Laba-Laba Sebesar Rumah?

(Berita Mingguan GITS 3November2013, sumber: www.creationmoments.com, artikel 17 Oktober 2011)

Kumbang paling besar yang diketahui di dunia, secara pantas diberi nama kumbang goliat. Kumbang Afrika ini bisa tumbuh sebesar tikus. Dinosaurus bukanlah binatang terbesar yang pernah hidup. Paus biru adalah binatang yang memegang kehormatan itu. Mamalia terkecil di dunia lebih kecil dari banyak serangga. Satu spesies kelelawar yang baru saja ditemukan di Thailand memiliki berat hanya 0,06 ons. Bahwa ada binatang yang kecil se-ekstrim itu membuat kita bertanya-tanya apakah serangga-serangga raksasa yang kita lihat di film-film benar-benar dapat terjadi. Dapatkah seekor laba-laba tumbuh menjadi sebesar rumah? Untung saja tidak ada laba-laba atau serangga mana pun yang lain yang bisa tumbuh sebesar rumah. Kita bisa pasti akan hal itu karena cara serangga bernafas. Serangga bernafas melalui tuba-tuba kecil di sepanjang tubuh mereka. Tuba-tuba ini menyediakan oksigen langsung ke jaringan. Jika seekor serangga tumbuh terlalu besar, tuba-tuba ini tidak dapat membawa cukup oksigen ke jaringan tubuh mereka. Masalahnya, semakin besar suatu organisme, semakin jaringan internalnya memerlukan oksigen. Anda dan saya memiliki paru-paru yang menyediakan luas permukaan setara dengan lapangan tenis. Seekor serangga yang tumbuh menjadi sebesar manusia, juga memerlukan tubuh dengan luas permukaan setara lapangan tenis, dan ini tidak mungkin. Walaupun banyak makhluk yang berbeda memiliki organ tubuh yang berbeda-beda, setiap makhluk memiliki organ yang tepat untuk keperluannnya. Ini adalah tanda dari hikmat sang Pencipta. Fakta ini juga memberitahu kita bahwa makhluk-makhluk hidup tidak berhubungan satu sama lain lewat evolusi.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Mantan Presiden Fuller Seminary Menyuruh Orang Kristen Untuk Bekerja Sama dengan Mormon

(Berita Mingguan GITS 23November2013, sumber: www.christiannews.net)

Mantan Presiden dari Fuller Theological Seminary tampil di Utah Valley University pada hari Jumat, dan berbicara kepada ratusan orang tentang kepercayaannya bahwa orang Kristen dan orang Mormon harus berfokus pada persamaan dan “bekerja sama demi kebajikan.”

Dr. Richard Mouw menjabat sebagai presiden dari Fuller Theological Seminary yang bertempat di Kalifornia selama 20 tahun, sampai akhirnya dia kembali ke posisinya sebagai Profesor Iman dan Kehidupan Publik tahun ini. Mouw terkenal di kalangan Injili sebagai seorang pembela Mormon – yaitu mengklaim bahwa Mormonisme bukanlah bidat – dan mencoba untuk membangun jembatan dan persahabatan dengan kaum Mormon, yang menyebut diri Orang-Orang Kudus Akhir Zaman (LDS – Latter Day Saints).

“Saya sekarang yakin bahwa kami para Injili telah secara serius salah merepresentasikan kepercayaan dan praktek-praktek komunitas Mormon,” dia katakan pada tahun 2004 di Mormon Tabernacle di Salt Lake City. Dia juga menegaskan bahwa orang-orang Kristen telah “bersaksi dusta” tentang doktrin Mormon. “Izinkan saya untuk menyatakannya dengan tegas kepada orang-orang LDS di sini: kami telah berdosa terhadap kalian.”

Pada hari Jumat yang baru lewat ini, Mouw mengutarakan kembali kepercayaannya itu, sambil berbicara kepada kerumunan orang di LDS Institute of Religion, yang terletak di kampus universitas tersebut. “Kaum Injil dan Mormon memiliki banyak yang bisa diperbincangkan dan banyak yang bisa dibagikan tentang pengharapan yang ada pada kita,” dia nyatakan. “Kita perlu bekerja sama, belajar satu sama lain, dan bersaksi tentang pengharapan yang bersinar dari dalam diri kita.”

“Jika kita semua berkata, ‘Berikan saya Yesus,’ semua perbedaan [kita] akan menghilang menjadi kejanggalan akademis saja yang tidak penting dibandingkan keinginan kita untuk bekerja sama demi kebajikan,” lanjut Mouw.

Menurut Deseret News, dia memberitahu hadirin bahwa orang-orang Kristen sering mengabaikan persamaan yang dimiliki dengan orang Mormon. “Kami orang Injili telah sering berfokus kepada asal muasal Kitab Mormon dan pertanyaan mengenai otoritas kenabian Joseph Smith,” dia berkaa, “tetapi kami tidak memperhatikan isi dari Kitab Mormon.” Mouw juga berkata bahwa dia sering memutar sebuah khotbah oleh Penatua Mormon, Jeffrey R. Holland, kepada murid-muridnya untuk memperlihatkan mereka persamaan antara Mormon dan Injili.

“Saya mempertunjukkan khotbah itu kepada murid-murid di Fuller,” dia menjelaskan. “Mereka memberitahu saya bahwa kalau mereka tidak tahu itu adalah khotbah seorang Mormon, mereka bisa jadi berpikir itu Billy Graham.”

Apa yang dilakukan oleh Richard Mouw adalah sangat berbahaya dan juga sangat salah. Pertama, ada perbedaan yang besar sekali antara Injil menurut Mormon dan Injil menurut Alkitab. Walaupun Mormon sering memakai istilah-istilah yang alkitabiah, tetapi mereka memaksudkan hal yang berbeda. Joel Groat, Direktur Pelayanan di Institute for Religious Research, telah memberitahu Mouw tentang doktrin Mormon yang sebenarnya. “Ketika mereka berbicara tentang kuasa penebusan Kristus, Mormonisme menawarkan sesuatu yang jauh berbeda, karena bagian dari penebusan menurut Mormon adalah memungkinkan manusia untuk mencapai keilahian yang identik dengan Keilahian Allah Bapa sekarang. Ini paket dari pengajaran inti Mormon bahwa Allah dulunya manusia seperti kita. Dan sebagai manusia dia bekerja dan meningkat dengan cara mengikuti hukum-hukum dan aturan-aturan, sampai mencapai tingkat ilahi. Dan sekali Ia sampai tingkat ilahi, Ia dapat melahirkan anak-anak rohani. …Dan kini Dia menawarkan kepada kita, melalui karya penebusan Kristus, kesempatan untuk menjadi ilah-ilah sama seperti Dia dan melanjutkan proses itu.” Jadi, pengajaran Mormon, walaupun menggunakan bahasa yang mirip Injil, adalah kesesatan yang sama sekali bertentangan dengan Alkitab, dan merupakan lanjutan dari kebohongan Iblis kepada Hawa di taman Eden: kamu akan menjadi Allah.

Kedua, orang yang sungguh beriman tidak diperbolehkan oleh Tuhan untuk bekerja sama dengan penyesat “demi suatu kebaikan.” Pemikiran manusia mungkin menganggap ini sebagai hal yang menguntungkan, tetapi Firman Tuhan jelas: “Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi” (Titus 3:10). “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala?” (2 Korintus 6:14-16). “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat” (2 Yoh. 9-11). Ini disebut sebagai doktrin separasi dalam Alkitab. “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!” (Roma 16:17).

Ketiga, adalah salah untuk mementingkan hasil sementara di dunia ini dibandingkan dampak rohani di kekekalan. Bekerja sama dengan penyesat, seperti Mormon, bisa sama mencapai target politis atau sosial tertentu, tetapi berapa banyak jiwa yang akan masuk ke neraka karena kesesatan bidat tersebut. Richard Mouw dan siapapun yang tidak mau menjalankan separasi akan harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan Tuhan.

Posted in Bidat, Ekumenisme | Leave a comment

Hollywood Mau Membuat Film tentang Nuh, tapi Tanpa Alkitab

(Berita Mingguan GITS 23November2013, sumber: www.christiannews.net)

Sebuah film epic sedang dibuat di Hollywood tentang kehidupan Nuh. Tetapi ada hal yang sangat penting yang tidak dimasukkan ke film itu: Alkitab dan jalan cerita Nuh yang sebenarnya. Film Noah ini adalah ide dari produser Darren Aronofsky, dan sepertinya memiliki budget 125 juta dolar. Tetapi film ini akan lebih ke arah film aksi, menggambarkan seorang “Nuh” yang melawan musuh-musuhnya sambil menantikan kiamat, bukan kisah seorang “pemberita kebenaran” yang menyerukan pertobatan dari dosa.

Bintang yang dipakai untuk film ini adalah Russell Crowe sebagai Nuh, lalu Anthony Hopkins sebagai Metusalah, yang digambarkan memberi banyak nasihat kepada Nuh. “Manusia merusak bumi ini dan memenuhinya dengan kekerasan, jadi manusia harus dihancurkan,” jelas Metusaleh kepada Nuah di film ini. Metusalah juga digambarkan bermimpi tentang “kematian lewat air.” Tetapi, sambil Nuh mulai membangun bahteranya, ia menjadi musuh iparnya, Tubal-Kain. Nuh menyuruh Tubal-Kain untuk membangun bahtera sendiri, atau mati mencoba merebut punya dia. Lalu Tubal-Kain menyerang Nuh dan bahtera itu, tetapi pada akhirnya dikalahkan.

Jelas sekali film ini sama sekali tidak ada hubungan dengan kebenaran Alkitab. Hollywood hanya mencoba untuk mengeruk uang, dan kebanyakan orang akan melihat kisah “Nuh” sebagai fiksi belaka. Memang versi Hollywood hanyalah fiksi, tetapi Nuh dalam Alkitab benar-benar pernah hidup dan membuat bahtera, dan dunia benar-benar pernah digenangi oleh air bah universal. Menolak hal ini akan membuat manusia juga menolak penghukuman terakhir oleh Allah. “Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik” (2 Petrus 3:5-7).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Aktor Hollywood Mengatakan Monogami dalam Pernikahan Adalah “Pandangan Kanak-Kanak”

(Berita Mingguan GITS 16November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Aktor Ethan Hawke mengklaim bahwa kesetiaan dalam pernikahan adalah pandangan yang kekanak-kanakan. “Orang seringkali memiliki pandangan yang kekanak-kanakan tentang monogami dan kesetiaan. ‘Dia main serong, jadi dia tidak baik,’ padahal semestinya ada kesadaran yang spesies kita tidaklah bersifat monogami. Menjadi marah bahwa duniamu tergoncang karena pasanganmu tidak setia padamu, itu mirip dengan orang yang tergoncang ketika rambutnya menjadi putih” (“The Look: Mr. Ethan Hawk,” Mr. Porter, 5 Nov. 2013). Pernikahan pertama Hawke berakhir di tengah kecurigaan immoralitas, dan dia sekarang sedang menikah dengan mantan suster dari anak-anaknya. Pada kenyataannya, Mr. Hawk, kesetiaan kepada pasangan bukanlah kekanak-kanakan; itu justru adalah sikap yang sangat dewasa. Itu adalah bukti dari karakter moral, bukan keegoisan. Itu adalah tanda kejujuran bukan penipuan. Itu adalah ketaatan kepada hukum-hukum Allah. Seorang laki-laki yang main curang terhadap istrinya adalah seorang pembohong dan pelanggar janji, dan tidak dapat dipercaya. Tidak ada hal lain yang menciptakan sikap relativisme moral global dan menghancurkan institusi pernikahan daripada budaya entertainment pop.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Jam Tangan Hummingbird

(Berita Mingguan GITS 16November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 30 Oktober 2013: “Ketika kamu mengingat sesuatu yang terjadi, lalu di mana dan kapan itu terjadi, para ilmuwan mengkategorikan bahwa kamu sedang memakai memori episodik. Para ilmuwan dulunya berpikir bahwa memori seperti itu unik bagi manusia. Ilmuwan-ilmuwan lain curiga bahwa mungkin makhluk-makhluk lain juga memiliki memori episodik. Sebagai contoh adalah burung hummingbird dengan metabolisme mereka yang sangat cepat. Mereka perlu sering makan dan mengingat dengan tepat di mana sumber nutrisi dapat ditemukan. Selain itu, bunga yang berbeda memiliki kecepatan yang berbeda dalam hal menghasilkan ulang nektar. Para peneliti pergi ke habitat alami dari hummingbird rufous, bermodalkan beberapa bunga palsu dan air gula. Setengah dari bunga-bunga itu diisi ulang 10 menit setelah seekor burung makan dari bunga tersebut, sementara setengah lainnya diisi dua puluh menit setelah dimakan. Para peneliti menemukan bahwa burung-burung itu dengan cepat belajar bunga mana yang diisi ulang dengan kecepatan yang mana. Mereka segera kembali ke bunga-bunga yang diisi ulang setiap 10 menit, dalam jeda waktu 10 menit, sementara mereka menunggu 20 menit sebelum mengunjungi kembali bunga-bunga yang diisi ulang setiap 20 menit. Para ilmuwan juga memperhatikan bahwa para burung bisa melakukan ini dengan baik walaupun ada delapan bunga yang harus dilacak secara demikian. Jauh lebih masuk akal untuk percaya bahwa memori episodik adalah suatu kemampuan rumit yang adalah karunia dari Allah yang peduli kepada makhluk-makhluk yang Ia tahu akan memerlukan kemampuan itu.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pakaian dan Seksualitas: Laki-Laki Vs. Perempuan

(Berita Mingguan GITS 16November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Modesty a Matter of the Heart oleh Kathy Murray, 2005: “Ada perempuan yang, ketika menarik perhatian laki-laki, tidak sadar betapa kuatnya pakaian mereka yang tidak sopan menstimulasi api hawa nafsu pada lawan jenis. Seorang perempuan yang berpakaian tidak sopan bisa saja berpikir bahwa seorang lelaki hanyalah mengagumi dia – dan dia senang dikagumi – tetapi seringkali yang terjadi adalah lebih dari itu. Karena hawa nafsu laki-laki lebih mudah terpicu, penampakan ketelanjangan seorang perempuan, atau lekak lekuk tubuhnya, memiliki efek menggoda yang kuat pada hati dan dagingnya. Suatu perbandingan yang baik pernah dilakukan di Reflections of Feminine Modesty yang akan membantu menjelaskan kebenaran ini. “Jika seorang lelaki yang ganteng sering-sering mendekatimu (perempuan), dan membelai-belai tanganmu atau lehermu atau bahumu, dan dengan lembut menyentuhmu, bagaimanakah hal itu akan mempengaruhimu? Secara sensual pastinya! Ini adalah efek yang sama yang dilakukan seorang perempuan kepada seorang lelaki jika lelaki itu melihat dia memakai rok yang pendek, baju yang ketat atau berpotongan rendah, pakaian tembus pandang, baju tidak berlengan, atau celana yang ketat.”

Walaupun seorang wanita mungkin tidak menyadari seberapa besar pakaiannya yang tidak sopan mempengaruhi laki-laki, jelas dia sadar bahwa perilakunya itu menarik banyak perhatian, dan lebih lanjut lagi dia tahu bahwa perhatian itu bersifat seksual. …Ketika seorang wanita lebih mementingkan dirinya diperhatikan daripada kebaikan orang lain, dia sangat kekurangan kasih Allah dalam hatinya. Kasih tidak mencari kesenangan sendiri, tidak memikirkan kepentingan sendiri (1 Korintus 13:4-6). Allah tidak memberikan kita kebebasan untuk berpakaian seenak kita. “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih” (Galatia 5:13). Ketika kita mengasihi Tuhan sebagaimana seharusnya, pakaian kita tidak akan kita pilih untuk menarik perhatian kepada diri kita. Ketika kita mengasihi sesama kita seperti Allah mengasihi mereka, kita akan ingin memiliki pengaruh yang saleh atas mereka.”

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Wanita | 1 Comment

UE Mengajukan Proposal Untuk Memonitor “Warga yang Tidak Toleran”

(Berita Mingguan GITS 16November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “EU Proposal,” Gatestone Institute, 28 Okt. 2013: “Parlemen Eropa diam-diam sedang mempertimbangkan sebuah proposal yang menyerukan perlunya pemantauan langsung atas setiap warga UniEropa yang dicurigai ‘tidak toleran.’ Para kritik mengatakan bahwa tindakan ini – yang mau memaksa semua pemerintah dari 28 anggota UE untuk mendirikan ‘unit administratif spesial’ untuk memonitor individu maupun kelompok yang menyatakan pandangan yang menurut orang-orang yang mengangkat diri sebagai penjaga multikulturalisme Eropa, sebagai pandangan yang ‘intoleran’ – sebagai suatu ancaman yang paling hebat terhadap kebebasan berbicara di Eropa, padahal sekarang saja warga secara rutin dihukum karena menyatakan pendapat yang ‘salah,’ terutama mengenai Islam. …Setelah lima tahun melobi berbagai kekuasaan di Eropa, proposal dari European Council on Tolerance and Reconciliation (ECTR) ini sepertinya mulai maju, terbukti dari keputusan Parlemen Eropa belakangan ini untuk memberikan kepada kelompok itu 45 menit untuk mempresentasikan proposal mereka kepada komite Kebebasan Sipil pada tanggal 17 September. Proposal ECTR itu, yang dikenal juga dengan nama ‘Aturan Model bagi Toleransi’ dipresentasikan sebagai bagian dari usaha UE menuju ‘Equal Treatment Directive’ (ETD, Aturan Perlakuan yang Sama) yang baru, yang akan secara drastis meningkatkan lingkup diskriminasi kepada semua sektor kehidupan, baik publik maupun pribadi. … Menurut European Dignity Watch, suatu organisasi hak asasi berbasis di Brussels, “Prinsip-prinsip kebebasan kontrak, dan kebebasan untuk hidup sesuai dengan pandangan moral pribadi, terancam akan digantikan oleh suatu konsep “kesamaan” yang baru dikembangkan. …Ini adalah mengenai kendali pemerintah terhadap perilaku sosial warga. Tendensi-tendensi ini mulai mirip dengan ide-ide kediktatoran yang sudah lama tiada, dan merupakan serangan yang tidak pernah sebelumnya terhadap hak-hak warga. …Kelompok dan sekolah berbasis iman, penganut agama tertentu, atau bahkan orang tua yang mau mengajar anak-anaknya nilai moral tertentu, semuanya bisa dicurigai sebagai tidak toleran.’ menurut European Dignity Watch.”

Posted in General (Umum), Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Injil Menurut Atheisme

(Berita Mingguan GITS 9November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang atheis di Wisconsin telah memberi lahan iklan di sebuah baliho yang memproklamirkan injil versi atheis sebagai warisan bagi anak cucunya. Baliho yang dipasang oleh Wayne Hensler berbunyi, “Nikmati hidup saat ini, tidak ada kehidupan setelah mati.” Hensler adalah anggota dari Freedom From Religion Foundation (FFRF), dan ko-presidennya, Dan Barker, mengklaim bahwa “agama salah mengarahkan energi manusia dari dunia ini – satu-satunya kehidupan kita – kepada suatu kehidupan nanti yang tidak dapat dibuktikan, imajiner, dan sangat tidak mungkin” (“Atheist Aims to Leave ‘Legacy,’” Christian News Network, 1 Nov. 2013).

Pada kenyataannya, tidak semua agama sama, dan mengkategorikan semua agama ke dalam satu kelompok setidak-tidaknya adalah pemikiran yang sembrono. “Agama” kekristenan Perjanjian Baru mengajarkan “agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia” (Titus 3:8). Dan tidak seorang pun yang bisa menghitung berapa banyak kebaikan yang telah dilakukan dalam dunia yang kacau ini oleh orang-orang Kristen yang percaya Alkitab – klinik-klinik dan rumah-rumah sakit yang telah didirikan, sumur-sumur yang telah digali, budak-budak yang telah dibebaskan, orang-orang lapar yang telah diberi makan, janda dan yatim piatu, orang-orang tua, korban kekerasan, para pecanduan, para pemabuk, yang telah ditolong, kehidupan jahat yang telah diubah, prositusi anak dan kanibalisme yang telah dihentikan. Injil versi atheis adalah sesuatu yang menyedihkan: makan, minum, dan bersenang-senang, sebab besok engkau mati. Bandingkan ini dengan Injil Yesus Kristus: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). Mr. Hensler sudah berumur 80an, dan kemungkinan besar sebentar lagi ia akan bebas dari agama.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hidup dalam Darah

(Berita Mingguan GITS 9November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 28 Oktober 2013: “Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan” (Kejadian 9:4). Alkitab mengajarkan bahwa kehidupan jasmani kita ada di dalam darah kita. Alkitab juga mengajarkan bahwa kehidupan rohani dan kekal kita bergantung kepada darah Yesus Kristus. Jantungmu memompa darah dengan kecepatan lebih dari 1 meter per detik. Ini berarti suatu sel darah merah akan membuat satu putaran penuh di dalam tubuh, dari paru-paru ke paru-paru lagi, dalam hanya sekitar satu menit. Tetapi jantungmu bukanlah satu-satunya yang bekerja keras dalam sistem peredaran darah. Sel-sel darah merahmu hanya hidup sekitar 4 bulan. Dalam waktu itu, suatu sel darah merah akan telah melakukan lebih dari 170.000 perjalanan dari paru-paru untuk membawa oksigen ke setiap bagian tibuh. Itu berarti tubuh harus senantiasa mengganti sel darah merah. Jadi tubuhmu memproduksi lebih dari 2 juta sel darah merah setiap detik. Tubuhmu melakukan ini secara paling efisien yaitu mendaur ulang besi dalam sel darah merah yang mati ke dalam sel darah merah baru. Tentu saja besi membentuk hemoglobin dalam sel darah merah, yang membuat sel itu mampu membawa oksigen. Sambil kita belajar semakin banyka tentang sistem peredaran darah, kita melihat bahwa hidup jasmani kita adalah karunia Allah setiap hari. Namun, adalah darah Juruselamat kita, Yesus Kristus, yang tercurah di atas salib bagi kita, dalam kematian dan penderitaanNya yang kudus, yang membuat hidup kekal mungkin bagi manusia.

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Mahasiswi yang Ibunya Diperkosa Tetapi Tidak Mau Aborsi, Memenangkan Titel Ratu Kampus

(Berita Mingguan GITS 9November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Christian News Network, 24 Oktober 2013: “Seorang wanita muda yang ibunya memilih adopsi, bukan aborsi, setelah mengalami pemerkosaan, baru saja memenangkan titel ratu kampus di universitasnya. Kini berusia 22 tahun, Mary Ann Dutton memenangkan titel Miss Homecoming Queen ke 100 di Universitas Auburn, dengan platform advokasi adopsi. Ibu biologis dari Dutton memilih untuk menyerahkan anaknya untuk adopsi daripada mengaborsi kehamilannya, setelah suaminya memberi ultimatum aborsi atau cerai. Kampanye Dutton dipusatkan pada kisah pribadinya yang luar biasa dan suatu pesan pengharapan kepada wanita-wanita yang berada dalam situasi serupa dengan ibu yang melahirkannya. ‘Karena sumber daya itu [adopsi] tersedia bagi ibu saya, dia memutuskan untuk melahirkan saya,’ kata Dutton dalam sebuah video kampanye. ‘Dan sekarang saya ada di sini dan berbicara dengan kalian 22 tahun kemudian.’ Dutton diadopsi melalui agensi adopsi Kristen, Lifeline Children’s Services di Birmingham, Alabama. Selama kampanyenya, yang memakai slogan ‘Light UP Life,’ Dutton menggalang dana untuk agensi tersebut. Dia mengatakan bahwa tujuannya adalah membuat wanita-wanita tahu bahwa ada pertolongan bagi wanita-wanita dalam situasi krisis.”

Posted in General (Umum), Wanita | 1 Comment