Kemerosotan Gembala kepada Kompromi

(Berita Mingguan GITS 8 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Kompromi kebenaran tidak terjadi sekaligus. Ia bersifat inkremental [bertambah perlahan]. Dalam kasus seorang gembala sidang, hal ini dapat dilihat dari khotbah-khotbahnya, bagaimana ia secara perlahan mengurangi peneguran terhadap dosa dan kesalahan. Alkitab mengatakan bahwa pengkhotbah haruslah menyatakan kesalahan, menegor dan menasihat (2 Tim. 4:2), untuk menasihati dengan segala kewibawaan (Tit. 2:15), dan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Dia diharuskan untuk memberitakan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27). Semua tugas ini memerlukan sang gembala memberikan kata-kata dan peringatan yang jelas terhadap dosa dan kesalahan, tetapi gembala yang berkompromi lebih khawatir tentang tidak menyinggung manusia daripada setia kepada Allah, jadi ia secara gradual melembutkan teguran-tegurannya untuk dicocokkan dengan sentimen manusia. Dalam 20 tahun terakhir kita telah menyaksikan dikuranginya teguran berhubungan dengan fashion pakaian yang tidak sopan dan unisex, tato, musik kedagingan, psikologi self-esteem, kompromi Injil, dan begitu banyak hal lainnya. Bahkan peringatan yang jelas tentang neraka sudah menjadi jarang.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Katekisme Katolik Mengatakan Anak Allah Menjadi Manusia Supaya Kita Bisa Menjadi Allah

(Berita Mingguan GITS 1 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Catechism of the Catholic Church, “Bagian Satu: Pengakuan Iman,” diterbitkan tahun 1992 dengan persetujuan Paus Yohanes Paulus II: “460 Sang Firman menjadi daging untuk membuat kita ‘turut ambil bagian dalam sifat ilahi’: ‘Karena inilah Firman menjadi manusia, dan Anak Allah menjadi anak manusia: supaya manusia, dengan masuk dalam persekutuan dengan sang Firman, dan dengan itu menerima keanakan ilahi, bisa menjadi seorang anak Allah.’ ‘Karena Anak Allah menjadi manusia supaya kita dapat menjadi Allah.’ Anak Allah yang tunggal, mau membuat kita ambil bagian dalam keilahianNya, mengambil sifat kita, supaya Dia, ketika menjadi manusia, dapat membuat manusia menjadi allah-allah.’”

Posted in Katolik | Leave a comment

Hati-Hati terhadap Fantasi Gelap

(Berita Mingguan GITS 1 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Hati adalah sumber dari aksi seseorang. Firman Allah berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan,” dan “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia” (Ams. 4:23; 23:7). Korupsi terhadap imajinasi adalah salah satu langkah awal dalam kemerosotan kepada penyembahan berhala dan kekacauan moral dalam sejarah manusia, sebagaimana kita baca dalam Roma 1. “…Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap” (Rom. 1:21). Hal yang sama terjadi dalam hidup individu-individu. Apa yang diperhatikan terus menerus oleh pikiran, pada akhirnya akan menguasai kehidupannya. Jika imajinasi menjadi bengkok, kehidupan akan mencerminkan ini. Ini adalah suatu peringatan keras dalam zaman sekarang ini, zaman ketika orang dapat terhubung 24/7 dalam cara yang sangat privasi dengan aspek budaya pop mana pun, dan ada banyak hal yang gelap dan bengkok yang dapat dimasukkan ke dalam pikiran untuk memenuhi imajinasi. Faktanya, gelap dan bengkok adalah gambaran yang cocok atas banyak sekali musik, video game, novel, dan film-film hari ini. Misalnya genre science fiction dan superhero, yang terus bertambah gelap dan aneh, makin sensual dan tidak bertuhan. Dam banyak orang hidup dalam dunia fantasi yang gelap seperti demikian. Pertimbangkan James Holmes, yang membunuh lusinan orang dan melukai hampir 60 lainnya dalam sebuah bioskop tempat film Batman: The Dark Knight Rises sedang diputar. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa pembunuhan adalah melaksanakan keingingan sifat dosa manusia (Mar. 7:21-23), dan sifat manusia yang sudah jatuh dalam dosa dapat dibakar. Holmes mewarnai rambutnya merah dan mengatakan bahwa dia adalah sang Joker, yaitu musuh Batman yang super suka kekerasan, yang berpakaian seperti badut (“NYC Police Commissioner Said Alleged Shooter Calls Himself The Joker,” Fox News, 20 Juli 2012). Ini adalah film-film yang penuh dengan hal-hal menjijikkan. Dalam film 2008, Batman: The Dark Knight, wajah seseorang disaya dengan pisau, ada lagi yang mukanya setengah terbakar, mata seseorang ditusuk dengan pensil, dan sebuah bom dimasukkan ke dalam tubuh seseorang dan meledak, dan ada seorang lelaki yang diikat ke kursi dan dibakar, seorang anak kecil diancam oleh seorang lelaki dengan wajah yang meleleh, dan badut-badut ditembak di kepala. Dalam buku komik Batman: The Dark Knight, Joker membunuh semua penonton audiens sebuah acara televisi. Tiga belas tahun sebelumnya, tidak jauh dari tempat Holmes melakukan fantasi-fantasinya yang bengkok, Eric Harris dan Dylan Klebold membunuh 13 orang dan melukai 21. Mereka juga waktu sedang melaksanakan fantasi-fantasi kesetanan mereka yang telah dibakar melalui musik, video game, dan film-film gelap yang penuh kekerasan.

Posted in General (Umum), Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Alasan Membaca Alkitab dan Bahaya Bagi yang Tidak Membaca Alkitab

(Berita Mingguan GITS 1 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari buku J.C. Ryle, How Readest Thou? tentang mengapa perlu membaca Alkitab – Pertama, karena tidak ada pengetahuan yang secara absolut dibutuhkan manusia untuk keselamatan, kecuali pengetahuan akan hal-hal yang dapat ditemukan dalam Alkitab. Kedua, tidak ada buku yang eksis yang ditulis dengan cara seperti Alkitab. Ketiga, tidak ada buku yang eksis yang mengandung hal-hal yang sedemikian penting seperti dalam Alkitab. Keempat, tidak ada buku yang eksis yang telah menghasilkan efek-efek yang sedemikian luar biasa bagi manusia seperti Alkitab. Kelima, tidak ada buku yang eksis yang dapat bermanfaat sedemikian rupa yang orang yang membacanya dengan benar, seperti Alkitab. Keenam, tidak ada karunia Allah bagi manusia yang sedemikian diabaikan dan disalahgunakan, seperti Alkitab. Ketujuh, Alkitab adalah satu-satunya pedoman yang dapat dipakai untuk menguji semua masalah doktrin dan kewajiban manusia. Kedelapan, Alkitab adalah bukuNya, , yang telah menjadi pedoman hidup dan dikasihi oleh semua pelayan Allah yang sejati. Kesembilan, Alkitab adalah satu-satunya buku yang dapat menghibur manusia dalam waktu-waktu terakhir hidupnya.

Berikut ini masih dari buku yang sama, tentang topik bahaya bagi yang tidak membaca Alkitab. “Traktat ini bisa jadi jatuh ke tangan seseorang yang dapat membaca, tetapi yang tidak pernah membaca Alkitab sama sekali. Pembaca, apakah anda termasuk yang seperti itu? Jika benar, maka saya ada pesan bagi anda. Saya tidak dapat menghibur anda dalam kondisi pikiran anda sekarang ini. Jika saya melakukannya, maka itu penipuan dan pengejekan. Saya tidak dapat berbicara kepada anda tentang damai dan Sorga, sementara anda memperlakukan Alkitab sedemikian rupa. Anda dalam bahaya kehilangan jiwa anda. Anda dalam bahaya, karena penelantaran anda terhadap Alkitab adalah bukti jelas bahwa anda tidak mengasihi Allah. Anada dalam bahaya, karena Allah akan berhitung dengan anda karena anda mengabaikan Alkitab, dalam hari penghakiman nanti. Anda dalam bahaya, karena tidak adalah kesalahan rohani yang anda tidak bisa jatuh ke dalamnya. Anda dalam bahaya, karena tidak ada satupun alasan yang baik yang dapat anda pakai untuk mengabaikan Alkitab.”

Posted in Alkitab | Leave a comment

Reformasi Rasuli Baru

(Berita Mingguan GITS 1 April 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “”King of the Mountain,” Herescope, 12 Sept. 2011: “Beberapa tahun lalu, pada tanggal 20 Agustus 2007, C. Peter Wagner mengirimkan sebuah surat kepada ‘teman-teman Global Harvest’-nya. Dalam surat itu ia membagikan tentang struktur Reformasi Rasuli Baru yang dia buat. Reformasi baru yang dia canangkan ini didasarkan pada ide bahwa para rasul dan nabi harus menjadi batu penjuru untuk mencapai Dominasi di bumi. Para rasul dan nabi ini dikatakan dikaruniai dengan karunia-karunia yang superior. Dalam paradigma NAR (New Apostolic Reformation atau Reformasi Rasuli Baru) Wagner ini, para ‘rasul’ juga dikatakan telah diberikan kebenaran yang baru, dan mereka disebut ‘arsitek-arsitek rohani’ atas suatu transformasi global yang didasarkan pada suatu rangkaian jaringan organisasi dan sel-sel yang saling bertautan, yang bergerak di atas institusi-institusi pemerintah dan agama yang telah ada. David Cannistraci, yang membentuk sebuah jaringan rasuli baru dan menulis buku yang mendetilkan perubahan tersebut, menjelaskan cara kerja kelompok-kelompok jaringan rasuli tersebut. Jelas bahwa dia bukan berbicara tentang penginjilan yang sederhana dan simple. Dia menggambarkannya dalam istilah-istilah pembangunan suatu kerajaan: ‘Seperti suatu pasukan, kompi-kompi rasuli baru ini akan melemparkan jala-jala mereka dan bangkit sesuai perintah Tuhan Balatentara. Mendengar panggilanNya, mereka akan secara agresif bergumul dengan musuh, merebut wilayahnya dalam kampanye perang paling akbar dalam sejarah: penginjilan planet Bumi sebelum kedatangan kedua Tuhan Yesus…’ Surat Wagner tahun 2007 tersebut (‘A Letter from C. Peter Wagner,’ Global Harvest Ministries, 20 Agus. 2007) sekaligus meluncurkan suat ‘Jaringan Rasuli Global’ (Global Apostolic Network/GAN). Dalam tulisan-tulisan Wagner, dapat terlihat pembentukan jaringan-jaringan rasuli yang saling bertautan tersebut: ‘Kami telah mengorganisir ulang dalam kepatuhan pada firman yang Tuhan berikan melalui Chuck [Pierce] bulan Desember lalu. Kini tolong berdoa dengan kami sambil kami mencari tuntunanNya untuk menyelesaikan rencana ini dan melihat hasil praktis dalam perjalanan mencapai dominasi atas ciptaan Allah. …Keseluruhan sembilan komponen GAN sungguh dekat pada hati saya, tetapi terutama yang berkaitan dengan kekayaan dan transfer kekayaan. Saya terhubung pada 17 orang yang berpotensi menjadi penyalur transfer kekayaan, dan sebagian mereka mengharapkan akan segera mencairkannya. Sulit dipahami, tetapi ada yang sampai jutaan, bahkan milyaran dan lebih lagi. Tugas saya adalah mempersiapkan infrastruktur berintegritas tinggi untuk pendistribusian dana ini ketika ia mulai mengalir. Zion Apostolic Network dan The Hamilton Group sudah siap sebagai agensi untuk melaksanakan hal ini. Moto kita adalah ‘Sophisticated Philanthropy for Apostolic Distribution’ [Filantrofi Canggih untuk Distribusi Rasuli].” EDITOR: Kekacauan yang luar biasa timbul ketika orang Kristen tidak menerima Firman Tuhan sebagai otoritas final yang tidak dapat ditambah lagi hari ini, sehingga tidak ada lagi nubuat lisa dari Tuhan. Juga Alkitab mengajarkan bahwa jabatan Rasul adalah jabatan yang terbatas, dan berhenti setelah abad pertama, karena mereka adalah fondasi kekristenan (Ef. 2:20).

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

79% Orang Amerika Nyaman dengan Gembala Wanita

(Berita Mingguan GITS 25 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut sebuah Jajak Pendapat Barna yang baru, 79% orang Amerika merasa nyaman dengan wanita sebagai pemimpin rohani di gereja-gereja. Bahkan di antara orang-orang Kristen “Injili,” 39% mendukung hal ini. Survei ini berjudulkan “Apa Pendapat Amerika mengenai Wanita Memegang Kuasa.” Hasil jajak pendapat ini merefleksikan puluhan tahun pencucian otak oleh kaum feminis. EDITOR: Pada kenyataannya, Tuhan menciptakan laki-laki dan wanita sebagai makhluk yang sepadan tapi berbeda, setara tetapi saling melengkapi. Kaum feminis modern mau menghilangkan perbedaan laki-laki dan wanita, tetapi ini hal yang tidak mungkin berdasarkan biologi. Wanita diciptakan Tuhan dengan kemampuan melahirkan anak, dan Tuhan juga memberinya peran yang khusus dalam keluarga. Laki-laki ditunjuk oleh Tuhan sebagai pemimpin dalam keluarga. Berdasarkan hal tersebut, Tuhan juga telah memberikan kepemimpinan rohani dalam jemaat kepada laki-laki.

Posted in Gereja, Wanita | Leave a comment

Ibu dan Putra Menjadi “Ayah dan Putri”

(Berita Mingguan GITS 25 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Mother and son,” Fox News, 15 Mar. 2017: “Sepasang ayah dan putri transgender (orang ganti kelamin) dari kota Detroit, kini menyingkapkan perjalanan fantastis mereka melakukan transisi dari posisi ibu dan putra. Corey Maison, seorang anak lelaki 15 tahun, pertama memberitahu orang tuanya bahwa dia mengidentifikasi diri sebagai perempuan empat tahun yang lalu, tetapi barulah tahun lalu dia tahu bahwa ibunya juga bergumul dengan identitas jenis kelaminnya. Kedua orang tersebut kini saling menguatkan sambil mereka melakukan perubahan jenis kelamin secara bersama. Si anak remaja telah mencatat masa transisi mereka dalam akun Instagram, dan keduanya diwawancari oleh program ’60 Minutes’ di Australia, untuk membicarakan pengalaman mereka. ‘Saya mau membuat orang tua saya bangga atas siapa diri saya, tetapi saya kira mereka tidak akan menyukai saya,’ kata Corey tentang saat dia mengakui dirinya transgender. Eric Maison, yang dulunya bernama Erica, berkata bahwa dia diberanikan oleh keputusan putrinya. Dia bergumul dengan berbagai emosi ketika memutuskan untuk mengganti kelamin. ‘Perasaan pertama adalah lega, kedua adalah ketakutan,’ kata dia. ‘Takut tentang bagaimana masa depan saya, takut tentang bagaimana keluarga dan anak-anak saya, dan bagaimana sisa kehidupan saya akan berlanjut.’ … Eric mengatakan dia berencana untuk tinggal bersama dengan suaminya, Les, yang mendukung pergantian kelaminnya. EDITOR: Benarlah kebenaran Firman Tuhan bahwa kesesatan akan semakin bertambah, dan bahwa Allah menyerahkan manusia kepada hawa nafsu dan kebodohannya sendiri.

Posted in LGBT | Leave a comment

Feminis yang Tidak Konsisten dari Swedia

(Berita Mingguan GITS 25 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Frontpagemag.com, 17 Feb. 2017: “Jadi, seperti inilah gambaran ringkas feminisme dunia barat di abad 21 ini. Pada awal bulan ini, ketika Gedung Putih (AS) merilis sebuah foto Donald Trump menandatangani sebuah dekrit kepresidenan di hadapan beberapa pejabat laki-laki, Isabella Lovin, Wakil Perdana Menteri Swedia, mengeluarkan foto dirinya sendiri sedang menandatangani sebuah undang-undang tentang perubahan iklim di hadapan beberapa pejabat tinggi wanita. Jelas sekali, foto itu dimaksudkan sebagai suatu pernyataan bangga penuh tantangan dari kaum wanita untuk menghadapi yang mereka anggap ancaman terbesar dunia terhadap kesetaraan dan kehormatan wanita – yaitu orang baru di Oval Office [Editor: Donald Trump maksudnya]. Memang, pemerintah Swedia yang sekarang ini, yang kabinetnya terdiri dari dua belas lelaki dan dua belas wanita, telah memproklamirkan diri sebagai ‘pemerintah feminis pertama di dunia.’ Artikel Buzzfeed tentang momen kemenangan ini diberi judul: ‘Apakah Pemerintah Swedia Baru Saja Melakukan Trolling Luar Biasa Terhadap Donald Trump dengan Foto yang Berisi Semua Wanita Ini?’ Tetapi betapa drastis perubahan yang terjadi dalam beberapa minggu. Beberapa hari lalu, sebuah delegasi Swedia yang terdiri dari empat lelaki dan sebelas wanita berperjalanan ke Tehran, untuk membuat kesepakatan dengan para mullah Iran. Selama kunjungan mereka itu, para wanita tersebut, yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan Ann Linde, memakai hijab dengan jubah-jubah panjang tak berbentuk yang jelas dipilih untuk memberikan ‘kesopanan’ maksimum. Dalam satu foto, nampak para anggota wanita dari delegasi Swedia tersebut melewati Presiden Iran, Hassan Rouhani, dan apa yang terjadi sangatlah menarik: dalam postur mereka, dalam raut wajah mereka, tidak terlihat sama sekali gambaran menantang yang mereka berikan kepada Trump yang digambarkan sebagai serigala besar dan jahat. Mereka semua memakai celana panjang gelap. Wajah wanita yang paling terlihat jelas dalam foto itu terlihat sangat taat dan menerima. Tampangnya bisa saja cocok pada wajah seorang biarawati desa yang akan bertemu Paus. Tangan kanannya ada pada dada, sebuah sinyal bahwa Rouhani tidak perlu takut dia akan mencoba menyalami tangannya. Ada foto lain yang memperlihatkan Linde sendiri dengan jelas sedang menunduk di hadapan seorang pejabat Iran. ‘Pemerintah feminis pertama di dunia,’ yang me-ngetroll Trump secara luar biasa, ternyata secara efektif mengkomunikasikan kepada Iran sebuah pesan ketundukan diri yang hampir tidak dapat ditambah lagi.”

Posted in Wanita | Leave a comment

Komunis Cina Meneruskan Perang Melawan Gereja yang Tidak Terdaftar

(Berita Mingguan GITS 18 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “China Cracks Down,” Radio Free Asia, 23 Feb. 2017: “Otoritas Cina di daerah bergejolak di timur laut, Xinjiang, telah melarang semua aktivitas Kristen yang tidak dilakukan oleh gereja-gereja yang disetujui negara. Hal ini meluncurkan penutupan besar-besaran terhadap kebaktian yang tidak resmi dengan alasan “anti-terorisme,” demikian diketahui oleh RFA. Gereja-gereja Katolik dan Protestan bawah tanah telah diperingatkan untuk menghentikan semua aktivitas di seluruh wilayah, seorang pejabat urusan agama mengkonfirmasi pada hari Kamis. ‘Ya, itu benar,’ kata pejabat itu, yang menerima telpon di Biro Urusan Agama dan Etnis Minoritas dari pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur. ‘Mereka semua harus beribadah di gereja [yang telah resmi disetujui],’ kata pejabat itu, mengindikasikan bahwa baik Katolik maupun Protestan terkena kebijakan baru ini. Di Cina diperkirakan ada 68 juta Protestan, dan 23 juta di antaranya berbakti di gereja-gereja yang diakui resmi, dan ada sekitar 9 juta Katolik, yang 5,7 jutanya masuk dalam organisasi-organisasi yang disponsor negara. Tetapi Partai Komunis Cina yang berkuasa, yang memegang atheisme, telah meningkatkan pengawasan atas semua bentuk praktek agama di kalangan rakyat dalam tahun-tahun belakangan ini, meningkatkan tekanan pada kelompok-kelompok beriman untuk bergabung dengan Asosiasi Prostestan Tiga Mandiri Patriotik, atau Asosiasi Katolik Cina Patriotik, yang tidak berada di bawah Vatikan. Administrasi Presiden Xi Jinping menganggap kekristenan sebagai barang impor luar negeri yang berbahaya, dan para pejabat tahun lalu memperingatkan tentang ‘infiltrasi kekuatan musuh dari Barat’ dalam bentuk agama. …Para otoritas di Korps 31, Produksi dan Konstruksi, dalam resimen agrikultur, yaitu bagian dari organisasi daerah yang didukung oleh militer, yang disebut juga bingtuan, pada tanggal 19 Februari, memerintahkan dua gereja rumah untuk tutup, cerita sumber-sumber lokal kepada RFA. Kedua gereja itu diserbu oleh polisi lokal dan lusinan pejabat dari biro urusan agama lokal, dengan 21 anggotanya dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan, kata mereka. Seorang anggota sebuah gereja rumah Protestan di wilayah Ili (Yili) Kazakh, memberitahu RFA pada hari Kamis bahwa polisi lokal telah memberikan hukuman penjara jangka pendek kepada anggota-anggota gereja di wilayah tersebut. ‘Kami tidak berani berkumpul untuk berbakti sekarang,’ kata anggota gereja tersebut. ‘Polisi mengatakan bahwa ini bagian dari pencegahan terorisme di Xinjiang, dan bahwa mereka tidak akan mengizinkan perkumpulan bahkan beberapa orang saja.’”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Seorang Kristen Ditembak Mati dan Putranya Dibakar Hidup-Hidup oleh Isis di Mesir

(Berita Mingguan GITS 18 Maret 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dicuplik dari “ISIS Terror Grows in Egypt,” Christian Today, 23 Feb. 2017: “Seorang lelaki Kristen telah ditembak mati dan putranya dibakar hidup-hidup di Mesir, menurut laporan dari daerah itu. Saad Hana, 65 tahun, dan putranya Medhat, 45 tahun, dibunuh di El-Arish, Sinai Utara, dalam gelombang kekerasan terbaru terhadap orang Kristen. Bapa Youssef Sobhy, dari Gereja Koptik Ortodoks Mar Girgis di El-Arish, mengatakan bahwa tiga orang bertopeng menyerang ayah dan anah itu di rumah mereka. ‘Orang-orang itu mengetuk pintu rumah orang Kristen tersebut, dan Medhat membuka pintu,’ Sobhy memberitahu International Christian Concern. ‘Orang-orang itu menembak ayahnya yang tua, Saad Hanna, di kepala, lalu mereka membakar rumah itu.’ Diperkirakan akan ada lebih banyak lagi orang Kristen yang dijadikan target sambil penganiayaan ini berlanjut, sesuai dengan pernyataan-pernyataan kelompok teror tersebut. Beberapa hari yang lalu, kelompok-kelompok teror di Mesir yang beraliansi dengan ISIS mengatakan bahwa orang Kristen adalah ‘mangsa favorit’ mereka.” Catatan Akhir: Gereja Koptik Ortodoks memberitakan Injil palsu, yaitu Injil sakramental. Tetapi faktanya tetap adalah bahwa orang-orang ini diserang dan dianiaya oleh pejihad Muslim dalam konteks sebagai orang Kristen.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment