Merayakan Pengkhotbah-Pengkhotbah Wanita

(Berita Mingguan GITS 17 Juli 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah Pertemuan Umum Cooperative Baptist Fellowship, para pengkhotbah wanita dirayakan melalui sebuah acara penandatanganan buku “This Is What a Preacher Looks Like.” Buku itu, yaitu suatu kumpulan khotbah-khotbah oleh 36 wanita Baptis, diberi judul sesuai dengan suatu T-shirt yang populer yang muncul dua tahun lalu saat ulang tahun ke-25 dari Baptist Women in Ministry. Sekalipun tidak ada yang salah dengan seorang wanita berkhotbah dan mengajar, selama dia mengajar wanita-wanita dan anak-anak, Firman Allah melarang seorang wanita untuk mengajar atau memerintah atas laki-laki (1 Timotius 2:12). Tidak ada rasul perempuan dan tidak ada gembala sidang perempuan di gereja-gereja mula-mula. Pada kenyataannya, seorang wanita tidak memenuhi syarat untuk menjadi seorang gembala-penatua menurut standar dalam 1 Timotius 3 dan Titus 1, kecuali dia dapat dengan suatu cara menjadi “suami dari satu istri.” Wanita-wanita sangat penting bagi pelayangan Kristus, tetapi yang tidak mau menyerahkan diri terhadap Firman Allah adalah pemberontak. Mereka memprotes, “Siapakah kamu sehingga berani mengatakan bahwa Allah tidak memanggil saya untuk berkhotbah?” Jawaban saya adalah, “Bukan saya yang mengatakannya, Allah yang mengatakannya.” Cooperative Baptist Fellowship (CBF) adalah suatu grup liberal yang pecah dari Southern Baptist Convention beberapa dekade yang lalu. Baptist Women in Ministry, yang berafiliasi dengan CBF, menjual sebuah buku (The Wisdom of Daughters) pada Pertemuan Umum 2002 yang mendukung lesbianisme, aborsi, penyembahan dewi wanita Sophia, dan praktek Wicca. Banyak gereja baptis yang berhaluan ganda kepada Cooperative Baptist Fellowship sekaligus Southern Baptist Convention, yang adalah bukti jelas bahwa denominasi Southern Baptist berada dalam kompromi yang mendalam. Saya anjurkan jauhi mereka.
EDITOR: Allah mengasihi baik laki-laki maupun perempuan, dan keduanya sama berharga di mata Tuhan. Kekristenan yang alkitabiah adalah yang pertama menentang penindasan, pelecehan, ataupun pengeyampingan wanita. Di mana-mana ada kekristenan yang Alkitabiah, wanita dihargai. Tetapi di zaman modern ini, Iblis berhasil menipu wanita untuk meninggalkan posisi dan fungsi mereka yang unik sebagai wanita, untuk mengambil alih posisi dan fungsi pria. Allah menciptakan laki-laki dan wanita dengan tujuan masing-masing. Kepemimpinan dalam rumah tangga, telah Allah berikan kepada pria, dan demikian juga dalam jemaat. Wanita sangat diharapkan untuk melayani dalam jemaat lokal, tetapi posisi kepemerintahan dalam jemaat berada pada pria. Firman Tuhan sangat jelas dalam hal ini.

This entry was posted in Gereja, Wanita and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *