Para Ilmuwan Telah Menemukan Air “Jauh Lebih Dalam” dari yang Diperkirakan Sebelumnya

(Berita Mingguan GITS 26 November 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa mineral-mineral dekat dengan mantel bumi dapat menyimpan air dalam jumlah yang besar sekali. “Para ilmuwan menjalankan simulasi kompleks pada mineral brucite, yang membentuk sebagian dari mantel Bumi, telah menyimpulkan bahwa MINERAL INI BISA MENYIMPAN AIR DI BAWAH TEKANAN TINGGI, HINGGA 595 KILOMETER DI BAWAH PERMUKAAN BUMI – jauh lebih dalam dari perkiraan sebelumnya. …ahli geologi Mainak Mookherjee, dari Florida State University [mengatakan,] ‘Kami tidak mengira air bisa ditampung oleh mineral-mineral seperti brucite pada kedalaman seperti ini. Tetapi sekarang kita tahu bahwa ada hal seperti ini, kita perlu menghitung berapa banyak air yang dapat secara efektif tersimpan di dalamnya.’ Setiap tahun, milyaran ton air didorong ke dalam tanah melalui proses subduksi, ketika satu lempeng tektonik menaiki lempeng lainnya. Ini adalah bagian dari siklus air yang sama penting dengan turunnya hujan dan penguapan. …Dan brucite hanyalah sebagian dari cerita ini: mineral-mineral berafiliasi air lainnya, seperti mika, lawsonite, serpentine, juga bisa jadi terlibat. …air dapat ditemukan jauh di bawah tanah – sedalam 660 kilometer – melalui mineral ringwoodite” (“Water could be lurking much deeper in our planet than we thought,” Science Alert, 24 Nov. 2016). Ini mengingatkan kita tentang sebuah perikop di sebuah kitab yang kuno, Kejadian, “Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat [KJV: fountains of the great deep] dan terbukalah tingkap-tingkap di langit” (Kej. 7:11).

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *