Simson dan Gerbang Filistin

(Berita Mingguan GITS 5 April 2014, sumber: www.wayoflife.org)
“Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron” (Hak. 16:3). Kekuatan Simson yang diberikan oleh Allah sungguhlah luar biasa. Dia membunuh seekor singa seolah-olah anak domba (Hak. 14:6). Dia membunuh 1000 orang Filistin dengan rahang keledai (Hak. 15:15). Dan dia memindahkan sepenuhnya gerbang suatu kota. Gaza adalah kota utama Filistin dan diperkuat oleh tembok-tembok tinggi dan sebuah gerbang yang besar, setidak-tidaknya tiga meter tingginya dan tiga meter lebarnya, cukup kuat untuk bertahan melawan pasukan musuh yang menyerang. Gerbang di Asdod, suatu kota Filistin yang lebih kecil, memiliki lebar 3 meteran. (M. Dothan, “The Foundation of Tel More and of Ashdod,” Israel Exploration Journal, 23, 1973, I, hal. 10-11), dan gerbang-gerbang Ekron, juga sebuah kota yang lebih kecil, setebal tiga meter (Ekron – A Philistine City,” Israel Ministry of Foreign Affairs, 23 Nov. 1999). Gerbang di Gaza semestinya terdiri dari dua pintu yang tebal yang bisa dipalang, dan engsel di sampingnya kemungkinan berputar pada kantong batu. Banyak gerbang kuno yang juga dilapisi logam, atau minimal diperkuat oleh lempeng-lempeng logam. Simson mengangkat gerbang yang dipalang itu sekaligus dengan engsel di sampingnya, dan membawanya semuanya pergi. Ini terjadi seolah dia mengangkat bunga dari tanah, walaupun Dr. William Barrick menghitung berat dari gerbang bersama tiang sampingnya seharusnya minimal antara lima sampai sepuluh ton (“Samson’s Removal of Gaza’s Gates,” drbarrick.org, n.d.) Dan Simson membawa gerbang itu sampai ke Hebron, yang berjarak sekitar 50 km jauhnya dan 1000 meter lebih tinggi. Simson adalah pribadi yang menakjubkan tetapi pada akhirnya menyedihkan. Dia adalah seorang hakim yang dipanggil Allah yang dapat mengalahkan Filistin, tetapi dia tidak dapat mengalahkan keinginan seksual dirinya sendiri.

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Kode Etika bagi Atheis?

(Berita Mingguan GITS 5 April 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari blog Dr. Terry Mortenson, Answers in Genesis, 18 Feb. 2014: “Selama bertahun-tahun, organisasi American Atheists memiliki masalah perilaku sosial yang serius pada acara konvensi nasional mereka. Jadi, mereka membuat suatu kode perilaku untuk acara konferensi tahun 2014. Sangatlah menarik untuk melihat hal-hal yang mereka perbolehkan (misal: berbagai macam immoralitas seksual) dan hal-hal yang tidak mereka perbolehkan (misal: kurangnya etika sosial). Tetapi dalam pandangan dunia atheis, para atheis ini tidak memiliki dasar bagi kode perilaku mereka. Dalam pandangan mereka tidak ada Allah dan oleh karena itu tidak ada absolut dalam moral. William Provine, seorang atheis evolusionis yang terkenal di Amerika, dan juga profesor di Cornell University, menyatakannya seperti ini: “Baiklah saya merangkumkan pandangan saya mengenai apa yang telah diberitahukan kepada kita secara jelas oleh biologi evolusionis modern. ..Tidak ada ilah-ilah, tidak ada tujuan, tidak ada kekuatan apapun yang memiliki tujuan. Tidak ada kehidupan setelah kematian. Setelah saya mati, saya secara absolut yakin bahwa saya akan mati. Itulah akhirnya bagi saya. Tidak ada fondasi ultimat bagi etika, tidak ada makna ultimat bagi kehidupan, dan tidak ada kehendak bebas bagi manusia juga” (Origins Research 16, no. 1/2, 1994, 9; dikutip dalam Technical Journal 10, no. 1, 1996, hal. 22). … Jadi kita semua hanyalah binatang, dan sekarang ini adalah hukum rimba, yang paling kuat yang bertahan. Binatang tidak memperlihatkan etika sosial yang dituntut oleh kode perilaku Atheis. Jadi mengapa manusia harus melakukannya? Kode perilaku ini sungguh tidak berdasar. …Jadi dari manakah asalnya standar moral? Mereka datang dari hukum moral Allah, yang tercerminkan dalam Sepuluh Hukum (Keluaran 20:1-17), yang tertulis di dalam hati setiap manusia, termasuk atheis (Roma 2:14-16), karena kita semua diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27). Sungguh menyedihkan bahwa mereka tidak tahu tentang hukum Allah yang sebenarnya mendatangkan kebebasan besar dan berkat yang ajaib (Yohanes 8:31-32; Mazmur 1:1-6 dan Mazmur 19:8-15). Mereka juga tidak paham akan darah Kristus yang mahal yang dapat membasuh semua dosa mereka (1 Yohanes 1:7) dan mengembalikan mereka kepada suatu hubungan yang benar denga Allah (Roma 5:1) dan tentang kasih dan karunia Allah yang dapat mengubah hidup mereka sehingga sungguh menjadi orang yang luar biasa yang Ia maksudkan ketika Ia menciptakan kita, dan yang akan memuaskan kerinduan terdalam hati kita (Yohanes 10:10 dan 2 Korintus 5:17).”

Posted in Atheisme | Leave a comment

KJV Terjemahan Alkitab Yang Paling Banyak Dipakai di Amerika

(Berita Mingguan GITS 22 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Menurut riset yang paling akhir dan menyeluruh, Alkitab King James tetap menjadi terjemahan yang paling banyak dipakai di Amerika. Studi The Bible in American Life menemukan bahwa KJV dibaca oleh 55% orang yang mengaku pembaca Alkitab, NIV oleh 19%, New RSV 7%, Living Bible 6%, dan New American Bible 5%. Semua versi lain digabung menjadi 8% (“The Bible in American Life” oleh The Center for the Study of Religion and American Culture, 6 Maret 2014, www.raac.iupui.edu). Di gereja-gereja, 40% memakai KJV, dan 21 % NIV. Hasil studi The Bible in American Life ini mirip dengan hasil riset American Bible Society tahun 2013, yang melakukan survei “State of the Bible” bersama Barna, yang menemukan bahwa 52% orang Amerika membaca KJV atau NKJV, dibandingkan dengan 11 persen yang membaca NIV. Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun NIV lebih banyak terjual daripada KJV, NIV tidak banyak dipakai. Walaupun 100 tahun terakhir ini versi-versi modern diiklankan sedemikian rupa, ternyata KJV tetap kuat.
Namun persentase pemakai KJV memang menurun. Pada tahun 1995, sekitar dua pertiga orang Amerika mengklaim KJV sebagai terjemahan utama mereka (Jennifer Lowe, “Buy the Book,” Dayton Daily News, Dayton Ohio, 16 Sept. 1995, hal. 7C). Pada saat yang sama, studi The Bible in American Life menemukan bahwa 70% pembaca NIV membacanya minimal sekali seminggu, dan hanya 54% pembaca KJV membacanya minimal sekali seminggu. Ini mengindikasikan bahwa sejumlah besar pembaca KJV hanyalah orang Kristen KTP. Faktanya, jika seseorang tidak membaca Alkitab sekali seminggu, diragukan apakah ia orang Kristen lahir baru, karena salah satu ciri keselamatan adalah cinta akan Firman Tuhan. Yesus berkata, “Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah” (Yoh. 8:47).

Posted in Alkitab | Leave a comment

Pemimpin WCC Menghadap Paus

(Berita Mingguan GITS 22 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Olav Tveit, Sekretaris Jenderal dari World Council of Churches, menghadap Paus pada tanggal 7 Maret untuk mendiskusikan “kesempatan-kesempatan baru untuk persatuan Kristen” (“WCC General Secretary Shares with Pope,” Oikoumene.org, 8 Maret 2014). Tveit mengatakan bahwa “para pemimpin iman” dapat menemukan persatuan dalam suatu “ziarah keadilan dan perdamaian,” mengacu kepada aksi-aksi bersama berkaitan dengan isu-isu seperti resolusi konflik dan perubahan iklim. Pekerjaan sosial adalah salah satu lem pengikat “gereja” esa sedunia. Selama audiensi tersebut, sang Paus mengatakan, “Perpecahan-perpecahan ini tidak boleh diterima dengan pasrah, seolah-olah mereka ini komponen yang tak terhindarkan dari pengalaman sejarah Gereja. Jika orang-orang Kristen mengabaikan panggilan Tuhan kepada persatuan, mereka berisiko mengabaikan Tuhan Sendiri dan keselamatan yang Ia tawarkan” (“Positive Meeting between Pope and Ecumenical Leader,”Christianity Today, 10 Mar. 2014). Jadi, langsung dari mulut Paus sendiri: keselamatan adalah melalui persatuan ekumene.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Pejabat Palestina Senior Mengatakan Allah Akan Membawa Orang Yahudi ke Israel Agar Dapat Mereka Bunuh

(Berita Mingguan GITS 22 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berbicara di TV resmi PA (Palestinian Authority/Otoritas Palestina), Abbas Zaki seorang pejabat Palestina senior, mengatakan bahwa orang-orang Israel “adalah alat canggih kejahatan” dan bahwa “Allah akan mengumpulkan mereka supaya kita bisa membunuh mereka’ (12 Maret 2014). Dia mengatakan bahwa dia telah memberitahu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengenai “kematiannya” (“Senior Palestinian Official,” Palestinian Media Watch, 13 Maret 2014). Zaki adalah seorang teman dekat Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, yang bertemu dengan presiden AS, Barack Obama di White House lima hari setelah membuat pernyataan di atas. Otoritas Palestina telah menolak untuk mengakui Israel sebagai “negara Yahudi.” Pada tahun 2011, Zaki berkata di TV Al-Jazeera bahwa tujuan mereka adalah agar Israel “dihilangkan eksistensinya” dan bahwa mereka mencoba merahasiakan hal ini dari pers dunia.

Posted in Islam | Leave a comment

Pembuat Hukum Belgium Melegalkan Euthanasia untuk Anak-Anak

(Berita Mingguan GITS 22 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “What’s the Use of Keeping This Baby Alive?” Christian News Network, 23 Feb. 2014. “Para pembuat hukum di Belgium baru-baru ini menyetujui sebuah aturan yang akan mengizinkan dokter-dokter untuk mengeuthanasia anak-anak dari segala rentang usia. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Senat Belgium mayoritas besarnya menyetujui rancangan hukum tentang euthanasia anak pada bulan Desember, dan mengirim rancangan hukum tersebut ke badan legislatif bawah. Bulan ini, badan legistlatif bawah memvoting 86-44, mengesahkan rancangan hukum tersebut, walaupun terkena kritikan internasional. Raja Belgium, Philippe, diperkirakan akan menandatangani rancangan itu menjadi hukum yang sah. Begitu hukum baru ini berlaku, anak-anak dengan penyakit mematikan akan memiliki pilihan untuk mengakhiri hidup mereka lewat suntikan maut. Selama anak-anak itu memahami apa itu euthanasia dan mendapatkan persetujuan dari orang tua dan dokter, mereka akan bebas untuk memilih bunuh diri yang dibantu ini. Belgium, sebuah negara yang predominan sekuler, pertama kali mengesahkan euthanasia bagi orang dewasa pada tahun 2002. Kini, negara Eropa yang kecil itu akan menjadi negara kedua di dunia – bersama dengan Belanda – yang mengizinkan euthanasia anak-anak.
Steve Forbes, seorang pebisnis Amerika dan mantan calon presiden, juga menyampaikan keprihatinan atas arah Belgium ini, berpendapat bahwa hal ini menggambarkan ‘lereng licin’ euthanasia. ‘Kita sedang berada di lereng yang amat licin menuju kepada suatu masyarakat seperti yang dibayangkan oleh Nazi Jerman, suatu masyarakat tempat “orang-orang yang tidak diinginkan” dapat dienyahkan seperti jaringan kotor,’ demikian Forbes menulis baru-baru ini. ‘Holocaust dan kejahatan Nazi lainnya sempat membelokkan gerakan eugenic. Tetapi kini itu semua kembali terjadi dengan pakaian yang baru – kita hanya mau membunuh untuk menghilangkan penderitaan. Ketika euthanasia semakin diterima – dan kita semakin kebal terhadap bebal terhadap horor pembunuhan manusia seperti ini – kita akan turun ke tingkat kekejian selanjutnya: menekan orang-orang sakit untuk menghentikan pengobatan bagi penyakit yang kemungkinan mematikan, dengan alasan untuk “menghemat sumber daya yang langka” bagi orang-orang yang masih memiliki banyak tahun ke depan,” ia mengusulkan. ‘Tanda keagungan suatu kebudayaan adalah bagaimana mereka berlaku kepada anggota-anggota mereka yang paling lemah,’ demikian Forbes menyimpulkan.

Posted in General (Umum), Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Bintang-Bintang yang Luar Biasa

(Berita Mingguan GITS 22 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari www.creationmoments.com, 18 Maret 2014: “Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga” (Mazmur 147:4-5). Kebanyakan kita pernah mendengar bahwa matahari kita ini adalah suatu bintang ukurang sedang. Namun, bintang yang satu ini menghasilkan lebih banyak energi setiap detiknya daripada yang bisa kita pakai. Kurang dari 0,1% energinya mencapai bumi setiap detiknya. Jika kita bisa mengumpulkan satu detik saja energi yang dicurahkan matahari, kita akan memiliki lebih banyak energi daripada yang manusia pernah pakai sejak permulaan zaman atau yang akan kita pakai hingga ribuan tahun ke depan! Ada bintang-bintang yang begitu besar, sehingga jika bintang-bintang itu ditempatkan di posisi matahari kita, yaitu sekitar 93 mil jauhnya dari Bumi, maka Bumi kita ini akan berada dalam bintang tersebut. Para ahli astronomi memperkirakan bahwa ada lebih dari satu milyar bintang di galaksi kita dan lebih dari sejuta galaksi seperti itu di alam semesta!
Ini berarti bahwa mengingat besarnya kuasa Allah yang diperlukan untuk menciptakan matahari, sebenar Dia menciptakan lebih dari sejuta kali semilyar matahari! Dan pikirkan saja, Dia menciptakan semua itu dalam satu hari, dan bahkan tidak beristirahat hari selanjutnya. Alkitab bahkan memberitahu kita bahwa ia menyebut tiap-tiap bintang dengan namanya sendiri. Semua bintang berbeda satu sama lain. Ada yang menghasilkan energi besar sekali, tetapi sama sekali tidak terlihat oleh mata kita. Ada yang berputar sangat cepat, sampai lusinan kali per detik. Ada bintang yang berkedip-kedip on dan off, seperti mercusuar luar angkasa. Sungguh, kuasa, hikmat, dan kreativitas Allah tak terhingga.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Super-Koloni Semut

(Berita Mingguan GITS 15 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen” (Amsal 6:6-8). Riset paling mutakhir mengenai superkoloni dari semut membuat semakin jelas kerajinan binatang kecil ini yang sudah melegenda, sebagaimana dijelaskan secara efektif dalam Firman Tuhan. Superkoloni ditemukan pada tahun 1920an oleh Dr. Eugene Marais. Salah satu superkoloni ini “terdiri dari 33 populasi semut yang terpisah di suatu rentang wilayah sepanjang 3,7 mil di pantai Mediterania, dengan lebih dari satu milyar pekerja dalam jutaan sarang individu” (“The World’s Most Amazing Structures Not Built by Humans,” Gizmodo.com, 6 Maret 2014). Dr. Louis Fortune menelusuri sebuah superkoloni semut putih dengan cara menuangkan 10 ton semen ke dalam lubang-lubang mereka. Terowongan-terowongan yang dibuat oleh semut-semut itu sedemikian padat, sehingga semen itu tersebar ke seluruh koloni dan ketika tanah di sekelilingnya dihilangkan, seluruh struktur yang luar biasa itu menjadi terlihat. Para semut telah “menciptakan suatu kota bawah tanah yang kompleks, lengkap dengan taman jamur, tempat mengasuh anak, peternakan-peternakan susu, lubang-lubang sampah, dan jaringan ventilasi. Terlihat seperti desain dari seorang arsitek – satu otak – namun ini diciptakan oleh suatu ‘organisme super’ – yaitu koloni semut” (“Giant Termite City Excavated,”Digital Journal, 15 Feb. 2009). “Ada jalan-jalan raya bawah tanah yang menghubungkan kamar-kamar utama, dan lepas dari jalan-jalan arteri ada jalan-jalan kecil. Terowongan-terowongan didesain untuk menyediakan rute transportasi terdekat.” Diperkirakan bahwa semut-semut itu memindahkan 40 ton tanah untuk membangun kota mereka. “Milyaran keping tanah dibawa oleh semut-semut ke permukaan, setiap keping empat kali lebih berat dari semut pekerja, dan dalam rasio manusia, dibawa satu kilometer ke permukaan. Ini seimbang dengan pembangunan tembok besar Cina. Ini adalah sungguh keajaiban dunia” (www.youtube.com/watch?v=tyBf3GcGX64).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Korea Utara – Misionari Dilepaskan, Orang-Orang Kristen Dieksekusi

(Berita Mingguan GITS 15 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
John Stort, seorang misionari 75 tahun yang ditangkap di Korea Utara tanggal 16 Februari, dilepaskan pada tanggal 2 Maret. Misionari Australia itu, yang tinggal di Hong Kong, dipaksa untuk menulis sebuah “pengakuan” dan “permintaan maaf” karena melakukan “suatu tindakan kriminal dengan cara secara rahasia menyebarkan traktat-traktat Alkitab saya” (“Australian Christian Missionary John Short,” The Christian Post, 7 Maret 2014). Seorang misionari Amerika, Kenneth Bae, tetap dipenjara. Dia ditangkap pada November 2012 dan divonis 15 tahun kerja paksa karena “mencoba menggulingkan pemerintah melalui aktivitas agama.” Juga dilaporkan minggu ini bahwa Kim Jong Un telah memerintahkan eksekusi atas 33 orang “atas tuduhan berusaha menggulingkan rezim dengan cara menerima uang untuk mendirikan 500 gereja bawah tanah” (“North Koreans Face Execution,” The Chosunilbo, Chosun, South Korea’s English news media, 10 Maret 2014). Uang itu katanya diterima dari misionari Baptis, Kim Jung-wook, yang ditangkap tahun lalu, tetapi sebuah sumber di Cina mengatakan bahwa dia diculik oleh agen-agen Korea Utara di Dandong. Korea Utara adalah negara yang paling opresif di dunia. Negara itu menjalankan kamp-kamp konsentrasi, tempat para tahanan diperlakukan dengan brutalitas yang mengerikan. Mantan penjaga penjara, Ahn Myong-chol menggambarkan para tahanan sebagai “kerangka tulang berjalan dan orang-orang lumpuh dengan baju compang-camping.” Sejumlah besar tahanan mati karena kelaparan, penyakit, kecelakaan kerja, dan penyiksaan. Dalam sebuah kesaksian di hadapan DPR AS pada tahun 2002, Lee Soon-ok mengatakan bahwa “kebanyakan dari 6000 tahanan yang ada di sana ketika saya tiba tahun 1987, telah secara diam-diam mati di bawah kondisi penjara yang kejam ketika saya keluar tahun 1992” (“Testimony of Ms. Soon Ok Lee, North Korean prison camp survivor,” United States Senate Hearings). Telah diperkirakan bahwa 200.000 orang saat ini sedang dipenjarakan dalam kamp-kamp konsentrasi Korea Utara, dan bahwa 20 hingga 25 persen mati setiap tahunnya. Desember yang lalu, diktator Kim Jong Un membunuh pamannya sendiri, katanya bersama seluruh keluarganya.

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Neanderthal Yang Pintar

(Berita Mingguan GITS 15 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
“Riset-riset terbaru” mengenai tulang hyoid milik manusia Neanderthal telah menemukan bahwa “para Neanderthal bisa jadi telah berbicara dalam bahasa-bahasa yang tidak jauh berbeda dari yang kita pakai hari ini” (“Talking Neanderthals Challenge the Origins of Speech,”Science Daily, 2 Maret 2014). Sebuah tim internasional memakai pemindaian x-ray 3D, dipimpin oleh Stephen Wroe dari University of New England, membandingkan sebuah “tulang hyoid Neanderthal berusia 60.000 tahun,” dengan milik “manusia modern,” dan menyimpulkan bahwa “dalam hal perilaku mekanis, hyoid milik Neanderthal secara mendasar tidak bisa dibedakan dari punya kita, memunculkan suatu sugesti kuat bahwa bagian kunci dari organ suara ini dipakai dengan cara yang sama.” Ini adalah contoh lain bagaimana para ilmuwan yang percaya evolusi berhasil membantah evolusi itu sendiri. Sepanjang abad 20, mulai dari ditemukannya sebuah kerangka manusia lengkap di Perancis, Neanderthal telah dipresentasikan sebagai “mata rantai yang hilang,” suatu kombinasi manusia-kera, suatu simbol evolusi yang prominen. Pada tahun 1909, Marcellin Boule melaporkan kepada French Academy of Sciences bahwa Neanderthal berjalan dengan kaki agak menjinjit seperti kera, dengan pola langkah lutut tertekuk, dan “pastinya memiliki kemampuan psikis yang sangat sederhana … dan bahasa bunyi-bunyian yang paling sederhana.” Boule mengulangi hal ini dalam bukunya Fossil Men, tahun 1957 (hal. 251).
Pada tahun 1930, Frederick Blaschke membuat model sebuah keluarga Neanderthal dalam setting sebuah gua, menggambarkan mereka bongkok, hanya setengah berpakaian, menggenggam tulang-tulang, dan dengan ekspresi wajah yang sangat bodoh. Ini ditayangkan secara promine di Field Museum of Natural History di Chicago dan disalin di banyak sekali buku teks, ensiklopedia, jurnal, majalah populer, koran, dan museum-museum. Ini adalah pandangan yang prevalen selama lebih dari setengah abad. Ini bukan sains, ini adalah pembuatan mitos. Sejak tahun 1970an, Neanderthal mengalami transformasi perlahan. Kini sudah diakui umum bahwa Neanderthal adalah makhluk yang kompleks (mereka merawat yang sakit dan tua, menguburkan orang-orang mati mereka, dan mempraktekkan agama), yang bisa membuat dan menggunakan berbagai jenis peralatan, memakai lem, menempelkan ujung yang tajam kepada tombak kayu menggunakan tali kulit, membuat jarum dari tulang, membangun tempat tinggal bertembok dengan tempat api untuk memasak dan berdiang, membuat ornamen-ornamen dan patung-patung dari tulang, gading, dan kayu licin, dan bahkan memainkan seruling dengan sistem musik tujuh not yang dipakai di dunia modern (Marvin Lubenow, Bones of Contention, hal. 239-244, 254-257). Apakah kaum evolusionis telah meminta maaf karena kesalahan yang telah mereka timpakan ke atas dunia? Sama sekali tidak.
Editor: Kesimpulannya Neanderthal adalah sepenuhnya manusia. Mereka adalah bagian dari keturunan Nuh yang tersebar setelah peristiwa menara Babel.

Posted in Science and Bible | Leave a comment