Fragmen Injil Markus dari Abad Pertama

(Berita Mingguan GITS 31 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Sepertinya sebuah fragmen Injil Markus dari abad pertama telah ditemukan di sebuah mumi Mesir. Fragmen ini adalah bagian dari pembungkus muka mumi tersebut, yang terbuat dari lembar-lembar papirus yang direkatkan bersama secara berlapis-lapis dan setelah itu dicat. Para ilmuwan dan ahli, dipimpin oleh Craig Evans dari Acadia Divinity College telah menemukan cara untuk melepaskan lem yang merekatkan kumpulan papirus itu dan menarik keluar tiap-tiap lembarnya masing-masing, dengan tinta asli tulisan pada papirus-papirus itu masih utuh. (“Ancient Biblical text discovered in an Egyptian mummy mask,” Science Alert, 20 Jan. 2015). Evans memberitahu Live Science, “Kami sedang menemukan ulang dokumen-dokumen kuno dari abad pertama, kedua, dan ketiga. Bukan hanya dokumen Kristen, bukan hanya dokumen Alkitab, tetapi teks-teks Yunani klasik, kertas-kertas bisnis, berbagai dokumen biasa lainnya, surat-surat pribadi. Dari satu tutup muka, tidaklah aneh untuk mendapatkan satu dua lusin, atau bahkan lebih. Kami pada akhirnya akan mendapatkan ratusan papirus ketika pekerjaan ini sudah selesai, bahkan bisa jadi ribuan.” Tim tersebut telah menetapkan tanggal fragmen Injil Markus itu ke tahun sekitar 90 M, melalui carbon-14, analisis tulisan, dan dokumen-dokumen lain yang didapatkan bersama dengannya. Ketika dokumen itu diterbitkan, kemungkinan belakangan tahun ini, kita akan tahu lebih banyak lagi, termasuk bagian Injil Markus mana yang tertulis di papirus itu. Penanggalannya lalu akan dikritisi oleh berbagai ahli lainnya. Tetapi ini adalah penemuan besar. Bisa jadi ini adalah fragmen Injil yang paling awal yang pernah ditemukan, yang semakin menambah otentisitas Kitab Suci Perjanjian Baru dan menyediakan lebih banyak lagi bukti untuk membantah teori liberal kuno bahwa kitab-kitab Injil ditulis lama setelah peristiwa-peristiwanya terjadi. Saat ini, fragmen Injil tertua adalah Rylands Library P52 (P singkatan dari papirus), yang adalah sepenggal Injil Yohanes yang ditanggali antara 117 hingga 138 M. Sebelum ini, bagian Injil Markus yang paling tua yang ditemukan adalah P45, yang ditanggali 200-250 M.

Posted in Alkitab, Arkeologi | Leave a comment

Pemerintahan Obama Menolak RUU yang Akan Melarang Aborsi Setelah Kehamilan Lima Bulan

(Berita Mingguan GITS 31 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Dukungan Presiden Barack Obama terhadap pembunuhan anak-anak yang belum lahir sekali lagi terlihat jelas dalam tindakan pemerintahannya yang menolak suatu RUU yang bertujuan untuk melarang aborsi setelah kehamilan 20 minggu. Gedung Putih menyebut RUU itu sebagai “serangan terhadap hak wanita untuk memilih,” dan adalah “opresif.” RUU H.R. 36 diajukan oleh Senator Trent Franks, dan mendapat dukungan luas, dengan hampir 160 sponsor. Office of Management and Budget yang di Gedung Putih memberi pendapat, “Wanita seharusnya bisa membuat pilihan mereka sendiri tentang tubuh mereka dan layanan kesehatan mereka, dan pemerintah tidak boleh mencampuri keputusan yang dibuat antara seorang wanita dengan dokternya.” Aborsi bukanlah masalah tubuh wanita; aborsi adalah mengenai tubuh seorang bayi. Dan pemerintahan Obama yang munafik sama sekali tidak bermasalah mencampuri banyak urusan pribadi lainnya kalau itu memang yang mereka mau lakukan. Kongres (semacam DPR) Amerika sekarang dikuasai oleh partai Republik, dan dua tahun berikutnya akan menjadi tahun-tahun presiden Obama banyak melakukan veto terhadap berbagai RUU yang keluar dari Kongres. Christian News Network melaporkan, “Mayoritas anak-anak yang diaborsi setelah kehamilan 20 minggu, kehilangan nyawa mereka melalui suatu prosedur yang disebut dilatasi dan evakuasi (D&E). Dilatasi dan evakuasi melibatkan pertama memasukkan obat yang akan menghentikan jantung si bayi. Lalu leher rahim sang ibu didilatasi (dibuka), dan bayi itu dikeluarkan sepotong demi sepotong dengan alat forceps. Menurut laporan, dokter pelaku aborsinya akan merangkai kembali potongan-potongan badan bayi itu di atas nampan untuk memastikan tidak ada yang ketinggalan di dalam” (“Obama Administration Opposes Bill,” Christian News Network, 21 Jan. 2015).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Mempelajarai Ciptaan Allah Adalah Suatu Petualangan

(Berita Mingguan GITS 31 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Almarhum astronomer, Edwin Hubble, mengatakan, “Diperlengkapi dengan kelima inderanya, manusia menjelajahi alam semesta di sekitarnya dan menyebut petualangan itu ilmu pengetahuan” (The Nature of Science, 1954). Sejauh yang kita tahu, Dr. Hubble tidak pernah mengaku percaya Kristus, jadi dia bahkan belum bisa mulai memahami betapa ilmu pengetahuan itu suatu petualangan. Sebelum saya diselamatkan, saya menikmati membaca. Saya membaca banyak topik, dan saya tertarik akan banyak hal, tetapi ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang mendalam dan mendasar. Belajar bukan sungguh-sungguh suatu petualangan seru. Memang ada kalanya semua itu menarik dan bahkan menakjubkan, tetapi secara keseluruhan mempelajari kehidupan membawa kebingungan, mematahkan semangat, dan mengecewakan. Dua pikiran sering muncul pada diri saya pada waktu itu: Siapa yang bisa tahu pasti apa yang benar? Dan apa gunanya saya belajar banyak hal, karena saya akan mati? Tetapi sejak saya diselamatkan, semuanya menjadi berubah. Saya memiliki “kunci” belajar, yaitu pengenalan akan Allah yang sejati dalam Yesus Kristus dan memiliki WahyuNya dalam Alkitab. Saya telah dipanggil “keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib” (1 Petrus 2:9). Sekarang, belajar sungguh-sungguh adalah suatu petualangan. Tidak peduli apapun yang saya pelajari, dari sejarah manusia hingga ilmu alam, saya memiliki terang untuk menafsirkan setiap subjek dengan benar, dan saya memiliki motivasi untuk melakukannya karena saya mengenal sang Pencipta, dan saya tahu bahwa saya memiliki hidup yang kekal. Semua yang saya pelajari tentang kehidupan menunjuk kepada Allah, dan itu membuat segala sesuatu menjadi suatu petualangan. Johannes Kepler, penemu hukum alur gerak planet-planet, memahami hal ini. Seperti kebanyakan bapa-bapa sains modern, ia percaya pada Allah dalam Alkitab dan pada penciptaan ilahi, dan dia berkata, “Saya hanyalah memikirkan pikiran-pikiran Allah. Karena kami para astronom adalah imam-imam dari Allah yang maha tinggi berkaitan dengan buku alam semesta, adalah baik bagi kami untuk merenung, bukan tentang kemuliaan pikiran kami, tetapi sebaliknya, di atas segala yang lain, kemuliaan Allah.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kemunafikan Berteman dengan Katolik Tetapi Tidak dengan Mormon

(Berita Mingguan GITS 24 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kemunafikan dan ketidakkonsistenan gerakan Ekumene terlihat jelas baru-baru ini di Cairns Christian Ministers Network (CCMN, terletak di Cairns, Queensland, Australia). Pada tanggal 13 Januari, CCMN membuat suatu pernyataan bahwa mereka tidak mendukung kebaktian World Day of Prayer lokal pada bulan Maret, karena acara itu akan dilaksanakan di gereja Mormon. Pengumuman menyatakan bahwa “CCMN (secara korporat maupun individu) dengan tegas tidak mendukung kepercayaan gereja Mormon dalam bentuk apapun.” Dua hari kemudian, CCMN mengirimkan suatu pengumuman lain yang mempromosikan Kebaktian Blessing Cairns yang diadakan tahunan di Katedral Katolik St. Monica. Mereka mengatakan, “Kami percaya kamu akan diberkati juga tahun ini. Gembala-gembala dari sepuluh denominasi berpartisipasi tahun ini, memberi kesaksian jelas kepada kota kita bahwa kita sungguh adalah satu Gereja.” Tetapi mereka sebenarnya bukan satu. Mereka memisahkan kaum Mormon yang kasihan itu, walaupun Mormon juga memakai nama Kristus. Kelompok ekumene mengritik kaum “fundamental” sebagai orang-orang yang suka menghakimi dan bersikap Farisi karena menguji segala sesuatu berdasarkan Firman Allah, tetapi ketika mereka sendiri menghakimi kaum Mormon atau Unitarian atau yang lainnya, maka itu boleh-boleh saja. Ini tidak konsisten. Kalau mau memisahkan diri dari kesesatan, maka harus dilakukan konsisten. Jika boleh menghakimi sebagian sekelompok doktrin sebagai doktrin yang sesat, maka semua doktrin yang salah harus dinilai dan dihakimi juga. Jika boleh menghakimi “kristus” palsu Mormonisme dan injil palsu mereka berdasarkan 2 Korintus 11:4, maka sama bolehnya untuk menghakimi “kristus” palsu Roma yang berupa “roti hosti” dan injil sakramental mereka yang dimulai dari kelahiran melalui baptisan.

Posted in Ekumenisme | 1 Comment

Kepemimpinan yang Lemah Bisa Berbahaya

(Berita Mingguan GITS 24 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kepemimpinan adalah hal yang sulit, terutama ketika melibatkan peneguran, memberi peringatan, dan disiplin, dan seringkali hal-hal ini memang harus dilakukan oleh pemimpin. Kita semua ingin disukai. Kita lebih memilih untuk menjadi populer daripada tidak populer, tetapi hal ini bisa menghalangi kita untuk menolong orang-orang yang seharusnya kita pimpin. Ini adalah jerat yang dapat menyandung pemimpin manapun, dari seorang ayah atau ibu, ke seorang polisi, ke seorang gembala sidang. Baru-baru ini saya membaca tentang serangan seekor beruang grizzly di sebuah taman nasional di Amerika. Dua orang yang terbunuh adalah pekerja di taman nasional itu, dan mereka sebenarnya sudah diberikan instruksi dan peringatan mengenai bagaimana harus bersikap ketika berhadapan dengan beruang, tetapi para pemimpin di sana (dalam hal ini para ranger taman dan manager) tidak selalu mengetatkan peraturan tersebut. Salah satu pemimpin di sana dideskripsikan sebagai seseorang yang “sangat populer di antara bawahannya; gayanya cenderung ringan dan penuh canda.” Dan walaupun dia “menyatakan peraturan” tentang keselamatan berurusan dengan beruang, dia tidak selalu memastikan peraturan itu diikuti dengan baik. Ketika dia diberitahu bahwa ada pegawai-pegawai wanitanya yang mengabaikan “peraturan” yang dia buat, dan malam-malam jalan-jalan ke daerah beruang untuk pacaran, dia “mengangkat tangan” dan mengatakan bahwa “ada batasan seberapa banyak nasihat yang bisa diberikan sebelum kita dianggap tukang celoteh yang membosankan, dan bahwa dia merasa dia sudah sampai kepada batasan tersebut.” Motivasinya adalah dia ingin populer, dan tidak dianggap “tukang celoteh yang membosankan.” Dalam kasus ini, wanita-wanita yang bersangkutan tidak terbunuh oleh beruang, tetapi ada dua orang lain yang terbunuh. Kita semua ingin “disukai,” tetapi kasih yang sejati menjalankan teguran dan disiplin yang saleh. Alkitab mengatakan, “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya” (Ams. 13:24). Orang tua bijak yang mengasihi anaknya akan mengoreksi dan menghukum dia walaupun terasa sulit, karena sang orang tua lebih peduli kepada anak itu dan hubungan anak itu dengan Tuhan dan karakter dan masa depannya daripada perasaannya sendiri dan kenyamanannya sendiri. Ini juga adalah salah satu motivasi besar bagi seorang gembala untuk melaksanakan disiplin. Disiplin tidak pernah mudah, baik bagi yang memberi maupun menerimanya, tetapi ini hal yang penting di dunia yang jatuh dalam dosa ini, dan ketika dilakukan dengan benar sesuai dengan Firman Allah, ini adalah suatu tindakan kasih yang besar.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Laodikia dan Hukum Termodinamika Kedua

(Berita Mingguan GITS 24 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (Wahyu 3:15-16). Salah satu dari banyak pelajaran dari perikop ini adalah fakta bahwa orang percaya harus berapi-api bagi Tuhan, dan jika tidak ia akan mundur. Tidak ada daerah netral. Saya entah sedang “menuju tempat yang lebih tinggi,” atau saya sedang mundur. Untuk tetap panas memerlukan banyak usaha. Begitu saya selesai menuangkan kopi pagi saya, sebelum saya menyeruputnya, gelas kopi itu sudah mulai mendingin. Kami memiliki sebuah teko air panas yang bekerja 24/7 di rumah kami, tetapi air di situ tetap panas hanya karena ada aliran listrik yang konstan ke elemen-elemen pemanasnya. Para ilmuwan menyebut prinsip ini sebagai Hukum Termodinamika Kedua. Ada suatu hukum universal tentang pembusukan, peluruhan, yang mengingatkan kita bahwa kita hidup di dunia yang jatuh dalam dosa. Untuk mempertahankan apapun memerlukan aplikasi energi yang konstan, apakah itu kekuatan otot tubuh, hingga mobil yang tetapi kinclong, dan ini benar di dunia rohani maupun fisik. Sumber energi yang mempertahankan hidup kekristenan tetap panas adalah keselamatan pribadi yang dipahami dengan baik, persekutuan yang intim dengan Kristus, hubungan yang mendalam dengan FirmanNya, iman dan ketaatan seorang murid. Hidup Kristen yang panas adalah tentang semangat, gairah, roh yang berapi-api, fokus, kesetiaan yang tidak berubah, dan kasih mula-mula.

Posted in Renungan | Leave a comment

Hillsong Masih Memuaskan Telinga Orang

(Berita Mingguan GITS 17 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Beberapa tahun yang lalu, Brian Houston, gembala sidang senior dari Gereja Hillsong di Sydney, ditanya oleh seorang wartawan koran mengenai mengapa gerejanya begitu sukses di suatu negara seperti Australia, yang jelas-jelas tidak begitu mendukung kekristenan. Dia menjawab, “Kami memberikan kepuasan kepada orang-orang di tempat mereka ingin dipuaskan” (“The Lord’s Profits,” Sydney Morning Herald, 30 Januari 2003). Sungguh menyegarkan mendengar kejujurannya dalam mengakui bahwa ia menggenapi nubuat. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya” (2 Tim. 4:3). Angkatan yang sesat yang digambarkan oleh nubuat ini memiliki telinga yang gatal untuk mendengar hal-hal baru dan cerita-cerita fiksi, dan ada begitu banyak guru-guru yang berlombaan untuk memuaskan keinginan tersebut.

Salah satu cara utama Hillsong memuaskan keinginan telinga orang-orang yang sesat adalah melalui musik mereka, yang diakui dalam ulasan dari album Young & Free milik Hillsong, yang berjudul “This Is Living,” sebagai berikut: “Mungkin terdengar aneh, tetapi YESUS JELAS TERDENGAR MERDU DI LANTAI JOGET. Sementara Hillsong Worship dan Hillsong UNITED berfokus pada suara-suara yang jelas lebih seperti stadium pop-rock, Hillsong Young & Free (Y&F) hadir bagi mereka yang ingin membawa Yesus ke dalam area musik dansa elektronik. Dengan beat-beat yang bergoncangan dan lampu-lampu disko yang gemerlap membingungan, Y&F telah memberikan musik penyembahan suatu suara terbaru yang bisa ditandingkan dengan musiknya Meghan Trainor dan Bruno Mars . . . Dengan semakin banyaknya anggota UNITED yang beranjak dari keremajaan, Y&F telah menjadi pionir untuk memimpin orang-orang yang lebih muda kepada Yesus DENGAN MUSIK YANG MENGGELITIK TELINGA MEREKA dan membuat mereka BERJOGET DEMI INJIL” (“Hillsong Young and Free,” Hallels.com, 6 Jan. 2015). Tidak diragukan bahwa Hillsong adalah salah satu penggelitik telinga yang paling hebat di planet ini. Angkatan ini mencari suatu “perasaan,” dan CCM sungguh memuaskan keinginan telinga itu.

Posted in Kharismatik/Pantekosta, musik | Leave a comment

Yang Mati dan yang Terluka Ketika Mencoba Menyentuh Patung Yesus

(Berita Mingguan GITS 17 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Dua orang mati dan ribuan lainnya harus mendapatkan pertolongan medis dalam keributan yang terjadi dalam penyembahan suatu patung Roma Katolik yang diklaim sebagai Yesus di Filipina. Lima juta orang tanpa kasut kaki melakukan penyiksaan untuk pengampunan dosa, dan mereka membanjiri jalanan ketika patung itu diparadekan melalui kota Manila sebelum kunjungan Paus Fransiskus. Kerumunan yang sudah kacau itu ingin menyentuh patung itu, atau menggesekkan pakaian mereka kepadanya, dengan suatu kepercayaan kafir bahwa mereka bisa mendapatkan transfer berkat dan mujizat dari suatu patung yang mati. Patung dari abad 17 yang terkenal itu menggambarkan Yesus sebagai seorang yang berkulit agak gelap, berambut panjang, dengan halo di kepala dan membawa salib. Patung ini disetujui untuk disembah oleh Paus Innocent X tahun 1650. Pada tahun 1880, Paus Pius VII memberikan patung itu berkat kepausan dan dia mengumumkan pengampunan dosa penuh bagi barangsiapa y ang berdoa di hadapannya. Patung ini dikeluarkan untuk penyembahan umum tiga kali setahun: Hari Tahun Baru, tanggal 9 Januari, yaitu hari prosesi patung, dan Jumat Agung. Hal seperti ini persis sama dengan yang dilakukan oleh orang-orang Hindu, mengharapkan berkat dan kemujuran dari patung-patung mereka. Tahun lalu, suatu rutinitas baru dimulai untuk patung yang disebut Black Nazarene itu. Patung Yesus itu berhenti di Basilica Minore de San Sebastián, tempat sebuah patung Maria (Our Lady of Mount Carmel), dikeluarkan dan diangkat oleh para imam untuk “melihat” dan “bertemu” dengan patung Black Nazarene. Sambil patung Yesus itu dibawa dari basilika tersebut, para imam dengan perlahan memutar patung Maria itu, seolah sedang “menonton” sang Black Nazarene berangkat (Ricky Velasco, Doctor Love radio show, DZMM 630, Manila, 9 Jan. 2014). Katanya ini mengisahkan Stasiun Salib keempat yang mitologis di Yerusalem, tempat katanya Yesus bertemu Maria ketika sedang dibawa ke tempat penyaliban. Tentu saja tidak ada ritual Katolik yang lengkap kalau tidak ada Maria-nya. Kekristenan yang palsu adalah hasil mahakarya Iblis dan telah menjadi batu sandungan bagi banyak sekali orang. Mereka melihat hal-hal seperti ini dan berpikir, “Kekristenan hanyalah suatu agama palsu dan sia-sia seperti lainnya,” tanpa pernah mengenal kekristenan yang sejati. Tidak ada satu halpun yang dilakukan itu yang didukung oleh Kitab Suci, dan nabi Yesaya memperingatkan ““Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar” (Yes. 8:20).

Posted in Katolik | 1 Comment

Tujuan Einstein

(Berita Mingguan GITS 17 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

“Albert Einstein pernah berkata, ‘Saya ingin mengetahui pikiran Allah dengan cara yang matematis.’ Einstein menginginkan suatu persamaan, yang mungkin panjangnya hanya beberapa centimeter, yang dapat merangkumkan semua hukum alam, keindahan, keagungan, dan kekuatan alam semesta ke dalam satu persamaan. Itulah tujuan hidupnya” (“Einstein,” History Channel). Einstein, seorang Yahudi berdasarkan kelahiran, adalah seorang yang brilian dan memiliki karunia untuk memahami hukum-hukum “alam,” dan dia tahu bahwa hukum-hukum itu memerlukan seorang Desainer. Tetapi, menurut kesaksiannya sendiri, dia tidak pernah mengenal Desainer itu karena dia telah menolak Firman sang Desainer. Alkitab tidak merangkumkan misteri-misteri alam semesta ke dalam satu persamaan, tetapi Alkitab ada merangkumkan misteri-misteri itu ke dalam pernyataan-pernyataan indah dan penting yang memerlukan kekekalan untuk dapat dipahami sepenuhnya. Misalnya yang satu ini: “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi” (Ibr. 1:1-3).

Dalam paragraf yang singkat ini, yang terdiri dari kata-kata yang sederhana, kita mendapatkan jawaban kepada pertanyaan-pertanyaan terpenting tentang kehidupan dan misteri terbesar dalam alam semesta ini. Kita menjadi tahu bahwa da Allah. Alkitab tidak mencoba membuktikan keberadaan Allah, karena keberadaanNya jelas dari karyaNya. Suatu alam semesta yang harus digambarkan sebagai “indah, agung, hebat,” haruslah memiliki Pencipta yang indah, agung, dan hebat. Allah memberikan manusia cukup akal budi untuk memahami hal ini, kecuali manusia mengkorupkan pikirannya sendiri melalui pemberontakan. Kita juga belajar bahwa Allah memiliki Anak, dan Anak ini adalah gambar wujud pribadi Allah sendiri, dan bahwa sang Anak adalah Pencipta. Kita belajar bahwa Allah memiliki kasih yang begitu besar bagi manusia sehingga AnakNya mati di atas salib bagi manusia. Kita belajar bahwa sang Anak saat ini sedang duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan bahwa Anak menopang segala sesuatu melalui kuasa FirmanNya. Kata “menopang” juga bisa diterjemahkan “mengangkat” dan “menanggung.” Yesus Kristus, Anak Allah yang kekal, menopang alam semesta ini dengan kemahakuasaanNya. “Partikel Allah” adalah Allah sendiri (bukan bahwa ciptaan itu adalah Allah, tentunya. Puji syukur bahwa kita tidak perlu sepintar Einstein untuk mengenal Allah yang indah ini. Kita hanya perlu merendahkan diri dan bertobat akan dosa dan menaruh iman percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengapa Rumah Tangga Kristen Menghasilkan Pemberontak Rock & Roll?

Oleh Dr. David Cloud

diterjemahkan: Dr. Steven Liauw

 

Saya tumbuh besar di sebuah rumah tangga Kristen, tetapi menghabiskan banyak tahun hidup saya sebagai seorang “pemberontak rock & roll” sebelum Tuhan dengan penuh rahmat menyelamatkan saya (Kis. 11:18) pada tahun 1973, pada usia 23 tahun. Ketika kita memandang ke gereja-gereja sekeliling kita hari ini, bahkan gereja-gereja yang percaya Alkitab, kita melihat pola ini terulang banyak kali. Apa penyebabnya?

 

Tanggung Jawab Tiga Lapis

Alkitab mengajarkan bahwa ada tanggung jawab tiga lapis dalam membesarkan anak-anak Kristen.
Pertama, anak itu sendiri bertanggung jawab di hadapan Allah. “Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya” (Amsal 20:11).

Walaupun orang tua dan gereja memiliki pengaruh yang dramatis dan besar terhadap orang-orang muda, tidak ada seorang pun yang akan dapat berdiri di hadapan Tuhan dan mengklaim bahwa dia tidak mengetahui kebenaran atau dapat menyalahkan orang lain untuk pemberontakannya. Yesus Kristus memberikan terang kepada setiap manusia (Yohanes 1:9). Kitab Roma menggambarkan tiga jenis terang: terang dari alam ciptaan (Roma 1:20), terang hati nurani (Roma 2:11-16), dan terang Kitab Suci (Roma 3:1-2). Ketika seseorang meresponi terang yang ia miliki, Allah memberikannya lebih banyak terang. Allah sendirilah yang menerangi manusia dan membimbing mereka kepada kebenaran, tetapi mereka harus merespon. Kitab Amsal menggambarkan hal ini:

Continue reading

Posted in Keluarga | 9 Comments