Mempertahankan Semua Kebenaran Firman Allah

(Berita Mingguan GITS 10 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Pernyataan berikut oleh Sir Robert Anderson (1841-1918), dari buku The Coming Prince, membantah kesesatan konsep doktrin yang “tidak esensial”: “Ketika Daud naik ke takhta Israel dan memilih orang-orang yang akan menjadi panglima-panglimanya, ia mengangkat sebagai pemimpin pasukannya orang-orang yang telah mendapatkan nama melalui jasa mereka dalam perang atau kehebatann mereka. Di antara tiga yang paling hebat, ada satu yang tercatat mempertahankan sebidang ladang kacang, dan mengusir sepasukan Filistin dari situ (2 Sam. 23:11-12). Bagi orang lain ini bisa jadi tidak banyak berbeda dari sebidang tanah penuh ilalang, yang tidak pantas untuk diperjuangkan, tetapi tempat ini berharga bagi orang Israel sebagai bagian dari tanah warisan yang diberikan Tuhan, dan lebih lanjut lagi bisa dipakai oleh musuh sebagai tempat berkumpul dan menyerang lebih dalam lagi. Demikian juga dengan Alkitab. Jika benar Alkitab dari Allah, maka seluruhnya memiliki nilai intrinsik yang tinggi; dan lebih lanjut lagi, pernyataan [Alkitab] yang diserang, yang bisa saja terlihat tidak penting, bisa belakangan ternyata adalah suatu sambungan dalam mata rantai kebenaran yang kita perlukan untuk hidup yang kekal.” Editor: Kita perlu membela semua doktrin dalam Alkitab. Kita tidak boleh berkata bahwa suatu doktrin tidak penting, oleh karena itu tidak perlu kita perjuangkan.

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment

Apakah Roma Adalah Pelacur dalam Wahyu 17?

(Berita Mingguan GITS 03 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Selama lebih dari seribu tahun, kaum Baptis, Protestan, dan fundamentalis telah mengidentifikasi Roma sebagai Pelacur yang disebut dalam Wahyu 17. Pada akhir dari ABAD KESEMBILAN, “Tergandus, Uskup Treves, menyebut Paus sebagai antikristus, ya, serigala, dan Roma sebagai Babel” (Martyrs Mirror, 5th English edition, hal. 240). Dalam ABAD KESEBELAS, Berenger dari Tours membongkar kesalahan dogma-dogma Roma dan mempertahankan bahwa Gereja Roma adalah Kursi Iblis (George Faber, The History of the Ancient Vallenses and Albigenses, 1838, hal. 159). KAUM WALDENSIANS, sepanjang kebanyakan sejarah mereka yang berliku, mengidentifikasi paus sebagai antikristus. Sebuah tulisan Waldensian berjudul Noble Lessons (Pelajaran-Pelajaran Mulia) yang dari tahun 1100 M, menyatakan: “Antikristus, pembunuh para orang Kudus yang telah dinubuatkan, telah muncul dalam watak aslinya, bertakhta seperti raja di kota tujuh-bukit.” Pada ABAD KE-13, kaum BOHEMIAN BRETHREN berpegang bahwa “Gereja Roma bukanlah Gereja Yesus Kristus, tetapi adalah kumpulan orang-orang jahat, dan pelacur yang duduk di atas binatang dalam kitab Wahyu. …Mereka mendeklarasikan paus sebagai pemimpin dan kepala dari semua kesalahan” (Peter Allix, Ancient Churches of Piedmont, hal. 242-259). Penerjemah Alkitab bahasa Inggris, WILLIAM TYNDALE, mengidentifikasi paus sebagai antikristus dalam tulisannya The Practice of Prelates dan dalam kata pengantar dari Perjanjian Baru yang dia terjemahkan edisi 1534. Semua pemimpin REFORMASI menganggap paus sebagai antikristus, termasuk John Huss, Martin Luther, John Calvin, dan para penerus mereka.

