Kesalahan-Kesalahan Advent-Hari-Ketujuh

Menyelidiki Kesesatan Advent-Hari-Ketujuh

Penulis: Dr. David Cloud

Diterjemahkan, diedit dan dimodifikasi oleh: Dr. Steven Liauw

Dalam pembelajaran berikut, kita menganalisa tujuh kesesatan doktrin Advent-Hari-Ketujuh dan membandingkannya dengan kebenaran Alkitab. Bukan hanya ini semua kesesatan yang diajarkan oleh Advent-Hari-Ketujuh, tetapi ini adalah tujuh yang paling menyolok.

 

KESESATAN #1: MENGUBAH DEFINISI KASIH

KARUNIA DALAM KESELAMATAN DENGAN

MENAMBAHINYA DENGAN PEKERJAAN

HUKUM TAURAT

Dalam hal keselamatan, Advent-Hari-Ketujuh menjalankan permainan yang sama yang dimainkan oleh semua gerakan palsu kekristenan. Mereka mengaku mengajarkan keselamatan oleh kasih karunia melalui iman, tetapi mereka mengubah definisinya sedemikian rupa, sehingga bertentangan dengan yang diajarkan dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Walaupun mereka sering menyangkal hal ini, denominasi Advent mengajarkan bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia plus hukum, iman plus perbuatan. Kasih karunia, menurut theologi Advent, adalah kuasa dan pengampunan yang Allah berikan untuk memungkinan seorang berdosa untuk menaati hukum dan berdasarkan itu membangun suatu karakter yang kudus yang pantas untuk Sorga. Siapa pun yang gagal untuk membangun karakter yang benar oleh kasih karunia Allah tidak akan pernah melihat Sorga. Iman dan pekerjaan adalah dua dayung yang dipakai oleh orang percaya untuk meluncur menuju kemuliaan.

Doktrin keselamatan Advent adalah campuran yang terselubung antara kasih karunia dan hukum yang tidak akan pernah memberikan jaminan keselamatan sebagaimana di dalam Alkitab. Sederhananya, doktrin mereka adalah sebagai berikut: Orang berdosa tidak mampu untuk hidup seturut dengan standar Allah yang kudus, yaitu Hukum. Dia tidak ada dan tidak mampu untuk memiliki dalam dirinya sendiri, karakter yang Allah tuntut. Jadi, Allah telah menolongnya melalui pengorbanan Kristus dan melalui kuasa Roh Kudus. Allah kini menawarkan, karena penebusan PutraNya, untuk memampukan orang berdosa, sehingga dia diberi kuasa untuk menaati Hukum. Darah Kristus menutupi semua kekurangan, (hanya) jika semuanya secara benar diakui dan ditinggalkan.Allah menawarkan kasih karunia dan kuasa; orang percaya harus mengambil hal-hal ini dan membangkitkan dalam dirinya sendiri karakter yang dituntut oleh hukum, atau, minimal – dengan kata-kata bidat ini – membiarkan Yesus melakukan pekerjaan ini. Orang berdosa yang percaya yang gagal untuk berjalan dengan benar bersama Tuhan dalam kuasa Roh Kudus akan pada akhirnya terhilang, walaupun dia beriman dalam Kristus.

Continue reading

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 16 Comments

Para Profesor dan Pemimpin Southern Baptist Mempromosikan “Kesatuan Protestan”

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Beberapa orang profesor dan pemimpin Southern Baptist telah menandatangani suatu pengakuan iman baru yang bertujuan untuk mempromosikan kesatuan Protestan secara luas. Diberi judul “Suatu Pengakuan Katolik (Universal) yang Bereformasi [A Reforming Catholic Confession]: ‘Sekedar Suatu Pengakuan Iman Protestan’ untuk Memperingati 500 Tahun Reformasi,” pengakuan iman ini menekankan “persatuan inter-denominasi dalam hal-hal esensial iman.” Dua orang Southern Baptist turut masuk dalam komite perancangan (Malcolm Yarnell dan Gregg Allison), dan pengakuan ini telah ditandatangani oleh profesor-profesor dari keseluruhan enam seminari Southern Baptist, delapan sekolah tinggi, dan gembala-gembala gereja-gereja SBC (Southern Baptist Church), seperti Matt Chandler, J.D. Greear, dan James MacDonald, juga Russel Moore, presiden dari Komite Etik dan Kebebasan Beragama SBC, dan Ed Stetzer, yang tadinya berafiliasi dengan Lifeway. Pengakuan ini menyinggung 12 topik, termasuk tentang Tritunggal, Kitab Suci, dan pribadi dan pekerjaan Kristus, Injil, pribadi dan pekerjaan Roh Kudus, gereja, baptisan, dan perjamuan Tuhan, dan hal-hal teakhir. Pengakuan ini pada tempat-tempat terbaiknya adalah pendek dan dangkal (dan jelas memang itu tujuannya), dan di tempat-tempat lain penuh kesalahan berat. Demi tujuan persatuan ekumenis, hanya ada kebisuan mengenai masalah metode pembaptisan dan perjamuan Tuhan. Kedua hal ini disebut “sakramen” dalam dokumen ini, dan disebut dapat “mengkomunikasikan hidup dalam Kristus bagi orang-orang beriman,” yang adalah kesesatan Katolik/Protestan. Banyak sekali orang Baptis yang telah dibunuh atau dianiaya dengan cara lain oleh kaum Protestan, seringkali mengenai masalah “metode” baptisan dan juga Perjamuan Tuhan, dan sungguhlah sedih menyaksikan betapa bodoh dan berkomprominya orang-orang Baptis hari ini. (Lihat e-Book gratis: Protestant Persecution of Baptists). Pertanyaan tentang “Hal-Hal Terakhir” dalam A Reforming Catholic Confession [Suatu Pengakuan Katolik (Universal) yang Bereformasi] menyatakan bahwa Kristus akan memasukkan “siapapun yang terus bertahan dalam ketidakpercayaan ke dalam nasib kekal terpisah dariNya, di mana kehidupan dan terangnya tidak akan ada lagi.” Pernyataan yang sangat lemah ini membuka pintu untuk berbagai kesesatan yang bisa saja dipegang oleh kaum Protestan, Baptis, dan para “Injili” yang menyangkal adanya hukuman kekal dengan api. Sebagai contoh, Billy Graham telah sejak lama mendefinisikan api nerak sebagai “suatu kehausan akan Allah yang tidak akan pernah terpuaskan.” Bahkan jika seandainya A Reforming Catholic Confession mengandung kebenaran yang murni sekalipun, tetap saja dokumen ini salah arah, karena pengajaran Alkitab tentang persatuan tidak dapat dibatasi kepada suatu daftar yang dibuat manusia mengenai apa yang “esensial” dan apa yang tidak. Persatuan yang alkitabiah adalah persatuan pikiran, bukan persatuan dalam perbedaan. “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Kor. 1:10). Persatuan alkitabiah adalah persatuan yang ditemukan dalam jemaat lokal, bukan suatu persatuan “universal.” Dorongan-dorongan untuk bersatu ditujukan kepada jemaat-jemaat secara individu, bukan kepada “jemaat” yang universal. Lihat Roma 15:5-6; 1 Kor. 1:10; Efesus 4:1-3; Filipi 1:27.

Posted in Ekumenisme, Sejarah dan Doktrin Baptis | Leave a comment

Apa Nilai Musik?

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 8 September 2017: “Alkitab memberitahu kita bahwa generasi-generasi awal manusia sudah mulai menciptakan musik. Sampai dengan generasi kedelapan manusia, Yubal, seorang anggota generasi tersebut, dapat hidup dari membuat alat-alat musik. Namun demikian, dari sisi evolusionis, kemampuan musik sepertinya tidak membawa keuntungan apa-apa untuk bertahan hidup. Namun, otak manusia mencadangkan sumber daya yang cukup banyak untuk memproses musik. Kecintaan kita pada musik sudah terpatri dalam otak kita. Setiap dari organ pengindera kita adalah penting untuk dapat menikmati musik. Dan setiap dari organ-organ ini terhubung ke bagiannya sendiri di otak, yang menentukan bagaimana kita menikmati pengalaman musik itu. Ada bagian-bagian otak yang direservasi khusus untuk memori tentang musik. Bagian-bagian otak lainnya didedikasikan untuk mencoba memahami keseluruhan dari musik itu, dengan mereferensikan kembali ke bagian-bagian musik yang disimpan di dalam memori tadi. Lebih menarik lagi adalah bahwa seseorang tidak perlu mendengar musik untuk mengaktivasi berbagai bagian otak yang khusus musik. Tomografi emisi-positron (Editor: suatu teknik memindai otak) telah menyingkapkan bahwa seseorang hanya perlu membayangkan musik, dan bagian-bagian otak ini akan menjadi aktif. Kemampuan untuk menciptakan atau mengapresiasi musik tidak memberikan kita tambahan kemampuan bertahan hidup apapun, dan oleh karena itu, menurut teori evolusi, seharusnya tidak berkembang. Namun, otak kita, dan bahkan seluruh indera kita, didesain untuk membuat dan mengapresiasi musik. Pesan yang sangat jelas di sini adalah bahwa evolusi tidak ada hubungannya dengan terbentuknya manusia. Sebaliknya, kita diciptakan oleh Allah yang mencintai musik, dan yang ingin agar kita memuji Dia dengan musik.”

Posted in musik, Science and Bible | Leave a comment

Majalah yang Tidak Berani Bersuara Adalah Literatur yang Menjengkelkan

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini adalah kata-kata Charles Spurgeon dari majalah yang dia terbitkan, The Sword & Trowel [Editor: Pedang dan Sekop, mengacu kepada para pekerja Nehemia yang memegang alat tukang di satu tangan, dan pedang di tangan lain], 1870: “Majalah ini tidak pernah dibuat dengan semangat yang malu-malu dan takut, dan juga kami tidak pernah menyesuaikan diri kepada cita rasa populer. Beberapa artikel kami telah mendatangkan atas kami sendiri cercaan yang telah kami hadapi tanpa penyesalan. Ulasan-ulasan kami, ketika kami oleh dorongan hati nurani merasa harus memberikan teguran, telah mengakibatkan banyak surat yang datang memarahi kami. Namun, kami tidak menyesal; kami tidak merasa perlu menarik kembali apapun, dan tidak ragu bahwa kami akan melakukan hal yang sama lagi; kami tidak akan secara tanpa alasan mengganggu orang lain, tetapi kami juga tidak akan diam di hadapan kesalahan, dan juga tidak akan melantunkan pujian kosong pada saat kejujuran menuntut peneguran. Suatu majalah yang tidak berani bersuara, dan tidak memiliki prinsip, adalah literatur yang menjengkelkan. Kami memakai sekop [trowel] di mana kami dapat untuk membantu setiap upaya yang baik, tetapi kami juga memiliki pedang [sword] dan bermaksud untuk memakainya. Kami mengantisipasi akan mengalami hantaman, dan oleh karena itu ketika benar terjadi kami tidak terlingkupi oleh keputusasaan. Kebenaran Kristus terlalu berharga bagi kami sehingga kami tidak mungkin tidak membelanya. Di beberapa area dan tempat, dengan sedih terlihat jelas penyeberangan besar-besaran ke pihak musuh, dan kita melihat bukan saja tanda-tanda pergumulan yang akan datang, tetapi juga panggilan kepada tugas, yang keras dan sukar, yang darinya para pengecut akan mencoba untuk melarikan diri. Iman yang sejak dahulu kala, diserang oleh musuh dari segala penjuru, tidak boleh kekurangan pembela.” EDITOR: Majalah Pedang Roh yang diterbitkan oleh GBIA Graphe, mewarisi semangat Spurgeon ini, untuk membela dan memperjuangkan iman yang benar, yang telah sekali diberikan kepada orang-orang kudus (Yudas 1:3).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Kristus-Kristus Palsu Hari Ini

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Alkitab memperingatkan tentang kedatangan kristus-kristus palsu. Sebuah laporan baru-baru ini di The Telegraph (London, Inggris), menggambarkan tujuh orang “mesias zaman modern.” Termasuk di dalam daftar ini adalah Vissarion (Siberia) yang memiliki sekitar 5-10 ribu murid pengikut di hutan-hutan Siberia; lalu ada Yesus dari Kitwe, seorang pengemudi taksi di Zambia; Alvaro Theiss dari Brazil, yang menyebut dirinya Inri Christo, yang mendengar suara di kepalanya yang dia percayai adalah suara Allah Bapa, dan dia memiliki kebanyakan murid wanita, dan dia dibawa ke sana kemari di atas takhta beroda yang aneh; Moses Hlongwane dari Afrika Selatan; dan David Shayler dari Inggris, seorang banci yang berpakaian wanita. “Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima” (2 Kor. 11:4). “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Mat. 24:24). “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir” (1 Yoh. 2:18).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | 2 Comments

Efek Penggunaan Smartphone pada I-Gen

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dr. Jean Twenge, Profesor Psikologi di San Diego State University, telah meriset dan menulis secara ekstensif tentang generasi selfie. Dia adalah penulis dari buku Generation Me dan juga Living in the Age of Entitlement, dan bukunya yang terbaru, IGen, mempelajari mengapa anak-anak yang “super-terkoneksi” hari ini justru “semakin tidak bahagia dan sama sekali tidak siap untuk menjadi dewasa.” iGen adalah nama generasi pertama anak-anak yang menghabiskan keseluruhan masa remaja mereka dengan sebuah smart-phone. Ini adalah generasi yang lahir pada tahun 1995 ke bawah. Twenge berkata, “Hal ini membawa efek riak pada perilaku, sikap, dan kesehatan mental mereka. Para remaja menghabiskan semakin sedikit waktu untuk bertemu langsung dengan teman-teman mereka. … trend ini telah terjadi sekian lama, tetapi mulai menanjak terjal sekitar tahun 2010-11, persis ketika smart-phone menjadi sangat umum. … Remaja-remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di telpon mereka lebih mungkin untuk menjadi tidak bahagia, kesepian, dan memiliki faktor resiko lebih tinggi untuk bunuh diri” (“Smart phone era: Is it damaging teenagers?” BBC, 3 Sept. 2017). Twenge merekomendasikan agar pemakaian handphone dibatasi bagi orang-orang muda, menjadi satu jam atau kurang dalam sehari. Jika dunia sekuler dapat melihat bahaya besar pada smart-phone terhadap orang-orang muda, betapa lebihnya lagi semestinya umat Allah memahami hal-hal ini dan melindungi para remaja?

Posted in Teknologi | 1 Comment

Cumi Tanpa Bayangan

(Berita Mingguan GITS 16 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 12 September 2017: “Banyak makhluk laut memantulkan cahaya sekeliling mereka. Mereka dapat melakukan ini karena ada platelet-platelet kecil yang memantulkan cahaya. Biasanya, kristal-kristal platelet ini terbuat dari purin, salah satu bahan dasar DNA, tetapi kristal-kristal ini tidak dapat mengubah berapa banyak cahaya yang mereka pantulkan. Cumi-cumi Hawaiian bobtail, di lain pihak, memerlukan kemampuan untuk memantulkan jumlah cahaya yang berbeda-beda karena gaya hidupnya yang unik. Cumi-cumi ini bergerak di air di bawah terang bulan, tetapi jika ia tidak memiliki jaringan yang spesial untuk memantulkan cahaya, bayangannya akan terlihat ketika ia melewati dasar laut. Cumi bobtail memiliki jaringan yang menghasilkan cahaya di bagian perutnya yang menghadap ke dasar laut, dan jaringan ini menghasilkan cukup cahaya untuk membuat bayangannya hilang. Dengan kata lain, ia dapat mengatur jumlah cahaya yang dihasilkan. Lebih lagi, cumi ini dapat memindahkan platelet-nya yang menghasilkan cahaya, sehingga mereka bisa tersebar di antara sel-sel, atau terkonsentrasi di tempat yang dibutuhkan. Bukan hanya terbuat dari satu asam amino, platelet cumi-cumi ini terbuat dari enam asam amino. Allah adalah sumber terang, termasuk terang rohani. Menurut evolusi, cumi-cumi berhubungan karib dengan binatang-binatang pertama yang berevolusi di lautan. Namun, teknik kamuflasenya yang sangat canggih, yang secara sempurna cocok dengan lingkungan dan gaya hidupnya, adalah kesaksian tentang desain Tuhan yang maha bijak, bukan tahapan awal dari evolusi buta. Terang rohani kebenaran Allah membuat hal ini jelas.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Perdana Menteri Israel Mencari Pertolongan Rusia Melawan Iran

