Menyelidiki Kesesatan Advent-Hari-Ketujuh
Penulis: Dr. David Cloud
Diterjemahkan, diedit dan dimodifikasi oleh: Dr. Steven Liauw
Dalam pembelajaran berikut, kita menganalisa tujuh kesesatan doktrin Advent-Hari-Ketujuh dan membandingkannya dengan kebenaran Alkitab. Bukan hanya ini semua kesesatan yang diajarkan oleh Advent-Hari-Ketujuh, tetapi ini adalah tujuh yang paling menyolok.
KESESATAN #1: MENGUBAH DEFINISI KASIH
KARUNIA DALAM KESELAMATAN DENGAN
MENAMBAHINYA DENGAN PEKERJAAN
HUKUM TAURAT
Dalam hal keselamatan, Advent-Hari-Ketujuh menjalankan permainan yang sama yang dimainkan oleh semua gerakan palsu kekristenan. Mereka mengaku mengajarkan keselamatan oleh kasih karunia melalui iman, tetapi mereka mengubah definisinya sedemikian rupa, sehingga bertentangan dengan yang diajarkan dalam Alkitab Perjanjian Baru.
Walaupun mereka sering menyangkal hal ini, denominasi Advent mengajarkan bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia plus hukum, iman plus perbuatan. Kasih karunia, menurut theologi Advent, adalah kuasa dan pengampunan yang Allah berikan untuk memungkinan seorang berdosa untuk menaati hukum dan berdasarkan itu membangun suatu karakter yang kudus yang pantas untuk Sorga. Siapa pun yang gagal untuk membangun karakter yang benar oleh kasih karunia Allah tidak akan pernah melihat Sorga. Iman dan pekerjaan adalah dua dayung yang dipakai oleh orang percaya untuk meluncur menuju kemuliaan.
Doktrin keselamatan Advent adalah campuran yang terselubung antara kasih karunia dan hukum yang tidak akan pernah memberikan jaminan keselamatan sebagaimana di dalam Alkitab. Sederhananya, doktrin mereka adalah sebagai berikut: Orang berdosa tidak mampu untuk hidup seturut dengan standar Allah yang kudus, yaitu Hukum. Dia tidak ada dan tidak mampu untuk memiliki dalam dirinya sendiri, karakter yang Allah tuntut. Jadi, Allah telah menolongnya melalui pengorbanan Kristus dan melalui kuasa Roh Kudus. Allah kini menawarkan, karena penebusan PutraNya, untuk memampukan orang berdosa, sehingga dia diberi kuasa untuk menaati Hukum. Darah Kristus menutupi semua kekurangan, (hanya) jika semuanya secara benar diakui dan ditinggalkan.Allah menawarkan kasih karunia dan kuasa; orang percaya harus mengambil hal-hal ini dan membangkitkan dalam dirinya sendiri karakter yang dituntut oleh hukum, atau, minimal – dengan kata-kata bidat ini – membiarkan Yesus melakukan pekerjaan ini. Orang berdosa yang percaya yang gagal untuk berjalan dengan benar bersama Tuhan dalam kuasa Roh Kudus akan pada akhirnya terhilang, walaupun dia beriman dalam Kristus.