Facebook, Apple, Google, Mensensor Pandangan Kristen

(Berita Mingguan GITS 2 Juni 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “True Liberty in a New Media Age,” oleh Craig Parshall, National Religious Broadcasters, 15 Sept. 2011: “Kebijaksanaan dan praktek dari beberapa penyedia layanan internet dan platform raksasa “media baru” di internet yang bersifat interaktif, telah diselidiki dan dievaluasi untuk menentukan seberapa besar resiko organisasi-organisasi ini sedang melakukan sensor terhadap pandangan-pandangan Kristiani. Perusahaan-perusahaan yang di-review adalah: Apple dan toko iTunes App-nya; Facebook, MySpace; Google; Twitter; dan ISP Comcast, AT&T, dan Verizon. Kesimpulan kita adalah bahwa ide-ide Kristiani dan pandangan-pandangan agawami lainnya sedang menghadapi bahaya sensor yang nyata dan jelas di berbagai platform komunikasi berbasis web. …Apple telah dua kali menghilangkan aplikasi yang mengandung konten Kristen dari iTunes App Store-nya. Dalam dua kasus itu, Apple mengakui bahwa kedua app itu ditolak karena pandangan Kristen ortodoks di dalamnya dianggap terlalu menyinggung. …Dari 425.000 app yang tersedia bagi iPhone-nya Apple, satu-satunya yang Apple sensor karena isinya (yang sebenarnya legal) adalah apa-app yang berisikan pandangan Kristen. Raksasa search-engine, Google, telah di masa lampau melakukan kejahatan sensor anti-agama. Karena alasan isi yang terkandung, Google menolak untuk menayangkan iklan anti-aborsi dari sebuah organisasi Kristen, suatu isu yang telah memicu tuntutan pengadilan di Inggris. ….Juga, pada bulan Maret 2011, Google membuat aturan baru untuk program “Google for non-profits”nya, suatu program web tool yang special, tetapi program ini secara spesifik dinyatakan bukan untuk gereja dan organisasi keimanan lainnya, termasuk organisasi yang mempertimbangkan agama atau orientasi seksual dalam mempekerjakan karyawan. Facebook telah ber-partner dengan para pendukung hak homoseksual untuk menghentikan berbagai isi dalam situs jaringan sosial tersebut yang dianggap “anti-homoseksual,” dan mereka berpartisipasi dalam program-progam yang mendukung gay. Semua ini memberi petunjuk bahwa konten Kristen yang kritis terhadap homoseksual, pernikahan sesama jenis, atau hal-hal serupa, beresiko terkena sensor suatu hari.”

Posted in Teknologi | Leave a comment

Remaja Inggris Ada yang Sudah Tujuh Kali Aborsi

(Berita Mingguan GITS 2 Juni 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari LifeNews.com, 25 Mei 2012: “Angka-angka baru dari pemerintah Inggris memperlihatkan bahwa ratusan remaja di Inggris telah melakukan aborsi berulang sambil dibiayai uang pajak rakyat, dan banyak yang bahkan sebelum berumur 20 tahun. The Daily Paragraph mendapatkan angka-angka resmi NHS melalui permintaan Freedom of Information Act dan mendapatkan bahwa dua remaja putri telah melakukan aborsi mereka yang ke-tujuh pada tahun 2010, tahun terakhir yang sudah tersedia statistiknya. Ada empat lagi remaja putri yang telah melakukan enam kali aborsi atas biaya pajak rakyat. ‘Empat belas remaja putri telah melakukan aborsi lima kali pada tahun 2010, 57 remaja telah menghentikan kehamilan untuk kali keempat, dan 485 wanita di bawah 19 tahun telah menjalani prosedur tersebut untuk kali ketiga,’ demikian diindikasikan oleh koran tersebut. Dari laporannya: ‘Dari statistik aborsi yang dilakukan pada remaja putri pada tahun 2010, lebih dari 5300 adalah atas remaja yang telah melakukan minimal satu kali penghentian kehamilan sebelumnya. Dari 189.574 aborsi yang dilakukan pada tahun 2010 oleh wanita-wanita di segala jenjang umur, lebih dari 64.300 adalah atas para wanita yang pernah melakukan aborsi sebelumnya di masa lampau.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Orang-Orang yang Skeptis terhadap Global Warming (GW) Sama Pintar dalam Ilmu Pengetahuan Dengan yang Percaya GW

(Berita Mingguan GITS 2 Juni 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Global Warming Skeptics,” FoxNews, 28 Mei 2012: “Sebuah penelitian yang dipublikasikan hari Minggu dalam jurnal Nature Climate Change menemukan bahwa orang-orang yang tidak khawatir tentang efek pemanasan global, cenderung memiliki tingkat pengetahuan sains yang sedikit lebih tinggi daripada mereka yang khawatir, sebagaimana terlihat dari jawaban-jawaban mereka terhadap pertanyaan. … Kuis tersebut, yang mengandung 22 pertanyaan tentang sains dan statistik, diberikan kepada 1540 perwakilan di Amerika. Para responden yang relatif tidak khawatir tentang pemanasan global rata-rata benar pada 57 persen pertanyaan, dan itu sedikit lebih tinggi daripada mereka yang melihat pemanasan global sebagai ancaman yang besar. Grup yang terakhir ini mendapat nilai rata-rata 56 . Ketika pengetahuan sains responden meningkat, kekhawatiran mereka terhadap pemanasan global menurun, demikian kata paper tersebut yang didanai oleh National Science Foundation. …Dr. Richard Lindzen, Profesor Ilmu-Ilmu Atmosfer di MIT dan salah satu dari 16 ilmuwan yang menandatangani sebuah surat pada bulan Januari berjudul “Tidak Perlu Panik tentang Pemanasan Global,” mengatakan bahwa penemuan ini sama sekali tidak membuat dia terkejut. ‘Alumni MIT termasuk audiens saya yang paling reseptif,’ demikian dia tambahkan.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gajah Pertama Seukuran Babi

(Berita Mingguan GITS 26 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah kunjungan baru-baru ini ke Museum Royal Tyrrell di Drumheller, Alberta, saya tertarik melihat bahwa gajah pertama dikatakan adalah makhluk yang berukuran sebesar babi. Papan penjelasan mengatakan, “Gajah-gajah pertama hidpu sekitar 40 juta tahun yang lalu. Mereka tidak memiliki gading ataupun belalai. Berukuran seperti seekor babi, mereka hidup di rawa-rawa, di tempat yang kini adalah Afrika. …Sambil gajah berevolusi menjadi binatang yang semakin besar, kepala mereka menjadi semakin berat dan semakin jauh dari tanah. Mereka mengembangkan hidung-hidung yang panjang, atau belalai, supaya mereka masih dapat menjangkau makanan.” Mereka mempublikasikan kebodohan seperti ini di museum kelas dunia dengan segala keseriusan, tetapi berani-berainya mengejek bahwa orang yang percaya Alkitab beriman “buta”! Bagian displai “mata rantai yang hilang” (misalnya dari dinosaurus menjadi burung) di Royal Tyrrell sama sekali tidak mengandung bukti ilmiah bahwa evolusi terjadi. Semuanya diasumsikan dan tidak ada yang dibuktikan. Charles Darwin sama sekali tidak menyajikan suatu mekanisme kreatif yang dapat menjelaskan “evolusi” yang sedemikian fantastis dari satu makhluk menjadi makhluk lain. “Seleksi alam” bekerja untuk menyeleksi dan tidak dapat menciptakan dan tidak memberikan informasi genetika yang baru. Belelai gajah atau sayap burung adalah organ yang sangat kompleks, dan mereka harus diprogram di level DNA dari makhluk tersebut di setiap sel hidupnya, yang tiap selnya lebih kompleks dari sebuah kota modern. Darwin menulis “On the Origin of Species,” tetapi judul ini sama sekali tidak tepat, karena buku tersebut hanyalah berurusan dengan variasi di dalam sebuah spesies atau suatu jenis makhluk hidup (misalnya beragam versi burung merpati), dan tidak membahas bagaimana spesies itu sendiri bisa terjadi.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Menadahkan Tangan yang Suci

(Berita Mingguan GITS 26 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Alkitab berbicara mengenai menadahkan atau mengangkat (atau menaikkan) tangan yang suci kepada Tuhan (Maz. 28:2; 63:5; 119:48; 134:2; Rat. 2:19; 3:41; 1 Tim. 2:8; Ibr. 12:12), tetapi aktivitas Alkitabiah ini berbeda dari yang dipraktekkan hari ini oleh para penyembah kharismatik dan kontemporer. Tindakan Alkitabiah menaikkan (menadahkan) tangan adalah simbol dari iman dan pengudusan seseorang di hadapan Tuhan. Kita disuruh “berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan” (1 Tim. 2:8). Menadahkan tangan dalam pengertian ini, saya berkata, “Tuhan, saya berdiri di hadapanmu dalam doa, mempercayai janji-janjiMu dan telah mengaku dosa-dosaku dan berjalan sesuai firmanMu.” Di sisi lain, praktek pengangkatan tangan para penyembah kontemporer berhubungan dengan aspek pengalaman penyembahan kharismatik yang mistis. Mereka ingin merasa “terhubung dengan Allah.” Graham Kendrick, salah satu nama terbesar dalam penyembahan kontemporer, mengatakan, “Cara lama berkhotbah dan bernyanyi telah tergusur oleh suatu pengharapan bahwa … Allah akan melawat kita, dan kita akan MENGALAMI KEHADIRANNYA DALAM SUATU CARA YANG DAPAT DIRASAKAN” (wawancara 11 Juni 2002 dengan Chris Davidson dari Integrity Music). Misi dari Integrity Music dan Integrity Worship Ministries adalah “membantu orang di seluruh dunia MENGALAMI HADIRAT ALLAH YANG NYATA” (integritymusic.com). Para penyembah kontemporer menggunakan musik yang sensual untuk menghasilkan pengalaman ini. Dengan menyerahkan diri mereka kepada kuasa musik itu, dengan ritme-ritmenya yang sensual, pengulangan-pengulangannya, urutan harmoninya yang tidak selesai, dll., penyembah kontemporer dipengaruhi secara fisik dan emosional sambil dia terbawa oleh musik itu sendiri. Dalam konteks ini, pengangkatan tangan adalah simbol pengalaman “terhubung” (connect) dengan Allah dalam “suatu cara yang dapat dirasakan.” Tangan lebih mirip seperti antena rohani untuk menangkap atau berkoneksi dengan “roh.” Ini adalah mistikisme buta dan tidak ada hubungannya dengan penyembahan sejati. “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Ibr. 13:15).

Posted in General (Umum), Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Pemberontak Fashion Meninggal

(Berita Mingguan GITS 19 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Vidal Sassoon, salah satu raja industri fashion, meninggal tanggal 9 Mei pada usia 84. Dia adalah “seorang pionir kecantikan yang mirip dengan pemberontak-pemberontak fashion seperti Mary Quant [penemu dari rok mini], … memakaikan kepada wanita sepatu-sepatu hak tinggi yang ramping, rambut-rambut pendek, dan pakaian-pakaian dengan filosofi lebih sedikit bahan lebih baik” (“Vidal Sassoon,” USA Today, 10 Mei 2012). Pada tahun 1993, Sassoon memberitahu Los Angeles Times, “Wanita sedang kembali ke lahan pekerjaan; mereka sedang mengambil alih kuasa mereka sendiri. Mereka tidak memiliki waktu lagi untuk bekerja di mesin cuci.” Salah satu tokoh yang berpengaruh dalam revolusi budaya tahun 1960an, Sassoon mengatakan bahwa walaupun grup Beatles sedang mengubah dunia, “kamu tidak bisa memakai musik, tetapi kamu bisa menampilkan rambut yang berbeda.” Fashion bukanlah sesuatu yang secara moral netral. Fashion adalah suatu bahasa, dan umat Allah tidak boleh menjadi sama dengan dunia yang jahat ini (Roma 12:2). Tiga hal yang mendasar pada industri fashion modern adalah kesombongan, sensualitas (yang dicapai terutama melalui pakaian yang terbuka atau yang ketat), dan uniseksualitas, yang semuanya dihakimi dalam 1 Yoh. 2:15-16 sebagai bagian dari dunia yang berada di bawah murka Allah yang adil. Sebagaimana telah kami dokumentasikan dalam buku Dressing for the Lord, banyak raja fashion adalah homoseksual, dan mereka melakukan usaha yang kuat untuk meruntuhkan perbatasan separasi antara lelaki dan wanita, yang adalah pemberontakan terhadap sang Pencipta, yang menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan. Rasul Paulus mengajarkan bahwa perbedaan antara jenis kelamin seharusnya tercermin bahkan dalam hal panjang rambut, dengan rambut panjang sebagai kehormatan wanita, melambangkan ketundukannya kepada otoritas, dan sebaliknya rambut panjang sebagai kehinaan bagi laki-laki (1 Kor. 11:14-15). Inilah mengapa saya memotong rambut saya pada tahun 1973 setelah saya ditobatkan dari gaya hidup “hippie,” dan saya selalu menganggapnya sebagai sesuatu yang munafik jika ada gereja yang mengizinkan wanita berambut pendek untuk melayani di paduan suara atau mengajar kelas sekolah minggu, padahal gereja tersebut tidak akan membiarkan lelaki berambut panjang untuk melayani di bidang-bidang itu. Pengaruh Vidal Sassoon menjalar bahkan hingga ke gereja-gereja yang mengaku percaya Alkitab.

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Pemerintah Chechnya Menyetujui Pembunuhan demi Kehormatan

(Berita Mingguan GITS 19 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Chechen Women in Mortal Fear as President Backs Islamic Honor Killings,” Washington Times, 29 April 2012: “Pemerintah Chechnya kini secara terbuka menyetujui tindakan keluarga-keluarga yang membunuh sanak famili perempuan mereka yang melanggar aturan kehormatan mereka, suatu bukti bahwa republik di Rusia ini memeluk penafsiran Islam yang fundamentalis setelah berpuluh-puluh tahun dikekang kehidupan beragamanya oleh pemerintahan Soviet. Dalam lima tahun terakhir, tubuh lusinan wanita muda Chechnya telah ditemukan di hutan-hutan, ditinggalkan di lorong-lorong, atau dicampakkan di jalan-jalan ibukota, Grozny, dan desa-desa sekitarnya. Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov, secara umum menyatakan bahwa wanita-wanita yang mati ini memiliki “moral yang longgar” dan dengan benar ditembak oleh saudara-saudara lelaki mereka. Dia melanjutkan dengan menggambarkan wanita-wanita ini sebagai benda milik suami mereka, dan mengatakan bahwa tugas utama mereka adalah melahirkan anak. …Walaupun para pengamat setuju bahwa pembunuhan demi kehormatan sedang meningkat di Chechnya, isu ini masih merupakan tabu bagi orang-orang lokal – ini membuat statistik lokal sulit didapatkan. ‘Kamu bisa mendengar tentang kasus-kasus seperti ini hampir setiap hari,’ kata seorang pembela hak asasi manusia lokal, yang meminta agar namanya tidak disebut karena takut akan keselamatan dirinya. ‘Sulit bagi saya untuk menyelidiki topik ini, tetapi saya bekerja sama dengan [aktivis HAM] Natasha [Estemirova] untuk sedikit waktu. Tetapi, kini saya tidak bisa lagi. Saya terlalu takut sekarang. Saya sudah hampir menyerah, sungguh.’ Estemirova, yang membuat otoritas Chechnya marah karena laporannya tentang penyiksaan, penculikan, dan pembunuhan di luar pengadilan, ditemukan tahun 2009 di hutan di sekitar daerah Ingushetia dengan luka tembak di kepala dan dada. Pembunuhnya tidak pernah ditemukan.”

Posted in Islam | Leave a comment

Aborsi Setelah Melahirkan

(Berita Mingguan GITS 19 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “What Roe Has Wrought,” oleh Kelly Boggs, Baptist Press, 2 Maret 2012: “Apakah seorang bayi yang baru lahir pantas dibiarkan hidup? Pertanyaan ini menjadi materi suatu artikel oleh dua ahli etika di Australia yang muncul di edisi terbaru Journal of Medical Ethics (JME), yang diterbitkan secara internasional di Inggris. Pertanyaan ini, tentu saja, tidak sulit untuk dijawab. Dalam pandangan Alkitab, seorang bayi harus dibiarkan hidup karena kehidupan manusia berasal dari Allah. Kehidupan manusia adalah berharga, kudus, dan sebagaimana Alkitab tekankan, diciptakan dalam gambar dan rupa Allah. Kedua penulis artikel ini memiliki pandangan yang sama sekali berbeda. Dalam artikel mereka yang berjudul ‘After-birth abortion: Why should the baby live?,’ Alberto Giubilini dari Monash University di Melbourne dan Francesca Minerva dari University of Melbourne, berargumen bahwa kriteria yang sama yang mengizinkan aborsi terhadap bayi yang belum lahir seharusnya juga diterapkan kepada bayi yang telah lahir. …di negara-negara maju dunia ini, bayi-bayi diaborsi 90% adalah karena alasan kenyamanan. …Mereka menulis: ‘…alasan-alasan yang sama yang membenarkan aborsi juga seharusnya membenarkan pembunuhan atas potensi pribadi ketika ia masih dalam tahap baru lahir.’ Menurut Giubilini dan Minerva, untuk bisa dikategorikan sebagai seorang pribadi, suatu individu haruslah telah membentuk suatu ‘tujuan’ yang dia sadari dan mampu untuk mengejar dan/atau mencapai tujuan itu. …Mungkin yang paling mengejutkan dari argumen Giubilini dan Minerva berkaitan dengan adopsi. Kedua penulis menjawab pertanyaan: Mengapa tidak sekedar membiarkan anak itu diadopsi? Jawaban mereka sungguh mencengangkan. ‘Pikirkan kepentingan ibunya yang bisa mengalami tekanan psikologis karena memberikan anaknya diadopsi orang lain,’ demikian kilah para penulis itu. …Dalam pandangan Giubilini dan Minerva, potensi seorang wanita mengalam tekanan psikologis lebih besar nilainya daripada hak untuk hidup dari seorang bayi. Jika kepribadian memerlukan kesadaran diri, suatu tujuan atau fungsi, lalu apa yang akan kita lakukan dengan mereka yang cacat mental? Bagaimana dengan orang-orang yang cacat fisik? Bagaimana dengan mereka yang menderita Alzheimer? Apakah mereka ini akan dikategorikan bukan “pribadi” dan menjadi dapat disingkirkan? Ide-ide ini memiliki konsekuensi besar.”

Posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Janganlah Kamu Menjadi Serupa dengan Dunia Ini

(Berita Mingguan GITS 12 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org)

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:1-2). Ini adalah salah satu bagian Kitab Suci yang paling praktis berkaitan dengan separasi dari dunia. Menjadi serupa berarti dipadatkan ke dalam suatu cetakan, dibentuk sesuai dengan suatu gambar. Bahasa Yunaninya adalah suschematizo, yang adalah akar kata dari kata “skematik,” yaitu suatu denah atau gambaran atau perwakilan dari suatu objek. Ilah dunia ini mendesain skematik bagi sistem dunia yang jahat ini (Ef. 2:1-3). Dunia sangatlah agresif dan menarik. Ia mau membentuk hidup kita sesuai dengan standarnya, fashion-nya, entertainment-nya, prinsip-prinsipnya, filosofi-filosofinya, dan musiknya. Anak-anak Allah perlu berdiri teguh melawan tekanan kompromi dunia dalam setiap area hidupnya. Kita harus ingat bahwa dunia tidak mengasihi kita dan dunia tidak memiliki hikmat. Mengikuti jalan dunia adalah bodoh dan berpikiran pendek. Allah mengasihi kita dan Allah adalah hikmat, dan jalan-jalanNya adalah benar dan baik dan kekal. Roma 12:1-2 tidak hanya menasihatkan kita untuk tidak menjadi serupa dengan dunia, tetapi juga menjelaskan bagaimana kita bisa menang atas dunia. Pertama, jalan kepada kemenangan atas dunia adalah memiliki hubungan pribadi yang rela berkorban, total, dan berapi-api dengan Yesus Kristus, sebagaimana kita lihat di ayat 1. Alasan mengapa begitu banyak orang Kristen muda tertangkap oleh dunia adalah karena mereka tidak pernah dilahirbarukan atau mereka belum pernah secara penuh berserah kepada Kristus dan mereka tidak menjalani hidup bersamaNya dalam persekutuan intim setiap hari. Kedua, jalan kemenangan atas dunia adalah mengubah hidup seseorang melalui pembaharuan pikirannya. Tekanan di dalam diri seseorang untuk menolak dunia haruslah lebih besar daripada tekanan dari luar untuk menjadi serupa, dan tekanan internal ini berasal dari Firman Allah dan Roh Allah. Orang percaya yang memenuhi hati dan pikirannya dengan Kitab Suci, bukan hanya sebagai suatu kebiasaan yang sia-sia, tetapi sebagai suatu jalan hidup yang berarti, akan memiliki hikmat dan kuasa untuk menolak dunia. Ketiga, jalan kemenangan atas dunia adalah melalui mengejar kehendak Allah yang sempurna. Objek yang sedang bergerak tidak mudah dihentikan. Jika orang percaya mengejar kehendak Allah dengan bersemangat dalam hidupnya, dan sibuk melayani Allah yang antusias, dia tidak akan mudah dikesampingkan oleh kesia-siaan dunia ini.

Posted in Renungan | Leave a comment

Para Insinyur Lebah yang Menakjubkan

(Berita Mingguan GITS 12 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 17 Januari 2012, www.creationmoments.com: “Struktur sarang lebah madu yang menakjubkan telah membuat para ilmuwan kagum selama ribuan tahun. Pada abad ketiga, Pappus dari Alexandria, seorang ahli astronom dan geometri, menjadi orang pertama yang mengusulkan penjelasan tentang mengapa sarang lebah berbentuk hexagonal. Pappus menjelaskan bahwa hanya ada tiga bentuk yang bisa dipilih untuk dipakai dalam sarang lebah – segitiga, bujur sangkar, dan hexagon (segi enam). Bentuk-bentuk lain akan menimbulkan ruang-ruang sisa di antara sel yang akan terbuang. Pappus memperhatikan bahwa hexagon dapat mengandung lebih banyak madu dengan ruang yang sama dibandingkan persegi (bujur sangkar) atau segitiga. Juga diperlukan lebih sedikit bahan lilin untuk membangun hexagon, dan adanya banyak sisi-sisi yang dipakai oleh sesama sel membuat pemakaian lilin semakin menurun. Barulah setelah dikembangkannya kalkulus modern, para ilmuwan dapat dengan sepenuhnya mengapresiasi bentuk dari tutup di ujung sel-sel sarang lebah. Setiap sel ditutup oleh sebuah piramid yang terdiri dari tiga belah ketupat. Matematika yang kompleks menunjukkan bahwa bentuk ini juga memerlukan pemakaian lilin yang paling sedikit untuk konstruksinya. Selain itu, tutup ini memungkinkan sel-sel sarang lebah bertumbukan satu sama lain tanpa membuang tempat. Ilmuwan modern yang menerima evolusi berbicara mengenai desain dari sarang lebah sebagai suatu pencapaian yang luar biasa bagi para lebah. Tetapi, kesimpulan yang lebih masuk akal cukup nyata. Prisma bersisi sepuluh yang menjadi tutup dari sarang lebah adalah kesaksian yang agung terhadap kebijaksanaan matematis dari sang Pencipta sendiri.

Posted in Science and Bible | Leave a comment