Gereja Inggris Sedang Mati

(Berita Mingguan GITS 31 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Gereja Inggris sedang dalam spiral kematian, dengan hanya 17% orang Inggris yang mengidentifikasikan diri sebagai Anglikan (turun dari 40% pada tahun 1983), sementara 49% mengidentifikasikan diri “tidak memiliki iman keagamaan.” Jumlah orang yang secara rutin menghadiri gereja-gereja Anglikan sangatlah kecil. Satu dari empat paroki Anglikan memiliki kurang dari 10 pengunjung rutin. Gereja Inggris memang tidak pernah didirikan atas fondasi yang Alkitabiah, dan dalam setengah abad terakhir, gereja ini melakukan bunuh diri melalui sikap tidak percaya dan liberalisme. Pada tahun 1953, Uskup Agung Canterbury [Editor: pemimpin rohani gereja Anglikan], William Temple, mengatakan bahwa “tidak ada yang namanya kebenaran yang diwahyukan.” Pada tahun 1961, Uskup Agung Canterbury Michael Ramsey mengatakan, “…surga bukanlah tempat untuk hanya orang Kristen….Saya yakin akan melihat banyak orang atheis hari ini di sorga nanti” (London Daily Mail, 2 Okt. 1961). Pada tahun 1982, Uskup Agung Canterbury Robert Runcie mengatakan bahwa dia agnostik (tidak tahu) tentang mengapa Yesus menderita di atas kayu salib (Sunday Times Weekly Review, London, 11 April 1982). Pada tahun 1984, David Jenkins, Uskup di Durham, menggambarkan kebangkitan Yesus sebagai “suatu trik sulap dengan tulang-tulang” (AP, St. Louis Post Dispatch, 28 Okt. 1984), dan dua tahun kemudian, Jenkins menyebut Allah dalam Alkitab sebagai “suatu berhala bidat” (Ecumenical Press Service, 16-21 Juli 1986). Pada tahun 1984, Associated Press melaporkan bahwa hanya 20 dari 31 uskup Gereja Inggris yang mengikuti jajak pendapat yang bersikukuh bahwa orang Kristen harus menerima Yesus sebagai Allah sekaligus manusia. Pada tahun 1994, dilaporkan oleh Sunday Time (31 Juli) bahwa sekurangnya 100 imam Anglikan adalah atheis yang tidak percaya akan “Allah yang supranatural di luar dari manusia sendiri.” Pada tahun 1996, Uskup Agung Canterbury George Carey, memarahi para “fundamentalis” yang menempatkan Alkitab “di atas dan di luar jangkauan pertanyaan manusia” (Christian News, 9 Des. 1996). Pada tahun 1997, sebuah survei menemukan bahwa 31% dari pejabat Anglikan di Inggris tidak percaya kelahiran [Yesus] dari perawan (Alliance Life, 12 Maret 1997). Pada tahun 2000, Richard Harries, Uskup di Oxford, mengatakan orang Kristen seharusnya berdoa kepada “Allah Ibu” (The Times, 3 Nov. 2002). Pada 14 September 2008, Gereja Inggris secara resmi meminta maaf karena telah menolak teori evolusi Darwin (“Church Makes ‘Ludicrous’ Apology,” The Daily Mail, 13 Sept. 2008). Pada 16 Mei 2009, lonceng di Katedral Anglikan di Liverpool, membunyikan lagu atheistik yang dikarang John Lennon, “Imagine.”

Posted in Gereja | Leave a comment

Mata yang Multifungsi

(Berita Mingguan GITS 31 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 23 September 2015: “Para ilmuwan telah mendapatkan bahwa mata adalah organ tubuh yang multi-fungsi. Mereka telah sejak lama berusaha menemukan bagaimana caranya jam internal biologis kita diatur. Jam yang luar biasa ini terletak di otak dan mengikuti periode waktu yang hampir persis satu hari. Jam ini mengendalikan banyak ritme tubuh, sehingga penting bahwa jam ini diatur dengan baik. Para ilmuwan tahu bahwa jam biologis manusia diatur oleh cahaya. Mereka juga tahu bahwa cara jam ini di-setting bukanlah melalui sel-sel batang dan kerucut yang ada di mata kita yang dapat melihat warna dan objek. Mereka telah secara konklusif menunjukkan bahwa sel-sel batang dan kerucut di mata tidak ada hubungan dengan pengaturan jam tubuh kita. Beberapa tahun lalu, para ilmuwan mengembangkan tikus yang matanya sama sekali tidak memiliki sel batang dan kerucut. Sambil mereka memainkan periode-periode cahaya, para tikus masih dapat menyesuaikan jam biologis mereka dengan periode cahaya yang baru. Kini para ilmuwan merasa yakin bahwa mereka telah menemukan bagaimana mata dapat mengatur jam biologis kita, yaitu setelah mereka meneliti, bayangkan saja, kodok bertanduk Afrika. Sementara meneliti kodok ini, para ilmuwan menemukan suatu fotoreseptor, disebut melanopsin. Fotoreseptor ini ditemukan di kulit, mata, dan otak dari kodok-kodok ini. Mereka lalu memutuskan untuk mengecek melanopsin di mata manusia. Mereka menemukan bahwa sejenis fotoreseptor ini diproduksi di retina bagian dalam dari mata kita. Sel batang dan kerucut terletak di retina bagian luar .Mata manusia, dan mata mammalia, adalah organ yang multi-fungsi! Metode yang sedemikian rumit dan tepat yang dipakai untuk menciptakan manusia, membuat kita semakin memuliakan Pencipta kita sambil kita belajar tentang tubuh kita sendiri. Jelas memerlukan lebih banyak iman untuk percaya bahwa sistem yang sedemikian elegan seperti jam biologis tubuh kita bisa berevolusi berdasarkan kebetulan saja.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Christianity Today Merekomendasikan Paus

(Berita Mingguan GITS 24 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Majalah Christianity Today, yang didirikan oleh Billy Graham, telah sejak lama mempromosikan konsep yang tidak alkitabiah dan konyol tentang “Katolik yang injili.” Contoh paling mutakhir adalah artikel “The Pope’s Growing Evangelical Flock” (Domba-Domba Injili Paus yang Semakin Bertambah), yang muncul tanggal 9 Okt. 2015. Artikel tersebut mulai dengan pernyataan bahwa “di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, Gereja Katolik semakin terlihat, ya, seperti Protestan.” Banyak disorot adalah seruan Paus Fransiskus bagi kaum Katolik untuk membaca Alkitab. Yang diabaikan adalah fakta bahwa Katolik membaca Alkitab melalui kacamata kuda berbagai kesesatan mereka dan juga fakta bahwa Roma telah secara resmi meninggikan berbagai tradisinya yang sia-sia kepada level yang sama dengan otoritas Firman Tuhan. Konsili Vatikan Kedua memproklamirkan, “Demikianlah bahwa Gereja tidak mendapatkan semua kepastiannya tentang semua kebenaran yang disingkapkan melalui Kitab Suci saja. Jadi, baik Kitab Suci maupun Tradisi harus diterima dan dihormati dengan perasaan devosi dan penghargaan yang sama” (Vatikan II, “Dogmatic Constitution on Divine Revelation,” Pasal 2, 9, hal. 682). Bagaimana mungkin Katolik itu “injili” dalam pengertian apapun jika ia dengan terang-terangan menyangkali “hanya Kitab Suci?” Christianity Today juga mencatat bahwa Paus Fransiskus mendorong umat Katolik untuk berdoa dari hati dan bukan karena rutinitas. Sekali lagi ini mengabaikan bahwa doa-doa sang Paus yang paling mendalam adalah yang ditujukan kepada Maria, suatu praktek yang sesat dan menghujat. Christianity Today mengutip sebuah hasil jajak pendapat dari Pew Research, yang menunjukkan bahwa 60% kaum “Injili” menyetujui sang Paus. Statistik ini tidak membuktikan bahwa Roma lebih alkitabiah; sebaliknya, ia membuktikan bahwa kelompok Injili semakin “Roma,” dan ini adalah suatu tanda zaman yang besar. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4).

