Jaringan Lunak Triceratops

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Triceratops,” creation.com, 19 Nov. 2016: “Lapisan-lapisan jaringan yang lunak dan dapat dilenturkan telah ditemukan di bagian depan tanduk seekor Triceratops. Ketika diperiksa di bawah sebuah mikroskop elektron, sel-sel tulang yang disebut osteosit dapat terlihat bersamaan dengan terpeliharanya struktur sel tersebut secara luar biasa. Bahkan juga termasuk terpeliharanya protein tipis yang mencuat dari membran sel, yang disebut filipodia. Para filipodia ini berukuran diameter kurang dari 300 nm dan dapat terlihat bercabang-cabang ke dalam matriks tulang yang mendasarinya. Sebagian kaum skeptik di masa lalu telah mencoba untuk meremehkan klaim adanya jaringan lunak pada fosil sebagai hanyalah biofilm yang ditinggalkan oleh bakteri. Laporan spesial dari Proyek iDINO (yang dilakukan oleh Creation Research Society) membantah para skeptik ini dengan cara mempertunjukkan di bawah mikroskop elektron, bahwa yang terlihat bukanlah sekedar biofilm, tetapi jaringan lunak berstruktur kompleks di dalam tulang dinosaurus. Semua ini adalah bukti kuat melawan ide bahwa fosil-fosil ini berusia 65 juta tahun, sebagaimana diklaim oleh para evolusionis. Baru-baru ini, Brian Thomas dan Vance Nelson mengukur umur karbon sejumlah fosil dinosaurus, termasuk dua spesimen dari Triceratops horridus. Kedua spesimen itu menghasilkan usia 33.570 ± 20 tahun, dan 41,010 ± 220 tahun. …waktu paruh dari DNA mitokondria burung Moa, dilaporkan dalam literatur sebagai 521 tahun. Hal ini menambah masalah bagi evolusi, karena DNA, sel-sel darah merah, protein-protein tulang, dll., seharusnya tidak ada lagi dalam fosil-fosil kuno jika memang fosil-fosil itu sedemikian tua.

Dalam laporan spesial proyek iDINO itu, Brian Thomas menerbitkan sebuah paper tentang materi biologis yang asli dalam fosil, dan dia mendiskusikan penemuan protein (misal kolagen) dan DNA dalam fosil-fosil dari strata-strata yang berbeda-beda. Dia juga mendiskusikan mekanisme pemeliharaan yang dipakai oleh para skeptik ketika mencoba menjelaskan mengapa materi biologis dapat ditemukan dalam fosil-fosil yang dikatakan sangat kuno tersebut. Ide bahwa jaringan lunak dapat bertahan 65 juta tahun adalah masalah besar bagi evolusi karena kita mengantisipasi jaringan lunak untuk hancur dalam jangka waktu yang jauh lebih pendek. Pemeliharaan jaringan lunak dalam dinosaurus cocok sekali dengan pemahaman Alkitab bahwa fosil dinosaurus adalah bukti adanya penguburan cepat oleh air bah yang bersifat global beberapa ribu tahun yang lalu.

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *