Mengapa Musik Darlene Zschech Tidak Baik Dipakai oleh Gereja-Gereja Alkitabiah

(Berita Mingguan GITS 05 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Darlene Zschech (dibaca “cek”), adalah salah satu suara prominen dalam gerakan pujian kontemporer. Dia adalah seorang Pantekosta-Kharismatik yang radikal. Selama 25 tahun, dia adalah “gembala sidang bagian penyembahan” di Hills Christian Life Centre di Sydney dan saat ini dia adalah gembala sidang senior (bersama suaminya) atas Gereja Unlimited. Salah satu tema Zschech adalah pentingnya persatuan ekumenis. Dia mengatakan bahwa CCM adalah “suara suatu gereja yang bersatu, yang berkumpul bersama” (dari cover album “You Shine”). Dia benar mengenai bahwa CCM adalah bagian inti dari persatuan ekumenis hari ini, tetapi orang-orang yang percaya Alkitab menyadari bahwa “gereja yang bersatu” ini adalah Pelacur yang dinubuatkan dalam Kitab Suci seperti dalam 2 Tim. 3-4 dan Wahyu 17. Dalam sebuah wawancara dengan Christianity Today tahun 2004, Zschech mengindikasikan bahwa dia merasa nyaman berada “dalam gereja Katolik, dalam gereja United, gereja Anglikan, dan di banyak gereja-gereja lain” (“Zschech, Please,” 4 Juni 2004). Zschech dan Hillsong tampil untuk acara World Youth Day Roma Katolik di Sydney tanggal 18 Juli 2008. Paus Benedict XVI hadir saat itu dan melangsungkan misa kepausan pada hari terakhir extravaganza tersebut. Zschech ikut serta dalam acara Harvest ’03 di Newcastle, NSW, sebuah konser rock ekumenis yang menyatukan sekumpulan gado-gado gereja, termasuk Presbyterian, Sidang Jemaat Allah, Anglikan, Advent hari ketujuh, Church of Christ, dan Roma Katolik (“Hunter Harvest — Rock Evangelism,” http:// members.ozemail.com.au/~rseaborn/rock_evangelism.html). Seorang gembala sidang dari gereja Sidang Jemaat Allah yang hadir saat itu berkomentar, “pembangunan jembatan yang terjadi antar gereja sungguh mengesankan.” Pada kenyataannya, yang terjadi adalah kebingungan rohani dan ketidaktaatan yang mencolok terhadap Kitab Suci (contoh: Mat. 7:15; Rom. 16:17; 2 Kor. 6:14-18; 1 Tim. 4:1-6; 2 Tim. 2:16-17; 3:5; 4:3-4; dll.) Firman Allah memerintahkan kita untuk berjuang mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Yudas 3), namun denominasi-denominasi yang baru disebut itu memegang lusinan doktrin-doktrin yang sesat yang berlawanan dengan iman tersebut. Musiknya Zschech juga menyampaikan theologi hujan akhir (latter rain) yang salah. Sebagai contoh adalah lagu “I Believe the Presence” dari album Shout to the Lord dan lagu “Holy Spirit Rain Down.” Yang terakhir ini dimulai dengan kata-kata: “Holy Spirit, rain down, rain down/ Oh, Comforter and Friend/ How we need Your touch again/ Holy Spirit, rain down, rain down.” Di manakah di Alkitab kita diinstruksikan agar berdoa kepada Roh Kudus? Sebaliknya, Tuhan Yesus Kristus mengajarkan kita untuk berdoa kepada Bapa (Mat. 6:9). Gerakan Kharismatik tidaklah tunduk kepada Firman Allah dan tidak peduli ada atau tidak ada dukungan Alkitab terhadap jenis doa seperti ini. Sobat, musik pujian kontemporer tidaklah muncul dalam suatu kekosongan rohani. Hari-hari ini adalah hari-hari penipuan rohani dan kesesatan, dan berada di pusat kesesatan itu adalah gerakan Kharismatik. Penglihatan-penglihatanny adalah palsu; doktrinnya korup; prakteknya adalah kebingungan dan kekacauan. Gerakan Kharismatik adalah salah satu elemen yang paling kuat dalam gerakan ekumene. Ia menyatukan Roma Katolik, Protestan, Baptis, Pantekosta, dan Emergent dalam suatu persatuan tidak kudus antara kebenaran dan ketidakbenaran. Gereja-gereja Baptis Fundamental, dan yang Alkitabiah, yang memakai musik pujian kontemporer, akan menemukan bahwa musik ini membawa filosofi yang akan segera mengubah karakter gereja fundamentalis manapun. Kita perlu menyembah Tuhan Allah dalah roh dan kebenaran, tetapi kita tidak memerlukan gerakan penyembahan kontemporer yang tidak alkitabiah ini sebagai pembimbing. Saya tidak meragukan bahwa Darlene Zschech bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya, tetapi dia dan para pemimpin pujian kharismatik lainnya, tidak tahu kebenaran.

Posted in musik | 22 Comments

Vatikan Menyerukan Adanya Sistem Ekonomi Dunia

(Berita Mingguan GITS 05 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Vatican wants reform of world financial system,” AP, 24 Okt. 2011: “Vatikan pada hari Senin menyerukan reformasi radikal atas sistem finansial dunia, termasuk menciptakan suatu otoritas politik global untuk me-manage ekonomi. Sebuah proposal oleh Konsil Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian menyerukan suatu ordo ekonomi dunia baru yang didasarkan pada etika dan ‘pencapaian kebaikan umum yang universal.’ Hal ini melanjutkan pernyataan ekonomi Paus Benedictus XVI pada tahun 2009 yang menyerang mentalitas keuntungan-dengan-segala-cara sebagai hal yang menyebabkan krisis keuangan global. Namun, proposal ini mengakui bahwa suatu ‘jalan yang panjang masih perlu dilewati sebelum tiba pada terciptanya otoritas publik yang memiliki yurisdiksi universal’ dan menyarankan agar proses reformasi dimulai dengan PBB sebagai titik referensi.”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Katolik | 5 Comments

Lutheran Menyembah Dewi Isis

(Berita Mingguan GITS 05 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Gereja Lutheran Ebenezer di San Francisco sedang mengadakan “Konferensi Iman dan Feminisme” bulan ini yang akan menampilkan penyembahan dewi kuno Isis. Para pembicara yang dicanangkan termasuk Loreon Vigne, imam besar dari Isis Oasis, dan Katie Kethcum, seorang imam wanita Isis lainnya. Vigne mengatakan, “saya pribadi melihat Isis sebagai Ibu Bumi, dan bahwa dia meliputi segala sesuatu dalam sayapnya. Dia adalah dewi bersayap. Dia meliputi semua dewi lain dari budaya manapun” (“Christian Church Teams up with High Priestess of Isis,” WorldNetDaily, 29 Okt. 2011). Konferensi Iman dan Feminisme akan menampilkan sesi drum kudus, dansa, yoga kundalini, dan meditasi yang dibimbing dengan tujuan mengunjungi “kehidupan lampau.” Penyembahan Isis sudah dimulai sejak Babel kuno. Isis dan bayi dewa Horus adalah bagian dari zodiak Babilonia kuno, dan gambar-gambar mereka menjadi model bagi Madonna-nya Roma beserta anaknya. Salah satu gelar favorit dari ibu-dewi ini adalah “Mother of the Gods” dan “Queen of Heaven.” Para Lutheran yang sesat ini tidak puas menyembah versi Isis yang sudah dikristenkan; mereka mau menyembah Isis yang sebenarnya! Gereja Lutheran Ebenezer adalah bagian dari Evangelical Lutheran Church in America.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Joel Osteen Mengatakan Bahwa Orang Mormon Adalah Kristen

(Berita Mingguan GITS 05 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Joel Osteen, gembala sidang dari gereja terbesar di Amerika, mengatakan bahwa orang Mormon adalah Kristen. Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post, Osteen mengatakan: “Saya tidak tahu apakah ia [mormon] bentuk kekristenan yang paling murni, seperti yang saya tahu sejak kecil. Tetapi anda tahu, saya mengenal orang-orang Mormon. Saya mendengar Mitt Romney – dan saya belum pernah bertemu dia – tetapi saya mendengar dia berkata, ‘Saya percaya Yesus adalah anak Allah, saya percaya Dia juruselamatku,’ dan itu adalah salah satu isu inti” (Washington Post, 26 Okt. 2011). Osteen sama sekali tidak mengenal Alkitab dan naif rohani sampai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Alkitab memperingatkan akan kristus-kristus palsu dan injil-injil palsu (2 Kor. 11:1-4). Guru-guru palsu memakai bahasa yang sama dengan guru-guru Alkitabiah tetapi mereka memiliki kamus (maksud) yang berbeda. Yesus memperingatkan tentang banyak orang yang akan memanggil Dia Tuhan dan bahkan melakukan banyak pekerjaan yang luar biasa, tetapi mereka tidak diselamatkan (Mat. 7:21-23). Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Kudus Akhir Zaman, yaitu Mormon, meninggikan tulisan mereka sendiri sebagai otoritas di samping Kitab Suci, dan mengajarkan bahwa keselamatan itu adalah oleh iman plus usaha, menyangkal doktrin Tritunggal, mengklaim bahwa Allah suatu ketika adalah manusia [sebelum menjadi Allah], bahwa Yesus Kristus adalah makhluk yang diciptakan, bahwa Ia memiliki banyak istri, bahwa Ia adalah saudaranya Iblis, bahwa manusia memiliki jiwa yang sudah eksis jauh sebelumnya, bahwa orang-orang hidup dapat dibaptis untuk keselamatan orang yang telah meninggal, bahwa mereka yang dengan tekun beriman di hidup ini akan menjadi allah di kehidupan berikutnya. Faktanya, Mormonisme menyangkal atau mengkorupkan semua doktrin-doktrin penting iman Perjanjian Baru. Pada tahun 1997, Jimmy Carter berkata bahaw Mormon adalah Kristen dan tidak boleh dijadikan target “penginjilan” (Carrie Moore, “Are Mormons Christians,” Deseret News, 15 Nov. 1997). Dalam wawancara tersebut, Carter menyamakan orang-orang yang menolak Mormon sebagai “Farisi.” Carter mendefinisikan filosofi pribadinya sebagai “kerohanian yang tidak menghakimi, dan rekonsiliatif.” Dia bersaksi bahwa “orang-orang di gereja lokal saya sendiri tidak tertarik mempersalahkan Mormon atau mencoba menobatkan Mormon menjadi Baptis seperti saya.” Betapa sesat!

Posted in Bidat, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Pengkhotbah yang Berkelakar

(Berita Mingguan GITS 05 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Heads Up! 19 Agus. 2011: “Pengkhotbah-pengkhotbah yang membuat lelucon sekedar untuk ‘menghangatkan jemaat’ adalah salah satu hal yang paling menjengkelkan dalam gereja-gereja. Saya pernah mendengar seorang pengkhotbah Amerika yang memulai khotbahnya dengan membuat lelucon selama 15 menit. Saya memberitahu dia setelah itu bahwa karena ada 30 orang yang hadir pada waktu itu, ia telah menghabiskan 15 menit dari waktu 30 orang pada hari itu. Itu berarti 450 menit dari waktu kita dan waktu Tuhan yang telah dia sia-siakan. Tujuh setengah jam dia habiskan menceritakan lelucon yang konyol dan bukan menggunakan menit-menit yang berharga itu untuk menyampaikan Firman Allah kepada orang-orang yang membutuhkan di zaman yang kacau ini.” CATATAN SDR. CLOUD: Tidak ada sedikitpun petunjuk dalam Alkitab bahwa adalah baik untuk menjadikan mimbar sebagai forum menceritakan lelucon. Kita tidak bisa membayangkan Yohanes Pembaptis atau Tuhan Yesus atau Rasul Paulus melakukan hal seperti itu. Perintah yang serius kepada para pengkhotbah adalah “nyatakanlah apa yang salah, tegorlah, nasihatilah.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Nietzsche yang Menghujat

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Filsuf Jerman, Friedrich Nietzsche, sangatlah berpengaruh dalam masyarakat modern, walaupun dia adalah orang yang gila selama sebelas tahun terakhir hidupnya, sampai-sampai dia mengklaim dokter-dokter Jerman menyalibkan dia dan memerintahkan kaisar Jerman untuk pergi ke Roma agar dapat ditembak. Tulisan-tulisan Nietzsche aneh, bodoh, dan kontradiktif, dan ada banyak penafsirannya, dan tiap-tiap ahli Nietzsche mengklaim memiliki yang paling benar tetapi saling bertentangan satu sama lain. Satu hal yang pasti. Orang ini membenci Allah Alkitab dan moralitas Alkitab. Dia mengejek darah Kristus, kebenaran absolut, hukum-hukum Tuhan, dan hidup yang kekal. Dia meninggikan berbohong, kebencian, keegoisan, pembalasan dendam. Dia adalah bapa dari filosofi “Allah sudah mati” (God is dead) dan gerakan self-esteem. Dia mengajar bahwa manusia bisa mengevolusikan dirinya menuju ruang lingkup yang lebih tinggi sebagai overman atau superman, tuan atas takdirnya sendiri. Walaupun Nietzsche menolak rasisme biologis, Hitler sangat suka dengan konsep filsuf ini tentang superman dan menyimpang patungnya yang dipertunjukkan dengan mentereng. Nietzsche juga disukai oleh antara lain Herman Hesse, Sigmund Freud, Carl Jung, George Bernard Shaw, Paul Tillich, Jean Paul Sartre, dan Clarence Darrow (pengacara yang membela evolusi dalam persidangan Scopes). Baru-baru ini saya dengan susah payah membaca tulisannya yang sangat berlebih-lebihan, Thus Spoke Zarathustra, yang diselesaikan tahun 1885, tetapi diterbitkan setelah Nietzsche menjadi gila tiga tahun kemudian. Berikut ini adalah beberapa kutipan: “Pernah suatu ketika dosa melawan Allah adalah dosa terbesar; tetapi Allah mati, dan orang-orang berdosa ini mati bersama dia. Berdosa melawan bumi kini adalah hal yang paling menakutkan. …tidak ada Iblis dan tidak ada neraka. Jiwamu akan mati bahkan sebelum tubuhmu; jangan takut apa-apa lagi. …Ego-ku mengajarkan suatu kesombongan baru, dan hal ini saya ajarkan kepada orang-orang: jangan lagi membenamkan kepala di dalam pasir hal-hal surgawi, tetapi biarkanlah bebas, suatu kepala yang duniawi, yang menciptakan suatu arti bagi bumi. …Kini saya adalah terang, kini saya terbang, kini saya melihat diri sendiri di bawah diri sendiri, kini suatu dewa menari melalui saya. ….Sungguh, Yesus Ibrani itu mati terlalu cepat. …Kiranya dia tetap di padang gurun dan jauh dari yang baik dan yang saleh! Mungkin dia bisa belajar hidup dan mencintai bumi – dan tertawa juga. Percayalah, saudara-saudara! Dia mati terlalu cepat; dia sendiri pasti menyangkali pengajarannya sendiri kalau dia sudah sampai umur saya” (The Portable Nietzsche, diedit dan diterjemahkan oleh Walter Kaufman).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Hati-hati Terhadap Quick Prayerism

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Quick Prayerism adalah suatu metode penginjilan yang cepat sekali membuat orang mengucapkan doa orang berdosa setelah penjelasan Injil yang dangkal yang biasanya sama sekali tidak menyinggung pentingnya pertobatan. Metode ini cepat juga menyatakan seseorang sudah diselamatan dan memberikan mereka “jaminan” dan mencoba membaptis dia bahkan jika orang itu sama sekali tidak menunjukkan bukti alkitabiah bahwa dia telah lahir baru. Seringkali, Quick Prayerism menggunakan manipulasi-manipulasi penjualan (sales) psikologis. Dalam Quick Prayerism, suatu “doa orang berdosa” yang kosong seringkali menggantikan kerja Roh Kudus dan kelahiran kembali yang ajaib. Quick Prayerism memiliki ciri adanya laporan memenangkan jiwa yang angkanya berlebihan, karena ternyata jumlah pertobatan sejati sangatlah kecil dibandingkan statistik yang dilaporkan. Kita menyebutnya “prayerism” karena metode ini berfokus pada suatu doa. Kita menyebutnya “quick prayerism” karena metode ini spesialis dalam menggunakan presentasi yang cepat dan mendorong untuk keputusan yang cepat disertai suatu kedangkalan umum dan tidak adanya kedalaman alkitabiah. Sebuah contoh metode ini disampaikan kepada saya oleh seorang teman yang merasakan pengalaman berikut di sebuah gereja dengan sekolah tinggi alkitab yang besar. Si penginjil yang dimaksud adalah misionari veteran ke Jepang, seorang yang memiliki pengaruh besar dalam lingkup Baptis Independen. “Kami pergi keluar bersama staf mereka pada Sabtu pagi untuk penginjilan. Segera kami dipasangkan dengan para veteran. Pintu pertama yang kami kunjungi, kami bertemu dengan seorang Katolik yang ramah, dan saya kaget melihat orang itu ‘diselamatkan’ di depan mata saya sambil si … [penginjil veteran] menuntun dia dari beberapa perikop Alkitab hingga mengucapkan doa orang berdosa dengan sedemikian mulus sehingga saya sendiri tidak menyangkanya. Saya menyadarkan diri dan sementara si … sedang mencatat detil kontak orang tersebut, saya bertanya kepada orang itu apakah (1) dia percaya dia adalah orang yang baik dan (2) apakah mungkin untuk masuk Surga dengan cara menjadi orang yang baik. Orang yang baru saja ‘diselamatkan’ ini menjawab kedua pertanyaan dengan “YA.” Saya memandang sekeliling dan dua orang di samping saya itu tidak mengatakan atau melakukan apa-apa. Kami pergi lagi ke beberapa tempat, dan akhirnya sampai ke sebuah rumah yang dihuni seorang wanita muda Roma Katolik yang menjawab ketukan pintu. Dia mengaku dia adalah seorang Kristen. Walaupun dia mengatakan bahwa semua gereja itu sama, si … memberikan dia jaminan masuk surga dengan mengutip 1 Yoh. 5:13.” Banyak gereja yang telah mengadopsi metode penginjilan yang tidak alkitabiah ini dan telah menghasilkan jutaan pengakuan palsu di seluruh dunia dan telah memberikan harapan palsu kepada orang-orang ini. Ada banyak gereja yang hanya dapat memperlihatkan segelintir orang yang benar-benar telah menjadi ciptaan baru dibandingkan dengan ratusan petobat yang mereka klaim. Pertobatan dan metodologi penginjilan bukanlah isu kecil yang dapat dianggap “tidak esensial.” Quick Prayerism adalah maut dalam belanga bagi gereja manapun yang mempraktekkannya.

Posted in Misi / Pekabaran Injil | Leave a comment

Islamis Memenggal Seorang Kristen 17 Tahun di Somalia

(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Islamic Extremists in Somalia Behead 17-year-old Somali Christian,” Compass Direct News, 19 Okt. 2011: “Militan dari ekstrimis Islam al Shabaab memenggal seorang Kristen Somali berusia 17 tahun dekat Mogadishu bulan lalu, demikian diberitahukan kepada Compass oleh seorang jurnalis di ibukota Somali itu. Para militan itu, yang telah bersumpah untuk membersihkan Somalia dari kekristenan, membunuh Guled Jama Muktar pada tanggal 25 September di rumahnya dekat Deynile, sekitar 20 km dari Mogadishu. Kelompok ekstrimis Islam itu telah memantau keluarganya sejak orang-orang Kristen tersebut tiba di Somalia dari Kenya pada tahun 2008, kata sumber di Mogadishu, yang meminta untuk tidak dicantumkan namanya. Para militan Islam, yang sedang melawan pemerintah sementara untuk mendapatkan kontrol atas negara itu, tahu dari pemantauan mereka terhadap keluarga itu bahwa mereka orang Kristen, demikian kata sumber tersebut. ‘Saya pribadi mengenal keluarga ini sebagai orang-orang Kristen yang biasanya mengadakan pertemuan Alkitab rahasia di rumah mereka,’ ia mengatakan.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Otak Bakteri

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 14 Oktober 2011: “Para peneliti kini mendapatkan bahwa bakteri memiliki indera yang mirip dengan pendengaran dan penglihatan kita. Bakteri bahkan memiliki otak yang menerima informasi dari indera mereka itu. Mereka dapat membuat keputusan. Namun, semua ini belum dapat menjelaskan bagaimana bakteri dapat membuat keputusan untuk berenang menuju makanan. Ketika anda ingin makan coklat, anda tahu ke mana harus pergi, bahkan jika harus ke toko terdekat. Anda juga bisa mengambil jalan lain agar tidak terlihat oleh dokter gigimu. Semua ini melibatkan memori, yang telah sejak dulu dianggap bagian dari pikiran. Para peneliti, dengan menggunakan berbagai bahan percobaan yang dapat menarik atau menyengat bakteri, kini tahu bahwa bakteri memang memiliki memori jangka panjang maupun jangka pendek. Mereka ingat di mana ada makanan yang enak. Sekali sebuah bakteri mengembangkan strategi untuk menghadapi sesuatu yang tidak dikenal, ia akan ingat apa yang harus dilakukan kali berikutnya. Penemuan ini mengejutkan para ilmuwan. Mereka tahu bahwa ketika anda atau saya memutuskan untuk maju atau mundur, setidaknya ratusan dan mungkin ribuan sel otak terlibat. Bakteri yang hanya satu sel dapat membuat keputusan yang sama berdasarkan memori akan masa lalu.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Membersihkan Lalang Atau Menanam Benih

(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tahun 2009 saya mendengar sebuah khotbah oleh seorang pengkhotbah (di Amerika) yang terkenal, yang berbicara sangat negatif mengenai pelayanan “memberi peringatan.” Dia mengatakan: “Saya pernah mendengar cerita tentang seorang petani tua yang memutuskan bahwa dia tidak ingin ada satu pun lalang di ladangnya. Dia mempekerjakan lebih banyak lagi orang dan akhirnya mencapai tujuannya, tidak ada satu pun lalang di ladangnya. Sekarang masalahnya adalah dia tidak menanam satu pun tumbuhan. Dan kebanyakan pemimpin yang memecah belah, yang berkhotbah tentang isu-isu doktrinal, hidup seperti itu dan membahayakan pelayanannya.” Jika ada waktu yang tepat untuk memberi peringatan yang saleh, saat inilah waktunya, namun ada penolakan yang semakin kuat di banyak kalangan terhadap peringatan-peringatan Firman Tuhan. Semakin banyak orang mengabaikan peringatan tentang isu-isu yang jelas. Ada yang berkata bahwa boleh memperingatkan tentang liberalisme, dan Saksi Yehovah, dan bidat-bidat, dan hal-hal yang jelas “sesat,” – tetapi bahwa kita jangan mengritik gereja lain. Tetapi di manakah dalam Alkitab dikatakan bahwa orang Kristen tidak boleh ditegur? Banyak orang berpikir bahwa isu-isu seperti bahasa lidah, musik, standar berpakaian, Kalvinisme, Injili, perjamuan “kudus,” dan banyak kesalahan lain, adalah hal-hal yang tidak perlu disinggung. Faktanya adalah, kita perlu membersihkan lalang sekaligus menanam benih, bukan memilih salah satu. Kita membersihkan lalang melalui peringatan dan teguran dan menanam benih melalui penginjilan.

Posted in Fundamentalisme, General (Umum) | Leave a comment