Kaki Cicak yang Bisa Membersihkan Diri

(Berita Mingguan GITS 2November2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 21 Oktober 2013, www.creationmoments.com: “Kita sudah sering membahas tentang kemampuan cicak yang luar biasa untuk berjalan di dinding, atau bahkan terbalik di langit-langit terutama di bahan yang mulus seperti kaca. Kita juga telah memperlihatkan bahwa cicak dapat menggenggam permukaan kaca sambil ia berjalan dengan memakai rambut mikroskopik di kakinya. Rambut-rambut yang sangat kecil ini benar-benar menggenggam permukaan itu pada level molekuler. Karena cicak sepertinya tidak pernah membersihkan kaki mereka, para ilmuwan bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika rambut-rambut mikroskopik tersebut ternodai oleh partikel debu mikroskopik. Mereka menghitung bahwa partikel debu haruslah mengacaukan antara 26 hingga 59 rambut per kaki agar efektif mempengaruhi cicak. Mereka lalu mengacaukan kaki cicak-cicak dengan bola-bola mikro dan memperhatikan mereka ketika mereka berjalan di atas permukaan kaca. Mereka terkejut ketika menemukan bahwa dengan setiap tapakan kaki, genggaman cicak ke permukaan kaca semakin kuat. Hasil ini menuntun kepada kesimpulan bahwa sambil berjalan, kaki cicak-cicak itu melepaskan sebagian dari bola-bola mikro itu. Untuk memastikan bahwa ini benar terjadi, para ilmuwan mengambil beberapa fiber dari kaki cicak dan mempelajari interaksinya dengan bola-bola mikro. Kseimpulan mereka adalah bahwa benar kaki cicak sungguh bisa membersihkan diri sendiri. Bukan saja desain kaki cicak sungguh luar biasa, tetapi Allah sudah tahu bahwa desainNya itu tidak akan bekerja kecuali jika kaki itu bisa membersihkan diri sendiri dan menghilangkan debu. Desain ini jelas tidak mungkin muncul melalui proses coba-coba seperti evolusi.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Darah Ditemukan dalam Fosil Nyamuk – Merusak Asumsi Evolusi

(Berita Mingguan GITS 26Oktober2013, sumber: www.christiannews.net)

Baru-baru ini ditemukan seekor nyamuk yang terfosilisasi, yang membuat sebagian ilmuwan mempertanyakan ulang umur fosil dan lapisan batu yang selama ini diasumsikan. National Academy of Sciences baru-baru ini mempublikasikan sebuah artikel jurnal yang ditulis oleh lima ilmuwan Amerika dan Eropa. Paper 5 halaman itu mendetilkan penemuan seekor nyamuk yang terpelihara baik dalam bentuk fosil di Formasi Kishenehn di Montana. Yang luar biasanya, fosil tersebut mengandung jejak-jejak darah yang terpelihara – suatu fitur yang digambarkan oleh para penemunya sebagai “jarang” dan “unik.”

Artikel jurnal itu menjelaskan bahwa “preservasi fosil nyamuk betina itu. . . adalah suatu kejadian yang cukup tidak mungkin.” “Serangga itu harus minum darah tidak lama sebelumnya, lalu terlempar ke atas permukaan air, lalu tenggelam ke dasar dari danau atau struktur serupa lainnya, dan dengan cepat terbenam dalam sedimen anaerobik yang halus, semuanya itu tanpa merusak perutnya yang rapuh dan gendut karena penuh darah.”

Nyamuk yang penuh darah itu ditemukan di lapisan sedimen batu shale, yang diklaim oleh para geologis berusia 46 juta tahun. Jadi, menurut para penemu fosil, spesimen nyamuk ini terfosilisasi 46 juta tahun yang lalu, lengkap dengan darahnya. Tetapi banyak ilmuwan yang terkejut bahwa darah bisa bertahan selama periode waktu yang begitu panjang.

Jadi, kesimpulan yang benar adalah bahwa fomasi batu shale di Montana itu sebenarnya jauh lebih muda dari yang diperkirakan. Brian Thomas, penulis ilmu pengetahuan di Institute for Creation Research (ICR), mengatakan bahwa darah nyamuk tidak mungkin bisa bertahan selama 50 juta tahun. Dia berkata bahwa para ilmuwan memperkirakan umur spesimen itu dengan mengkorelasikan fosil kepada data yang terdaftar di tabel geologi standar. Sedangkan umur batu diperkirakan dari fosil yang bisa ditemukan di dalamnya.

“Laporan baru-baru ini tentang [darah] asli . . . di dalam fosil nyamuk yang ditemukan di Forrmasi Kishenehn, mendapatkan usia mereka melalui pemikiran berputar (circular reasoning),” jelas Thomas. “[Tim penemu] menegaskan bahwa fosil itu berusia 46 juta tahun karena Formasi Kishenehn ditenggarai setua itu (walaupun referensi yang mereka kutip ada dua umur – 43 dan 46 juta tahun, dan masing-masing di luar dari batas kesalahan yang lainnya). Dan bagaimanakah mereka tahu Formasi itu setua itu? Mereka menyocokkannya dengan fosil yang ada di tabel geologi untuk mengindikasikan usia.”

Thomas memberitahu bahwa “tidak ada bukti ilmiah bahwa grup hemoglobin dapat bertahan, dalam preservasi yang bagaimana pun juga, untuk bahkan satu juta tahun, jangankan banyak juta tahun.” Thomas juga menyinggung bahwa bebatuan shale yang mengandung fosil nyamuk itu kaya akan minyak. “Seperti darah, minyak juga bersifat organik. Seperti darah, minyak organik “seharusnya sudah terdegradasi sejak lama, terutama mempertimbangkan betapa agresifnya bakteri pemakan minyak,” dia berkata.

“Pada akhirnya,” Thomas menyimpulkan, “dogma ‘jutaan tahun’ tidak didukung oleh substansi ilmiah sejati, tetapi menjadi otoritas akhir bagi para geolog yang tidak mau kehilangan pekerjaan mereka di bidang ilmu yang telah tersekularisasi.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Mark Driscoll Mengejek Posisi Alkitabiah

(Berita Mingguan GITS 26Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Mark Driscoll, seorang gembala sidang ‘serba cool’ di kota Seattle yang ‘cool,’ mengecilkan posisi Alkitabiah dalam suatu blog baru-baru ini yang berjudul “Bapa, Putra, dan Kitab Suci?” Dia mengklaim bahwa “dalam kalangan cessasionis (mereka yang percaya nubuat dan bahasa lidah sudah berakhir hari ini), Tritunggal yang berfungsi terkadang adalah Bapa, Putra, dan Kitab Suci: Roh Kudus menulis Kitab Suci melalui penulis-penulis manusia, kemudian seolah-olah Dia sejak saat itu berlibur.” Saya tidak tahu persis siapa yang dia maksud, dan saya meragukan dia bisa memberikan contoh konkrit seseorang yang percaya seperti itu. Dalam pengalaman saya, yang dimulai sejak saya diselamatkan tahun 1973, saya tidak pernah ketemu seorang cessasionis pun yang percaya atau berlaku seperti itu. Ini adalah serangan terhadap lawan yang dibuat-buat. Saya seorang cessasionis, dan percaya bahwa tanda-tanda kerasulan sudah berakhir seiring dengan para Rasul, tetapi saya tidak percaya Tuhan berlibur. Tidak mempercayai bahwa ada tanda-tanda kerasulan hari ini bukan berarti tidak percaya mujizat. Dalam pekerjaan pendirian jemaat yang kami lakukan, kami telah menyaksikan banyak jiwa diselamatkan dari kekafiran yang paling gelap, orang-orang dilepaskan dari cengkeraman setan, disembuhkan, pernikahan-pernikahan dipulihkan, dan banyak mujizat lainnya. Tetapi tidak ada tanda-tanda kerasulan. Saya tidak percaya seseorang boleh mengejek posisi alkitabiah kecuali dia mau tidak lagi terikat pada Alkitab sebagai otoritas tunggal, dan itulah yang harus dilakukan seseorang jika ia berpegang bahwa tanda-tanda kerasulan masih berlanjut. Seorang Alkitabiah tidak menyembah Alkitab, tetapi ia tahu bahwa tidak ada wahyu lain yang pasti dari Allah. Dia tahu bahwa ada banyak kristus palsu dan roh palsu yang berpura-pura seperti malaikat terang dan kita harus menguji segala sesuatu dengan baik melalui Firman Tuhan agar tidak tertipu, terlebih lagi di hari-hari terakhir ini. Posisi Alkitabiah bukanlah “Bapa, Putra, dan Kitab Suci”; sebaliknya yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus, sebagaimana dijelaskan oleh Kitab Suci. Roh yang sejati tidak akan beroperasi melawan Kitab Suci. Siapapun yang mengejek itu, bahkan jika dia setengah bercanda, adalah orang yang berbahaya. 

Posted in Alkitab, Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

John Macarthur Melawan “Api Asing” dengan “Api Asing”

(Berita Mingguan GITS 26Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Minggu lalu, John MacArthur melaksanakan suatu konferensi dengan judul “Api Asing: Bahaya Melawan Roh Kudus dengan Penyembahan Palsu.” Konferensi itu adalah suatu peringatan yang penting melawan gerakan kharismatik, tetapi api asing telah menginfiltrasi kubu MacArthur dan oleh karena itu pada akhirnya dia akan kalah dalam peperangan ini. Dalam komentar pembukaannya di konferensi, MacArthur mengatakan, “Gerakan kharismatik terus menerus menista Allah dalam bentuk-bentuk penyembahannya yang palsu. Gerakan itu menista Bapa dan Anak, tetapi paling spesifik, Roh Kudus. Banyak hal yang dalam gerakan itu dikatakan sebagai kerja Roh Kudus, sebenarnya menistaNya. …Allah tidak boleh dipermainkan. Adalah berbahaya untuk mempersembahkan api yang asing, penyembahan yang korup.” Itu benar sekali, tetapi salah satu aspek gerakan kharismatik yang paling efektif, salah satu hal yang paling bertanggung jawabn untuk menciptakan “pengalaman” kharismatik dan membangun persatuan mereka yangsesat, adalah musik penyembahan kontemporer. Almarhum Jerry Huffman, editor dari Calvary Contender, mengobservasi bahwa CCM bisa diperpanjang menjadi Contemporary Charismatic Music (bukan hanya Contemporary Christian Music), karena musik ini berasal dari kaum kharismatik. Hal ini telah didokumentasikan dengan sangat lengkap dalam The Directory of Contemporary Worship Musicians, yang tersedia sebagai eBook gratis di www.wayoflife.org. Musik rock yang kuat (apakah hard rock ataupun soft rock) dipakai untuk menciptakan suasana agar penyembah kharismatik dapat “merasakan Allah.” Musik kontemporer adalah bagian yang besar dari pengalaman penyembagan api asing, dan John MacArthur telah memasukkan api asing ini ke dalam konferensi-konferensi pemuda remajanya. Jadi, dia telah membangun jembatan kepada gerakan kharismatik dan “gereja” esa-sedunia yang akan dilewati banyak orang. Dia telah kalah dalam peperangan itu karena dia kehilangan mata rohani yang pernah ia pakai untuk melawan musik kontemporer. MacArthur sedang melakukan kesalahan yang sama yang banyak juga dibuat oleh kaum Baptis Independen, yang juga sedang main-main api dengan musik kontemporer. Banyak yang berpikir mereka bisa “mengadaptasi” musik tersebut, tetapi hanyalah masalah waktu sebelum gereja yang melakukan demikian akan terbawa arus sepenuhnya.

Posted in Kharismatik/Pantekosta, musik | 2 Comments

Injil Rick Warren yang Dangkal

(Berita Mingguan GITS 19Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Rick Warren banyak berbicara mengenai “Injil.” Dalam konferensi Exponential 2013 yang baru-baru ini dilaksanakan di Gereja Saddleback milik Warren, temanya adalah memberitakan Injil dan menjadikan murid. Tetapi Injil apakah yang ia beritakan? Dalam pasal 7 dari bukunya yang super-populer, The Purpose Driven Life, dia menjelaskan sebagai berikut cara menjadi orang Kristen: “Pertama, percaya. Percaya Allah mengasihimu dan membuatmu untuk tujuanNya. Percaya kamu bukanlah suatu kecelakaan. Percaya kamu diciptakan untuk kekekalan. Percaya Allah telah memilihmu untuk memiliki hubungan dengan Yesus, yang mati di atas salib bagimu. Percaya bahwa tidak peduli apapun yang telah kamu lakukan, Allah mau mengampunimu. Kedua, menerima. Menerima pengampunanNya atas dosamu. Menerima RohNya, yang akan memberimu kuasa untuk memenuhi tujuan hidupmu. …Di mana pun kamu sedang membaca ini, saya mengajak anda untuk menundukkan kepala dan membisikkan suatu doa yang akan mengubah kekekalanmu. ‘Yesus, saya percaya padaMu dan saya menerimaMu.’ Ayo lakukan. Jika kamu tulus dalam doa itu, selamat! Selamat bergabung dalam keluarga Allah!” (The Purpose Driven Life, hal. 58-59).

Ini adalah salah satu “injil” paling dangkal yang saya pernah lihat. Jelas ini bukan Injil yang dikhotbahkan dalam Kisah Para Rasul atau Roma. Tidak ada pembahasan yang serius tentang dosa, seperti yang kita temukan dalam Roma 1-3. Tidak ada disebut tentang kekudusan atau keadilan Allah. Tidak ada pengajaran yang jelas tentang apa yang Yesus lakukan di atas kayu salib. Tidak ada tentang darah Kristus. Warren mengundang pembacanya untuk “percaya Yesus” tetapi dia tidak memperingatkan tentang kristus-kristus palsu, seperti Yesus palsu dalam The Shack, atau Yesus wafer-nya Katolik, atau Yesus yoga New Age, atau Yesus Mormon yang adalah “saudara Lucifer.” Dan Warren sama sekali mengabaikan pertobatan. Berlawanan dengan itu, rasul Paulus menyimpulkan pesannya sebagai berikut: “aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus” (Kisah Rasul 20:21). Paulus mengatakan bahwa “Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat” (Kisah Rasul 17:30), dan kita bisa pasti bahwa Allah belum berubah pikiran. Hati-hati terhadap Rick Warren. Dia adalah seorang pembangun jembatan luar biasa di akhir zaman yang membangun bagi “gereja” sesat esa-sedunia.”

Posted in Misi / Pekabaran Injil, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Pesta Injil Graham bagi Bangsa yang Suka Pesta

(Berita Mingguan GITS 19Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Memberitakan Injil di abad pertama adalah urusan serius. Terkandung di dalamnya adalah tuntutan agar manusia bertobat dair dosa-dosa dan penyembahan berhala mereka dan pemberontakan mereka melawan Allah. Contohnya adalah Paulus di bukit Mars berbicara kepada orang-orang Yunani, “Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat” (Kis. 17:30). Contohnya adalah Paulus mengatakan kepada orang-orang Roma bahwa tidak ada yang benar, satu pun tidak, dan bahwa murka Allah dinyatakan dari sorga atas semua manusia karena pemberontakan mereka. Contohnya adalah Yakobus yang berbicara kepada saudara-saudara Yahudinya, “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita” (Yak. 4:8-9). Contohnya adalah Yesus yang mengatakan kepada jemaat di Laodikia, “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (Wah. 3:15-16).

Itulah yang perlu didengar seluruh bangsa hari ini. Ketika Billy Graham masih pengkhotbah muda, ia terkadang menyampaikan hal itu, sebelum ia memilih pragmatisme kompromi di atas kesetiaan kepada Firman Tuhan dan menjadi salah satu orang paling populer di Amerika. Tetapi ia mengubah nadanya, dan anaknya Franklin mengikuti jejaknya. Mereka tidak lagi membuat “gospel crusade,” sekarang mereka membuat festival rock & roll. Mereka membuat pesta injil. Pada tanggal 8 November, Billy Graham Evangelistic Crusade mempromosikan “Pesat-Pesta Pengharapanku,” dan di dalamnya akan ada presentasi video Injil selama 29 menit yang akan ditampilkan kepada para peserta, yang akan diajak untuk “percaya Yesus.” Ini adalah metode penginjilan yang sangat dangkal. Sudah dapat dipastikan pesan video itu bukanlah bertobat atau binasa. Yang dibutuhkan dunia saat ini adalah bagi setiap gereja yang masih percaya Alkitab untuk mengkhotbahkan tiada selain kemahatinggian, kekudusan dan murka Allah, karena generasi manusia hari ini yang sudah dibesarkan dengan konsep harga diri sejak bayi tidak memahami keberdosaan mereka di hadapan Allah. Dan orang yang tidak paham tentang keberdosaannya tidak memahami dengan benar kasih karunia Allah. Dalam surat Roma, Paulus menghabiskan hampir tiga pasal mengkhotbahkan tentang kekudusan dan penghakiman Allah sebelum ia menyinggung pembenaran karena kasih karunia, tetapi penginjilan yang dilakukan hari ini banyak yang dangkal dan tidak menyinggung hal-hal ini.

Posted in Misi / Pekabaran Injil, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Renungan tentang Pemeliharaan Allah dalam Mazmur

(Berita Mingguan GITS 19 Oktober 2013, sumber: www.wayoflife.org)

“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia” (Mazmur 103:13). Allah digambarkan seperti seorang Bapa, mengacu kepada kepedulian Allah yang lembut dan bersifat pribadi kepada ciptaan-ciptaanNya. Allah mengetahui terbuat dari “apa kita” (103:14), dan Ia mengasihani kita. Allah digambarkan dalam perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang sebagai seorang Bapa yang menanti-nantikan yang terhilang untuk pulang, segera lari menyongsong anak yang bertobat ketika ia masih jauh (Lukas 15:20). Setiap bapa yang baik sayang kepada anak-anaknya. Rakham, kata Ibrani yang diterjemahkan sayang, di tempat-tempat lain diterjemahkan mengasihani, mengasihi. Bahkan jika seorang bapa adalah tipe yang tidak mudah mengutarakan kasih sayang dengan kata-kata, ia tetap memiliki perasaan yang lembut terhadap anak-anaknya; ia mau yang terbaik bagi mereka; ia ingin membantu mereka dengan cara apapun; ia siap mengampuni kesalahan-kesalahan mereka; ia menginginkan kasih mereka dan rindu dekat kepada mereka. Betapa lebihnya lagi Tuhan sayang kepada anak-anak angkatnya (Matius 7:11). Bapa yang terbaik di bumi ini hanyalah gambaran yang kabur dari kebapaan Allah.

Posted in Renungan | Leave a comment

Kunjungan ke Biara

Berikut adalah kesaksian David Cloud saat ia mengunjungi sebuah biara Katolik. Sumber: www.wayoflife.org

Dalam sebuah perjalanan ke Kanada pada bulan November 1998, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi sebuah biara tertutup. Seorang gembala sidang teman saya mengundang saya untuk bertemu dengan seorang sanak keluarganya yang telah menjadi biarawati Katolik selama 60 tahun. Saya sudah pernah mengunjungi kuil-kuil dan gereja-gereja Katolik di banyak belahan dunia, termasuk Vatikan, tetapi saya belum pernah berada di dalam sebuah biara. Biarawati ini yang kami kunjungi, sudah berusia 80 tahun dan dia menjalani sebagian besar hidupnya terkunci di sebuah biara yang gelap. Dia hanya bisa bercakap-cakap dengan kami dari balik jeruji besi. Bahkan ada jeruji yang melintang di kapel biara itu, memisahkan para biarawati dari publik. Para biarawati berdoa di kapel itu secara bergantian setiap jam.

Ketika anda memasuki kapel, ada tanda yang berbunyi, “Anda sedang masuk untuk memuji hosti-Yesus.” Perhatikan bahwa para biarawati menghubungkan langsung Yesus dengan hosti Katolik. Hosti, tentunya, adalah wafer misa yang “dikuduskan.” Para biarawati memanggang wafernya. Menurut theologi Katolik, wafer itu, ketika diberkati oleh imam, menjadi daging dan darah literal dari Yesus. Setelah misa, hosti diletakkan di dalam sebuah kotak kecil yang disebut tabernakel, dan orang berdoa kepada hosti itu seperti kepada Yesus Kristus sendiri.

Continue reading →

Posted in Katolik | 4 Comments

Rusia Memiliki Lebih Sedikit Senjata Tetapi Lebih Banyak Pembunuhan dari AS

(Berita Mingguan GITS 12Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “U.S. Has More Guns,” Breitbart, 30 Sept. 2013: “Menurut National Public Radio (NPR), pada hari terjadinya penembakan di pangkalan Angkatan Laut AS, ketua Komite Luar Negeri Rusia, Alexei Puskhov, meng-tweet secara mengejek: “Penembakan baru di Pangkalan AL di Washington…Penegasan yang jelas betapa hebatnya Amerika.” Sebagai respons, NPT menulis, “Pushkov mengejek hukum senjata di AS, tetapi bagaimana dengan statistik di Rusia? Ada kurang dari 13 juta senjata api beredar di Rusia, dibandingkan dengan kira-kira 300 juta di Amerika Serikat. Itu berarti ada 9 senjata api per 100 orang di Rusia, dan hampir 100 senjata api per 100 orang di AS. Namun, statistik pembunuhan terakhir untuk Rusia menunjukkan bahwa ada 21.603 [pembunuhan di Rusia] pada tahun 2009….[sementara] di Amerika ada 13.636 pembunuhan pada tahun 2009, padahal populasi Amerika lebih dari dua kali lipat Rusia. Rusia memiliki hukum untuk melarang kepemilikan senjata yang sekarang banyak diusahakan oleh orang liberal di Amerika.”

Editor: Senjata api bukanlah masalahnya. Pembunuhan pertama terjadi oleh Kain, dan waktu itu tidak ada senjata api. Yang bermasalah ada hati manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Pemimpin Episkopal Menyebut “Homofobia” Dosa

(Berita Mingguan GITS 12Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah khotbah pada hari Minggu, 6 Oktober, Gary Hall dari National Cathedral di Washington, D. C. mengatakan: “Kita kini harus memiliki keberanian untuk mengambil langkah terakhir dan menyebut homofobia dan heteroseksisme sebagaimana apa adanya. Hal-hal itu adalah dosa. Homofobia adalah dosa. Heteroseksisme adalah dosa. …jika kita setia memberitakan dan menghidupi [Injil], generasi anak muda LGBT [Lesbian, gay, biseksual, trans-seksual] hari ini akan berkembang dan mengambil tempat mereka di sekeliling meja ini , bersama Yesus, sambil kita memberkati, mengampuni, menyembuhkan, dan mengasihi dunia” (“National Cathedral Leader,” CNSNews, 7 Oktober 2013). Rasul Petrus menubuatkan tentang pemimpin-pemimpin Kristen yang sesat sebagai berikut: “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Banyak orang akan mengikuti CARA HIDUP MEREKA YANG DIKUASAI HAWA NAFSU, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. . . .Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka . . . dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian . . . Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman” (2 Petrus 2:1-9).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment