Gembala Sidang dari Mega-Church Pantekosta di Singapura Dipenjarakan Karena Penyalahgunaan Dana

(Berita Mingguan GITS 28 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kong Hee, pendiri dan gembala senior dari sebuah megachurch Pantekosta di Singapura, telah dijatuhi delapan tahun penjara karena penyalahgunaan dana gereja untuk mendukung karir menyanyi pop istrinya. Lima pemimpin gereja lainnya dijatuhi hukuman berkisar antara 21 bulan hingga enam tahun. Jumlah dana yang disalahgnakan oleh para pemimpin City Harvest Church (CHC) adalah $35 juta. Korupsi sebesar ini cukup jarang di negara tersebut, yang memiliki reputasi hukum dan keteraturan yang tinggi. Ternyata malah seorang gembala sidang kharismatik yang membuat tonggak korupsi yang sedemikian tinggi dan membuat kekristenan menjadi bahan tertawaan di hadapan seluruh negeri! Penyanyi pop tersebut, Ho Yeow Sun, baru-baru ini ditahbiskan menjadi seorang gembala di gereja tersebut. Dia akan bisa meneruskan bisnis keluarga mereka sementara suaminya di penjara. Michael Scales dari New York’s Christian College adalah yang menahbiskan dia, dengan memberikan kata-kata konyol, “Saya berdoa agar ketika dia [Ho Yeow Sun] berbicara, api akan keluar dari perutnya.” Ho Sun adalah seorang penyanyi lalu pop Cina yang menjalani kehidupan seorang bintang pop, lengkap dengan pakaian yang tidak sopan, pesta-pesta champagne, dan video-video rock yang sangat sensual. Seorang teman yang memberikan informasi yang membantu riset saya berkomentar, “Saya melihat beberapa video dia, tetapi tidak dapat menayangkannya karena isinya yang keji.” Seorang teman gembala sidang Baptis di Singapura menulis, “Baru akhir pekan lalu saya mengetahui bahwa video musiknya yang parah dan mirip pelacur (‘China Wine’) ditayangkan di gereja CHC ketika pertama diluncurkan. Sangat sulit membayangkan ada suami yang secara sukarela mau mempertontonkan istrinya di gereja dengan pakaian seperti pelacur, menari-nari mirip pelacur, dan parahnya lagi, ini seorang istri gembala.” Kong Hee dan pemimpin lain City Harvest yang telah didapatkan bersalah di pengadilan Singapura yang tidak main-main itu, masih mencoba mempertahankan bahwa mereka tidak bersalah, walaupun telah terbukti bahwa mereka menaruh jutaan dolar ke dalam investasi saham bohongan dan mencoba menutupi tindakan mereka dari mata hukum. Menurut Gospel Herald, 29 Oktober 2015, gereja itu memihak pada para pemimpin mereka yang jahat (“City Harvest Founder Kong Hee Thanks Congregation for ‘Grace and Love’ as Wife Sun Ho Is Ordained as Pastor,” 29 Okt. 2015). Ini menunjukkan bahwa tidak ada integritas di seluruh jemaat tersebut. Mereka telah dibutakan dan secara moral dibuat mati rasa melalui dosis tinggi mistikisme satanik yang disajikan melalui musik rock, pengalaman-pengalaman kharismatik, dan doktrin-doktrin palsu. Kong Hee mengikuti jejak banyak pemimpin Pantekosta-Kharismatik terkenal lainnya yang telah mempermalukan nama Yesus Kristus di hadapan dunia yang tertawa terbahak-bahak, sebagaimana telah kami dokumentasikan. Tahun lalu, David Yonggi Cho, pendiri dari Yoido Full Gospel Church di Seoul, Korea Selatan, yang sudah lama digelari sebagai gereja terbesar di dunia, dijatuhi tiga tahun penjara karena korupsi dan menyalahgunakan kepercayaan (“”David Yonggi Cho,” The Gospel Herald, 21 Feb. 2014). Cho, salah satu mentor Kong Hee, didapati bersalah menyebabkan kerugian $12 juta bagi gereja dengan cara menyuruh para pengerja membeli saham anak sulungnya, Cho Hee-jun, dengan harga empat kali lipa pasaran. Hukuman tiga tahun penjara bagi David Cho ditangguhkan karena usianya, tetapi dia diperintahkan untuk membayar penalti $4,7 juta, dan hukuman penjara tiga tahun bagi Cho Hee-jun tidak ditangguhkan.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Serangan Paris dan Menari dengan Iblis

(Berita Mingguan GITS 28 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dancing with the Devil” oleh Charles Gardner, Israel Today, 19 Nov. 2015: “Bahkan sebelum saya tahu bahwa sasaran serangan pembunuhan massal di Paris adalah sebuah teater yang sampai baru-baru ini dimiliki oleh orang Yahudi, saya telah lama berpikir apakah kami orang-orang Barat sedang menuai hasil dari “menari dengan Iblis.” … Walikota London, Boris Johnson, menyebut para pelaku – yaitu teroris Negara Islam – sebagai ‘bidat kematian,’ dan itu memang sungguh demikian. Tetapi sepertinya para komentator tidak dapat melihat, atau sengaja tidak mau melihat, bahwa ada hubungan antara ekstrimisme jahat seperti ini dengan sifat gelap dari konser tersebut, tempat terjadinya kebanyakan korban jiwa hari itu. Band Metal Eagles of Death rupanya baru saja memulai lagu dengan judul Kiss the Devil ketika para teroris mulai menembak dan auditorium berubah menjadi sarang Iblis. Fantasi berubah menjadi realita, ketika salah seorang saksi menggambarkan situasi itu sebagai ‘neraka.’ … Hampir tidak ada media yang membicarakan nubuat Alkitab. Namun Alkitab justru bisa menerangkan banyak hal mengenai subjek yang gelap ini! Satu contoh saja adalah nubuat Alkitab bahwa dunia akan menjadi penuh dengan kekerasan – seperti pada zaman Nuh – menjelang datangnya kembali Yesus untuk mendirikan kerajaan damaiNya. Para politisi telah menyebut pembantaian di Paris sebagai ‘serangan terhadap kebudayaan.’ Tetapi respons saya adalah: budaya apa? Kita sepertinya terobsesi dengan fantasi yang gelap dan ngeri, dengan gambaran-gambaran kekerasan di rumah-rumah kita. Kita memberi selamat kepada diri sendiri dengan budaya ‘kebebasan,’ yang dibeli dengan harga mahal dua perang dunia, dan sebelum itu dengan darah para martir Kristen yang dibakar, digantung, dipenggal demi hak untuk menerbitkan dan menyiarkan Firman Allah. Tetapi hal-hal itu sekarang telah dibuang, digantikan dengan relativisme moral, yang hampir sama dengan tidak ada aturan untuk hidup; sekarang kita mempromosikan kematian (melalui aborsi dan euthanasia, misalnya) dan ngotot untuk mendefinisikan ulang pernikahan, keluarga, dan masyarakat. Homophobia dan Islamophobia adalah hal-hal yang secara politis tidak boleh dilakukan, menggantikan ‘Janganlah…’ dalam Sepuluh Perintah Allah. …Namun, secara tragis, pertahanan moral kita telah runtuh, tembok-tembok kita roboh, dan fondasi budaya Judeo-Kristen telah dilemahkan. Inilah alasannya kita terhuyung-huyung sebagai masyarakat yang dalam bahaya keruntuhan. Saya tidak bisa berbicara atas nama Perancis atau sisa Eropa, tetapi mengenai Inggris, waktu sudah hampir habis. …Kita pernah menjadi negara yang hebat, mengirim misi-misi ke seluruh dunia untuk membagikan kabar baik tentang Yesus yang mengubah hidup (ya, bahkan mengubah suatu bangsa). Tetapi kini kita telah melemparkan keluar apa yang pernah menjadi paling berharga bagi kita. Yesus menyuruh kita membangun di atas batu karang, kita telah membangun di atas pasir.”

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Rahasia Seorang Ibu

(Berita Mingguan GITS 21 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)
“Seseorang bertanya kepada seorang ibu yang anak-anaknya sangat sukses dalam Tuhan, mengenai apa sih rahasia yang dia pakai untuk mempersiapkan anak-anak itu sehingga berguna dalam hidup kekristenan. Tanpa keraguan ibu itu menjawab: ‘Ketika saya memandikan anak-anak saya, saya berdoa agar mereka dibasuh oleh darah Juruselamat yang mahal. Ketika saya memakaikan mereka baju, saya berdoa agar mereka dapat mengenakan pakaian keselamatan dan juga jubah kebenaran Allah. Ketika saya memberi mereka makan, saya berdoa agar mereka dapat diberi makan dari Roti Hidup. Ketika saya mengantar mereka ke sekolah, saya berdoa agar iman mereka dapat bersinar terang, makin hari makan terang hingga hari yang sempurna. Ketika saya menidurkan mereka, saya berdoa agar mereka dilingkupi dalam tangan sang Juruselamat yang kekal.’ Tidak heran bahwa anak-anaknya pada usia muda mengenal keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus dan menjadi perhiasan yang indah dalam segala hal-hal rohani! Betapa sukacita bagi hati ibu tersebut ketika anak-anaknya bangun dan menyebutnya berbahagia! Kini rahasia ibu ini sudah terbongkar, kiranya banyak ibu lain mengikutinya” (Moments for You, Mei/Juni 1988).

Posted in Keluarga | Leave a comment

Mengucap Syukur atas Gembala dengan Karakter Kristen yang Baik

(Berita Mingguan GITS 21 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini ditulis oleh Buddy Smith, dengan judul “Etika Pelayanan yang Menghilang,” 18 September 2015: “Betapa saya mengucap syukur kepada Tuhan untuk orang tua saya yang Kristen, untuk para guru sekolah minggu saya, dan terutama untuk Gembala saya. Dia tidak pernah main curang terhadap istrinya; dia tidak berbohong; dia tidak mencuri dari gereja; dia tidak pernah menutup mata jika ada seorang pemimpin nyanyi yang selingkuh dengan pianis, atau bahkan jika ada petugas kebersihan gereja yang main gitar di sebuah tempat minum-minum bir. Dia membedakan antara yang baik dan yang jahat dan tidak pernah mencampur keduanya. Dia berkhotbah tentang neraka, tentang separasi, tentang bahaya berdansa, film-film, perkataan kotor. Dia mengkhotbahkan Injil yang menyelamatkan dengan api dan kuasa. Dia memimpin gereja kami bertumbuh sementara semua gereja lain di kota menurun selama bulan-bulan musim panas. Dia memiliki karakter dan integritas dan moral dan kesalehan dan etika Kristen! Dia tahu apa yang benar dan dia bersikukuh pada hal itu, dan kami mengasihi dia karena pendiriannya itu! Dia gembala kami selama 13 tahun. Kami tidak pernah memiliki yang lebih baik! … Melalui Gembala sidang kami dan orang-orang yang membantu dia melayani, saya dapat menyaksikan kemunafikan dan penipuan banyak gembala sidang lain yang boleh dikatakan tidak memiliki etika Kristen sama sekali: Orang-orang yang menghabiskan uang gereja untuk diri mereka sendiri dan akhirnya diminta meninggalkan gereja; orang-orang yang memelihara wanita simpanan; orang-orang yang sambil tersenyum berbohong kepada jemaat mereka; orang-orang yang saling melindungi satu sama lain ketika mereka tertangkap; orang-orang yang memfitnah para saksi yang mempertanyakan tindakan immoral mereka; orang-orang yang mencuri uang janji iman yang sebenarnya untuk penginjilan dan menghabiskannya; orang-orang yang berusaha menghancurkan gereja orang lain; orang-orang yang berbohong kepada departemen pajak; dan orang-orang yang menutup gerejanya yang sedang kesulitan, menjual bangunannya, lalu mengantongi uang itu, dan banyak lagi, tak terceritakan yang lainnya.”

Posted in Renungan | 4 Comments

PETA Menuntut, Mewakili Monyet yang Selfie

(Berita Mingguan GITS 21 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Organisasi hak binatang, PETA (People for Ethical Treatment of Animals), telah menuntut fotografer David Slater, yang mempublikasikan foto-foto seekor monyet yang memakai kameranya untuk mengambil selfie. PETA mengklaim bahwa monyet tersebut seharusnya adalah pemilik legal dari foto itu dan harus menerima sebagian hasil penjualan foto (“PETA’s Lawsuit over a Monkey Selfie,” Petapixel.com, 12 Nov. 2015). Ini adalah suatu aksi cari perhatian, tetapi juga adalah usaha untuk membuat satu pengadilan, di mana saja, untuk menerima binatang sebagai entitas legal, dan dengan demikian membuat suatu preseden. “Gila” adalah gambaran yang akurat tentang orang-orang seperti ini. Pendiri PETA, Ingrid Newkirk, mengatakan, “Bentuk kehidupan yang terkecil, bahkan seekor semut atau kerang, sama dengan manusia,” dan “tidak ada alasan rasional untuk mengatakan bahwa manusia memiliki hak khusus.” Dia mengatakan, “Seekor tikus adalah seekor babi adalah seekor anjing adalah seorang anak.” Dia menyamakan kematian ayam broiler dengan pembunuhan Nazi terhadap orang Yahudi. Pada tahun 1990, dia memberitahu Reader Digest bahwa manusia “adalah penyakit paling besar di permukaan planet ini.” Namun demikian, dia dan teman-temannya belum juga menawarkan diri untuk secara sukarela mengurangi diri mereka sendiri dari dunia ini untuk menurunkan jumlah populasi. Orang-orang tipe PETA juga belum bisa menjawab pertanyaan berikut: “Jika evolusi itu benar, seperti yang kamu katakan, dan manusia hanyalah binatang dan kita datang dari kehampaan dan menuju kehampaan, dan tidak ada arti dan tujuan akhir dalam kehidupan dan tidak ada moralitas absolut, lalu mengapa perlu mempermasalahkan apa yang kita lakukan, kenapa tidak urus urusanmu sendiri?”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Mengenai Serangan Paris

(Berita Mingguan GITS 21 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari pemikiran tentang serangan teroris baru-baru ini oleh Hughie Seaborn, dari Cairns, Queensland, Australia, seorang mantan Pantekosta, tetapi hari ini adalah seorang sahabat Kebenaran, dan juga teman David Cloud: “Orang-orang Babilonia dan Siria telah masuk dan benar-benar berkubu di antara umat bangsa-bangsa yang telah menolak Allah dalam Alkitab dan yang menolak untuk mempertahankan Dia dalam pemikiran mereka. Peristiwa 11 September [2 pesawat menabrak WTC] di New York City kini terjadi lagi di negara-negara lain karena mereka telah menolak Allah yang benar dan membuat ‘allah’ dari imajinasi mereka sendiri. Para pemimpin bangsa-bangsa membuat keputusan yang aneh dan berbahaya tentang imigrasi, karena mereka telah menolak Allah, dan Dia telah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang aneh, sebagaimana tertulis dalam Roma pasal satu. Allah membawa musuh-musuhNya ke atas mereka untuk membuat orang-orang yang mengaku umatNya untuk merenung tentang jalan mereka yang jahat. Terkadang mereka bertobat, seperti di kitab Yoel, tetapi terkadang mereka bertambah buruk, seperti yang terjadi di Perancis. Seorang lelaki membawa pianonya ke tempat penembakan, tempat orang-orang baru saja ‘tanpa salah’ menikmati konser kotor Death Metal beberapa jam sebelumnya, lalu memainkan lagu John Lennon yang penuh hujat dan menolak Allah, ‘Imagine,’ (“Man bikes grand piano to attacked Paris concert hall, plays Lennon’s Imagine,” CBCNews, 14 Nov. 2015). Lagu itu berkata bahwa kita harus ‘membayangkan tidak ada Sorga atau Neraka, dan juga tidak ada agama’ (terutama yang sempit seperti yang percaya Alkitab). Mungkin orang ini seharusnya membawa pianonya ke Irak atau Siria dan memainkan lagu itu kepada ISIS. Tidak mau dikalahkan, Paus Fransiskus merespon serangan Paris dengan beranjak ke jendela yang memandang keluar ke St. Peter’s Square an mempersembahkan doa perdamaian dunia kepada ‘Maria, Ibu belas kasihan’ (“It’s blasphemy to use God’s name to justify violence,” Zenit.org, 15 Nov. 2015). Paus menyebut negara Perancis sebagai ‘putri sulung Gereja, seluruh Eropa dan seluruh dunia,’ mengacu kepada sejarah panjang Gereja Katolik di Perancis. Sepertinya tidak ada yang mau bertobat ya?”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Pakaian Ketat dan Ketidaksopanan

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Pakaian yang ketat merupakan potensi batu sandungan moral yang sama berbahaya bagi laki-laki dengan pakaian yang serba sedikit. Ketika kami menulis buku Dressing for the Lord pada tahun2007, kami meminta masukan dari banyak pihak, dan kebanyakan laki-laki yang merespon mengindikasikan bahwa ROK KETAT, BLOUSE KETAT, JEANS YANG MENEMPEL KULIT DENGAN KETAT, DAN PAKAIAN RENANG ONE-PIECE, memberikan suatu “godaan yang SANGAT BESAR” untuk hawa nafsu. Belakangan ini populer bagi wanita untuk memakai selapis celana panjang ketat di bawah rok mininya, dan mereka kira mereka sudah berpakaian sopan karena “tertutup,” tetapi pakaian seperti ini sangat menggoda. Dalam survei kami, seorang lelaki berkata bahwa pakaian ketat “sangat mengundang dan berpotensi untuk hawa nafsu.” Yang lain lagi berkata, “Tidak perlu sampai kelihatan kulit, karena semua lekukan sudah terlihat jelas.” Yang lain lagi berkata, “Saya menyatakan bahwa masalah nomor satu adalah pakaian apapun yang terlalu menempel tubuh, apakah itu jeans, celana, rok, gaun, kaus, apapun. Apapun yang ketat, tidak peduli berapa panjang, akan membuat bentuk tubuh terlihat tanpa perlu imajinasi, dan ini berarti tujuan berpakaian untuk menutupi tubuh menjadi percuma!” Yang lain lagi berkata: “Satu hal yang saya lihat di gereja saya adalah pakaian yang ketat. Hal ini menyingkapkan bentuk seorang wanita. Ini bahkan bisa lebih menggoda bagi seorang lelaki.” Yang lain lagi menulis: “Poinnya bukan pada tipe pakaian yang dapat menyandung seorang lelaki, tetapi seberapa pakaian itu menempel ketat pada tubuh.” Sebagian lelaki juga menyinggung bahwa jeans yang dipakai rendah juga menjadi masalah, bukan hanya karena pakaian seperti ini menggarisbawahi bentuk tubuh wanita, tetapi juga karena me-sugestikan perut yang terpapar, meskipun perut ditutup dengan kaos. Kaos yang dipakai dalam hal ini hampir selalu adalah kaos ketat.

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita | 6 Comments

Richard Dawkins Membuat Blunder Lagi Ketika Mempertahankan Dongengnya

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.answersingenesis.org)

Di CNN, tanggal 1 November 2015, pembaca acara TV Fareed Zakaria mewawancara zelot atheis Richard Dawkins. Dan tidak heran, Dawkins, dengan gayanya yang mengecilkan orang seperti biasa, mengejek semua orang yang percaya Allah menciptakan alam semesta dan semua kehidupan dan yang menolak percaya dongeng bahwa semua kehidupan mulai dari proses-proses alami. Dawkins secara spesifik menyerang Dr. Ben Carson, yang sedang mencalonkan diri sebagai kandidat Presiden AS. Dalam wawancara ini, Dawkins membuat klaim palsu (yang dia sudah buat berkali-kali) bahwa ‘evolusi adalah fondasi dari biologi dan biologi adalah fondasi dari kedokteran.’ Dia berlanjut mengatakan tentang Dr. Carson: ‘Dia jelas tidak memahami teori-teori fundamental dari subjeknya sendiri. Dan itu suatu tuduhan yang menakutkan.’ Sebenarnya, dengan membuat pernyataan yang sedemikian bodoh dan tidak masuk akal, Dawkins sedang membuktikan dirinya sendiri salah! Jelas sekali, Dr. Carson tidak perlu percaya evolusi untuk menjadi seorang ahli bedah saraf anak yang terkenal di dunia dengan keahlian tinggi, sejak usia 33 tahun, menerima 67 gelar doktor honerer, berhasil memisahkan bayi kembar siam, menjadi anggota Alpha Honor Medical Society, masuk dalam Horation Alger Society of Distinguished Americans, dipilih oleh majalah Time sebagai salah satu dari 20 dokter dan ilmuwan ternama, dan dipilih oleh Library of Congress sebagai salah satu dari ’89 Legenda hidup’ … bersama dengan banyak pencapaian lainnya. Bagaimanakah semua pencapaian ini dibandingkan dengan apa yang berhasil dilakukan oleh Richard Dawkins di dunia ini? Dan jika Dr. Carson bisa melakukan semua ini tanpa percaya evolusi, maka apa hubungannya evolusi dengan kedokteran? Sebagaimana saya menantang Bill Nye yang di TV muncul sebagai ‘the Science Guy’ (dan saya juga telah menantang Dawkins), tolong berikan satu contoh kemajuan teknologi (termasuk kemajuan teknologi kedokteran) yang tidak bisa muncul tanpa kepercayaan pada evolusi! Tetapi tidak ada contoh seperti itu. Evolusi bukanlah ‘fondasi’ dari biologi ataupun kedokteran! Evolusi adalah dongeng, mirip Putri Salju atau Putri Tidur!”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Skandal Sexting di SMA

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah sekolah SMA di Colorado sedang diselidiki polisi karena skandal sexting [Editor: sexting adalah praktek mengirimkan gambar-gambar alat kelamin atau tubuh telanjang diri sendiri lewat handphone kepada teman, biasanya pacar. Istilah ini pelesetan dari ‘texting’] besar-besaran, setelah beberapa ratus gambar-gambar tidak senonoh murid-murid di SMA tersebut ditemukan di berbagai telpon genggam. George Welsh, Kepala Pengawas di Distrik Sekolah Canon City, selatan dari Denver, mengatakan, “Mungkin tidak ada sekolah di Amerika Serikat saat ini, yang belum pernah berurusan dengan masalah sexting” (“Sexting Scandal,” CNN, 7 Nov. 2015). Dia menggambarkan suatu wabah moral, tetapi para otoritas ini hanya mengobati gejala saja. Masalah akarnya adalah hilangnya moral dalam setiap level masyarakat, terutama di industri entertainment. Tidaklah mungkin untuk secara efektif mengatasi masalah sexting tanpa mengontrol moral di hal-hal seperti musik, televisi, film-film, media sosial, dan video game. Pada level yang lebih mendalam, masalah hilangnya moral ini dalam suatu masyarakat yang notabene “Kristen,” adalah karena kesesatan dan kompromi berbagai gereja di Amerika Serikat. Amerika tidak lagi takut akan Tuhan karena takut akan Tuhan tidak lagi dikhotbahkan di kebanyakan mimbar-mimbarnya. Editor: Dalam dunia global yang terhubung dengan internet ini, fenomena di satu negara segera masuk ke negara lain. Masalah sexting sudah marak juga di Indonesia, dan orang tua harus semakin memastikan bahwa anak-anak mereka memahami moral yang baik secara internal, melalui pertobatan kepada Yesus Kristus.

Posted in Keluarga, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hukum Syariah dan Penghujatan

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam Hukum Syariah Islam, penghujatan dapat dijatuhi hukuman mati, tetapi penghujatan tidak terbatas pada kata-kata melawan Allah. Penghujatan termasuk mengatakan sesuatu yang negatif tentang Muhammad atau Quran, mengusulkan bahwa hukum Syariah itu tidak baik, atau “menolak keputusan ijma, yang adalah kesepakatan komunitas Islam atau umma” (Serge Trifkovic, The Sword of the Prophet, hal. 106). Hukum penghujatan dalam Syariah telah sering dipakai untuk menargetkan seseorang dengan tuduhan palsu. Ini sering terjadi di Pakistan dan tempat-tempat lain belakangan ini. Dan Syariah sering akhirnya mengizinkan terjadinya masyarakat main hakim sendiri, ketika khalayak ramai menjalankan “keadilan” mereka sendiri, dan melukai atau membunuh orang yang dituduh melakukan penghujatan. Tidak ada bukti yang diperlukan. Pada bulan November 2014, seorang pasangan suami istri Kristen di Pakistan dibakar hidup-hidup oleh kerumunan karena tuduhan penghujatan. Mereka dilemparkan ke dalam perapian batu bata di pabrik tempat mereka bekerja. Wanita itu sedang hamil dengan anak kelimanya. “Sambil pasangan itu sedang terbakar dan berteriak bahwa mereka tidak bersalah, kerumunan sedang berteriak ‘Allah hu Akbar,’ ‘mati bagi penghujat,’ ‘bunuh para kafir Kristen’” (“Christian Couple Burnt Alive,” Pakistan Christian Post, 7 Nov. 2014). Beberapa hukum Syariah lainnya adalah sebagai berikut: Seorang Muslim yang meninggalkan Islam dihukum mati. Seorang non-Muslim yang memimpin seorang Muslim keluar dari Islam dihukum mati. Pencurian dihukum dengan pemotongan tangan kanan. Kesaksian empat laki-laki diperlukan untuk membuktikan pemerkosaan terhadap seorang wanita. Seorang wanita yang telah diperkosa tidak bisa bersaksi di pengadilan melawan pemerkosanya.

Posted in Islam | Leave a comment