Mengenai Serangan Paris

(Berita Mingguan GITS 21 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari pemikiran tentang serangan teroris baru-baru ini oleh Hughie Seaborn, dari Cairns, Queensland, Australia, seorang mantan Pantekosta, tetapi hari ini adalah seorang sahabat Kebenaran, dan juga teman David Cloud: “Orang-orang Babilonia dan Siria telah masuk dan benar-benar berkubu di antara umat bangsa-bangsa yang telah menolak Allah dalam Alkitab dan yang menolak untuk mempertahankan Dia dalam pemikiran mereka. Peristiwa 11 September [2 pesawat menabrak WTC] di New York City kini terjadi lagi di negara-negara lain karena mereka telah menolak Allah yang benar dan membuat ‘allah’ dari imajinasi mereka sendiri. Para pemimpin bangsa-bangsa membuat keputusan yang aneh dan berbahaya tentang imigrasi, karena mereka telah menolak Allah, dan Dia telah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang aneh, sebagaimana tertulis dalam Roma pasal satu. Allah membawa musuh-musuhNya ke atas mereka untuk membuat orang-orang yang mengaku umatNya untuk merenung tentang jalan mereka yang jahat. Terkadang mereka bertobat, seperti di kitab Yoel, tetapi terkadang mereka bertambah buruk, seperti yang terjadi di Perancis. Seorang lelaki membawa pianonya ke tempat penembakan, tempat orang-orang baru saja ‘tanpa salah’ menikmati konser kotor Death Metal beberapa jam sebelumnya, lalu memainkan lagu John Lennon yang penuh hujat dan menolak Allah, ‘Imagine,’ (“Man bikes grand piano to attacked Paris concert hall, plays Lennon’s Imagine,” CBCNews, 14 Nov. 2015). Lagu itu berkata bahwa kita harus ‘membayangkan tidak ada Sorga atau Neraka, dan juga tidak ada agama’ (terutama yang sempit seperti yang percaya Alkitab). Mungkin orang ini seharusnya membawa pianonya ke Irak atau Siria dan memainkan lagu itu kepada ISIS. Tidak mau dikalahkan, Paus Fransiskus merespon serangan Paris dengan beranjak ke jendela yang memandang keluar ke St. Peter’s Square an mempersembahkan doa perdamaian dunia kepada ‘Maria, Ibu belas kasihan’ (“It’s blasphemy to use God’s name to justify violence,” Zenit.org, 15 Nov. 2015). Paus menyebut negara Perancis sebagai ‘putri sulung Gereja, seluruh Eropa dan seluruh dunia,’ mengacu kepada sejarah panjang Gereja Katolik di Perancis. Sepertinya tidak ada yang mau bertobat ya?”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Pakaian Ketat dan Ketidaksopanan

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Pakaian yang ketat merupakan potensi batu sandungan moral yang sama berbahaya bagi laki-laki dengan pakaian yang serba sedikit. Ketika kami menulis buku Dressing for the Lord pada tahun2007, kami meminta masukan dari banyak pihak, dan kebanyakan laki-laki yang merespon mengindikasikan bahwa ROK KETAT, BLOUSE KETAT, JEANS YANG MENEMPEL KULIT DENGAN KETAT, DAN PAKAIAN RENANG ONE-PIECE, memberikan suatu “godaan yang SANGAT BESAR” untuk hawa nafsu. Belakangan ini populer bagi wanita untuk memakai selapis celana panjang ketat di bawah rok mininya, dan mereka kira mereka sudah berpakaian sopan karena “tertutup,” tetapi pakaian seperti ini sangat menggoda. Dalam survei kami, seorang lelaki berkata bahwa pakaian ketat “sangat mengundang dan berpotensi untuk hawa nafsu.” Yang lain lagi berkata, “Tidak perlu sampai kelihatan kulit, karena semua lekukan sudah terlihat jelas.” Yang lain lagi berkata, “Saya menyatakan bahwa masalah nomor satu adalah pakaian apapun yang terlalu menempel tubuh, apakah itu jeans, celana, rok, gaun, kaus, apapun. Apapun yang ketat, tidak peduli berapa panjang, akan membuat bentuk tubuh terlihat tanpa perlu imajinasi, dan ini berarti tujuan berpakaian untuk menutupi tubuh menjadi percuma!” Yang lain lagi berkata: “Satu hal yang saya lihat di gereja saya adalah pakaian yang ketat. Hal ini menyingkapkan bentuk seorang wanita. Ini bahkan bisa lebih menggoda bagi seorang lelaki.” Yang lain lagi menulis: “Poinnya bukan pada tipe pakaian yang dapat menyandung seorang lelaki, tetapi seberapa pakaian itu menempel ketat pada tubuh.” Sebagian lelaki juga menyinggung bahwa jeans yang dipakai rendah juga menjadi masalah, bukan hanya karena pakaian seperti ini menggarisbawahi bentuk tubuh wanita, tetapi juga karena me-sugestikan perut yang terpapar, meskipun perut ditutup dengan kaos. Kaos yang dipakai dalam hal ini hampir selalu adalah kaos ketat.

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita | 6 Comments

Richard Dawkins Membuat Blunder Lagi Ketika Mempertahankan Dongengnya

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.answersingenesis.org)

Di CNN, tanggal 1 November 2015, pembaca acara TV Fareed Zakaria mewawancara zelot atheis Richard Dawkins. Dan tidak heran, Dawkins, dengan gayanya yang mengecilkan orang seperti biasa, mengejek semua orang yang percaya Allah menciptakan alam semesta dan semua kehidupan dan yang menolak percaya dongeng bahwa semua kehidupan mulai dari proses-proses alami. Dawkins secara spesifik menyerang Dr. Ben Carson, yang sedang mencalonkan diri sebagai kandidat Presiden AS. Dalam wawancara ini, Dawkins membuat klaim palsu (yang dia sudah buat berkali-kali) bahwa ‘evolusi adalah fondasi dari biologi dan biologi adalah fondasi dari kedokteran.’ Dia berlanjut mengatakan tentang Dr. Carson: ‘Dia jelas tidak memahami teori-teori fundamental dari subjeknya sendiri. Dan itu suatu tuduhan yang menakutkan.’ Sebenarnya, dengan membuat pernyataan yang sedemikian bodoh dan tidak masuk akal, Dawkins sedang membuktikan dirinya sendiri salah! Jelas sekali, Dr. Carson tidak perlu percaya evolusi untuk menjadi seorang ahli bedah saraf anak yang terkenal di dunia dengan keahlian tinggi, sejak usia 33 tahun, menerima 67 gelar doktor honerer, berhasil memisahkan bayi kembar siam, menjadi anggota Alpha Honor Medical Society, masuk dalam Horation Alger Society of Distinguished Americans, dipilih oleh majalah Time sebagai salah satu dari 20 dokter dan ilmuwan ternama, dan dipilih oleh Library of Congress sebagai salah satu dari ’89 Legenda hidup’ … bersama dengan banyak pencapaian lainnya. Bagaimanakah semua pencapaian ini dibandingkan dengan apa yang berhasil dilakukan oleh Richard Dawkins di dunia ini? Dan jika Dr. Carson bisa melakukan semua ini tanpa percaya evolusi, maka apa hubungannya evolusi dengan kedokteran? Sebagaimana saya menantang Bill Nye yang di TV muncul sebagai ‘the Science Guy’ (dan saya juga telah menantang Dawkins), tolong berikan satu contoh kemajuan teknologi (termasuk kemajuan teknologi kedokteran) yang tidak bisa muncul tanpa kepercayaan pada evolusi! Tetapi tidak ada contoh seperti itu. Evolusi bukanlah ‘fondasi’ dari biologi ataupun kedokteran! Evolusi adalah dongeng, mirip Putri Salju atau Putri Tidur!”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Skandal Sexting di SMA

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah sekolah SMA di Colorado sedang diselidiki polisi karena skandal sexting [Editor: sexting adalah praktek mengirimkan gambar-gambar alat kelamin atau tubuh telanjang diri sendiri lewat handphone kepada teman, biasanya pacar. Istilah ini pelesetan dari ‘texting’] besar-besaran, setelah beberapa ratus gambar-gambar tidak senonoh murid-murid di SMA tersebut ditemukan di berbagai telpon genggam. George Welsh, Kepala Pengawas di Distrik Sekolah Canon City, selatan dari Denver, mengatakan, “Mungkin tidak ada sekolah di Amerika Serikat saat ini, yang belum pernah berurusan dengan masalah sexting” (“Sexting Scandal,” CNN, 7 Nov. 2015). Dia menggambarkan suatu wabah moral, tetapi para otoritas ini hanya mengobati gejala saja. Masalah akarnya adalah hilangnya moral dalam setiap level masyarakat, terutama di industri entertainment. Tidaklah mungkin untuk secara efektif mengatasi masalah sexting tanpa mengontrol moral di hal-hal seperti musik, televisi, film-film, media sosial, dan video game. Pada level yang lebih mendalam, masalah hilangnya moral ini dalam suatu masyarakat yang notabene “Kristen,” adalah karena kesesatan dan kompromi berbagai gereja di Amerika Serikat. Amerika tidak lagi takut akan Tuhan karena takut akan Tuhan tidak lagi dikhotbahkan di kebanyakan mimbar-mimbarnya. Editor: Dalam dunia global yang terhubung dengan internet ini, fenomena di satu negara segera masuk ke negara lain. Masalah sexting sudah marak juga di Indonesia, dan orang tua harus semakin memastikan bahwa anak-anak mereka memahami moral yang baik secara internal, melalui pertobatan kepada Yesus Kristus.

Posted in Keluarga, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hukum Syariah dan Penghujatan

(Berita Mingguan GITS 14 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam Hukum Syariah Islam, penghujatan dapat dijatuhi hukuman mati, tetapi penghujatan tidak terbatas pada kata-kata melawan Allah. Penghujatan termasuk mengatakan sesuatu yang negatif tentang Muhammad atau Quran, mengusulkan bahwa hukum Syariah itu tidak baik, atau “menolak keputusan ijma, yang adalah kesepakatan komunitas Islam atau umma” (Serge Trifkovic, The Sword of the Prophet, hal. 106). Hukum penghujatan dalam Syariah telah sering dipakai untuk menargetkan seseorang dengan tuduhan palsu. Ini sering terjadi di Pakistan dan tempat-tempat lain belakangan ini. Dan Syariah sering akhirnya mengizinkan terjadinya masyarakat main hakim sendiri, ketika khalayak ramai menjalankan “keadilan” mereka sendiri, dan melukai atau membunuh orang yang dituduh melakukan penghujatan. Tidak ada bukti yang diperlukan. Pada bulan November 2014, seorang pasangan suami istri Kristen di Pakistan dibakar hidup-hidup oleh kerumunan karena tuduhan penghujatan. Mereka dilemparkan ke dalam perapian batu bata di pabrik tempat mereka bekerja. Wanita itu sedang hamil dengan anak kelimanya. “Sambil pasangan itu sedang terbakar dan berteriak bahwa mereka tidak bersalah, kerumunan sedang berteriak ‘Allah hu Akbar,’ ‘mati bagi penghujat,’ ‘bunuh para kafir Kristen’” (“Christian Couple Burnt Alive,” Pakistan Christian Post, 7 Nov. 2014). Beberapa hukum Syariah lainnya adalah sebagai berikut: Seorang Muslim yang meninggalkan Islam dihukum mati. Seorang non-Muslim yang memimpin seorang Muslim keluar dari Islam dihukum mati. Pencurian dihukum dengan pemotongan tangan kanan. Kesaksian empat laki-laki diperlukan untuk membuktikan pemerkosaan terhadap seorang wanita. Seorang wanita yang telah diperkosa tidak bisa bersaksi di pengadilan melawan pemerkosanya.

Posted in Islam | Leave a comment

Semakin Banyak Mitologi dari Dawkins

(Berita Mingguan GITS 7 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Richard Dawkins, penulis dari The Blind Watchmaker, yang mengangkat diri sebagai pelindung kebenaran ilmiah, sebenarnya adalah pelindung mitologi. Fabel-fabel yang dia kemukakan termasuk berikut: bahwa alam semesta yang sangat kompleks dan rumit ini muncul dari suatu “ledakan besar” (big bang); bahwa kehidupan muncul dari benda mati; dan bahwa bentuk kehidupan yang begitu kompleks sehingga tidak terpahami, muncul dari hal-hal acak. Injil mitologinya adalah bahwa manusia muncul dari kehampaan, tidak memiliki tujuan akhir, tidak bertanggung jawab kepada siapapun, dan tidak sedang menuju ke mana-mana. Mitos yang terbaru dari Dawkins adalah bahwa kecintaan Amerika terhadap ‘agama’ sedang menghalangi kemajuan ilmu pengetahuannya, dan dia mengusulkan pendidikan yang lebih sekuler lagi sebagai solusi. Dia mengatakan, “Tidak diragukan lagi Amerika adalah kekuatan ilmiah yang paling besar di dunia. Sepanjang sejarah belum pernah ada yang seperti Amerika modern sebagai pemimpin dalam bidang ilmu pengetahuan. …Yang luar biasa adalah bahwa Amerika menjadi negara pemimpin dalam sains walaupun terkekang oleh setan ini, yaitu beban kebodohan dan takhayul [kepercayaan akan Allah dan penciptaan]” (“Religion is holding America back,” Business Insider, 30 Okt. 2015).

Apakah benar pernyataan Dawkins bahwa kepercayaan pada Allah, terutama Allah dalam Alkitab, menghalangi kemajuan sains dapat dengan mudah diuji dalam laboratorium sejarah. Pertama, jika kepercayaan seperti itu menghalangi sains dan jika atheisme memajukan sains, maka sains modern seharusnya muncul dari kebudayaan yang tidak Kristen, tetapi bukan itu yang terjadi. Kebanyakan dari bapa-bapa ilmu pengetahuan modern berpegang pada cara Alkitab menggambarkan dunia. Dan jika kepercayaan pada Alkitab sebagai Firman Allah menghalangi sains dan jika atheisme memajukannya, Amerika semestinya jauh tertinggal dari Rusia dan Cina dalam hal kemajuan ilmu pengetahuan. Tentu saja ini tidak benar dan tidak terjadi. Para “Komunis yang tidak bertuhan” malah sering mencuri teknologi yang dikembangkan Amerika untuk bisa tetap bersaing. Malah kenyataannya, ada korelasi langsung antara kehebatan teknologi Amerika dengan rasa hormatnya pada Allah. Sejak permulaan, Amerika ada negara yang dipengaruhi kuat oleh kekristenan, dan Alkitab adalah Buku-nya yang paling dihormati, ditinggikan di gereja-gerejanya, dikutip oleh para presiden dan hakim-hakimnya, disimpan di rumah-rumahnya, dan diajarkan di sekolah-sekolahnya. Ketika Amerika kehilangan rasa hormat pada Alkitab dan sambil atheisme menyebar, justru saat itulah ia tidak lagi menang secara teknologi dan kehilangan banyak kekuatan, kehormatan, dan kekayaan. Richard Dawkins menjadi terkenal melalui menjual kebenciannya terhadap Allah Yehovah di zaman penghujatan dan penyembahan diri ini. Bukunya, God Delusion, terjual lebih dari tiga juta kopi, tetapi Yesus Kristus bertanya, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Mat. 16:26). Menurut Yesus, manusia memiliki jiwa; jiwa itu bisa terhilang; dan menyelamatkannya lebih berharga dari seluruh dunia. Saya, akan menaruh hidup dan nasib kekal saya pada kata-kata Yesus.

Posted in Science and Bible | 4 Comments

Hukum Rimba Adalah Kerjasama

(Berita Mingguan GITS 7 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 17 Februari 2015: “Menurut evolusi, sejarah biologis berwarna merah darah, akibat perjuangan taring dan cakar. Dalam pandangan ini, makhluk-makhluk hidup bersaing satu sama lain. Yang paling kuat bertahan hidup, dengan mengenyahkan yang kurang kuat. Dalam sebuah hutan, ini berarti pohon saling bersaing satu sama lain demi sinar matahari, air, dan nutrien-nutrien. Pohon yang lebih tinggi mendapat keuntungan sinar sekaligus menghalangi yang lebih pendek. Tetapi sebenarnya, hukum rimba yang sebenarnya adalah kerjasama. Apa yang terjadi di lantai hutan sangatlah essensial bagi hutan itu sendiri. Akar pohon mengumpulkan air dan nutrien dari tanah. Tambahan lagi, jamur hidup di antara akr-akar, mendapat makan dari getah dan molekul karbon lainnya yang dihasilkan pohon. Sebagai ganti, jamur-jamuran membantu membuat nutrien di tanah itu tersedia bagi pepohonan. Gambaran kerjasama bahkan lebih mendalam lagi. Para peneliti telah belajar bahwa para pohon sendiri juga bekerja sama satu sama lain. Kerjasama ini eksis bahkan antar spesies. Para peneliti menudungi pohon tertentu, lalu membiarkan yang lainnya terkena matahari. Menandai pohon-pohon dengan isotop karbon yang berbeda, para ilmuwan terkejut menjumpai molekul karbon yang dibuat oleh pohon-pohon yang terkena sinar matahari bisa muncul di pohon-pohon yang tidak mendapat sinar! Pohon-pohon yang bertumbuh baik membantu pohon-pohon yang tidak mampu melakukan fotosintesis, walaupun spesies mereka berbeda. Jadi hukum rimba yang sejati adalah kerjasama. Bukan ‘yang kuat yang bertahan hidup,’ kerjasama antara makhluk hidup ini menyingkapkan desain yang cermat yang dibuat oleh Pencipta yang mengasihi.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Hari Vegan Dunia

(Berita Mingguan GITS 7 November 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Hari Vegan Dunia adalah 1 November. Dimulai pada tahun 1994 oleh Louise Wallis, ketua dari The Vegan Society, hari ini dikhususkan untuk mempromosikan vegetarianisme dan “hak binatang.” Berbicara dari sudut pandang Alkitab, tidak ada apa-apa yang spesial sehat atau rohani tentang vegetarianisme. Allah mengizinkan manusia makan binatang sebelum (Kej. 9:3-4) dan selama hukum Musa (Im. 11:3), dan Ia memperbaharui kebebasan ini di zaman Gereja. Faktanya, melarang orang makan daging adalah pengajaran setan-setan (1 Tim. 4:1-5).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Tim Keller: Mendefinisikan Ulang Dosa dan Membenarkan Kecintaan Terhadap Budaya Pop

(Berita Mingguan GITS 31 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Redefining Sin” oleh E.S. Williams: “Dalam bukunya Every Good Endeavour (2012), Tim Keller, pendiri dari The Gospel Coalition dan seorang New Calvinist yang prominen, menyatakan kekecewaannya bahwa orang-orang Kristen tidak lebih banyak terlibat dengan budaya populer [Editor: maksudnya film-film, musik, entertainment duniawi]. Dia menulis: “Reaksi orang Kristen terhadap budaya populer dalam delapan puluh tahun terakhir selalu adalah sikap menjauhi atau tidak mau terlibat. …Mengapa tidak mau terlibat dengan budaya kita? Satu alasan adalah suatu pandangan tentang dosa yang ‘tipis’ atau legalistik, yaitu dosa dilihat sebagai suatu rangkaian tindakan tidak taat pada aturan-aturan Allah. Jadi orang Kristen mengejar pertumbuhan iman pada umumnya dengan cara mencari lingkungan yang membuat dia lebih cenderung tidak melakukan tindakan-tindakan dosa tersebut. … Pandangan dosa seperti ini berpadanan dengan ketidakmengertian tentang betapa mendalam dan kayanya karya kasih karunia Kristus bagi kita. …Jika kita memiliki pandangan yang tipis tentang dosa, kita akan merasa aman jika kita menghilangkan dari pandangan kita apapun yang dapat menggoda kita untuk melakukan tindakan-tindakan immoralitas seksual, kata-kata kotor, berbohong, atau melakukan kekerasan” (Keller, Every Good Endeavor, hal. 192, 193). … Dia mengatakan bahwa orang-orang Kristen, yang memegang pandangan dosa seperti itu, adalah kaum ‘legalis’ yang menarik diri dari budaya populer dunia untuk menghindari situasi-situasi yang dapat menggoda mereka untuk melakukan ‘dosa-dosa tipis,’ seperti tindakan seksual immoral, berkata-kata kotor, kebohongan, atau kekerasan.

Pada saat ini kita sepatutnya mengecek definisi Alkitab tentang dosa. Alkitab menggambarkan dosa sebagai melanggar hukum Allah (1 Yoh. 3:4). Dosa juga didefinisikan sebagai pemberontakan melawan Allah (Ul. 9:7 ‘menentang’), yang memisahkan orang berdosa dari Allah (Yes. 59:2). Dosa adalah pelanggaran terhadap sifat Allah yang kudus, dan semua dosa adalah utamanya dosa melawan Allah. … Penilaian Keller adalah salah total, karena justru mereka yang memiliki, yang dia sebut, ‘pandangan tipis’ tentang dosa, mereka itulah yang telah tertusuk tentang dosa dan pemberontakan mereka melawan hukum Allah yang kudus dan memahami bahwa satu-satunya harapan keselamatan adalah kasih karunia Allah sebagaimana disingkapkan pada Salib Kristus. Orang-orang Kristen lahir baru, yang telah dimeteraikan oleh Roh Kudus dan yang berdiri dalam kasih karunia Allah untuk keselamatan mereka, adalah orang-orang yang senang akan hukum moral Allah dan berusaha untuk menaatinya dengan segenap hati mereka, dan melakukan apapun untuk menuruti apa yang Keller sebut sebagai ‘aturan-aturan Allah.’ [Inilah kasih karunia Allah yang sejati, lihat Titus 2:11-15] … Pandangan Keller tentang dosa yang ‘tebal’ mendorong orang Kristen untuk terlibat dalam budaya duniawi … Tetapi Kitab Suci tidak membuat perbedaan antara dosa tipis dengan dosa tebal. Alkitab mengajarkan bahwa dosa datang dari hawa nafsu dan keinginan dalam hati manusia yang sangat jahat dan licik (Yak. 1:14-15). Penggolongan yang dilakukan Keller terhadap dosa menjadi tipis dan tebal sama sekali tanpa otoritas Kitab Suci dan murni adalah hasil imajinasi dia yang bodoh; pandangan ini juga menyesatkan, karena menyajikan pandangan dosa yang salah dan berbahaya, yang mengecilkan ketidaktaatan terhadap hukum moral Allah, mengusulkan bahwa orang Kristen harus terlibat dengan hal-hal duniawi untuk mengatasi apa yang Keller sebut ‘dorongan kompulsif hati mereka untuk menghasilkan berhala.’ … Kitab Suci memperingatkan bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yak.4:4). Orang-orang Kristen tidak boleh menjadi sama dengan pola dunia (Roma 12:1-2; Ef. 5:11; 1 Yoh. 2:15-17). … Allah memerintahkan umatNya untuk memisahkan diri dari hal-hal dunia (2 Kor. 6:17).”

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Norwegia Terpesona dengan Hantu

(Berita Mingguan GITS 31 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah artikel di New York Times baru-baru ini mendokumentasikan keterpesonaan Norwegia dengan masalah hantu. “Sementara gereja-gereja di sini kosong dan kepercayaan kepada Allah, menurut jajak pendapat, terus menurun, kepercayaan, atau minimal keterpesonaan dengan, hantu dan roh-roh justru meningkat. Bahkan dalam keluarga kerajaan Norwegia, yang diharuskan oleh hukum untuk ikut dalam Evangelical Lutheran Church, telah bermain-main dengan hantu. Seorang putri kerajaan pernah memberikan tips-tips mengenai bagaimana caranya mengontak roh-roh” (“Norway Has a New Passion: Ghost Hunting,” New York Times, 24 Okt. 2015). Ini hanyalah laporan-laporan terbaru yang telah mendokumentasikan kecintaan terhadap hal-hal okultik yang semakin meningkat di Eropa. “Seni membaca telapak tangan, bola kristal, dan astrologi, tidak pernah sepopuler sekarang ini” (“Europe’s Love of the Occult,” New York Times, 15 Agus. 2007). Kebanyakan negara Eropa berbalik dari kekafiran penyembahan berhala kepada Roma Katolik di milenium pertama. Banyak di antara mereka berpaling kepada Protestanisme di milenium kedua; sekarang mereka kembali lagi kepada kekafiran. Ilmu pengetahuan yang atheistik membuat manusia merasa kosong, dan banyak pertanyaan-pertanyaan dasar kehidupan yang tidak terjawab. “Ilmu pengetahuan” tidak dapat menjawab hal-hal dasar kehidupan, seperti dari mana asal manusia, mengapa ia begitu berbeda dari binatang, apa tujuan manusia, bagaimana manusia harus hidup, apakah ada Allah, dan jika ada seperti apa Dia, dan apa yang yang akan terjadi setelah kematian?

Posted in Okultisme | Leave a comment