Posted in New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Ahli Cuaca Perancis Diskorsing Karena Mempertanyakan Pemanasan Global

(Berita Mingguan GITS 24 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “France’s top weatherman sparks storm,” The Telegraph, London, 15 Okt. 2015: “Setiap malam, ahli cuaca utama di Perancis telah memeritahukan kepada penduduk negeri itu berapa banyak angin, matahari, atau hujan yang akan terjadi besok. Kini, Philippe Verdier, nama yang dikenal luas di Perancis karena laporan cuaca yang diberikan setiap malam di channel France 2, telah diberhentikan dari acara cuacanya setelah dia membuat pengumuman yang lebih kontroversial – mengritik para ahli pemanasan global (perubahan iklim) di dunia. Mr. Verdier mengklaim dalam buku Climate Investigation bahwa para ahli iklim terkenal dan pada pemimpin politik telah “menyandera dunia” dengan data yang mengacaukan. Dalam video promosinya, Mr. Verdier berkata: “Setiap malam saya berbicara kepada lima juta orang Perancis tentang angin, awan dan matahari. Namun ada sesuatu yang penting, sangat penting yang belum bisa katakan selama ini, karena waktu dan tempatnya tidak tepat.” Dia mengatakan, “Kita telah menjadi sandera dari suatu skandal planet tentang perubahan iklim – suatu mesin perang yang tujuannya adalah untuk membuat kita ketakutan.” Pandangannya yang berani ini telah membuat saluran France 2 menarik dia dari siaran mulai dari hari Senin. “Saya menerima sepucuk surat yang memberitahu saya untuk tidak usah datang. Saya sangat terkejut,” dia memberitahu radio RTL. “Ini adalah kelanjutan langsung dari apa yang saya katakan dalam buku saya, yaitu bahwa pandangan yang bertentangan apapun harus dihilangkan.” …Dia mengatakan bahwa dia memutuskan untuk menulis buku tersebut pada bulan Juni 2014 ketika Laurent Fabius, menteri luar negeri Perancis, memanggil berkumpul pada penyaji ramalan cuaca paling terkenal di negeri itu dan mendorong mereka untuk menyinggung ‘climate chaos’ (kekacauan iklim) dalam prakiraan mereka. “Saya sangat terkagetkan oleh percakapan ini,” Mr. Verdier menyampaikan kepada majalah Les Inrockuptibles. Delapan hari kemudian. Mr. Fabius muncul di sampul sebuah majalah, dengan gaya seperti seorang ahli cuaca dengan judul: ‘500 hari untuk menyelamatkan planet.’”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Orang Yahudi Perancis Menjumpai Resiko Baru di Israel

(Berita Mingguan GITS 24 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Engkau akan menjadi kedahsyatan, kiasan dan sindiran di antara segala bangsa, ke mana TUHAN akan menyingkirkan engkau” (Ul. 28:37). Artikel utama dalam koran USA Today pada tanggal 20 Okt. 2015, dengan judul “Orang-orang Yahudi Perancis Menjumpai Resiko Baru di Israel,” menggambarkan berbagai bahaya yang dihadapi oleh orang Yahudi di seluruh dunia, termasuk di Israel sendiri. Perancis, negara Eropa dengan populasi Yahudi terbesar, telah menjadi sumber emigrasi terbesar ke Israel, and ini didorong oleh anti-Semitisme yang semakin meningkat di Eropa. Sejak Januari 2015, 6000 orang Yahudi Perancis telah beremigrasi, hampir dua kali lipat angka di tahun 2013. Dalam 65 tahun terakhir, orang Yahudi telah pulang dari berbagai lokasi di seluruh dunia. Kebanyakan merekat idak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi ini adalah penggenapan nubuat. Orang-orang percaya Alkitab yang menafsirkan nubuat secara literal adalah satu-satunya umat di dunia ini yang tahu tentang zaman dan waktu, dan menurut nubuat Alkitab, Israel masih di bawah penghakiman Allah sebagaimana dinubuatkan dalam Ulangan 28. Allah memperingatkan bahwa jika Israel menolak Dia dan hukumNya, Dia akan mengusir mereka dari tanah mereka dan menceraiberaikan mereka di seluruh bumi. Kita telah menyaksikan penggenapan nubuat ini selama 2000 tahun terakhir. Salah satu fakta sejarah manusia yang paling mengesankan adalah bertahannya eksistensi Israel sebagai suatu bangsa dan suatu negara, dan ini adalah bukti yang tidak terbantahkan akan pengilhaman ilahi atas Alkitab. Alkitab menggambarkan kembalinya Israel ke tanahnya dalam kondisi yang masih mati rohani (Yehezkiel 37:1-8), kerajaan antikristus (2 Tes. 2:3-12; Wah. 13), Kesusahan Besar (Mat. 24:15-21), pertobatan rohani Israel (Zak. 12:9-14; Yeh. 20:36-38), dan kembalinya Yesus Kristus sebagai pemenang untuk mendirikan kerajaanNya (Mat. 24:29-31). Pada saat ini, kita pada bagian akhir dari masa Gereja, dan Kristus belum kembali karena Dia “menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet. 3:8-9). Kita tidak tahu persis kapan Dia akan menanti, tetapi kita bisa melihat “hari Tuhan yang mendekat” (Ibr. 20:15). Jadi, fokus utama semua anak Allah seharusnya adalah menemukan perannya dalam bisnis pemberitaan Injil dan pemuridan sebagaimana tertuang dalam Amanat Agung.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | 5 Comments

Teguran Paulus terhadap Petrus

(Berita Mingguan GITS 17 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Saya belum pernah melihat indikasi apapun dalam Alkitab yang membatasi pelayanan pemberian tegoran sehingga gembala sidang yang populer tidak perlu ditegor. Dan saya belum pernah melihat sedikit pun indikasi dalam Alkitab yang mengharuskan seorang pengkhotbah untuk memberikan tegoran hanya dalam pembicaraan pribadi saja. Para nabi di zaman dahulu menegor bahkan raja-raja yang saleh ketika mereka berkompromi rohani. “Tetapi Eliezer bin Dodawa dari Maresa bernubuat terhadap Yosafat, katanya: “Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu.” Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tak dapat berlayar ke Tarsis(2 Taw. 20:37). Paulus secara publik menegor Petrus karena kemunafikannya (Galatia 2:14).

Jika teman-teman Petrus serupa dengan banyak orang Kristen hari ini, tentunya mereka akan marah kepada Paulus karena berani sekali dia menegor hamba Tuhan, apalagi menegor dia di depan umum. “Mengapa Paulus tidak berbicara dengan Petrus secara pribadi daripada membuat isu ini isu publik?” mereka tentunya bertanya. “Jangan-jangan dia iri dengan Petrus? Ya, pastinya begitu. Siapa Paulus dibandingkan Petrus? Nanki kalau Paulus sudah berhasil memenangkan 3.000 orang kepada Tuhan dalam satu kali khotbah dan menggembalakan jemaat dengan ribuan jemaat, baru dia pantas untuk menegor orang hebat ini, dan jangan sebelumnya. Lihat saja, waktu Paulus berkhotbah di bukit Mars, hanya segelintir orang yang merespon, mungkin karena dia terlalu banyak bicara tentang pertobatan! Dan tidak seperti Petrus, Paulus tidak pernah bersama dengan Kristus waktu Dia di bumi dan tidak melihat langsung mujizat-mujizatNya ataupun mendengar langsung pengajaran sang Guru dengan telinga sendiri. Dia pikir dia itu siapa, menegor Petrus karena kemunafikan? Apa dia pikir dia sudah orang Kristen sempurna? Nah, pasti begitu. Dia mungkin penuh dengan kesombongan dan didera oleh rasa iri. Lagipula, Paulus ini membesar-besarkan masalah kecil. “Kemunafikan” Petrus yang kecil ini bukan masalah besar. Paulus harus bisa muncur sedikit dan melihat gambaran besar dari pelayanan Petrus yang sangat berbuah. Mengapa Paulus tidak menodongkan senjatanya kepada kesalahan-kesalahan yang sebenarnya, jangan malah menembak teman sendiri yang terluka! Apakah dia tidak sadar bahwa memecahbelah itu salah? Lagipula, Paulus bahkan bukan anggota jemaat Yerusalem, jadi mestinya dia urus urusan dia sendiri dan menghormati otonomi jemaat. Jika dia mau menegor seseorang, coba tegor orang-orang Yahudi dan para Gnostik, dan jangan sentuh hamba Tuhan.”

Ini adalah pemikiran yang banyak muncul di kalangan orang Kristen, tetapi ini bukan pemikiran yang alkitabiah. Tidak ada hamba Tuhan yang tidak perlu diuji oleh Firman Allah. Hamba Tuhan manapun bisa saja berbuat salah atau berkompromi. Dan jika kesalahannya atau komprominya bersifat publik atau mempengaruhi publik, maka tegorannya seharusnya publik. Memang tidak ada orang yang senang ditegor, tetapi seorang yang saleh tahu bahwa tegoran itu penting. “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu(Ams. 12:1). Yang dimaksud tegoran di sini bukanlah sikap menjatuhkan yang karnal, yang suka mengritik tanpa dasar, yang mencari-cari hal-hla yang bukan-bukan. Juga yang dimaksudkan di sini bukanlah gosip murahan, ataupun hal-hal yang didasarkan hanya pada pendapat pribadi saja. Yang dimaksudkan di sini adalah tegoran yang saleh yang diberikan dengan hikmat rohani dan didasarkan pada Firman Tuhan oleh orang-orang yang mengasihi Kristus dan memperjuangkan kemuliaanNya.

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment

Para Pekerja Kristen di Siria Diperkosa, Disalibkan, Dipenggal

(Berita Mingguan GITS 17 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christian Workers,” Christian Aid, 1 Okt. 2015: “Pada beberapa langkah dalam perjalanan mereka menuju kematian melalui pemenggalan dan penyaliban bulan lalu, 11 pekerja pribumi Kristen dekat Aleppo, Siria, diberikan pilihan untuk meninggalkan daerah tersebut dan tetap hidup. …Para misionari pribumi tersebut tidak diharuskan untuk tinggal pada basis pelayanan mereka di sebuah desa dekat Aleppo, Siria; sebaliknya, direktur pelayanan yang mendidik mereka telah meminta agar mereka pergi. Sementara Islamic State (ISIS), kelompok-kelompok pemberontak lainnya, dan pemerintah Siria mengubah Aleppo menjadi suatu zona perang penuh kehancuran, ISIS mengambil alih beberapa desa sekitar. Para pekerja Siria yang melayani di desa-desa tersebut memilih untuk tinggal agar dapat memberikan pertolongan dalam nama Kristus kepada orang-orang sekitar.

Keluarga mereka mengatakan bahwa para militan ISIS pada tanggal 7 Agustus menangkap para pekerja Kristen di sebuah desa yang namanya tidak disebutkan untuk alasan keamanan. Pada tanggal 28 Agustus, para militan bertanya apakah mereka telah meninggalkan Islam demi kekristenan. Ketika orang-orang Kristen itu menjawab bahwa mereka telah melakukan hal tersebut, para pemberontak ini bertanya apakah mereka mau kembali ke Islam. Orang-orang Kristen itu menjawab bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan Kristus. Pemimpin kelompok itu, 41 tahun, dengan putranya yang muda dan dua orang tim pengerja lainnya yang berumur 20an, diinterogasi di salah satu desa tempat ISIS telah mengumpulkan massa. Pemimpin kelompok itu bertanggung jawab atas sembilan gereja rumah yang dia bantu dirikan. Putranya dalam dua bulan akan berulang tahun ketiga belas. Di hadapan pemimpin tim itu dan keluarganya di kerumunan orang, para ekstrimis Islam itu memotong ujung jari dari putranya dan memukulinya dengan keras. Mereka memberitahu ayahnya bahwa mereka akan menghentikan penyiksaan ini hanya jika ia, sang ayah, kembali ke Islam. Ketika sang pemimpin tim menolak, kata para sanak saudara, militan ISIS juga menyiksa dan memukuli dia dan kedua pengerja lainnya. Ketiga orang bersama dengan putra itu mati disalibkan.

Delapan anggota pengerja lainnya, termasuk dua wanita, dibawa ke tempat lain di desa itu pada hari itu (28 Agus.) dan ditanyakan pertanyaan yang sama di hadapan kerumunan. Para wanita, berumur 29 dan 33 tahun, mencoba memberitahu para militan ISIS bahwa mereka hanya membagikan damai dan kasih Kristus dan bertanya apa yang telah mereka lakukan sehingga dianiaya sedemikian. Para ekstrimis Islam lalu di hadapan umum memperkosa para wanita itu, yang terus berdoa selama semua hal itu terjadi, sehingga para militan ISIS kesal dan memukuli mereka lebih lagi. Sambil kedua wanita dan keenam lelaki itu berlutut sebelum dipenggal, mereka semua berdoa.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | 2 Comments

Kelompok Ekumenis Memberkati Klinik Aborsi

(Berita Mingguan GITS 17 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, 15 orang “hamba Tuhan” Protestan dan rabbi Yahudi yang berpikiran salah, berkumpul di Cleveland, Ohio, dan memberkati klinik aborsi Preterm. “Yang sangat Rev.” Tracey Lind, Dekan dari Trinity Episcopal Cathedral, menyampaikan doa berikut: “Berkatilah bangunan ini. Kiranya tembok-temboknya berdiri kokoh melawan usaha-usaha untuk mempermalukannya. Kiranya ia menjadi terang pengharapan bagi orang-orang yang memerlukan jasa-jasanya” (“Clergy Bless Preterm Clinic,” Ohio Religious Coalition for Reproductive Choice, RCRC, 8 Okt. 2015). Doa ini ditujukan kepada Allah yang tidak menghakimi yang OK dengan pembunuhan anak-anak yang belum lahir dan hanya peduli kepada perasaan wanita. “Rev.” Laura Young, seorang “hamba Tuhan” United Methodist yang menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang “pemikir theologi yang progresif dan seorang feminis,” mengatakan, “Hati saya hancur mengetahui bahwa para wanita duduk di bangku-bangku gereja di seluruh negeri ini dengan perasaan malu, percaya bahwa mereka dikutuk karena membuat keputusan ini. Ini pertanyaan yang sering saya dapatkan lewat telpon. ‘Apakah saya akan masuk neraka?’ Ketika Allah padahal mendukung para wanita melalui semua ini” (“Clergy Bless Preterm Clinic,” RCRC). Colombus Dispatch menambahkan komentar berikut oleh Young: “Sebagai umat beriman, kita tahu bahwa kasih Allah itu konstan ketika seorang wanita sedang memutuskan untuk melakukan aborsi. Kasih Allah ada bersama dia sepanjang waktu itu” (“Clergy group blesses Cleveland abortion clinic,” Columbus Dispatch, 8 Okt. 2015).

Kasih Allah tidak terselami dan nyata melalui pengorbanan penebusan Anak Allah di Kalvari, tetapi Allah yang kudus, kudus, kudus, menuntut pertobatan dari dosa, dan Dia tidak menganggap enteng pembunuhan anak-anak. Ada dua pihak yang terlibat dalam tindakan aborsi, sang ibu dan sang anak. Jika tidak ada anak, maka tidak akan ada “ibu.” Angkatan yang narsistik ini hanya memikirkan satu pihak saja, yaitu diri sendiri, dan ini adalah salah satu tanda zaman. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama(2 Tim. 3:1-2).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Uskup Lutheran yang Lesbian Menyerukan Penurunan Salib

(Berita Mingguan GITS 10 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “World’s First Lesbian Bishop,” Breitbart, 5 Okt. 2015: “Uskup di Stockholm telah mengajukan usul agar sebuah gereja di wilayahnya menghilangkan segala bentuk salib dan menaruh tanda arah ke Mekah untuk membantu para penyembah Muslim. Eva Brunne, yang dijadikan oleh gereja Swedia pada tahun 2009 sebagai uskup pertama di dunia yang secara terang-terangan adalah lesbian, dan yang membesarkan seorang putra bersama dengan ‘istri’-nya yang juga seorang imam lesbian, Gunilla Linden, membuat usulan ini untuk membuat umat agama lain merasa lebih nyaman. … Eselon tinggi dari Gereja Swedia, sama seperti banyak gereja nasional lainnya di seluruh Eropa, sepertinya berkomitmen penuh pada misi diversifikasi. Februari lalu, sebuah gereja paroki di kota Malmo yang bagaikan Firdaus multi-budaya, mengadakan kebaktian solidaritas dengan Muslim setempat sebagai protes terhadap sebuah parade gerakan anti-Islamisasi PEGIDA di kota itu. Editor: Semakin banyak gereja yang kacau balau di dunia ini. Misi gereja adalah menjadikan segala bangsa murid Tuhan, dan mengajarkan segala perintah Tuhan. Gereja yang tidak mau menaati Firman Tuhan (misalnya dalam hal homoseksualitas), tidak mungkin tetap pada misi memenangkan dunia bagi Tuhan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gaya Musik Kontemporer Akan Selalu Memangsa Musik Gereja “Tradisional”

(Berita Mingguan GITS 10 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini adalah kutipan dari buku Why I Left the Contemporary Christian Music Movement oleh Dan Lucarini, 2002. Berbicara mengenai seseorang yang pernah berada di dalam gerakan tersebut, sang penulis [Dan Lucarini] mengatakan bahwa dulu dia mempertahankan CCM (Contemporary Christian Music) terutama karena dia mencintai musik rock. Dalam bab 17, Lucarini menggambarkan perannya dalam menggerakkan dua gereja dari posisi musik “tradisional” ke kontemporer. Hal ini dilakukan setahap demi setahap, mulai dengan soft-rock. “Orang-orang tradisional pada awalnya diyakinkan oleh kelompok Kontemporer bahwa dua gaya musik ini bisa berjalan berdampingan secara damai. Pada kenyataannya, apa yang terjadi seiring dengan waktu adalah gereja akan terus meluncur turun pada lereng yang licin, beralih dari semua musik tradisional, ke gaya kontemporer yang paling baru dan paling ‘menantang’” (Lucarini, hal. 119). “Dengan menggunakan kebaktian campuran [mencampur dua gaya musik], kami menciptakan dua set musisi dengan keahlian yang berbeda. Kini dimulai kompetisi untuk memenangkan hati jemaat: pertarungan antar band, kira-kira begitulah. … Kaum kontemporer selalu menang melawan kaum tradisional, karena musik mereka mengobarkan keinginan dosa daging kita. Ditambah lagi jika para pemimpin gereja menyanjung musik kontemporer (CCM), dan banyak orang percaya yang akan dengan senang menukarkan musik yang lama dengan yang baru. … kebaktian gabungan musik ini bukanlah solusi jangka panjang … Sebaliknya, ini hanya suatu fase transisi untuk secara gradual memindahkan suatu kebaktian gereja dari memakai semua lagu tradisional ke memakai semua lagu kontemporer. … bahkan memisahkan menjadi dua kebaktian berbeda [bagi gereja-gereja yang mencoba untuk membuat dua kebaktian, satu dengan musik tradisional, satu dengan musik kontemporer] tidak akan bertahan lama. Segera perbedaan akan mengabur, dan pengaburan ini selalu condong ke arah kontemporer” (Lucarini, hal. 122, 123).

Posted in musik | 8 Comments