(Berita Mingguan GITS 2 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam pertemuannya dengan Vladimir Putin pada tanggal 23 Agustus, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencari pertolongan Rusia dalam melawan pengaruh Iran yang semakin bertumbuh. Netanyahu memberitahu Putin bahwa kehadiran Iran yang semakin meningkat di Siria sangatlah mengkhawatirkan karena negara itu telah bersumpah untuk kehancuran Israel. Netanyahu berkata, “Mr. President, dengan usaha bersama kita sedang mengalahkan Islamic State [ISIS], dan ini adalah hal yang sangat penting, tetapi yang buruknya adalah, di tempat mana grup ISIS yang kalah hilang, Iran masuk. Kita tidak dapat melupakan untuk satu menit pun bahwa Iran setiap hari mengancam untuk melenyapkan Israel. Iran mempersenjatai organisasi-organisasi teroris, ia mensponsori dan memulai teror” (“Netanyahu to Putin: Iran Seeks to ‘Annihilate Israel,’” Israel Today, 24 Agus. 2017). Netanyahu perlu membaca Alkitab Ibraninya secara lebih teliti lagi. Rusia akan memimpin suatu persekutuan militer melawan Israel dalam peperangan God dan Magog yang digambarkan dalam Yehezkiel 38-39. Yehezkiel memberitahu kita secara persis di mana Gog ini tinggal, yaitu di “utara sekali” relatif terhadap Israel (Yeh. 38:6, 15; 39:2). Netanyahu sudah benar melihat Iran sebagai suatu ancaman, karena Iran (dalam Alkitab Persia) didaftarkan sebagai salah satu teman Gog (Yeh. 38:4-7). Rusia memiliki sejarah anti-semit yang panjang, mulai dari zaman dulu. Para Czar membangkitkan program-program melawan orang Yahudi dengan cara menyebarkan kebohongan tentang mereka. Pada tahun 1984, duta besar AS yang sedang mengurus masalah hak asasi manusia di bawah Perjanjian Helsinki, mengatakan “Berlin pernah menjadi ibukota anti-semitisme; saya khawatir hari ini ibukota itu adalah Moskow.”

Rusia telah mempersenjatai musuh-musuh Israel sejak 1950an awal. Ketika Israel memasuki Semenanjung Sinai pada tahun 1956 untuk memaksa Mesir mengizinkan pergerakan bebas kapal-kapalnya, Rusia mengancam akan melenyapkan Israel (Moshe Dayan, Diary of the Sinai Campaign, 1966, hal. 185). Rusia mempersenjatai Siria dan Mesir untuk peperangan Yom Kippur tahun 1973, dengan sebagian sistem senjatanya yang paling mutakhir dan memberikan teknisi-teknisi Soviet untuk membantu mengoperasikan peralatan tersebut (Jerry Asher, Duel for the Golan, Kindle location 520). Sampai dengan awal 1970an, 15.000 ahli militer Soviet masih melatih angkatan bersenjata Mesir untuk menjadi suatu tentara modern (Abraham Rabinovich, The Yom Kippur War, Kindle Loc 255). Rusia mensuplai musuh-musuh Israel dengan jet-jet tempur, tank, arteleri, rudal-rudal anti-pesawat, dan senjata anti-tank portable. Rusia menerbangkan masuk 15.000 ton senjata kepada Siria dan Mesir selama perang itu. Rusia juga menyediakan Iran dengan teknologi nuklir dan persenjataan teknologi tinggi. Pada September 2008, duta besar Israel ke Amerika Serikat, Sallai Meridor, memperingatkan bahwa penjualan senjata Rusia kepada Iran dan Siria “meruntuhkan kestabilan dan berbahaya bagi Israel” (“Israel Irked by Iran-Russia Military Ties,” PressTV.ir, 13 Sept. 2008). “Dan engkau, anak manusia, bernubuatlah melawan Gog dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan Aku akan menarik dan menuntun engkau dan Aku akan mendatangkan engkau dari utara sekali dan membawa engkau ke gunung-gunung Israel” (Yeh. 39:1-2).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | 3 Comments

Paus dan Dewan Gereja-Gereja Bertemu untuk Mendukung Persatuan dan Menyelamatkan Dunia

(Berita Mingguan GITS 2 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 23-24 Agustus, para pemimpin Dewan Gereja-Gereja se-Dunia (WCC – World Council of Churches), melakukan pertemuan pribadi dengan Paus Fransiskus di Istana Vatikan, untuk mendiskusikan persatuan ekumenis dan keselamatan dunia. Sekertaris Jenderal WCC, Olav Fykse Tveit menyebut pertemuan itu berguna dan mengatakan bahwa “persatuan gereja dan persatuan manusia adalah saling terhubung” (“Pope Francis, WCC leadership meet in Rome,” WCC News, 24 AgUS. 2017). Tveit mengatakan bahwa persatuan ekumenis diperlukan untuk menyelamatkan dunia, dan dia tidak memaksudkan keselamatan jiwa-jiwa. Berbicara kepada sang paus, pemimpin WCC itu berkata “Masa depan umat manusia sedang terancam; yang paling miskin di antara kita sudah merasakan konsekuensi terburuknya. Kami menguatkan anda dan Gereja Roma Katolik untuk bersama dengan kami dalam memobilisasi perubahan pikiran, hati, dan prioritas yang sejati.” Mereka ingin menyelamatkan dunia dari hal-hal seperti kemiskinan, perpecahan ras dan agama, persenjataan nuklir, dan perubahan iklim.” “Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, PIKIRAN MEREKA SEMATA-MATA TERTUJU KEPADA PERKARA DUNIAWI. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Fil. 3:17-20).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Bayi yang Belum Lahir Dapat Melindungi Diri

(Berita Mingguan GITS 2 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 7 Agustus 2017: “Ketika seseorang menerima organ yang disumbangkan, mereka harus sekaligus mengkonsumsi obat yang kuat agar tubuhnya tidak menolak organ donor tersebut. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh mengidentifikasi organ yang diimplantasi sebagai ‘bukan saya.’ Sistem imun lalu berasumsi bahwa penerobos ini berbahaya dan harus dihancurkan. Yang menjadi misteri yang membingungkan dan yang diselidiki oleh para ilmuwan adalah: Mengapakah tubuh seorang ibu tidak menganggap bayi dalam rahimnya, yang belum lahir, sebagai benda asing bagi tubuhnya? Bagaimanapun juga, bayi itu membawa informasi genetika dari pihak ibu dan pihak ayah, sehingga secara genetika bayi yang belum lahir adalah individu yang unik. Sebagian ilmuwan berteori bahwa plasenta (ari-ari) adalah pembatas fisik antara bayi dan sistem imun sang ibu. Sebagian lagi percaya bahwa bayi yang belum lahir itu dengan suatu cara dapat bersembunyi dari sistem imun ibunya. Teori ketiga adalah bahwa sistem imun sang ibu dengan suatu cara dipaksa untuk menolerir anak dalam kandungan tersebut. Riset terbaru dari para ilmuwan di Medical College of Georgia di Augusta, Georgia, mendukung pandangan ketiga ini. Para peneliti telah memperlihatkan bahwa plasenta (ari-ari) menghasilkan suatu enzim (IDO) yang bekerja untuk menekan sel-sel imun. Efeknya, anak yang belum lahir membuat enzim yang tepat dan pas sehingga sistem imun sang ibu tidak menyerangnya. Para ilmuwan mengatakan bahwa penemuan ini bisa saja memimpin kepada pengobatan baru untuk penanganan penyakit auto-imun dan juga penolakan organ. Sistem ini atau suatu sistem yang serupa sudah harus berfungsi penuh pada makhluk yang pertama agar bisa ada kehamilan dan kelahiran yang sukses. Sistem ini tidak bisa berevolusi secara perlahan. Fakta demikian, dan hikmat dari sistem ini memberikan semakin banyak bukti tentang Pencipta yang maha-bijak, mahakuasa, yang menciptakan semua bentuk kehidupan yang eksis. Catatan: ‘Don’t reject me, fetus tells Mom,’ Science News, v. 154, hal. 152, 5 September 1998.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment