reforming Catholic Confession mengandung kebenaran yang murni sekalipun, tetap saja dokumen ini salah arah, karena pengajaran Alkitab tentang persatuan tidak dapat dibatasi kepada suatu daftar yang dibuat manusia mengenai apa yang “esensial” dan apa yang tidak. Persatuan yang alkitabiah adalah persatuan pikiran, bukan persatuan dalam perbedaan. “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Kor. 1:10). Persatuan alkitabiah adalah persatuan yang ditemukan dalam jemaat lokal, bukan suatu persatuan “universal.” Dorongan-dorongan untuk bersatu ditujukan kepada jemaat-jemaat secara individu, bukan kepada “jemaat” yang universal. Lihat Roma 15:5-6; 1 Kor. 1:10; Efesus 4:1-3; Filipi 1:27.

Posted in Ekumenisme, Sejarah dan Doktrin Baptis | Leave a comment

Apa Nilai Musik?

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 8 September 2017: “Alkitab memberitahu kita bahwa generasi-generasi awal manusia sudah mulai menciptakan musik. Sampai dengan generasi kedelapan manusia, Yubal, seorang anggota generasi tersebut, dapat hidup dari membuat alat-alat musik. Namun demikian, dari sisi evolusionis, kemampuan musik sepertinya tidak membawa keuntungan apa-apa untuk bertahan hidup. Namun, otak manusia mencadangkan sumber daya yang cukup banyak untuk memproses musik. Kecintaan kita pada musik sudah terpatri dalam otak kita. Setiap dari organ pengindera kita adalah penting untuk dapat menikmati musik. Dan setiap dari organ-organ ini terhubung ke bagiannya sendiri di otak, yang menentukan bagaimana kita menikmati pengalaman musik itu. Ada bagian-bagian otak yang direservasi khusus untuk memori tentang musik. Bagian-bagian otak lainnya didedikasikan untuk mencoba memahami keseluruhan dari musik itu, dengan mereferensikan kembali ke bagian-bagian musik yang disimpan di dalam memori tadi. Lebih menarik lagi adalah bahwa seseorang tidak perlu mendengar musik untuk mengaktivasi berbagai bagian otak yang khusus musik. Tomografi emisi-positron (Editor: suatu teknik memindai otak) telah menyingkapkan bahwa seseorang hanya perlu membayangkan musik, dan bagian-bagian otak ini akan menjadi aktif. Kemampuan untuk menciptakan atau mengapresiasi musik tidak memberikan kita tambahan kemampuan bertahan hidup apapun, dan oleh karena itu, menurut teori evolusi, seharusnya tidak berkembang. Namun, otak kita, dan bahkan seluruh indera kita, didesain untuk membuat dan mengapresiasi musik. Pesan yang sangat jelas di sini adalah bahwa evolusi tidak ada hubungannya dengan terbentuknya manusia. Sebaliknya, kita diciptakan oleh Allah yang mencintai musik, dan yang ingin agar kita memuji Dia dengan musik.”

Posted in musik, Science and Bible | Leave a comment

Majalah yang Tidak Berani Bersuara Adalah Literatur yang Menjengkelkan

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini adalah kata-kata Charles Spurgeon dari majalah yang dia terbitkan, The Sword & Trowel [Editor: Pedang dan Sekop, mengacu kepada para pekerja Nehemia yang memegang alat tukang di satu tangan, dan pedang di tangan lain], 1870: “Majalah ini tidak pernah dibuat dengan semangat yang malu-malu dan takut, dan juga kami tidak pernah menyesuaikan diri kepada cita rasa populer. Beberapa artikel kami telah mendatangkan atas kami sendiri cercaan yang telah kami hadapi tanpa penyesalan. Ulasan-ulasan kami, ketika kami oleh dorongan hati nurani merasa harus memberikan teguran, telah mengakibatkan banyak surat yang datang memarahi kami. Namun, kami tidak menyesal; kami tidak merasa perlu menarik kembali apapun, dan tidak ragu bahwa kami akan melakukan hal yang sama lagi; kami tidak akan secara tanpa alasan mengganggu orang lain, tetapi kami juga tidak akan diam di hadapan kesalahan, dan juga tidak akan melantunkan pujian kosong pada saat kejujuran menuntut peneguran. Suatu majalah yang tidak berani bersuara, dan tidak memiliki prinsip, adalah literatur yang menjengkelkan. Kami memakai sekop [trowel] di mana kami dapat untuk membantu setiap upaya yang baik, tetapi kami juga memiliki pedang [sword] dan bermaksud untuk memakainya. Kami mengantisipasi akan mengalami hantaman, dan oleh karena itu ketika benar terjadi kami tidak terlingkupi oleh keputusasaan. Kebenaran Kristus terlalu berharga bagi kami sehingga kami tidak mungkin tidak membelanya. Di beberapa area dan tempat, dengan sedih terlihat jelas penyeberangan besar-besaran ke pihak musuh, dan kita melihat bukan saja tanda-tanda pergumulan yang akan datang, tetapi juga panggilan kepada tugas, yang keras dan sukar, yang darinya para pengecut akan mencoba untuk melarikan diri. Iman yang sejak dahulu kala, diserang oleh musuh dari segala penjuru, tidak boleh kekurangan pembela.” EDITOR: Majalah Pedang Roh yang diterbitkan oleh GBIA Graphe, mewarisi semangat Spurgeon ini, untuk membela dan memperjuangkan iman yang benar, yang telah sekali diberikan kepada orang-orang kudus (Yudas 1:3).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Kristus-Kristus Palsu Hari Ini

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Alkitab memperingatkan tentang kedatangan kristus-kristus palsu. Sebuah laporan baru-baru ini di The Telegraph (London, Inggris), menggambarkan tujuh orang “mesias zaman modern.” Termasuk di dalam daftar ini adalah Vissarion (Siberia) yang memiliki sekitar 5-10 ribu murid pengikut di hutan-hutan Siberia; lalu ada Yesus dari Kitwe, seorang pengemudi taksi di Zambia; Alvaro Theiss dari Brazil, yang menyebut dirinya Inri Christo, yang mendengar suara di kepalanya yang dia percayai adalah suara Allah Bapa, dan dia memiliki kebanyakan murid wanita, dan dia dibawa ke sana kemari di atas takhta beroda yang aneh; Moses Hlongwane dari Afrika Selatan; dan David Shayler dari Inggris, seorang banci yang berpakaian wanita. “Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima” (2 Kor. 11:4). “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Mat. 24:24). “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir” (1 Yoh. 2:18).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | 2 Comments

Efek Penggunaan Smartphone pada I-Gen

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dr. Jean Twenge, Profesor Psikologi di San Diego State University, telah meriset dan menulis secara ekstensif tentang generasi selfie. Dia adalah penulis dari buku Generation Me dan juga Living in the Age of Entitlement, dan bukunya yang terbaru, IGen, mempelajari mengapa anak-anak yang “super-terkoneksi” hari ini justru “semakin tidak bahagia dan sama sekali tidak siap untuk menjadi dewasa.” iGen adalah nama generasi pertama anak-anak yang menghabiskan keseluruhan masa remaja mereka dengan sebuah smart-phone. Ini adalah generasi yang lahir pada tahun 1995 ke bawah. Twenge berkata, “Hal ini membawa efek riak pada perilaku, sikap, dan kesehatan mental mereka. Para remaja menghabiskan semakin sedikit waktu untuk bertemu langsung dengan teman-teman mereka. … trend ini telah terjadi sekian lama, tetapi mulai menanjak terjal sekitar tahun 2010-11, persis ketika smart-phone menjadi sangat umum. … Remaja-remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di telpon mereka lebih mungkin untuk menjadi tidak bahagia, kesepian, dan memiliki faktor resiko lebih tinggi untuk bunuh diri” (“Smart phone era: Is it damaging teenagers?” BBC, 3 Sept. 2017). Twenge merekomendasikan agar pemakaian handphone dibatasi bagi orang-orang muda, menjadi satu jam atau kurang dalam sehari. Jika dunia sekuler dapat melihat bahaya besar pada smart-phone terhadap orang-orang muda, betapa lebihnya lagi semestinya umat Allah memahami hal-hal ini dan melindungi para remaja?

Posted in Teknologi | 1 Comment

Cumi Tanpa Bayangan

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 12 September 2017: “Banyak makhluk laut memantulkan cahaya sekeliling mereka. Mereka dapat melakukan ini karena ada platelet-platelet kecil yang memantulkan cahaya. Biasanya, kristal-kristal platelet ini terbuat dari purin, salah satu bahan dasar DNA, tetapi kristal-kristal ini tidak dapat mengubah berapa banyak cahaya yang mereka pantulkan. Cumi-cumi Hawaiian bobtail, di lain pihak, memerlukan kemampuan untuk memantulkan jumlah cahaya yang berbeda-beda karena gaya hidupnya yang unik. Cumi-cumi ini bergerak di air di bawah terang bulan, tetapi jika ia tidak memiliki jaringan yang spesial untuk memantulkan cahaya, bayangannya akan terlihat ketika ia melewati dasar laut. Cumi bobtail memiliki jaringan yang menghasilkan cahaya di bagian perutnya yang menghadap ke dasar laut, dan jaringan ini menghasilkan cukup cahaya untuk membuat bayangannya hilang. Dengan kata lain, ia dapat mengatur jumlah cahaya yang dihasilkan. Lebih lagi, cumi ini dapat memindahkan platelet-nya yang menghasilkan cahaya, sehingga mereka bisa tersebar di antara sel-sel, atau terkonsentrasi di tempat yang dibutuhkan. Bukan hanya terbuat dari satu asam amino, platelet cumi-cumi ini terbuat dari enam asam amino. Allah adalah sumber terang, termasuk terang rohani. Menurut evolusi, cumi-cumi berhubungan karib dengan binatang-binatang pertama yang berevolusi di lautan. Namun, teknik kamuflasenya yang sangat canggih, yang secara sempurna cocok dengan lingkungan dan gaya hidupnya, adalah kesaksian tentang desain Tuhan yang maha bijak, bukan tahapan awal dari evolusi buta. Terang rohani kebenaran Allah membuat hal ini jelas.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment