Teguran Paulus terhadap Petrus

(Berita Mingguan GITS 17 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Saya belum pernah melihat indikasi apapun dalam Alkitab yang membatasi pelayanan pemberian tegoran sehingga gembala sidang yang populer tidak perlu ditegor. Dan saya belum pernah melihat sedikit pun indikasi dalam Alkitab yang mengharuskan seorang pengkhotbah untuk memberikan tegoran hanya dalam pembicaraan pribadi saja. Para nabi di zaman dahulu menegor bahkan raja-raja yang saleh ketika mereka berkompromi rohani. “Tetapi Eliezer bin Dodawa dari Maresa bernubuat terhadap Yosafat, katanya: “Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu.” Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tak dapat berlayar ke Tarsis(2 Taw. 20:37). Paulus secara publik menegor Petrus karena kemunafikannya (Galatia 2:14).

Jika teman-teman Petrus serupa dengan banyak orang Kristen hari ini, tentunya mereka akan marah kepada Paulus karena berani sekali dia menegor hamba Tuhan, apalagi menegor dia di depan umum. “Mengapa Paulus tidak berbicara dengan Petrus secara pribadi daripada membuat isu ini isu publik?” mereka tentunya bertanya. “Jangan-jangan dia iri dengan Petrus? Ya, pastinya begitu. Siapa Paulus dibandingkan Petrus? Nanki kalau Paulus sudah berhasil memenangkan 3.000 orang kepada Tuhan dalam satu kali khotbah dan menggembalakan jemaat dengan ribuan jemaat, baru dia pantas untuk menegor orang hebat ini, dan jangan sebelumnya. Lihat saja, waktu Paulus berkhotbah di bukit Mars, hanya segelintir orang yang merespon, mungkin karena dia terlalu banyak bicara tentang pertobatan! Dan tidak seperti Petrus, Paulus tidak pernah bersama dengan Kristus waktu Dia di bumi dan tidak melihat langsung mujizat-mujizatNya ataupun mendengar langsung pengajaran sang Guru dengan telinga sendiri. Dia pikir dia itu siapa, menegor Petrus karena kemunafikan? Apa dia pikir dia sudah orang Kristen sempurna? Nah, pasti begitu. Dia mungkin penuh dengan kesombongan dan didera oleh rasa iri. Lagipula, Paulus ini membesar-besarkan masalah kecil. “Kemunafikan” Petrus yang kecil ini bukan masalah besar. Paulus harus bisa muncur sedikit dan melihat gambaran besar dari pelayanan Petrus yang sangat berbuah. Mengapa Paulus tidak menodongkan senjatanya kepada kesalahan-kesalahan yang sebenarnya, jangan malah menembak teman sendiri yang terluka! Apakah dia tidak sadar bahwa memecahbelah itu salah? Lagipula, Paulus bahkan bukan anggota jemaat Yerusalem, jadi mestinya dia urus urusan dia sendiri dan menghormati otonomi jemaat. Jika dia mau menegor seseorang, coba tegor orang-orang Yahudi dan para Gnostik, dan jangan sentuh hamba Tuhan.”

Ini adalah pemikiran yang banyak muncul di kalangan orang Kristen, tetapi ini bukan pemikiran yang alkitabiah. Tidak ada hamba Tuhan yang tidak perlu diuji oleh Firman Allah. Hamba Tuhan manapun bisa saja berbuat salah atau berkompromi. Dan jika kesalahannya atau komprominya bersifat publik atau mempengaruhi publik, maka tegorannya seharusnya publik. Memang tidak ada orang yang senang ditegor, tetapi seorang yang saleh tahu bahwa tegoran itu penting. “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu(Ams. 12:1). Yang dimaksud tegoran di sini bukanlah sikap menjatuhkan yang karnal, yang suka mengritik tanpa dasar, yang mencari-cari hal-hla yang bukan-bukan. Juga yang dimaksudkan di sini bukanlah gosip murahan, ataupun hal-hal yang didasarkan hanya pada pendapat pribadi saja. Yang dimaksudkan di sini adalah tegoran yang saleh yang diberikan dengan hikmat rohani dan didasarkan pada Firman Tuhan oleh orang-orang yang mengasihi Kristus dan memperjuangkan kemuliaanNya.

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment

Para Pekerja Kristen di Siria Diperkosa, Disalibkan, Dipenggal

(Berita Mingguan GITS 17 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christian Workers,” Christian Aid, 1 Okt. 2015: “Pada beberapa langkah dalam perjalanan mereka menuju kematian melalui pemenggalan dan penyaliban bulan lalu, 11 pekerja pribumi Kristen dekat Aleppo, Siria, diberikan pilihan untuk meninggalkan daerah tersebut dan tetap hidup. …Para misionari pribumi tersebut tidak diharuskan untuk tinggal pada basis pelayanan mereka di sebuah desa dekat Aleppo, Siria; sebaliknya, direktur pelayanan yang mendidik mereka telah meminta agar mereka pergi. Sementara Islamic State (ISIS), kelompok-kelompok pemberontak lainnya, dan pemerintah Siria mengubah Aleppo menjadi suatu zona perang penuh kehancuran, ISIS mengambil alih beberapa desa sekitar. Para pekerja Siria yang melayani di desa-desa tersebut memilih untuk tinggal agar dapat memberikan pertolongan dalam nama Kristus kepada orang-orang sekitar.

Keluarga mereka mengatakan bahwa para militan ISIS pada tanggal 7 Agustus menangkap para pekerja Kristen di sebuah desa yang namanya tidak disebutkan untuk alasan keamanan. Pada tanggal 28 Agustus, para militan bertanya apakah mereka telah meninggalkan Islam demi kekristenan. Ketika orang-orang Kristen itu menjawab bahwa mereka telah melakukan hal tersebut, para pemberontak ini bertanya apakah mereka mau kembali ke Islam. Orang-orang Kristen itu menjawab bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan Kristus. Pemimpin kelompok itu, 41 tahun, dengan putranya yang muda dan dua orang tim pengerja lainnya yang berumur 20an, diinterogasi di salah satu desa tempat ISIS telah mengumpulkan massa. Pemimpin kelompok itu bertanggung jawab atas sembilan gereja rumah yang dia bantu dirikan. Putranya dalam dua bulan akan berulang tahun ketiga belas. Di hadapan pemimpin tim itu dan keluarganya di kerumunan orang, para ekstrimis Islam itu memotong ujung jari dari putranya dan memukulinya dengan keras. Mereka memberitahu ayahnya bahwa mereka akan menghentikan penyiksaan ini hanya jika ia, sang ayah, kembali ke Islam. Ketika sang pemimpin tim menolak, kata para sanak saudara, militan ISIS juga menyiksa dan memukuli dia dan kedua pengerja lainnya. Ketiga orang bersama dengan putra itu mati disalibkan.

Delapan anggota pengerja lainnya, termasuk dua wanita, dibawa ke tempat lain di desa itu pada hari itu (28 Agus.) dan ditanyakan pertanyaan yang sama di hadapan kerumunan. Para wanita, berumur 29 dan 33 tahun, mencoba memberitahu para militan ISIS bahwa mereka hanya membagikan damai dan kasih Kristus dan bertanya apa yang telah mereka lakukan sehingga dianiaya sedemikian. Para ekstrimis Islam lalu di hadapan umum memperkosa para wanita itu, yang terus berdoa selama semua hal itu terjadi, sehingga para militan ISIS kesal dan memukuli mereka lebih lagi. Sambil kedua wanita dan keenam lelaki itu berlutut sebelum dipenggal, mereka semua berdoa.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | 2 Comments

Kelompok Ekumenis Memberkati Klinik Aborsi

(Berita Mingguan GITS 17 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, 15 orang “hamba Tuhan” Protestan dan rabbi Yahudi yang berpikiran salah, berkumpul di Cleveland, Ohio, dan memberkati klinik aborsi Preterm. “Yang sangat Rev.” Tracey Lind, Dekan dari Trinity Episcopal Cathedral, menyampaikan doa berikut: “Berkatilah bangunan ini. Kiranya tembok-temboknya berdiri kokoh melawan usaha-usaha untuk mempermalukannya. Kiranya ia menjadi terang pengharapan bagi orang-orang yang memerlukan jasa-jasanya” (“Clergy Bless Preterm Clinic,” Ohio Religious Coalition for Reproductive Choice, RCRC, 8 Okt. 2015). Doa ini ditujukan kepada Allah yang tidak menghakimi yang OK dengan pembunuhan anak-anak yang belum lahir dan hanya peduli kepada perasaan wanita. “Rev.” Laura Young, seorang “hamba Tuhan” United Methodist yang menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang “pemikir theologi yang progresif dan seorang feminis,” mengatakan, “Hati saya hancur mengetahui bahwa para wanita duduk di bangku-bangku gereja di seluruh negeri ini dengan perasaan malu, percaya bahwa mereka dikutuk karena membuat keputusan ini. Ini pertanyaan yang sering saya dapatkan lewat telpon. ‘Apakah saya akan masuk neraka?’ Ketika Allah padahal mendukung para wanita melalui semua ini” (“Clergy Bless Preterm Clinic,” RCRC). Colombus Dispatch menambahkan komentar berikut oleh Young: “Sebagai umat beriman, kita tahu bahwa kasih Allah itu konstan ketika seorang wanita sedang memutuskan untuk melakukan aborsi. Kasih Allah ada bersama dia sepanjang waktu itu” (“Clergy group blesses Cleveland abortion clinic,” Columbus Dispatch, 8 Okt. 2015).

Kasih Allah tidak terselami dan nyata melalui pengorbanan penebusan Anak Allah di Kalvari, tetapi Allah yang kudus, kudus, kudus, menuntut pertobatan dari dosa, dan Dia tidak menganggap enteng pembunuhan anak-anak. Ada dua pihak yang terlibat dalam tindakan aborsi, sang ibu dan sang anak. Jika tidak ada anak, maka tidak akan ada “ibu.” Angkatan yang narsistik ini hanya memikirkan satu pihak saja, yaitu diri sendiri, dan ini adalah salah satu tanda zaman. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama(2 Tim. 3:1-2).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Uskup Lutheran yang Lesbian Menyerukan Penurunan Salib

(Berita Mingguan GITS 10 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “World’s First Lesbian Bishop,” Breitbart, 5 Okt. 2015: “Uskup di Stockholm telah mengajukan usul agar sebuah gereja di wilayahnya menghilangkan segala bentuk salib dan menaruh tanda arah ke Mekah untuk membantu para penyembah Muslim. Eva Brunne, yang dijadikan oleh gereja Swedia pada tahun 2009 sebagai uskup pertama di dunia yang secara terang-terangan adalah lesbian, dan yang membesarkan seorang putra bersama dengan ‘istri’-nya yang juga seorang imam lesbian, Gunilla Linden, membuat usulan ini untuk membuat umat agama lain merasa lebih nyaman. … Eselon tinggi dari Gereja Swedia, sama seperti banyak gereja nasional lainnya di seluruh Eropa, sepertinya berkomitmen penuh pada misi diversifikasi. Februari lalu, sebuah gereja paroki di kota Malmo yang bagaikan Firdaus multi-budaya, mengadakan kebaktian solidaritas dengan Muslim setempat sebagai protes terhadap sebuah parade gerakan anti-Islamisasi PEGIDA di kota itu. Editor: Semakin banyak gereja yang kacau balau di dunia ini. Misi gereja adalah menjadikan segala bangsa murid Tuhan, dan mengajarkan segala perintah Tuhan. Gereja yang tidak mau menaati Firman Tuhan (misalnya dalam hal homoseksualitas), tidak mungkin tetap pada misi memenangkan dunia bagi Tuhan.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gaya Musik Kontemporer Akan Selalu Memangsa Musik Gereja “Tradisional”

(Berita Mingguan GITS 10 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini adalah kutipan dari buku Why I Left the Contemporary Christian Music Movement oleh Dan Lucarini, 2002. Berbicara mengenai seseorang yang pernah berada di dalam gerakan tersebut, sang penulis [Dan Lucarini] mengatakan bahwa dulu dia mempertahankan CCM (Contemporary Christian Music) terutama karena dia mencintai musik rock. Dalam bab 17, Lucarini menggambarkan perannya dalam menggerakkan dua gereja dari posisi musik “tradisional” ke kontemporer. Hal ini dilakukan setahap demi setahap, mulai dengan soft-rock. “Orang-orang tradisional pada awalnya diyakinkan oleh kelompok Kontemporer bahwa dua gaya musik ini bisa berjalan berdampingan secara damai. Pada kenyataannya, apa yang terjadi seiring dengan waktu adalah gereja akan terus meluncur turun pada lereng yang licin, beralih dari semua musik tradisional, ke gaya kontemporer yang paling baru dan paling ‘menantang’” (Lucarini, hal. 119). “Dengan menggunakan kebaktian campuran [mencampur dua gaya musik], kami menciptakan dua set musisi dengan keahlian yang berbeda. Kini dimulai kompetisi untuk memenangkan hati jemaat: pertarungan antar band, kira-kira begitulah. … Kaum kontemporer selalu menang melawan kaum tradisional, karena musik mereka mengobarkan keinginan dosa daging kita. Ditambah lagi jika para pemimpin gereja menyanjung musik kontemporer (CCM), dan banyak orang percaya yang akan dengan senang menukarkan musik yang lama dengan yang baru. … kebaktian gabungan musik ini bukanlah solusi jangka panjang … Sebaliknya, ini hanya suatu fase transisi untuk secara gradual memindahkan suatu kebaktian gereja dari memakai semua lagu tradisional ke memakai semua lagu kontemporer. … bahkan memisahkan menjadi dua kebaktian berbeda [bagi gereja-gereja yang mencoba untuk membuat dua kebaktian, satu dengan musik tradisional, satu dengan musik kontemporer] tidak akan bertahan lama. Segera perbedaan akan mengabur, dan pengaburan ini selalu condong ke arah kontemporer” (Lucarini, hal. 122, 123).

Posted in musik | 8 Comments

Mempertahankan Semua Kebenaran Firman Allah

(Berita Mingguan GITS 10 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Pernyataan berikut oleh Sir Robert Anderson (1841-1918), dari buku The Coming Prince, membantah kesesatan konsep doktrin yang “tidak esensial”: “Ketika Daud naik ke takhta Israel dan memilih orang-orang yang akan menjadi panglima-panglimanya, ia mengangkat sebagai pemimpin pasukannya orang-orang yang telah mendapatkan nama melalui jasa mereka dalam perang atau kehebatann mereka. Di antara tiga yang paling hebat, ada satu yang tercatat mempertahankan sebidang ladang kacang, dan mengusir sepasukan Filistin dari situ (2 Sam. 23:11-12). Bagi orang lain ini bisa jadi tidak banyak berbeda dari sebidang tanah penuh ilalang, yang tidak pantas untuk diperjuangkan, tetapi tempat ini berharga bagi orang Israel sebagai bagian dari tanah warisan yang diberikan Tuhan, dan lebih lanjut lagi bisa dipakai oleh musuh sebagai tempat berkumpul dan menyerang lebih dalam lagi. Demikian juga dengan Alkitab. Jika benar Alkitab dari Allah, maka seluruhnya memiliki nilai intrinsik yang tinggi; dan lebih lanjut lagi, pernyataan [Alkitab] yang diserang, yang bisa saja terlihat tidak penting, bisa belakangan ternyata adalah suatu sambungan dalam mata rantai kebenaran yang kita perlukan untuk hidup yang kekal.” Editor: Kita perlu membela semua doktrin dalam Alkitab. Kita tidak boleh berkata bahwa suatu doktrin tidak penting, oleh karena itu tidak perlu kita perjuangkan.

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment

Apakah Roma Adalah Pelacur dalam Wahyu 17?

(Berita Mingguan GITS 03 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Selama lebih dari seribu tahun, kaum Baptis, Protestan, dan fundamentalis telah mengidentifikasi Roma sebagai Pelacur yang disebut dalam Wahyu 17. Pada akhir dari ABAD KESEMBILAN, “Tergandus, Uskup Treves, menyebut Paus sebagai antikristus, ya, serigala, dan Roma sebagai Babel” (Martyrs Mirror, 5th English edition, hal. 240). Dalam ABAD KESEBELAS, Berenger dari Tours membongkar kesalahan dogma-dogma Roma dan mempertahankan bahwa Gereja Roma adalah Kursi Iblis (George Faber, The History of the Ancient Vallenses and Albigenses, 1838, hal. 159). KAUM WALDENSIANS, sepanjang kebanyakan sejarah mereka yang berliku, mengidentifikasi paus sebagai antikristus. Sebuah tulisan Waldensian berjudul Noble Lessons (Pelajaran-Pelajaran Mulia) yang dari tahun 1100 M, menyatakan: “Antikristus, pembunuh para orang Kudus yang telah dinubuatkan, telah muncul dalam watak aslinya, bertakhta seperti raja di kota tujuh-bukit.” Pada ABAD KE-13, kaum BOHEMIAN BRETHREN berpegang bahwa “Gereja Roma bukanlah Gereja Yesus Kristus, tetapi adalah kumpulan orang-orang jahat, dan pelacur yang duduk di atas binatang dalam kitab Wahyu. …Mereka mendeklarasikan paus sebagai pemimpin dan kepala dari semua kesalahan” (Peter Allix, Ancient Churches of Piedmont, hal. 242-259). Penerjemah Alkitab bahasa Inggris, WILLIAM TYNDALE, mengidentifikasi paus sebagai antikristus dalam tulisannya The Practice of Prelates dan dalam kata pengantar dari Perjanjian Baru yang dia terjemahkan edisi 1534. Semua pemimpin REFORMASI menganggap paus sebagai antikristus, termasuk John Huss, Martin Luther, John Calvin, dan para penerus mereka.

Pelacur rohani dalam Wahyu 17 berada sepihak dengan antikristus (bandingkan Wah. 17:3 dan Wah. 13:1), dan seperti antikristus ia memiliki dua aspek: historis dan prophetik. Dalam 1 Yohanes 2:18, Rasul berkata, “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.” Walaupun ia tidak menggenapi nubuat ini dalam bentuk akhirnya, setiap fitur dari Pelacur rohani dalam Wahyu 17 dapat ditemukan dalam Gereja Roma Katolik. Dia telah menunggangi perjalanan sejarah pada punggung raja-raja, berpakaikan jubah indah dari kirmizi dan ungu, dengan pakaian yang mahal-mahal. Dia duduk pada tujuh bukit, penuh dengan kekejian, dan memiliki cawan emas. Dia mabuk oleh darah para martir, dan penduduk dunia sungguh mabuk dengan anggur percabulannya, mengacu kepada banyaknya orang yang dengan buta mengikuti doktrin setan-setan miliki Roma.

Posted in Katolik | Leave a comment

Angkatan Laut Amerika Serikat Didirikan untuk Melindungi Amerika dari Para Penjual Budak Muslim

(Berita Mingguan GITS 03 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Antara tahun 1801-1815, Amerika Serikat yang belum lama berdiri, masuk dalam Perang Barbary dengan para penjual budak yang bermarkas di Tripoli, Tunis, dan Algeria. Dari abad 16 hingga 19, para pebudak iini menangkap diperkirakan satu hingga 1,25 juta orang Eropa kulit putih ( (Robert Davis, Muslim Masters: White Slavery in the Mediterranean). Pada bajak laut Muslim ini telah merompak kapal-kapal dagang Amerika dan memperbudak kru kapal untuk dijadikan sandera tebusan. Kebanyakan orang-orang dimasukkan ke dalam kerja paksa yang berat dan dipelihara “dalam kondisi yang sangat buruk yang memaparkan mereka pada binatang dan penyakit.” Negara-negara Muslim Barbary juga menuntut uang tebusan dari pemerintah Amerika sebagai jaminan untuk tidak menyerang kapal-kapalnya. Perbuatan bajak laut ini langsung mulai sejak Amerika mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1784. Dua tahun kemudian, Thomas Jefferson dan John Adams, dua dari bapa-bapa pendiri Amerika, diutus ke London untuk bernegosiasi dengan duta Tripoli, Sidi Haji Abdul Rahman Adja. Ketika ditanya mengapa para Muslim menyerang negara-negara yang “tidak pernah berseteru dengan mereka,” Adja menjawab, “Sangat jelas tertulis dalam Quran mereka, bahwa semua bangsa yang tidak mengakui sang Nabi adalah orang berdosa, dan adalah hak dan kewajiban bagi orang beriman untuk merampoki dan memperbudak mereka; dan bahwa setiap orang muslim yang terbunuh dalam peperangan ini sudah pasti akan masuk firdaus. Dia mengatakan juga, bahwa orang yang pertama menyerang masuk ke kepal musuh, akan memiliki satu budak di atas jatah bagiannya, dan bahwa ketika mereka melompat ke dek kapal musuh, setiap pelaut akan memegang pisau di kedua tangannya, dengan pisau ketiga di mulutnya, yang biasanya akan menimbulkan rasa takut pada musuh sehingga mereka segera menyerah” (Thomas Jefferson Papers, Series 1 1651-1827, Library of Congress).

Perhatikan bahwa para bajak laut Barbary mengutip Quran sebagai otoritas mereka untuk menyerang dan memperbudak siapapun yang tidak tunduk kepada Allah mereka. Pada tahun 1795, Amerika membayar $1 juta untuk melepaskan 115 pelaut, jumlah yang waktu itu adalah seperenam budget Amerika. Para bajak laut menuntut pembayaran tahunan dengan jumlah yang sama. Ketika Thomas Jefferson terpilih menjadi presiden Amerika kedua pada tahun 1801, dia dan teman-teman warga negaranya tidak mau menerima pemerasan dan bullying ini. Angkatan Laut Amerika dibangun untuk melindungi Amerika dari bajak laut Muslim. Salah satu tindakan yang mengesankan saat perang Barbary adalah ketika suatu pasukan delapan Marine AS dengan 400 tentara bayaran dari Yunani dan Arab, dipimpin oleh Letnan AL USA, William Eaton, melalui 600 mil padang gurun dari Aleksandria, Mesir, untuk menaklukkan kota Derne di pantai Tripoli. Tindakan ini dikenang dalam Himne Marine AS. Sampai dengan tahun 1816, negara-negara Barbary dipaksa untuk berhenti menyerang kapal-kapal Amerika dan Inggris, dan hal ini terjadi melalui intervensi pasukan bersenjata.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Islamic State Telah Mengeksekusi Lebih dari 10.000 Orang

(Berita Mingguan GITS 03 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “ISIS has killed more than 10,000,” Breitbart.com, 25 Sept. 2015: “Islamic State (ISIS/ISIL) telah mengeksekusi lebih dari 10.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak, di Irak dan Syria, sejak kelompok jihad itu mengumumkan suatu “kalifat global” pada bulan Juni 2014, demikian lapor Daily Mail Online. “Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), yang memiliki sumber-sumber rahasia di dalam wilayah ISIS, mengatakan bahwa 3.207 orang telah dibunuh di negara yang tengah dalam peperangan tersebut,” demikian pernyataan artikel itu. ‘7.700 lainnya dieksekusi di Irak, menurut Iraqi Observatory for Human Rights [IOHR], yang melacak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan ISIS.’ “Para prajurit dan penduduk sipil yang telah dipancung, ditembak mati, ditenggelamkan, diledakkan, dilempari batu hingga mati, dan yang dilemparkan dari atas gedung karena melanggar hukum-hukum ISIS yang kacau, semuanya menjadi bagian dari angka kematian yang begitu besar ini,” demikian ditambahkan. “Angka ini belum termasuk ribuan lainnya yang telah mati dalam peperangan dan bom bunuh diri – atau orang-orang tak bersalah yang dibabat oleh ekstrimis ISIS ketika mencoba melarikan diri.” SOHR memberitahu Daily Mail Online bahwa mereka melacak dan menghitung jumlah eksekusi yang dilakukan oleh kelompok teroris itu setelah ada verifikasi dari sumber-sumber lokal di lapangan. … Pembunuhan hampir 1.700 kadet di kelompok tentara Speicher di Tikrit, Irak, tidak diikutsertakan dalam angka total kematian ini karena terjadi pada tanggal 12 Juni 2014, beberapa minggu sebelum pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi mendeklarasikan kekalifahannya,’ demikian ditambahkan. ‘Demikian juga pembunuhan 5.000 orang Yazidi di propinsi Sinjar, Irak, Agustus lalu, belum dimasukkan, karena mereka ditembak oleh para pejuang ISIS ketika mereka mencoba untuk melarikan diri.’”

Posted in Islam | Leave a comment

Lebah-Lebah yang Hebat

(Berita Mingguan GITS 03 Oktober 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 30 Des. 2014: “Para ilmuwan telah sejak lama mengetahui bahwa lebah madu (honey bee) mengkomunikasikan lokasi sumber-sumber nektar kepada teman-teman sarang mereka. Bahasa yang dipakai oleh banyak spesies lebah telah berhasil dipecahkan. Sementara itu, untuk waktu yang lama, lebah jenis bumblebee dianggap tidak mengkomunikasikan lokasi sumber makanan kepada teman mereka di sarang. Bagaimanapun juga, sudah sangat mengherankan bahwa makhluk yang sederhana seperti honeybee bisa menguasai kemampuan komunikasi yang canggih, masakan lebah jenis bumblebee yang lebih sederhana lagi juga bisa? Penelitian menyingkatpkan bahwa minimal ada beberapa jenis bumblebee dan jenih lebih lainnya yang tidak memiliki sengat yang berkomunikasi di antara mereka sendiri. Sebagaimana diperkirakan, bahasa ini berbeda dari satu spesies ke spesies lain. Satu spesies bumblebee melaporkan penemuannya kepada teman-temannya dengan cara berlari zig-zag di atas sarang dan menubruk temannya itu. Ini membuat teman-temannya itu mengecek kualitas nektar yang baru saja dia bawa. Jika dia membawa beberapa gumpal yang berkualitas bagus, mereka akan ikut dia untuk mengambil lebih banyak lagi. Spesies lain menaruh jejak bau ke sumber makanan. Ketika anggota dari spesies lain lagi menemukan sumber makanan yang bagus, dia memberitahukannya kepad ateman-temannya melalui serangkaian getaran. Sambil dia menyatakan tinggi dari sumber makanan itu melalui berapa cepat dia membuat getaran, dia melakukan suatu tarian memutar yang mengkomunikasikan sisa instruksi yang perlu diketahui. Alkitab sangat akurat ketika mengatakan bahwa seluruh ciptaan dapat memuji Allah. Bahasanya bisa berbeda; bentuk komunikasinya bahkan bisa sajat tidak mirip komunikasi bagi kita. Tetapi kini kita tahu bahwa karena komunikasi adalah karunia dari Allah, bahkan makhluk sederhana dapat diberikan karunia ini oleh Pencipta mereka.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment