Lereng Licin Euthanasia

(Berita Mingguan GITS 5Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Number of Dutch Killed by Euthanasia Rises by 13 Percent,” The Telegraph, U.K., 24 September 2013: “Jumlah orang Belanda yang dibunuh oleh euthanasia medis telah melonjak dua kali lipat dalam 10 tahun sejak hukum diubah untuk mengizinkan hal tersebut. Tahun lalu naik 13 persen menjadi 4.188 orang. Euthanasia sukarela atau bunuh diri yang dibantu oleh dokter, melibatkan seorang dokter hadir sementara pasien membunuh dirinya sendiri, biasanya dengan minum semacam racun barbiturat, dan hal ini legal di Belanda sejak tahun 2002. Permintaan telah naik perlahan sejak 2003, waktu itu 1.626 orang meminta euthanasia secara medis, kebanyakan melalui suntikan maut, atau bunuh diri yang dibantu. Sambil “pembunuhan” ini menjadi diterima luas secara sosial dan medis, jumlah kasus telah berlipat lebih dari dua kali dari 2002 ke 2012. Satu penjelasan mengapa peningkatan tajam terjadi adalah munculnya tahun lalu unit euthanasia mobile, yang mengizinkan pasien dibunuh dengan suntikan maut kalau dokter mereka menolak untuk melakukannya … Empat puluh dua orang dengan dementia (pikun) dan 13 pasien yang menderita masalah psikiatris berat dibunuh secara medis, dan ini menimbulkan kontroversi mengenai apakah individu yang bersangkutan kompeten untuk meminta mati.” Hukum Allah berkata, “Jangan membunuh” (Keluaran 20:13). 

Posted in Kesehatan / Medical | Leave a comment

Alkohol Secara Terkontrol

(Berita Mingguan GITS 5Oktober2013, sumber: www.wayoflife.org)

“Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung [tertipu – KJV] karenanya” (Amsal 20:1). Mengatakan bahwa kita boleh minum minuman beralkohol dalam takaran yang terkontrol memang terdengar masuk akal, tetapi sedikit sekali pemabuk yang sejak awal berniat menjadi pemabuk. Tidak dapat disangkal sama sekali bahwa orang yang tidak pernah minum tidak akan pernah menjadi pemabuk. Sebagaimana dikatakan almarhum Bruce Lackey: “Bagaimanakah anggur beralkohol menipu? Dengan cara yang sama yang dipromosikan oleh orang-orang hari ini, dengan mengatakan bahwa minum sedikit itu tidak apa-apa. Semua orang mengakui bahwa minum terlalu banyak itu buruk. Bahkan perusahaan minuman keras pun memberitahu kita untuk tidak minum lalu menyetir, tetapi mereka bersikukuh bahwa dalam jumlah yang kecil, hal itu tidaklah buruk. Tetapi, itulah sifatnya yang sangat menipu. Siapakah yang tahu seberapa sedikit dia harus minum? Para ahli menemukan bahwa setiap orang berbeda-beda. Bisa saja satu ons mempengaruhi seseorang, tetapi untuk orang lain diperlukan lebih banyak. Orang yang sama pun akan bereaksi kepada alkohol secara berbeda dalam situasi yang berbeda. Jadi, ide bahwa sedikit alkohol saja tidak akan berakibat buruk adalah menipu, dan siapa yang tertipu tidaklah bijak!” Saya ragu bahwa Nuh berencana untuk mabuk, tetapi anggur adalah pencemooh, dan konsekuensinya luas. Seorang individu tidak bisa tahu apakah ia akan mengontrol alkohol ataukah alkohol yang akan mengontrol dia. Instruksi dalam Amsal 20:1 memberitahu saya bahwa orang yang bijak menjauhi alkohol sama sekali. Bahkan gereja yang bekompromi pun mengakui bahwa Alkitab melarang kemabukan, tetapi bisakan mereka menggaransi bahwa dengan minum secara terkontrol mereka tidak akan pernah mabuk? Dapatkah mereka menggaransi bahwa mereka tidak akan menggoda seseorang untuk menjadi seorang pecandu alkohol, atau menggoda seorang mantan pecandu alkohol untuk mulai minum alkohol lagi? Tidak tidak bisa, karena “anggur adalah pencemooh.”

Posted in General (Umum), Kesehatan / Medical, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Diva Pop Muda Mengikuti Hatinya

(Berita Mingguan GITS 28September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dari sejak tahun 1950an hingga hari ini, para musisi rock telah terus menerus menggeser batasan moral sampai-sampai hampir tidak ada batas lagi, mungkin tinggal bersetubuh dengan binatang yang belum dirambah. Tidak ada faktor lain yang merusak moralitas di masyarakat modern lebih dari rock & roll, dan musik ini beroperasi pada tingkatan global. Miley Cyrus berada di garis depan perubahan moral hari ini, dengan video telanjangnya “Wrecking Ball” menjadi video musik yang paling cepat mencapai 100 juta view di VEVO. Dalam sebuah konser baru-baru ini di festival musik iHeartRadio, Las Vegas, mantan bintang Disney Channel itu mengakui bahwa dia melakukan hal-hal yang mendatangkan masalah bagi dirinya, tetapi dia berargumen, “Itu hanya saya melakukan apa yang hati dan jiwa saya suruh untuk saya lakukan” (“Miley Cyrus performs at iHeartRadio,” CNSNews.com, 22 Sept. 2013). Memang, dan itu adalah karena hati manusia “lebih licik dari pada segala sesuatu” (Yeremia 17:9). Miley menambahkan bahwa tindakan-tindakannya “diinspirasi oleh musiknya.” Elvis mengatakan hal yang sama, dan kami setuju dengan pernyataan itu. Backbeat yang menjadi ciri khas musik rock secara mendasar bersifat sensual dan memberontak. Ketika saya seorang remaja di gereja pada tahun 1960an, musik rock itu menangkap saya, dan mendorong saya untuk “melakukan yang saya mau,” dan hampir membawa saya ke neraka. Musik rock adalah musik pemberontakan dan kesesatan akhir zaman, dan siapapun yang berpendapat bahwa musik ini bisa “dikristenkan” sudah gila. Dalam festival iHeartRadio, Miley bergabung dengan Justin Timberlake, Paul McCartney, Elton John, Katy Perry, dan lainnya. Pengkhotbah-pengkhotbah yang telah berhenti memberi peringatan keras dan jelas tentang bahasa rohani musik rock dan budaya pop yang diciptakannya, dan yang begitu ceroboh sampai-sampai memasukkan musik “kristen” kontemporer ke dalam gereja, adalah pengawas buta dan anjing penjaga yang bisa yang disebut oleh Yesaya. “Sebab pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa; mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja” (Yesaya 56:10).

Posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Orang Kristen Dibantai oleh Teroris Muslim di Pakistan

(Berita Mingguan GITS 2September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christians protest church attack,” Bangkok Post, 24 Sept. 2013: “Angka kematian dari pengeboman bunuh diri ganda di sebuah gereja di Pakistan meningkat menjadi 81 orang kemarin, sambil orang-orang Kristen melakukan protes di seluruh negeri itu untuk menuntut perlindungan yang lebih baik bagi komunitas mereka. Serangan pada gereja All Saints di kota Peshawar itu terjadi setelah kebaktian pada hari Minggu, dan diklaim oleh sebuah faksi Taliban. Serangan ini dipercaya adalah yang paling mematikan yang pernah terjadi yang menargetkan kelompok Kristen di Pakistan yang adalah minoritas kecil. Angka kematian 81 orang termasuk 37 perempuan. Total 131 orang terluka. Paul Bhatti, presiden dari All Pakistan Minorities Alliance … mengatakan, “Teroris menargetkan semua orang; mereka adalah binatang. Waktunya telah tiba bagi Pakistan untuk mengambil tindakan terhadap mereka.’ …400an orang yang kebaktian waktu itu sedang bersalam-salaman setelah kebaktian ketika para pengebom menyerang, menumpahkan darah, bagian tubuh manusia, dan halaman-halaman Alkitab di gereja itu.”

Posted in Islam, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Alkitab Disebut “Lebih Berbahaya dari Senjata Kimia”

(Berita Mingguan GITS 28September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari WorldNetDaily, 10 September 2013: “Sebuah video yang nampaknya dibuat oleh para pemberontak Islam di Syria mempertunjukkan sejumlah besar Alkitab dan materi Alkitab yang disita, seperti Kitab Yohanes, yang mereka sebut “lebih berbahaya dari senjata kimia.” Video itu muncul kemarin, sambil laporan-laporan dari Syria mengatakan bahwa para pemberontak Islam yang sedang memerangi pasukanPresiden Bashar al-Assad sedang ‘membebaskan’ desa-desa dan memaksa orang-orang Kristen di sana untuk masuk Islam atau mati. Orang-orang Kristen dilaporkan diculik dan dieksekusi, walaupun laporan-laporan ini saling bertentangan. Video baru tentang Alkitab-Alkitab yang disita ini diunduh oleh EretzZen, yang menggambarkan dirinya sebagai seorang Syria sekuler yang menentang ‘negara saya diubah menjadi negara mirip Taliban.’ Video itu menunjukkan tumpukan Alkitab bahasa Arab dan buku-buku lain. Sebuah papan bertuliskan peringatan: ‘O bangsa Muhammad, bangunlah. Karena ada hal-hal yang lebih berbahaya dari senjata kimia. Hati-hati kampanye Kristenisasi.’ Menurut situs EreztZen, syuting video itu terjadi tanggal 3 September di kota Syria Jarablus, di perbatasan Turki. … Koran London Daily Mail melaporkan orang-orang Kristen di desa Maaloula mengklaim para pemberontak Islam memerintahkan mereka untuk masuk Islam dengan ancaman maut. Laporan mengatakan bahwa pasukan oposisi, termasuk sebagian yang berkaitan dengan al-Qaida, berhasil mengontrol daerah itu. Satu penduduk Maaloula, menurut Daily Mail, mengatakan para pemberontak berteriak ‘Allahu Akbar,’ ketika mereka menyerang rumah-rumah dan gereja-gereja Kristen tidak lama setelah masuk ke daerah itu. Seorang Kristen mengatakan bahwa ia melihat para militan itu menangkap lima penduduk desa dan mengancam mereka sambil berkata, ‘Kamu masuk Islam, atau kamu akan dipancung.’”

Posted in Islam | Leave a comment

Joel Osteen Menyalahkan Rasul Paulus, Petrus, dan Yohanes

(Berita Mingguan GITS 28September 2013, sumber: www.freerepublic.com)

Menurut Joel Osteen, gembala sidang Lakewood Church di Houston, Texas, para rasul dari abad pertama itu salah dan sudah kuno, dan secara tidak langsung dia mengatakan mereka Paulus, Petrus, dan Yohanes yang menulis mayoritas Perjanjian Baru adalah salah dan perlu diperbaiki. Ketika Osteen ditanya langsung mengenai apakah orang yang secara terbuka menjalani kehidupan homoseksual akan diterima ke dalam Kerajaan [Allah], Osteen menjawab: “Sudah pasti, siapapun diterima.” Joel mengakui bahwa ada hal-hal yang bersifat “dosa,” tetapi ia berkata, “Saya tidak menyinggung hal-hal ini dari mimbar.” Ketika ditanya apakah seorang gay/homoseksual akan masuk sorga, Joel Osteen menjawab, “Saya percaya mereka akan masuk.” Seperti pesan “injil” Osteen adalah versi yang sudah diperbaharui dan lebih inklusif dari versi 2000 tahun lalu, yang menurut Osteen terlalu sempit. Osteen berkata, “Saya mendukung semua orang. Saya tidak mau mengeluarkan siapapun. Yesus bisa menampakkan diri kepada siapapun.” Mengenai orang yang hidup dalam dosa terbuka, Joel mengatakan dengan tersenyum, “Saya tidak mau menghantam orang-orang itu. Saya tidak mau menentang orang-orang itu. Mereka orang-orang baik.”

Sebagai kontras, para Rasul mengatakan hal yang berbeda. Yudas tidak ragu-ragu menghantam para pendosa: “Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan” (Yudas 14-16). Istri Joel, baru-baru ini berkata dalam wawancara: “Kami mengejar orang-orang. Kami tidak mencoba untuk menghakimi dosa mereka. Kami mau menghibur mereka dan mengasihi mereka. Kamu hanya bisa memenangkan orang dengan cara menjangkau mereka.” Luar biasa! Mereka berfokus pada orang! Mereka tidak mau menghakimi dosa atau berbicara mengenai pertobatan dan kebenaran. Pada esensinya, Joel mempersalahkan para Rasul. Paulus misalnya, berkata kepada orang-orang Korintus, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah” (1 Korintus 6:9-10). Korintus terkenal karena immoralitas seksualnya, sehingga Paulus sangatlah salah untuk “menghakimi” orang-orang itu. Juga Paulus pastinya salah besar saat menulis kepada Roma: “Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka” (Roma 1:27).

Bukan hanya Paulus, Petrus juga salah total menurut Osteen, karena telah tidak bersikap inklusif dengan kata-kata berikut: “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Petrus 1:14-16). Apalagi kata-kata penuh “penghakiman” berikut yang dicatat oleh Rasul Yohanes: “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” (Wahyu 21:8). Tetapi tentu saja rasul Yohanes tidak tahu apa-apa, dan kita perlu mendengar Osteen, benar bukan?

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | 23 Comments

Paus Mengatakan Bahwa Atheis Yang Tulus Akan Masuk Sorga

(Berita Mingguan GITS 21September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah surat terbuka kepada seorang editor koran, Paus Fransiskus mengatakan bahwa orang-orang atheis yang tulus akan diterima oleh Allah. Menulis kepada Eugenio Scalfari, pendiri dari koran La Republicca, sang paus mengatakan: “Kamu menanyai saya apakah Allah orang Krristen mengampuni mereka yang tidak percaya dan mereka yang tidak mencari iman. Saya akan mulai dengan mengatakan – dan inilah hal yang mendasarnya – bahwa kemurahan Allah tidak terbatas jika kamu pergi kepadaNya dengan hati yang tulus dan rendah hati. Isu bagi mereka yang tidak percaya Allah adalah agar mereka menaati hati nurani mereka” (“Pope to Atheists: See You Upstairs,”National Post, Kanada, 12 Sept. 2013). Pernyataan ini menjadi berita besar, tetapi sebenarnya semuanya yang dikatakan ini telah dikatakan juga oleh berbagai orang Injili selama puluhan tahun. Bahkan, ini adalah cara lain Roma Katolik dan Injili “bergabung.” Ini adalah aspek lain dari pembangunan “gereja” esa-sedunia akhir zaman. Buku More Than One Way, yang diterbitkan 1996 oleh Zondervan, menawarkan “empat pandangan tentang keselamatan di dunia yang pluralistik,” dan tiga pandangan dari antaranya menawarkan harapan bagi mereka yang tidak secara pribadi percaya kepada Yesus Kristus. Dalam bukunya, Love Wins, tahun 2011, “Injili” Rob Bell mengajarkan bahwa atheis bisa diselamatkan tanpa lahir kembali. Richard Mouw, Presiden dari Fuller Theological Seminary, memberitahu USA Today bahwa “Rob Bell punya Love Wins adalah buku yang bagus dan saya pada dasarnya setuju dengan theologinya” (“The Orthodoxy of Rob Bell,” Christian Post, 20 Maret 2011). Selama puluhan tahun Billy Graham terus mengatakan bahwa dimungkinkan bagi seseorang untuk selamat tanpa iman pribadi kepada Yesus Kristus, dan selama itu tidak ada seruan kaget dari pada Injili, termasuk dari denominasi Billy Graham itu sendiri, yaitu Southern Baptist Convention. Dalam sebuah wawancara dengan majalah McCall, Januari 1978, yang berjudul “I Can’t Play God Any More,” Graham mengatakan: “Saya pernah percaya bahwa orang-orang kafir di negara-negara jauh itu terhilang – sedang menuju neraka – jika Inijl Yesus Kristus tidak diberitakan kepada mereka. Saya tidak percaya itu lagi. …Saya percaya bahwa ada cara-cara lain untuk menyadari eksistensi Allah – melalui alam, misalnya – jadi banyak kesempatan lain, untuk mengatakan ‘ya’ kepada Allah.” Graham mengulangi sentimen ini dalam berbagai wawancara di tahun 1985, 1993, dan 1997.

Posted in Katolik | 1 Comment

Sekretaris Negara Kepausan: Kebujangan Bukanlah Dogma

(Berita Mingguan GITS 21September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Pietro Parolin, Sekretaris Negara baru di Vatikan, memberitahu sebuah koran bahwa praktek Katolik yang mengharuskan kebujangan (bagi para imam) adalah suatu tradisi, bukan dogma, sehingga bisa “didiskusikan” dan bisa menjadi subjek “modifikasi” (“New Secretary of State Parolin on Celibacy,” National Catholic Reporter, 11 Sept. 2013). Konsili Lateran Kedua pada tahun 1139 membuat aturan bahwa imam-imam dilarang menikah. Dalam sebuah wawancara tahun 2012, Paus Fransiskus (waktu itu masih berstatus Kardinal Jorge Bergoglio) mengatakan bahwa kebujangan “adalah masalah disiplin, bukan masalah iman; itu bisa berubah” (“Is Pope Francis Open to Optional Celibacy?”National Catholic Reporter, 19 Maret 2013). Dia menambahkan, “Untuk saat ini, saya mendukung mempertahankan kebujangan.” Gereja Katolik selama puluhan tahun telah memperlunak posisi mereka mengenai imam yang harus “membujang.” Mereka terlihat melunak, karena baru-baru ini mereka membiarkan non-imam untuk melakukan berbagai hal yang dulunya hanya boleh dilakukan oleh imam, dan mereka juga membiarkan imam-imam Anglikan yang menikah untuk berpaling menjadi Katolik dan tetap mempertahankan status imam mereka. “Kebujangan” Roma telah sejak dulu menjadi skandal. Banyak buku telah mendokumentasikan kebusukan moral yang menjadi bagian dari keimamatan Katolik. Dalam tahun-tahun belakangan, Gereja Katolik di Amerika telah membayar lebih dari satu milyar dolar untuk menyelesaikan berbagai tuntutan hukum karena imam-imam yang menyerang anak-anak secara seksual.

Posted in Katolik | Leave a comment

Wawancara Amy Grant Dengan “Media Massa Gay”

(Berita Mingguan GITS 21September 2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam wawancara pertamanya dengan perwakilan dari komunitas homoseksual, superstar musik Kristen kontemporer Amy Grant, mengatakan bahwa dia “pertama mengetahui tentang kelompok gay yang menjadi pendukungnya ketika dia berumur 18 tahun” dan dia berharap bahwa komunitas gay meresponi karyanya “karena pesannya yang inklusif” (“Amy Grant in Her First Gay Press Interview,” Between the Lines News, 23 April 2013). Penyanyi tersebut mengatakan bahwa dia merasa terhormat telah diundang untuk bernyanyi di sebuah pernikahan sesama jenis dan mengekspresikan filosofi “hidup dan biarkan hidup”nya yang tidak menghakimi, tanpa ada sedikit pun petunjuk tentang keperluan alkitabiah akan pertobatan dan kelahiran kembali dan tanpa peringatan tentang penghakiman ilahi. Amy memuji pernyataan berikut yang dibuat oleh seorang temannya: “Ketika kita belajar untuk memperhatikan tanpa menghakimi, maka kita telah memiliki kemampuan untuk mengetahui betapa melelahkannya memperhatikan dengan selalu menghakimi.” Ini bertentangan langsung dengan perintah-perintah Allah, seperti “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11).

Dalam sebuah edisi dari Heads Up! Gembala Sidang Buddy Smith menulis: “Keputusan Amy Grant untuk menyanyikan musik yang akan disukai oleh dunia yang terhilang telah diikuti oleh banyak sekali musisi. Sedihnya, para gembala sidang di seluruh dunia menemukan bahwa remaja pemuda mereka dipikat untuk menyeberangi jembatan-jembatan yang tidak eksis satu atau dua generasi yang lalu. Ada jembatan menuju Roma, jembatan menuju Las Vegas, jembatan ke Hollywood, jembatan ke Nashville, dan jembatan ke Wall Street. Beberapa tahun lalu saya sedang berkendaraan di sekitar perbatasan Texas/Mexico dekat Laredo. Sudah bertahun-tahun sejak saya ada di daerah itu, jadi saya salah belok dan malah bertemu sebuah jembatan baru yang menyeberangi Sungai Rio Grande. Ketika kami tinggal di Texas Selatan, ada sebuah jembatan kecil dua jalur di sana, tetapi sekarang menjadi jembatan besar delapan jalur! Demikian juga, papan kecil dan sempit yang menjadi jembatan kepada got kebusukan moral dan doktrinal yang dimiliki oleh dunia tanpa Kristus, sekarang telah menjadi jembatan besar dengan jalur-jalur luas, menuju kesesatan dan immoralitas, yang bertujuan untuk menghancurkan gereja-gereja kita! Amy Grant secara aktif dan penuh kesadaran membangun jembatan kepada dunia ini dengan menyanyikan lagu yang secara sengaja tidak mau mengkonfrontasi immoralitas dunia dan narsisme dunia. Dengan menyanyikan lagu-lagu yang menjadi candu bagi kelompok gay dan lesbian, dia mengimplikasikan bahwa mereka sangat diterima di dunianya dan dalam agamanya. Jembatan menuju dunia selalu bersifat dua arah. Tidak mungkin untuk dengan tersenyum memberikan pesan yang tidak konfrontatif kepada orang-orang yang jahat, lalu berharap mereka tidak membawa pandangan mereka, filosofi mereka, dan moral mereka, dan pernikahan gay mereka menyeberangi jembatan itu dan masuk ke dalam duniamu.” “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

“Maria” Menjadi Titik Persatuan antara Kristen dan Islam

(Berita Mingguan GITS 14September 2013, sumber: www.wayoflife.orgdan christiannews.net)

Sebuah laporan diterbitkan musim panas ini oleh Australian Broadcasting Network yang berjudul “Mengapa jutaan orang Muslim melihat penampakan Bunda Maria” (17 Juli 2013). Menurut laporan itu, “Maria telah menjadi salah satu simbol perdamaian yang paling kuat di Timur Tengah, melintasi batas agama, suku, dan bangsa.” Jutaan orang Muslim ditengarai telah melihat “penampakan” Maria di Mesir dan Syria. Pada tahun 1968 dan 2009, hampir dua juta orang mengklaim telah melihat gambar Maria di atas sebuah gereja di Kairo. Sejak tahun 1982, “Maria” dikatakan telah muncul di sebuah rumah di Damaskus. Disebut sebagai Bunda Kita dari Soufanieh, tempat itu tetap menjadi suatu tempat doa ekumenis untuk orang Kristen dan Muslim. Hal ini dimungkinkan karena roh penyesatan adalah cara mempersatukan orang Muslim dan Kristen KTP untuk menerima Antikristus dan nabinya. Penampakan-penampakan Maria selalu memberitakan injil palsu berupa Kristus plus perbuatan, sehingga dapat dipastikan berasal dari Iblis. “Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang” (2 Kor. 11:13-14).

Posted in Islam, Katolik | Leave a comment