Pelacur rohani dalam Wahyu 17 berada sepihak dengan antikristus (bandingkan Wah. 17:3 dan Wah. 13:1), dan seperti antikristus ia memiliki dua aspek: historis dan prophetik. Dalam 1 Yohanes 2:18, Rasul berkata, “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.” Walaupun ia tidak menggenapi nubuat ini dalam bentuk akhirnya, setiap fitur dari Pelacur rohani dalam Wahyu 17 dapat ditemukan dalam Gereja Roma Katolik. Dia telah menunggangi perjalanan sejarah pada punggung raja-raja, berpakaikan jubah indah dari kirmizi dan ungu, dengan pakaian yang mahal-mahal. Dia duduk pada tujuh bukit, penuh dengan kekejian, dan memiliki cawan emas. Dia mabuk oleh darah para martir, dan penduduk dunia sungguh mabuk dengan anggur percabulannya, mengacu kepada banyaknya orang yang dengan buta mengikuti doktrin setan-setan miliki Roma.

Posted in Katolik | Leave a comment

Angkatan Laut Amerika Serikat Didirikan untuk Melindungi Amerika dari Para Penjual Budak Muslim

(Berita Mingguan GITS 03 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Antara tahun 1801-1815, Amerika Serikat yang belum lama berdiri, masuk dalam Perang Barbary dengan para penjual budak yang bermarkas di Tripoli, Tunis, dan Algeria. Dari abad 16 hingga 19, para pebudak iini menangkap diperkirakan satu hingga 1,25 juta orang Eropa kulit putih ( (Robert Davis, Muslim Masters: White Slavery in the Mediterranean). Pada bajak laut Muslim ini telah merompak kapal-kapal dagang Amerika dan memperbudak kru kapal untuk dijadikan sandera tebusan. Kebanyakan orang-orang dimasukkan ke dalam kerja paksa yang berat dan dipelihara “dalam kondisi yang sangat buruk yang memaparkan mereka pada binatang dan penyakit.” Negara-negara Muslim Barbary juga menuntut uang tebusan dari pemerintah Amerika sebagai jaminan untuk tidak menyerang kapal-kapalnya. Perbuatan bajak laut ini langsung mulai sejak Amerika mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1784. Dua tahun kemudian, Thomas Jefferson dan John Adams, dua dari bapa-bapa pendiri Amerika, diutus ke London untuk bernegosiasi dengan duta Tripoli, Sidi Haji Abdul Rahman Adja. Ketika ditanya mengapa para Muslim menyerang negara-negara yang “tidak pernah berseteru dengan mereka,” Adja menjawab, “Sangat jelas tertulis dalam Quran mereka, bahwa semua bangsa yang tidak mengakui sang Nabi adalah orang berdosa, dan adalah hak dan kewajiban bagi orang beriman untuk merampoki dan memperbudak mereka; dan bahwa setiap orang muslim yang terbunuh dalam peperangan ini sudah pasti akan masuk firdaus. Dia mengatakan juga, bahwa orang yang pertama menyerang masuk ke kepal musuh, akan memiliki satu budak di atas jatah bagiannya, dan bahwa ketika mereka melompat ke dek kapal musuh, setiap pelaut akan memegang pisau di kedua tangannya, dengan pisau ketiga di mulutnya, yang biasanya akan menimbulkan rasa takut pada musuh sehingga mereka segera menyerah” (Thomas Jefferson Papers, Series 1 1651-1827, Library of Congress).

Perhatikan bahwa para bajak laut Barbary mengutip Quran sebagai otoritas mereka untuk menyerang dan memperbudak siapapun yang tidak tunduk kepada Allah mereka. Pada tahun 1795, Amerika membayar $1 juta untuk melepaskan 115 pelaut, jumlah yang waktu itu adalah seperenam budget Amerika. Para bajak laut menuntut pembayaran tahunan dengan jumlah yang sama. Ketika Thomas Jefferson terpilih menjadi presiden Amerika kedua pada tahun 1801, dia dan teman-teman warga negaranya tidak mau menerima pemerasan dan bullying ini. Angkatan Laut Amerika dibangun untuk melindungi Amerika dari bajak laut Muslim. Salah satu tindakan yang mengesankan saat perang Barbary adalah ketika suatu pasukan delapan Marine AS dengan 400 tentara bayaran dari Yunani dan Arab, dipimpin oleh Letnan AL USA, William Eaton, melalui 600 mil padang gurun dari Aleksandria, Mesir, untuk menaklukkan kota Derne di pantai Tripoli. Tindakan ini dikenang dalam Himne Marine AS. Sampai dengan tahun 1816, negara-negara Barbary dipaksa untuk berhenti menyerang kapal-kapal Amerika dan Inggris, dan hal ini terjadi melalui intervensi pasukan bersenjata.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Islamic State Telah Mengeksekusi Lebih dari 10.000 Orang

(Berita Mingguan GITS 03 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “ISIS has killed more than 10,000,” Breitbart.com, 25 Sept. 2015: “Islamic State (ISIS/ISIL) telah mengeksekusi lebih dari 10.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak, di Irak dan Syria, sejak kelompok jihad itu mengumumkan suatu “kalifat global” pada bulan Juni 2014, demikian lapor Daily Mail Online. “Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), yang memiliki sumber-sumber rahasia di dalam wilayah ISIS, mengatakan bahwa 3.207 orang telah dibunuh di negara yang tengah dalam peperangan tersebut,” demikian pernyataan artikel itu. ‘7.700 lainnya dieksekusi di Irak, menurut Iraqi Observatory for Human Rights [IOHR], yang melacak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan ISIS.’ “Para prajurit dan penduduk sipil yang telah dipancung, ditembak mati, ditenggelamkan, diledakkan, dilempari batu hingga mati, dan yang dilemparkan dari atas gedung karena melanggar hukum-hukum ISIS yang kacau, semuanya menjadi bagian dari angka kematian yang begitu besar ini,” demikian ditambahkan. “Angka ini belum termasuk ribuan lainnya yang telah mati dalam peperangan dan bom bunuh diri – atau orang-orang tak bersalah yang dibabat oleh ekstrimis ISIS ketika mencoba melarikan diri.” SOHR memberitahu Daily Mail Online bahwa mereka melacak dan menghitung jumlah eksekusi yang dilakukan oleh kelompok teroris itu setelah ada verifikasi dari sumber-sumber lokal di lapangan. … Pembunuhan hampir 1.700 kadet di kelompok tentara Speicher di Tikrit, Irak, tidak diikutsertakan dalam angka total kematian ini karena terjadi pada tanggal 12 Juni 2014, beberapa minggu sebelum pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi mendeklarasikan kekalifahannya,’ demikian ditambahkan. ‘Demikian juga pembunuhan 5.000 orang Yazidi di propinsi Sinjar, Irak, Agustus lalu, belum dimasukkan, karena mereka ditembak oleh para pejuang ISIS ketika mereka mencoba untuk melarikan diri.’”

Posted in Islam | Leave a comment

Lebah-Lebah yang Hebat

(Berita Mingguan GITS 03 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 30 Des. 2014: “Para ilmuwan telah sejak lama mengetahui bahwa lebah madu (honey bee) mengkomunikasikan lokasi sumber-sumber nektar kepada teman-teman sarang mereka. Bahasa yang dipakai oleh banyak spesies lebah telah berhasil dipecahkan. Sementara itu, untuk waktu yang lama, lebah jenis bumblebee dianggap tidak mengkomunikasikan lokasi sumber makanan kepada teman mereka di sarang. Bagaimanapun juga, sudah sangat mengherankan bahwa makhluk yang sederhana seperti honeybee bisa menguasai kemampuan komunikasi yang canggih, masakan lebah jenis bumblebee yang lebih sederhana lagi juga bisa? Penelitian menyingkatpkan bahwa minimal ada beberapa jenis bumblebee dan jenih lebih lainnya yang tidak memiliki sengat yang berkomunikasi di antara mereka sendiri. Sebagaimana diperkirakan, bahasa ini berbeda dari satu spesies ke spesies lain. Satu spesies bumblebee melaporkan penemuannya kepada teman-temannya dengan cara berlari zig-zag di atas sarang dan menubruk temannya itu. Ini membuat teman-temannya itu mengecek kualitas nektar yang baru saja dia bawa. Jika dia membawa beberapa gumpal yang berkualitas bagus, mereka akan ikut dia untuk mengambil lebih banyak lagi. Spesies lain menaruh jejak bau ke sumber makanan. Ketika anggota dari spesies lain lagi menemukan sumber makanan yang bagus, dia memberitahukannya kepad ateman-temannya melalui serangkaian getaran. Sambil dia menyatakan tinggi dari sumber makanan itu melalui berapa cepat dia membuat getaran, dia melakukan suatu tarian memutar yang mengkomunikasikan sisa instruksi yang perlu diketahui. Alkitab sangat akurat ketika mengatakan bahwa seluruh ciptaan dapat memuji Allah. Bahasanya bisa berbeda; bentuk komunikasinya bahkan bisa sajat tidak mirip komunikasi bagi kita. Tetapi kini kita tahu bahwa karena komunikasi adalah karunia dari Allah, bahkan makhluk sederhana dapat diberikan karunia ini oleh Pencipta mereka.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Orang-Orang Afrika Selatan Melihat Rasisme dalam Klaim Penemuan Evolusionis yang Baru

(Berita Mingguan GITS 26 September 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Para aktivis anti-apartheid di Afrika Selatan kini mengritik orang-orang yang menggunakan penemuan fosil yang diklaim sebagai nenek moyang manusia yang baru (Homo Naledi) sebagai bahan lelucon rasis. Politisi African National Congress, Zwelinzima Vavi, menge-tweet, “Saya bukan cucu dari kera, monyet, atau babon mana pun.” Dia menggambarkan dirinya dipanggil babon oleh orang-orang kulit putih yang rasis selama zaman apartheid. Sama seperti semua lukisan manusia-kera sejak zaman Charles Darwin, Homo Naledi digambarkan sebagai setengah kera, setengah manusia kulit hitam. Rasisme adalah bagian integral dari Darwinisme, hingga aspek rasisme menjadi sesuatu yang tidak sopan dinyatakan di abad keduapuluh. Murid Jerman Darwin yang terkenal, Ernst Haeckel, mengatakan bahwa suku-suku Afrika “telah tertinggal, hingga hari ini, pada tahap perkembangan manusia yang paling rendah, dan telah membuat kemajuan paling sedikit di atas kera” (Mario Gregorio, From Here to Eternity, hal. 247). Beberapa dari gambar-gambar yang dibuat Haeckel melukiskan konsep evolusi manusia modern dari “ras” yang lebih rendah (Negroid) kepada yang lebih tinggi (Kaukasian, dan terutama tentunya ras Jerman). Haeckel membuat sebuah pohon kehidupan yang terdiri dari gorilla, orangutan, simpanse, dan seorang Negro. Dia percaya penuh pada superioritas ras, menganggapnya sebagai produk alami dari evolusi. Henry Osborn, presiden dari American Museum of Natural History dan penemu dari “Nebraska Man,” mengatakan, “intelijensi standar dari seorang Negro dewasa rata-rata adalh mirip dengan seorang remaja sebelas tahun dari spesies Homo sapiens” (“The Evolution of Human Races,” Natural History, Jan.-Feb. 1926). Osborn adalah salah satu “ahli” yang menyampaikan bukti untuk mendukung evolusi pada Peradilan Scopes.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Penentangan Roma terhadap Israel

(Berita Mingguan GITS 26 September 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Gereja Roma Katolik telah sejak lama menentang Israel. Orang-orang Yahudi dibantai dalam berbagai perang salib yang dilakukan Katolik dan ditempatkan di getto-getto di kota-kota Katolik. Kesesatan Replacement Theology, yang menggantikan Israel dengan Gereja, dilahirkan di Roma dan dipinjam dari sana oleh kaum Protestan. Pada tahun 1922, Cardinal Gasparri, Secretary of State dari Vatikan, menyuarakan kekhawatiran bahwa Mandat Inggris di Palestina bisa “memberikan Israel suatu posisi keuntungan dan bisa mengkompromikan hak-hak Gereja Katolik berkaitan dengan perlindungan Tempat-Tempat Kudus” (“The Holy See and the Postwar Palestine Issue,” International Affairs, Musim Semi 1984). Pada tahun 1950, Jewish Telegraphic Agency melaporkan bahwa Vatikan “sedang mengintensifkan kampanye-nya untuk menginternasional-kan Yeruaslem” (JTA, 21 Nov. 1950). Pada tahun 1980an, Vatikan mulai mendukung PLO dan tujuan organisasi tersebut untuk membuat Yerusalem Timur menjadi ibukotanya. Pada tahun 1982, Yasser Arafat diterima di Vatikan “dengan semua kehormatan dan kemuliaan yang diberikan kepada seorang pemimpin negara.” Dalam perjanjian 2015, dukungan Vatikan beralih dari PLO kepada Negara Palestina. Vatikan nyaman membuat perjanjian dengan organisasi teroris Muslim yang membenci Israel, bersumpah untuk menghancurkan Israel, dan yang menganiaya orang-orang Kristen, karena Vatikan adalah salah satu alat utama Iblis. Suatu hari, Babel Rahasia akan bersatu dengan Antikristus itu sendiri, menurut Wahyu 17, dan Roma tidak diragukan lagi akan berada di tengah-tengah fenomena akhir zaman ini. “Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya(Zak. 12:3).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Katolik | 6 Comments

Rick Warren Sekali Lagi Bergandeng Tangan dengan Paus

(Berita Mingguan GITS 12 September 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Gembala Sidang Rick Warren dari Saddleback Church (bagian dari Southern Baptist), penulis dari The Purpose Driven Life, dijadwalkan akan berbicara dalam World Meeting of Families yang diadakan oleh Paus Fransiskus di Filadelfia bulan ini. Warren mengumumkan hal ini kepada gerejanya pada hari Minggu, 30 Agustus, dengan berkata, “Saya bukan seorang Katolik, dan kita memiliki banyak perbedaan dengan Katolik. Tetapi mereka mengasihi Tuhan dan kita sama dalam hal itu – kita percaya Alkitab, Tritunggal, dan dalam Yesus dan kebangkitan. Bisa jadi akan ada sejuta orang di Filadelfia dalam acara final ini bersama dengan Paus Fransiskus, dan dia meminta saya untuk menjadi pembicara terakhir” (“Pontiff Invites Rick Warren,” The Gospel Herald, 1 Sept. 2015). Sebagai bukti bahwa mereka sama sekali tidak memahami Alkitab dan buta rohani, jemaat Baptis itu bertepuk tangan dan bersorak sorai. Saya akan menanyai Gembala Warren dan Gereja Saddleback dua pertanyaan: Pertama, jika seseorang berdoa kepada Maria, mempercayai perantaraan dan pertolongan Maria, menganggap baptisan sama dengan kelahiran kembali, dan percaya bahwa sepotong roti adalah tubuh dan darah sebenarnya dari Yesus (sebagaimana dipercayai oleh Paus), apakah dia “mengasihi Tuhan,” ataukah dia mengikuti suatu injil yang lain, kristus yang lain, dan roh yang lain? Kedua, mengapakah Paulus menyebut para penyesat Galatia sebagai orang terkutuk walaupun mereka mengaku percaya Alkitab, Tritunggal, Yesus, dan kebangkitan (Galatia 1:6-8)? November lalu, Rick Warren berbicara di konferensi antar-agama Vatikan perihal pernikahan dan keluarga. Sudah bisa dipastikan dia tidak menegor praktek Roma mengharuskan selibasi bagi pastor-pastor mereka, yang diidentifikasi dalam 1 Timotius 4 sebagai doktrin setan-setan. Rick Warren adalah salah satu pengkhotbah paling berpengaruh di dunia hari ini, namun dia adalah orang buta yang menuntun orang buta. Fakta bahwa Denominasi Southern Baptist tidak secara publik menegor kesalahan dan komprominya dan mengeluarkan gereja dari daftar keanggotaan, adalah bukti tak terbantahkan bahwa Southern Baptist memberontak terhadap Firman Allah.

Posted in Ekumenisme, New Evangelical (Injili), Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Pemimpin Tertinggi Iran Mengatakan Israel Akan Hancur dalam 25 Tahun

(Berita Mingguan GITS 12 September 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada minggu ini bahwa Israel tidak akan bertahan 25 tahun lagi (“Iran Deal,” Breitbart, 9 Sept. 2015). Dalam Twitter, Khamenei mengatakan, “Insya Allah, tidak ada lagi sisa rezim Zionis dalam 25 tahun mendatang.” Khamenei adalah seorang pengguna Twitter yang aktif. Pada tanggal 8 November 2014, dia me-tweet: “Rezim Israel yang barbar, seperti serigala, dan pembunuh bayi ini, yang tidak menahan diri dari kejahatan apapun, tidak memiliki obat lagi kecuali untuk dihancurkan.” Dalam pidato kepada kumpulan puluhan ribu tentara Basij pada bulan November 2013, Khamenei mendeklarasikan bahwa Israel ditakdirkan untuk gagal dan ia menggambarkan “rezim Zionis” sebagai “anjing gila yang menakutkan dan kotor di daerah ini.” Dia mengatakan bahwa orang Israel “tidak dapat disebut manusia.” Tayangan video akan peristiwa tersebut memperlihatkan khalayak ramai berteriak-teriak “Mati Amerika” dan “Mati Israel.” Dalam sebuah pidato di Tehran pada bulan September tahun ini (2015), Jendral Moshen Kazzemeinni mengatakan, “Revolusi Islam akan terus meningkatkan kesiapannya hingga menggulikan Israel dan membebaskan Palestina” (“Commander: Iran Continues Military Enhancement until Collapse of Israel,” Fars News Agency, 2 Sept. 2015).

Alkitab memberitahu kita apa yang akan terjadi, baik terhadap Iran maupun Israel. Israel akan ditipu oleh Antikristus, dan sebagian orang Israel akan bertobat selama masa Tribulasi dan memasuki kerajaan Kristus pada saat kedatanganNya kembali. Israel yang sudah bertobat akan menjadi pusat kerajaan itu. Iran, yang adalah Persia kuno, akan bergabung dengan koalisi militer Gog/Magog yang digambarkan dalam Yehezkiel 38 dan akan koalisi militer itu akan dihancurkan di gunung-gunung Israel. “dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal. Aku akan menarik engkau dengan mengenakan kelikir pada rahangmu dan membawa engkau ke luar beserta seluruh tentaramu, yaitu pasukan berkuda, semuanya berpakaian lengkap, suatu kumpulan orang banyak dengan perisai besar dan kecil dan semuanya berpedang di tangannya. Orang Persia, Etiopia, dan Put menyertai mereka dan semuanya dengan perisai dan ketopong; . . . Aku akan menghukum dia dengan sampar dan tumpahan darah; Aku akan menurunkan hujan lebat, rambun, api dan hujan belerang ke atasnya dan ke atas tentaranya dan ke atas banyak bangsa yang menyertai dia.” (Yeh. 38:3-5, 22).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | 2 Comments

Orang Kristen Mesir Dipenjarakan Karena Membagikan Alkitab

(Berita Mingguan GITS 12 September 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Egyptian Christian,” ChristianHeadlines.com, 28 Agus. 28, 2015: “Seorang Kristen Mesir, berusia 35 tahun, sepertinya akan tetap dalam penjara selama satu hingga lima tahun karena tertangkap membagikan Alkitab di sebuah mal. Christian Post melaporakan bahwa Medhat Ishak ditangkap membagikan Alkitab pada tanggal 6 Oktober tahun lalu. Dia dijatuhi hukuman 15 hari dalam penjaran karena “membangkitkan perseteruan sektarian” dan “mengancam keamanan nasional.” Namun, kini seorang hakim telah memberikan tuduhan yang lebih berat kepad Ishak — tuduhan penghujatan. Lelaki Kristen itu kini menghadapi hukuman antara satu hingga lima tahun dalam penjara karena “menghina agama,” walaupun para pengacaranya berargumen bahwa dia sama sekali tidak melakukan hal seperti itu. Menurut pengacara Rafik Rafaat, Ishak memang ada bertemu dengan seorang lelaki Muslim di mal tersebut, walaupun ia tidak tahu dia Muslim pada awalnya. Ishak menawarkan Alkitab kepadanya, dan ketika orang itu menolak dan menjelaskan bahwa dia Muslim, Ishak meminta maaf dan pergi.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | 1 Comment