Wawancara Amy Grant Dengan “Media Massa Gay”

(Berita Mingguan GITS 21September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam wawancara pertamanya dengan perwakilan dari komunitas homoseksual, superstar musik Kristen kontemporer Amy Grant, mengatakan bahwa dia “pertama mengetahui tentang kelompok gay yang menjadi pendukungnya ketika dia berumur 18 tahun” dan dia berharap bahwa komunitas gay meresponi karyanya “karena pesannya yang inklusif” (“Amy Grant in Her First Gay Press Interview,” Between the Lines News, 23 April 2013). Penyanyi tersebut mengatakan bahwa dia merasa terhormat telah diundang untuk bernyanyi di sebuah pernikahan sesama jenis dan mengekspresikan filosofi “hidup dan biarkan hidup”nya yang tidak menghakimi, tanpa ada sedikit pun petunjuk tentang keperluan alkitabiah akan pertobatan dan kelahiran kembali dan tanpa peringatan tentang penghakiman ilahi. Amy memuji pernyataan berikut yang dibuat oleh seorang temannya: “Ketika kita belajar untuk memperhatikan tanpa menghakimi, maka kita telah memiliki kemampuan untuk mengetahui betapa melelahkannya memperhatikan dengan selalu menghakimi.” Ini bertentangan langsung dengan perintah-perintah Allah, seperti “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11).

Dalam sebuah edisi dari Heads Up! Gembala Sidang Buddy Smith menulis: “Keputusan Amy Grant untuk menyanyikan musik yang akan disukai oleh dunia yang terhilang telah diikuti oleh banyak sekali musisi. Sedihnya, para gembala sidang di seluruh dunia menemukan bahwa remaja pemuda mereka dipikat untuk menyeberangi jembatan-jembatan yang tidak eksis satu atau dua generasi yang lalu. Ada jembatan menuju Roma, jembatan menuju Las Vegas, jembatan ke Hollywood, jembatan ke Nashville, dan jembatan ke Wall Street. Beberapa tahun lalu saya sedang berkendaraan di sekitar perbatasan Texas/Mexico dekat Laredo. Sudah bertahun-tahun sejak saya ada di daerah itu, jadi saya salah belok dan malah bertemu sebuah jembatan baru yang menyeberangi Sungai Rio Grande. Ketika kami tinggal di Texas Selatan, ada sebuah jembatan kecil dua jalur di sana, tetapi sekarang menjadi jembatan besar delapan jalur! Demikian juga, papan kecil dan sempit yang menjadi jembatan kepada got kebusukan moral dan doktrinal yang dimiliki oleh dunia tanpa Kristus, sekarang telah menjadi jembatan besar dengan jalur-jalur luas, menuju kesesatan dan immoralitas, yang bertujuan untuk menghancurkan gereja-gereja kita! Amy Grant secara aktif dan penuh kesadaran membangun jembatan kepada dunia ini dengan menyanyikan lagu yang secara sengaja tidak mau mengkonfrontasi immoralitas dunia dan narsisme dunia. Dengan menyanyikan lagu-lagu yang menjadi candu bagi kelompok gay dan lesbian, dia mengimplikasikan bahwa mereka sangat diterima di dunianya dan dalam agamanya. Jembatan menuju dunia selalu bersifat dua arah. Tidak mungkin untuk dengan tersenyum memberikan pesan yang tidak konfrontatif kepada orang-orang yang jahat, lalu berharap mereka tidak membawa pandangan mereka, filosofi mereka, dan moral mereka, dan pernikahan gay mereka menyeberangi jembatan itu dan masuk ke dalam duniamu.” “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

“Maria” Menjadi Titik Persatuan antara Kristen dan Islam

(Berita Mingguan GITS 14September 2013, sumber: www.wayoflife.orgdan christiannews.net)

Sebuah laporan diterbitkan musim panas ini oleh Australian Broadcasting Network yang berjudul “Mengapa jutaan orang Muslim melihat penampakan Bunda Maria” (17 Juli 2013). Menurut laporan itu, “Maria telah menjadi salah satu simbol perdamaian yang paling kuat di Timur Tengah, melintasi batas agama, suku, dan bangsa.” Jutaan orang Muslim ditengarai telah melihat “penampakan” Maria di Mesir dan Syria. Pada tahun 1968 dan 2009, hampir dua juta orang mengklaim telah melihat gambar Maria di atas sebuah gereja di Kairo. Sejak tahun 1982, “Maria” dikatakan telah muncul di sebuah rumah di Damaskus. Disebut sebagai Bunda Kita dari Soufanieh, tempat itu tetap menjadi suatu tempat doa ekumenis untuk orang Kristen dan Muslim. Hal ini dimungkinkan karena roh penyesatan adalah cara mempersatukan orang Muslim dan Kristen KTP untuk menerima Antikristus dan nabinya. Penampakan-penampakan Maria selalu memberitakan injil palsu berupa Kristus plus perbuatan, sehingga dapat dipastikan berasal dari Iblis. “Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang” (2 Kor. 11:13-14).

Posted in Islam, Katolik | Leave a comment

Bawa Tulang-Tulangku dari Sini

(Berita Mingguan GITS 14September 2013, sumber: www.wayoflife.orgdan christiannews.net)

Baik Yakub maupun Yusuf membuat orang-orang dekat mereka untuk berjanji agar tidak meninggalkan tulang-tulang mereka di Mesir (Kejadian 47:30-31; 50:25), dan banyak orang Yahudi masih melakukan hal yang sama. Empat puluh persen orang Yahudi Perancis dikuburkan di Israel, walaupun perlu dana puluhan ribu dolar untuk perjalanan pesawat dan tempat pemakaman (“Why Are Jewish Dead Flown to Israel for Burials? CNN Belief Blog, 21 Maret 2012). Sebuah makam di Yerusalem dapat berharga $25.000. Salah satu motivasinya adalah kepercayaan bahwa mereka yang dikuburkan di Israel akan dibangkitkan terlebih dulu ketika Mesias datang. Orang Yahudi yang tidak “sekuler” murni sedang menantikan Mesias, tetapi bukan Mesias di dalam Alkitab. Mereka bukan mencari Allah yang menjadi daging, walaupun nabi Yesaya mereka telah mengatakan bahwa nama Mesias adalah Immanuel, atau “Allah bersama kita” (Yesaya 7:14). Mereka bukan mencari seorang Juruselamat dari dosa, walaupun nabi-nabi mereka dengan jelas mengatakan bahwa Mesias akan ditikam karena pemberontakan mereka (Yes. 53:5). Ketika kami bertanya kepada seorang rabbi Reformed Yahudi di Israel, “Bagaimana kamu membersihkan dosa-dosamu?” dia menjawab, “Kami meminta pengampunan dari Allah melalui doa dan melalui tindakan.” Tidak, mereka sedang mencari Mesias dari tradisi Yahudi yang sia-sia, dan dia akan datang dalam bentuk Antikristus. Pada tahun 2012, seorang perwakilan Temple Institute di Yerusalem memberitahu kami: “Hanya seseorang yang melakukan hal-hal tertentu yang dapat disebut Mesias: Yang membawa Israel kembali ke Israel; yang membangun bait suci kembali; yang membuat Israel menuruti perintah-perintah. Setelah itu ia bisa disebut Mesias.” Ini adalah gambaran Mesias sebagai seorang Penyelesai Masalah Super, yaitu persis bagaimana Antikristus akan menggambarkan dirinya.” “Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya: Tentu Allah akan memperhatikan kamu; pada waktu itu kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini’ (Kej. 50:25).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, General (Umum) | Leave a comment

Angsa

(Berita Mingguan GITS 14September 2013, sumber: www.wayoflife.orgdan christiannews.net)

Ketika kita melihat dunia di sekeliling kita, siapapun yang memiliki mata dan tidak menutup hati, dapat melihat keindahan ciptaan Tuhan. Jika tidak ada Tuhan pencipta, mengapa bahkan ada konsep “indah”? Bagaimana mendefinisikan indah? Kalau kita semua berasal dari atom-atom mati, mengapa ada yang indah dan ada yang tidak? Mengapa ada yang benar dan ada yang salah? Mari kita perhatikan salah satu ciptaan Allah yang indah, yaitu angsa.

Angsa, binatang bangsa burung yang hidup di air dan berhubungan dekat dengan bebek, adalah salah satu burung yang paling besar dan paling agung. Angsa bisu dan angsa terompet dapat tumbuh hingga 15 kg, dengan rentang sayap hampir 3 meter. Angsa jantan dewasa disebut “cob,” yang betinanya disebut “pen.” Bayi angsa disebut “signet” atau “cygnet,” dan sekelompok cygnet disebut satu “clutch.” Sekelompok angsa disebut suatu “bevy” atau “lamentation,” dan jika sedang terbang, kelompok ini disebut suatu “wedge.” Kebanyakan spesies angsa melakukan migrasi. Angsa memiliki pasangan untuk seumur hidup atau minimal untuk banyak tahun, dan membangun di atas sarang yang sama setiap musimnya. Selama ritual perkawinan, angsa jantan dan betina saling menyentuhkan paruh dan dada mereka, membuat bentuk hati. Sarang mereka sekitar 1 meter lebarnya dan dibangun di atas tanah dekat air. Yang jantan membantu membangun sarang dan juga mengerami telur. Bayi angsa menetas dalam waktu sebulan lebih sedikit dan sudah bisa berenang bersama induknya dalam beberapa hari pertama. Bayi angsa berwarna abu-abu waktu lahir, dan menjadi putih dalam waktu satu tahun. Baik angsa jantan maupun betina yang bersama dengan bayi-bayi mereka akan menjadi musuh yang keras terhadap ancaman apapun, dan mereka dapat menimbulkan luka yang serius dengan sayap mereka yang kuat. Kebanyakan dari enam sampai tujuh spesies angsa berwarna putih, tetapi angsa hitam Australia berwarna hitam dengan putih pada sayapnya, dan juga paruh yang merah. Sedangkan angsa Amerika Selatan berwarna putih tetapi dengan leher dan kepala hitam. Pada abad ke-12, Kerajaan Inggris mengklaim memiliki semua angsa bisu yang tidak bertanda di Sungai Thames, karena pasangan pertama diberikan kepada Richard si Hati Singa karena sumbangsihnya dalam Perang Salib. Angsa bisu menjadi atraksi turis di Danau Morton di Lakeland, Florida. Mereka bukan berasal dari sana, tetapi dibawa orang sebagai binatang peliharaan ke sana pada tahun 1920an, tetapi populasi kecil itu mati semua pada tahun 1954. Meresponi permintaan pertolongan, Ratu Elizabeth II menyumbangkan dua angsa kerajaan, dan burung-burung tersebut bertambah banyak dari pasangan yang satu itu.

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Otoritas Jerman Mengambil Anak-Anak dari Orang Tua Yang Melakukan Homeschooling

(Berita Mingguan GITS 7September 2013, sumber: www.wayoflife.org dan christiannews.net)

Berikut ini disadur dari “German Authorities Round Up Homeschooled Children,” Breitbart, 31 Agustus 2013: “Sebuah tim yang terdiri dari 20 pekerja sosial, aparat polisi, dan agen spesial menyerang rumah sebuah keluarga yang melaksanakan homeschooling di dekat Darmstadt, Jerman, pada hari Kamis. Dirk dan Petra Wunderlich adalah suami istri Jerman yang mendidik sendiri empat anak mereka di rumah, dan tidak mengirim mereka ke sekolah umum. Tidak lam yang lalu sepasukan polisi dan pejabat lainnya datang dan mengambil paksa empat orang anak keluarga itu, berusia 7-14 tahun. Para penegak hukum menyerang rumah itu dan mengambil anak-anak mereka hanya karena orang tuanya mengajar anak-anak itu di rumah (homeschooling) – menentang hukum Jerman yang melarang pendidikan di rumah. Menurut Home School Legal Defense Association (HSLDA), anak-anak dari pasangan Wunderlich dibawa ke lokasi yang tidak diketahui. Para pejabat katanya memberitahu kedua orang tua bahwa mereka tidak akan melihat anak-anak mereka lagi ‘dalam waktu dekat ini.’ HSLDA menyatakan bahwa mereka telah mendapatkan dan menerjemahkan dokumen pengadilan yang mengotorisasi penggunaan kekerasan untuk mengambil anak-anak itu dan menjauhkan mereka dari orang tua mereka. Dokumen itu mengindikasikan bahwa satu-satunya dasar hukum untuk pemisahan ini adalah karena keluarga itu terus melakukan homeschooling. Padahal tidak ada yang mengindikasikan bahwa orang tua mereka gagal menyediakan pendidikan yang cukup, hukum di Jerman mengabaikan kemajuan pendidikan anak. Yang diharuskan dalam hukum Jerman adalah hadir di sekolah pemerintah, bukan belajar.

Menurut HSLDA, Hakum Koenig, seorang hakim pengadilan keluarga di Darmstadt, menandatangani perintah untuk mengambil anak-anak itu pada hari Rabu. Koenig mengutip kegagalan orang tua untuk berkooperasi ‘dengan otoritas untuk mengirim anak-anak ke sekolah.’ Tambahan lagi, hakim mengotorisasi penggunaan kekerasan ‘terhadap anak-anaknya’ jika diperlukan, mengindikasikan bahwa kekerasan seperti itu bisa saja diperlukan karena anak-anak itu telah ‘mengadopsi pendapat orang tua mereka’ tentang homeschooling, dan ‘tidak ada kooperasi yang diharapkan dari baik orang tua maupun anak-anak mereka.’ Dalam laporan christiannews.net, dikatakan bahwa para polisi masuk ke secara paksa ke dalam rumah keluarga Wunderlich, dan bahkan ketika Petra, sang ibu, mau mencium putrinya sebelum ia dibawa pergi, seorang polisi menyikut dia sambil berkata, ‘sudah terlambat untuk itu.’ …Michael Farris [pendiri HSLDA] mengatakan bahwa hak orang tua untuk menentukan bagaimana anak-anak mereka dididik adalah hak asasi manusia pada tingkat yang tertinggi.

EDITOR: Dunia semakin kacau. Ada banyak orang tua di Jerman yang menelantarkan anaknya, tidak digubris. Tetapi orang tua yang mau mendidik anaknya sendiri di rumah karena ingin menghindari ajaran evolusi, sex bebas, musik dunia, dan pengaruh-pengaruh buruk lainnya pada anak mereka, justru menjadi sasaran.

Posted in Education / Pendidikan, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Pembawa Berita Berkata Bahwa Kehidupan Mulai Ketika Orang Tua Katakan Ia Mulai

(Berita Mingguan GITS 7September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Melissa Harris-Perry, yang menjadi pembawa acara dalam program beritanya sendiri di MSNBC, mengatakan bahwa kehidupan dimulai ketika orang tua yang bersangkutan memutuskan kehidupan itu mulai. Dalam edisi 21 Juli acara TV-nya itu, dia mengatakan, “Kapankah kehidupan mulai? Saya mengusulkan bahwa jawabannya banyak tergantung kepada perasaan orang tua yang bersangkutan. Suatu perasaan yang kuat – tetapi bukan sains” (Breitbart, 26 Juli 2013). Ini adalah relativisme moral yang ekstrim. Dengan pemikiran seperti itu, bukan saja perasaan saya menentukan apa yang benar dan yang salah bagi saya, tetapi perasaan saya juga menentukan hak kehidupan orang lain. Ini membuka pintu bagi figur berotoritas untuk menentukan kapan suatu kehidupan pantas untuk dipertahankan. Ini adalam pemikiran yang menciptakan budaya kematian modern dengan segala “hak” aborsi dan euthanasia-nya. Karena evolusi menolak doktrin bahwa manusia diciptakan dalam rupa Allah, kehidupan manusia dalam budaya evolusi tidaklah berharga dari sananya; kehidupan hanya berharga jika dianggap berharga oleh masyarakat. Kehidupan menjadi murah dalam budaya kematian.

Posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Takut atau Tidak Takut?

(Berita Mingguan GITS 7September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sepertinya ada kontradiksi antara 1 Yohanes 4:18, yang mengatakan bahwa tidak ada ketakutan dalam kasih, dan ayat-ayat lain seperti Ibrani 12:28, yang menghimbau kita untuk takut akan Allah. Sama seperti dalam kasus-kasus “kontradiksi” lainnya dalam Alkitab, penyelidikan yang cermat dan teliti terhadap konteks perikop akan menyelesaikan masalahnya. Yohanes sedang berbicara mengenai takut terhadap Allah dalam pengertian berada di bawah hukuman kekalNya. Itulah konteksnya dalam 1 Yohanes 4:14-17. Penulis Ibrani, di lain pihak, sedang berbicara mengenai takut akan Allah dalam hidup Kristiani dalam pengertian takut membuat Allah tidak senang dan takut akan disiplinNya, sama seperti seorang anak takut terhadap disiplin ayahnya yang tegas tetapi penuh kasih. Itu juga jelas dari konteksnya, yang terdapat dalam Ibrani 12:5-11.

Posted in Renungan | Leave a comment

Prinsip-Prinsip Hidup yang Berguna

Berikut ini ditulis oleh Gembala Sidang Terry Coomer, dari Hope Baptist Church, Arkansas.

Allah telah memberikan saya beberapa kesempatan yang unik dalam hidup saya ini, dan saya akan selalu mengucap syukur atas itu semua. Saya juga memiliki berbagai kesempatan unik dalam hidup untuk mempelajari sejumlah pelajaran hidup. Saya punya kesempatan untuk mengatur orang (manajer), menjadi seorang atlit, menjadi Direktur Utama dari sebuah perusahaan, menjadi seorang Konselor Alkitab, dan menjadi seorang Gembala Sidang selama 34 tahun sekarang ini. Saya juga telah memiliki kesempatan berbicara kepada banyak kelompok yang berbeda, baik sebagai gembala sidang, sebagai Direktur dari Pelayanan For the Love of the Family, sebagai pemain Bisbol profesional, dan sebagai Penerbit dan Direktur Utama dari koran nasional yang bertumbuh paling cepat. Saya pernah berbicara kepada banyak jenis kelompok dari berbagai latar belakang. Saya juga pernah mengambil banyak kelas dan seminar tentang kepemimpinan selama tahun-tahun yang saya jalani, dan lulus dari suatu Akademi Kepemimpinan. Saya menerima penghargaan khusus dari Fakultas Jurnalisme sebuah universitas besar karena pekerjaan saya dalam bidang jurnalisme. Saya memiliki kesempatan untuk menulis buku, buku kecil, artikel, dan bahkan koran saya sendiri. Beberapa hal yang saya pelajari sungguh berharga, yang lainnya kurang berharga. Seorang teman saya menelpon saya waktu saya menerima gelar Doktor Theologi dan mengatakan,” Kamu sudah melakukan begitu banyak hal dalam hidup ini, kamu pasti sangat bersukacita.” Semakin saya memikirkan hal ini, saya berpikir bahwa hari ini saya mau menulis tentang pelajaran-pelajaran hidup mencoba untuk membagikan pelajaran-pelajaran yang saya peroleh ini (sebagiannya dengan harga mahal) kepada orang lain. Selain itu, banyak orang mengira bahwa gembala sidang mereka tidak memahami kehidupan mereka karena gembala tidak pernah bekerja di dunia “sekuler.” Namun, saya percaya bahwa Alkitab adalah buku yang praktis untuk kehidupan sehari-hari. Saya melayani Allah yang memiliki jawaban, tetapi saya tahu apa artinya untuk masuk kerja setiap hari dan untuk sukses dalam karir, dan mencoba untuk bekerja dengan orang lain. Pelajaran-pelajaran hidup ini berasal dari latar belakang saya yang beragam dan hal-hal yang saya pelajar, dan saya harap bermanfaat. Saya harap ini akan membantu orang Kristen dalam hidup mereka, bukan hanya dalam pekerjaan, tapi dalam hidup secara umum. Saya sendiri masih belajar sampai sekarang, dan ingin belajar!

