Pabrik Sutra Milik Laba-Laba

(Berita Mingguan GITS 11Januari2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari www.creationmoments.com, 6 Des. 2013: “Ulat bulu, ulat kaki seribu, cacing, dan kalajengking, semuanya memproduksi sutra, tetapi laba-laba adalah satu-satunya spesies yang bergantung pada sutra untuk menangkap mangsanya. Tergantung spesiesnya, laba-laba bisa memiliki hingga tujuh kelenjar pembuat sutra yang menghasilkan sejumlah besar tipe sutra untuk tujuan yang berbeda-beda. Sutra dari satu kelenjar bisa dipakai untuk membungkus mangsa, sementara sutra dari kelenjar lain dapat dipakai untuk membuat sarang. Laba-laba betina bahkan memiliki sutra khusus untuk menutupi telur-telurnya. Sutra mengalir keluar kepada ujung perut laba-laba (organ yang disebut spinneret) dari setiap kelenjar dalam bentuk cair. Spinneret yang terletak di ujung perut itu dapat bergerak dan memiliki mulut-mulut pipa diujungnya. Mulut-mulut pipa pada spinneret dapat dipakai satu per satu atau dalam kombinasi untuk menciptakan gabungan dari berbagai sutra. Laba-laba lalu akan menarik sutra itu dari spinneret-nya. Semakin cepat laba-laba menarik sutra, semakin tipis dan kuat sutranya. Jadi, semua orang bisa melihat, betapa laba-laba telah dikaruniakan teknik pembuatan sutra yang hebat dan beragam.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Amerika Menolak Pernikahan Alkitabiah

(Berita Mingguan GITS 11Januari2014, sumber: www.wayoflife.org)

Tidak ada hal lain yang lebih dramatis lagi memperlihatkan kejatuhan moral Amerika dan merajalelanya kuasa-kuasa kegelapan sekaligus serangan dahsyat kesesatan akhir zaman, selain dari legalisasi “pernikahan sesama jenis.” Dalam hanya sembilan tahun, praktek ini telah dilegalisasi dalam 18 negara bagian di Amerika Serikat sekaligus juga di ibukota, D.C. Tiga dari negara bagian ini melegalkan pernikahan homoseks berdasarkan pemungutan suara mayoritas penduduknya, tujuh melalui hukum yang dibuat oleh badan legislatif, dan delapan melalui keputusan pengadilan yang didasarkan pada konsep-konsep mistik yang tidak dapat ditemukan dalam Undang-Undang Dasar AS. Berikut adalah negara-negara bagian yang melegalkan pernikahan homoseks: Massachusetts (17 Mei 2004), Connecticut (12 Nov. 2008), Iowa (24 Apr. 2009), Vermont (1 Sep. 2009), District of Columbia (18 Des. 2009), New Hampshire (1 Jan. 2010), New York (24 Juli 2011), Washington (9 Des. 2012), Maine (29 Des. 2012), Maryland (1 Jan. 2013), California (28 Juni 2013), Delaware (1 Juli 2013), Minnesota (1 Agus. 2013), Rhode Island (1 Agus. 2013), New Jersey (21 Okt. 2013), Hawaii (2 Des. 2013), New Mexico (19 Des. 2013), Utah (20 Des. 2013), and Illinois (hukum akan berlaku tanggal 1 Juni 2014).

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Prostitusi dan Pedofilia OK

(Berita Mingguan GITS 4Januari2014, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam serangan akhir zaman yang tidak henti-hentinya, kesesatan dan pemberontakan terhadap hukum-hukum Allah yang kudus, sebagaimana dinubuatkan dalam Mazmur 2, pengadilan-pengadilan di Kanada dan Italia kini mendukung prostitusi dan pedofilia. Di Kanada, Mahkamah Agung mereka mencabut hukum anti-prostitusi di negara tersebut. Keputusan yang bulat tersebut mengatakan bahwa hukum yang sebelumnya “melanggar jaminan terhadap kehidupan, kebebasan, dan keamanan pribadi” (“Canada’s Anti-Prostitution Laws,” Huffington Post, 20 Des. 2013). Dalam sebuah konferensi pers, seorang “pekerja seksual” di Vancouver, meresponi keputusan tersebut dengan berkata, “Saya syok dan senang bahwa hukum seks kita tidak lagi akan merugikan kami.” Sementara di Italia, pengadilan tertinggi di negara tersebut membalikkan keputusan bersalah yang dikenakan kepada seorang berusia 60 tahun karena berhubungan seksual dengan seorang perempuan 11 tahun. Orang tersebut adalah seorang pekerja sosial, yang berhubungan dengan seorang anak perempuan “dari sebuah keluarga miskin yang telah mengenal dan mempercayainya.” Pada tahun 2011, dia diputuskan bersalah dan dihukum lima tahun penjara, tetapi kini dia akan diadili kembali setelah Mahkamah Agung Italia memutuskan bahwa vonis sebelumnya tidak mempertimbangkan “persetujuan [sang anak perempuan], adanya hubungan cinta, tidak adanya kekerasan fisik, dan perasaan cinta sang anak perempuan” (“Court Overturns Pedophile Conviction,” 7 News, Australia, 31 Des. 2013).

Keputusan seperti ini sudah dapat diprediksi mengingat semakin diterima homoseksualitas sebagai sesuatu yang alami dan pantas. Jika hubungan seksual antara dua laki-laki atau dua wanita dapat dilegitimasi karena “hubungan ini suka sama suka” dan bahwa pihak luar tidak boleh mengatur “cinta,” maka siapakah yang bisa mengatakan salah bagi seorang laki-laki untuk “mencintai” seorang anak kecil? Yesus sedang datang kembali, tetapi dalam kemurahanNya yang besar, Dia masih memberi orang dari bangsa-bangsa kesempatan untuk bertobat dan diselamatkan. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Petrus 3:9).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Kapal yang Terkurung Es dan Prediksi Al Gore

(Berita Mingguan GITS 4Januari2014, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah kapal peniliti di Antartika belakangan ini masuk berita internasional karena ia terkurung sejak tanggal 24 Desember, terjebak di tengah-tengah bermil-mil es. Kapal MV Akademik Shokalskiy sedang membawa para ilmuwan Australia yang sedang menelusuri kembali jejak ekspedisi Douglas Mawson, 1911-14, dan mencari bukti-bukti pemanasan global. Salah satu ilmuwan yang ikut adalah Chris Tuney, Profesor Perubahan Iklim di Universitas New South Wales, yang telah menubuatkan bahwa es di kutub akan mencair dan menyebabkan peningkatan drastis permukaan laut. Salah satu tujuan ekspedisi tersebut adalah “untuk memastikan sejauh mana aktivitas manusia dan polusi berdampak langsung kepada daerah terpencil di Antartika ini.” Realitanya adalah bahwa “es laut secara global justru berada di atas normal” dan “baik Kutub Utara maupun Selatan saat ini memiliki gunung es yang besar sekali” (“Nature Proves Al Gore Wrong Again,” Watts Up With That, 16 Des. 2013). Pada tanggal 22 September, tingkat es di Antartika mencapai rekor tertinggi (“Media Flustered at News of Antarctica Not Melting,” NewsBusters.org, 7 Nov. 2013). Sebuah kapal pemecah es Cina dan satu lagi dari Australia, yang dikirim untuk menolong kapal peneliti itu, tidak dapat mencapai target mereka sampai dengan tanggal 31 Desember. Dan kita harus ingat, bahwa saat ini sedang musim panas di Antartika! Skenario yang sangat menarik ini mengingatkan kita bahwa lima tahun yang lalu, “Mr. Global Warming,” yaitu Al Gore sendiri, memberitahu audiens televisi Jerman bahwa “seluruh es di kutub Utara akan menghilang dalam waktu lima tahun” (“Al Gore, Soothsayer,” Washington Times, 16 Des. 2013).

Saya menyaksikan Al Gore pada tahun 2008 di konferensi New Baptist Covenant di Atlanta, yang saya hadiri sebagai media. Al ada bersama dengan beberapa “tokoh Baptis terkenal” lainnya, seperti Jimmy Carter dan Bill Clinton, sebagai pembicara. Pada pertemuan itu, Gerald Durley mengatakan bahwa kaum Baptis perlu melepaskan keinginan mereka untuk menobatkan semua orang kepada iman dalam Kristus, dan mengklaim bahwa Yohanes 14:6 tidak berarti Yesus satu-satunya jalan keselamatan, dan membandingkan berbagai agama yang ada seperti sup sayur yang justru enak karena adanya keragaman. Jimmy Carter telah mengatakan bahwa orang Mormon adalah Kristen. Bill Clinton percaya bahwa Allah bekerja dengan “cara-cara yang misterius” bahkan dalam agama voodoo sekalipun (My Life oleh Bill Clinton). Pada pertemuan itu juga disebarkan salinan sebuah artikel oleh istri Tony Campolo, Peggy, yang mempromosikan penerimaan homoseksualitas sebagai sesuatu yang alami dan baik. Semua ini adalah saudara rohaninya Al Gore. Tidak heran dia kebingungan tentang iklim.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Tujuh Pilihan Jenis Kelamin

(Berita Mingguan GITS 21Desember 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “7 Genger Options,” This Week, 7 Des. 2013: “Bellevue College di negara bagian Washington kini menawarkan siswa-siswa yang mendaftar masuk tujuh pilihan berbeda untuk jenis kelamin mereka: ‘feminim, maskulin, androgynous, transgender, jenis kelamin netral, lain-lain, dan tidak mau memberitahu.’ Sekolah tinggi ini mengatakan bahwa pertanyaan ini akan membantu mereka memberikan pelayanan dan kelas-kelas yang lebih baik bagi murid-murid mereka yang datang dengan jenis kelamin berbeda-beda.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | 2 Comments

Para Ilmuwan Menemukan “Bahasa Tersembunyi” Kedua dalam Gen Manusia

(Berita Mingguan GITS 21Desember 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Para ahli genetika telah menemukan kode bahasa kedua yang tersembunyi dalam DNA yang menjungkirbalikkan asumsi kalangan ilmuwan selama 40 tahun. “Sejak kode genetik dipecahkan pada tahun 1960an, para ilmuwan berasumsi bahwa kode itu dipakai secara eksklusif untuk menulis informasi tentang protein, tetapi ilmuwan dari University of Washington mengatakan mereka telah menemukan bahwa genom memakai kode genetik untuk menulis dua ‘bahasa’ yang terpisah. Satu, yang sudah lama dipahami, menggambarkan bagaimana membuat protein, sementara yang lain menginstruksikan sel bagaimana gen dikontrol. Satu bahasa ditulis di atas yang lainnya, dan itu alasannya mengapa bahasa kedua ini tersembunyi sekian lama, demikian bunyi pernyataan dari universitas itu hari Kamis” (“Scientists Find Second,” Breitbart.com, 12 Des. 2013). Profesor John Stamatoyannopoulos dari Universitas Washington mengatakan: “Penemuan baru ini menggarisbawahi bahwa DNA adalah suatu alat penyimpanan informasi yang sangat luar biasa, yang telah dieksploitasi oleh alam secara penuh dengan cara-cara yang tidak disangka.” Ini adalah pernyataan yang aneh. Bagaimanakah “alam” yang buta dapat menciptakan suatu kode bahasa yang sedemikian kompleks sehingga diperlukan ribuan ilmuwan kelas dunia puluhan tahun untuk menemukan dasar-dasarnya? Eksistensi DNA adalah bukti seorang Pencipta bagi mereka yang tidak sengaja membutakan diri.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Paus Fransiskus Menjadi Paus Ketiga yang Mendapat Gelar Person Of The Year dari Majalah Time

(Berita Mingguan GITS 21Desember 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Paus Fransiskus adalah pejabat Person of the Year 2013 bagi majalah Time, dan dia menjadi paus ketiga yang mendapatkan gelar tersebut. Yohanes XXIII juga dipilih menjadi Person of the Year di 1962, dan demikian juga Yohanes Paulus II pada tahun 1994. Ketiga paus ini sama-sama memiliki komitmen pada ekumenisme dan globalisme, yang adalah tanda zaman yang signifikan. Yohanes XXIII adalah paus yang mengadakan Konsili Vatikan Kedua, yang membuka hubungan ekumenis antar Gereja Katolik dengan kelompok Ortodoks, Protestan, dan Baptis. Mengenai Yohanes XXIII, Time mengatakan bahwa “kehangatan, kesederhanaan, dan kharismanya memenangkan hati orang Katolik, Protestan, dan juga non-Kristen.” Mengenai Yohanes Paulus II, tidak banyak orang yang melakukan lebih untuk menciptakan suatu “gereja” esa-sedunia daripada paus yang keliling dunia ini, yang sering dipuji oleh Billy Graham. Ekumenisme dan globalisme adalah dua agenda besar yang didengungkan oleh Fransiskus sejak penobatannya. Dalam sebuah edisi spesial tahun ini, Time menyebut Fransiskus, “Paus bagi suatu Dunia Baru.” Ini bisa dilihat sebagai rangkuman agenda New Age-nya yang mencakup kaum Atheis bahkan. Pada musim panas ini, Fransiskus berkata, “Tuhan telah menebus semua kita, semua kita, dengan Darah Kristus: semua kita, bukan hanya orang Katolik. …Bahkan para atheis. Semuanya! Dan Darah ini membuat kita anak-anak Allah kelas satu! … Dan kita semua memiliki kewajiban untuk berbuat baik. Dan perintah ini agar semua orang berbuat baik, saya pikir, adalah suatu jalan indah menuju damai” (“Pope at Mass,” Vatican Radio, 22 Mei 2013). Orang-orang Injili mencintai Paus Fransiskus. Pada saat penobatannya, Ben Stiller dari World Evangelical Alliance mengatakan bahwa “dalam 500 tahun, inilah saatnya kedua sisi [Injili dan Katolik] paling dekat” (“A Pope for All Christians,” Christian Today, 13 Maret 2013). Kita juga memperhatikan bahwa ketiga Paus yang dihormati oleh Time ini adalah juga pemuja Maria.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Memakai Contoh “Pernikahan Sama Jenis,” Hakim Federal Menggulingkan Larangan Poligami

(Berita Mingguan GITS 21Desember 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Mengutip alasan-alasan legal yang mengizinkan “pernikahan sesama jenis,” seorang hakim federal telah menggulingkan hukum di Utah yang melarang poligami. Ini sudah dapat diprediksikan. Jika pernikahan hanyalah masalah kesenangan pribadi dan jika seorang laki-laki dapat menikah secara legal dengan laki-laki atau perempuan dapat menikahi perempuan hanya karena mereka “saling mencintai” dan mau melakukannya, maka tidak ada cara yang konsisten untuk melawan “pernikahan” jenis apapun, di mana dua atau lebih pihak setuju. Ketika menggulingkan hukum Utah yang sejak 1896 yang melarang poligami, Hakim distrik AS, Clark Waddoups mengutip “jurisprudensi konstitusional yang telah banyak berkembang yang kini melindungi individu dari konsekuensi kriminal yang dimaksudkan oleh para pembuat hukum terhadap PILIHAN PRIBADI tertentu.” Jadi pernikahan sekarang ini hanyalah masalah pilihan pribadi dan Konsitutusi AS katanya melindungi hak untuk membuat pilihan-pilihan itu, yang adalah omong kosong besar. Pernikahan adalah suatu institusi kudus yang diciptakan oleh Allah, dan para hakim ini akan bertanggung jawab kepada Allah karena keputusan mereka. Mengenai Konstitusi AS, dokumen ini sudah dikacaukan oleh para hakim dengan agenda mereka sendiri. Dengan memberikan kebebasan kepada kaum homoseksual, para hakim membuang hak orang Kristen untuk bebas berbicara dan beragama. Pada bulan April tahun ini, seorang hakim di Hawaii memutuskan bahwa pemilik penginapan Aloha Bed &Breakfast melanggar hukum negara bagian karena tidak mau memberikan kamar bagi pasangan lesbian karena keyakinan agama mereka. Di awal bulan ini, seorang hakim di Colorado memutuskan bahwa pemilik Masterpiece Cakeshop di Lakewood bersalah melakukan diskriminasi karena menolak untuk melayani satu pasangan homoseksual karena keyakinan agamanya. Konsep “pernikahan” homoseksual menghancurkan semua segi moralitas Alkitab. Jika homoseksualitas tidak immoral, maka tidak ada lagi yang namanya immoral. Dasar moralitas yang sejati bukanlah pikiran atau perasaan manusia. Dasarnya adalah Allah dan firmanNya, dan ketika itu ditolak maka tidak ada lagi moral absolut, dan yang terjadi adalah kekacauan moral, yang terjadi juga sebelum Air Bah.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gereja Inggris Mengusulkan Merayakan “Pernikahan Gay”

(Berita Mingguan GITS 14Desember 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah kelompok kerja telah mengusulkan agar Gereja Inggris “dapat mengakui dan merayakan pernikahan dan persatuan sesama jenis dalam kebaktian-kebaktian gereja” (“Church of England Proposes Celebrating Gay Marriage,” Newsmax.com, 28 Nov. 2013). Kelompok ini mengatakan bahwa Gereja Inggris seharusnya “menyambut dan menegaskan keadhiran gay dan lesbian, baik awam maupun imam, di dalam gereja.” Laporan ini akan didiskusikan oleh kelompok-kelompok kunci dalam gereja. Awal tahun ini, Gereja Inggris, “menghilangkan larangan mereka terhadap imam yang gay menjadi uskup.” Komuni Anglikan sedunia terdiri dari 80 juga anggota* dalam 164 negara, termasuk “gereja induk” (Gereja Inggris) dan Gereja Episkopal di Amerika. (* Sebagian besar anggota Anglikan tidak benar-benar eksis karena mereka dipercik waktu bayi dan mungkin dikatekisasi, tetapi mereka tidak ikut serta dalam hidup berjemaat secara fungsional.) Gereja Anglikan dipenuhi oleh liberalisme theologi yang paling kacau dalam setiap levelnya, seperti yang telah didokumentasikan dalam laporan “Fifty Years of Anglican Liberalism,” tersedia di www.wayoflife.org.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Kekudusan Allah vs. Jungle Jazz

(Berita Mingguan GITS 14Desember 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Pernyataan berikut ini oleh M.R.DeHaan, M.D., ditulis tahun 1955 ketika gerakan “injili” mulai korup oleh para “injili baru” dan pragmatis. Apa yang akan ia katakan kalau ia ada hari ini? Korupsi terhadap injili dan fundamentalis kekristenan di Amerika telah menyebabkan badai degradasi moral dan penghakiman Allah yang kita saksikan hari ini. Amerika tidak lagi takut akan Allah karena sebagian besar gereja-gerejanya tidak memberitakan takut akan Allah. Nah, sekarang kita lihat pernyataan M.R. DeHaan, suatu pernyataan yang menegur organisasi yang ia dirikan sendiri – Radio Bible Class. “Tidak seorang pun dapat memahami penebusan atau menjadi penerima keselamatannya sebelum ia mengetahui sesuatu mengenai kekudusan Allah yang mengerikan, dan kebencianNya yang mengerikan terhadap dosa. Allah, pertama-tama adalah bajik tak terhingga, adil dan kudus, bahkan sedemikian kudusnya sehingga walaupun ia juga baik dan kasih, dan murah hati, dan penuh karunia secara tak terhingga, Ia tidak dapat dan tidak akan membiarkan satu dosa pun lewat tanpa dihukum. Inilah dasar dari rencana keselamatan. Allah sedemikian kudus, Dia membenci dosa dengan kebencian sempurna, sehingga Ia tidak akan pernah membiarkan satu makhluk pun di hadiratNya tanpa suatu penebusan terhadap segala dosanya. Sungguh sesuatu yang amat disayangkan, bahwa pada hari-hari ini kita jarang sekali mendengar tentang KEKUDUSAN Allah. Kita sering mendengar tentang kasih dan kebaikanNya, tentang kemurahanNya, tetapi sedikit sekali tentang kekudusan dan kadailan dan kebenaranNya. Karena keheningan tentang kekudusan Allah ini, kita telah membentuk gambaran Allah yang rendah dan murahan, dan gagal untuk menghormati kekudusanNya …Betapa disayangkan bahwa di zaman ini ada sikap yang tidak hormat, asal-asalan, dan kotor terhadap hal-hal kudus Tuhan, membuat kebaktian-kebaktian kita menjadi suatu karnival dan entertainment, bukannya tempat menyembah Allah dengan kehormatan yang mendalam dan mempelajari FirmanNya. Bahkan dalam musik Kristen kita hari ini, kita telah terbenam terlalu dalam ke level jungle jazz … Saya katakan bahwa kita telah kehilangan banyak hormat terhadap hal-hal kudus, karena dimasukkannya entertainment yang dangkal ini” (DeHaan, The Tabernacle, 1955).

Posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | 7 Comments