1. Selalu Dahulukan Kristus dalam Hidupmu – Salah satu pelajarna besar yang saya dapatkan adalah untuk menjadikan prioritas Tuhan sebagai prioritas saya. Jika tidak, berarti saya menambah banyak tekanan kepada hidup saya yang Allah tidak maksudkan bagi saya. Jadilah setia dalam hal-hal yang Allah katakan, jadikan ketaatan kepada Firman Tuhan sebagai tujuan hidupmu, 1 Samuel 15:22, “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” Dalam ilustrasi Saul, kita mengerti bahwa Allah benar-benar serius mengenai apa yang Dia firmankan. Banyak orang merasa mereka setia padahal mereka tidak begitu setia, dan ketika kekurangsetiaan mereka di-ekspos (ketika terjadi masalah finansial, masalah kesehatan, pasangan hidup yang meninggalkan mereka, anak-anak yang bertumbuh tidak benar), mereka menjadi marah kepada Allah yang menyingkapkan ketidaksetiaan mereka. Mereka juga menggunakan kepahitan dan amarah mereka tentang hal ini kepada orang lain dan hanya memparah masalah (Efesus 4:29-32). Setialah mendengarkan Firman Allah, membacanya, dan cepatlah menaatinya. Jadilah selalu setia untuk mendahulukan memberi kepada Allah, Maleakhi 3:8-10. Saya telah melihat begitu banyak orang yang tidak setia dalam memberi tetapi berharap Allah memberkati hidup mereka. Keuangan mereka kocar-kacir. Sebagai seorang percaya, kesaksian anda menjadi buruk jika masalah finansial anda tidak beres. Itu merusak kesaksian, mempersempit kesempatan yang bisa anda miliki, dan melukai pekerjaan Kristus. 1 Korintus 4:2, “Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” Galatia 6:7-8, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”

Continue reading

Posted in General (Umum), Renungan | 1 Comment

Bilyuner Mencoba Membeli Imortalitas

(Berita Mingguan GITS 31Agustus2013, sumber: www.wayoflife.org)

Beberapa dari orang-orang terkaya di dunia mencoba untuk membeli imortalitas dengan cara mendanai riset ilmu pengetahuan anti-penuaan (“The Immortality Financiers: The Billionaires Who Want to Live Forever,” Book Beast, 20 Agus. 2013). Larry Ellison, Direktur Utama dari Oracle dan orang terkaya kelima di dunia, mengatakan, “Kematian membuat saya sangat marah,” jadi dia mendirikan Ellison Foundation yang menyediakan lebih dari $40 juta dana riset setiap tahunnya. Milyuner Rusia, Dmitry Itskov, mendirikan Inisiatif 2045, dengan tujuan “membantu manusia mencapai imortalitas fisik dalam tiga dekade berikutnya.” Dia percaya bahwa pikiran kita akan di-back-up kepada internet dan “kita hanya akan mendownload diri kita sendiri ke avatar-avatar bionic jika kita menginginkan pengalaman menakjubkan dari materialitas.”

Itskov “yakin 100 persen” bahwa ini akan terjadi paling lambat 2045. Kapitalis Paul Glenn berkontribusi ke Methuselah Foundation, yang mengklaim bahwa “orang pertama yang akan hidup 1000 tahun sudah hidup hari ini.” Pendiri Google, Sergey Brin, telah memimpin Google untuk menyumbang besar-besaran kepada Singularity University, yang direktur tekniknya, Ray Kurzwell, “mengklaim bahwa manusia akan bersatu dengan komputer dalam beberapa dekade berikut untuk menjadi makhluk-makhluk super yang imortal.”

Alkitab menjelaskan misteri kematian. Kematian adalah “upah dosa” melawan Allah. Manusia tidak akan pernah menemukan solusi bagi kematian, tetapi Allah telah menyediakan jawabannya. Anak Allah menderita menggantikan orang berdosa sehingga kita bisa dibenarkan dan memiliki hidup yang kekal. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Menteri Palestina Mengatakan Mereka Harus Mengikuti Contoh Muhammad Memakai Perjanjian untuk Menaklukkan Musuh

(Berita Mingguan GITS 31Agustus2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Palestinian Minister Hints Peace Deal Would Be Temporary Arrangement before Conquering Israel,” The Blaze, 24 Juli 2013: “Sementara Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mendorong sekuat tenaga untuk membawa orang Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan, sebuah video baru membuat tanda tanya besar mengenai maksud dan taktik sejati dari pihak Palestina. Menteri Urusan Agama Otoritas Palestina, Mahmoud Al-Habbash, dalam sebuah khotbah yang direkam kamera pada hari Jumat, memberi petunjuk bahwa kesepakatan damai apapun yang dicapai, secara rahasia hanya akan merupakan situasi jangka pendek, dengan membandingkannya dengan sebuah gencatan senjata yang dinegosiasikan oleh nabi Muhammad, tetapi dua tahun kemudian ia langgar.

Hal ini adalah contoh terbaru pemimpin-pemimpin Palestina mendiskusikan rencana mereka untuk membebaskan Palestina dari “sungai hingga ke laut,” mulai dari almarhum Presiden Otoritas Palestina, Yasser Arafat. Dalam Jumatan Ramadan, yang dihadiri oleh Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, dan disiarkan di televisi Palestina, Habbash menjelaskan kepada para penyembah Muslim bahwa pejabat-pejabat Otoritas Palestina ‘hanya melalui hikmat kepemimpinan, tindakan yang sadar, pertimbangan, dan berjalan di jalan yang benar’ sedang menuju ‘pencapaian, persis seperti Nabi [Muhammad] lakukan dalam Kesepakatan Hudaybiyyah, walaupun sebagian orang melawannya.’

Media Watch Palestina menjelaskan bahwa kesepakatan damai Hudaybiyyah, tahun 628 M, mengacu kepada kesepakatan damai 10 tahun yang dibuat oleh Muhammad, Nabi Islam, dengan Suku Quraish di Mecca. Namun, setelah 2 tahun, Muhammad menyerang dan menaklukkan Mecca. Menteri Urusan Agama ini menekankan bahwa Muhammad memilih jalan negosiasi dengan musuh, dan bahwa itu bukanlah ‘ketidaktaatan’ kepada Allah, tetapi adalah ‘politik’ dan ‘manajemen krisis.’ Lebih lanjut lagi, dia memakai fakta bahwa Muhammad menaklukkan Mecca 2 tahun setelah perjanjian itu sebagai model yang patut diikuti.

Otoritas Palestina telah bersikukuh kepada Kerry bahwa mereka hanya mau bernegosiasi berdasarkan batas wilayah sebelum 1967, yang berarti mereka tidak mau apapun selain Israel melepas semua wilayah Yudea dan Samaria (Tepi Barat) dan Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, Tembok Barat, dan Bukit Bait, yang adalah tempat paling suci bagi agama Yahudi. 

Posted in Islam | Leave a comment